LOVE AGAIN

Summary : tak pernah terbayang dalam hidupku, kan mengalami hal seperti ini, menemukan cahaya terang yang mampu menghapus kegelapan dalam hidupku. dan membawa cahaya terang kembali.

Disclamer : Masashi kishimoto

yare-yare akhirnya update juga. dh kangen pengin secepetnya ketemu para readers(ky ada yang baca ficmu aja)

Maaf gax sempet bales review yang dah masuk. Moga lain waktu sempet ya...

happy reading...

don't like don't read

Chapter. 4

Mobil merah itu berjalan dengan santainya ditengah malam dalam keheningan yang terasa nyaman. Sang wanita melihat pria di sampingnya ikut tersenyum. Nampaknya pertemuannya dengan salah satu sahabatnya itu berakhir baik. Lihat saja putra tersayang itu. Dia menampilkan raut ceria setelah pulang dari kediaman Yamanaka.

"Kau menyukai Ino-chan, Naruto? Kau terlihat senang sepulang dari sana. Apa dia gadis yang menyenangkan?" Ibu dari Uzumaki Naruto tak kuasa menahan rasa ingin tahunya tentang putra satu-satunya ini. Naruto tak menjawab pertanyaan sang ibu. Dia hanya menoleh dan tersenyum sebagai jawaban dari pertanyaaan itu. Tak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya, biarlah ibunya berfikir dia menyukai Ino, yang penting dia akan berhasil mendapatkan Hinatanya lagi. Bukankah bagi ibunya sama saja mau Ino atau Hinata, asal dia memiliki kekasih dan menikah, mudahkan.

Lain halnya dengan Naruto, gadis yang bersurai senada ini terlihat murung dan gelisah. Bingung memikirkan apa yang harus dilakukannya. Hsrus diingat seorang Naruto pasti akan melakukan apa yang sudah dia katakan. Harus diingat juga kekasihnya, Nara Shikamaru sangat tidak menyukai hal yang merepotkan. Dan perjodohan ini adalah hal yang sangat merepotkan.

Tapi di sisi yang lain bila dia menerima tawaran pria bermarga Uzumaki itu berarti dia menjerumuskan salah satu sahabat baiknya untuk dekat kembali dengan pria yang tidak benar-benar mencintai sahabatnya itu."Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya frustrasi pada dirinya sendiri.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

Pagi ini disambut dengan ceria oleh pria bersurai kuning ini. Dia melakukan semua aktifitas paginya dengan senyuman. Sang ibu tentu merasa sangat bahagia melihat putra tercintnya seperti itu, mungkin semenjak putranya kehilangan gadis bernamaShion itu.

"Naruto-kun, apakah kau ada janji dengan Ino-chan?Kau terlihat senang sekali." tanyanya seusai sarapan.

"Tidak kaasan, aku tak punya janji apapun." jawab Naruto tanpa melihat kaasannya itu.

Usai sarapan tanpa menunggu waktu Naruto berangkat ke kampus, ingin segera bertemu dengan Hinatanya dan tentu saja sedikit memberi hadiah spesial pada Ino.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

Di taman belakang sebuah universitas terlihat sepasang kekasih sedang bercengkrama dengan mesra, begitulah terlihatnya. Namun bila melihat interaksi mereka lebih detail, pasti dapat kita katakan kalau mereka adalah pasangan yang aneh.

"Shika, jangan tidur di pangkuanku, aku ini sedang curhat." keluh gadis yang biasa dipanggil Ino itu.

Lelaki berambut nanas itu tak menanggapi omelan sang gadis. Dia hanya bergerak menyamankan diri dalam pangkuan Ino. "Ino, tenanglah. Aku hanya ingin tidur dipangkuanmu Ino sayang."

Ucapan Shikamaru membuat wajah Ino memerah. Meskipun sangat tak menyukai kebiasaan tidur pria berambut nanas ini yang sudah mendarah daging itu, tapi harus diskui bila Ino sangat mencintai Shikamaru.

Baru saja merasa terbang karena ucapan kekasihnya, Ino langsung merasa tidak nyaman karena kehadiran pria berambut senada dengan dirinya itu.

