In The Time
.
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Yong Junhyung
Genre : YAOI/Shonen-ai/Fantasi
Pairing : YunJae, (Slight) JunJae
Note : Cerita ini terinspirasi dari salah satu film Korea. Namun saya lupa judulnya. Ini adalah FF dengan genre Fantasy pertama saya. Semoga kalian semua menyukainya.
Warning : Cerita pasaran, alur lamban, typo(s)bertebaran, bahasa tak sesuai EYD, judul yang tidak selaras dengan isi cerita
Chap : 9 (sembilan)
.
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
.
::
::
In The Time
::
::
Last chap
.
Tik
Tok
Tik
Tok
Denting jam menggema dan segera terdengar oleh telinga Youngwoong, iapun perlahan membuka matanya, menyesuaikan dengan cahaya yang langsung menerpa retinanya. Dan hal pertama yang dilihatnya adalah layar komputer dihadapannya yang masih menyala dengan berbagai folder yang muncul dilayarnya.
"I..ini-"
Hmmmmm
Dan senyumpun segera mengembang diwajah cantiknya.
.
.
.
Youngwoong perlahan melangkahkan kakinya mendekat menuju komputer, lalu duduk dan mulai mengamati komputer itu. Diraihnya mouse disebelah kanannya dan mulai menggerakkan kursor mencari apkikasi yang tertera dilayar komputernya.
Klik
Klik
Klik
Terdengar beberapa kali bunyi klik yang menandakan terbukanya suatu folder, dan saat folder itu terbuka Youngwoong mengembangkan senyumnya sambil terkikik geli.
"Wellcome back, Joongie!"
Yah, benar. Kini Youngwoong, ah, sebaiknya kita mulai kembali memanggilnya dengan Jaejoong. Jaejoong kini sudah kembali kezamannya dan sudah menyelesaikan misteri dari popup yang seminggu lalu ditemukannya itu. Dan kini ia harus kembali bersiap menjalani hari-harinya dan melupakan apa saja hal buruk yang menimpanya.
"Setidaknya, aku menemukan sisi baik dari perjalanan ini." gumam Jaejoong sambil menatap layar komputer dihadapannya.
Yah, memang setelah kejadian di audisi pencarian bakat itu, hubungan Jaejoong dan Junhyung semakin dekat. Dan tak lama berselang, Junhyungpun menyatakan perasaannya pada Jaejoong, dan akhirnya merekapun menjalin hubungan.
"Tak apa, takdir memang tak bisa diubah. Namun dibalik itu semua, aku jadi tahu siapa yang benar-benar tulus mencintaiku."
"..."
"Dan yang terpenting, aku bisa bertemu kalian lagi, eomma, appa."
"..."
"Saranghae eomma, appa." lanjutnya sambil memejamkan matanya dan tersenyum kecil sambil mencakupkan kedua tangannya didepan dada.
"..."
"..."
"..."
Ceklekk
Brakkkk
"NUNAAAA!"
Tap
Tap
Tap
Sret
Brukkk
"OMO!"
Baru saja Jaejoong hendak berdoa untuk kedua orang tuanya, tiba-tiba saja sebuah teriakan yang amat sangat kencang segera terdengar, dan diikuti derap langkah kaki yang mendekat kearahnya dan terakhir sesuatu yang gembul menubruk keras tubuh mungilnya, membuat ia sangat terkejut.
"MINIE-AH!" terik Jaejoong kencang setelah sadar jika yang menubruk dirinya adalah sang namdongsaeng tercinta.
"NUNA NAPPEUN! KENAPA GAK PANGGIL MIN BUAT MAKAN MALAM!" teriak Changmin kencang dan kini sudah berkacak pinggang sambil mengomeli sang kakak, membuat Jaejoong yang masih sedikit tak paham akan situasi hanya bengong mendengar teriakan sang dongsaeng.
"Ma..maksud Minie?" tanya Jaejoong masih dengan wajah yang kebingungan.
"Nuna kenapa gak panggil Min buat makan malem. Tadi kan Min udah bilang, nuna harus panggil Min kalo mau makan malem. Ukkk, jangan-jangan nuna mau ngabisin makanannya sendirian yah! Huh! Nappeun!" omel Changmin lagi kini sambil melipat tangannya didepan dada dan mempoutkan bibirnya kesal.
"Ma..makan malam?" gumam Jaejoong masih mencoba mencerna apa sebenarnya yang terjadi. Iapun menatap heran pada Changmin, dan kemudian ia beralih menatap jam dinding berbentuk kepala gajah yang tergantung di atas komputernya, dan iapun terlonjak kaget.
"Hah?" pekiknya tertahan saat melihat jarum panjang jam yang menunjuk angka 8 dan jarum pendek menunjuk angka 3. "Ke..kenapa-" ucapnya tertahan benar-benar tak mengerti dengan apa yang terjadi.
Iapun kini kembali mendekat ke arah komputernya lalu mengecek sesuatu disana.
Klik
Klik
Klik
"Tak mungkin!" desisinya tertahan saat melihat layar komputernya, iapun menutup mulutnya tak percaya saat melihat tanggal yang tertera dilayar komouternya itu,
"I..ini masih hari yang sama?" pekiknya tertahan masih belum percaya.
Yah, hal yang membuat Jaejoong terkejut seperti itu adalah karena hari dan tanggal dimana ia mengikuti arahan dari poput misterius yang diterimanya itu dan hari dimana ia bisa kembali ke zamannya adalah tanggal dan hari yang sama. Padahal ia kurang lebih 1 minggu berada di zaman SMAnya dan seharusnya dizaman sekarangpun waktu sudah berlalu selama 7 hari. Namun kenyataannya adalah ia masih berada dihari yang sama hanya saja waktunya sudah berlalu 1 jam.
"NUNAAAA~~" teriakan kencang dari Changmin membuat Jaejoong kembali ke alam sadarnya. Segera ia menggeleng pelan mengusir rasa pening yang tiba-tiba menyerang kepalanya.
"MIN LAPER NUNAA!" teriak Changnin kencang sambil menahan kesal.
"Aiss, ne ne. Hyung buatkan makan malam, jadi kau diam dan jangan berteriak lagi! Kau menambah sakit kepala hyung tahu!" omel Jaejoong sambil menatap kesal kearah Changmin.
"Sana cepet buatin Min makan malam!" seru Changmin menyuruh sang hyung untuk segera membuatkan makanan untuk perutnya yang sudah keroncongan.
"Ay ay, capten~" jawab Jaejoong dan perlahan senyum mengembang diwajahnya. Well, seberapapun ia kesal terhadap Changmin, namun itu tak akan berlangsung lama. Karna bagaimanapun, ia sangat amat menyayangi satu-satunya keluarganya itu.
"Nuna~~ gendong~~" rengek Changmin lagi saat melihat Jaejoong akan beranjak menuju dapur sambil merentangkan tangannya minta digendong.
"Eoh? Manja sekali nae dongsaeng~" jawab Jaejoong sambil tersenyum dan perlahan meraih tubuh gembul Changmin lalu menggendongnya.
