In The Time
.
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung
Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi
Pairing : YunJae, (Slight) JunJae
Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.
Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita
Chap : 8 (delapan)
.
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
.
::
::
In The Time
::
::
Last chap
.
"Untuk apa aku melakukannya?" tanya Hyunseung tak mengerti.
"Karena itu bisa mengubah masa depan seseorang." jawab Youngwoong dan perlahan memundurkan tubuhnya. "Bagaimana? Kau mau tidak? Itu bukan sesuatu yang sulit bukan?" tanya Youngwoong lagi mempengaruhi Hyunseung.
"Ck, baiklah. Membantu orang tak ada salahnya juga." jawab Hyunseung akhirnya dan membuat Youngwoong tersenyum senang.
"Baiklah, kau bisa memulainya sekarang. Sebelum acara audisi itu dimulai. Arraseo?"
"Ne, arraseo."
Dan setelahnya, mereka berduapun kembali melangkahkan kakinya dan
'Kuharap rencana kali ini berhasil'
.
.
.
Jaejoong kecil tengah berdiri didepan cermin memperhatikan penampilannya untuk sore ini. Yah, sore ini ia berencana untuk datang ke acara audisi pencarian bakat untuk mendukung Junhyung, maka dari itu ia ingin berpenampilan sebaik mungkin untuk membuat Junhyung semakin terpesona padanya.
"Perfect. Kau memang yang terbaik Jaejoong!" ucapnya bangga melihat penampilannya itu.
Kali ini ia memilih mengenakan kaos v-neck putih dan celana kain putih, membuat dirinya terlihat seperti bidadari yang baru saja turun dari khayangan. Ditambah dengan jaket kulit hitam yang dikenakannya diluar kaos dan beberapa accesoris kalung yang menambah manis penampilannya, juga sepatu kets warna senada yang menyempurnakan penampilannya.
"Sempurna."
Drrttt drrttt
Ponsel Jaejoong kecilpun bergetar dan menampilkan ID Junhyung dilayar ponselnya, dan tanpa pikir panjang iapun segera mengambil ponselnya lalu dengan cepat memencet tombol answare.
"Yoboseyo." ucapnya girang dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"..."
"Ne, aku sudah siap."
"..."
"Ania. Kita bertemu disana saja, lagipula aku akan berangkat dengan Junsu."
"..."
"Ne, arraseo."
"..."
"Junhyung-ah, hwaiting!" teriak Jaejoong kecil dan setelahnya mematikan sambungan telponnya dan bersiap untuk berangkat.
Tut
Tut
Tut
Dan tanpa disadarinya, Youngwoong melihat semua tingakah lakunya dari balik pintu kamar dan diam-diam tersenyum misterius, sebelum akhirnya menutup kembali pintu kamar dan berjalan keluar.
::
::
In The Time
::
::
Sementara itu, Yunho tengah bersiap-siap di dalam kamarnya. Dengan hoodie putih melekat sempurna ditubuh atletisnya dan jeans hitam membuat dirinya terlihat begitu menawan. Iapun kini tengah memakai sepatu ketsnya, dan setelahnya menyemprotkan parfume keseluruh tubuhnya dan terakhir menyisir rambutnya lalu tersenyum manis memandang pantulan dirinya di cermin.
"Hwaiting, Jung Yunho!" katanya bersemangat dan akhirnya keluar kamar dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"Eomma, aku berang-, yah, apa yang kau lakukan disini?"
Baru saja ia hendak berpamitan pada sang eomma, Yunho malah dikejutkan dengan kehadiran Youngwoong yang kini tengah duduk manis di ruang tamunya.
"Ck, kau ini. Seperti melihat hantu saja." dengus Youngwoong kesal saat Yunho malah berteriak kepadanya. "Aku kesini tentu saja untuk menjemputmu dan berangkat bersama." jawab Youngwoong girang dan tersenyum memandang Yunho.
"Aiss, kita kan bisa bertemu disana, kau tak mesti kesini hyung." dengus Yunho sambil menatap Youngwoong masam.
"Hehe, ani. Aku hanya ingin berangkat bersamamu." jawab Youngwoong sambil tersenyum tanpa dosa.
"Ck, kajja. Nanti kita terlambat." ajak Yunho dan Youngwoongpun perlahan bangkit dari duduknya.
"Eh, kalian sudah akan berangkat?" tanya eomma Yunho yang baru datang dari arah dapur dan membawa nampan ditangannya, "Padahal eomma sudah membuatkan minuman untuk temanmu yang cantik ini. Kajja, minum dulu." lanjutnya sambil perlahan menaruh nampan itu dan kemudian menarik Youngwoong lagi untuk duduk disofa.
"Kka, minumlah." kata eomma Yunho lagi sambil menyodorkan satu gelas es jeruk pada Youngwoong.
"Ck, eomma ini. Aku sudah terlambat. Jadi biarkan kami pergi." kata Yunho sambil memasang wajah cemberut.
"Ck, kau ini. Sudah sana, kau pergi sendiri saja, biar-, eh, siapa namamu cantik? Aku sampai lupa menanyakan namamu." kata eomma Yunho yang baru sadar jika ia belum tahu nama namja cantik dihadapannya itu.
"Youngwoong imnida." jawab Youngwoong sambil membungkuk sekilas kearah eomma Yunho. "Mianhae, tapi aku namja." lanjutnya sedikit sebal karena eomma Yunho menyebutnya cantik.
"Mwo? Aigoo, tak mungkin kau namja. Lihat wajahmu sangat cantik." kata eomma Yunho yang masih tak percaya jika Youngwoong adalah namja.
"Ck, eomma ini. Apa tak bisa membedakan mana namja dan yeoja, ckck, kau perlu kaca mata tambahan eomma." jawab Yunho sambil terkekeh pelan melihat Youngwoong yang cemberut kesal.
"Sudahlah eomma, kajja hyung kita berangkat. Nanti kita bisa terlambat." lanjut Yunho dan perlahan beranjak dari tempatnya.
Youngwoongpun mulai bangkit berdiri dan mulai mengikuti langkah Yunho keluar rumah. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, suara eomma Yunho kembali terdengar.
"Tak peduli kau namja ataupun yeoja, tapi aku sudah langsung menyukaimu. Kuharap, saat dewasa nanti, kau dan Yunho akan bersama." kata eomma Yunho sambil tersenyum manis kearah Youngwoong dan membuat namja cantik itu memandang penuh tanya kearah eomma Yunho.
::
::
In The Time
::
::
Ditempat lain, nampak Junhyung yang tengah sibuk memasukkan peralatan musicnya ke dalam box. Ia sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat audisi pencarian bakat berlangsung. Setelah membereskan peralatan musicnya, iapun segera keluar rumah dan bersiap berangkat menuju tempat audisi.
"Semoga kali ini berjalan lancar." doanya sebelum benar-benar pergi meninggalkan rumah.
Iapun kini berjalan kearah bagasi untuk mengambil motornya, dengan box gitar yang tersampir dibahunya, iapun berjalan pelan kearah motornya. Namun, baru saja ia tiba disebelah motornya, ia segera memekik kencang.
