Title : It's Our Story
Cast : All member EXO, SUJU, 2ne1, F(X), SNSD
Pair : KaiDo, SuLay, RisTao, HunHan, ChenMin, ChanBaek
Genre : Romance, School Life, A little bit Humor
Lenght : Chapter 1/?
Rate : T
Warning : YAOI, TYPOS, HUMOR GARING dll
A/N : annyeong haseyo *bow, gomawo buat yang udah pada baca ff ini. Gomawo~ *cipokinsatusatu langsung aja tanpa banyak bacot, .Do(T) maaf karena author gak bisa bales review nya satu satu
YAOI
DON'T LIKE
DON'T READ!
Chapter 4
Author POV
"umin baby~~!" teriak chen sambil berlari kearah xiumin yang sedang bersama dio di kantin "haish, sialan! Kenapa harus ada dia!" xiumin yang kaget melihat chen berlari melebihi kecepatan angin-_- segera berbalik dan berlari meninggalkan dio yang masih memasang tampang O.O. "GYAAAAA BERHETILAH MENGEJARKU CHEN!" teriak xiumin sambil tetap berlari merasa dia tetap diikuti oleh chen. "Xiu baby kemarilaaah~~!" chen berlari sekuat tenaga dan berusaha mendekat kearah xiumin. Teriakan teriakan dan derap langkah kaki mereka berdua membuat gaduh seisi lorong yang mereka lewati. Melihat kejadian itu Dio hanya mengedikan bahunya dan berbalik DUAK dirinya sukses menabrak namja jangkung di depannya. "a ah mianhamnida" ucap dio sambil membungkuk, walau belum jelas siapa yang ia tabrak tadi. "gwenchana" ujarnya sambil memegang dagu dio dan mengangkatnya. Suara tegas itu, tangan yang besar itu, itu KAI! "kau tidak apa apa?" tanya nya lagi pada dio, sontak membuat yang ditanya segera mengusir lamunannya "a aku tidak apa apa" ucapnya terbata dengan wajah memerah. "bisa kau lepaskan tanganmu? Orang orang disini memandang sinis" kata dio sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar lorong. "aku rasa tidak" ucap kai. Hah? Apa maksudnya dengan tidak? Pikir dio. "aku tidak akan melepaskanmu Do kyungsoo" ucapnya lagi. Dio semakin dibuat tidak mengerti oleh namja tan ini. Dia hanya memandang dengan tatapan –maksudmu?- kai hanya terkekeh dan mengalengkan tangannya di leher dio. "temani aku chagi" ucapnya sambil menyeret dio dalam dekapannya. CHAGI?dia bilang chagi? Sejak kapan? Kemana dia akan membawaku? Jangan jangan, dio segera menepis pemikiran yang ada di akhir itu 'angan bodoh dio!dia hanya mengajakmu ke atap' eeeeh keatap? Pikiran dio kembali melayang layang. "apa yang kau lamunkan?" tanya kai sambil melepas tautan di leher dio. "e eh aniya" ucap dio sambil bersemu merah. "ada apa kau egajakku kemari?" tanya dio "dan apa maksudmu dengan perkataan chagi tadi?" sambungnya. "heum, aku hanya ingin kau menemaniku di sini. Chagi? Aku tidak memanggilmu begitu" jawab kai sambil terkekeh "eeeh? Iya kah?" dio terkejut, tapi dia yakin kai memanggilnya chagi. "hentikan, jangan memasang wajah seperti orang bodoh" ucapnya lagi sambil berbaring di salah satu kursi yang ada di sana, "yaa! Aku tidak bodoh! Dan wajahku memang seperti ini! Jangan pernah memanggiku bodoh! Jika aku bodoh aku tidak mung-" kalimatnya terpotong oleh sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya yang tebal. Kalian sudah tau apa itu kan? "mppph!" dio memukul dada kai(tentunya siapa lagi-_-) Kai menjauhkan bibirnya, "apa yangkau lakukaaaan!" teriak dio. "itu karena kau terlalu banyak omong do kyungie~!" ucap kai enteng lalu mebaringkan dirinya di kursi itu lagi. "YA! Jangan mengganti nama orang sesuka hatimu! Dasar bodoooh!" ucap dio sambil memukul mukul lengak kai. "kau tidak bisa diam?! Kau ingin aku melakukannya lagi eoh?" tanya kai, tampak bibirnya menampakan smirk yang mematikan, membuat author meleleh #curcol. "a aniya! Jangan berani be-" lagi lagi kalimat itu terpotong oleh bibir kai, dan kali ini dia mulai melumat. "euugh, mppph!" dio tampaknya masih berkoar walau tak jelas apa yang dia katakan-,-. Merasa mulai kehabisan nafas, dio memukul kai dengan keras. Saat kai mundur terciptalah benang saliva diantara mereka. Tubuh dio naik turun dan