In The Time

.

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung

Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi

Pairing : YunJae, (Slight) JunJae

Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.

Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita

Chap : 7 (tujuh)

.

.

.

Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

.

.

::

::

In The Time

::

::

Last chap

.

"Permisi, permisi, aku mau lewat." kata Yunho saat sudah berada dikerumunan itu, iapun merangsek kedepan guna melihat pengumuman apa yang ada di mading itu.

"Eoh? Audisi pencarian bakat?" gumam Yunho saat membaca selebaran yang tertempel dimading tersebut. Iapun menyobek salah satu dari sekian selebaran yang ditempel itu dan membawanya keluar guna memperlihatkannya pada Youngwoong yang berada diluar kerumunan.

"Hei Yunho, ada apa?" tanya Youngwoong saat melihat Yunho keluar dari tengah kerumunan.

"Ini, mereka heboh melihat pamflet ini." jawab Yunho sambil memperlihatkan selebaran itu pada Youngwoong. Younhgwoongpun dengan segera menyamber selebaran itu dan dengan cepat pula membacanya.

"Audisi pencarian bakat." gumamnya setelah membaca selebaran itu, dan setik berikutnya sebuah idepun melintas dipikirannya.

"Yunho-" panggil Youngwoong dan membuat Yunho menolehkan wajahnya kepada Youngwoong. "Kau harus mengikuti ini. Kau harus mengikuti audisi ini." ucapnya bersemangat sambil tersenyum cerah memandang Yunho.

.

.

.

Yunho menaikkan sebelah alisnya saat mendengar seruan Youngwoong, iapun tak mengrti kenapa Youngwoong menyuruhnya untuk mengikuti audisi ini. "Maksudnya, aku harus mengikuti audisi pencarian bakat ini?" tanya Yunho dan mendapat anggukan antusias dari Youngwoong.

"Ne, kau harus dan wajib untuk mengikutinya!" jawab Youngwoong mantap sambil menatap Yunho dengan mata bulatnya dan tersenyum cerah.

"Shireo!" tolak Yunho dan langsung memudarkan senyum diwajah Youngwoong.

"Yah, kenapa kau tak mau? Bukankah ini kesempatan bagus? Kau bisa menunjukkan bakatmu itu pada Jaejoong." kata Youngwoong lagi dan kini perlahan mendekat ke arah Yunho.

"Kau belum pernah menunjukkan bakatmu itu pada Jaejoong bukan?" tanyanya lagi dan mendapat anggukan ragu dari Yunho. "Lakukanlah, ini kesempatan yang bagus. Kau bisa menunjukkan pada Jaejoong kalau kau juga punya keahlian." kata Youngwoong lagi dan perlahan senyum mengembang diwajahnya.

"Kumohon, lakukanlah. Ini permintaanku yang terakhir." kata Youngwoong lagi sambil menatap Yunho dengan pandangan yang sulit diartikan. "Aku janji ini adalah permintaanku yang terakhir. Setelah ini, kau bebas mendekatinya dengan cara apapun." lanjut Youngwoong kini sambil menundukkan wajahnya tak mampu menatap Yunho. Entah apa yang tengah dirasakannya.

Yunhopun tertegun mendengar kalimat terakhir Youngwoong, entah kenapa, namun ia merasakan perasaan aneh saat mendengar kalimat terakhir Youngwoong itu. Kalimat seakan-akan Youngwoong akan pergi meninggalkannya.

"Ne baiklah. Aku akan melakukannya." jawab Yunho dan seketika membuat Youngwoong mendongakkan wajahnya.

"Jinja? Kau mau melakukannya?" tanya Youngwoong memastikan sambil tersenyum memandang Yunho.

Yunhopun tersenyum sambil mengangguk, "Ne, geurae. Aku akan melakukannya. Tapi aku sedikit terganggu dengan kata-katamu tadi hyung. Permintaan terakhir? Yang benar saja, kau terlihat seperti akan pergi meninggalkanku." jawab Yunno panjang lebar.

Youngwoong hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Yunho, "Yang penting kau mau melakukannya! Tak sia-sia aku beracting tadi." jawab Youngwoong dan seketika membuat Yunho melebarkan matanya.

"Mwo? Kau mengerjaiku!" teriaknya garang dan tak sedikitpun membuat Youngwoong takut.

"Ne, tapi akhirnya kau menyetujuinya kan?" jawab Youngwoong sambil tersenyum memandang Yunho.

"Yah, tapi itu tak lucu. Aku pikir hyung akan benar-benar meninggalkanku." jawab Yunho masih tak terima.

'Ne, aku memang akan segera meninggalkanmu'

"Memangnya kenapa kalau aku meninggalkanmu? Apa jangan-jangan kau mulai menyukaiku eoh?" goda Youngwoong pada Yunho.

"Mwo? Yah! Mana mungkin aku menyukaimu! Jangan besar kepala hyung!" dengus Yunho tak terima dan mempoutkan bibirnya sebal.

Youngwoong tertawa terbahak melihat tingkah Yunho itu, tak disangkanya seorang namja culun bisa berekspresi sedemikian rupa.

"Ya yah, teruskan saja tertawamu sampai puas. Sampai perutmu keram dan jangan harap aku akan mau menolongmu." kata Yunho ketus saat melihat Youngwoong yang masih setia tertawa terbahak-bahak.

"Haha, ne..um..mi..mian." kata Youngwoong berusaha meredakan tawanya.

"..."

"Jadi, setelah ini, kita akan berlatih bersama. Kita berlatih bagaimana menunjukkan keahlianmu itu, agar Jaejoong terpesona padamu." kata Youngwoong setelah tawanya reda. Iapun kini sudah kembali menemukan semangat dirinya.