"MWOYA! Kenapa banku kempes begini!" teriaknya kencang saat melihat ban belakang motornya yang kempes. "Aigoo, kenapa kempes disaat genting begini!" teriaknya lagi sambil menendang keras ban belakangnya yang bocor itu.
"Sial!" umpatnya marah.
"Ck, kalau begini aku mesti mencari kendaraan umum!" lanjutnya lagi dan kini mulai melangkahkan kakinya menjauh dari bagasi, dan dengan kedongkolan yang bersarang dihatinya, iapun mulai berjalan pelan menyusuri jalanan dan siapa tahu bertemu kendaraan umum dan bisa membawanya ke tempat audisi.
Sementara itu ditempat audisi, terlihat orang-orang yang sudah mulai memenuhi tribun untuk menonton. Dan para peserta audisipun sudah terlihat memenuhi ruang ganti. Disalah satu sudut, nampak Yunho dan Youngwoong yang nampak tengah berbicara. Sesekali nampak Youngwoong yang membenahi pakaian Yunho, keduanya nampak sangat senang dan tak jarang mereka terlihat tertawa bersama.
"Berjuanglah. Ini adalah kesempatanmu yang terakhir. Gunakan kesempatan ini dengan sebaiknya. Arraseo?" kata Youngwoong memberi nasehat kepada Yunho.
"Ne arraseo. Gomawo ne."
"Anio, harusnya aku yang berterima kasih." jawab Youngwoong sambil menggelengkan kepalanya.
"Mohon perhatiannya, acara akan segera dimulai, jadi para peserta diharapkan untuk bersiap-siap." kata seorang kru acara dan segera setelahnya terdengar suara MC yang mulai membuka acara pencarian bakat tersebut.
"Kka, aku akan kedepan. Bersemangatlah!" kata Youngwoong memberi semangat pada Yunho sambil tersenyum manis dan mengepalkan tangannya ke udara.
"Ne, hwaiting!" jawab Yunho dan balas tersenyum pada Youngwoong.
'Kuharap rencana kali ini akan berhasil. Yunho-ah, hwaiting'
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil sudah duduk manis disalah satu deret tribun penonton, disebelahnya nampak Junsu yang juga terlihat imut mengenakan baju kuning dan celana pendek putih. Mereka berdua nampak sangat bersinar, apalagi Jaejoong kecil yang terlihat seperti bidadari dengan pakaiannya itu. Membuat beberapa pasang mata, menatap lapar kearah dirinya.
"Hei Joongie, aku lihat orang-orang itu sedari tadi menatapmu terus." kata Junsu setengah berbisik kepada Jaejoong kecil.
"Ah, hanya perasaanmu saja. Mana mungkin mereka melihatku." jawab Jaejoong kecil sambil menggeleng pelan dan mengibaskan tangannya didepan wajahnya.
"Ah, apa Junhyung sudah datang yah? Aku ingin melihatnya sebelum tampil." kata Jaejoong kecil sambil kepalanya menoleh kesana kemari mencari sosok Junhyung.
"Ah, itu ada Youngwoong hyung. Youngwoong hyung, kesini. Sini!" teriak Junsu heboh saat matanya menangkap sosok Youngwoong yang tengah mencari tempat duduk.
"HYUNG~~"
"Yak, hentikan teriakanmu itu pabo! Kau membuat semua orang melihat kemari." hardik Youngwoong yang baru saja sampai dihadapan Jaejoong kecil dan Junsu, sambil mendelik kearah Junsu.
"Hehe, mianae hyung. Aku kira hyung tak melihat kami disini." jawab Junsu sambil nyengir kearah Youngwoong.
"Mana mungkin aku tak melihat kalian pabo! Dan jangan kira aku juga tak mendengar teriakan kencangmu tadi!" jawab Youngwoong ketus sambil mendudukkan dirinya disebelah Jaejoong kecil.
"Hehe, mian." jawab Junsundan tersenyum gaje kearah Youngwoong.
"Hei, apa yang kau cari?" tanya Youngwoong merasa heran karena Jaejoong kecil tak kunjung berhenti menggerakkan kepalanya kesana kemari.
"Anio, aku hanya mencari Junhyung." jawab Jaejoong kecil masih sambil celingukan.
"Mencari Junhyung?" tanya Youngwoong dan mendapat anggukan dari Jaejoong kecil. "Ah, mungkin ia sudah berada diruang tunggu." jawab Youngwoong sambil menyeringai, yang tentunya tak akan dilihat oleh Jaejoong kecil.
'Kau tak akan bisa melihatnya Jaejoongie. Karna aku tak akan membiarkan dirinya ikut audisi ini'
Sementara Jaejoong kecil tengah mencari keberadaan Junhyung, namja yang tengah dicarinya itu sendiri, kini tengah berjalan tak tentu arah dinggir jalan. Sungguh, ia tak menyangka jika jarak antara rumahnya dan tempat audisi begitu jauh, sampai-sampai ia sudah berjalan sekutar 30 menit, dirinya belum sampai juga ditempat tujuan.
"Astaga, kalau begini, bisa-bisa aku terlambat audisi." katanya sambil menyeka keringat yang mengucur bebas dari dahinya. Iapun kini berusaha kembali berjalan menyusuri jalan itu. Entah nasibnya yang memang kurang baik, sedari tadi ia sama sekali tak menemukan bus atau taksi yang bisa ditumpanginya sampai ke tempat audisi.
Tin
Tin
Baru saja ia hendak berjalan kembali, tiba-tiba sebuah mobil sedan berhenti tepat disebelahnya. Iapun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanan.
"Hei, apa kau butuh tumpangan?" tanya orang dalam mobil itu setelah menurunkan kaca mobilnya,
Junhyung terdiam sebentar sebelum menjawab, "Ne. Aku akan pergi ke tempat audisi pencarian bakat, tapi sedari tadi aku tak menemukan kendaraan umum yang bisa kunaiki untuk sampai kesana." jawabnya lancar dan cepat.
"Aku bisa mengantarmu, kalau kau mau." kata orang itu lagi dan seketika membuat Junhyung melebarkan matanya kaget.
"Jeongmalyo? Kau mau mengantarku?" ucapnya semangat sambil tersenyum memandang orang itu.
"Ne tentu. Kka, masuklah." ajak orang itu lagi dan segera setelahnya membuka pintu penumpang disebelahnya lalu menyuruh Junhyung mengenakan sabuk pengaman. "Sudah?" tanyanya dan mendapat anggukan dari Junhyung.
"Kka, kita berangkat." lanjut orang itu lagi dan perlahan mulai melajukan mobilnya.
"Gomawo, sudah mau membantuku, emm-"
"Hyunseung, kau bisa memanggilku Hyunseung." kata Hyunseung-orang yang menolong Junhyung itu-sambil tersenyum misterius.
"Ah ne, gomawo Hyunseung-ssi." kata Junhyung lagi sambil tersenyum kearah Hyunseung.
::
::
In The Time
::
::
Yunho tengah bersiap-siap dibelakang panggung. Bisa kita lihat kalau dirinya tengah melakukan pemanasan dengan meloncat-loncat kecil. Nomor pesertapun sudah tertempel didadanya, 52, itulah nomor urut peserta miliknya.