Happ
"Kau tambah berat!"
"Hihiii, kajja makan~~"
Dan Jaejoongpun mulai melangkahkan kakinya menuju dapur, dan melupakan peristiawa aneh yang tadi dipikirkannya. Biarlah itu menjadi misteri tersendiri dan ia tak ingin lagi mengungkitnya. Yang terpenting adalah, sekarang ia bisa kembali ke masa seharusnya ia berada, dan mulai menjalani kehidupannya lepas dari bayang-bayang seorang Yong Junhyung.
::
::
In The Time
::
::
Pagi hari yang sangat cerah menyambut Jaejoong yang semalam tidur sangat nyenyak. Iapun terbangun dengan senyum manis terlukis diwajahnya, ah, nampaknya ia habis bermimpi indah. Iapun mengedarkan pandangannya kesekitar kamar untuk memastikan sesuatu, dan kembali senyumpun terlukis diwajahnya.
"Kau benar-benar sudah kembali, dan ini bukan mimpi." gumamnya dan setelah itu iapun bergegas membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, kini iapun sudah berada di dapur, guna membuat sarapan untuknya dan Changmin. Jam baru menunjukkan pukul 05.30 pagi, dan itu adalah waktu yang cukup untuknya membuat beragam masakan untuk sarapan.
"Masak apa ya hari ini?" gumam Jaejoong sambil memperhatikan isi kulkasnya. Ada beragam sayuran didalamnya dan juga daging dan buah. Iapun mengambil beberapa jenis sayuran dan daging. Setelahnya, ia mulai sibuk memotong bahan dan menyiapkan air untuk merebus.
"Ha, aku rindu dengan eomma. Padahal kemarin aku masih bisa memasak bersama dengannya." gumam Jaejoong terdengar sedikit sendu kala teringat akan eommanya, "Gwencanha Joongie, eomma pasti bahagia diatas sana." lanjutnya lagi karna tak ingin larut dalam kesedihan. Iapun kembali fokus untuk mebuat sarapan, iapun bersenandung kecil menemani dirinya menumis masakannya.
Tigapuluh menit berlalu, kini Jaejoong sudah selesai menyiapkan sarapannya, iapun kini tengah menata masakannya diatas meja makan.
"Yak, selesai!" teriaknua girang dengan senyum yang mengembang diwajahnya. "Changmin pasti suka." lanjutnya lagi dan terkekeh pelan.
Ah, ngomong-ngomong tentang Changmin, sepertinya bocah gembul itu belum bangun dari tidurnya. Dan mau tak mau, Jaejoongpun harus membangunkan sang adik tercinta, karena ia harus sekolah pagi ini.
Ceklekk
"Minie-ah!" panggil Jaejoong sambil berjalan pelan masuk ke dalam kamar Changmin. Bisa dilihatnya sang dongsaeng yang masih terlelap dalam tidurnya dengan posisi tidur yang sedikit aneh.
Hmmm
Jaejoongpun tertawa pelan saat melihat cara tidur Changmin itu, iapun berjalan kesisi kosong di tempat tidur Changmin dan mulai mengguncang pelan tubuh gembul sang dongsaeng.
"Minie-ah, ireona. Ireonayo." kata Jaejoong namun tak ada pergerakan apapun dari Changmin.
"..."
"Changminie, ireona. Kau harus sekolah kan!" percobaan keduapun sama, tak ada pergerakan sedikitpun dari Changmin.
"..."
"Minie, ireona! Palliwa!" Jaejoong sedikit menaikkan intonasinya dan semakin mengguncang keras tubuh Changmin.
"Eungh~" Changminpun hanya menggeliat pelan dan mengubah posisi tidurnya, namun tak kunjung membuka matanya.
"Aiss, dasar pemalas!" ketus Jaejoong sedikit frustasi karna Changmin tak kunjung bangun.
Tik
Sebuah ide segeta terlintas diotak Jaejoong, pasti cara ini sangat ampuh untuk bisa membuat Changmin bangun dari tidurnya. Dengan seringai yang tercetak diwajah cantiknya, Jaejoongpun siap menjalankan idenya. Didekatkannya wajahnya ketelinga Changmin sambil berkata-
"Hmmm, sarapan hari ini ada agam goreng dan sup kimchi. Karna Minie belum bangun, jadi biar hyung saja yang menghabiskannya sendiri. Ah~~ betapa nikmatnya menghabiskan makanan itu sendirian!"
1 detik
2 detik
3 de-
"ANDWAEEE! NUNA JANGAN RAKUS!"
Seketika Changmin terbangun dan langsung berteriak kencang saat mendengar kalimat Jaejoong itu, membuat Jaejoong terlonjak kaget karena pergerakan Changmin yang tiba-tiba. Apalagi suara melengking Changmin yang sedikit membuat telinganya berdengung.
"ANDWAE ANDWAE ANDWAE!" teriak Changmin lagi dan kini sudah bangun dari tidurnya dan duduk diatas kasurnya, bersiap menyerang tubuh kurus sang hyung dengan pukulan bertubi-tubi.
"Nappeun, nunaa nappeun! Huh, huh, huuhhh!"
"Aw..aw..yah hentikan..appo..aw..aw.." Jaejoongpun merintih kesakitan karena pukulan Changmin itu, ia jadi merutuki keisengannya yang membangunkan Changmin dengan cara seperti itu.
"Huwee..huwee..nunaa huwee..nappeun..huwee.." dan Changminpun mulai menangis hanya gara-gara kalimat Jaejoong itu. Iapun menghentikan pukulannya pada tubuh Jaejoong dan kini sibuk menangis kencang.
"Yah, uljima. Hyung hanya bercanda. Uljimayo." kata Jaejoong sambil meraih tubuh gembul Changmin lalu memangkunya.
"Hiks..hiks..huweee.."
"Cup cup, hyung hanya bercanda. Habisnya kau tak mau bangun makanya hyung membohongimu. Kka, makanya cepat bangun, dan kita sarapan bersama." kata Jaejoong sambil mengusap lelehan airmata Changmin.
"Hiks..jin..ja?" jawab Changmin sambil tersedu dan menarik lelehan ingus yang keluar sambil menatap Jaejoong dengan wajah yang berurai airmata.
"Geuraeyo. Kau ini, ckck." Jaejoongpun tertawa pelan melihat tingkah Changmin. Yang benar saja, hanya gara-gara keisengannya membohongi Changmin akan sarapan, kini malah sang dongsaeng menangis tersedu di pangkuannya. Sungguh lucu. Namun dibalik itu semua, Jaejoong begitu merasa senang. Karena sejujurnya ia sangat merindukan tingkah ajaib dari Changmin, setelah 'seminggu' lamanya ia tak bertemu dengan dongsaengnya itu.
"Kka, hapus airmatamu lalu kita mandi. Bukankah kau harus sekolah eoh?" kata Jaejoong lagi dan kini menurunkan Changmin dari pangkuannya. Changminpun menuruti perintah Jaejoong dan mengusap kasar airmatanya.
"Kka, setelah itu kita sarapan!" lanjutnya dan segera mendapat anggukan dari Changmin. "Kajja."
