Chapter sebelumnya, sekolah Hinata kedatangan tiga murid baru! Masalahnya, dua diantara tiga murid baru ini sama-sama mengincar Hinata! Siapa mereka sebenarnya?
Warning : OOC, Some OC, Hina-centric, typos, alur labil
Genres : Romance/Fantasy/Angst/A lil bit humor/Supranatural
Pairing : SasuHina as main pair and other hints
Rate : T
Naruto is belong to Mr. Masashi Kishimoto
By : Winter And Rain
-Calendula Of Moonlight-
Chapter 6
(Missing Indigo!)
.
Enjoy!
(0_0)
Di kelas 2-A…
.
.
"Winter-san…"
Yang dipanggil hanya melamun. Hinata mencobanya sekali lagi.
"Winter-san…"
Winter masih tidak menjawab. Hinata mulai kesal.
"Winter-san…kumohon jawablah!"
Lagi-lagi Winter tidak menjawabnya. Hinata benar-benar kehabisan kesabaran. Dia menghirup nafas dalam-dalam. Kemudian…
"…WINTER-SAN! SADARLAH!"
BRAK
"Huwaa! Aku hadir! Aku hadir!" Winter terjungkal dari kursinya dan dengan gelagapan dia menjawab panggilan Hinata –lebih tepatnya ngomong sendiri-.
"Akhirnya kau sadar juga Winter-san!" ucap Hinata senang. Winter melirik kearah Hinata, dia hanya bisa tertawa garing, "ahahaha…seperti yang kau lihat, aku sadar kok. Ngomong-ngomong, ada apa memanggilku?"
Hinata menggembungkan pipinya, "Huh! Justru itu yang harus kutanyakan kepadamu! Kamu kenapa? Kok dari tadi ngelamun terus? Ada masalah?"
"Err…tidak kok! Tidak ada apa-apa!" jawab Winter. Hinata hanya menghela nafas.
"Yasudahlah…aku tidak akan memaksamu memberitahu ada apa denganmu! Aku ke toilet sebentar ya."
Hinata beranjak dari kursinya. Namun belum satu langkah saja dia bergerak, Winter menarik tangan gadis itu. Hinata menatap Winter, "ada apa Winter-san?"
"Ah…tidak apa-apa...aku hanya ingin bilang…hati-hati." Jawab Winter. Hinata bingung. Kemudian dia tersenyum, "aku cuman ke toilet kok! Jangan terlalu khawatir!"
Winter melepaskan genggamannya. Hinata langsung berlari kecil ke luar kelas. Winter terdiam.
"Kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, hime."
(0_0)
Lorong sekolah…
.
Hinata berjalan pelan. Dia teringat dengan ketiga murid baru tadi. Terutama cowok ayam yang kalau dia tidak salah dengar, namanya Sasuke.
"Rasanya, dia benar-benar mirip dengan iblis yang dari kemarin mendatangiku. Apa dia memang iblis itu? Atau hanya perasaanku saja?" gumamnya, 'tapi kalau beneran iblis itu, amit-amit! Aku akan membasminya!' batinnya semangat. Kasian Sasuke.
Sedang asyik-asyiknya berfikir, tiba-tiba seorang perempuan mendatanginya. Hinata kaget karena perempuan itu datang begitu saja. Perempuan itu berbicara sebentar dengan Hinata, lalu langsung menarik tangan Hinata tanpa membiarkan Hinata berkata apapun.
(0_0)
Taman Sekolah…
.
"Tak akan kubiarkan kalian merebut Hinata!" kata Sasuke berapi-api.
"Saya juga tidak bisa membiarkanmu merebut Hinata." Ucap Sai sambil tersenyum.
"Brengsek kau Sai! Lebih baik kau cepat pulang bodoh!" Sasuke men-deathglare Sai. Tapi Sai sama sekali tidak takut.