"Aiss, kenapa tiba-tiba aku jadi gugup yah." gumamnya sambil kini berjalan pelan menuju bangku. "Ah, rasanya aku ingin melihat Jaejoong. Apa ia sudah datang yah?" lanjutnya lagi sambil menatap keluar.
"Ah, lebih baik aku melihatnya saja. Siapa tahu dengan melihatnya rasa gugupku jadi hilang." katanya lagi dan kini bersiap bangkit dari duduknya. Kemudian ia melangkah pelan menuju pintu keluar guna bertemu dengan Jaejoong kecil. Namun, baru saja ia mencapai pintu keluar-
Brukkk
"Awww."
Teriakan kencang segera terdengar darinya saat tiba-tiba seseorang sudah menabraknya dengan cukup keras. Iapun jadi kehilangan keseimbangan dan malah terjungkal kebelakang.
"Omo, mian. Aku tak melihatmu." kata orang yang menabrak Yunho itu sambil membantu Yunho berdiri.
"Ah, ne. Gwencanhayo." jawab Yunho sambil berusaha bangkit dari jatuhnya. "Jaejoong?" teriak Yunho lagi saat melihat wajah sang pujaan hati dihadapannya, ah ternyata orang yang tak sengaja menabrak Yunho itu adalah Jaejoong kecil.
"Yunho?" pekik Jaejoong kecil saat matanya menangkap sosok Yunho dihadapanhya. Tak terasa jantungnya kini kembali berdetak kencang saat melihat Yunho berdiri dihadapannya. Kilasan memori beberapa hari yang lalu kembali berputar diotaknya, apalagi melihat penampilan Yunho berbeda dari biasanya.
"Mi..mianhae, aku tak melihatmu tadi." kata Jaejoong kecil sambil membungkuk pelan sebagai permintaan maafnya.
Yunho tersenyum kecil sebelum menjawab, "Anio, gwencanhayo. Ah, kenapa kau terlihat terburu-buru begitu?" tanya Yunho lagi saat teringat Jaejoong kecil yang berjalan terburu-buru tadi.
"Ah ne, aku ingin mencari Junhyung." jawab Jaejoong kecil saat teringat akan tujuannya datang ke ruang tunggu audisi ini. Iapun mulai mendongakkan wajahnya kedalam guna mencari keberadaan Junhyung.
"Junhyung?" ulang Yunho sambil menatap kearah Jaejoong kecil. "Emm, tapi sedari tadi aku tak melihatnya ada disini." lanjut Yunho sambil ikut menengokkan wajahnya ke dalam ruang audisi.
"Jeongmal?" tanya Jaejoong kecil sedikit kaget. Raut wajahnyapun kini mulai berubah, yang tadinya sangat antusias, sekarang perlahan berubah menjadi sendu. Dan hal itupun tak luput dari pengamatan Yunho.
"Ne. Aku sama sekali tak melihatnya." jawab Yunho lagi yang entah kenapa merasa sangat sesak melihat ekspresi sendu yang ditunjukkan oleh Jaejoong kecil.
"..."
"..."
Lama keduanya hanya diam tak bersuara, masih sibuk dengan pikiran masing-masing. Yunhopun demikian, ia hanya menatap sendu kearah Jaejoong kecil. Ia merasa kalau Jaejoong kecil sampai sekarang masih belum bisa berpaling kearah dirinya. Apalagi tadi saat mengatakan Junhyung sama sekali tak terlihat diruang audisi, raut wajah Jaejoong kecil seketika berubah, menandakan Jaejoong kecil masih menyukai namja pecinta music itu.
"Ah, emm, apa kau juga ikut audisi ini Yunho?" tanya Jaejoong kecil saat tersadar dari lamunannya. Iapun segera mendongak kearah Yunho dan memperhatikan penampilan namja itu.
"Ne begitulah." jawab Yunho seadanya.
"Ah, begitu."
"..."
"..."
Kembali keduanya hanya diam tanpa pembicaraan apapun, sampai akhirnya suara MC yang berteriak kencang membuat kesadaran keduanya kembali.
"Ah, sebaiknya aku kembali. Emm, selamat berjuang Yunho. Hwaiting." teriak Jaejoong kecil sambil tersenyum manis dan mengepalkan tangannya keudara, sebelum akhirnya ia berbalik dan berlari kencang meninggalkan Yunho.
Sementara Yunho? Ah, dirinya bahkan sekarang hanya terdiam sambil menatap tubuh Jaejoong kecil yang mulai menjauh darinya, masih cukup kaget karena Jaejoong kecil memberinya semangat seperti tadi.
Hmmmm
Dan senyum manispun segera terukir diwajah tampannya, sebelum akhirnya berbalik dan berjalan pelan kembali masuk ke dalam ruang tunggu audisi. Yah, setidaknya Jaejoong kecil masih memberinya semangat, dan kini semangat dirinyapun kembali muncul untuk bisa merebut perhatian Jaejoong kecil.
"Hwaiting Jung!"
::
::
In The Time
::
::
Hyunseung masih setia mengendarai mobilnya dengan pelan, disebelahnya nampak Junhyung yang terlihat sedikit tak nyaman. Berkali-kali ia melirik jam dipergelangan tangannya, memastikan kalau dirinya tak terlambat datang ke tempat audisi.
"Apa masih jauh?" tanya Junhyung entah untuk keberapa kalinya.
Hyunseung hanya melirik sekilas kearah Junhyung sebelum akhirnya kembali memfokuskan mata ke arah jalan. "Sebentar lagi." jawabnya diiringi seringai tercetak diwajahnya.
"Ck, dari tadi kau hanya mengatakan sebentar lagi. Tapi sampai sekarang kita tak kunjung sampai!" teriak Junhyung marah karena merasa kesal. Iapun curiga kalau Hyunseung membohonginya.
"Kau ini. Seharusnya kau bersyukur masih ada orang baik yang mau mengantarmu. Ck, dasar bocah tak tahu berterima kasih!" jawab Hyunseung merasa jengah juga karena Junhyung berteriak padanya.
Junhyungpun diam tak membalas ucapan Hyunseung, ia mencoba meredam amarahnya dan membenarkan perkataan Hyunseung.
Kembali mereka melanjutkan perjalanan dalam diam, Junhyung masih terlihat sedikit kesal dan iapun menyilangkan tangan didepan dadanya. Kini diujung jalan terlihat ada persimpangan jalan, dan Hyunseungpun semakin melebarkan seringainya.
Mobil Hyunseungpun semakin dekat kearah persimpangan jalan itu, dan setibanya disana iapun segera mebelokkan mobilnya ke kiri dan seketika membuat Junhyung memekik tertahan.
"Yah, kenapa kau belok kesini. Bukankah arah tempat audisi kita harus belok kanan?" teriak Junhyung karena saat membaca papan penunjuk jalan, ia melihat Hyunseung berbelok kearah yang salah.
"Yah, hentikan! Kau salah jalan!" teriaknya lagi karena Hyunseung tak kunjung menghentikan laju mobilnya.
"Anio, aku tak mau!" jawab Hyunseung dan kini iapun semakin menambah laju mobilnya.
"Yah! Cepat balik! Kau sengaja menjebakku hah!" teriak Junhyung marah dan kini mulai menyambar stir ditangan Hyunseung, "Berbalik, kubilang berbalik!" teriaknya lagi sambil berusaha mengambil alih kemudi Hyunseung.