berusaha meraup seluruh oksigen yang ada di ruangan terbuka itu. "sudah? Jangan mengomel lagi dan diamlah" kata kai sambil membaringkan lagi tubuhnya di kursi itu. Dio hanya tertegun, dan bingung dengan apa yang harus dia lakukan. "kemarilah" suara itu membuat dio membuyarkan lamunannya. Dio menghampiri kai "ada aaaaa~" kai menarik dio duduk disebelahnya dan membaringkan kepalanya di atas paha dio. "kursi ini keras, aku membutuhkan bantal" ucap kai sambil menyamankan posisinya di paha dio. Dio hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi dan mulai menyanyi neoui sesanggeuro yeorin barameul tago. Ne gyeoteuro eodieseo wannyago. Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo manyang idaero hamkke georeumyeon odideun cheogugilteni "suara mu bagus" ucap kai sambil menutup matanya. "go gomawoyo" ucap dio sambil tersipu malu. "YAAA! Kelas sudah masuk sejak 10 menit yang lalu! Dan kalian berdua masih berada disini?! Cepat masuk kelas sanaaah!" ucap seseorang dari arah pintu atap. Kaget, dio dan kai segera melihat ke arah asal suara tersebut. "AMBER SONGSAENIM!" jerit dio sambil berlari ke arah amber, tidak lebih tepatnya ke arah pintu itu. Dia tidak menyadari bel sudah berbunyi. "mianhae" kata dio sambil berlari ke kelasnya. "YAK! Kau kkamjong! Tidak akan pergi dari situ HAH!" bentak amber. Yang dibentak hanya memandangnya dingin lalu berjalan gontai menuju kelasnya, tapi sebelumnya "kau merusak acaraku hyung!" ucap kai lalu lari kocar kacir karena sudah pasti amber akan berteriak mengomelinya. "YAKKK! KAU KIM JONG IN!" ucap amber sambil memandang ke arah perginya kai. 'cih, andai dia bukan cucu pemilik sekolah ini' batin amber dan segera pergi melanjutkan patrolinya(?)
KAISOO MOMENT END
Chanyeol POV
"baekkie berikan aku bekalmuuu, aku lapar~ jebaaal chagiyaaa" ucapku sambil bergelayut manja. "hentikan park chanyeol! Aku lapar!" ucapnya sambil mengibas ngibaskan tangannya seperti mengusir seekor anjing yang kelaparan. "baekkie kau egois! Aku juga lapar" ucapku sambil sengaja memasang muka dingin. "hentikan memasang wajah seperti itu! Tidak akan mempan!" ucap baekhyun sambil terus memakan bekalnya. Haish menyebalkan sekali anak ini. Ku rebut saja kotak makanannya "YA! Park yeollie! Kembalikan makananku yoda jelek!" ucapnya sambil berusaha menggapai gapai tanganku "tidak akan pernah, sampai kau mau membaginya dengan ku byun baek pendek!" aku mengangkat tanganku tinggi tinggi dan sudah pasti berada diluar jangkauannya. "shirreo! Kembalikaaan! Minta saja pada eomma mu! Atau pergi ke kantin membeli makanan!" ucapnya sambil meloncat loncat, "shireo, aku tidak punya uang" ucapku sambil nyengir kuda. "YA! Sejak kapan pewaris PCY cooperation tidak punya uang! Jangan mebual dan cepat kembalikkan" ucapnya sambil menggapai gapai kotak bekalnya yang sudah pasti tidak tergapai, hahaha *ketawa evil. "berbagi maka akan ku berikan" kataku lagi sambil menatapnya dalam. "huh, yayayayayya aku akan berbagi sekarang berikan!" aku menurunkan tanganku dan meletakan makanan itu di atas meja. "baekkie, aaaaaa~" ucapku sambil membuka mulut. "cih, makan sendiri!" ucapnya galak. "tidak mauuu, aaaaa~" ucapku manja "cih, suaramu yang seperti bapak bapak pedophile sangat tidak cocok melakukan hal seperti itu! Nih!" ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi ke arah muutku. "waau edoil kau ukakan" (baca, walau pedophile kau suka kan) "berhenti berbicara saat makan yoda jelek" dia menggetok kepalaku menggunakan sendok yang ida pegang "hehehehehe" aku hanya nyengir dan mencium bibir nya sekilas. Dia hanya memandangku denga death glare yang menurutku bukannya menyeramkan tapi malah lucu. "saranghae my byun baek pendek" ucapku sambil memeluk pinggangnya "nado saranghae park yoda jelek" ucapnya sambil menuapkan makanan lagi kemulutku. Haaaaah aku mencintai hidupku, dan juga namja disampingku ini.
