LOVE AGAIN
Sumary : tak pernah terbayang dalam hidup Naruto, ia akan mengalami hal seperti ini dalam hidupnya, menemukan cahaya terang yang selalu membuatnyatsenyumnya kembali.
Disclamer : Masashi kishimoto
Makasih buat yang udah kasih semangat ke aku dalam nganjutin cerita ini, jujur ragu buat bikin lanjutannya. Takut semakin mengecewakan.
Mohon dimaklumi ya kalau masih banyak salah. Dan minta bantuannya.
Happy Reading...
Don't like dont't read
Chapter 3
Perjodohan
Entah apa yang sebenarnya terjadi pada Hinata. Sungguh Naruto tak mengerti. Yang dia ingat sejak Hinata mengusirnya dari ruang rawat, Naruto sama sekali tak pernah bisa menemuinya lagi.
Tak hanya di rumahnya, di kampus pun Hinata tak kunjung dapat ia temukan. Sudah berbagai cara pria berambut jabrik ini tempuh, namun tetap saja, hasilnya nihil. Hinatanya tak kunjung dapat ia temukan.
"Masih belum bisa menemukan Hinata, Naruto?" tanya Sakura pada pria berambut khas ini. Sakura memang tahu akan kegelisahan Naruto mencari Hinata, karena ia pun merasakan hal yang sama. Gadis musim semi ini memang terkadang bertemu dengan Hinata, namun hanya sekilas, dan hanya cukup untuk menyapa.
"Belum Sakura, aku sudah beberapa kali mrnghubunginya, bahkan datang ke rumahnya, tapi jawaban yang aku peroleh selalu sama." Terang Naruto yang terlihat amat tertekan dengan keadaanya.
"Mungkin dia ada masalah yang ingin dia selesaikan sendiri hingga harus menghindari kita seperti ini.' Ucap Sakura untuk sedikit menenangkan Naruto." Iya, semoga saja." Jawab Naruto singkat.
Baru saja mereka diam Sasuke muncul dan ikut duduk bersama mereka. Dia terlihat cukup bingung melihat sahabat blondenya itu uring-uringan. Memang sejak Shion meninggal Naruto jarang tersenyum, namun ia juga tak pernah menunjukan ekspresi sedihnya.
Sasuke melirik Sakura dan bertanya secara tak langsung tentang keadaan Naruto. Barulah dari Sakura Sasuke tahu akan hubungan Naruto dan Hinata yang bisa dibilang gantung ini.
Lama duduk dalam diam tiba-tiba handphone Naruto berdering. Dengan malas Naruto mengangkat teleponnya. Semua diam mendengar percakapan Naruto dan ibunya. bukan apa-apa Sasuke dan Sakura tahu pasti apa yang sedang dibicarakan Naruto pasti tentang perjodohan lagi.
"Kau kenapa lagi Dobe?" Tanya Sasuke yang melihat wajah sahabatnya semakin ditekuk.
"Kaasan memaksaku untuk bertemu dengan gadis yang ia jodohkan malam ini juga. Ucap Naruto seperti orang kaasan tahu aku sudah punya kekasih tapi kenapa dia masih saja memaksahan kehendaknya," rancau Naruto.
"Kaukan belum pernah membawa Hinata ke rumahmu Naruto, pantas saja jika Kushina obaasan tidak percaya padamu." Ucap Sakura yang membuat Naruto semakin frustasi.
Naruto tahu ibunya melakukan ini demi dirinya, tapi tak bisakah ibunya mengerti bahwa ia sudah punya pilihan pendamping hidup sendiri. Ucap Naruto semakin tak karu-karuan.
"Memangnya kau benar-benar yakin untuk menjadikan Hinata pendampng hidupmu?" Sakura bertanya penuh antusias. Dia hanya ingin tahu apa yang sebenarnya Naruto rasakan pada Hinata. Ia tak mau salah satu sahabat terbaiknya akan terluka karena kisah cinta yang tak sesuai harapannya.
"Entahlah ... "Naruto berhenti sejenak dan membuat Sakura semakin tak mengerti. "Aku tak tahu perasaanku pada Hinata seperti apa, awalnya aku mendekatinya karena dia mirip Shion. Tapi semakin lama aku mengenalnya aku sadar mereka sangat berbeda. Sikap dan kepribadian mereka bagai langit dan bumi." Ungkap Naruto atas perasaan di hatinya.
Sakura dan Sasuke saling bertukar pandang, masing-masing dari mereka sadar tentang apa yang dirasakan Naruto pada gadis Hyuga itu.
"Heeh kenapa malah jadi membicarakan aku!" Naruto menatap kesal pada kedua sahabatnya. "Sudahlah aku bosan, aku ingin mencari ketenangan." Ucap Naruto sembari melangah pergi.
AIRA-CHAN FANFICTION
"Ibu untuk apa aku berdandan seperti ini sih? Seperti mau bertemu pejabat penting saja!" Gadis bermata biru itu memprotes apa yang sang ibu lakukan padanya.
"Kau harus terlihat cantik sayang, akan ada tamu penting yang datang ke rumah kita. Dan kau harus bersikap manis padanya." Ucap sang ibu dengan tegas. Sang gadis yang ingin protes pun tak berani melakukannya melihat tatapan sang ibu yang mengerikan.