"Maaf mengganggu acara kalian, tapi bolehkah aku meminjam Ino sebentar, ada hal yang harus kami bicarakan." ucap Naruto sembari tersenyum. "Baiklah" jawab Shikamaru malas.

Tanpa menunggu lama pria berwajah manis itu menarik pergelangan tangan Ino. Gadis berkuncir kuda itu mau tak mau harus mengikuti pria di depannya, meskipun dalam hatinya enggan melakukan hal itu.

"Naruto, sebenarnya kita mau kemana? Aku tidak mau pergi denganmu!" omel gadis gadis yang juga merupakan ratu gosip ini.

"Dengar baik-baik Ino-chan, kau harus mulai membantuku mendapatksn kembali Hinata bila kau ingin bersenang-senang dengan nana itu." tak lupa senyum manis nan menggoda diucapkan Naruto, apalagi pada saat mengucapkan kata sayang.

Gadis itu bungkam tak tahu apa yang harus di ucapkannya. Dia ingin menolak tapi tak bisa, karena ini memang ada hubungannya dengan dirinya.

"Baiklah aku menyerah, jadi kau mau aku melakukan apa Tuan Uzumaki" ucapnya dengan nada sinis. Iya, Ino memang enggan tapi bila ini demi Shikamaru pasti akan ia lakukan.

"Cukup mudah Nona Yamanaka, kau hanya perlu membantuku bertemu dengan Hinata, dan menyiapkan makan malam romantis di taman dekat rumahmu, dan yang paling penting, pastikan semuanya sukses." ucapan salah satu sahabat Sakura ini memanglah amat manis, tapi putri Yamanaka Inoichi ini paham betul ancaman di balik senyum manis itu.

"Baiklah akan aku usahakan, tapi-" belum selesai ucapan apa yang akan di ucapkan sang gadis jari telunjuk Naruto sudah mendarat di bibir manis Ino. " Tidak ads kata usahakan atau tapi ini memang harus berhasil" ucapan pria berambut blonde ini, benar-benar tanpa penolakan.

Dengan susah payah Ino menelan ludahnya sendiri dan mengangguk sebagai persetujuan atas permintaan atau lebih pantas disebut perintah Naruto.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

Di cafetaria kampus, terlihat seorng gadis berambut indigo duduk sembari membaca buku. Wajahnya yang ayu terlihat amat lucu saat ia begitu serius dengan bukunya. Tak jauh dari sana seorang berambut matahari sedang memperhatikannya. Kadang ia tersenyum tetapi terkadang terlihat cemberut. Entahlah tak ada yang tau apa yang sedang dipikirkan olehnya.

"Naruto baka, apa yang sedang kau lakukan? Seperti orang gila saja." pertanyaan gadis musim semi itu cukup mengejutkannya, ia tak sadar bahwa dirinya diperhatikan banyak orang karena tingkahnya. Lagipula ia tak sadar, kapan dua sahabatnya ini datang. Mungkin dia benar-benar melamun tadi.

"Kalau mau bicara, temui saja" ucapan pria berambut raven itu memang benar, Naruto ingin menemui Hinata tapi niat itu ia urungkan saat menginggat apa masalah yang membuatnya bertengkar dengan Hinata.

"Aku rasa belum saatnya" ucapan pria bermarga Uzumaki ini membuat dua orang di sampinhgnya bingung. Tapi mereka, terutama Sasuke tak mau ambil pusing dengan urusan sahabatnya ini.

"Ino-chan, sini mau bergabung?" teriakan Sakura membuat beberapa orang di sekitarnya menoleh pada tiga sahahabat ini. Keriganya memang pupuler, dua pangeran kampus dan seorang putrinya, apalagi di tambah seorang lagi kekasih si jenius Nara, yang juga terkenal itu.

Senyum langsung berkembang diwajah Naruto muncul setelah melihat Ino. Baru saja berniat duduk putra dari Kushina Uzumaki ini memberi tanda khusus untuk mendekati Hinata.

"Maaf Sakura-chan nanti saja aku bergsbung, aku ada urusan dulu." ucap gadis Yamanaka ini sembsri meninggalkan meja tempat Sakura dan yang lainnya berkumpul.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

"Boleh aku duduk di sini Hinata?" pertanyaan itu cukup mengejutkan gadis Hyuga itu. Dengan senyum yang agak canggung dia mengangguk sebagai jawaban dari permintaan Ino tadi.