"Yah, apa yang kau lakukan!" bentak Hyunseung marah saat melihat Junhyung merebut stir digenggamannya. Keduanyapun kini malah berebut kemudi yang mengakibatkan laju mobil menjadi tak terkendali.
"Yah, yah! Hentikan! Kau bisa membunuh kita berdua pabo!" teriak Hyunseung sedikit panik saat melihat laju mobil yang berjalan tak teratur.
"Hentikan! Cepat hentikan mobilnya!" teriak Junhyung kesal sambil terus mencoba merebut kemudi.
"Ani. Kau yang hentikan tindakanmu pabo!"
"HENTIKAN!"
"ARGGHHHTTT!"
Ckiittttt
Brukkkk
Brakkkk
"Jaejoong-"
::
::
In The Time
::
::
Hari beranjak sore dan perlahan langitpun berubah warna menjadi kemerahan. Matahari sudah mulai turun keperaduaannya dan bersiap digantikan oleh sang rembulan.
Masih di tempat audisi pencatian bakat, kini nampak beberapa peserta sudah mulai menunjukkan aksi mereka. Berbagai macam bakat yang ditampilkan oleh para peserta itu, mulai dari menyanyi, menari sampai memasak.
"Penampilan yang sangat baik Ilhoon-ssi. Rap yang luar biasa. Mari beri tepuk tangan sekali lagi bagi Jung Ilhoon."
Prok
Prok
Prok
Tepuk tanganpun terdengar membahana mengirinya sosok Ilhoon yang baru saja menyelesaikan aksinya, dan kini tiba giliran peserta berikutnya.
"Selanjutnya, mari kita tampilkan peserta nomor 37. Kepada Paradise band, dipersilahkan." ucap sang MC-Changsub-dan memanggil peserta audisi berikutnya.
"Paradise band? Bukankah itu bandnya Junhyung?" tanya Junsu saat mendengar nama yang familiar ditelinganya.
"Ne, itu band milik Junhyung." jawab Jaejoong kecil sambil tersenyum dan nampak sangat antusias. Namun berbeda dengan Youngwoong, nampak kini dirinya yang menyeringai samar sambil menatap intens ke atas panggung.
Beberapa menit berlalu, namun tak ada tanda-tanda kalau Paradise band akan naik ke atas penggung. Para penontonpun mulai berbisik karena peserta berikutnya tak kunjung tampil.
"Kemana ia? Kenapa tak muncul di panggung?" tanya Jaejoong kecil yang kini sudah nampak tak tenang.
"Mollayo. Apa mungkin ia tak jadi tampil?" jawab Junsu dan semakin membuat Jaejoong kecil merasa tak tenang.
Sementara Youngwoong kini semakin melebarkan seringainya, nampak dirinya puas akan rencananya yang berjalan mulus.
'Rencana sukses. Gomapta Hyunseung'
"Ah begitu, ne arraseo."
"..."
"Perhatian semuanya. Karena Paradise band tak kunjung datang, maka dari itu Paradise band kami nyatakan didiskualifikasi. Dan untuk itu, kita akan lanjutkan ke peserta berikutnya."
Deg
"Andwaeyo!" Jaejoong kecilpun segera berteriak kencang saat MC mengumumkan kalau Paradise band akan didiskualifikasi karena keterlambatan personilnya. Ia sangat tak terima jika Junhyung tak jadi tampil dalam audisi ini.
"Aniya. Ini tak boleh terjadi." teriaknya lagi dan segera setelahnya, ia berdiri dari duduknya lalu berlari kencang menuju ruang tunggu peserta.
"Dia tak akan mungkin datang. Aku akan pastikan ia tak akan bisa datang." gumam Youngwoong sambil menatap datar kearah punggung Jaejoong kecil.
::
::
In The Time
::
::
Junhyung berjalan tertatih sambil menggendong box gitar dibahunya. Penampilannya sedikit acak-acakan setelah insiden tabrakan mobil tadi. Untung saja mobil yang ia tumpangi dan Hyunseung tidak mengalami kerusakan yang cukup parah saat menabrak pembatas jalan, hingga akhirnya ia bisa keluar dan kini tengah berjalan tertatih menuju tempat audisi.
"Jaejoong-ah, mianhae. Tunggu aku!"
Sementara ditempat audisi, bisa kita lihat Jaejoong kecil yang sekarang tengah berlari kencang menuju ruang tunggu peserta audisi, dan sesampainya ia disana, seger ia menerobos masuk ke dalam tak memperdulikan petugas keamanan yang menghardik dirinya karena seenaknya masuk kedalam.
"Junhyung-ah? Junhyung-ah!" teriaknya kencang memanggil nama Junhyung dan membuat semua orang yang ada didalam sana menoleh heran kearah dirinya. Termasuk seorang namja mata musang yang kini sudah berjalan pelan kearahnya.
"Jaejoong-ah, waeyo?" tanya Yunho-namja mata musang itu-saat dirinya sudah sampai disebelah namja cantik itu.
Jaejoong kecil segera menoleh saat didengatnya suara Yunho disebelahnya, "Yunho, Junhyung, eodiseyo?" tanyanya dengan raut penuh kekhawatiran. Bahkan airmata sudah menggenang dipelupuk matanya.
Yunho hanya bisa tersenyum miris saat melihat itu, melihat betapa Jaejoong kecil yang sangat mengkhwatirkan keadaan Junhyung. "Mollayo, aku juga tak tahu ia ada dimana." jawab Yunho akhirnya dan semakin membuat Jaejoong kecil merasa sedih.
"Andwaeyo. Ini tak boleh terjadi. Ia, ia harus tampil." kata Jaejoong kecil sambil berusaha menahan airmata yang sudah ingin jatuh. Iapun berusah sekuat tenaga agar ia tak menangis disini.
Yunho hanya diam tak tahu harus berbuat apa. Ia sebenarnya sangat ingin menenangkan namja cantiknya itu, namun apa daya, dirinya juga sakit saat melihat begitu perhatiannya Jaejoong kecil pada Junhyung, dan membuat dirinya menjadi egois dan cemburu.
Sementara didekat pintu masuk, nampak Youngwoong melihat keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia hanya menatap datar kearah YunJae dengan tangan yang terkepal sempurna.
Yunho perlahan menghembuskan nafasnya pelan dan perlahan mendongakkan wajahnya. Dan ketika itulah tatapan matanya bertemu pandang dengan tatapan Youngwoong. Tatapan mata Youngwoong yang seakan mendesaknya untuk terus melanjutkan rencanya, dan dibalas dengan tatapan datar yang entah bermakna apa dari Yunho.
::
::
In The Time
::
::
Malam semakin larut, bulanpun sudah nampak dilangit malam menemani taburan bintang yang menambah indah suasana malam ini. Masih di tempat audisi pencarian bakat, para penonton masih setia duduk tenang menikmati penampilan para peserta.