"Kajja, kita berjuang bersama."

::

::

In The Time

::

::

Junhyung dan Jaejoong kecil tengah berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Ya, tadi setelah bel berdentang menandakan waktu pulang sekolah, Junhyung segera beranjak menuju kelas Jaejoong kecil dan merekapun pulang bersama. Jaejoong kecilpun sangat senang karna ia akan pulang bersama Junhyung, dan sedikit mengabaikan Junsu yang tadi juga datang menjemputnya untuk pulang bersama.

"Jaejoong-ah, nanti malam apa kau ada acara?" tanya Junhyung ditengah perjalanan menuju parkiran.

Jaejoong kecil menolehkan kepalanya saat mendengar Junhyung bertanya, "Nde? Emm, sepertinya tidak ada. Wae?" tanyanya sambil menatap Junhyung.

Junhyung tersenyum sebentar sebelum menjawab, "Aku ingin mengajakmu keluar malam nanti. Apa kau mau?"

Jaejoong kecil segera menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Junhyung, dan membuat Junhyung menghentikan langkahnya juga. Jaejoong kecilpun mendongak menatap Junhyung, tak menyangka kalau Junhyung akan mengajaknya keluar.

"Apa kau tak bisa?" tanya Junhyung saat tak mendengar jawaban apapun dari Jaejoong kecil, iapun jadi berfikir kalau Jaejoong kecil tak bisa.

"A..ani. Ania, aku mau." jawab Jaejoong kecil cepat sambil menganggukkan kepalanya antusias.

Junhyungpun tersenyum senang saat mendengar jawaban Jaejoong kecil, "Baiklah, aku akan menjemputmu jam 8 malam." kata Junhyung lagi dan kini merekapun mulai kembali melangkahkan kaki menuju parkiran.

"Kau akan mengajakku kemana?" tanya Jaejoong kecil antusias tanpa bisa menghilangkan raut bahagia dari wajahnya.

"Emm, aku ingin mengajakmu menontonku latihan bersama bandku. Dan aku juga ingin mengenalkan kau pada teman-temanku." jawab Junhyung sambil tersenyum menatap Jaejoong kecil.

"Melihatmu latihan? Waa, itu keren." jawab Jaejoong kecil sangat bersemangat saat mendengar ia bisa melihat Junhyung latihan. Dan keduanyapun kembali berbincang sepanjang perjalanan menuju parkiran.

Sementara di tempat lain, Yunho dan Youngwoong juga tengah berjalan beriringan menuju rumah Yunho. Yah, setelah tadi berunding dimana sebaiknya mereka melakukan latihan, alhasil merekapun sepakat untuk melakuannya di rumah Yunho, karena sangat tak mungkin untuk Youngwoong mengajak Yunho ke rumahnya, karena Jaejoong kecil pasti akan melihatnya.

"Hei, waeyo? Kenapa kau menekuk wajahmu seperti itu?" tanya Youngwoong karena heran melihat Yunho yang semenjak pulang sekolah, terus menerus menekuk wajahnya.

"Anio, eopseo!" jawab Yunho cepat tanpa melihat kearah Youngwoong.

"Ck, gojimal!" dengus Youngwoong saat Yunho tak menjawab jujur pertanyaannya, "Nenek-nenek peyot juga tahu kalau kau tengah kesal. Jadi cepat katakan, apa yang membuatmu kesal?" kata Youngwoong lagi sedikit membentak agar Yunho mau mengakuinya.

Yunhopun menoleh sebentar ke arah Youngwoong, "Aku kesal, melihat dia pulang dengan namja itu." jawab Yunho akhirnya sambil melengoskan(?)wajahnya.

Yah, memang tadi saat Junhyung menjemput Jaejoong kecil ke kelasnya, kejadian itu disaksikan oleh Yunho, dan langsung saja membuat Yunho yang tadinya juga ingin mengajak Jaejoong kecil untuk pulang bersama segera menekuk wajahnya masam, karena kedahuluan oleh Junhyung.

"Hanya itu?" tanya Youngwoong lagi merasa geli dengan jawaban Yunho, "Kalau kau kesal saat melihatnya pulang dengan orang lain, maka buatlah ia untuk selalu bisa pulang bersamamu." lanjutnya sambil tersenyum geli.

Yunho semakin menekukkan wajahnya mendengar nasehat Youngwoong, "Ne ne, kau memang selalu benar." jawabnya malas sambil mencibir pelan. "Sudahlah, daripada membuat moodku lebih buruk lagi, sebaiknya kita cepat, sebelum hari semakin gelap." lanjutnya lagi dan mempercepat langkahnya.

"Dia sungguh lucu. Apa tadi ia cemburu? Haha, ia sampai berwajah seperti itu, artinya ia benar-benar menyukaiku." kata Youngwoong sambil tersenyum memandang tubuh Yunho yang semakin menjauh darinya.

::

::

In The Time

::

::

Suara music yang gaduh segera terdengar menggema dari dalam kamar Jung Yunho. Suara music yang menghentak dan membuat siapa saja yang mendengarnya, pasti akan ikut menggerakkan badan mereka mengikuti irama music itu. Begitu pula dengan Yunho yang sedari tadi tak sekalipun menghentikan gerakan tubuhnya mengikuti dentuman music itu.

Sementara Yunho tengah asik meliuk-liukkan badannya mengikuti irama music, Youngwoong sendiri tengah meringkuk di atas kasur Yunho dengan sebuah komik dihadapannya yang tadi ditemukannya saat memasuki kamar Yunho.

