Chapter 3, sebelumnya :

"mulai sekarang (Rin berhadapan dengan Rinto, dan Miku mencoba berhadapan dengan Meiko, secara bersamaan), kita semua berteman ya!"

Chapter 4, "What mean of friend"

"Hmm, oke lah!", Rinto berjabat tangan dengan Rin Kagami, membuat senyum gadis belia ini mengembang (Author: "Emangnya adonan kue?")

. Sekian lama Miku memberikan tangannya kepada Meiko, menunggu balasan yang ramah dan lemah lembut. Meiko hanya melihat tangan Miku dengan sinis, membuat si pemilik tangan menurunkan ajakannya. "Emm, maaf ya kalo..", belum selesai Miku berbicara, Meiko memberikan senyuman palsu manisnya. "Aku hanya berbohong, kita teman koq!", acting girang Meiko. "Meiko chan, seriusan!", tanya Miku tidak percaya. Meiko mengangguk mengiyakan 'Huh, apaan aku begini, agar Mikuo kun ku sayang, tidak mengira bahwa aku adalah gadis yang jahat, dan sekali lagi Miku san, aku benci dipanggil Meiko chan!', gerutu Meiko dalam hati.

"Guk.. guk.. meong.. mbeekkk!", 'bel sekolahnya gaje', seluruh murid dari 7a – 7c hanya bisa bitterdrop (Author: "Karena sweatdrop, sudah terlalu mainstream!"). "Pelajaran kini selesai!", Mrs. Momo menutup pelajaran dan keluar dari kelas, disusul oleh murid murid yang riuh dan berebut keluar duluan.

Luka POV.

"Yak, kelas selesai!", jawab Piko Utatane dingin. 'Oh yes, guru kuudere itu akhirnya keluar juga', sorak surai seluruh murid dalam hati. Belum meninggalkan kelas, masih diambang pintu, "Sebagai gantinya, lo semua besok bakal ada ulangan harian dadakan, paham, gua berharap banyak yang mendapatkan nilai 100, dan nilai kkm nya 98!", Piko Utatane keluar kelas. "Whatttttt!, gile kkm nya 98 bro!" , panic Zatsune Miku, gadis berambut black teal, berumur 13 tahun. "Tapi, pasti bagi Neru itu gampang iya kan Luka chan!", jawab Kasane Teto, gadis berumur 12 tahun, rambut merah terang layaknya bor #Plak (Author ditampar), sedangkan Neru gadis berambut pirang dikuncir satu ini asyik memainkan handphonenya.

"I..iya!", ragu Luka, sambil menatap Teto. Sontak Teto menarik tangan Luka sambil berlari hingga keluar kelas. "Hey..wait!", Luka membual, yang sepertinya tidak didengarkan oleh Teto 'hh, seperti Kagami Rin!', Luka hanya tertawa kecil.

Normal POV.

Rin dan Miku berjalan keluar kelas, menuju kantin sekolah. Mereka lebih memilih tangga sebagai jalan alternative, karena liftnya penuh.

"Miku!, bagaimana perasaanmu di hari pertama masuk sekolah?", tanya Rin, sedangkan orang yang ditanya hanya membuang muka dan mengelus penyangga tangga. "Kau sendiri?", Miku malah balik tanya. "Jujur aku tampak terkejut, kau tahu kau banyak penggemarnya, dan aku merasa belajar adalah hal yang paling membosankan, seperti kau saat kau mengisi data!, kalau kau". "Aku.. tidak tahu, oh ya Rin, apa kau memiliki teman, dan apa artinya teman?", Miku menunjukkan wajah murungnya.

"Aku punya, yaitu kau, Luka, dan sekarang temanku bertambah satu lagi, yaitu Rinto!, tapi kalau artinya teman, aku tidak tahu, setahuku teman adalah ungkapan manusia dibumi, ketika sedang bersama seseorang", jelas Rin panjang lebar. "Owh, berarti ketika kita masih didunia virtual apakah kita teman!", Miku tambah murung lagi. Rin hanya menganga menunggu satu kata 'teman', dalam pikirannya, apa maksudnya itu?."Oh ayolah negi freak!, ada apa denganmu hari ini?", Rin mengangkat tangan heran. Miku hanya menunduk tidak ingin menunjukkan wajahnya pada temannya ini.

