Chapter sebelumnya, Hinata bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan iblis yang ditemuinya semalam! dan kelihatannya, Winter juga Rain sangat membenci pemuda yang bernama Sai itu! Sai membuat pingsan Naruto dan Hinata! Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Warning : OOC, Some OC, Hina-centric, typos, alur labil
Genres : Romance/Fantasy/Angst/A lil bit humor/Supernatural
Pairing : SasuHina as main pair and other hints
Rate : T
Naruto is belong to Mr. Masashi Kishimoto
By : Winter And Rain
-Calendula Of Moonlight-
Chapter 4
(He's Come Again!)
.
Please enjoy it!
xxx
.
.
Rumah Hyuuga, pukul 14.00…
.
.
"Ngg? Dimana aku…?" ucap Hinata yang baru saja terbangun dari tidur 'panjangnya'. Dia mencoba untuk membuka semua matanya, 'bau obat.' Batin gadis Hyuuga itu.
"Hinata, akhirnya kau sadar." Kata seseorang disebelahnya.
"Ayah? Apa yang terjadi denganku?" Tanya Hinata pada Hiashi.
"Kau diserang iblis, Hinata." Jawab Hiashi datar. Hinata terdiam. Dia kembali teringat apa yang terjadi dengannya saat di sekolah tadi siang,
"Ayah…apa betul…aku ini sebenarnya iblis?" Tanya Hinata tiba-tiba. Hiashi tersentak dengan perkataan putrinya itu. Tapi dia segera menenangkan dirinya sendiri.
"Tidak. Hinata. Kau bukan iblis. Kau adalah pembasmi iblis. Siapa yang berani mengatakan hal itu?" balas Hiashi. Hinata kembali terdiam.
"Sudahlah…jangan dipikirkan. Sekarang, kembalilah beristirahat." Ucap Hiashi sambil berlalu dari tempat itu. Hinata membaringkan kembali tubuhnya.
'Sebenarnya, siapa pemuda itu?'
.
.
Teras rumah Hyuuga, pukul 16.00…
TING TONG
"HIME-SAMA~~ Aku datang menjengukmu ~" seru seorang gadis berambut baby blue.
"Sstt, jangan keras-keras, Winter!" kata pemuda di sebelahnya.
"Kau tahu, Rain?" celetuk seorang pemuda pirang. Rain menengok ke sebelah kanan,
"Tahu apa?" Tanya Rain.
"Setiap aku melihat rumah Hinata, entah kenapa aku merasa takjub. Mewah bener." Jawab Naruto. Rain sweatdrop mendengar perkataan Naruto.
Tak lama setelah Naruto mengatakan hal ajaib itu, muncul seorang pria yang cukup mirip dengan Hinata,
"Ya, Siapa kalian?" tanyanya sembari memberikan deathglare. Sontak Naruto dan Winter yang melihatnya langsung bersembunyi di belakang Rain.
"Oi Rain! Jelasin gih ke bapaknya Hinata maksud kedatangan kita!" pinta Naruto gemeteran.
"Kenapa mesti gue?"
"Udah cepet jelasin aja Rain!" balas Winter sambil memukul pelan punggung Rain.
"Ck, ok ok. Baiklah, err…maksud kami datang kesini sebenarnya…Ingin menjenguk putri anda, Hinata sekaligus ada kerja kelompok yang harus kami selesaikan. Kami bertiga teman baiknya," Jelas Rain kalem. Hiashi mengangkat setengah alisnya, "Oh, begitu. Silahkan masuk."
Dengan langkah yang sopan, ketiga remaja itu memasuki rumah sang Hyuuga itu. Tapi belum dua langkah mereka masuk,
"Hei kalian berdua! Si biru dan si coklat! Kemari sebentar!"
DEG
"Err…kami?" Tanya Winter dan Rain berbarengan. Hiashi menatap tajam mereka berdua,
"Ya. Kalian. Kemari sebentar!"
