IT'S HURT

.

.

.

Cast

Johnny x Taeil

NCT 127 Member

.

.

.

"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!" / "Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan"

.

.

.

Tok tok tok

Suara pintu diketuk, Johnny langsung merasa aneh karena tidak ada yang tau jika ia ada disuatu tempat terpencil seperti ini. Kalau pun itu Yuta atau orang pesuruhnya pasti Yuta sudah menginfokan terlebih dahulu dan pastinya tidak datang tengah malam seperti ini.

Degup jantung Johnny mulai bergemuruh, dengan cemas ia melihat ke cctv yang ia pasang disebrang jalan agar tidak terlalu terlihat oleh orang yang berkunjung.

3 pria berpostur besar sedang berada didepan pintu, sepertinya mereka gangster. Johnny mulai panik. Ia langsung mengirim chat ke Yuta, mengabari jika ada orang lain yang berkunjung ke tempatnya.

*chat*

00.20 = Yuta, ada orang yg tidak ku kenal datang ketempat kerja ku

00.21 = jangan menelfon, aku takut mereka akan mendengar suara ku

00.25 = aku sudah menghubungi orang ku, ia akan ketempat mu segera

Tok tok tok

Bunyi ketukan itu semakin kencang, pria-pria itu sudah tidak sabar karena tak kunjung mendapat jawaban dari orang yang ada didalam.

Brak

Sepertinya salah satu dari mereka mencoba untuk mendobrak pintu, Johnny semakin panik, ia tidak bisa lari karena satu-satunya pintu adalah pintu depan.

Brak.. Brak.. Brak

Brak !

Pintu berhasil didobrak, Johnny terkejut dipojok ruangan.

3 pria itu baru saja melangkah kan kakinya kedalam ruangan lalu disusul dengan 3 orang pria lainnya yang langsung menghajar 3 pria dengan stelan preman tsb.

Johnny bisa mengerti dengan cepat, 3 pria yang datang belakangan adalah orang-orang suruhan Yuta.

Terjadi baku hantam disana, man to man, dengan hati-hati Johnny berhasil keluar dari dalam ruangan dan berlari menyelamatkan diri. Ini adalah malam paling mencekam seumur hidupnya.

Johnny berlari tak tentu arah, memasuki gang-gang sempit yang kumuh berharap tidak ada orang lain yang mengikutinya, ia harus menyelamatkan diri.

Langkah Johnny semakin lunglai, sudah cukup lama ia berlari, nafasnya sudah terengah-engah.

Baru saja ia bersender pada tiang listrik, sudah ada pria yang berlari kearahnya dari ujung gang, dengan sigap Johnny berlari lagi menghindar dari pria tsb, Johnny yakin pria itu bukan orang suruhan Yuta karena gaya berpakaiannya yang seperti gangster.

Sedikit lagi, Johnny sudah bisa melihat jalan besar diujung gang, tapi…

Brak

Johnny terjatuh, ia diselengkat oleh seseorang. Hal itu sukses membuat dagunya terantup aspal dan dengkulnya mati rasa karena membentur polisi tidur.

Sebuah tangan dengan kasar merengkung pundaknya dan memaksa Johnny dalam posisi berbaring.

Satu pukulan keras mendarat di pipinya, satu lagi mendarat diperutnya dan satu sekali lagi menghantam kepalanya. Johnny setengah sadar, tapi tetap ingin melawan.

Dengan segenap tenaga yang ia miliki, ia menendang preman itu sampai tersungkur, terjadilah battle antara Johnny dan si ganster.

Jalan sempit itu didominasi oleh pertokoan dan sudah tutup saat tengah malam seperti ini. Perkelahian hidup dan mati Johnny tidak akan ada yang tau.

Johnny berhasil membalas pukulan ke ganster tersebut, muncul seorang gangster lainnya yang ikut melakukan pengeroyokan. Johnny tersudut, ia kewalahan meladeni 2 pria sekaligus, namun mesti begitu Johnny termasuk bisa menyeimbangi dan sulit untuk dikalahkan. Sampai akhirnya….

.

.

.

Next Chapter