Chapter sebelumnya, Hinata tiba-tiba menghilang! Namun akhirnya dia ditemukan. Apa lagi yang akan terjadi setelah ini?


Warning : OOC, Some OC, Hina-centric, typos, alur labil

Genres : Romance/Fantasy/Angst/A lil bit humor/Supranatural

Pairing : SasuHina as main pair and other hints

Rate : T

Naruto is belong to Mr. Masashi Kishimoto

By : Winter And Rain

-Calendula Of Moonlight-

Chapter 7

(She's mine...I Think?)

.

Enjoy!

(Warning: full romance and friendship)

XXX

.

Rumah kediaman Hyuuga, pagi hari...

.

"Neji-san! Cepatlah sedikit! Kita sudah hampir terlambat!" seru Hinata di depan teras. Neji dengan tergesa-gesa berlari gesit. Namun...

GEDUBRAK

"Aduhh!" rintih Neji yang terjatuh dari tangga teras. Hinata spontan mendatangi Neji. Dengan lembut, dia memegang dahi Neji yang memerah akibat terjatuh tadi.

"Huaa Neji-san! Dahimu terluka gara-gara aku!" Hinata memegang pipi Neji sambil terus melihat luka di dahi Neji.

BLUSH

Terlalu dekat...

Terlalu dekat...

Bibir Hinata merah ranum...

Rasanya...rasanya...

Aku ingin menci—

TING

"Waa! Hinata menjauh dariku!" teriak Neji mendorong bahu Hinata pelan. Hinata mengangkat kedua alisnya.

"Ada apa, Neji-san? Ada yang salah denganku?" tanya gadis itu polos, "Jangan-jangan, aku lupa pakai bedak! Huwaa gawat!"

Neji memijit kepalanya, 'A-apa yang kupikirkan tentang Hinata? Jangan jadi mesum! Ingat! Kau itu bukan Naruto! Kau adalah orang yang disegani, Neji!'

Diujung sana Naruto jatuh dari mejanya dengan tidak elit.

"Ah! Hinata! Bukannya lebih baik kita berangkat sekarang? Sudah jam 7.30 loh..." kata Neji mengingatkan gadis itu kembali.

"Haa! Oh iya benar! Sudah jam 7.30 lagi! Kita benar-benar telat! Ayo Neji-san!" Hinata menarik tangan Neji dan berlari menuju mobil. Di balkon rumah, Hiashi tersenyum bangga.

'Masa remaja itu benar-benar indah' pikir Hiashi ala bapak-bapak (emang bapak-bapak ye?).

.

Gerbang Sekolah...

.

"Arigato ne! Neji-san! Sampai jumpa nanti!" Dengan terburu-buru, Hinata menutup pintu mobil dan masuk ke sekolah. Dia sempat minta maaf pada Satpam. Neji tersenyum melihat tingkah gadis itu, "Eh tunggu aku Hinata! Masa aku ditinggalkan begitu saja?"

Baru saja akan memarkirkan mobilnya, dia melihat sesuatu di kursi tempat Hinata duduk tadi. Dan Taraaa...Bekal Hinata tertinggal di sana.

"Oh..May...God! Gawat kalau Hinata tidak makan siang nanti!" Neji mengambil bekal makan siang itu dan mengikuti jejak sang putri tanpa memarkirkan mobilnya. Si Satpam yang diketahui bernama Sanji (WHAT) marah-marah sendiri gara-gara dikacangin.

Di kelas 2-A...

"Se-selamat pagi! Maaf aku terlambat Sensei!" ucap Hinata membungkukkan badannya. Tapi...ternyata sensei kesayangannya alias Shizune tidak terlihat batang hidungnya sama sekali. Hinata celingak-celinguk mencari Shizune.

"Tidak usah kau cari Hinata! Shizune-sensei hari ini absen!" kata Naruto tiba-tiba.

"Oh begitukah? Syukurlah~" lega Hinata.

"Ngomong-ngomong, kok tumben kau telat? Biasanya tidak kan? Ada apa?" Tanya Naruto. Hinata tersenyum.

"Hanya ada masalah sedikit kok! Tenang aja!" jawab gadis itu ceria. Sedang asyik ngobrol, mahluk tak diundang datang ke kelas Hinata! Siapa lagi kalau bukan...NEJI!

BRAKK

"HINATA! UNTUNG SEMPAT!" teriak Neji di depan pintu kelas.

"Kyaaa~ Neji-senpai~" teriak cewek-cewek histeris di kelas itu.

"Loh? Neji-san? Ada apa?" tanya Hinata sedikit kaget. Sama halnya dengan Naruto yang ikut kaget dengan kehadiran mahluk aneh ini. Neji men-deathglare Naruto dan menyuruhnya untuk menjauh dari gadisnya. Gak pake Babibu, Naruto kabur ke mejanya.