Dan Jaejoongpun menuntun Changmin menuju kamar mandi lalu memandikan adik sematawayangnya itu.
::
::
In The Time
::
::
Setelah selesai sarapan bersama, kini Jaejoong dan juga Changmin sudah siap berangkat. Changmin yang sudah rapi dengan baju kaos biru bergambar tokoh kartun keroro dan tas ransel hijau yang sudah menempel dipunggungnya. Sementara Jaejoong juga sudah bersiap dengan kemeja lengan pendek biru langit dan celana kain hitam yang membalut tubuh rampingnya.
"Nuna, bekal Min mana?" tanya Changmin sambil menyodorkan tangannya kehadapan Jaejoong. Jaejoong hanya tersenyum kecil melihat tingkah Changmin, lalu iapun bergegas kedapur guna mengambil bekal yang tadi sudah disiapkannya.
"Igo." kata Jaejoong sambil menyerahkan kotak bekal bergambar pororo pada Changmin.
"Gomawo nunaa~~" jawab Changmin dan mengambil kotak bekalnya lalu memasukkannya kedalam tas.
"Kajja berangkat." teriak Jaejoong sambil menggandeng hangat tangan Changmin dan merekapun berangkat bersama.
'Hyung sangat menyayangimu Minie. Berjanjilah untuk tumbuh dengan baik dan jadilah namja yang akan membanggakan hyung, dan juga eomma dan appa disana. Saranghae, Minie'
"KYUNIE~"
Changmin berseru girang ketika keluar rumah dan melihat Kyuhyun yang juga akan berangkat kesekolah. Segera ia berlari dan melepaskan genggaman tangan Jaejoong guna menghampiri sang sahabat.
"Annyeong Minie, annyeong Jaejoong nunaa." sapa Kyuhyun tak kalah girang saat mendengar suara Changmin ditelinganya.
"Annyeong Kyunie, dan berhenti memanggilku nuna!" sapa Jaejoong ramah namun dengan cepat berganti kesal saat mendengar Kyuhyun memanggilnya nuna.
"Hehe, shireo. Minie aja boleh panggil nuna, nuna. Jadi Kyu juga mau." jawab Kyuhyun yang tingkah keevilannya sebanding dengan Changmin.
"Ck, kalian berdua sama saja." ketus Jaejoong akhirnya merasa percuma berdebat dengan dua bocah evil dihadapannya. "Kau juga mau berangkat? Kajja berangkat bersama hyung." lanjut Jaejoong sambil kembali menggandeng tangan Changmin.
"Ne, Kyu pamit sama eomma dulu ne." jawab Kyuhyun dan selanjutnya iapun masuk kedalam rumah. Tak lama berselang, Kyuhyunpun kembali keluar dengan seorang yeoja cantik mengekor dibelakangnya.
"Ah, Jaejoong-ah. Apa mau mengantar Changmin dan Kyuhyun?" tanya eomma Kyuhyun dan mendapat anggukan jawaban dari Jaejoong. "Baru saja ahjumma mau mengantarkan Kyuhyun, tapi kalau kau mau mengantarkannya sekalian ahjumma jadi terbantu." lanjut eomma Kyuhyun sambil tersenyum memandang Jaejoong.
"Anio, gwencahanayo ahjumma. Aku juga sering merepotkan ahjumma." jawab Jaejoong sambil tersenyum, "Nah, kajja kita berangkat. Nanti kalian terlambat. Ja, Kyunnie. Annyeong ahjumma."
"Ne."
"Eomma, Kyu brangkat ne."
"Ne. Hati-hati ne."
Cup~
"Jja Minie, bilang apa ke ahjumma?" kata Jaejoong yang melihat Changmin yang hanya diam menatap Kyuhyun dan sang eomma.
"Emm..mm..annyeong ahjumma."
"Ne, annyeong Minie-ah."
"Kami berangkat."
Jaejoongpun mulai berjalan menuju tempat parkir mobilnya dengan menggandeng Changmin ditangan kanannya, dan Kyuhyun ditangan kirinya.
::
::
In The Time
::
::
Setelah mengantarkan duo bocah evil ke sekolahnya, kini Jaejoong tengah berada diperjalanan menuju kantornya. Ah ya, aku lupa memberitahu kalian dimana Jaejoong bekerja. Ia bekerja disalah satu perusahaan besar yang ada di Seoul-Namshin Corp-sebagai salah satu staf keuangan disana.
"Annyeong Jaejoong-ssi." sapa Chorong salah seorang staf keuangan saat melihat Jaejoong yang baru tiba.
"Oh, annyeong Chorong-ah." jawab Jaejoong sambil tersenyum ramah pada Chorong dan tak sadar membuat orang yang disenyuminya itu berbushling ria.
"Oh ya, nanti siang ada meeting dengan orang dari Toho Grup. Sajangnim menyuruhku untuk mengatakannya kepadamu." kata Chorong lagi dan hanya mendapatkan anggukan mengerti dari Jaejoong.
Siang haripun tiba, rencana meeting dengan wakil dari Toho Gruppun segera akan dimulai. Jaejoong sudah berada di dalam ruang meeting, hanya tinggal menunggu perwakilan dari Toho Grup saja.
"Aku dengar, CEO Toho Grup itu masih sangat muda. Ia merintis sendiri usahanya itu semenjak berada ditingkat akhir universitas." kata Eunji sambil membaca proposal yang berada dihadapannya.
"Ne, yang ku dengar juga begitu. Ah, kalau ia masih muda, pasti ia tampan ani? Aku sangat ingin bertemu dengannya, karna dari yang kudengar juga, ia tak terlalu mau bersosialisasi dengan orang-orang sekitarnya. Yah, bisa dibilbang ia pribadi yang tertutup." sahut Bomi sambil merapikan juntaian poninya.
Sementara kedua yeoja itu asik bergosip, Jaejoong sendiri hanya diam sambil mempelajari proposal yang ada ditangannya. Ia sibuk membolak-balikkan kertas proposal itu, sampai tak menyadari jika sejak tadi ponselnya bergetar.
Drrttt drrttt drrttt
"Jaejoong-ssi, ponselmu bergetar." teriak Bomi karna melihat Jaejoong yang sangat asik dengan dunianya, sampai-sampai tak menyadari ponselnya bergetar.
"Nde? Ah, ne. Gomawo." jawab Jaejoong cepat dan setelahnya iapun segera menjawab panggilan diponselnya yang ternyata dari Junsu.
Pip
"Yeoboseyo."
"Yah kau ini hyung! Kenapa baru dijawab sekarang? Aku sudah menelponmu semenjak tadi tahu!" omel Junsu meluapkan kekesalannya.
"Hehe, mian ne Junsuie. Aku tak mendengarnya karna sibuk membaca proposal. Aku sebentar lagi ada meeting." jawab Jaejoong sambil tertawa kecil mendengar gerutuan sang sahabat.
"Ck, kau ini."
"Ada apa kau menelponku?" tanya Jaejoong lagi karena Junsu tak kunjung memberitahunya alasan kenapa ia menelpon.