"Malam semakin larut, apa kalian semua masih bersemangat?" teriak Changsub-MC dari acara ini-sambil tersenyum kearah penonton, "Jja, daripada membuang waktu lebih baik kita lanjutkan ke peserta selanjutnya. Mari kita sambut, peserta nomor 51 Yang Yoseob. Mari beri tepuk tangan yang meriah~" teriak Changsub lagi dan dari arah belakang panggung, muncullah sosok namja dengan balutan pakaian serba putih maju ke atas panggung, dan setelahnya musicpun mengalun memenuhi tempat itu.
Sementara di belakang panggung, nampak Yunho yang tengah bersiap-siap, karena ia akan tampil setelah ini. Iapun mulai melemaskan otot-ototnya dan sesekali menengok ke arah tribun penonton memastikan keberadaan Jaejoong kecil. Namun ia hanya melihat raut sendu yang ditunjukkan Jaejoong kecil yang kini tengah menatap kosong ke arah panggung.
"Haahh, apa ini akan berhasil?" gumamnya sambil tersenyum kecut.
Brakk
"Yak berhenti! Apa yang kau lakukan!"
Suara ribut-ribut diluar terdengar sangat ramai dan membuat Yunho sedikit terusik. Iapun melangkahkan kakinya menuju asal suara ribut itu untuk memastikan apa yang terjadi.
"Aku hanya ingin melakukan audisi, apa yang salah dengan tindakanku!" teriak marah seseorang, namun Yunho tak bisa melihat siapa orang itu, mengingat orang itu terhalangi tubuh seorang kru.
"Tapi nomor urut tampilmu sudah lewat dan kau sudah dinyatakan di diskualifikasi. Jadi silakan keluar dari ruangan ini sebelum aku memanggil keamanan!" jawab namja lainnya yang kelihatannya adalah salah seorang kru dari acara ini.
"Shireo! Aku terlambat bukan karena kelalaianku, tapi aku dijebak." teriak orang itu lagi sambil kini mulai memaksa masuk kedalam.
"Tak peduli apapun alasanmu, tapi kau tetap didiskualifikasi."
"Andwae! Jangan seenaknya!"
"Jaga sopan santunmu dan taati aturannya!" teriak kru itu marah karena orang itu sangat keras kepala.
"Shireo! Aku hanya ingin tampil!"
"Sekali tidak bisa, tetap tidak bisa!"
"..."
"..."
"Ah mianhae, apa yang terjadi?" tanya Yunho yang sedari tadi hanya diam melihat pertengkaran itu, ia juga sedikit merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Anak ini, ia sudah dinyatakan didiskulifikasi karena saat dipanggil ia tak kunjung datang, dan sekarang ia meminta untuk bisa tampil lagi." jawab kru itu-dengan nametag Eunkwang-sambil menoleh kearah Yunho.
"Sudah kubilang aku dijebak sehingga terlambat datang!"
"Terserah apa katamu, tapi kau sudah di diskulifikasi!"
Yunhopun kini semakin mendekatkan dirinya kearah kru itu karena merasa penasaran, dan sesampainya ia disana ia segera memekik tertahan
"Junhyung?"
::
::
In The Time
::
::
Youngwoong nampak tersenyum puas. Berkali-kali ia terlihat tertawa kecil karena rencananya berjalan dengan mulus. Senyum selalu menghiasi wajahnya merasa begitu bahagia.
'Akhirnya, rencana terakhirku berjalan dengan lancar'
Iapun menatap puas kearah panggung yang kini sudah kosong dan menunggu peserta berikutnya. Dialihkannya pandangannya menuju Jaejoong kecil yang duduk disebelahhya, walaupun ia tahu kalau ini akan menyakiti Jaejoong kecil, namun tak apa. Ia lebih baik merasa tersakiti diawal daripada merasa semakin sakit saat mengetahuinya dibelakang.
"Joongie, sudahlah. Mungkin Junhyung berhalangan hadir karena urusan yang mendesak, jadinya ia tak bisa datang kesini." ujar Junsu mencoba memberi semangat kepada sahabatnya itu.
Jaejoong kecil hanya menghela nafas dan kembali menatap kosong ke arah panggung.
"Youngwoongie hyung, kajja bantu aku membujuk Joongie." kata Junsu lagi kali ini meminta bantuan kepada satu-satunya namja dewasa diantara mereka.
"Ne geurae. Apa yang dikatakan Junsu ada benarnya. Siapa tahu ia berhalangan hadir karena menemukan wanita lain dijalan." jawab Youngwoong asal dan segera mendapat protes dari Junsu.
"Yah hyung! Aku menyuruhmu untuk membantu, bukan malah semakin membuatnya sedih. Aiss, hyung ini tak punya perasaan!" protes Junsu dan memasang wajah kesal kearah Youngwoong. Youngwoongpun hanya cuek dan menghendikkan bahunya malas.
"Penampilan yang sangat bagus dari peserta kita. Sekali lagi beri tepuk tangan untuk Yang Yoseob, suara yang sangat memukau."
Prok
Prok
Prok
"Yah untuk peserta selanjutnya, yaitu peserta nomor 52. Beritepuk tangan yang meriah." kata sang MC Changsub sambil bertepuk tangan. Youngwoongpun tersenyum semakin lebar karena sekaranglah saatnya ia menunjukkan sosok Yunho yang sebenarnya pada Jaejoong kecil.
"Ah ne arraseo. Ah, mian mengintrupsi sebentar. Ah, terjadi perubahan sedikit untuk peserta nomor 52 ini." ujar Changsub sesaat setelah seorang kru datang dan membisikkan sesuatu kepadanya.
Deg
Jantung Youngwoong segera berdetak kencang saat mendengar suara sang MC, perasaannyapun seketika menjadi tak enak.
'Yunho, apa yang terjadi!'
"Peserta nomor urut 52 ini sudah diganti karena suatu hal, dan untuk mempersingkat waktu, mari kita sambut peserta nomor 52."
Penontonpun yang awalnya terdiam sejenak karna intrupsi dari Changsubpun akhirnya kembali bertepuk tangan untuk menyambut peserta nomor 52 itu. Dan seiring dengan tepukan tangan yang semakin mengeras, peserta nomor 52pun mulai naik ke atas panggung.
Deg
Deg
Deg
"Tak mungkin!" pekik Youngwoong tertahan dengan mata yang membulat sempurna, saat dilihatnya peserta nomor 52 itu sudah berada diatas panggung.
"Andwae. Ini tak mungkin! Aniya, aniya!" teriaknya lagi sambil menatap nanar kearah panggung.
Lain Youngwoong, lain pula reaksi dari Jaejoong kecil. Jaejoong kecil kini tengah menatap tak percaya kearah panggung saat dilihatnya peserta nomor 52 itu sudah berdiri diatas sana.
Wajah yang tadinya sendu, kini berubah total saat kemunculan peserta nomor 52 itu. Kini raut wajahnya malah terlihat sangat bahagia sangat berbanding terbalik dengan wajah Youngwoong yang menunjukkan raut tak percaya.
Sebenarnya, hal apa yang membuat kedua namja cantik itu bisa mengeluarkan ekspresi yang sangat bertolak belakang seperti itu? Jawabannya adalah, itu semua karena kemunculan peserta nomor 52 itu sendiri. Yang tak lain dan bukan adalah-
"Junhyung/Junhyung-ah!" ucap Youngwoong dan Jaejoong kecil bersamaan.
