A/n: Wih... Author rajin banget bikin chapter 2 *DUUAARRR*. Ok, ok... Karena sebuah lagu, author dapat ide untuk chapter 2 ini. Kali ini author bakal membuka apa yang terjadi kepada Sheffy yang udah ngubah Selphia secara total. Dan ini mungkin bakal jadi fanfic paling terakhir (Halah! Nanti gak taunya bikin lagi!). Pokoknya liat nanti aja deh... Gimana authornya... XD
Chapter 2: Leaving The World of Illusions
(Sheffy's POV)
Garnet berhasil pulang, sekarang. Norad pun berubah total. Bisa aja dunia ini tidak bisa disebut "dunia fantasi". Tapi itu "MUNGKIN". Aku sendiri belum tau tentang itu.
Aku juga belum yakin kalau aku itu satu-satunya orang yang ada disini. Karena aku adalah orang yang pelupa, jadi aku tidak bisa memastikan aku benar.
Sekarang, Trampoli berubah jadi semacam ladang bunga yang luas sekali. Seolah-olah tempat ini kembali dari awal. Tapi kalau dilihat, tempat ini udah bukan tempat yang sama lagi.
"Sheffy-san!" Teriak seseorang dari kejauhan. Aku melirik ke arah sumber suara tersebut, dan ternyata Pico kembali lagi bersama Dolce.
"Kalian kembali?!" Tanyaku kaget. Ditambah bahagia karena ternyata mereka tidak lenyap.
"Iya! Ruu-chan juga!" Jawab Pico yang keliatan senang banget. "Tapi, kenapa Trampoli jadi begini?"
"Ku ubah semuanya. Supaya Garnet bisa pulang dan Norad tidak terbengkalai begitu aja..." Jawabku. "Maaf, udah mengubah tempat kalian..."
"Tak apa!" Jawab Dolce dengan senyuman yang manis. "Yang penting tempat ini masih ada..."
"Kira-kira Selphia gimana, ya?" Tanya Pico penasaran. "Ruu-chan! Teleport kita ke sana!"
"Ok!"
Dolce pake kekuatan teleporting-nya ke Selphia. Sesampai disana, kita tidak percaya sama apa yang kita lihat. Selphia pun berubah menjadi kota yang berbeda.
"Hm? Hello! Kalian siapa, ya?" Tanya seorang anak kecil berambut hijau muda yang di ponytail kayak Frey. Cuma rambutnya pendek.
"Aku Pico! Ini Dolce, dan ini Sheffy!" Jawab Pico begitu aja. Anak itupun tersenyum.
"Aku Frey!" Kata anak itu. Kita pun kaget sesudah mendengar namanya.
"Frey?! Nama kamu sama kayak nama temen kita dulu!" Kata Pico yang masih aja cheerful. (Karena dia udah nemuin Dolce nih... :v)
"Hah?! Kalian temen Frey? Kalian dari masa lalu?" Tanyanya bingung.
"Bukan. Hidup kita lebih panjang karena kita monster. Dan anak kecil ini hantu." Jawab Dolce lembut. "Kenapa tanya begitu?"
"Kata orang tuaku, aku dikasih nama Frey karena dulu, nenek dari nenekku (Aduh... Author sebenernya bingung bagusnya pake kata apa) adalah seorang putri yang kena amnesia terus jadi pahlawan di kerajaannya!" Kata anak itu. Walaupun aku masih bingung dengan situasi ini. Tapi aku merasa, aku mengembalikan banyak orang karena aku udah mengubah Norad.
"Sebenernya aku bingung dengan keadaan Norad sekarang. Apa ini Norad yang sama?" Tanya Dolce kepadaku.
"Mungkin..." Jawabku sambil memperhatikan Pico yang asyik berbicara dengan anak tadi.
Waktupun berjalan dengan cepat, tau-tau hari sudah sore. Aku, Dolce dan Pico pergi ke pinggir pantai yang berada disekitar Selphia (atau apalah namanya. Beda generasi, bisa aja beda nama :v).
"Sheffy, kamu gak pernah mau gitu? Untuk balik lagi ke dunia kamu?" Tanya Pico yang duduk di pasir pantai disana.
"Buat apa? Aku pergi udah lama. Pasti mereka mengira aku udah mati." Jawabku walaupun aku masih berharap bisa melihat orang-orang yang aku kenal disana.
"Tapi kamu tidak boleh putuh asa begitu saja!" Kata Dolce. "Mereka bisa saja mencarimu selama ini!"
Aku cuma tersenyum.
"Kalau begitu, kita akan membawamu ke duniamu!" Seru Dolce. Pico pun langsung bangkit dari duduknya tadi.
"Gak perlu..." Jawabku sambil tersenyum.
"Nggak! Kamu harus pulang! Dunia kamu bukan disini!" Kata Pico. "Aku yakin pasti ada orang yang nungguin kamu disana!"