"Kau saja yang pulang. Dasar pantat ayam mania. Atau kusebut saja Chicken-butt boy?" ejek Sai balik sambil terus tersenyum.
"Apa katamu pria-datar-tapi-mencurigakan-yang-selalu-tersenyum-seperti-om-om?" ejek Sasuke balik. Sumpah, itu sebutannya panjang bener.
"Kalian berdua lebih baik menyerah! Karena, akulah yang akan membawa Hinata! Oh Jashin~ tolonglah bantu hambamu ini!" kata Hidan bawa-bawa Jashin. Siapa itu Jashin author saja tidak kenal. Kali ini Sasuke menatap Hidan. Tentu saja tetap membawa-bawa deathglare andalannya yang asli gak ada serem-seremnya itu.
"Apa kau bilang Hidan? Dasar psikopat! Jangan sentuh Hinata heh!" ancam Sasuke.
"Psikopat? Itu sebutan yang indah untukku~" balas Hidan tidak serius.
"grr…" Sasuke menggertakan giginya.
"Aku tidak peduli." Celetuk seseorang dibawah pohon. Dan kali ini, Sasuke menatap Sasori. Dari tadi ini orang tatap menatap mulu.
"Kalau kau tidak peduli, untuk apa kau disini?"
"Woles aja keles. Aku disini karena…ingin aja!" jawab Sasori enteng.
"Grrr…kalian bertiga!"
Baru saja Sasuke akan memukul ketiganya, tiba-tiba...
"Hoii! Skip dulu berantemnya! Hei kalian berempat! Apa kalian melihat Hinata?" Tanya seseorang. Ternyata dia adalah Sara(1), teman sekelas Hinata. Keempat pemuda itu mengalihkan pandangannya kepada gadis merah tersebut.
"Loh? Memang Hinata kemana?" Tanya Sasuke khawatir.
"Justru itu yang akan kutanyakan. Dia daritadi menghilang. Dan sudah kucari di seluruh penjuru sekolah ini. Padahal ada tugas kelompok yang harus kami selesaikan!" jelas Sara. Keempat pemuda itu saling pandang.
Jangan-jangan…
"Hinata! Kau ada dimana!?" teriak Sasuke yang berlari keluar gerbang. Sai mengikutinya dari belakang. Sara bengong.
(Lagu dimulai)
Intro song 1
"Huh…apa-apaan sih mereka itu. Dasar norak. Seharusnya mereka itu calm dikit dong! Apa mereka tidak tahu ya? Sudahlah, aku tidak pe— huwaa!" sebelum Sasori menyelesaikan kata-katanya, Hidan menariknya keluar gerbang.
Intro song 2
Chibi version. Keempat pemuda itu berlari mencari Hinata dengan muka berbeda-beda. Sasuke dengan muka sok panik campur cool. Sai tersenyum gembira (?). Hidan dengan muka –gawat kalau Hinata hilang gue bakal dibunuh boss- dan Sasori dengan muka masam.
Nagare nagare te kita mon da
(Mereka berpencar, First group, SasuSai) Sasuke mencari Hinata ke semua barang yang dilihatnya.
Kita kara nishi e kake nuke te kite
Sedangkan Sai tersenyum-senyum gaje di belakangnya sembari mengobrak-abrik tong sampah.
Tadori tsui ta koko wa ittai doko
Pada akhirnya, Sasuke secara tidak sengaja mengangkat rok cewek dan Sai secara tidak sengaja juga menemui si pemilik tong sampah. Dua-duanya hampir berakhir tragis jika Sasuke tidak segera kabur sambil menarik kerah baju Sai.
Karada wa yake ni karu ku naru
(Next Group, SasoHidan) Hidan mengadakan sebuah Ritual mencurigakan. Dimana dia terus mengatakan 'JASHIN, DIMANAKAH HINATA BERADA? BERITAHULAH KAMI WAHAI JASHIN!' dan menarik perhatian orang-orang.