Yah, alasan dibalik sikap keduanya yang tiba-tiba berubah 180derajat itu adalah karena sosok Junhyung yang tiba-tiba muncul sebagai pengganti dari peserta nomor 52 itu. Entah mengapa sampai akhirnya malah Junhyung yang tampil menggantikan peserta nomor 52 yang tak lain adalah Yunho.
"Yunho, apa yang kau lakukan pabo!" geram Youngwoong sambil menatap marah ke arah Junhyung. Iapun segera bangkit dari duduknya dan bergegas untuk menemui Yunho guna menanyakan maksud dari perbuatan namja itu.
Sementara itu dibelakang panggung, nampak Yunho yang tengah mengintip apa yang terjadi di atas panggung. Iapun kini bisa melihat dengan jelas sosok Jaejoong kecil yang tengah tersenyum ceria menatap aksi Junhyung diatas panggung.
"Aku hanya ingin melihat senyummu, Jaejoongie."
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong kecil tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya saat melihat Junhyung yang kini tengah berdiri gagah diatas panggung. Dengan gitar yang sudah bertengger manis di badannya, Junhyungpun mulai menyanyikan bait demi bait lagu yang diciptakannya.
1, 2, I got you baby (i got you baby)
You got me everything (you got me everything)
Ttatteuntan neukkim (ttatteuntan neukkim) oh, oh
Oh geugeol naege jwoyo (naege jwoyo)
Jaejoong kecil tersenyum manis saat mendengar lagu yang dinyanyikan Junhyung, entah kenapa dadanya berdesir hangat saat mendengar suara berat Junhyung menyanyikan lagu itu. Seakan lagu itu memang Junhyung ciptakan hanya untuknya, mengingat saat dibait awal 'I got you baby', Junhyung menatap intens kearahnya.
Ttaeroneun uri uri sarang heundeullil ttaedo itjiman
Cheoncheonhi neurige jogeum neutchwo gamgyeon dwae
Eonjenga uri uri sarang kkeutna beorindagonhaedo
Cheoncheonhi neurige kkeuteul mirwo gamyeon dwae
Junhyung tersenyum manis saat matanya bertemu pandang dengan mata Jaejoong kecil, dan menciptakan semburat pink diwajah cantik Jaejoong kecil saat dengan nakalnya Junhyung mengerling padanya. Senyum tak pernah lepas menghiasi wajah Jaejoong kecil, iapun seakan tak perduli dengan keadaan sekitarnya dan mungkin tak menyadari jika Youngwoong sudah tak berada disebelahnya.
Baby slow take it slow nege modeun geol da julge
Neomu seodureunji antado dwae
Baby slow take it slow eodido gaji anheulge
Ijen ne geonikka baby i'm yours
.
We got so much, we got so much time
Oh, can you get me high
We got so much, we got so much time
Baby slow take it slow
Jaejoong kecil semakin melebarkan senyumnya saat melihat Junhyung yang sekarang tengah menunjuk ke arah dirinya. Dirinya benar-benar merasa sangat tersanjung akan hal itu.
Neomu saemi naseo modeun ge urireul banghaehae
Neomu tteugeo waseo changaun gyeouldo nogyeonae
Ne moseubeul bamyeon narareul heungseol georige dwae
Geuge jigeumi norae ya Baby
Neoreul tteoollimyeon maeil haengbagiran gamyjeongi juchega andwae
Neo haemune Love song man, neomchyeo naneun nae Work folder
Geuraesseo shilhdaneun geon
Anya ohaehasi mara
(Yong Junhyung - Slow)
.
Jaejoong kecil semakin terpesona saat dengan kerennya Junhyung menyanyikan bagian rap dari lagu ciptaannya. Iapun sampai tak berkedip saat Junhyung mulai menyanyikan bagian rap itu dengan gayanya yang sangat cool itu.
"Wow, dia sungguh keren." ucap Junsu menyuarakan apa yang ada dibenak Jaejoong kecil, dan Jaejoong kecil hanya mengangguk membenarkan ucapan Junsu.
Sementara Jaejoong kecil tengah asik menikmati aksi panggung Junhyung, Youngwoong yang tadi menghilang dari bangku penonton, kini sudah berada di belakang panggung menuju ruang tunggu dengan aura kelam yang menguar dari tubuhnya. Iapun mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk menemukan Yunho, sang tersangka utama atas tampilnya Junhyung diatas panggung.
Brakk
"JUNG YUNHO!" teriak Youngwoong lantang setelah sebelumnya mendobrak keras pintu ruang tunngu audisi dan menyebabkan beberapa orang yang masih berada didalam sana terlonjak kaget karen ulahnya.
"Brengsek. Dimana kau Jung!" geramnya marah saat dilihatnya tak ada tanda-tanda sosok Yunho didalam sana.
Kembali dilangkahkan kakinya keluar dari ruang tunggu itu, diedarkannya pandangannya meneliti kesetiap sudut. Dan akhirnya, iapun menemukan sosok Yunho yang tengah mengintip dari belankang panggung. Tanpa pikir panjang, iapun segera melangkah menuju Yunho masih dengan aura hitam yang menguar dari tubuhnya.
"JUNG YUNHO!" teriak Youngwoong lantang dan tanpa pikir panjang sebuah bogem mentah segera ia layangkan kepada Yunho.
Srett
Buaghh
"Apa maumu sebenarnya hah!" teriaknya lagi dan kembali melayangkan pukulan ke tubuh Yunho.
Yunho sangat kaget karena tiba-tiba Youngwoong memukulnya, namun setelahnya ia sadar kalau memang dirinyalah yang membuat Youngwoong menjadi marah begini. Makadari itu iapun hanya diam tak berniat untuk membalas perbuatan Youngwoong. Ia sadar, pasti Youngwoong sekarang tengah kesal dan sangat marah karena ia mengacaukan semua rencananya. Maka dari itu ia membiarkan Youngwoong meluapkan semua emosinya pada dirinya.
"Brengsek. Kenapa kau malah mengalah pada Junhyung! Paboya! Pabo!" geram Youngwoong marah sambil terus memukul tubuh Yunho.
"Aku sudah merencanakan semuanya, tapi kenapa malah kau hancurkannya hah!"
"..."
"Apa yang ada diotakmu Jung!" teriakan Youngwoong semakin melemah seiring dengan melemahnya pukulannya pada tubuh Yunho.
"Aku sudah melakukan segalanya, kenapa kau malah menghancurkannya." kata Youngwoong lagi sambil mencengkram erat hoodie depan Yunho dan menundukkan wajahnya.
"Wae? Waeyo? Kenapa kau melakukan ini." lanjutnya semakin menundukkan wajahnya, benar-benar kecewa dengan Yunho.
"..."
"..."
"Mianhae."
"..."
"Mianhae membuat hyung kecewa. Tapi, ini sudah jalan yang aku pilih." kata Yunho dan membuat Youngwoong perlahan mendongakkan wajahnya.