"Hinata, tumben kau sendiri? Neji senpai kemana?" ucap Yamanaka Ino memecah keheningan di antara mereka. Semenjak kejadian itu, Hinata memang tak pernah sendirian. Dia selalu bersama sepupunya kemanapun berada, dan hanya Ino yang bisa dekat dengan Hinata karena persahabatan Neji dan Shikamaru.

"Oh...Ne-Neji-nii sedang pe-pergi dengan Otousama ke luar kota,ap-apa Ino-chan ada urusan dengan Neji-nii." Hinata menjawab dengan gugup, entah kenapa belakangan ini dia lebih mudah gugup.

"Tidak, hanya bertanya saja kok." Ino tersenyum saat mengatakan itu. 'Bagus. ini kesempatan yang ku tunggu.' soraknya dalam hati.

"Apa kau nanti malam ada acara?" pertanyaan Ino membuat Hinata tak mengerti.

"Mmmm, se-sepertinya tidak. Me-memang kenapa?" Gadis Hyuga ini tak tau kenapa tapi ada firast tak enak dalam hatinya.

"Tidak apa-apa si, hanya ingin mengajakmu ke taman nanti malam." ajakan Ino seperti pemuda yang mengajak gadisnya berkencan. Entah apa yang dipikirkan oleh Hinata juga orang yang mendengarnya, toh ini memang kencn untuk Hinata.

"Me-memang ada acara apa? Aku tidak tau, mungkin saja aku tidak bisa." Gadis bermata lavender ini sebenarnya ingin menolak, tapi tak tau apa alasan yang tepat.

"Kenapa Hinata?" Ino cukup takut hila adik sepupu Neji ini menolak permintaannya. 'Kesempatan tidak datang dua kali' pikir kekasih Nara Shikamaru ini.

"A-Aku tidak biasa keluar malam Ino-chan. Ma-maafkan a-aku." Hinata menunduk sebagai tanda minta maaf. Tapi siapa si yang busa menolak kemauan Yamanka Ino. Dia pasti akan melakukan segala cara agar keinginannya tercapai.

"Ayolah Hinata, cuma malam ini saja, tenang aku akan menjemputmu, Oke." ucap Ino sambil melangkah meninggalkan meja Hinata, dia berharap semoga rencana ini berhasil. Dan semoga saja Naruto akan benar-benar mencintai Hinata.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

Malam ini Naruto mengenakan kemeja biru, dengan jas model terbaru ysng sangat cocok dengsn celana juga sepatu hitamnya. Meskipun terlihat resmi nmun tetap menawan dan modern untuk anak muda.

Dia berdiri di tengah taman dengan lampu hias disepanjang pohon sekitarnya. Tak lupa ada sebuah meja cantik dengan tiga lilin di atasnya yang membuat semakin romantis. Makanan mahal dan berkelas yang tersaji akan membuat acara ini semakin sempurna.

Sebuket bunga mawar merah yang ia pegang juga akan ia berikan pada gadis impiannya itu. Dan akan ada beberapa hal-hal kecil yang akan ia beri pada sang gadis agar kesan romantis semakin terasa.

"Tinggal menunggu kehadiranmu hime, aku yakin kau akan suka." ucapnya tanpa melepas senyum dari wajah manisnya.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

Ino bersama Hinata baru saja tiba di taman. Keadaan yang hening cukup mengerikan bila is berjalan sendirian. Sebenarnya Hinata masih tak mengerti untuk apa dirinya kemari. Gadis itu kira akan ads pesta mengingat Ino mengiriminya pesan agar dirinya memakai gaun. Tetapi saat gadis Yamanaka itu tiba di rumahnya, Ino berpenampilan biasa saja. Dan saat Hinata hendak berganti pakaian, putri Yamanaka Inoichi ini malah menyeretnya ke taman.

Ino dan Hinata berjalan menyusuri taman menuju ke suatu tempat yang tak Hinata mengerti. Apa lagi sepanjang jalan ada beberapa orang yang memberinya mawar putih. Bukan untuk mereka' tapi hanya untuknya, untuk Hyuga Hinata.

