Chapter 2, sebelumnya:
"Nah Rin chan kau siap?", Miku hanya tersenyum melihat Rin yang sedang gemetaran. Pintu gaya jepang yang terbuat dari kaca itu digeser, menimbulkan murid murid yang sedang konsentrasi belajar maupun tidur menatap mereka dengan terkejut. "Aku siap, kapanpun kau siap!", Rin meyakinkan.
'Sreet..', pintu itu berderet ketika Miku membukanya. "Konbanwa minna!...
Chapter 3, "We are friend?"
"Konbanwa minna!, watashi wa namae Hatsune miku desu, biasa dipanggil Miku, sangat menyukai negi dan nonton film, berasal dari..", belum melanjutkan kata katanya Rin memberikan kode 'jangan' dalam kedipan mata. Murid murid hanya cengo on the spot?. "Kami berdua be.. berasal dari rumah!", jawaban Miku yang membuat seisi kelas meledak karena bom nuklir? #plakk, oke oke ! meledak penuh tawa.
"Ehem!" , dilanjukan oleh Rin, sambil menunjukan gaya bahasa tomboynya, memang sikapnya begitu. "Gak usah banyak cap cus!, nama gua Kagami Rin, umur gua ama Miku beda setahun, dia 13 gua 12, pecinta jeruk dan gamer sejati", amper Miku saling menatap lalu kembali menatap ruang kelas sekolahnya itu.
"Miku, Rin, perkenalkan nama ibu 'Momo', biasa dipanggil Mrs. Momo, nah! Anak anak! Siapa yang ingin bertanya kepada teman baru kita Miku dan Rin?", seketika semua anak laki laki mengangkat tangan selain Mikuo, Kaito, dan Rinto. "Untuk Miku!, tipe cowok apa yang Miku chan sukai?", tanya pria berambut pirang yang sering muncul di padang rumput (Leon: "Emang gua singa, Author: "Menurut lo?, Leon: "Emmm..).
"Etto, itu belum dipikirkan, sekarang yang gua pikirin mah pelajaran!", jawab Miku jujur. 'Kyaa manisnya!', teriak seluruh laki laki kecuali Mikuo dalam hati. "Pertanyaan unuk Rin Kagami!, apa Rin chan sudah punya pacar?, tanya cowok berparas shota, dengan rambut honeyblonde dikuncir pendek kebelakang, tipe cowok imut lah. "Belum!", jawab Rin singkat dan jelas.
"Kalau begitu pertanyaan kedua untuk Rin kagami, maukah kau jadi pacarku?!"….
"Haaah!", pertanyaan yang membuat kelas ricuh, termasuk Rinto sendiri
Luka POV.
Pintu kelas 7c telah digeser, menimbulkan suara berisik yang membuat Luka sendiri menutup telinga menggunakan telapak tangannya. "Siapa?", tanya seorang berambut silver yang tengah asyik menerangkan pelajaran teknologi. "Ma..maaf mengganggu!", Luka membungkuk malu. "Masuk saja, kau bisa memotong pelajaranku, tapi hanya selama 6 menit", jawab Piko Utatane, guru teknologi di VOCALOID YAMAHA GAKUEN dengan acuh.
"Wa..watashi wa namae Megurine Luka desu, pecinta Tuna, dan hobby main voli yorshiku!, murid murid yang lain hanya menatap Luka dengan kagum. 'Ternyata perkenalannya tidak sulit, lihat aku bisa melakukannya, aku benar sensei', Luka tersenyum senyum sendiri membuat setengah murid perempuan menganggapnya 'gila'.
"Nah Megurine Luka, si gadis tuna, silahkan duduk disamping Kamui Gakupo, yang err mungkin sedang tidur, bisakah kau membangunkannya?", Piko tidak melihat Luka dan focus terhadap pemberian materinya. 'Materi penggunaan Microsoft word dengan tepat, dan pemahaman tujuan penciptaan Google'.
