IT'S HURT

.

.

.

Cast

Johnny x Taeil

NCT 127 Member

.

.

.

"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!" / "Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan"

.

.

.

"hyung tidak bisa menyewa hacker handal yang sudah menyelesaikan banyak perkerjaan, takut ketahuan katanya. Maka dari itu, aku diminta untuk mencari orang yang mampu tapi belum diketahui oleh masyarakat luas agar rencana ini tidak diketahui oleh pesaingnya. Dan, Johnny, apa kau mau mengambil pekerjaan ini ?"

"tapi aku tidak punya…"

"tenang saja, segala peralatan yang kau butuhkan akan diberikan oleh Hyung, ia akan memfasilitasi apapun yang kau minta, apapun"

Johnny kembali berfikir serius

"kau itu bukan tidak bisa Johnny, kau hanya tidak punya. Maka dari itu aku percaya kau bisa melakukan ini. Dan satu lagi, Hyung akan membayar sesuai dengan harga yang kau minta"

Fikiran Johnny langsung mengarah pada Taeil. Ya, mungkin saja pekerjaan ini adalah jawaban dari Tuhan atas kegundahannya semalam. Mungkin dengan perkejaan ini, Johnny bisa bersama dengan Taeil tanpa harus memikirkan materi yang Taeil khawatirkan.

"Taeyong hyung akan membayar sesuai dengan yang ku minta ?"

"eey, kau jangan anggap bercanda Hyung ku"

"mmm bagaimana dengan saham ? apa aku bisa meminta bayaran dalam bentuk uang dan meminta sedikit saham dari perusahaannya ?"

"YA ! kenapa jadi kurang ajar dan banyak minta sih ?"

"ini untuk masa depan ku, pekerjaan ini pastilah sangat sulit, salah langkah aku bisa dilaporkan polisi !"

"aish ! arraso arraso, aku tanya hyung dulu. Tapi kau maukan melakukan ini ?"

"dengan gaji yang ku minta dan sedikit saham dari perusahaan Taeyong Hyung, aku mau"

"oke !"

.

.

.

Dan sepertinya Taeyong menyetujui permintaan Johnny, karena sebulan setelahnya Johnny dibawa Yuta kesuatu gudang dipinggir kota dan terdapat semua alat hacker keluaran terbaru yang Johnny perlukan

"maaf ruang kerja mu harus ada ditempat terpencil seperti ini, ini semua untuk keamanan mu"

"gwanchana, woah hyung mu memang terbaik, tanpa ku beri tau ia sudah mengirimkan apa saja yang aku butuhkan. Kapan kira-kira aku bisa mulai bekerja ?"

"secepat mungkin, data perusahaan sudah ada diatas meja mu, selamat bertugas ordinary hacker"

"ordinary hacker ?"

"iya, kau masih seperti hacker pada umumnya, tapi setelah kau menyelesaikan pekerjaan ini, boom ! kau akan menjadi professional hacker. Sudah ya, aku mau pacaran dengan winwin dulu, good luck !"

Johnny hanya tersenyum melihat sikap Yuta saat berpamitan dan kembali pandangannya mengarah kealat-alat canggih yang ada disekililing nya.

Kemudian ia mengingat Taeil, namja yang membuatnya ingin melakukan perkerjaan ini.

Johnny mengeluarkan hp dan memencet beberapa angka, perlu waktu agak lama sampai sipemilik nomor mengangkat panggilannya

"yoboseo"

"Taeil-ya…"

Hening sejenak

"nde, Johnny"

"apa kau sudah makan ?" Johnny mengutuk dirinya sendiri karena menanyakan sesuatu yang klise

"kk sudah" Johnny bisa mendengar samar suara tawa Taeil

"apa kau tau aku sedang dimana ?" tanya Johnny lagi

"dimana ?"

"dibulan"

"mwo ?"

"apa kau bisa melihat bulan dari tempat mu ?"

"ya, aku sedang melihatnya"

"dibulan itu ada aku, sedang memperhatikan mu… pasti sekarang kau sedang tersenyum"

"haha, iya, jangan memperhatikan ku dari ketinggian, nanti kau jatuh"

gantian Johnny yang tersenyum

"Taeil, tunggu aku. Aku akan mengajak mu ke kehidupan yang lebih layak. Aku tidak meminta mu untuk berjuang bersama ku, hanya saja… tunggulah aku"

Mereka berdua terdiam, tapi tau bahwa mereka saling memikirkan

"aku menyukai mu Moon Taeil, sangat menyukai mu, tunggu aku sebentar lagi"

.

.

.

Sudah 5 hari Johnny mengerjakan pekerjaan rahasianya, dan selama ini ia merasa aman-aman saja walau sudah menjebol system dan program komputer perusahaan ternama dijepang.

Takut ? pasti, tapi itu adalah resiko pekerjaan bukan ? toh semua alat yang diberikan Taeyong hyung adalah alat tercanggih, sedikit menghilangkan rasa khawatir Johnny takut-takut malah ia yang di sadap orang lain.

Tapi malam hari ketika Johnny kembali berseluncur menggunakan komputer miliknya, tiba-tiba tampilan layarnya menunjukan banyak angka.

Baru saja dikhawatirkan, ternyata ia kena hack juga.

Bukan Johnny namanya kalau tidak bisa mengatasi masalah ini, hacker mau di hack ? hhmm salah besar.

Johnny sudah 9 hari mengerjakan tugasnya tsb, sampai pada suatu sore saat ia berjalan menuju tempat kerjanya dipinggir kota, ia merasa sedang diawasi atau bahkan diikuti oleh beberapa orang. Namun perasaan itu ditepisnya, Johnny berfikir mungkin itu hanya suggest darinya karna ia sedang mengerjakan pekerjaan yang cukup berbahaya.

Jam menunjukan waktu 00.17, Johnny masih ada didepan laptopnya dan data yang ia dapatkan sudah cukup banyak, terhitung cepat untuk hacker "biasa" sepertinya.

Tok tok tok

Suara pintu diketuk, Johnny langsung merasa aneh karena tidak ada yang tau jika ia ada disuatu tempat terpencil seperti ini. Kalau pun itu Yuta atau orang pesuruhnya pasti Yuta sudah menginfokan terlebih dahulu dan pastinya tidak datang tengah malam seperti ini.

.

.

.

Next Chapter