Winter dan Rain saling berpandangan panik.
'Bagaimana ini?' pikir mereka berdua. Hiashi masih terus menatap mereka, "Cepatla—"
"Tunggu paman! Memangnya ada apa dengan mereka berdua paman? Apa mereka aneh?" sambar Naruto memotong perkataan Hiashi. Hiashi mengalihkan pandangannya kepada Naruto,
"Tidak. Tidak apa-apa. Hanya saja—"
"Nah! Kalau begitu, boleh kan kami kedalam sekarang?" potong Naruto (lagi) sambil menarik tangan Winter dan Rain kemudian kabur ke kamar Hinata. Hiashi merengut.
"Ck, apa-apaan anak itu, tidak sopan sekali." Hiashi menendang buku yang ada di depannya. Para pelayan jawsdrop melihat tingkah majikannya. Kemudian Hiashi kembali memasang muka curiga.
"Kurasa, ada yang aneh pada kedua anak itu…" ucap Hiashi, "Hmm…mungkin hanya perasaan ku saja!" lanjutnya sambil berlalu.
.
.
"Huft! Thanks banget Naruto udah nolongin kita berdua!" kata Winter sambil berterimakasih. Naruto hanya mengangguk senang, "Tapi kok bisa ya? Paman Hiashi curiga pada kalian berdua?"
"Ohh~ itu karena, kita berdua adalah—"
HUP!
"Oi Winter! Jangan sampai identitas kita terbuka!" bisik Rain pada Winter sambil menutup mulut Winter. Winter hanya memutar kedua matanya, "Iye sori lupa!"
"Hei! Kalian berdua kenapa sih?" Tanya Naruto heran.
"Gak apa-apa, nevermind. Ayo kita kedalam!" Jawab Rain menarik tangan Naruto dan segera masuk ke kamar Hinata. Winter hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan ikut masuk ke dalam.
.
.
"Hinata-hime~ Kami datang~ Ayo kita kerja kelompok!"
Hinata yang saat itu sedang melamun, langsung melihat kearah pintu kamarnya. Winter, Rain dan Naruto berdiri di pintu itu. Hinata tersenyum.
"Rupanya ada kerja kelompok ya? Aku…tidak tahu."
"Yup! Pada saat kau pingsan tadi, Kakashi-sensei menyuruh kita untuk membuat kelompok yang beranggotakan empat orang! Tugasnya…kita harus membuat mind map tentang Iblis dan Malaikat!" jelas Rain bosan.
'Iblis dan malaikat?' batin Hinata.
"Kalau begitu ayo kita buat!" seru Naruto sambil memeluk Hinata secara tiba-tiba. Muka Hinata memerah. Baru saja Winter akan menendang Naruto, tiba-tiba…
"JANGAN SENTUH HINATAKU BAKA!" teriak seseorang secara tiba-tiba.
DUAGH!
"GYAA!"
Winter dan Rain shock saat melihat angin(?) yang melintas di depan mereka. Naruto yang terkena tendangan 'maut' itu seketika langsung tepar. Lalu Hinata…
"Kak Neji? Apa yang kau lakukan di sini?"
Pemuda yang dipanggil Neji itu langsung memalingkan wajahnya ke arah Hinata.
"Hinata-chan! Aku tak akan membiarkanmu disentuh oleh siapapun!" Neji menghambur untuk memeluk Hinata.
"Tapi kak, dia itu temanku…"
"Mau dia teman kek, sahabat kek, apalagi pacar, gak akan kubiarkan siapapun menyentuh Hinata!" seru Neji sambil memberikan deathglare kepada Naruto dan Rain. Yang dipandang hanya bergidik ngeri. Hinata tertawa.
"Hellow~ kapan nih kita akan mulai?" Tanya Winter yang merasa dilupakan.