"Kau tau hyung, aku tak bisa jika melihat Jaejoong bersedih. Aku hanya ingin selalu melihat senyum diwajahnya. Karena hanya dengan itulah aku juga bisa nerasa bahagia. Dan jika ia merasa sedih sedikit saja, maka aku akan berusaha untuk kembali membuat senyum menghiasi wajahnya, bagaimanapun caranya. Termasuk-"
"Termasuk mengorbankan perasaanmu sendiri?" potong Youngwoong cepat karna sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Yunho. "Jika kau menyukainya, setidaknya buatlah senyumnya itu karena dirimu."
Yunho hanya tersenyum kecil sebelum menjawab, "Aku sama sekali tak mengorbankan perasaanku hyung. Karena dengan melihatnya tersenyum saja aku sudah sangat senang. Dan lagi-"
"Dan lagi?"
"Masih banyak waktu untuk bisa mendekatinya. Aku masih punya banyak kesempatan untuk bisa mendekatinya."
"..."
"Kau tenang saja hyung, bukan berarti aku akan menyerah karena sekarang aku membiarkan mereka berdua. Aku hanya mencari jalan yang tepat untuk mendekatinya." lanjut Yunho sambil tersenyum memandang Youngwoong.
Hmmmm
Youngwoongpun tersenyum memandang Yunho. Yah, apa yang dikatakan namja dihadapannya ini benar. Masih ada banyak kesempatan untuk mendekati Jaejoong kecil. Dan sekarang ia akui akan kebesaran cinta yang Yunho miliki untuk dirinya, iapun entah sadar atau tidak semakin mengeratkan pegangannya pada hoodie Yunho.
"Ne, geurae." jawab Youngwoong akhirnya setelah sadar. "Kau pasti bisa."
'Karna kau sudah memegang hatiku saat ini'
Keduanyapun tersenyum hangat saling mengutarakan maksud yang tak tersampaikan dan saling bertatapan, hingga akhirnya Youngwoong mendekat kearah Yunho dan mencium pelan pipi namja tampan itu.
Cup~
"Gomawo." ucapnya tulus sambil terkekeh geli saat melihat raut wajah Yunho yang kaget karena tadi ia menciumnya.
"N..ne..che..cheonma." jawab Yunho terbata sambil menatap nanar kearah Youngwoong dan mengendalikan jantungnya yang tengah berpacu cepat.
"..."
"Kka, kalau begitu kajja kuantar hyung pulang." kata Yunho setelah bisa mengendalikan dirinya. Iapun kini tersenyum manis pada Youngwoong sebelum akhirnya menggandeng hangat tangan Youngwoong dan mengajaknya pulang bersama.
'Aku rasa takdir ini tak begitu menyakitkan, karna sekarang aku tahu ada orang yang begitu tulus mencintaiku. Yunho-ah, gomawo. Jeongmal gomawo'
::
::
In The Time
::
::
Langit malam semakin bertambah indah dengan taburan bintang yang berkerlap-kerlip. Membuat siapa saja yang melihatnya akan tersenyum senang dan merasa nyaman. Begitu juga dengan Yunho dan Youngwoong, keduanya nampak asik bercanda selama diperjalanan keluar dari tempat audisi.
"Kka, naiklah hyung." kata Yunho sesaat setelah mereka sampai didepan tempat audisi. Youngwoongpun tersenyum lalu naik keatas sepeda Yunho. Ah ya, tadi mereka datang kesini dengan menggunakan sepeda. "Berpeganganlah hyung." kata Yunho dan Youngwoongpun segera mengaitkan tangannya di pinggang Yunho.
Grepp
Dan setelahnya Yunhopun mengayuh sepedanya berjalan pelan, melaju menembus malam yang semakin gelap.
"Yunho-ah, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Youngwoong ditengah perjalanan sambil mendongak menoleh kedepan kearah Yunho. Yunhopun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kau, apa yang kau sukai dari Jaejoong?" tanya Youngwoong dan semakin mengertakan pelukannya pada pinggang Yunho.
"Semuanya. Semua yang ada didirinya aku suka." jawab Yunho sambil tersenyum, "Matanya yang bulat dan hitam, pipinya yang sedikit tembam, bibir merahnya, semua yang ada didirinya aku suka."
"..."
"Walaupun kadang kala ia sedikit judes dan galak, namun justru itulah hal yang menarik dalam dirinya. Ia begitu manis jika sedang malu-malu, dan aku sangat suka semburat merah yang akan timbul diwajahnya saat dirinya tengah malu."
'Sama sepertimu hyung, kalian berdua sangat manis jika tengah bersemu'
"Lalu, apa kau akan terus menyukainya sampai kapanpun?" tanya Youngwoong lagi.
Yunho terdiam sebentar sebelum menjawab, "Tentu. Aku akan berusaha selalu menjaga hatiku hanya untuknya. Sampai suata saat nanti, ia bisa membalas perasaanku ini." jawab Yunho sambil terus mengayuh sepedanya.
Hmmmm
Senyum manis segera terlukis diwajah Youngwoong setelah mendengar jawaban Yunho, ia sangat senang saat Yunho berjanji akan selalu menjaga hatinya untuk dirinya.
"Aku akan menunggumu Yunho." lirih Youngwoong sambil mendekap erat tubuh Yunho dan menyandarkan kepalanya dipunggung tegap Yunho.
"Nde? Apa kau mengatakan sesuatu hyung?" tanya Yunho yang tadinya seperti mendengar Youngwoong bergumam sesuatu.
"Anio, eopseoyo." jawab Youngwoong dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Ck, hyung ini."
"..."
"Ngomong-ngomong kau berat juga ya hyung." kata Yunho lagi sambil terus berusaha mengayuh sepedanya yang semakin terasa berat saat mereka berada dijalan yang sedikit menanjak.
"Yah, kau mengataiku gendut hah!" marah Youngwoong saat Yunho mengatakannya berat.
"Ne, kau sangat berat. Aku sampai kesusahan mengayuh sepedaku. Ughhh." jawab Yunho masih berusaha mengayun sepedanya.
"Yah! Apa katamu! Aku tak terima. Huh! Rasakan ini! Rasakan!" kata Youngwoong tak terima jika dirinya dikatai berat, langsung saja ia menyerang Yunho dengan menggelitik pinggang namja tampan itu sampai-sampai Yunho tak bisa mengendalikan laju sepedanya.
"Yah, yah. Berhenti hyung. Nanti kita bisa terjatuh." kata Yunho merasa kegelian dan menyebabkan laju sepedanya menjadi tak terkendali.
"Shireo! Aku tak mau. Wee~~" kata Youngwoong dan malah semakin mengeraskan gelitikannya pada pinggang Yunho sambil menjulurkan lidahnya. Ia benar-benar merasa senang, hatinya sekarang sudah jauh lebih baik daripada saat awal kedatangannya disini.
"Hentikan, atau kita benar-benar jatuh hyung." kata Yunho lagi saat benar-benar sudah tak bisa mengendalikan laju sepedanya.
"Hahahaa~~" bukannya berhenti, Youngwoong malah semakin gencar melakukan aksinya, dan membuat Yunho benar-benar kegelian dan akhirnya tak bisa mengendalikan laju sepedanya.
"Yah..ya..yaaahhhhh."
"HUWAAAA~"
Srettt
Brughhh
Brukkkk
Splashhhhhh
Dan merekapun terjatuh seiring dengan cahaya putih yang menyilaukan mata menyelubungi tubuh Youngwoong.