Too kude min na tema neki shiteru
sedangkan Sasori mengangkat-ngangkat papan bertuliskan 'BUKAN TEMAN SAYA'
Hata mata koko wa ten goku ka chi no hate ka
Ujung-ujungnya dua-duanya dicurigai warga setempat. Polisi datang mengejar. As fast as he can, Sasori kabur membawa Hidan yang mengamuk karena merasa 'ritual'nya diganggu.
Reff:
So kawaii hito yo kocchi e kite o kure
Keempat pemuda itu kembali bertemu dengan tidak elit atau tabrakan. Sasuke menanyakan apa SasoHidan menemukan Hinata.
Maa boku no hana shi o kika nai ka
Dengan masam Sasori menjawab tidak. Sasuke menghela nafas dan kemudian dia mengeluarkan samsulnya(2).
Mata kawaii hito ga waratte kure ru nara
Sasuke menelopon seseorang untuk dimintai bantuan. Sasori dan Hidan menunggunya dengan rapi.
Saa itte miyo oka yume no kuni
Sedang sibuk menelepon, Sai dengan polos mencolek bahu ketiga temannya. Dia menunjuk kearah belakang dan taraa…segerombolan polisi, keluarga, cewek dan warga sedang berlari ke mereka dengan beraneka ragam senjata. Sasuke, Sasori dan Hidan memasang muka pucat. Dengan cepat mereka berlari ke arah layar (ngerti kan?) dan lagi-lagi Sasuke mesti menarik Sai.
(Back to Song)
Sakura mai chiru hana fubu ki
No koe yama koe kaki wake te kite
Yasa shiku sarete sonoki ni natte
Winter, Rain dan Naruto baru saja menerima panggilan kematian dari Sasuke. Seketika muka mereka pucat pasi mendengar Hinata menghilang dan mendengar teriakan Sasuke. Dengan sigap mereka langsung ngacir mencari Hinata.
Too i ano hini chuu ning
Hatsu koi no ano koto kasa ne ruze
Ama i kao rini yowa sare te awa ni naru
Ternyata, dua misterius Kiba dan Shino mendengar percakapan mereka! Dengan sok pahlawannya, mereka ikut-ikutan mencari Hinata. Tapi sebelumnya, mereka pasang pose ala superman dan batman kecebur got. Sara yang melihat semua kejadian itu dari awal sekejap langsung pingsan. Dia berfikir, ada apa hari ini sebenarnya dengan Hinata?
Reff:
So kawaii hito yo kocchi e kite o kure
Maa meu tsuri shi cha u boku dake do
Disini diperlihatkan trio WRN (Winter Rain Naruto) mencari Hinata. Dengan autisnya, Naruto dan Rain mencari Hinata disetiap rumah-rumah yang mereka lewati (?) Winter yang kehabisan kesabaran gak pake BaBiBu langsung memukul mereka berdua.
Mata kawaii hito ga waratte kure ru nara
Saa itte miyo oka yume encho
Di lain tempat, diperlihatkan Neji yang mendengar kabar dari Kiba dan Shino kalau Hinata menghilang. Otomatis Neji langsung panik. Mempertambah masalah, Kiba menakut-nakuti Neji tentang Hinata. Gak lama setelah itu, Neji pingsan dan terpaksa, duo maut itu mengangkat Neji ke puskesmas terdekat.
(Back To Song)
Hana yo cho yo tori tachi yo
Dengan lemas, SasoHidanSasuSai berjalan tanpa gairah karena Hinata tidak juga ditemukan.
Kusu gutte kure ru na
Mereka duduk di kursi taman. Masih dengan lesu, mereka tenggelam dalam fikirannya masing-masing.
Momoya ai ya yama buki ni
Sedang asyik-asyiknya berfikir, Sasuke seperti melihat bayangan sang malaikat aka Hinata yang berlari di dekat semak-semak.