Sampai di jalan yang dihiasi bunga lavender Ino melepas tangan gadis berambut indigo ini. Tak mengerti maksud kekasih Nara Shiksmaru ini,Hinata terus menatap wajah Yamanaka Ino itu.

" Kenapa hanya menatatapku Hinata-chan, ayo jalan ikuti bunga lavender itu." ucap salah satu sahabat Sakura ini.

" Ta-tapi kenapa sendiri, Ino-chan. A-aku takut." Hyuga itu menatap Ino dengan takut.

"Tenang saja, di sana aman kok. Ada kejutan untukmu." ucapnya sembari meninggalkan gadis Hyuga itu.

Sebenarnya ada rasa tak tenang dalam hatinya, tapu demi hubunganya dengan Shikamaru, dia akan melakukan semuanya. 'Semoga kau membahagiakan Hinata,Naruto.' ucapnya dalam hati.

Naruto memandang takjub pada Hinata, mengenakan gaun indah dengan warna hijau toska membuatnya tampak begitu menawan. Tak lupa hiasan pada rambut yang terkesan mewah membuatnya semakin anggun.

"Hinata, kau begitu cantik malam ini." ucap Naruto tak memungkiri rasa terpesonanya. Jujur Hinata merasa malu, tapi ia begitu heran akan kehadiran Naruto di sana. Ditambah dengan keadaan taman yang terasa sangat romantis.

"Apa kau suka?aku menyiapkan semuanya untukmu." Dia melangkah mendekat pada gadis pujaanya itu. Memberikan sebuket mawar merah yang ia siapkan sedari tadi.

Gadis Hyuga itu menuruti perintah pria di depannya. Jujur saja ia amat terpesons dengn semua yang ada saat ini. Hatinya tersentuh saat tau pemuda Uzumaki ini menyiapkan segalanya untuk dirinya, Hyuga Hinata.

Makan malam itu berjalan amt romantis, memang tak banyak kata, tapinsudah cukup untuk menyampaikan isi hati mereka yang sebenarnya.

"Hinata-chan, mau kah kau memaafkanku dan menerimaku menjadi kekasihmu lagi?" Matanya benar-benar memancarkn permohonan, tulus dan jujur.

"Maaf Naruto-kun, a-aku tidak bisa." ucapnya terhenti sejenak. Ia menarik nafas panjang. "Sebenarnya a-aku sudah tak marah padamu, dan aku tak tau harus bagaimana sekarang." ucapnya terhenti, terlihat sekali ia ingin menahan air matanya.

"Hinata-chan, jangan ragu. Aku benar-benar mencintaimu. Memang awalnya aku mendekatimu karena kau mirip dengan Shion, tapi semakin lama aku sadar, bahwa kau berbeda dengan Shion, dan aku mencintaimu Hinata." ucapan pria Uzumaki itu menggetarkn hati Hinata, tak dapat dipungkiri bila gadis Hyuga itu juga mencintai Naruto.

"Maaf Naruto-kun. Aku tak bisa." Hinata menghela nafas sejenak. "Aku akui, ini memang sangat romantis, dan aku sangat meny-menyukainya. Tapi meskipun begitu, Aku-aku tak bisa menerima kembali" lelehan air mata Hinata mengalir deras."Aku sudah memaafkanmu Naruto-kun, ta-tapi aku, aku tak tak bisa bersamamu lagi."

Ucapan gadis indigo itu benar-benar menohok hatinya. Tapi kesadarnya kembali, ia sadar ini bukan karena Hinata, tapi karena dirinya sendiri. Dia menyakiti hatinya jug hati gadisnya disaat yang sama.

Setelah sadar akan lamunannya, pria bermarga Uzumaki ini tidak melihat siapapun di depannya. Baru ia sadari Hinata pergi saat dirinya bertarung dengan pikirannya sendiri.

NAMIKAZE AIRA-CHAN

"Apa maksudnya ini, kaasan?... Pria berambut blonde ini menunjukan wajah garang pada sang ibu. Yang dipandang tentu sj agak bergindik ngeri. Tapi mengingat ini demi kebaikan putra tercintanya sang ibu jelas tak akan menyerah.