Tek

Tap

Tap

Yunhopun mematikan musik yang berasal dari tape dimeja nakasnya, lalu dengan perlahan berjalan mendekat ke arah Youngwoong. Ia sedikit kesal karena Youngwoong malah asik dengan komiknya padahal tadi ia berjanji akan menemani Yunho latihan.

"Yah, hyung. Kenapa kau malah asik membaca komik? Bukankah kau kesini untuk menemaniku latihan?" teriak Yunho saat dirinya sudah berada disebelah Youngwoong.

"..."

"Yah! Kenapa kau malah diam?" teriak Yunho lagi kesal karena Youngwoong tak menjawab teriakannya.

"..."

"Aiss, kau ini! Hyung!"

Sret

Tak tahan karena Youngwoong tak kunjung menjawab pertanyaannya, kini Yunho sudah bersiap mengulurkan tangannya untuk membalikkan tubuh Youngwoong, namun belum sempat ia membalikkan tubuh Youngwoong, ia malah mendengar suara dengkuran halus dari namja cantik itu.

Dengan perlahan, iapun mendekatkan wajahnya ke arah Youngwoong dan memiringkan sedikit wajahnya guna melihat wajah Youngwoong.

"Astaga, ternyata di tertidur. Aisss." gumam Yunho saat melihat ternyata benar kalau Youngwoong tertidur. "Pantas saja ia tak menjawab pertanyaanku." lanjutnya lagi sambil terus menatap wajah tertidur Youngwoong.

"Aiss, apa ia tak sakit kalau tertidur begitu?" kata Yunho lagi saat melihat cara tidur Youngwoong yang menurutnya sedikit aneh. "Bisa-bisa ia kesakitan kalau bangun nanti." gumamnya lagi dan kini iapun bersiap untuk membalikkan tubuh Youngwoong.

Srett

Yunhopun memposisikan tangannya menyelip ditubuh Youngwoong, lalu dengan gerakan pelan, dibalikkannya tubuh kurus Youngwoong agar terlentang dikasur, dan menjadikan Youngwoong tak sakit dengan posisi tidurnya itu.

Plukk

Dan Yunhopun dengan sukses membalikkan tubuh Youngwoong tanpa sedikitpun membangunkan namja cantik itu, entahlah, namun kelihatannya Youngwoong sangat kelelahan hingga ia tak terbangun saat Yunho membalikkan tubuhnya.

"Hah, kau ringan juga hyung." kata Yunho saat dirinya sudah berhasil membalikkan tubuh Youngwoong, sekarang ia malah sibuk mengamati wajah cantik Youngwoong yang tengah tertidur itu.

"Kalau dilihat-lihat, kau itu cantik juga hyung." gumam Yunho masih sambil mengamati wajah Youngwoong, "Walaupun kadang kau suka semaunya sendiri dan emosional, tapi kau adalah namja yang sangat baik." lanjutnya dan perlahan senyum mengembang diwajahnya.

"Gomawo, karna sudah membantuku sampai sejauh ini. Aku sangat berterimakasih untuk hal itu." lanjut Yunho dan perlahan menyibak poni yang menjunyai dikening Youngwoong.

Selesai menyibak poni Youngwoong, kini mata Yunho malah tertuju pada bibir merah Youngwoong. Lama ia menatap bibir merah itu, bibir yang sangat menggoda untuk dicicipi. Perlahan, entah disadarinya atau tidak, iapun menggerakkan tangannya menuju bibir Youngwoong. Diusapnya pelan bibir merah cherry Youngwoong itu, sebelum akhirnya menekannya lembut.

"Lembut." gumamnya lirih. "Kalau aku mengecupnya, bagaimana rasanya yah?"

"..."

"Yah, apa yang ku pikirkan!" Yunhopun segera mengangkat tangannya dari bibir Youngwoong, lalu mulai berdiri dari duduknya.

"Sadarlah Jung." gumamnya sambil kini melangkah keluar kamar, sebelum nanti ia malah akan benar-benar melakukan pikiran nistanya tadi.

::

::

In The Time

::

::

Youngwoong menggeliatkan badannya pelan saat merasa terusik dalam tidurnya, iapun mengerang pelan saat suara-suara bising tertangkap oleh telinganya. Tidurnyapun semakin terusik kala suara-suara itu semakin lama, terdengar semakin jelas ditelinganya.

Shijageun dalkomhage pyeongbeomhage naege kkeullyeo

Eonjena geuratdeuhi meonjeo mareul geureowa

Modeun ganeunseong yeoreodwa, oh~

Youngwoongpun semakin menggeliat dalam tidurnya, dan iapun membuka matanya pelan saat benar-benar menyadari jika suara bising itu memang begitu dekat dengannya.

"Eungh." lenguh Youngwoong dan perlahan bangkit dan duduk di atas kasur sambil mengucek pelan matanya.

Sarangeun mwoda meoda imi sushigeo Red Ocean

Nan breakin my rules again aljanha jiru hangeol

Jogeum dachyeodo neon gwemcanha, oh~

Perlahan mata Youngwoongpun terbuka sepenuhnya, dan hal pertama yang dilihatnya adalah seorang namja tengah meliukkan badannya dengan lentur mengikuti alunan music yang menggema. Youngwoongpun segera membuka matanya lebih lebar lagi guna memastikan siapa namja itu.