"Hehehe...ini...bekalmu tertinggal di mobil tadi, makanya aku kesini untuk mengembalikannya!" Jelas Neji riang gembira (?). Hinata memasang muka sumringah.

"Kyaa~ Arigato Nejii. Kau adalah tunangan yang sangat baik!" seru Hinata langsung memeluk Neji. Kemudian dia mencubit pipi pemuda itu dan...

CUP

Mencium pipinya.

Neji mematung (lagi). Tapi kali ini pipinya memerah. Sangat merah.

"KYAAA! ADEGAN YANG MANISSS! SO SWEET!" seru orang sekelas. Kecuali beberapa orang. Siapa lagi kalau bukan Sai, Sasori, Hidan, Naruto dan Sasuke? Terutama Sasuke.

'Wah-wah, sepertinya ada yang terbakar api cemburu nih,' (Sai)

'Emang gue pikirin?' (Sasori)

'Wow, aku ga nyangka ternyata...Hinata itu orangnya beranian yak!' (Hidan, tak ketinggalan dengan kameranya, dia sibuk memfoto adegan itu)

'...' (Diam membisu, Naruto. Patah hati)

"Hi-hinata...Hinataku..." ucap Sasuke pelan. Terbata-bata.

'ckckck...masa remaja itu benar-benar merepotkan' (Loh? Ternyata ada Shikamaru juga toh?)

"Wah-wah! Ada apa ribut-ribut disini?" Kakashi, seperti dewa penyelamat, dia menenangkan seluruh isi kelas. Anak-anak 2-A pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.

"Eh, Hyuuga Neji ya? Sebaiknya kamu kembali ke kelasnya, Anko udah marah-marah gara-gara kamu gak dateng-dateng!" kata Kakashi. Neji yang menerima sinyal itu, langsung kembali ke kelasnya dengan cepat.

"Baiklah anak-anak. Lupakan kekacauan tadi, mari kita belajar."

.

Taman sekolah, jam makan siang (time skip)...

.

Sasuke merenung. Dia terbaring di rerumputan. Kembali memikirkan kejadian tadi pagi. Bukannya apa-apa, mana ada cowok yang rela kalau jodohnya itu ternyata mencintai orang lain? Dia memikirkan sesuatu...

'A-apa benar aku harus merelakan Hinata pada orang seperti Neji? Tapi—"

'Aku benar-benar mencintai Hinata! Lebih dari siapapun! Tapi—'

'Aku hanya ingin dia bahagia! Aku ingin dia hidup normal tanpa perlu mengemban tugasnya! Tapi tapi...bukannya kita memang sudah diharuskan untuk menikah?'

'Tapi...Akh kau bodoh Sasuke! Kebanyakan tapi-tapinya!' Sasuke mengacak-acak rambutnnya. Dia menerawang ke atas langit.

'She's mine but i think...she's not?'

Baru saja pemuda ini akan tertidur, tiba-tiba...

"BAA!" mahluk kuning mengganggunya. Sasuke sontak terkaget-kaget.

"Huwaa SETAN KUNING!"

DUAK!

"I-ittai! Sakit pantat ayam!"

"Apa kau bilang? Tunggu...Kau Uzumaki Naruto kan?" tanya Sasuke sebelum terjadi perang dunia. Naruto mengedipkan matanya.

"YA! AKU NARUTO! ORANG YANG AKAN MENJADI PRESIDEN KELAK!" jawabnya norak.

"Pfttt...Presiden kayak gitu.WEIRD." Ejek Sasuke meremehkan. Naruto menggembungkan pipinya.

"Enak saja norak!"

Lalu keduanya sama-sama tertawa.

"Ngomong-ngomong, kenapa kamu? Lagi galau ya?" tanya Naruto.

"Galau? Apa itu galau?" Sasuke malah balik tanya.

"Beh, masa gak tahu galau sih! Kampungan!" ejek Naruto.

"Aku serius Naruto!" balas Sasuke kesal.

"Heh. Oke-oke. Galau itu semacam...banyak masalah lah. Misalnya masalah cinta, masalah menentukan pilihan. Dan lain-lain..." Jelas Naruto sok tahu. Tapi Sasuke mah percaya-percaya aja.

"Oh ya? Yah sepertinya aku memang sedang galau."

"Kenapa-kenapa? Cerita dong~" pinta Naruto,

"Ih mau tau aja! Kagak!" tolak Sasuke mentah-mentah.

"Pleasee~" rengek Naruto berkaca-kaca. Sasuke yang memang tidak tahan puppy eyes, langsung menceritakan masalahnya.

"Oke-oke, akan kuceritakan. Jadi...gue itu suka sama Hinata." . .Tancap. Perlu diketahui, Sasuke itu orangnya tidak mau berlama-lama.

DEG

Naruto yang mendengarnya kaget. Dia tidak menyangka Sasuke akan menyukai gadis yang sama sepertinya.