Tsutsu mare te yura meku
Akhirnya, dia memberitahu tiga lainnya. Dengan harapan besar, mereka kembali mencari Hinata di tempat yang ditunjuk Sasuke tadi.
Intro again~ Intro 3
Dengan semangat (kecuali Sasori) mereka berlari dengan ekspresi awal, Chibi version again. Dan Sasuke melihat Hinata sungguhan! Begitupun ketiga lainnya. Pada saat akan menyamperi Hinata, gadis itu kembali hilang. Keempatnya terduduk lesu. Tapi sepertinya itu tidak berlaku pada Sasuke. Dia dengan semangat berlari ke arah tempat Hinata menghilang.
Reff:
Mata kawaii hito ga waratte kure ru nara
Saa itte miyo oka yume no kuni
Sasuke akhirnya melihat Hinata! Dia tersenyum lega saat dilihatnya Hinata bersama seseorang. Yah sepertinya Sasuke kenal dengan orang itu. Sasuke menelepon Winter dan Rain untuk menyuruh Hinata balik ke sekolah.
Mata kawaii hito ga waratte kure ru nara
Sasuke tersenyum bangga karena telah berhasil menemukan kekasih (?) tersayangnya.
Saa itte miyo oka yume encho
Tapi itu tidak berlangsung lama, karena HidanSasoSai sudah menunggunya dengan senyuman menakutkan. Sasuke mencoba meminta maaf karena sudah merepotkan mereka.
Last Intro
Lagu inipun berakhir seiring dihajarnya Sasuke sampai babak belur oleh ketiga orang itu.
-END OF SONG-
(0_0)
Hinata place…
.
Winter, Rain dan Naruto berlari ke Hinata. Hinata menyambut mereka dengan senang.
"Himee! Kamu kemana sajaa?" Tanya Winter memeluk Hinata.
"Ini…aku menemui adikku. Tadi dia datang kesekolahku dan memaksaku menemaninya makan. Padahal aku belum memberi jawaban apapun. Hehehe…" jelas Hinata. Winter dan Rain lega karena Hinata tidak kenapa-napa.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Hinata." Kata Naruto yang berdiri disebelahnya. Sebenarnya, pemuda ini khawatir saat mendengar Hinata menghilang begitu saja. Namun saat melihat gadis yang disayanginya tidak apa-apa, dia sangat lega.
"Hehehe…terimakasih sudah mengkhawatirkanku, Naruto-kun." Balas Hinata tersenyum sangat manisss. Muka Naruto seketika memerah begitu melihat gadis yang dicintainya tersenyum seperti itu. Ya tidak hanya Naruto saja, muka Rain juga ikut memerah.
"Ahahaha! Sama-sama Hinata!"
"EKHEM! Sepertinya aku dilupakan nih!" seru seorang gadis cilik. Pandangan mereka teralih pada gadis itu. Dia adik Hinata, Hyuuga Hanabi.
"Hei! Kau ini bandel sekali sih! Sudah tau kakakmu sibuk sekolah! Masih saja cari masalah! Jangan seenaknya begitu dong!" nasehat Winter kepada Hanabi. Hanabi tidak terima dibilang Troublemaker seperti itu.
"Biasa saja dong GENDUT! Gak usah galak-galak!" ejek Hanabi.
"UAPAA KATAMU!? AKU TIDAK G-E-N-D-U-T TAU!" Winter seketika mengamuk ketika diejek Hanabi.
"Woi Winter sudahlah! Jangan mengamuk seperti itu! Kau tidak gendut kok!" sergah Rain memegang tangan Winter agar gadis itu tidak memukul Hanabi. Winter akhirnya mengalah. Selama ini memang hanya Rain yang bisa menenangkannya. Hanabi tersenyum puas. Winter cemberut.
"Baiklah Nee-chan! Aku pergi dulu! Terimakasih sudah menemaniku! Aku harus balik ke teman-temanku!" ucap Hanabi pada kakak tersayangnya, "Bye!"