Neon nareul wonhae, neon naege ppajyeo, neon naege michyeo

He eonal sueobseo I Got You~ under my skin

Neo nareul wonhae, neon naege ppajyeo, neon naege michyeo

Neon naui noye I Got You~ under my skin

Hmmmm

Dan senyum manispun segera terukir diwajahnya saat menyadari siapa namja yang tengah menari itu.

"Yunho!" panggil Youngwoong dan membuat Yunho-namja yang menari itu-mengehentikan gerakannya dan menoleh ke arah Youngwoong.

"Hyung, kau sudah bangun?" tanya Yunho dan perlahan mematikan tape dan seketika membuat suasana hening dikamarnya, lalu berjalan pelan menuju ranjangnya.

"Umm, mian aku ketiduran." jawab Youngwoong sambil tersenyum memandang Yunho.

"Gwencanha. Kau kalihatannya sangat lelah." kata Yunho lagi sambil menatap Youngwoong.

"Ne, gomawo." jawab Youngwoong dan perlahan menggeser tubuhnya dan duduk dipinggir ranjang. "Apa kau tengah berlatih? Lagu apa yang kau pilih? Sepertinya, aku sering mendengarnya." tanya Youngwoong setelah dirinya duduk dipinggir ranjang.

"Ah, ne. Aku tengah berlatih hyung. Ini adalah salah satu lagu favoritku, gerakan dancenya sangat energik, dan aku menyukainya." jawab Yunho dan perlahan bangkit dari duduknya.

"Kka, cepat mulai latihan. Aku ingin melihatnya." kata Youngwoong lagi dan setelahnya, Yunhopun kembali menghidupkan tapenya, dan segera mengalunlah music yang menggema dalam kamar Yunho dengan Yunho yang sudah bersiap meliukkan badannya mengikuti irama lagu.

Ne meorisogeul pagodeuneun nalkaroun nunbit

Na anigaseon umjigijido anheun chrome heart

Nega seontaekhan girigeol, oh~

Hyeolgwaneul tago heureuneun su eokgae ui nai ui Crystal

Machimnae shikkdwaen byeonshin ui kkeuteun na

Igeotdo sarangsun anilkka, oh~

Yunho terus meliukkan badannya mengikuti irama music yang menghentak. Mengikuti gerakan dance dari lagu yang sangat populer tersebut. Yunho dengan sangat lincah menggerakkan tubuhnya, bahkan tak ada kesalahan sedikitpun saat dirinya menggerakkan badannya. Ia menggerakkan badannya sepenuh hati sampai-sampai gerakan tersulitpun dilakukannya dengan sempurna.

Youngwoong hanya diam memperhatikan setiap gerakan Yunho. Ia sangat terpesona saat melihat gerakan sempurna yang dilakukan oleh Yunho. Bahkan ia tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari Yunho, dan tak terasa senyum mengembang diwajahnya.

Neon nareul wonhae, neon naege ppajyeo, neon naege michyeo

He eonal sueobseo I Got You~ under my skin

Neo nareul wonhae (Yeah, yeah) neon naege ppajyeo (Yeah, yeah) neon naege michyeo

Neon naui noye

I Got You~ under my skin

.

Prok

Prok

Prok

Suara tepukan tangan segera terdengar dari Youngwoong saat Yunho menyelesaikan tariannya. Youngwoongpun bangkit dari duduknya dan berjalan pelan menuju Yunho.

"Daebak! Kau melakukannya dengan sangat baik." kata Youngwoong sambil tersenyum dan terus bertepuk tangan.

Yunho hanya tersenyum pelan, "Anio. Aku masih butuh latihan yang banyak lagi." kata Yunho dan setelahnya, kembali ia menghidupkan music, lalu berteriak kencang pada Youngwoong.

"Kau mau ikut hyung?" tanyanya pada Youngwoong, belum sempat Youngwoong menjawab, Yunho sudah lebih dulu menarik tubuhnya untuk ikut menari bersamanya.

::

::

In The Time

::

::

Malam menjelang, menggantikan langit senja yang kini perlahan berubah gelap. Youngwoong kini tengah sibuk membantu sang eomma menyiapkan makan malam. Sementara Jaejoong kecil tengah sibuk dengan ponselnya di depan televisi. Nampak sesekali ia tersenyum girang saat ada pesan masuk ke ponselnya.

"Yak, selesai. Kka, kau mandilah. Setelah itu kita makan." kata eomma Jaejoong dan menyuruh Youngwoong untuk mandi terlebih dahulu.

"Ne." jawab Youngwoong dan setelahnya iapun melepas apron yang membalut tubuhnya lalu berjalan pelan menuju kamar mandi.

Sepuluh menit berlalu, kini Youngwoong sudah selesai membersihkan diri, setelahnya iapun segera bergabung ke ruang makan, karena yang lainnya nampak sudah bersiap di meja makan.

"Kajja Woongie, kita makan." ajak appa Jaejoong saat dilihatnya Youngwoong yang baru keluar dari kamar.

"Ne samchon." jawab Youngwoong dan setelahnya, merekapun makan malam dengan tenang.

Dua puluh menit berlalu, kini keluarga Kim sudah selesai dengan makan malam mereka. Youngwoongpun membantu sang eomma untuk membereskan peralatan sisa makan mereka, lain halnya dengan Jaejoong kecil yang kini sudah berlari masuk ke dalam kamarnya.

"Yah, Joongie. Kajja sini bantu eomma! Aiss, anak itu!" gerutu eomma Jaejoong saat melihat Jaejoong kecil yang melesat cepat ke dalam kamar.

Youngwoongpun hanya tersenyum kecil saat melihat sang eomma yang berteriak-teriak begitu. "Sudahlah imo, bukankah Joongie memang seperti itu." kata Youngwoong sambil membilas piring-piring yang ada dihadapannya.