Bagimana mungkin pria yang biasa dipanggil Naruto ini tak marah, melihat kenyataan bahwa sang ibu 'Nyonya Uzumaki Kushina' dismdiam-diam telh menybarkan undangan pertunangannya dengan Yamaaka Ino, gadis yang jelas-jelas baru dikenalkan pada dirinya seminggu yang lalu.

"Kaasan tau, mungkin ini terlalu cepat, tapi melihat kau dan Ino-chan cukup dekat, Kaasan pikir itu tak masalah untuk kalian. Bagaimanapun ini juga demi kalian." Raut wajah dan nada yang diucapkan sang ibu memang menunjukan ketegasan, tak sedikitpun ada celah untuk menolak. Mungkin lebih baik ia menurut saja, toh dia yakin Ino juga tak menyetujuinya.

Acara pertunanganpun digelar amat mewah dikediaman Uzumaki. Meskipun pasangan yang akan melakukan pertunangsn ini nampak murung karena sama sekali tak mengharpkan pertunngan ini terjadi.

Disana dalam acara, banyak sekali tamu-tamu yang datang. Baik dari kalngan pebinis, maupun temn-teman sekampus Naruto dan Ino.

Diantara para tamu, ada seorang pria berambut nanas yang terlihat berpikir. Ia tampak tak menikmati-salah sangat tak menikmati acara ini. Bagaiman mau menikmati bila yang bertunangan adalah kekasihnya sendiri dengan salah satu pangeran kampus.

Apa yang dipikiran pemuda itu, tak jauh berbeda dengan yang dipikirkan sang gadis bermata lavender ini. Ya, mereka sama-sama kecewa, tapi tak dapat menunjukannya, ketidakrelaan itu benar-benar nampak pada mereka.

Bagi sang pria bisa dikatakan beruntung dan sial disaat yang sama, beruntung dapat menunjukan dan mengungkapkan kekecewaannya pada sang kekasih hati, walaupun berakhir dengan pertengkaran yang menhancurkan hubungan mereka.

Berbeda dengan sang gadis yang hanya mampu menangis saat melihat undangan itu di depan rumahnya.

"Sekarang saatnya tukar cincin." begitulsh yng diucapkan pembawa acara. Dengan malas-malasan pasangan itu naik ke atas panggung. Mereka masih tak yakin dengan apa yang akan dilakukan saat ini.

Namun, melihat sahabat baiknya bersama Hinata. Melihat hal itu, muncul ide gila di otaknya. "Ino, bantu aku. Ad hal yang ingin aku lakukan." Ino terbengong mendengar ucapan pria yang bersurai senada dengan dirinya ini.

Musik pengiring terdengar begitu romantis, namun saat hendak menyematkan cincin di jari manis Ino, Naruto sang pria menghentikannya.

Tanpa menunggu waktu lama, Naruto turun dari atas panggung dan berjalan menghampiri Hinatanya. Meraih jari manis gadisnya dan menyematkan cincin itu di jari manis itu.

"Maaf, mungkin para hadirin cukup bingung dengan keadaan ini. Tapi akan saya unumkan bila tunangan saya adalah Hyuga Hinata. Dan Yamanaka Ino akan bertunangan dengan pemuda berambut nanas itu' Nara Shikamaru'." ucapan pria bera mbut blonde itu mengejutkan para hadirin yang datang. Begitu juga Hinata, dia masih tak percaya dengan semua itu.

"Hinata, maukah kau jadi pndamping hidupku. Aku yakin aku akan mncintaimu sepenuh hatiku." berjuta rasa begitu terasa di hati gadis bermbut indigo ini. Tapi tak dapat dipungkiri ia sangat senang akan hal ini.

Anggukan Hinata menjadi jawaban atas pernyataan Naruto. Dan ciumn singkat menjadi akhir dari perjuangan cinta Uzumaki Naruto.

Maaf buru-buru jadi gak bisa bikin ending yang bagus, minta maaf buat para readers yang dah baca.

Kasih kesan-kesannya buat koreksi Fic yang lsinnys ea... makasih.