"Bye Hanabi! Hati-hati!" balas Hinata.
"Anak yang heboh ya…" celetuk Rain,
"Heboh sekaligus menyebalkan!" sambung Winter. Hinata tertawa mendengarnya.
"Oh ya! Aku harus balik ke sekolah! Aku harus minta maaf pada Sara!" kata Hinata tiba-tiba.
"Tidak usah. Soal Sara besok saja. Lagipula sudah waktunya pulang sekolah," Naruto menyerahkan tas Hinata kepada sang empunya (Loh? Kapan mereka mengambilnya?), "Lagipula, kita harus ke puskesmas dulu sekarang." Lanjutnya.
"Hah? Ngapain ke puskesmas?" Tanya Hinata agak kaget.
"Hmm…si Neji pingsan begitu mendengarmu pingsan~" jawab Rain.
"A-apa? Aduh dasar Nii-san! Baiklah! Temani aku yahh!" pinta Hinata.
"Tentu saja Himeee~" jawab Winter.
Akhirnya mereka bertiga pergi disenja yang indah ini.
Tapi tidak seindah nasib yang dialami Sasuke tentunya.
(0_0)
Di tempat lain…
.
"Huh biar tau rasa kau!" kata Hidan kesal.
"Dasar sialan kalian bertiga! Aku kan sudah minta maaf!" bela Sasuke yang sudah babak belur. Dia mendecih berkali-kali.
"Kalau begitu, ingat ya Sasuke, Hinata tak akan kuserahkan padamu…" ucap Sai tersenyum aneh, "Bye!"
"Hinata juga tak akan kubiarkan jatuh ke tanganmu Sasuke! Kalau tidak, aku bisa dibunuh Boss!" sahut Hidan ngeri sambil ngacir dari situ.
Sasuke kembali mendecih, dia melirik Sasori, "dan kau? Ada yang mau kau sampaikan?"
Sasori tersenyum, "Aku disini untuk mengawasimu, bukan gadis bernama Hinata itu." Jawabnya.
"Mengawasiku? Untuk apa?"
"Atas perintah seseorang tentunya, kau pasti taulah…," lanjutnya, "Baiklah, aku duluan. Jaga baik-baik si Hinata itu!"
Sasuke mengangkat satu alisnya.
"Ini semua akan menjadi sangat merepotkan…" gumamnya.
.
(Shikamaru: Hei! Itu trademark gue! Jangan dicaplok pantat ayam!)
.
TBC
A/N: Hello Winter disini! Langsung aja karena mata dah satu watt lagi. Sebenernya udh mau update dari lusa kemarin. Cuman karena Winter sibuk bener, maka updatenya baru hari ini YAY! *ditabok Readers*
AND...Lagu diatas adalah lagu "Hi Hi Puffy AmiYumi -K2G" biar menghayati monggo dibacanya sambil dengerin lagu ini. Sebenernya ane nyolong dari kartun namanya "Teen Titans". Lagunya aja sih...Soalnya Winter cuman kepikiran lagu ini aja. Lagipula kalau kalian liat perbedaannya JAUHH banget. Yang satu ngejar penjahat, yang ini mah nyari anak ilang (?).
Chap ini gak terlalu berat kan? Gak berat sih sebenernya. Sengaja. Persiapan sebelum masuk yang "wah" bingitss. Jadi mohon berswabar ya readers-readers ku tersayang~ Have fun dulu aja.
Saran dan Kritik diterima dengan terbuka. Maap kalau belum terlalu jelas penggambaran lagunya, baru belajar juga sih...hehehe. Imajinasi saya ketinggian *what* dan benar kata Rain di AN sebelumnya, kami perlu penyatuan alur, apalagi cuman bisa komunikasi lewat Social Network. Jadi mohon bantuannya~
Terakhir...I LOVE YU ALL AND DON'T FORGET TO REVIEW~ :*