"Tapi setidaknya, ia juga harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Anak itu, bisanya hanya main dan nonton. Kapan ia akan mandiri jika begitu?" gumam eomma Jaejoong lagi karena heran melihat tingkah putranya itu.

"Sudahlah imo, lagipula Joongie masih kecil."

"Tadi setidaknya, ia harus mulai membantu eommanya jika sedang bekerja. Ia sudah 17 tahun, itu namanya sudah cukup dewasa."

"..."

"Lagipula, tak selamanya aku bisa berada disisinya. Suatu saat, ia harus bisa menghidupi dirinya sendiri, dan berhenti bergantung dengan orang lain."

Youngwoongpun seketika menolehkan wajahnya kearah sang eomma, dan iapun seolah kehabisan kata-kata untuk menjawab perkataan eommanya itu.

::

::

In The Time

::

::

Malam semakin larut dan hawa pun semakin dingin. Di dalam kamarnya, nampak Jaejoong kecil yang tengah memilih pakaian yang akan dikenakannya untuk keluar bersama Junhyung. Nampak binar bahagia menghiasi wajah cantiknya, dan sepanjang memilih baju iapun tersenyum ceria.

"Yang ini saja." gumamnya setelah berhasil menemukan baju apa yang cocok untuk kali ini. Dan pilihannya jatuh pada kaos v neck hitam dan dipadukan dengan celana jeans putih, yang membuat penampilannya kian bersinar.

"Perfect." ucapnya lagi saat melihat bayangan tubuhnya di dinding.

Ceklek

"Kau mau kemana?" tanya Youngwoong saat keluar dari kamar mandi dan merasa heran melihat Jaejoong kecil sangat rapi.

Jaejoong kecil hanya menolehkan wajahnya sebentar kearah Youngwoong, "Aku mau pergi." jawabnya dan sekarang sudah bersiap karna jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.

"Pergi kemana? Ini sudah malam." tanya Youngwoong lagi sambil berjalan mendekati Jaejoong kecil.

"Bukan urusanmu." jawab Jaejoong kecil sambil berlalu dari hadapan Youngwoong.

"Yah aku bertanya! Mau kemana malam-malam begini!" teriak Youngwoong karena kesal dengan tingkah Jaejoong kecil. "Yah, jawab aku!"

"Ck. Aku mau pergi dengan Junhyung!" jawab Jaejoong kecil ketus dan segera melangkah keluar.

"Mwo? Yah, kau tak boleh pergi dengannya!"

"Apa hakmu melarangku! Aku sudah besar, dan aku hanya ingin melihatnya latihan bersama bandnya. Alasan apa sehingga aku tak boleh pergi dengannya?"

'Karna aku tak ingin kau merasa tersakiti di masa depan. Aku tak ingin kau dekat dengannya dan nantinya kau akan mengalami hal yang sama denganku'

"Aku tahu hyung mengkhawatirkanku, tapi hyung tak punya hak untuk melarangku berteman dengan siapa saja." lanjut Jaejoong kecil sambil menatap pelan kearah Youngwoong.

"..."

"Junhyung adalah pribadi yang baik, dan dia tak memberi pengaruh negatif kepadaku. Jadi kuharap, hyung mau mengerti."

"..."

"Aku pergi."

"Kalau kau pergi, maka kau akan menyesal."

"..."

"..."

"Annyeong."

Ceklek

Blammm

"Sungguh, kau akan mengesal Joongie." lirih Youngwoong sambil menatap sendu kearah pintu.

::

::

In The Time

::

::

Keesokan paginya

Youngwoong tengah sibuk membantu sang eomma menjemur pakaian dihalaman belakang. Setelah tadi sarapan bersama, iapun dengan segera membantu sang eomma yang nampak mulai kelelahan.

Tidak seperti biasanya, setelah sarapan selesai, biasanya ia akan langsung ikut menuju sekolah Jaejoong kecil dan mengajukan berbagai macam alasan kepada satpam penjaga sekolah agar diizinkan masuk ke dalam sekolah, atau melewati pintu belakang sekolah yang memang tak dijaga oleh satpam. Kali ini, ia ingin menghabiskan waktunya bersama sang eomma dirumah. Maka dari itu, ia sekarang tengah bersemangat membantu eommanya menjemur pakaian.

"Yak, sudah selesai." teriaknya girang saat menyelesaikan semua jemurannya. Iapun segera membawa ember kosong itu ke dalam.

"Gomawo ne." kata eomma Jaejoong sambil tersenyum manis kearah Youngwoong.

"Cheonmaneyo. Jadi, apa upahku untuk ini semua?" jawab Youngwoong sambil tersenyum ke arah sang eomma.

"Ck, jadi kau tak ikhlas membantu imo?" kata eomma Jaejoong sambil pura-pura memasang wajah sedih.

"Haha, aniyo. Tentu saja tidak, aku membantu imo dengan senang hati." jawab Youngwoong sambil menghambur memeluk sang eomma.

"Aku hanya bercanda tadi." lanjutnya sambil tersenyum.

"Ne, arraseo." jawab eomma Jaejoong sambil mengelus sayang kepala Youngwoong.

Youngwoongpun memejamkan matanya saat merasakan usapan tangan sang eomma dikepalanya, menikmati perasaan hangat yang tak akan mungkin bisa didapatkannya lagi.

"Sudah berapa bulan?" tanya Youngwoong sambil perlahan membuka matanya dan mengusap lembut perut sang eomma.

