Singkat kata, Baekhyun sudah tak memiliki wajah untuk sekedar menyapa Chanyeol. Kejadian itu, kejadian dimana dildo hot pink yang masih menusuk belah pantatnya sudah Baekhyun patenkan sebagai hari akhir hayatnya.
Kebodohannya memang; terlalu bernafsu dengan mainan baru sehinggal lupa tempat dan terjadilah pertemuan itu.
Baekhyun tak bisa mengingkar. Jangankan memberi pembelaan, sekedar menarik napas dengan normal saja dia kesulitan. Terlebih saat itu Chanyeol muncul dalam ketampanan wajahnya dan mengatakan akan membantu mencabut si dildo sialan.
Astaga! Mengingatnya saja Baekhyun jadi ingin merobek wajahnya.
Dan kesialan berikutnya adalah Baekhee yang tertawa terbahak sesaat setelah Chanyeol pulang. Tidak tahu apa urusan Chanyeol dan Baekhee kala itu, karena setelah Baekhyun menunduk dalam-dalam dan berlalu dengan bagian bawah tubuhnya yang telanjang, pintu kamar Baekhee tertutup rapat.
"Bisakah kau enyah dari dunia ini, noona?!"
Kerucutan bibir Baekhyun adalah favorit Baekhee sejak dulu. Jadi ketika dia mendapat momen untuk membuat kerucutan bibir Baekhyun lebih runcing, Baekhee akan terus melakukan segala macam godaan pada adik semata wayangnya itu.
"Okay, okay. I'll stop." Baekhee menyeka sisa air mata di pelupuk karena tawanya yang terlalu terbahak. "Kau juga, kenapa bermain di depan pintu kamarku?"
"Aku...aku...aku hanya cepat-cepat menuntaskan rasa penasaranku. Aaarrgghh!"
"Lain kali, lakukan hal itu di kamarmu sendiri. Kalau di tempat terbuka dan aku yang memergoki, tidak masalah. Kalau kejadiannya seperti tadi, kau sendiri yang malu."
Sekali lagi, Baekhyun mengutuk semua yang membuat harga dirinya tercabik-cabik di depan Chanyeol. Lebih dari itu sebenarnya Baekhyun memiliki hal lain untuk cepat-cepat di tuntaskan. Bukan tentang dildo, melainkan keberadaan Chanyeol yang tiba-tiba muncul dan menemui Baekhee. "Noona,"
Baekhyun memutar tubuhnya, menghadap Baekhee yang kala itu turut merebahkan diri di atas ranjang Baekhyun.
"Apa?"
"Chanyeol sunbae..emm...kau..bagaimana bisa?"
Baekhee yang baru beberapa saat sibuk dengan ponselnya kini melihat Baekhyun yang menautkan dua alisnya ; penasaran. Selimut yang mereka bagi untuk menutup tubuh masing-masing Baekhee naikkan sebatas dada.
"Jangan marah, ya?"
Sejujurnya kata-kata itu lebih horor dari pesan kematian. Tapi beruntung Baekhyun bisa menahan diri untuk tidak terlebih dahulu mengguratkan kecewa dari mimik mukanya.
"Yes."
"Sebenarnya aku dan Chanyeol berpacaran."
Tidak salah lagi Baekhyun menetapkan kecewa di awal. Pernyataan Baekhee nyatanya petir di tengah badai salju, menyerang tepat di ulu hati hingga Baekhyun ingin menitihkan air matanya.
"Oh." Elakan dari semua itu adalah senyumnya yang terlihat pahit.
"Aku tahu dia sunbae yang kau suka. Ku kira ada Chanyeol yang lain."
"Bagaimana kalian kenal? Maksudku, kau di Jerman dan dia di Korea."
"Kebetulan mantan pacarku di Jerman pernah join di sebuah grup perkumpulan owner jam tangan mewah. Saat itu aku hanya ingin tau siapa saja yang bergabung dan aku menemukan Chanyeol sebagai satu-satunya member dari Korea. Dan ya...kau tahu aku ini cukup hebat menarik perhatian."
"Lalu kalian pacaran?" Baekhyun langsung pada intinya.
"Ya, aku yang mengatakan suka dan ingin dekat dengannya. Kupikir dia bisa ku manfaatkan saat aku pulang ke Korea. Kau ingat Baekhyun, sebulan yang lalu kau mengirimkan foto seorang sunbae yang kau suka? Saat itu aku berpikir, dunia ini cukup sempit hingga nama Chanyeol yang ku kira pasaran nyatanya berwujud satu orang yang sama."