"Ani, aku hanya ingin mengajakmu untuk pergi ke mall. Aku ingin membeli kemeja baru untuk acara minggu depan." jawab Junsu dan membuat Jaejoong mengerutkan keningnya bingung.
"Membeli kemeja?" ulang Jaejoong tak mengerti maksud Junsu. "Memangnya kau mau kemana? Sampai-sampai harus membeli kemeja baru?"
"Aigoo Joongie! Jangan katakan kalau kau lupa minggu depan ada acara apa?" tanya Junsu dan semakin membuat Jaejoong bingung.
"Mollayo."
"Aigoo, kau benar-benar payah! Kau melupakan undangan reuni SMA kita eoh?" teriak Junsu merasa kesal karena Jaejoong melupakan reuni itu. "Padahal kita sudah sangat lama tak bertemu dengan teman-teman SMA dan kau melupakannya begitu saja? Astaga Joongie, kau ini benar-benar!" gerutu Junsu dan Jaejoong hanya memutar matanya malas.
"Ck, ku kira ada acara apa. Sudahlah, aku juga tak tahu akan pergi atau tidak." jawab Jaejoong akhirnya karna sejujurnya, ia juga tak tahu akan datang atau tidak.
"Kau ini, apa kau tak merindukan teman-temanmu? Aku saja merindukan mereka semua. Aku ingin tahu, bagaimana rupa mereka sekarang. Apa mereka sudah sukses dan berhasil mencai cita-cita mereka."
"..."
"Atau mungkin saja mereka malah sudah menikah dan memiliki keluarga. Haa~ rasanya sungguh menyenangkan bisa berkumpul bersama mereka lagi. Aku sungguh menantikan moment seperti ini."
"..."
"Ayolah Joongie, aku yakin kau tak akan menyesal datang kesana. Bersenang-senanglah dulu, dan lupakan sebentar pekerjaanmu."
"..."
"..."
"Joongie?"
"Ne akan kuusahakan." jawab Jaejoong akhirnya dan membuat Junsu memekik girang.
"Itu baru Jaejoong! Baiklah, besok kita ke mall dan berburu pakaian. Sampai besok ne, annyeong~"
"Ne, annye-"
Tuut
Tuut
Tuut
"Yak! Bebek! Kenapa memotong ucapanku!" gerutu Jaejoong kesal karna Junsu memutuskan sambungan telpon bahkan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.
"Hmm, reuni?" gumam Jaejoong sambil menerawang, "Apa aku harus datang?" lanjutnya lagi sambil menghirup nafas dalam.
"Kalau aku datang, bukankah Junhyung juga kemungkinan akan datang?" kata Jaejoong lagi memikirkan kemungkinan ia akan bertemu lagi dengan Junhyung.
"Tentu. Aku akan berusaha selalu menjaga hatiku hanya untuknya. Sampai suatu saat nanti, ia bisa membalas perasaanku ini."
Deg
Jantung Jaejoong berdetak cepat ketika sebuah suara melintas diotaknya. Suara dari orang yang beberapa hari ini selalu bermain dipikirannya.
"Yunho." gumam Jaejoong lagi saat menyadari satu hal.
"Apa mungkin ia juga akan datang ke acara itu?"
"..."
"Apa ucapamu itu benar-benar akan terjadi? Kau akan terus menungguku?"
"..."
"Kapan kita akan bertemu kembali, Yunho?"
::
::
In The Tine
::
::
Jaejoong melipat kedua tangannya didepan dada sambil mendelik ke arah seorang bocah gembul dihadapannya. Nampaknya ia tengah dalam keadaan marah kepada bocah gembul yang tak lain adalah dongsaengnya sendiri, Kim Changmin. Changmin sendiri terlihat terus menatap sang hyung dengan puppy eyes yang diyakininya tak akan gagal merebut hati sang hyung. Ada apa sebenarnya yang terjadi diantara kedua kakak beradik itu ne?
"Ne nuna~ Min boleh ikut ne~" rengek Changmin sambil terus mengeluarkan jurus puppy eyesnya dan tersenyum kearah Jaejoong.
"Andwae!" jawab Jaejoong tegas masih sambil melipat tangannya didepan dada dan menggelengkan kepalanya.
"Ayolah nuna. Min janji Min ga akan beli macem-macem. Ne nuna Min yang yeoppo~" kata Changmin lagi sambil menatap mata bulat sang hyung.
"Sekali tidak tetap tidak!" jawab Jaejoong sama sekali tak terpengaruh ucapan Changmin dan malah semakin kesal karena sang dongsaeng memanggilnya nuna yeoppo.
"Nuna~~ Min ikut ne~" tak menyerah, Changmin masih terus membujuk sang hyung dengan suara-suara yang dibuat imut, tanpa pernah lupa memesang puppy eyesnya.
Ah, sebenarnya yang terjadi adalah, sore ini Jaejoong berencana untuk pergi ke mall bersama Junsu, dan saat mengatakannya pada Changmin, bocah gembul itupun merengek minta ikut bersama sang hyung ke mall.
Yah, Jaejoong sebenarnya mau-mau saja untuk mengajak dongsaengnya itu, namun dengan catatan, kalau Changmin tak akan berbuat nakal dan tak menghabiskan uangnya. Namun ia sangat mengenal watak dan sifat Changmin seperti apa. Ia tak akan puas jika belum membeli cemilan yang banyak, dan itu artinya sama saja dengan menguras dompet Jaejoong semakin dalam.
"Changminie uri dongsaeng yang neomu kyeopta, sekali hyung bilang tidak, maka itu artinya tidak!" kata Jaejoong pelan namun cukup tegas. "Hyung melarangmu ikut karena suatu alasan." tentunya dengan alasan untuk menyelamatkan isi dompetku, lanjut Jaejoong dalam hati.
"Huh, kenapa Min ga boleh ikut? Min kan bosen di rumah nuna~~"
"Kau bisa main dengan Kyunie kan? Biasanya kau juga seharian bersamanya dan melupakan hyung." jawab Jaejoong pura-pura marah kepada Changmin.
"Hiks..nuna nappeun..hiks.." dan mulailah Changmin melancarkan jurus terakhirnya untuk meluluhkan hati sang hyung. Iapun menangis sesenggukan bertepatan dengan Junsu yang masuk ke dalam.
Ceklekk
"Annyeo-, eh, Minie kenapa menangis?" tanya Junsu heran saat menemukan Changmin menangis sesenggukan dengan Jaejoong yang sama sekali tak mau mengurusinya. "Yak hyung, kenapa Minie menangis? Dan kenapa kau tak menenangkannya?" omel Junsu yang sangat heran karena Jaejoong nampak tenang-tenang saja saat sang dongsaeng menangis begitu.
"Ck, itu hanya akal-akalannya saja Junsu!" jawab Jaejoong malas sambil memutar matanya malas.
'Aiss, kau datang disaat yang tak tepat Junsu! Kalau begini sama saja memudahkan keinginan bocah evil itu'
"Cup cup Minie, uljimayo. Kenapa menangis eum?" tanya Junsu sambil mengusap lelehan mata Changmin.
