Wina, Austria, 10 Januari 20xx

Aku sudah memutuskan akan mencari Gilbert dengan berbagai cara. Ludwig benar-benar tidak bisa membantu, tapi aku tahu bila ia juga mencarinya dengan caranya sendiri seperti yang Roderich katakan.

Delapan hari lagi… Gilbert akan berusia dua puluh tahun. Seandainya aku dapat mengucapkan 'happy birthday' padanya.

Apakah… Gilbert akan memaafkan perbuatanku?

Tuhan, lindungilah Gilbert dimanapun ia berada.

.

.

dve tváre

Hetalia © Himaruya Hidekaz

Saya tidak mengambil keuntungan dalam kisah ini

.

.

.

'Hoi , Eli. Diam dan bersembunyilah. Aku akan menemukan tempat persembunyian yang lain. Jika semua sudah aman, keluar dan cari bantuan.' Elizaveta takut, namun empat tahun cukup membuatnya membulatkan tekad untuk mencari sahabatnya. Mencari orang yang telah menyelamatkannya saat itu. Ruspru dan AusHung.

.

.

.

Elizaveta segera menutup notebooknya dan memasukkannya kedalam koper hitamnya. Setelah ia sudah memasukkan barang-barangnya kedalam koper, ia mulai memasukkan segala benda yang akan ia bawa ke dalam ransel kecilnya nanti.

Buku kecil, handphone, dompet, handgun, dan dokumen Gilbert.

Setelah semua siap, Elizaveta segera mengunci pintu kamarnya. Berjalan sesaat sebelum ia kembali menatap pintu kamarnya, 'apakah setelah ini aku akan dapat kembali lagi ke rumah ini?'

"Eliza, cepatlah! " teriak seorang wanita dari bawah tangga membuat Eliza segera menarik kopernya menuju lantai bawah. Ia menemukan seorang wanita dengan rambut pirang pendek tengah berbicara dengan Roderich di ruang tamu.

"Kau tahu? Berteriak seperti itu benar-benar tidak sopan, Bella" celoteh Roderich sembari menuangkan teh pada wanita tersebut..

"hehee…. Justru akan lebih efisien bila memanggilnya seperti itu."

"kau.." Roderich hanya bisa menghela nafas dan melirik elizaveta yang telah duduk di salah-satu kursi "Eliza, ada yang ingin kusampaikan padamu."

"huh?"

Roderich mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Seperti dompet, namun terlihat sedikit lebih kecil dan tebal, "bawalah ini sebagai salah satu alat perlindunganmu."

Sebuah pisau lipat serbaguna…. Elizaveta menatap Roderich dengan wajah bingung

"tidak selamanya sebuah handgun dapat membantumu." Roderich menatap lurus tunangannya, "aku akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi."

Senyum mengembang, Elizaveta langsung memeluk tunangannya. Entah berapa kali ia harus mengucapkan terima kasih kepada pria dihadapannya ini, "Oh Roderich…" gumamnya

Bella yang sendari tadi hanya menonton sembari meminum the miliknya menatap bosan, "oh, come on… apakah saat ini aku berada di dunia telenovela?" ucapnya pada diri sendiri yang sukses membuat pasangan dihadapannya melepaskan diri.

"Bella!" Bentak kecil Elizaveta dengan wajah memerah malu, lalu duduk disalah satu kursi. "Jadi bagaimana dengan—" ia mencoba mengalihkan topik.

"fufufu, aku paham maksudmu Liza." Bella memperlihatkan sebuah kunci mobil, "Aku menemukan petunjuk. Tetapi aku hanya bisa mengantarkanmu hingga menemui Romano di Madrid." Bella memberikan secarik foto yang ditunjukkan kepada Elizaveta dan Roderich.

Foto seorang pemuda menyerupai Gilbert yang tengah berjalan diantara kerumunan orang dan sebuah tulisan lokasi. membuat kedua bola mata Elizaveta membulat sempurna.

'Madrid 7 Januari 20xxx'

"!" Elizaveta dan Roderich tampak terkejut, "Darimana kau—"

"Romano. Ia mendapatkan foto ini entah dari mana dan mengirimkan padaku lewat post dua hari yang lalu."

Elizaveta menatap intens foto yang ia pengang, wajah pemuda ini… benar-benar menyerupai Gilbert, walau tampak kurus tidak seperti terakhir kali ia ingat. "INI GILBERT!" ucapnya sedikit meninggikan suara, "Bella! entah bagaimana aku berterima kasih padamu!"

"Tak perlu sungkan Eli, selama kasus ini juga menyangkut masalahku. Anggap saja ini hubungan saling menguntungkan."

Roderich menatap Elizaveta, "Aku memiliki kenalan di Spanyol, dia juga mencari seseorang yang kasusnya seperti kita, aku bertemu dengannya di Wina beberapa hari yang lalu saat kau di Berlin. Temui dia, dan samaikan salamku padanya." Lalu ia menatap serius foto ditangan Elizaveta.

"ada apa sebenarnya? Kenapa tidak ada petunjuk kecuali foto ini?" gumam pria tersebut.

"tidak, Roderich. Seharusnya kita bersyukur mendapatkan petunjuk ini." Elizaveta memasukkan foto tersebut kedalam saku bajunya, "ini langkah awal kita menemukannya."

.

.

.

.

.

"ini adalah awal dari keberadaan Gilbert aku sangat yakin."

Elizaveta to herself

TBC

author note : saya gak sanggup ngetik panjang dalam satu chapter. semoga bisa dilanjutkan lebih panjang lagi.