IT'S HURT
.
.
.
Cast
Johnny x Taeil
NCT 127 Member
.
.
.
"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!" / "Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan"
.
.
.
"apa jika aku tanya kau akan jujur pada ku ? apa kau akan jujur tentang pekerjaan sampingan mu ?" taeil masih diam, ia membiarkan Johnny yang sedang emosi untuk meluapkan apa yang ada didalam fikirannya
"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!"
Plakk
Suara tamparan dari Taeil cukup terdengar olehnya sendiri. Dengan pipi merahnya, Johnny menatap Taeil yang sedang menahan tangis.
"its hurt to love you moon Taeil"
"I never ask you to love me Johnny Sue" setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Taeil
"kenapa kau melalukan ini ?" Johnny sudah lebih tenang
"membiayai hidup sendiri dikota besar dan harus memberikan uang ke org tua dikampung halaman sangatlah sulit, aku tidak punya keahlian khusus, aku hanya bisa melakukan ini" Taeil mulai menangis
"bicara pada ku jika masalahnya adalah materi, aku bisa membantu mu"
"dengan keadaan mu yang seperti ini ? mustahil, mari kita urusi hidup kita masing-masing" Taeil berniat untuk meninggalkan Johnny, tapi sepertinya kata-kata itu terlalu kasar
"bukan maksud ku untuk merendahkan mu, aku.. aku menyukai mu Johnny, tapi, ayo kita berfikir realistis, kita tidak bisa bersama, kita tidak bisa saling mengandalkan satu sama lain, bukan karena aku hanya memikirkan materi tapi ada banyak pertimbangan, dan aku rasa, inilah jalan terbaik untuk kita"
"aku tidak akan menyerah begitu saja moon taeil ! jika memang materi yang kau cari, aku akan berjuang untuk itu, aku akan memberikan mu kehidupan yang layak, aku berjanji"
"jangan membuat janji yang tidak bisa kau tepati Johnny, kita mempunyai jalan keluar masing-masing.."
"dan satu lagi, aku mohon, jangan kau anggap rendah diri ku, aku menemani pria-pria itu hanya sebatas untuk mengobrol, bukan berhubungan intim. Aku menyukai mu, jangan sakiti aku dengan pandangan sebelah mata mu" ucap Taeil lalu pergi tanpa melihat Johnny yang masih diam berdiri ditempatnya.
*Johnny Pov*
Dini hari, dengan memandangi langit-langit kamar, aku masih terngiang ucapan Taeil
"dengan keadaan mu yang seperti ini ? mustahil…"
Apa seberat itu kehidupan mu Moon Taeil ? Apa sebanyak itu materi yang kau butuhkan ? Apa hanya perkerjaan itu yang bisa kau andalkan ?
Dan kau Johhny, apa kau tidak bisa merelakannya saja ? benar yg Taeil ucapkan, kehidupan dikota itu memang menuntut banyak materi, kenapa kau tidak terlahir dari keluarga kaya Johhny Sue ?
Pemikiran ini seperti bersautan didalam otak ku, membuat ku semakin lelah, dan pipi ku juga masih terasa berdenyut, sepertinya Taeil memang menampar ku dengan niat.
Aaah bagaimana ini ?! pekerjaan apa yang akan bisa membuat Taeil percaya jika aku bisa membantu kehidupannya.
*Author Pov, Kampus*
Johnny melangkahkan kakinya dengan malas, efek kurang tidur dan kejadian tadi malam yang masih membuatnya tidak bersemangat untuk masuk kelas hari ini.
"Johnny" teriak Yuta dari ujung lorong dan sedikit berlari kearah Johnny
"apa kau ada kelas ?"
"wae ? aku sedang tidak mood untuk mendengarkan cerita mu tentang winwin"
"aish ! bakka, ikut aku sebentar" yuta menarik tangan Johnny sedikit kasar dan mengajaknya (lebih tepatnya, menyeret Johnny) kebangku halaman belakang kampus
"aku mempunyai perkerjaan besar untuk mu" sikap antusias Yuta hanya ditanggapi dengan pandangan dingin dari Johnny
"kau tau sepupu ku yang tinggal di Jepang kan ? Taeyong hyung"
Kali ini Johnny menyimak sedikit serius, tidak biasanya Yuta membahas tetang sepupunya itu.
Taeyong adalah salah satu pemilik perusahaan ternama dijepang, kalau tidak salah bergerak dibidang teknologi. Taeyong juga terdaftar menjadi salah satu pria muda terkaya di Jepang, dengan usianya yang baru menginjak awal 30an, ia bisa menghasilkan milyaran won dalam kurun waktu setahun.
"hyung sedang dalam persaingan bisnis yang ketat, ia sepertinya terancam dengan beberapa inovasi pesaingnya, dan ia meminta ku untuk mencari seseorang yang bisa mengakses system komputer pesaingnya tersebut…" yuta menghentikan kalimatnya sambil memperhatikan ekpresi yang ada di raut wajah Johnny
"hyung tidak bisa menyewa hacker handal yang sudah menyelesaikan banyak perkerjaan, takut ketahuan katanya. Maka dari itu, aku diminta untuk mencari orang yang mampu tapi belum diketahui oleh masyarakat luas agar rencana ini tidak diketahui oleh pesaingnya. Dan, Johnny, apa kau mau mengambil pekerjaan ini ?"
"tapi aku tidak punya…"
.
.
.
Next Chapter
