IT'S HURT

.

.

.

Cast

Johnny x Taeil

NCT 127 Member

.

.

.

"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!" / "Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan"

.

.

.

Johnny berhasil membalas pukulan ke ganster tersebut, muncul seorang gangster lainnya yang ikut melakukan pengeroyokan .Johnny tersudut, ia kewalahan meladeni 2 pria sekaligus, namun mesti begitu Johnny termasuk bisa menyeimbangi dan sulit untuk dikalahkan. Sampaik akhirnya….

*Taeil Pov*

01.28, ada-ada saja panggilan ku mala mini, harus menemani seorang pria makan ceker ayam dipinggiran kota begini, sialnya lagi ia mabuk soju sampai tidak bisa mengantarkan ku pulang.

Aku berjalan ditepi jalan utama yang toko-tokonya sebagian besar sudah tutup, yaah ini memang tengah malam, mungkin aku nya saja yang terlalu berani keliaran tengah malam seperti ini.

Aku berjalan sambil melihat kearah langit.

Bulan, aku jadi mengingat beberapa hari yang lalu sempat berbincang melalui telfon dengan orang yang ada dibulan, hehe, aku tersenyum sendiri, apa malam ini ia juga sedang memperhatikan ku.

Dor !

Suara petasan ? eeh atau tembakan ? aku mengedarkan pandangan, sembari mengingat asal dari suara tersebut

Dor !

Suara itu lagi, sepertinya berasal dari blok yang jaraknya tidak jauh dari tempat ku berdiri. Aigoo, aku pulang saja atau kesumber suara itu ya ?

Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan, ya ! seperti itu.

Aku berjalan cepat dan tanpa sadar aku mulai berlari, ada apa ini ? kenapa aku cemas, jantung ku berdegup tidak seperti biasanya. Tenanglah taeil, ini hanya suara petasan.

Aku selalu memicingkan mata setiap melihat jalan kecil, waspada siapa tau aku bisa menemukan sumber suara dengan cepat. Ini sudah jalan kecil keempat yang aku lewati, tunggu, seperti ada seorang namja yang sedang terbaring, orang mabuk kah ?

Ku perlambat langkah ku, ku amati dengan seksama, dibantu pencahayaan remang lampu jalan aku bisa melihat surai coklat dari rambutnya, terlihat sangat familiar untuk ku, dan sekarang aku hanya berjarak lima langkah darinya dan mulai menyadari…

"johnny ?" kata pertama yang aku ucapkan

"JOHNNY !" aku berteriak sambil merengkuh badannya yang sudah bersimbah darah, dia Johnny ku, orang yang berada dibulan untuk memperhatikan ku.

"TOLOOOONG ! aish jinjja, jebbal, TOLOOOONG !" aku berteriak sambil menangis, aku putus asa, karena ini memang pertokoan yang tidak sekaligus tempat tinggal sipemilik tolok, malam ini sunyi

"Taeil, Moon" Johnny berusaha untuk berbicara dengan ku

"Johnny, apa yg terjadi ? kenapa kau seperti ini ? ada banyak darah Johnny, disini banyak darah" ucapku panik dengan air mata yang menetes ke pipi lebam Johnny

"its still hurt for me"

"mwo ya ?"

"its still hurt for me to loving you, to get you"

Tangisan ku semakin menjadi, aku ingin melarangnya berucap lagi, tapi aku tercekat, aku tidak bisa mengatakan apapun, Johnny ku mohon, tetaplah bersama ku

"aku menyukai mu Moon Taeil, aku menyukai mu" kemudian ia menutup matanya

"JOHNNY !" aku mendengar suara seorang Pria dan hentakan kakiknya yang berlari menghampiri ku, pria berwajah jepang itu ikut berada disamping Johnny, lalu ia menelfon seseorang dan fikiran ku mulai malayang.

Johnny, ku mohon.

.

.

.

Empat hari kemudian, aku masih disini, mencoba untuk berbicara dengan mu, Johnny.

Belakangan aku mengetahui siapa pria jepang yang menghampiri mu malam itu, aku juga sudah mengetahui apa yang sedang kau kerjakan, bahkan aku juga sudah mengetahui gangster yang menyerang mu adalah mereka yang disuruh oleh musuh kolega mu, aku mengetahui semuanya.

"ini sudah hari keempat aku mengunjungi mu, masih dengan segala omong kosong ku. Mungkin para penjaga itu berfikir aku sudah gila karna terus-terusan berbincang didepan mu" mata ku kembali berair, ku usap batu nisa bertuliskan nama mu diatasnya, aku masih belum bisa percaya kau meninggalkan ku Johnny.

"Taeil-sshi" suara itu menyadarkan ku dari lamunan, ternyata itu Yuta, sudah berani untuk menemui ku rupanya

"aku, aku ingin meminta maaf sekali lagi" aku mengetahui segalanya dari Yuta, sebab itu aku masih merasa kesal dengannya

"membahayakan seseorang tanpa pengamanan khusus, terlambar pada saat genting, itu yang kau anggap menolong ?" aku tidak menahan pemikiran sinis ku terhadapnya

"aku sudah menjelaskan pada mu, rumah ku berada jauh dari tempat kejadain dan memerlukan waktu yg lama untuk sampai. Semua orang ku sudah ku kerahkan tapi memang terjadi baku hantam yang besar ditempat kejadian. Kami juga mencari Johnny…"

"aaarrggh !" aku teriak, tangisan ku pecah, aku menutupi muka ku, aku marah, aku kecewa sejadinya.

Aku mengontrol emosi ku, ini pemakaman umum, jangan sampai aku membuat gaduh karna kesedihan ku yang tak terbendung

"Tael-sshi" suara lembut itu berasal dari sosok namja dibelakang Yuta yang kehadirannya sempat tak ku sadari

"tolong maafkan Yuta, dan… ada sesuatu yang ingin Yuta berikan pada mu"

Yuta memberikan selembar kertas pada ku, "aku menemukan ini dimeja kerja Johnny"

Aku membacanya saat itu juga, dikertas terdapat tulisan tangan yang ku yakini adalah tulisan Johnny..

Moon Taeil,

Kau benar-benar seperti bulan, indah jika dilihat dari jauh tetapi banyak goresan jika dilihat dari dekat.

Maukah kau berbagi goresan itu bersama ku ? akan ku usap sampai hilang rasa sakitnya.

Moon Taeil,

Aku sedang berada dibulan, mengawasi mu dimanapun.

Aku ingin terus bersama mu, tunggulah sebentar lagi, ya… sebentar lagi.

.

.

.

FIN