Changminpun mengusap kasar lelehan airmatanya lalu dengan sesenggukan menjawab, "Hiks..nuna..hiks..nuna gak mau ajak..hiks..Min jalan-jalan." jawabnya sesenggukan menahan tangis.
"Eoh? Jae hyung tak mau mengajakmu?" tanya Junsu memastikan dan mendapat anggukan dari Changmin.
"Yah hyung! Kau ini jahat sekali. Kasihan kan Minie, sampai menangis begini. Sudahlah, apa salahnya jika mengajak Changmin ikut bersama kita!" omel Junsu saat mendengar keseluruhan isi cerita Changmin.
'Nah, apa ku bilang. Pasti ia akan membela Changmin'
"Ck, kau tak tahu Su-ie, betapa manisnya adikku itu jika sedang berbelanja! Kau mau menanggung biaya belanjanya nanti eoh?" tanya Jaejoong sedikit merasa kesal.
"Kau ini pelit sekali sih hyung. Sudah Minie, jangan menangis lagi. Kau boleh ikut bersama kami dan aku akan mentraktirmu. Otte?" kata Junsu akhirnya sambil tersenyum memandang Changmin, dan seketika membuat Changmin menghentikan tangisnya dan langsung menatap senang kearah Junsu.
"Jinja? Yeaayyy, Min mau~~ gomawo Junsu hyung~" teriak Changmin keras saking senangnya. Iapun tersenyum penuh kemenangan kearah Jaejoong dan menjulurkan lidahnya.
Jaejoongpun hanya memutar mata malas melihat itu. Iapun merasa kasihan pada Junsu yang nampak senang juga, tak tahu saja sahabatanya itu jika Changmin pasti akan memanfaatkan kesempatan traktiran Junsu.
"Yah, setidaknya aku sudah memperingatinya tadi." gumam Jaejoong sambil menatap iba padaJunsu.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong, Junsu dan Changmin kini tengah berjalan pelan menyusuri keramaian di Bubble Mart. Salah satu mall besar yang ada di Seoul. Mereka ingin membeli pakaian baru untuk datang keacara reuni nanti. Yah, setidaknya mereka ingin tampil rapi didepan teman-teman lamanya itu.
"Hyung, coba kita kesana." kata Junsu sambil menunjuk ke salah satu toko pakaian yang ada dihadapan mereka.
"Kajja." kata Junsu lagi lalu menarik tangan Jaejoong cepat. Changminpun yang melihat dua namja dewasa itu berlari, ikut melangkahkan kakinya cepat mengejar dua hyungnya itu.
Sesampainya mereka didalam, Junsupun mulai gencar mencari pakaian yang dirasa cocok untuk datang ke acara reunian nanti. Iapun berjalan kesana kemari sambil masih menyeret Jaejoong yang nampak tak bersemangat.
"Hyung, yang ini cocok untukmu. Kau kelihatan tambah cantik." kata Junsu sambil menyodorkan satu set setelan jas kearah Jaejoong.
"Aiss, aku tak suka pakaian begini! Dan aku tak cantik!" gerutu Jaejoong yang memang tak begitu suka mengenakan jas formal begitu.
"Aiss hyung ini. Baiklah, kajja cari yang lain." ajak Junsu lagi dan merekapun kembali melangkahkan kaki keluar dan mencari toko pakaian lainnya.
Sementara dua namja dewasa itu asik dengan dunianya sendiri, Changmin kini sudah sangat merasa bosan. Iapun menatap sebal kearah dua hyungnya yang kini berjalan semakin masuk kedalan area mall tanpa menghiraukan dirinya. Iapun sudah mempoutkan bibirnya kesal merasa diabaikan, dengan langkah menghentak, iapun mulai mengikuti kemana dua hyungnya itu berjalan.
"Nuna nappeun. Tinggalin Min sendiri. Huh!" gerutunya sepanjang perjalanan. Namun saat ia tengah berjalan hendak mengikuti hyungnya, matanya malah terpaku pada sebuah toko es krim yang ada dihadapannya.
"Min mau es krim~" gumamnya tanpa melepas pandangannya dari toko itu, dan tanpa sadar iapun mulai melangkahkan kakinya menuju toko eskrim itu, dan tentu saja tanpa disadari oleh sang hyung.
"Hyung, Min mau satu, rasa vanila." kata Changmin setelah sampai di depan counter.
"Medium atau large?" tanya sang penjual eskrim saat mendengar pesanan Changmin.
"Min mau yang Large." jawab Changmin cepat tanpa berfikir.
"Toppingnya?" tanya penjual lagi sambil mengetikkan pesanan Changmin ke komputer.
"Hmmm, Min mau cocochip sama meses." jawab Changmin dengan wajah ceria.
"Eskrim vanila large dengan topping cocochip dan meses, semuanya jadi 4500won." kata penjual lagi setelah menghitung berapa harga eskrim Changmin itu.
"Eh? Tapi Min ga bawa uang." polos Changmin dan membuat sang penjualpun merasa kesal.
"Ck, jadi kau mau eskrim gratis? Dengar ne bocah, kalau kau tak punya uang, jangan memesan!" ketus sang penjual karena kesal.
"Huh, tapi Min mau eskrim~" rengek Changmin sambil merogoh kantung celananya, berharap menemukan sisa uang bekalnya. "Hiks, eopseo." lirihnya saat tak menemukan sepeserpun uang dikantungnya.
"Huh, ya udah. Min minta sama nuna dulu." lanjutnya lagi dan bersiap untuk kembali menemui Jaejoong, iapun berbalik namun-
"Loh? Nuna eodiya?" gumam Changmin saat tak menemukan keberadaan Jaejoong disekitarnya, iapun mulai menengokkan kepala kesana-kemari guna mencari keberadaan sang 'nuna', sambil mulai melangkah menjauhi toko eskrim itu.
"Nuna, nuna eodiya?" teriak Changmin sambil terus melangkahkan kakinya. "Nuna~~"
Brukk
Akibat dirinya yang tengah fokus mencari keberadaan sang 'nuna', sampai-sampai Changmin tak melihat jika ada seorang namja dewasa yang berjalan kearahnya, alhasil Changminpun menubruk keras tubuh namja itu.
"Aduh~" rintih Changmin merasa sakit dijidatnya, karena bertubrukan langsung dengan tubuh besar namja dewasa itu.
"Gwencanhayo?" tanya namja dewasa itu saat mendengar rintihan Changmin, segera saja ia berjongkok guna mengecek keadaan Changmin.
"Huh, jidat Min sakit." kata Changmin sambil mengusap-ngusap keningnya yang memerah.
"Mianhaeyo. Aku tak melihatmu tadi." kata namja dewasa itu dan ikut mengusap kening Changmin. "Bagaimana, apa masih sakit?"
"Anio, Min yang salah. Min ga liat jalan tadi." jawab Changmin sambil mendongak menatap namja dewasa yang ditabraknya itu. "Gak, udah nggak sakit lagi."