SKIP TIME
Author POV
Satu minggu berlalu dengan cepat, seluruh siswa seoul musical highschool sudah mempersiapkan acara festival dengan sebaik mungkin. Sekolah itu sudah terhias dengan rapih, dan juga telah didirikan panggung mewah ditngah tengah lapangannya, di pinggir pinggrirnya sudah berbaris stand stand makanan, permainan, marchindise(?) dan yang lainnya. Panggung itu seperti panggung konser megah milik SUJU atau sejenisnya. Seluruh kelas dipakai sebagai pameran dan juga beberapa stand kecil didalamnya yang menyajikan berbagai makanan khas dari seluruh dunia. "dio, kau sudah mempersiapkan semuanya?" tanya suho sambil membawa papan dada berisi tulisan tulisan keperluan dan jadwal atau semacamnya. "sudah suho, aku sudah memasak beberapa masakan dibantu jessica noona, sunny noona dan beberapa anak lainnya. Kau tenang saja" ucap dio sambil terus menata barang barang di sekitar dapur itu dan menyuruh beberapa temannya untuk membawa makanan makanan lezat itu ke stand nya masing masing. "baiklah. Galkkae" ucap suho lau berjalan ke arah gedung dance meninggalkan dio yang masih sibuk memasak. "jongin, lay, xiumin bagaimana?" tanya suho sambil bejalan mendekati mereka berdua. "sudah bagus suho, kami hanya tinggal tampil." Kata kai sambil mengusap peluhnya. "kami baik baik saja suho, jangan terlalu khawatir. Yoona noona, hyeoyeon noona dan yuri yoona membantu kami dengan baik" kata lay sambil tersenyum dan meneguk botol minumannya. "baiklah, aku serahkan pada kalian" ucap suho lalu pergilagi ke arah aula. Dari arah aula terdengar suara suara merdu dari orang orang didalamnya. "baekhyun, luhan sudah siap?" tanyanya (lagi). "sudah suho, aku dan luhan sudah berlatih, kau tenang saja, taeyeon dan tiffany noona membantu kami dengan baik" ucap baekhyun sambil menyimpan mic nya dan mengambil dua botol minuman dan memberikan yang satunya pada luhan. "baguslah, aku pergi" kata suho. Dia berlari ke arah gedung beladiri. Disana tao sedang latihan wushu dengan teman temannya sambil di temani kris. "tao, sudah beres?" tanya suho taksabaran. "eh? Sudah ge." Katanya tanpa mengalihkan pandangannya dari lawan wushunya. "kau berlebihan suho, acaranya masih nanti siang" ucap kris datar sambil melihat lurus kearah tao. "haaaah, terserah kau saja. Cepat latihan dance dan fitting baju untuk nanti acara fashion show!" perintah suho pada kris. Mereka seolah tidak mempedulikan tao yang sedang menghajar temannya. "yayayaya aku tahu. Hei panda hentikan, kau tidak ingin membunuh dia kan?" ucap kris sambil berdiri menghampiri tao. "hahaha maafkan aku. Tentu tidak gege" ucap tao sambil menyusap peluhnya di keningnya. "aku pergi dulu panda nakal" ucap kris lalu mengecup bibir tao cepat. "n ne ge" ucap tao canggung. Tak dia sadari suho sudah pergi entah sejak kapan. Tao membantu temannya berdiri dan mereka tertawa sambil meminum minuman isotonik.