"Tapi untuk apa juga aku ke sana? Tujuan hidupku udah lenyap..." Balasku. "Jadi kalian tidak perlu repot-repot"
"Kamu harus pulang! Kita paksa kamu supaya kamu pulang! Mau tidak mau, kamu harus! Orang-orang disana pasti khawatir denganmu. Lalu, kamu masih bisa menggapai mimpi-mimpimu yang telah lenyap itu!" Kata Dolce dengan pandangan yang serius.
Aku memikirkannya sementara. Lalu aku berjalan mendekati lautan.
"Kalau begitu, ada beberapa hal yang aku ingin tinggalkan untuk dunia ini!" Ucapku.
"Apa?" Tanya Pico heran.
Ku julurkan tangan-tanganku dan angin pun bertiup ke arah lautan. Lalu ribuan burung bertebangan kearahan lautan. Pico dan Dolce terlihat kagum melihatnya.
"Pico, kamu masih menyimpan bibit tanaman itu?" Tanyaku sewaktu membalik ke arah Pico dan Dolce.
"Masih dong!" Jawabnya senang.
"Kalau begitu, kita pergi lapangan yang luas ditempat Obsidan Mansion dulu berada!" Kataku. (Dari mana dia tau kalo Obsidian Mansion jadi begituan coba? -_-)
Sesampai disana, aku minta Pico menanamnya ditengah wilayah itu. Bibitnya tumbuh dengan cepat menjadi sebuah pohon sakura. Lalu, dengan kekuatanku, ku ubah warna-warna bunga tersebut menjadi berbagai warna.
"Dan... Dolce, Pico, aku ingin kalian menyimpan ini!" Kataku sambil memberikan bunga yang biasanya ada dikepalaku sesudah aku masuk dunia fantasi ini. "Jangan lupain aku, ok?"
"Ya, nggak akan lah!" Jawab Pico dengan muka yang bahagia. "Lagian ini dunia yang penuh illusi! Jadi, kita pasti selalu ada!"
"Ok! Kalau begitu, aku siap!" Seruku. Dan Dolce pun memakaikanku sebuah mantra untuk kembali lagi ke duniaku. (Music yang dimainkan "Chikyuu Saigo no Kokuhaku wo" by kemu yang dinyanyiin Gumi :V)
"Dah! Sampai jumpa!" Kata Pico. Sewaktu mantra tadi berhasil mengembalikanku ke duniaku. Tapi ucapan "Sampai jumpa" Pico tadi masih bisa didengar.
Sesampai di duniaku, aku ternyata berada disuatu hutan dan ada seseorang memanggil namaku.
"Haru-chan?!" Katanya kaget sambil menyebut namaku yang sebenarnya. Dia adalah teman sekelasku, salah satu cowok yang suka bikin hal-hal yang seru dikelas.
"Hey! Aku nemuin Haru-chan!" Teriaknya dan teman-temanku yang lain pun datang bersama orang tuaku juga.
"Kamu selama ini kemana aja?" Tanya mereka. Kalau aku bilang, mereka pasti tidak akan percaya. Jadi, mungkin aku hanya kasih tau ini ke teman-teman dekatku aja.
Sejak itulah aku mulai hidupku yang lama kembali. Walaupun tetap aja, aku tidak bisa bertemu Garnet, Cherry, dll. Karena aku kenal mereka sesudah masuk Norad. Aku belum tau keberadaan mereka dimana sekarang.
Pico dan Dolce yang disana, aku harap mereka bahagia. Dan Dolce, aku harap dia sangat bahagia dengan Pico dan Racchi (Beberapa orang pasti tau siapa ini) yang berada disana.
(Dolce's POV *BONUS*)
"Ruu-chan!" Panggil Pico.
"Hm?"
"Kira-kira... Yang lain, kayak Dylas, Amber dan yang lain, mana ya?" Aku terdiam sementara memikirkan dimana mereka semua selama ini.
"Mungkin mereka-"
"DOLCE!" Teriak seseorang dengan suara yang lumayan imut.
"Ruu-chan! Liat!" Teriak Pico. Aku melihat ke arah suara tadi. Amber, Dylas, Leon, Margaret dan yang lain berada disana.
~ THE END ~
Beres akhirnya. Author ngetik chapter 2 itu dalam waktu beberapa jam aja XD (Huuu... Pamer!). Sedangkan chapter 1 bisa sampe 1 bulan XD. Tapi tetep, cerita ini pasti gaje dan gak masuk akal. Soalnya author ngetik ini sampe malem. Jadi mungkin ini otak udah gak konsentrasi. Well, ini cuma fanfict, ok? Ini hanya sebuah cerita bikinan seorang fan Rune Factory XDDD. Dan maaf sebesar-besarnya kalo ada typo karena pasti ini otak off malem-malem gini -_-. Kalo gitu, review-nya, ok? *PLAK* (Kayaknya ketuleran nih anak...)
Credits/Special Thanks:
• Males ah... Nulisnya XD. Pokoknya makasih untuk Racchi/Rakkun/Racchi Dolgatari. Terus untuk Rune Factory, Natsume, Marvelous AQL, XSEED, my OC yang berperan disini, dll. XD
Jangan lupa! Review! Author masih disini menunggu! *diseret keluar*