"Nde?" tanya eomma Jaejoong tak mengerti.

"Disini, sudah berapa bulan?" jawab Youngwoong sambil menunjuk perut sang eomma yang nampak masih rata.

"Kau mengetahuinya?" tanya eomma Jaejoong sedikit kaget karena Youngwoong mengetahui kehamilannya.

Youngwoong mengangguk mantap sambil tersenyum manis. "Geurae yo. Jadi, sudah berapa bulan?"

"2 minggu." jawab eomma Jaejoong sambil tersenyum senang dan mengusap pelan perut ratanya, "Imo tak menyangka jika akan diberikan anugrah seperti ini. Mengingat jarak umur Jaejoong yang sudah remaja. Imo sangat bersyukur." lanjut sang eomma masih memasang senyum diwajahnya.

Youngwoongpun ikut tersenyum memandang sang eomma, namun dibalik senyuman itu, ia menyimpan kesedihan yang mendalam. Perlahan senyum manis yang awalnya menghiasi wajah Youngwoong, perlahan memudar dan digantikan dengan raut kesedihan. Iapun menghela nafas sejenak, lalu beralih menatap sang eomma.

"Apa sungguh membahagiakan?" tanyanya dan mendapat anggukan dari sang eomma. "Tapi itu semua akan menyakitimu."

"..."

"Sebelum terlambat, lebih baik akhiri disini. Aku tak ingin melihatmu tersakiti." lanjut Youngwoong dan membuat sang eomma memandangnya dalam. "Kumohon, ini semua akan menyakitimu." kata Youngwoong sambil menundukkan wajahnya dan memegang lembut perut sang eomma.

Hmmm

Eomma Jaejoong hanya tersenyum kecil, iapun mengusap pelan kepala Youngwoong yang tertunduk dihadapannya.

"Kalau memang jalannya, kita tak akan bisa mengubahnya. Walaupun dengan cara apapun."

"..."

"Aku tahu, ini mungkin cobaan terberat yang akan kita lalui, tapi percayalah, ini semu memang yang terbaik untuk kita."

"..."

"Aku sangat senang saat domter mengatakan kalau aku hamil kembali, dan kau tahu apa yang lebih membahagiakan daripada itu?" tanya eomma Jaejoong dan mendapat gelengan lemah dari Youngwoong.

"..."

"Melahirkan sosok mungil itu dan membiarkannya menikmati dunia luar. Itu adalah hal yang lebih membahagiakan dari apapun. Memberikannya merasakan kehidupan dan melihat seluruh isi dunia."

"..."

"Sekalipun akan menyakitiku, namun aku sangat bahagia." kata eomma Jaejoong dan membuat Youngwoong kini balik memeluk tubuh eommanya.

"..."

"Aku tahu, kau mengkhawatirkanku, namun biarkanlah semua berjalan seperti apa yang ditakdirkan. Jangan melawan takdir karena dibalik itu semua pasti ada kebahagiaan lain yang akan datang."

"..."

"Aku sangat menyayangi kalian. Aku sangat menyayangi appa, dirimu dan juga calon adikmu ini, Joongie."

Deg

Youngwoong segera mendongakkan kepalanya saat mendengar suara sang eomma. Bukan, bukan karena kalimat sayang yang terlontar dari eommanya yang membuatnya kaget, namun panggilan yang eommanya lontarkan itu yang membuatnya kaget.

"Eo..eomma?" lirih Youngwoong sambil menatap mata sang eomma, airmata sudah menggenang dikedua matanya.

"Ne, Jaejoongie."

"Eo..eomma.. Hiks, hiks, eomma, eomma."

Dan tangis Youngwoongpun pecah saat sang eomma kembali memanggilnya dengan namanya. Sungguh, ia tak menyangka kalau sang eomma tahu mengenai dirinya.

"Eomma..hiks..eomma." racau Youngwoong masih terisak, iapun mendekap erat tubuh sang eomma, meluapkan rasa sayang dan rindu yang mendalam.

"Uljimayo, uljima." kata eomma Jaejoong menenangkan sang putra, dielusnya sayang rambut halus Youngwoong.

"Eomma." lirih Youngwoong lagi sambil melepaskan pelukannya, lalu mendongak pelan menatap sang eomma.

"Ne, kau tumbuh sangat baik. Semakin cantik dan baik hati." kata eomma Jaejoong sambil menghapus airmata yang meleleh dipipi halus Youngwoong. "Gomawo, gomawo karna sudah tumbuh dengan baik." lanjutnya sambil menahan airmata yang sudah menggenang di matanya.

"Kapan eomma tahu?" tanya Youngwoong sambil menahan isakannya.

"Dari awal. Dari awal eomma melihatmu, eomma sudah sadar." jawab eomma Jaejoong dan perlahan mengembangkan senyum diwajahnya.

"Eomma tak akan mungkin melupakan wajah putra eomma yang cantik ini." lanjutnya sambil menyentuh wajah Youngwoong.

"Eomma, bogoshipda. Jeongmal bogoshipda."

"Ne. Arraseo. Nado bogoshipo. Eomma senang karna kau tumbuh dengan baik. Mianhae, jika eomma membuatmu tumbuh tanpa eomma."

"Anio."

"Bagaimana uri dongsaeng?" tanya eomma Jaejoong sambil tersenyum hangat dan menatap dalam mata Youngwoong.

Youngwoong tersenyum pelan saat mendengar pertanyaan sang eomma, iapun tak sabar ingin bercerita tentang dongsaengnya.