'Pelajaran ini tidak ada dalam data, yang ada dalam data didalam ingatan memoriku hanya pelajaran fisika dan kimia, menyedihkan', batin Luka dalam hati. 'Oh ya aku baru ingat membangunkan si terong disampingku ini!'. "Gakupo san, Gakupooo!", Luka berteriak tepat disamping telinga kanannya, membuat si pemilik telinga terbangun dengan tidak elit. "Hey, lu jangan teriak dikuping gua, gua juga manusia you hear thaatt!", balas Gakupo lebih keras lagi.
"Ohh sorry dah, gua pikir lu bekas sisiknya dugong, sorry ya kalo lu manusia!", balas Luka dengan tampang yanderenya (Author: Diambil dari kutipan lagu: "Gakupoo bukan manusiaaa.. ow yeah", *Author dan Luka ber high fife, Gakupo: "Semuanya jahat!", *Gakupo pundung dipojokan)
"ngemeng ngemeng na lama lu siapa?", tanya Gakupo hormat. "Nama gua Megurine Luka!", jawab Luka dengan malu sehingga muncul sebuah semburat merah tipis di pipi manisnya (Author: "Kaga ada rasanya beneran, eh Luka pipi lo apa manis?, Luka: "Kan lu yang nulis Author!", Author: "Oh iye ya!", Luka: "Author baka!"). "Eh Luka kamu sakit ya?, tanya Gakupo dengan peduli memegang dahi Luka. 'Waa, apa yang dia lakukan', batin Luka dengan wajah semerah tomat.
"Gu..gua gk papa koq", Luka menghempaskan tangan Gakupo dan menunjukan wajah imutnya. 'Chhssss', Gakupo merasakan dadanya mulai memanas. "Dada gua kenapa begini", bisik Gakupo kecil. Mereka berdua tidak menyadari bahwa Piko Utatane, guru dan juga hacker sejati itu kini telah memperhatikan mereka berdua daritadi.
"Hey kalian berdua kalau mau pacaran!, keluar saja dari kelas saya!", mereka berdua langsung jadi gugup "Ap..apa ka..kami pacaran mustahil!", teriak mereka bersamaan. Piko hanya tertawa melihat tingkah laku mereka. "Ciee lovebirds baru nih!", sorak teman sekelas Luka bernama Kasane Teto, yang lain hannya mengangguk setuju kecuali satu anak dikelas mereka yang biasa disebut 'pinky boy', karena rambutnya yang bewarna pink. "Eh..eeh!", mereka saling menatap dengan pipi semerah cabe (Author: "Kepedesan yak!").
Rin POV.
"Pertanyaan unuk Rin Kagami!, apa Rin chan sudah punya pacar?, tanya cowok berparas shota, dengan rambut honeyblonde dikuncir pendek kebelakang, tipe cowok imut lah. "Belum!", jawab Rin singkat dan jelas.
"Kalau begitu pertanyaan kedua untuk Rin kagami, maukah kau jadi pacarku?!"….
"Haaah!", pertanyaan yang membuat kelas ricuh, termasuk Rinto sendiri
'Kumohon jangan diterima!', fans fans Rin kini menatap Len Kagamine dengan aura membunuh. "Maaf, tapi apa itu pacaran?", Rin tertawa garing. 'Biasanya seorang gadis akan menunjukkan wajah malunya yang parah, tapi ia malah tertawa dengan tenang, kuakui ia gadis yang unik', Len tersenyum sendiri. "Maaf ya siapapun kau, aku tidak mau menjadi pacarmu!", Rin memberikan balasan senyuman dengan wajah imut. Rinto yang sedari tadi diam, tidak berkomentar apapun langsung nosebleed.(Author: "Mengapa?, karena kalau Rinto ngupil itu pakai ranting pohon mangga!", *Author dilempar ke angkasa dan akhirnya ia bertemu dengan Buzz lighter, diambil dari toy story).
RinMiku POV.