"yeol kau sudah bisa bagian rapp nya?kulihat dance mu sudah bagus" ucap sehun sambil berbaring telentang sambil ngos ngosan. "sudah, kau tidak tau aku raja rapp di sini, hahahaha" ucap channyeol tertawa. Mereka sedang latihan untuk performnya malam nanti. "kris hyung kenapa kau lama sekali?" tanya kai pada kris. "kau sudah tau jawabannya kkamjong" ucap chen sambil memasang wajah derp nya. "aku bersama pandaku" ucap kris sambil melenggang ke kamar ganti. "dia jadi lebih ekspresif setelah bertemu tao hyung" ucap sehun. "kau benar, sudah kita latihan lagi, kemana suho dan si kkamjong?" tanya chanyeol. "itu si kkamjong di pojok, dia gelap da diam di pojok, dia tidak terlihaaat! Aah aku merinding melihat hantu hitam" ucap chen sambil memasang wajah takut yang sumpah menijijikan!"berhenti seperti itu jongdae hyung. Ayo latihan" ucap suara di pojok itu. "gyaaa aku takut~" teriak chanyeol sambil menjerit seperti yeoja. "hentikan! Kita mulai" kata kris yang baru saja mengganti seragamnya menjadi pakaian training. Suho segera berganti pakaian sesaat setelah kris keluar dari kamar ganti. Yo! Ok! Sexy~ neo hogshi molla gyeonggo haneunde. Jigeum wiheomhae so dangerous jakku nareul jageug hajimma nado nal molla. Geomjeong geurimja nae ane kkaeeonna neol boneun du nune bul kkochi nuntteo. Geu nyeo gyeoteseo moduda mulleona ijem jogeum sshig sana wojinikka. Na eureureong eureurong eureurong dae. Da mulleo seoji anheumyeon dachyado molla. Gerakan mereka begitu serasi dan juga indah(?) "bagus, kita hanya perlu berlatih vokal dan rapp nya saja." Ucap suho sambil meneguk air mineralnya. "aku rasa ini akan sangat hebaat!" ucap sehun sambil berbaring telentang dilantai kayu itu. Yang lain hanya mengangguk. KRETT bunyi pintu ruangan itu membuat kaget semua orang yang ada didalamnya. "yeol!" "hunnie~" "gege!" "hai chen chen" "suho hyung" ucap mereka berlima bersamaan, kecuali hanya ada seorang yang terdiam. "aaah baekki!" "Hannie~" "my baby panda!" "umin baby~" "lay ah~" ucap mereka mebalas panggilan dari kekasihnya masing masing. "hai chagi" kata kai. Semua disitu bingung, entah pada siapa kai mengucapkan kata kata itu. "siapa yang kau maksud kai?" tanya chanyeol. "namja pendek bermata bulat, yang sekarang hanya berdiri di depan pintu tanpa menghampiri aku!" ucap kai setengah berteriak, dia sengaja melakukannya. Yang dimaksud hanya mengeluarkan tatapam O.O "ya! Dio~ah, yang kai maksud adalah kau! Kemari dan hampiri kekasihmu!" kata baekhyun yang sekarang sedang duduk dipangkuan channyeol. "ta tapi sejak kapan aku berpacaran dengannya?" tanya dio, semua yang berada disana hanya tercengang. "kau lupa? Itu saat aku berada diatap bersamamu bodoh!" ucap kai sambil memeluk lututnya. "BE BENARKAH?" tanya dio sambil tetap mempertahankan wajah O.O nya -,- . "lupakan" kata kai dingin. "dio, kau lupa kapan jadian mu sendiri? Ckckck, sekarang hampiri kai dan minta maaflah padanya" kata luhan lembut. "ta tapi aku sungguh sungguh luhan" kata dio terbata. "sudah cepat sanah, aku akan pergi besama sehun" kata luhan lalu menggaet tangan sehun disebelahya dan berlalu pergi. Yang lain ikut menyusul, disana hanya tinggal dio dan kai berdua. "uhm, kai, maafkan aku." Ucap dio sambil menghampirinya, walau dio bingung untuk apa dia meminta maaf pada kai. "shirreo, tinggalkan aku!" ucap kai sambil menyelipkan(?) wajahnya diantara lututnya. "ta tapi, kai maafkan aku" ucap dio sambil memegang pundak kai, kai menepisnya. "ada apa denganmu? Aku bahkan tidak tau mengapa aku harus meminta maaf padamu!" dio merasa mulai jengkel. "aku bilang pergi!" kai mebalikkan tubuhnya. "huh yasudah. Toh bukan aku yang salah" dio melenggang pergi meninggalkan kai sendirian. 'liat saja kau mata bulat! Aku akan menghukummu!' batin kai sambil bersmirk ria. Dia segera berdiri dan pergi keluar ruangan itu.
TBC~~~
jelek ya? maafin author, author lagi blank ide, ditambah author sakit plus mau UN~~ maaf juga telat update, author khawatir readersnim pada bosen nungguin. sekali lagi maafkan author *bow 90 derajat. chap depan ff ini end u,u. ada yang mau request ff? genrenya bebas, tapi kalo bisa jangan nyuruh author bikin rate M. author gak kuaat .
akhir kata, Review jusseyo, kalo bisa jangan jadi siders yo. tapi bagi siders terimakasih udah mau baca ff iniii u.u
annyeong~~~~