"Namanya Kim Changmin, ia adalah uri namdongsaeng yang paling menggemaskan dan tampan." kata Youngwoong memulai bercerita, "Ia sangat nakal dan selalu memanggilku nuna! Padahal aku sudah sering memarahinya untuk berhenti memanggilku nuna, tapi memang ia tak mempan dimarahi, alhasil ia masih tetap memanggilku nuna!" lanjutnya sambil tertawa pelan membayangkan sosok Changmin dalam imajinasinya.

"Ah, aku jadi merindukan teriakannya."

"..."

"Ia juga sangat suka makan. Aku tak tahu apa yang eomma idamkan saat mengandungnya, hingga ia menjadi food monster seperti sekarang."

"Ne, eomma memang akhir-akhir ini banyak makan." jawab sang eomma sambil tersenyum.

"Bahkan aku harus rela untuk membagi jatah makanku untuknya, dan lagi aku harus menyiapkan uang extra untuk membeli cemilan untuknya." kata Youngwoong lagi sambil terkekeh pelan.

"Pasti ia tumbuh menjadi anak yang manis ne."

"Anio, ia sama sekali tak ada manis-manisnya. Ia adalah namdongsaeng yang paling nakal yang pernah aku temui. Hehe." jawab Youngwoong sambil terkekeh geli.

Dan begitulah, Youngwoongpun terus bercerita mengenai sang dongsaeng kepada sang eomma. Ia begitu bersemangat saat menceritakannya. Selama ia bercerita, sang eomma hanya tersenyum dan sesekali ikut tertawa saat mendengar hal lucu yang disampaikan Youngwoong. Walaupun ia bisa tersenyum dan bisa ikut tertawa mendengar tingkah laku kedua putranya, namun sebenarnya jauh dilubuk hatinya, ia merasa sedih, karena tak sempat ikut memantau tumbuh kembang kedua putranya itu.

::

::

In The Time

::

::

Youngwoong tengah berjalan pelan ditengah kota, setelah tadi bercerita banyak mengenai Changmin kepada sang eomma, kini ia keluar sebentar guna mencari udara segar.

"Ah, gara-gara membicarakan Changmin, aku jadi merindukan bocah evil itu." gumam Youngwoong ditengah perjalanan, "Aku jadi merasa bersalah sudah meninggalkannya disana. Bagaimana keadaannya ia sekarang yah?" lanjutnya sambil menatap lurus kedepan. Lama ia berfikir, sampai-sampai ia tak menyadari seorang namja tengah berjalan pelan kearahnya, dan tanpa aba-aba langsung menjitak keras kepalanya.

Pletak

"Ouch! Yak, apa yang ka-"

"Kalau kau bengong begitu, bisa-bisa kau kesambet makhluk halus." belum sempat Youngwoong menyelesaikan kalimatnya, namja yang memukulnya tadi langsung memotong ucapannya.

"Kau-"

"Hei, kita bertemu lagi, Youngwoongie."

"Sedang apa kau disini? Dan bisakah hilangkan kebiasaanmu yang selalu memukulku hah?" teriak Youngwoong karena merasa kesal dengan tingkah namja disebelahnya ini.

"Hehe, itu salahmu sendiri. Siapa suruh kau bengong ditempat ramai begini." jawab Hyunseung-namja yang memukul Youngwoong-sambil mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Youngwoong.

"Ck, kau belum menjawab pertanyaanku. Sedang apa kau disini?" tanya Youngwoong lagi dan mulai mensejajarkan langkahnya dengan Hyunseung.

"Aku ingin mencari makan siang." jawab Hyunseung tanpa menoleh kepada Youngwoong. "Kau sendiri?"

"Aku hanya jalan-jalan, mencari udara segar." jawab Youngwoong.

"Ah ya, apa nanti kau akan menonton audisi pencarian bakat di pusat kota?" tanya Hyunseung saat teringat audisi pencarian bakat yang akan diadakan sore nanti.

"Pencarian bakat?" ulang Youngwoong menirukan ucapan Hyunseung, "OMO!" pekiknya kencang saat teringat sesuatu.

"Yah, kenapa kau tak bilang jika audisinya diadakan hari ini." teriaknya lagi dan malah menyalahkan Hyunseung karena ia melupakan sesuatu yang penting.

"Yah, kenapa kau menyalahkanku! Kau yang melupakannya jadi jangan menyalahkanku!" balas Hyunseung tak kesal.

"Ne mian, aku hanya melupakan sesuatu yang penting."

'Ya, sesuatu yang sangat penting yang akan menentukan masa depanku'

"Ck, sudahlah daripada kita berteriak tak karuan, bagaimana kalau kau membantuku?" tanya Youngwoong dan membuat Hyunseung menghentikan langkahnya.

"Membantumu?" ulang Hyunseung sambil menolehkan wajahnya kearah Youngwoong.

"Ne. Kau hanya perlu melakukan hal kecil." jawab Youngwoong dan perlahan mendekatkan wajahnya pada Hyunseung guna membisikkan sesuatu.

"Bagaimana?" tanya Youngwoong setelah membisikkan sesuatu pada Hyunseung.

"Untuk apa aku melakukannya?" tanya Hyunseung tak mengerti.

"Karena itu bisa mengubah masa depan seseorang." jawab Youngwoong dan perlahan memundurkan tubuhnya. "Bagaimana? Kau mau tidak? Itu bukan sesuatu yang sulit bukan?" tanya Youngwoong lagi mempengaruhi Hyunseung.

"Ck, baiklah. Membantu orang tak ada salahnya juga." jawab Hyunseung akhirnya dan membuat Youngwoong tersenyum senang.