"Ah, syukurlah. Orangtuamu kemana? Kenapa kau berjalan sendiri?" tanya namja dewasa itu lagi pada Changmin.
"Min tadi pergi sama nuna Min, terus tadi Min pengen beli eskrim tapi nggak bawa uang, pas Min mau minta sama nuna, nuna udah nggak ada disini. Ckckck, pasti nuna tersesat deh." gerutu Changmin sambil geleng-geleng kepala.
Namja dewasa itupun hanya terkekeh geli mendengar gerutuan Changmin. Oh ayolah, seharusnya bukankah dia yang pantas dikatakan anak tersesat?
"Jadi kau sekarang kehilangan nunamu?"
"Ne. Ah, nuna Min pabo. Masa bisa tersesat gitu. Terus Min harus cari nuna kemana?" tanya Changmin dan masih celingukan mencari keberadaan Jaejoong.
"Ya sudah, kajja hyung bantu cari nunamu." kata namja dewasa itu lagi dan perlahan bangkit berdiri dari jongkoknya. "Ah ya, dari tadi kau memanggil dirimu Min, siapa nama lengkapmu hmm?"
"Changmin, Kim Changmin imnida."
"Ne, Changminie. Sekarang kajja kita cari nunamu. Tadi kau lihat nunamu pergi kearah mana?" tanya namja itu lagi sambil menggandeng tangan Changmin.
"Itu, nuna tadi jalan kesana." jawab Changmin sambil menunjuk ke satu arah.
"Ne, kajja kesana." kata namja itu lagi dan kemudian berjalan beriringan menuju arah yang ditunjukkan Changmin.
Changminpun terus menoleh kesana kemari guna memastikan keberadaan 'nunanya', dan matanya segera menemukan sosok Jaejoong yang baru saja keluar dari sebuah toko pakaian. Changminpun hendak memanggil Jaejoong, dan bertepatan dengan sebuah panggilan masuk ke ponsel namja dewasa itu.
Drrttt drttt drttt
"Ah, itu nuna~" teriak Changmin memberitahu namja dewasa itu namun sang namja dewasa tak mendengarkan karena sudah sibuk menerima telpon.
"Yeobeseoyo."
"..."
"Ne, aku segera kesana."
Pip
"Hyung, itu nuna Min." teriak Changmin lagi setelah namja itu mematikan panggilannya sambil menunjuk kearah Jaejoong. Namja dewasa itu hanya melihat sekilas kearah tunjuk Changmin, lalu segera mengalihkan kembali pandangannya kepada Changmin.
"Ah, jinja? Kka kalau begitu kesanalah, mian karna hyung tak bisa mengantarmu. Hyung harus segera pergi. Gwencanha?"
"Ne, gomawo hyung. Min kesana ne~"
"Ne, hati-hati, jangan sampai terpisah lagi dengan nunamu." kata namja itu lagi sebelum akhirnya melepaskan genggaman tangannya dari Changmin.
"Ne, daa hyung~" kata Changmin sambil melambaikan tangannya kearah namja dewasa itu.
"Annyeong~" jawab namja dewasa itu sambil tersenyum dan perlahan berbalik lalu berjalan keluar dari mall.
"NUNA~~"
Bruukk
"Omo, Minie!" teriak Jaejoong kaget karena Changmin tiba-tiba menubruk tubuhnya. "Kau kemana saja eoh? Hyung dan Junsu hyung panik mencarimu tadi." kata Jaejoong dan berjongkok pelan dihadapan Changmin.
"Hehe, Min tadi mau beli eskrim tadi ga punya uang. Terus pas mau minta uang sama nuna, nuna malah uda hilang." jawab Changmin sambil tersenyum tanpa dosa.
"Aigoo, kau ini. Untung saja kau tak hilang atau diculik." kata Jaejoong sambil mengusap sayang kepala Changmin.
"Anio, tadi ada hyung tampan yang bantuin Min cari nuna. Itu~" kata Changmin sambil menunjuk ke arah namja dewasa itu berjalan.
"Ah, jinja? Ne, lain kali kau tak boleh begitu ne. Kau harus bilang jika ingin sesuatu. Arraseo?"
"Ne arraseo."
"Ya sudah, kajja kita cari makan. Kau pasti kelaparan bukan? Ini sudah malam, sekalian kita makan malam disini saja. Kajja."
Dan merekapun kembali berjalan mencari tempat untuk makan malam.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong tengah mematut diri di depan cermin, memastikan penampilannya sudah rapi. Dengan tuksedo putih gading yang membungkus kemeja hitam lengan panjang ditubuhnya, ia nampak begitu menawan. Belum lagi celana dengan warna senada yang menabah manis penampilannya. Iapun tersenyum pelan saat melihat pantulan dirinya di cermin.
"Kuharap, ini semua berjalan lancar." gumamnya dan bertepatan dengan Changmin yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya.
"Nuna, Min uda keren belum?" tanyanya sambil berdiri dihadapan Jaejoong dan merentangkan tangannya kesamping, guna memperlihatkan penampilannya ini.
Hmmm
Jaejoong tersenyum pelan melihat kelakuan Changmin, "Ne, kau tetap keren seperti biasa." jawab Jaejoong dan membuat Changmin terkekeh pelan mendengarnya.
"Kau harus janji ne jangan membuat nakal disana nanti." kata Jaejoong sambil merapikan sedikit penampilan Changmin.
"Umm, yaksoke!"
Yah, hari ini Jaejoong berencana untuk pergi ke acara reuni SMAnya itu, dan seperti biasa Changmin merengek kepada Jaejoong untuk bisa ikut. Awalnya Jaejoong tak mau mengajak Changmin, takut nanti disana sang dongsaeng akan membuat masalah, namun berkat puppy eyes dan rayuan dari Changmin, akhirnya iapun luluh dan membolehkan dongsaengnya itu untuk ikut.
Ting
Tong
"Sebentar ne, hyung bukakan pintu dulu." kata Jaejoong sambil berjalan keluar untuk membukakan pintu.
Ceklekk
"Hyung, kau sudah siap?"
Baru saja Jaejoong membukakan pintu, segera suara cempreng Junsu terdengar menyapa telinganya. "Ck, kau ini, beri salamlah terlebih dahulu." kesal Jaejoong sambil membukakan pintu lebih lebar untuk Junsu.
"Hehe, mian hyung. Aku terlalu bersemangat." jawab Junsu dan berjalan masuk ke dalam.
"Junsu hyung~" panggil Changmin saat melihat Junsu.
"Hei, kau jadi ikut?" tanya Junsu dan perlahan menghampiri Changmin.
"Ne hyung, Min jadi ikut. Hee." cengir Changmin menjawab pertanyaan Junsu.
"Semua sudah siap kan? Kajja kita berangkat." kata Jaejoong membuat Junsu dan Changmin bersiap ditempatnya.
"Kajja!" teriaknya berbarengan dan setelahnya merekapun berjalan keluar menuju parkiran.