"Oke! Ayo kita mulai sekarang!" ajak Hinata gembira. Sedangkan Neji terus beradu mulut dengan Naruto dan Rain (yang entah kenapa mahluk satu ini ikut dibawa-bawa).
.
.
Kamar Hinata, pukul 00.00.
Hinata merasa dia tidak bisa tidur. Sepertinya insomnianya kembali menyerangnya. Sudah berkali-kali dia mencoba untuk menutup matanya, tapi tetap gagal. Kau tau? Memaksakan mata untuk tertutup itu rasanya benar-benar sakit.
"Lama tidak berjumpa, Hime," tiba-tiba, sebuah suara yang familiar di telinga Hinata menyapanya. Hinata mencoba mencari asal suara itu. Kali ini dia waspada.
"Tidak usah mencariku sampai segitunya, aku berada di atasmu."
Hinata menengok ke atas. Ya…seorang iblis yang mirip Sai sedang bergantung di atas atap kamarnya. Walaupun tidak terlalu kelihatan karena gelap.
"Apa maumu kemari! Kalau ingin bertarung, kemarilah!" tantang Hinata. Iblis itu hanya tersenyum.
"Aku kemari tidak untuk bertarung, hime," jawab sang iblis.
"Sebenarnya, kau itu yang mana?" Tanya Hinata. Si Iblis itu mengangkat alis yang satunya.
"Yang mana apanya?"
"Tidak usah pura-pura tidak tahu! Sekolahku kedatangan murid baru! Dia mirip sekali denganmu. Bahkan pandanganmu sama dengannya!" jelas Hinata kesal. Si iblis itu kaget dengan ciri-ciri seseorang yang dideskripsikan Hinata.
"Namanya adalah…SAI!"
PRANG
"Sai kau bilang?" Tanya iblis itu sekali lagi. Hinata mengangguk. Si iblis berdecih.
"Cih, dia rupanya. Untuk apa dia kesini?"
"Hinata-sama! Ada apa?" Tanya para pelayan di luar. Hinata yang tadinya akan berteriak minta tolong, bibirnya langsung terkunci dengan tangan si iblis.
"Dengarkan aku, hime. Kau harus hati-hati dengan orang itu. Jangan sekalipun kau mau diajak olehnya kemana-mana. Aku tidak ingin kau sampai tertipu dengan orang itu!" peringat sang iblis.
"Atas dasar apa aku harus menurutimu, tuan iblis?" kata Hinata sembari menyingkirkan tangan si iblis.
"Karena aku tidak mau…nyonyaku sampai terluka." Balasnya pelan.
"What?"
"Nevermind. Sekarang aku harus pergi, sampai jumpa jodohku tercinta~" lanjutnya menghilang dalam kegelapan. Hinata terdiam.
"Hinata-sama! Apa yang terjadi denganmu?" seru para pelayan panik.
"Ah! Tidak ada apa-apa! Sudahlah jangan terlalu khawatir!" Hinata menenangkan pelayannya.
'Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Kenapa terus muncul hal-hal ganjil seperti ini?'
TBC
A/N:
Hello Winter here! Gimana chappie 4 nya? Semoga kalian enjoy. untuk genre, Winter menambahkan Supernatural. Selain itu, ada humor nyempil ya disini? Jangan heran, Winter paling seneng bikin Hiashi sama Neji jadi OOC. Habisnya seru sih! *ditendang Duo Hyuuga* dan btw, sebenernya pengen balesin review kalian satu-satu, cuman...kayaknya kagak sempet deh. J
Oh ya, spoiler nih, ntar Akatsuki muncul loh~ kira-kira menurut kalian, mereka bakal jadi apaan? *LOL* dan sepertinya humornya akan terletak di situ...*what*
Mungkin segitu dari Winter, saran dan kritik akan kami berdua terima dengan baik. Dan semisalnya kalau kalian punya ide, curahkan saja pada kami berdua~
terakhir...
Review please? :3 *kabur buat nyari Rain*