'Gomawo Yunho-ah. Sampai bertemu lagi'
"Ouch..appo~~"
"..."
"Hyung, kau baik-baik sa-, loh, Youngwoong hyung, Youngwoong hyung~" Yunhopun berteriak panik saat tak melihat keberadaan Youngwoong disekitarnya. Iapun panik dan terus memanggil-manggil nama Youngwoong.
"Hyung, jangan bercanda! Cepat keluar! Hyung!"
"..."
"Hyung, YOUNGWOONG HYUNG~~"
.
.
.
Tik
Tok
Tik
Tok
Denting jam menggema dan segera terdengar oleh telinga Youngwoong, iapun perlahan membuka matanya, menyesuaikan dengan cahaya yang langsung menerpa retinanya. Dan hal pertama yang dilihatnya adalah layar komputer dihadapannya yang masih menyala dengan berbagai folder yang muncul dilayarnya.
"I..ini-"
Hmmmmm
Dan senyumpun segera mengembang diwajah cantiknya.
.
.
.
.
.
.
.
Kore de owari ^^
(END)
.
or
TBC (?)
.
Lanjut or stop sampai sini nih? Keeee #ketawa nista
Hayo,, Youngwoong ada dimana tuh? ^^
Chap 8 update, bagaimana? Sayang yah, Yunho ga jadi nampilin dancenya.. Hehee,,
'Karna kau sudah memegang hatiku' ow oww, pengakuan seorang Youngwoong XD
Terimakasih bagi yang sudah menunggu dan mengikuti FF ini dari awal sampai akhir, semoga dengan membaca cerita saya kalian jadi terhibur (walaupun sama sekali tidak menghibur).
Sekali lagi gomawo bagi kalian yang udah follow, favorite dan review dari chap awal sampai chap kemaren. Big thank's buat :
YunJaeee Shipper | YunHolic | alint2709 | rinayunjaerina | fuwaliyaah | JungHero | dachisshi | akuramia44 | edelewis ceria | Vic89 | FiandYJ | Youleebitha | Hana - Kara | cminsa | yoon HyunWoon | littlecupcakes noona | ShinJiWoo920202 | SimviR | youngJ | Selena Jung | L-chanLee | Jung Jaehyun | Go hyun ae | merry | rizqicassie | cho kyu 549 | Uchiha Tchi'4'Sora nggak login | KimJj boo | Ayuclouds69 | xena hwang | Winter Aqua17
Ini balasan review kalian :
YunJaeee Shipper : sayang Yunho nggak sempet nampilin dancenya. Hehe, iyah, namanya juga perasaan seorang ibu, pasti ngenalik anak yang dikandung dan dilahirkannya sendiri.
YunHolic : haha, nggak. Dia udah ngeh, namanya juga firasat seorang ibu.
alint2709 : iya, firasat seorang ibu ^^
rinayunjaerina : cup cup, uljimayo~~ iya firasat seorang ibu memang kuat. Reaksinya? Hmm, makin cinta pastinya~ ini dilanjut.
fuwaliyaah : iya, saudara jauh XD iya nggak akan cemburu dia. Dimasa depan nanti mungkin mereka pacarannya.
JungHero : part yang ditunggu? Part yang mana maksud tuh(?) iya, firasat seorang ibu. Apalagi diawal mereka bertemu Jaejoong sempet manggil eomma. Ini sudah diupdate.
dachisshi : hayuuu~~ ntar kalo Junhyung sama kamu, Dujunnya ntar marah XD ohya? Wah, keadaerah mana kamu wisatanya? Iya, ini diusahakan yah YunJae momentnya~
akiramia44 : iya, sangat menyentuh. Haha, iya sepertinya begitu. Sayang Yunho ga sempet nampilin dancenya, tapi biar begitu, dia tetep menanh koo dihatinya Youngwoong XD owoww~~ chotto, maksudnya "X" dan "C" ini apaan yah(?)
edelewis ceria : ne gwencanha ^^ sebenernya dia sudah berusaha, namun ia sadar kalau dirinya sangat keras kepala, jadi susah.
Vic89 : haha iya, sanagt susah memang. Iya, kasian eomma Kim.
FiandYJ : huhu, mian jika saya membuat kamu mewek. Yah, firasat seorang ibu.
Youleebitha : uljima~~ bogoshipda itu artinya i miss you ^^ ini next chapnya.
Hana - Kara : iya, itu Hyunseung BEAST ^^ iya, melibatkan Junhyung aja tepatnya. Oya? Masa mirip? Ya, untuk keculunan Yunho sih memang mirip~~ kee
cminsa : aku juga datang~~ yap, semoga. Ini dilanjut.
yoon HyunWoon : ini dilanjut.
littlecupcakes noona : haha, jangan galau2. Firasat seorang ibu mah,, emang kuat. Kapan yah dia balik? Hmmmm
ShinJiWoo920202 : uljima~~ cup cup.. Hihi, Youngwoong nyuruh Hyunseung buat bawa pergi Junhyung jauh2 supaya nggak bisa ikutan audisi. Ini dilanjut.
SimviR : iya, saya juga terharu. Sepertinya begitu, dia mau balik.
youngJ : iya, cuma pura2. Ini update.
Selena Jung : hihi, iyah~~ masa cepet? Hihi, ya supaya ga lupa sama alur ceritanya, makanya update cepat. Ini dilanjut ^^
L-chanLee : iya, pinter ngeles~ wah, mewek juga yah? Berarti saya sukses buat part yang sedih. Hehe, ini dilanjut.
Jung Jaehyun : #nangis bareng. Ne hwaiting Yunho buat taklukin Jaejoong.
Go hyun ae : ne, khamsahamnida ^^ ini dilanjut. Wow, 10 jempol? Minjem darimana tuh jempol2 (?)
merry : cup cup~ iya aku juga.
rizqicassie : hehe, ne khamsahamnida ^^ jitak aja, ga ada yang ngelarang XD kalk kamu mau cipok bang Yong, aku ikutan yah :P iyah, dia baik2 ajj koo dimasa depan sana. Sabar yah.. Ini dilanjut.
cho kyu 549 : pastinya. Apalagi sudah 10tahun Youngwoong ga ketemu eommanya. Iya itu , karna sudah berlalu 10tahun, mungkin hanya ingatan samar yang akan diingat Yunho.
Uchiha Tachi'4'Sora nggak login : ne, dia udah mau balik ke zamannya. Ini update.
KimJJ boo : wahhh, cassie ya ^^ ini next chapnya.
Ayuclouds69 : hoo(?) saya juga nonton, tapi ga keseluruhan. Mungkin sama alurnya. Hehe, ini dilanjut.
xena hwang : haha, iyah. Tapi nggak jadi nyosor XD masih dong, Yunho masih bisa nahan. Hehe.
Winter Aqua17 : iya, belum nyadar sama perasaan yang sebenarnya. Iya, tapi disini Youngwoong duluan yang nyadar akan ketulusan cinta Yunho ^^ ini dilanjut.
.
Gomawo untuk supportnya, dan jangan lupa untuk tinggalkan kesan lagi ne untuk chap ini ^^
Minna san, review onegaishimasu~~
.
Denpasar, 16 April 2014