::
::
In The Time
::
::
Jaejoong, Junsu dan Changmin kini sudah tiba di hotel tempat diadakannya acara reuni SMA Shinki. Sudah banyak tamu yang hadir memenuhi ballroom hotel itu. Bisa dilihat namja dan yeoja yang tengah asik mengobrol satu sam lain, melepas rindu setelah 10 tahun tak saling bertemu.
Jaejoong dan Junsu plus Changmin mulai melangkah masuk ke dalam, beberapa orang yang kebetulan melihat mereka berduapun langsung berseru dan menyapa mereka, memang Jaejoong dan Junsu cukup terkenal dulu disaat SMA.
"Jaejoong-ah, Junsu-ah, apa kabar?" teriak seorang namja sambil tersenyum cerah dan berjalan cepat mendekat kearah Jaejoong dan Junsu, sambil merentangkan tangannya siap memeluk kedua teman lamanya itu.
"Ah, Heechul-ah, annyeong." jawab Jaejoong sambil tersenyum juga dan membalas pelukan Heechul-sahabatnya ketika SMA.
"Annyeong Heechul-ah!" sambung Junsu sambil tersenyum pula dan membalas pelukan Heechul setelah pelukan Jaejoong terlepas.
"Ah, apa kabar kalian. Sudah lama kita tak bertemu ne." kata Heechul sambil terkekeh pelan.
"Ne, kami baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" jawab Jaejoong sambil berusaha mendiamkan Changmin yang sedari tadi tak berhenti bergerak.
"Ne, aku baik juga. Eh, nuguya? Apa dia anakmu Jae?" tanya Heechul saat melihat Changmin yang berdiri disebelah Jaejoong.
"Ah, anio. Kenalkan, ini Kim Changmin, nae namdongsaeng." jawab Jaejoong sambil menarik Changmin untuk berdiri dihadapannya. "Kajja Minie, kenalan sama teman hyung."
"Annyeonghaseyo, Kim Changmin imnida. Dongsaeng Jaejoong nuna yang yeoppo!" kata Changmin memperkenalkan diri sambil tersenyum lima jari kehadapan Heechul.
"Ne annyeong, Heechul imnida. Waaa, kau manis sekali adik kecil~" kata Heechul sambil mencubit gemas pipi tembam Changmin. "Tapi kenapa dia memanggilmu nu-"
"NUNA~ Min mau itu~" teriak Changmin kencang memotong ucapan Heechul sambil menunjuk kearah meja yang penuh dengan makanan.
Orang-orang yang berada disanapun melihat kompak kesatu arah karena kaget mendengar teriakan Changmin itu. Beberapa ada yang tersenyum geli mendengar teriakan Changmin itu, dan tak lama merekapun kembali dengan kegiatan masing-masing.
"Aiss, kau ini Minie. Sudah hyung bilang jangan berbuat nakal. Kau ini!" omel Jaejoong sambil menatap kesal kearah Changmin.
"Tapi Min mau itu!" kata Changmin sambil menarik-narik tangan Jaejoong, sangat tak sabar untuk bisa mencicipi makanan-makanan itu.
"Ne ne, kajja kita kesana. Ah, Heechul-ah mian ne, Minie ingin mengambil kudapan, aku akan mengantarnya dulu. Kau mengobrollah dengan Junsu." kata Jaejoong dan detik berikutnya, Changmin sudah menariknya dengan kencang.
"Waaa, Min mau semuanya~" kata Changmin dan menatap semua makanan itu dengan mata yang berbinar. Iapun sudah tak sabar menikmati makanan-makanan yang sudah disiapkan dalam acara reuni itu.
"Ck, kau ini. Harusnya hyung sudah tahu alasanmu merengek minta ikut kesini. Pasti alasannya tak jauh-jauh dari makanan!" kata Jaejoong sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Changmin, namun segera senyum terlukis diwajah cantiknya. Yah, setidaknya ia melihat binar bahagia dari dongsaengnya itu.
"Jaejoong?" sebuah suara segera terdengar dan membuat Jaejoong menolehkan wajahnya keasal suara, dan iapun menemukan seorang namja dengan jas hitam semi formal yang tengah menatapnya.
"Em, Yihan? Hei, apa kabar." kata Jaejoong akhirnya setelah sadar jika namja yang memanggilnya adalah salah satu teman sekelasnya.
"Ne, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" tanya Yihan sambil tersenyum dan menyalami Jaejoong.
"Ne, seperti yang kau lihat." jawab Jaejoong dan setelahnya, merekapun asik mengobrol tentang banyak hal.
Sementara Jaejoong tengah asik mengobrol bersama Yihan, Changmin masih asik mengambil kue-kue yang disediakan dimeja itu. Iapun dengan semangat mengambil semua kue yang diinginkannya.
"Ah, tangan Min ga nyampe. Ukhhh~" Changminpun mengeluh pelan saat tangannya tak kesampaian saat ingin mengambil sebuah cup cake yang letaknya lumayan tinggi, iapun sampai berjinjit ingin mengambil cup cakes itu.
"Ngga nyampe~"
Srettt
"Kau mau ini?"
Tiba-tiba saja sebuah suara terdengar disebelah Changmin, dan mengambil cup cakes yang tadi diinginkan Changmin, lalu orang itupun menyodorkan cup cakes itu kepada Changmin.
"Ne, Min mau yang itu." jawab Changmin cepat lalu iapun membalikkan badannya guna melihat siapa yang mengambilkannya cup cakes.
"Goma-, eh? HYUNG?" segera pekikan girang terdengar darinya saat melihat siapa orang yang menolongnya itu, tak lupa senyumpun mengembang diwajahnya.
"Eh, bukankah, kau anak kecil yang kemarin?" jawab orang itu yang ternyata adalah orang yang sama dengan orang yang menolong Changmin kemarin.
"Umm, ne, ini Min hyung." jawab Changmin girang sambil nyengir kearah orang itu.
"Ini kuemu." kata orang itu sambil menyerahkan cup cakes itu pada Changmin. "Kau kesini dengan nunanmu?" tanyanya lagi.
"Ne, itu nuna Min. Sini, Min kenalin sama nuna Min. Kajja hyung."
Changminpun dengan semangat menarik orang itu mendekat kearah Jaejoong, dengan senyum yang mengembang diwajahnya, iapun terus menarik tangan orang itu hingga sampai didekat Jaejoong.
"Nuna, ini hyung yang kemaren nolongin Min." teriak Changmin dan membuat Jaejoong terkejut lalu menolehkan wajahnya kearah Changmin.