Tak lama setelah sang gadis terlihat sempurna dengan gaun biru muda yang terlihat mewah dan anggun sang tamu yang di nantipun tiba juga. Sang ibu menyambut tamu tersebut dengan penuh keceriaan dan saling bertegur sapa layaknya pertemuan sahabat lama.
"Apakah dia putrimu? Dia mirip sekali dengan ayahnya. Tapi terlihat cantik dan anggun sepertimu." Ucap wanita bersrai merah itu.
" Ah kau bisa saja, dia lebih mirip ayahnya dari pada aku, aku sampai kesal karena harus mengurus mereka." Jawab sang ibu sembarimenpersilahkan tamunya untuk masuk.
"Cantik, siapa namamu?" Tanya wanita anggun yang mengenakan gaun hijau tua itu. Semakin terlihat anggun dengan berbagai aksen yang ada.
"Nama saya Yamanaka Ino nyonya, nyonya terlihat sangat cantik." Jawab Ino sembari melihat wanita anggun di depannya, sempurna itulah yang ada dipikiran gadis berambut blonde itu.
Saat Ino sedang terpaku dengan kecantikan yang dimiliki wanira bersurai merah itu, tak lamaterdengar suara langkah kaki memasuki ruangan itu. Gadis cantik itu menoleh mencari tahu siapa tamu lain yang hadir malam ini. Namun saat melihat wajahna sang gadis terlihat amat terkejut dengan pria tampan yang ada di depannya saat ini.
Bukan karena terpesona,tapi karena ia merasa sangat mengenal wajah ini, siapa lagi kalau bukan salah atu pangeran kampus Uzumaki Naruto.
Tak jauh berbeda dengan sang wanita, pria yang kini berdiri di dekat ibunya itu terkejut melihat wajah yang di kenalnya saat ini.
"Naruto, apa yang kau lakukan disini?" tanya Ino saat berdiri dan akan mendekati pria yang memiliki surai senada dengannya.
"Wah, kalian sudah saling kenal ya? Syukurlah kalau begitu. Ibu tak perlu memperkenalkan kalian lagi." Kata Kushina dengan penuh senyuman.
Setelah sedikit berbasa-basi dengan para orang tua, Naruto dan Ino memisahkan diri untuk duduk di halaman belakang dengan bermacam alasan. Kedua orang tua mereka pun tentu mengizinkan dengan harapan agar keduanya lebih dekat.
"Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa kau dan ibumu ada di sini?" Tanya Ino penuh penekanan disetiap kata-katanya.
"Jadi kau belum tahu apa-apa ratu gosip, payah sekali". Ucap Naruto penuh nada merendahkan." Kau dengar ya kita ini di- jo-doh-kan". Ucap Naruto dengan lantang dan penuh penekanan. Ino ingin berteriak karena kaget dengan apa yang Naruto ucapkan, namun mengat orang tua mereka ada di dalam di urungkan niatnya itu
"Sudahlah jangan banyak basa-basi aku mau duduk denganmu bukan untuk mengobrol, tapi untuk bertanya hal penting." Ujar Naruto to the point.
"Baiklah apa yang ingin kau tanyakan" balasya dengan malas. Sebenarnya ia malas berbicara dengan Naruto, tapi memang hanya ini yang bisa dia lakukan.
Naruto, memfokuskan penglihatanya pada Ino. "Apa yang sebenarnya kau katakan pada Hinata saat di atap waktu itu? Aku yakin apa yang terjadi pada Hinata saat ini pasti karena ulahmu?" Tanya pria berambut jabrik ini.
Seakan kehilangan kata-kata Ino tak bisa menjawab pertanyaan Naruto. Dengan desakan dan ancaman yang Naruto layangkan, akhirnya gadis bermata aqua ini menyerah dan menjelasksn semuanya.
Naruto yang tahu hal itu ingin marah, namun menghargai kejujuran sang gadis, pria tampan ini mengajukan tawaran yang lebih menarik.
"Bantu aku mendapatkan Hinata kenbali atau akan ku beritahukan pada kekasihmu, si rambut nanas itu, tentang perjodohan kita. Aku yakin kau pasti akan segera di tinggalkan." Ucapan Naruto benar-benar menohok hati Ino. Dia tak akan berani berkutik bila ingin Shikamaru kekasihnya tak tahu tentang masalah ini
TBC
Yeee akhirnya kelar juga chapter tiga, apakah masih mengecewakan? Semogs saja lebih baik. moga bisa selesai di chapter empat ya. Biar gak pada bosen.
Yare-yare udah aku edit dikit, tapi kayaknya masih banyak salah dech... minta bantuaannya ea senpai
Sekali lagi maaf ea aku gak punya notebook/laptop sendiri jadi gak tau kaan mau apdet dan kapan bisa edit cerita ini. Mohon dimaklumi ya.
Makasih buat yang udih review, maaf gak bisa bales satu-satu, lagi buru-buru. Hehehe ...
Lanjut/ gak ea ...
Hmmm kira-kira rencana Naruto apa ya buat dapetin Hinata... kasih usul dong...
Jangan lopa tinggalin review buat aku ya...
Terima kasih