"Meiko…", jawabnya lirih, Rin menepuk pundak Miku. "Gadis tua itu menyakiti hatimu, dengan perasaan dan ekspresi tidak jelasnya, membuatmu merasa bersalah begitu!", Rin menintrogasi Miku. "He..hebat darimana kau bisa tahu?!", jawab Miku kagum. "I..itu gampang saja, pertama kepalamu menunduk tanpa alasan, itu jelas aneh, kalau kau lagi sedih biasanya kau membuang muka, karena kau menunduk, tandanya kau bingung dan ada rasa bersalah, Kedua kau menyebutkan nama Meiko san tadi, itu tandanya ada masalah yang berkaitan dengan kata 'teman'", Rin seperti 'Sherlock Holmes', bagi Miku.

'Kruyuuk', suara aneh itu lagi muncul keluar dari perut gadis berambut tosca ini. "Miku suara apa barusan itu?", panic Rin. "Miku jangan katakan kalau kau itu!, hamil!", Rin sontak menarik tangan Miku dan berlari. "Payah, aku nggak hamil!", panic Miku sambil memukul kepala teman, yang agak segleng otaknya ini dengan negi (Author: "Darimana elu dapat negi?", Miku: "Dari kantong ajaib!"). "Waa, Miku nee sakit!", Rin mengelus dengkulnya yang benjol?. 'Kayaknya, gua salah mukul ya, sampe ni anak segleng beneran', Miku sweatdrop. "Apaan sih Miku chan, kan niat gua baeek!", kesal Rin. "Rin, lu kapan pinternya!, gua ini kaga..", pembicaraan Miku dan Rin diberhentikan, karena Teto dan Luka menabrak Miku dan Rin dengan naasnya. "Hamil!", karena kepala Miku terbentur kelantai, membuat Miku pusing dan muntah, Miku segera beranjak menuju westafel terdekat.

"Jangan jangan, Miku beneran!", Rin jatuh dan pingsan diatas lantai, membuat Luka semakin cemas. "Waah, Rin chan, jangan pingsan disini dong!", panic Luka sambil menepuk lembut pipi Rin. "Mereka ini teman temanmu?", tanya Teto, Luka hanya mengangguk sebagai jawaban. "Kalau begitu, ayo bawa dia ke kuburan!", jawab Teto semangat, "Dia masih hidup oi!", geram Luka. "Kalau begitu, bawa dia ke UKS!", Teto menggeret Rin dengan naas, murid sekolah menengah kelas lain yang lihat hanya cengo ditempat, dan Rin mengeluarkan busa dari mulutnya karena kena rabies #Plak.

Teto membawa mereka ke UKS dilantai 2, (Author: "Karena kelasnya 7a – 7c dilantai 4", Reader: "Emangnya tingkat sampai berapa?", Author: "10!", Reader: "Haah!"). 'Knock.. knock!', Luka mengetuk pintu ruang UKS. "Ada apa?", Gumi, gadis berambut hijau lumut ini sedang mengenakan jas UKS, dan meminum jus wortelnya sedang mendongak. "Dia Rin Kagami, bocah yang habis pingsan di tangga dasar!", Teto menjelaskan. "Emm, letakkan saja dia kasur itu", Gumi menuju meja analisisnya..

Miku POV.

"Huuh.. apaan sih Rin chan itu, ini kan hanya tanda kalau aku lapar, Rin chan baka!", bual Miku pelan. Miku menutup keran air, menimbulkan air yang berhenti mengalir. Ia menatap dirinya sendiri didepan kaca, "Sensei, sekarang aku beneran seorang manusia!", Miku tersenyum. Miku membalikkan badannya, melangkahkan kakinya bergerak keluar wastafle. "Menjijikan, dia popular?!", Miku segera berlindung dibalik tembok merapat, sedikit menongolkan kepalanya, sehingga telinga kecil Miku dapat mendengar pembicaraannya.

"Huuh!, kau baru tahu ya!, bahkan sepertinya Mikuo itu ikut tergila gila juga!", gadis berambut cream gelombang itu merapikan sedikit rambutnya. "Aku benci pada anak itu!", geram Meiko. "Kau pikir aku tidak, dia telah merebut Mikuo kita!", gadis itu melangkah pergi meninggalkan Meiko yang masih terpaku dan mendecakkan lidah, tangannya menggepal siap memukul apapun yang ada didepannya. 'Miku, kucatat kau sebagai daftar buronanku!', Meiko segera berlari keluar dari wastafle dengan marah. 'Meiko, apa yang ku lakukan ini benar, apa kau membenciku juga, apa aku ini salah?', Miku merenungkan nasibnya.