"NUNA~"
Srettt
"Ne. Waeyo Min-"
Deg
Deg
Deg
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hayoloh~~ Jaejoong kenapa tuh? Dan siapa yang ditarik sama Changmin yah? Kriikkk kriikkk
Hiii~ saya kembali membawa chap 9. Osoku natte, gomenne T.T
Saya sedikit ga mood akhir-akhir ini, jadi mianhae kalo ceritanya jadi semakin gaje dan bahasa yang rada-rada absurd. T.T
Chap ini full dengan Chibi Minie, hehe.. Saya lagi kangen dengan Chibi Minie jadi saya putuskan untuk membuat chap ini isinya Chibi Minie.. Ada yang kangen juga ga sama Chibi Minie, atau ada yang kangen dengan YunWoung? Hhha #apadah
Gomawo bagi kalian yang uda follow, favorit dan review cerita ini. Big thank's buat :
YunJaeee Shipper | Clein cassie | rinayunjaerina | Cho Sungkyu | kimRyan2124 | Vic89 | miele ayu | dachisshi | akiramia44 | yoon HyunWoon | sakuranatsu90 | guest | Selena | Jaena | L-chanLee | YunHolic | min | alint2709 | UKnowBooJae | AyuClouds69 | fuwaliyaah | Guest | meybi | bearnya Jung | Youleebitha | nna nuraningsih | Guest | cho kyu 549 | Jung Hero | Hana - Kara | I was a Dreamer | cminsa | kristao | Merry | ShinJiWoo920202 | FiandYJ | SimviR | JungJaehyun | Ellesar Berry | Uchiha Tachi'4'Sora | kimJJboo | CuteEvil300799 | rizqicassie | miu sora | Guest
Ini balasan review kalian :
YunJaeee Shipper : iyah, ini ga jadi end koo. Uda dilanjut ^^ wahh, jangan benci sama Junhyung dong, hehe. Iyah, semoga mereka bertemu ne~
Clein cassie : iya ini dilanjut ya,, Yunho emang baik hatk banget ^^
rinayunjaerina : iya, beruntung banget Jaejoong dapetin Yunho yang baik hati gitu ^^ iya ini dilanjut ya~
Cho Sungkyu : ini dilanjut, uda termasuk kilat nggak yah? Hahaa
kimRyan2124 : iya ini dilanjut ^^ iya, semoga cepat bertemu
Vic89 : haha, iya. Nggak nahan euy~~
miele ayu : iya, dia udah balik ke zamannya. Ga nyark, tapi mereka akan dipertemukan takdir (red : author) hehe
dachisshi : okeh, boleh ambil semuanya kecuali Dongwoon yah~ Dongwoon cuma punya eonni seorang XD wahh, enaknya.. Mampir ke tanah lot ga? ^^ pas Junsu kesini eon ga liat, hehe
akiramia44 : iya, walaupun kalah tapi dia tetep menang di hatinya Youngwoong ^^ haha, iya Yunho bener-bener baik banget ^^ iya, ini tbc koo, dan ini lanjutannya~
yoon HyunWoon : iya ini next chapnya~
sakuranatsu90 : iyam tbc koo~ heee
guest : iya, ini dilanjut.
Selena : hihi, iyah~ ini tbc koo, dan ini lanjutannya ^^ reviewmu udah masuk koo, tenang saja~
Jaena : iya, dia udah balik ke zamannya. Ya, walau awalnya niatnya untuk mengubah takdir masa lalu, namun sepertinya gagal. Iyah, hanya saya yang tahu bagaimana cara keduanya akan bertemu, dan ini sudah dilanjut ^^
L-chanLee : haha, khayalanmu sungguh xp nggak bakalan duet mah. Kalo masa lalunya Jaejoong berulah (dalam artian Jaejoong malah jadian sama Yunho) tentu masa depannya juga akan berubah. Namun berhubung pada dasarnya takdir nggak bisa dirubah, alhasil masa lalu dan masa depan Jaejoong tetap sama ^^ gimana? Apa bisa dimengerti?
YunHolic : iya, dia udah balik ke zamannya koo ^^ keadaannya nggak berubah, dia tetep jadian sama Junhyung.
min : iya, dia udah balik ke zamannya. Iya, eomma Yunho uda memberikan restunya secara nggak langsung ^^
alint2709 : iya, ini dilanjut ^^ hihi, iya, Yunho emang baik banget.
UKnowBooJae : hihi, iya nggak jadi end. Saya juga menantikan ini, mereka bertemu dimasa depan ^^
AyuClouds69 : iya, dia udah balik. Emm, iya sepertinha mau ending.
fuwaliyaah : iya, ini dilanjutkan~
Guest : nggak, ini udah dilanjut. Pasti, saya juga mengharapkan happy forever ^^
meybi : ini dilanjut. Iya, tentu mereka akan bertemu
bearnya Jung : iya, saya juga penasaran #loh pasti inget dong, secara gitu dia udah cinta mati sama Jaejoong ^^ iya, masih tbc koo~
Youleebitha : iya, ini dilanjut ^^
nna nuraningsih : iya, ini next chapnya. Haha, jangan ngebayangin macem-macem dulu, siapa tahu Jaejoong malah tetap saya pasangkan dengan Junhyung #nahlohh
Guest : iya ini dilanjut.
cho kyu 549 : iya ini dilanjut koo. Iya, pertanyaanmu tentang waktu dimasa depan himana, uda terjawab ne di chap ini ^^ iya, tentu mereka akan bertemu lagi.
Hana - Kara : ini dilanjuy. Iya, udah balik dianya.
I was a Dreamer : makasih ^^ iya, ini dilanjut.
cminsa : banget. Dia sangat tulus~ iya, semoga mereka bertemu dan ff ini juga akan berakhir ^^
kristao : iya, saya remake dari film itu ^^
Merry : iya, mereka ketemu tapi di next chap ya. Chap ini masih tentang chibi Minie dan cara pertemuan keduanya.
ShinJiWoo920202 : iya, dia udah balik. Iya, ketemu cinta sejatinya. Yang berubah? Mmm, nggak ada. Karna masa lalunya Jaejoong ga berubah, dia tetep jadian sama Junhyung, ini dilanjut~
FiandYJ : iya, ini dilanjut,, iya eommanya Yunhomudah ngerestuin ^^
SimviR : cup cup, jangan nangis~ iya, saya juga emosi #loh iya, dia udah balik ke zamannya, dan nggak ada yang berubah.
Jung Jaehyun : iya, dan mereka akan bersatu dimasa sekarang. Ne, itu harapan semua YJS dimuka bumi ^^
Ellesar Berry : hallo juga ^^ makasih uda baca. Iya, ini dilanjut~
Uchiha Tachi'4'Sora : iya, uda balik ke zamannya dia. Nggak, dia nggak tahu. Emm, bukan ngejar, tepatnya dipertemukan takdir (red : author) ini update
kimJJboo : iya ini dilanjut ^^
CuteEvil300799 : ini dilanjut. iya, dia udah balik ke zamannya dan pastinya bakalan ketemu dong ^^
rizqicassie : iya, uda pulang kezamannya. Hee, iya so sweet banget memang. Iya, eommanya Yunho uda ngerestuin hubungan mereka. Nggak dong, Hyunseung nggak begitu, dia tetep bantuin Jaejoong walaupun gagal :D iyah, ini dilanjut.
miu sara : iya, nyesek emang. Emang cinta Yunho yang terlalu besar untuk Jaejoong.
Guest : ne, gomawo. Ini dilanjut.
.
Gomawo sekali lagi karena sudah review dichap kemaren, dan jangan lupa untuk review dichap ini lagi ne. ^^
Minna, review onegaishimasu~~
.
Denpasar, 28 April 2014