"Miku chan, silahkan kau duduk diantara Shion san dan Meiko chan, untuk Rin chan silahkan duduk disampingnya Rinto", jawab mrs. Momo lemah lembut. "Hai!", mereka berdua segera duduk dibangku yang telah disesuaikan.
"Anak anak kembali lagi ke pelajaran!, untuk Miku dan Rin yang baru menyesuaikan diri, silahkan tanya temannya!", mrs. Momo kembali menulis di papan tulis. "Semoga kita bisa belajar bersama!", sapa Miku ramah kepada Meiko Kasane, gadis berumur 13 tahun, ciri ciri rambut brown short, dan mata coklat terangnya. 'Sigh', Meiko dengan mudahnya mengacuhkan Miku 'Kau pikir, kau siapa hah nyonya sempurna!, kau tahu sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah mual dan muak, apa yang membuat kau begitu terkenal hah!', Meiko bergumam sendiri.
"Kaito san, boleh aku tanya soal nomor 1, seperti apa?", "Boleh saja Miku chan, ini", Kaito menyerahkan buku note biologinya. "Hmm maaf mengganggu boleh aku tanya sekali lagi, aku tidak tahu jawabannya sama sekali", "Waah maaf Miku chan, aku juga tidak tahu jawabannya yang itu".
Miku segera menggoyangkan bangku pria berambut tosca didepan bangku Miku. Mikuo, ia segera mematikan headseatnya dan membalikkan badan, menangkap sosok wanita yang wajahnya hampir sama dengannya, 'cantik', kesan pertama Mikuo bertemu Miku. "Hmm halo, are you hear me?", Miku melambaikan tangan didepan wajah Mikuo yang daritadi melamun. "Ah.. iiya!", "Maaf mengagetkanmu Mikuo san!, boleh aku tanya soal ini jawabannya apa, aku tidak tahu sama sekali"."Oh ini..", Mikuo menjelaskan panjang lebar dengan tepat. "He..hebat, arigatou , Mikuo san!", Miku tersenyum membuat jantung Mikuo tidak karuan berdetak, membuat sosok samping Miku ini cemburu.
"Woy, woiii siapa nama lu!", Rin berteriak nyaring, membuat pria bernama Rinto ini jengkel. "Kagak usah pake teriak teriak kali, gua punya sepasang kuping ini lho", Rinto menunjukan telinganya yang tersumbat earphone. "Ya ya maafin gua!, please!", Rin menunjukkan puppy eyesnya. "Oh iya, elu Rin Kagami itu kan!"."Iye ini gua, mulai sekarang (Rin berhadapan dengan Rinto, dan Miku mencoba berhadapan dengan Meiko, secara bersamaan), kita semua berteman ya!"
~ To be continew ~
Mikuo: "Akhirnya!, sekian lama menunggu gua muncul juga disitu!, untung kaga bernasib menjadi tokoh figuran"
Author: "Oiya, disini kan bakal banyak romancenya, jadi nih gua kasih pairingnya!
Miku & Mikuo IA & Luki
Rin & Len Lenka & Rinto
Luka & Gakupo Meiko & Kaito
Author: "Kalau tidak ada yang suka dengan pairingnya, berkomentar juga tidak papa koq (Diperbolehkan)
Mikuo: *Karena Mikuo merasa dikacangin ia akhirnya bericara dengan kucing
Author: "Cerita ini bakal nyambung koq, dengan cerita awal!, pokoqnya nanti..", Author dibekap Kaito
Kaito: "Jangan spoiler thor, nanti fanficnya bakal gk laku nih"
Author: "Tumben otak lu positif!", karena Kaito merasa sakit hati ia lebih memilih mengikuti Mikuo berbicara dengan kucing
Author: "Jiaah, iam sorry, you can out from acara pundung gk jelas itu -.-"
Mikuo+Kaito: "Ternyata bicara dengan kucing lebih menyenangkan daripada bicara sama lu thor"
Kucing: "Mbeek..mbekk", (Tolong di review ya!)
Author: "Buset dah ini kucing, main suara kambing aja!"
R .
. E
V .
. I
E .
W