"Baiklah, kau bisa memulainya sekarang. Sebelum acara audisi itu dimulai. Arraseo?"

"Ne, arraseo."

Dan setelahnya, mereka berduapun kembali melangkahkan kakinya dan

'Kuharap rencana kali ini berhasil'

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hayoloh, rencana apa yang bakal dibuat sama Youngwoong? Hehe

Saya kembali dengan chap 7,, bagaimana untuk chap ini? Dichap ini ceritanya sedikit mengharu biru,, setidaknya menurut saya.. Part antara Youngwoong dan sang eomma bicara berdua itu, entah kenapa sangat menyentuh hati saya..

Itulah hebatnya seorang ibu, ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya, walaupun dengan mengorbankan dirinya sendri. Kalian yang terbaik eomma ^^

Terimakasih bagi kalian yang sudah follow, favorit dan review dichap kemarin. Big thank's buat :

YunHolic | rinayunjaerina | fuwaliyaah | YunJaeee Shipper | Youleebitha | Little Asadachi | cminsa | Vic89 | littlecupcake noona | Jung Jaehyun | cho kyu 549 | UKnowBooJae | Uchiha Tachi'4'Sora | Hana - Kara | ShinJiWoo920202 | akiramia44 | xena hwang | thedolpinduck | KimJJ boo | Guest | Guest | hi jj91 | L-chanLee | min | Guest | FiandYJ

Ini balasan review kalian :

YunHolic : dia bakal nampilin dance. Wah, ide bagus itu. Pasti keren dia kalau nampilin perutnya yang kotak-kotak itu. Dan pastinya bakal ngebuat para penonton pingsan XD

rinayunjaerina : iya, pasti nyesel. Sepertinya bukan Yunho yang jatuh cinta pada Youngwoong, tapi kebalikannya Youngwoong yang mulai jatuh cinta sama Yunho.

fuwaliyaah : haha, kita masih sodaraan berarti XP dia nggak akan cemburu koo, kan memang itu yang diharapkan olehnya.

YunJaeee Shipper : haha, iya deh gapapa kamu panggil Junhyung ahjussi :P kita lihat saja, dia menang atau nggak *smirk

Youleebitha : iya, saya juga sebel, ini sudah dilanjut, berdoa saja supaya dia cepet nyadar sama ketampanan Yunho.

Little Asadachi : ini dilanjut. Iya, memang dia ganteng pake banget. Kalo Jaejoong sama Yunho ya takdir mereka akan berubah. Wah, kamu mau ke Bali? Selamat bersenang-senang ne di Bali ^^

cminsa : iya, sayang banget ga ditrima. Tapi, tak dapet yang kecil yang dewasapun jadi XD

Vic89 : wah kasian banget Jaejoong mukanya diratakan sama kamu XP iya nyesel bgt dah nanti dia tu. Wah, jangan paketkan Junhyung oppa ke negeri antah berantah itu, kesian ToT

littlecupcake noona : wah itu prediksi kamu yah? Kita lihat saja nanti apa prediksi kamu bener atau tidak XP ini sudah dilanjut.

Jung Jaehyun : haha, iyah. Tapi karena Jaejoong lagi naksir Junhyung jadi diapun berfikir begitu, namanya juga orang lagi jatuh cinta.

cho kyu 549 : ini dilanjut ^^ mereka nggak akan inget. Karena sudah 10tahun berlalu, memori Yunho tentang sosok Youngwoong ga akan inget.

UKnowBooJae : haha, iya, nyesel tuh si Jaejoong. Iya, dia nggak cerita karena takut Jaejoong ga akan percaya.

Uchiha Tachi'4'Sora : iya wajib ikut. Hehe, iyah. Emm, bukan. Saya tidak terinspirasi dari novel tersebut.

Hana - Kara : iya, harus ikut. Iyah, tapi mungkin hanya Youngwoong saja yang mulai suka.

ShinJiWoo920202 : iya, ga rugi. Malah untung XP iya, dia bakal ngedance.

akiramia44 : iyah. Silahkan kasih semua award itu. Iya, semoga saja.

xena hwang : iya, gomawo. Iya, lagi pengen cepet-cepet update, mumpung idenya mengalir. Iya saya tidak menjelaskan secara detail, karna di drama korea yang saya tonton juga sering begitu. #apadah, ngeles aja

thedolpinduck : iya, ikut dance. Haha, maklum masih labil.

KimJJ boo : gwemcanha, ini update chap 7 ^^ iya, fandom saya B2UTY, kalau kamu?

Guest : Ini dilanjut

Guest : ini dilanjut

hi jj91 : halo juga, iya ini dilanjut ^^

L-chanLee : annheong ^^ iya, saya memang kurang menjelaskannya. Karena di drama yang saya tonton juga sering terjadi begitu. Yah, kalau memang butuh alasan, anggap saja kalau Youngwoong itu sering selalu memberi alasan yang macam-macam sama satpamnya agar bisa masuk ^^

min : iya, ini dilanjut. Iya, saya juga kangen sama dia. Sabar yah~~ tenang saja, dia baik-baik saja dimasa depan sana ^^

Guest : iya, saya kurang menjelaskan itu. Anggap saja kalau Youngwoong selalu ngasih alasan macam-macam ke satpamnya atau dia masuk lewat pintu belakang.

FiandYJ : iya, tunggu saja Jaejoong. Kamu bakal klepek-klepek liat Yunho XP

.

Gomawo untuk reviewnya, untuk chap ini mohon reviewnya lagi ne ^^

Minnasan, review onegaishimasu~ยค

.

Denpasar, 10 April 2014