Ya, sempit. Sesempit Baekhyun menempatkan perasaan rela untuk Baekhee yang lebih dulu dekat dan menjadi pacar Chanyeol.
Baekhyun sadar, dia bahkan tak lebih terlihat dari atom. Eksistensinya terabaikan karena zaman sekarang manusia menginginkan bagian atas-bawah yang memuaskan.
Baekhee terlahir dengan kecantikan yang eksotis, tubuh sedikit berisi dengan payudara dan pantat yang terlihat menggoda untuk di remas. Dan Baekhyun? Masih beruntung dia di ciptakan sebagai manusia dengan kelamin utuh meski dadanya tak mengembang. Diberi ratusan ton baking powder-pun tetap akan rata. Tidak ada yang bisa di remas.
"Kalian serasi." Gumam Baekhyun tanpa sadar.
"Hm?"
"Kau dan Chanyeol, kalian serasi. Kau cantik dan dia tampan."
"Kau juga cantik."
"Aku lelaki, noona!"
Baekhee tersenyum kecil. Tangannya bergerak menyeka rambut kecoklatan Baekhyun yang menutupi dahinya. "Kau tahu, sewaktu kita kecil dulu orang mengira kita kembar. Bahkan ada salah seorang teman ayah yang memberi hadian dua baju anak perempuan untuk kita. Aku sempat iri denganmu. Aku yang terlahir sebagai wanita tidak bisa memiliki wajah secantik dirimu."
"Gen ayah dan ibu cukup baik." Baekhyun lalu tertawa kecil, seakan lupa jika dirinya masih memiliki sisa sakit di hatinya. Tapi Baekhyun mencoba untuk rela karena Chanyeol memilih Baekhee. Meski Baekhee terkadang Baekhyun deskripsikan sebagai saudara berawalan "F" dan berakhiran "K" karena pikirannya yang terkadang konyol, tapi Baekhee adalah penggambaran perempuan cerdas yang membanggakan sekaligus kakak penyayang.
"Dan kau tahu Baekhyun, sebenarnya aku tidak cinta dengan Chanyeol."
"Ya, kau sudah bilang hanya ingin memanfaatkannya saja."
"Sebenarnya ada alasan lain."
"Apa?"
"Dia memiliki penis yang kecil." Seketika mata Baekhyun membola. Baekhee mengatakan dengan raut kecewa yang benar-benar nyata.
"WHAT?!"
"Kira-kira sebesar ini." Baekhee membuat bundaran dari telunjuk dan ibu jarinya.
"Itu besar, Baekhee?!"
"Benarkah? Ah, tapi milik Fred mantan kekasihku dulu lebih besar."
"Kau benar-benar gila! Dari mana kau tahu milik Chanyeol lebih kecil dari milik Fred?!"
"Chanyeol pernah mengirimkannya padaku." Baekhee mengambil ponselnya, menekan beberapa folder dan menyodorkan pada Baekhyun.
"WHAT THE FUCK, BAEKHEE!"
"Kecil, kan?"
Tubuh Baekhyun yang semula terelentang di ranjang kini bangun dengan mata membola dan bibir membulat.
"Itu besar, Baekhee! Milikku saja tidak ada setengahnya!"
"Oh ya? Hmm.. tapi buatku itu kecil. Aku tidak suka yang kecil, tidak imbang dengan payudaraku yang besar."
Baekhee memang memiliki selera bule pda umumnya. Kejantanan besar menggambarkan seberapa kuat gairah terpompa kala hubungan badan dilakukan. Baekhyun tak menampik fakta jika Baekhee sudah tidak lagi perawan mengingat gayanya yang terlalu ekstrim mengumbar keseksian. Tapi Baekhyun juga tahu jika tidak sembarangan Baekhee melakukan hubungan sekalipun itu dengan kekasihnya.
Wanita juga berhak memilih, begitu kata Baekhee.
"Baekhee,"
"Hm?"
"Penis Chanyeol cukup besar menurutku."
"Penilaian setiap orang berbeda-beda, Baekhyun."
"Baekhee,"
"Apa?"
"Bagaimana ya rasanya ditusuk penis sebesar itu?"
.
.
TBC
Bashot : gak jauh beda sama Baekhyun Sunbae, tiap Chap-nya emang bakal sepanjang ini-ini aja hehe... happy maljum yeorobuuun~~~
Update siang2 karena nanti malam mau hibernasi sekaligus selesaikan misi game hehe..
Btw, Baekhyun ini kadang panggil Baekhee gak pake "noona" kalo lagi terkejut. Chap ini belum apa momen Chanbaeknya, sengaja buat menjelaskan asal muasal Baekhee dan Chanyeol kenal hehe..
Saranghae~~