"O-oh ya? Lalu...apa masalahnya?"

"Hmm..." Sasuke kembali menerawang, "Dia sudah punya tunangan. Aku ingin berharap lebih tapi...aku tidak bisa. Aku benar-benar mencintainya. Bagaimana ya?"

"Hee...semacam gagal move-on ya?" tanya Naruto menahan perasaannya.

"Apa lagi itu gagal move-on?"

"Nevermind."

Hening...

"Kau tahu tidak Sasuke?"

Sasuke mengalihkan pandangannya ke Naruto yang sedang terbaring itu, "tahu apa?"

'Aku juga...menyukai Hinata loh!'

Tidak tidak. Aku tidak boleh menghancurkan persahabatan baru ini!

"Kau tahu? Kalau aku jadi kau, aku hanya akan mendukung pilihan Hinata dan pasrah saja. Toh itu pilihan terbaik dia."

'Itu perasaanku pada Hinata. Pasrah.'

"Tapi kurasa kau berbeda Sasuke." Lanjutnya, "aku yakin, kaulah yang akan memenangkan hati Hinata nantinya. Makanya, ganbatte dong!"

Sasuke tersenyum sekilas, "huh, kau ini apa-apaan sih. Ya kurasa aku tidak boleh menyerah sih...baiklah akan kucari Hinata! Ajak kenalan...hehehe"

"Sana pergi Hus-hus! Aku mau tidur dulu~ tadi Hinata ada di pohon rindang dekat situ. Dia sedang sendirian. Temanilah dia~" perintah Naruto. Sasuke berlari ke arah tunjukkan Naruto.

Di pohon rindang...

Hinata memakan bentonya sendirian disitu. Benar-benar sepi. Winter dan Rain hari ini tidak masuk. Naruto menghilang entah kemana. Akhirnya dia sendirian. Tapi sepertinya itu tidak akan lama. Karena, seorang pemuda Raven terduduk di sebelahnya secara tiba-tiba.

"Kyaaa! Siapa kau?" teriak Hinata spontan. Sasuke yang panik segera menutup mulut Hinata.

"Ssst...Jangan berisik. Aku cuman mau kenalan kok. Kau Hinata kan? Aku Uchiha Sasuke. Salam kenal." Kata Sasuke malu-malu. Hinata yang tadinya ketakutan, akhirnya tersenyum.

"Ya! Aku Hyuuga Hinata! Salam kenal Uchiha-san!" balas Hinata riang. Sasuke tak menyangka, Hinata akan menyambutnya dengan baik. Padahal dia kira, gara-gara kejadian seminggu lalu, Hinata akan menjauhinya.

Hening. Tidak ada pembicaraan antara mereka setelah perkenalan itu. Yang satu malu tambahin sama gugup, yang satunya lagi, bingung mau memulai topik apa.

"Err...Uchiha-san."

"Ya? A-apa?" jawab Sasuke gugup. Hinata menatap Sasuke lekat-lekat. Sampai membuat Sasuke salah tingkah, "K-kenapa kau menatapku seperti itu, Hinata?"

"Hmm...tidak. Hanya saja, Uchiha-san percaya akan iblis?" tanya Hinata tiba-tiba. Sasuke membeku mendengarnya.

"M-memangnya kenapa?"

"Seminggu lalu, tidak lama juga sih...Aku dihantui oleh iblis yang sangat mirip denganmu!" jelas Hinata. Sasuke makin membeku.

"Benar-benar mirip. Tapi rasanya...tidak mungkin ya hehehe!"

Sasuke menghela nafasnya lega, "Yah, memang tidak mungkin kan? Sangat tidak mungkin HAHAHA!"

"Eh tunggu! Kenapa kau malah lega? Jangan-jangan kau..."

Sasuke membeku (lagi), 'gawat gawat gawat! Someone help me!'

"DORR!"

"GYAAAA!" teriak Sasuke. Hinata tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Sasuke.

"Ahahahahaha! Aku tidak menyangka! Orang yang selama ini diagung-agungkan para gadis disekolah ternyata penakut! Hahahaha!" tawa Hinata.

"Hee! Hinata kau ini ternyata jahil ya!" Sasuke mencubit kedua pipi gembung Hinata.

"Aah! Sakit Uchiha-san!"

.

Mereka berdua terus bercanda tanpa menyadari...seseorang mengawasi mereka.

.

"Heh...pemandangan yang bagus. Harus segera dilaporkan."

TBC


A/N: Winter here's! Akhirnya kesampaian bikin fluffy romance antara SasuHina! Gimana SasuHina lopers romancenya? Udah bagus belom? Ini pengalaman teman saya loh~ dibedain dikit lah.

Saya gak bisa banyak bicara lagi. mohon pamit undur diri dan don't forget to..

REVIEW YAY