Setelah keluar dari wastafle, Miku bergegas menuju kantin sekolah, dan bertemu dengan Luka disana. "Hey!", Miku melambaikan tangannya setelah mengambil bentonya, dan menuju tempat Luka dan Teto. Luka dan Teto hanya menatap Miku dan tersenyum. "Nee Miku, watashi wa Kasane Teto!, Luka chan sudah menceritakan tentang dirimu padaku!", Teto memperkenalkan diri dengan ramah, beda dengan Meiko. "Nee, Teto chan, watashi wa Hatsune Miku desu yoroshiku!", jawab Miku sambil tertawa juga. Teto malah keasyikan makan bentonya, tidak memperhatikan keadaan sekeliling. "Luka, apa kau beritahu dia tentang asal kita?", Miku khawatir, dan Luka malah tertawa, membuat Miku semakin kesal 'Pertama Rin, dan kedua Luka', batin Miku. "Tentu saja tidak!", jawab Luka santai.

Miku akhirnya bisa berpikir tenang, dalam sesaat. "Teto chan, apa kau melihat dimana Rin chan?", Miku duduk disamping Teto, Teto hanya mengeriyit. "Hoo, jadi bocah dekil, dan kumus kumus, karena gk pake Gatsby itu Rin!", Teto hanya tertawa. "Dia masuk UKS, habis pingsan didasar tangga, kayaknya tuh anak kena rabies deh?", tawa mereka bertiga semakin menjadi jadi. Setelah berberapa menit di UKS, tempat Rin dirawat "Hatschiim!", Rin menggigil. "Ditambah pilek juga!", tanya Gumi mengeluarkan thermometer, Rin hanya mengangguk. "Kalau begitu obatnya ini ya!", Gumi mengeluarkan obat kapsul, yang besarnya se laptop, 'G..gulp', Rin gemetaran.

Back to side, Setelah mereka berbincang bincang dan memakan bento mereka, Teto mengajak mereka keliling sekolah. "Jadi lo pemandu wisata kami?", tanya Miku. "Yoi!", jawab Teto semangat. Mereka berhenti didepan madding, "Ini, pembagian kamar asrama kalian nanti!, tapi kalian berdua tidak sekamar denganku", jawab Teto, dan mereka mengalihkan pandangan pada sebaris tulisan. "Whhaatt!", mereka berdua berteriak bersamaan, "Tidak mungkiin…!"

Author: "Bagaimana chapter kali ini!, ada frienshipnya kan!, jangan bilang Author itu mesum, makanya dikasih banyak romansanya!", keluh Author

Len: "Tapi thor, aku gk terima, di chapter sebelumnya masa peranku jadi cowok gombalan!", Len mengembungkan pipi

Author: "Masih mending kamu apa, Lily yang perannya Cuma jadi figuran!", dan akhirnya perebutan cheetos dimulai?, maksud saya perang adu mulut

Miku: "Oh tidak!, mereka melakukan!", panic Miku

Kaito: "Ya, rival adu mulut!"

Len: "Author baka!"

Author: "Elo baka!"

Len: "Yang baka itu Kaito!", *Kaito pundung dipojokan dengan sedih, 'Sesekali ada nggak yang menganggapku cerdas', batinnya

Author: "Shota, banana freak jahat, yang menyakiti sohibnya sendiri!"

Len: "Elo juga shota, banana freak!"

Author: "Gua kaga shota! Tapi kece, yang shota itu Piko utatane!", *Piko yang mendengarnya merasa sakit hati, dan ikut pundung bersama Kaito

Len: "Bilang aja orang jahat!, lu sendiri juga jahat!"

Author: "Apa lu, tante tante!"

Len: "Yang tante tante itu Meiko!", *dan akhirnya Meiko ikut pundung bersama Kaito, dan Piko, mereka mengupload foto mereka pundung di nistagram 'Rasanya dinista teman begini', coment mereka

Miku: "Tolong di review saja - _ -"

R .

. E

V .

. I

E .

W