Keyakinan Diri

Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk

Rated : T ( pokoknya aman deh )

Genre : advanture

Warning : OOC,OC, Gaje, Tipo masih bersebaran, alur kecepetan, EYD (ejaan yang disemawutkan)

Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya

dont like dont read oke...!

.

.

.

.

Cting~

Cting~

Suara kunai yang saling bertabrakan memenuhi ruangan tempat biasanya para ninja berlatih

Cting~

Suara kunai saling beradu pun kembali terdengar. Kini kita lihat terdapat sepasang manusia yang saling menunjukan kemampuannya. Lebih tepatnya seorang anak laki-laki yang kita ketahui bernama Naruto yang sedari tadi bersemangat dan menunjukan kekuatannya kepada lawannya yang tidak lain adalah Sandaime hokage yang tengah melatih Naruto untuk meningkatkan keterampilan Naruto dalam pertarungan, mulai dari melatih kemampuan bertahan, menyerang lawan dengan berbagai macam trik, menganalisis kelemahan lawan, dan lain sebagainya.

Memang Sandaime hokage bertarung dengan Naruto, tetapi ia tidak mengeluarkan kemampuan sebenarnya. Sandaime hokage hanya fokus dalam pertahanan diri dan mencari celah agar bisa menyerang Naruto dengan taijutsunya. Ia tau kemampuannya di atas Naruto.

Mereka kini tengah beradu kunai, Sandaime hokage yang melihat pertahanan Naruto melemah pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Sandaime hokage akan menendang Naruto.

Naruto yang mengetahui ia dalam bahaya pun melompat mundur. Seandainya ia tak mengetahui situasinya, bias-bisa ia akan terkena tendangan dari kakeknya.

"Reflek yang bagus Naruto" puji Sandaime hokage.

Setelah posisi Naruto cukup aman. Ia pun berdiri kemudian menyiapkan segel tangan. "bunshin no jutsu" kata Naruto.

Kemudian munculah 2 sosok yang mirip dengan Naruto, lalu kedua bunshin yang dikeluarkan Naruto menyiapkan kunai di masing-masing tangan kanan nya. Mereka pun berlari menuju kearah Sandaime hokage. Naruto beserta bayangannya pun membentuk formasi, kedua bunshin Naruto berlari kearah samping kanan dan sampan kiri sedangkan yang asli melompat dan siap menerjang.

Saat bunshin Naruto yang berada di kanan Sandaime hokage mulai menyerang, ia berlari kemudian menyerang Sandaime hokage. Tetapi Sandaime hokage mampu menghindar, kemudian memegang pergelangan tangan bunshin Naruto kemudian ia melempar bunshin Naruto kearah kiri yang disana terdapat bunshin Naruto yang satunya lagi, kemudian kedua bunshin itu bertabrakan dan kemudian menghilang.

'Bunshin' batin Sandaime hokage yang tidak mengetahui bahwa yang menyerangnya tadi hanyalah bunshin.

Tiba-tiba dari atas, Naruto yang asli telah siap menerjang.

'Ternyata bunshin tadi hanyalah pancingan agar pertahanan ku melemah" batin Sandaime hokage yang mengerti rencana Naruto.

Naruto pun siap menerjang kepala Sandaime hokage menggunakan kakinya. Alhasil Sandaime hokage terpental kebelakang.

Saat Naruto mendarat, tiba-tiba Sandaime hokage berubah menjadi batang pohon.

"Kawarimi? Kapan Kakek melakukannya" kata Naruto yang tersentak kaget, sebenarnya saat ini Naruto sangat lelah.

Dari kejauhan Sandaime berjalan kearah Naruto, kemudian memberi Naruto tepuk tangan. "bagus Naruto, kemampuanmu sekarang terus meningkat" kata Sandaime hokage

"hosh~ benarkah hosh~" balas Naruto dengan terengah-engah.

"Iya, sepertinya kita akan istirahat dulu sebentar. Kau sangat kelelahan" kata Sandaime hokage

"Tidak kakek, aku masih kuat kok lebih baik kita lanjutkan saja" kata Naruto berusaha meyakinkan Sandaime hokage. Tapi usaha Naruto gagal dalam meyakinkan Sandaime hokage.

"Kau tau kenapa kau selelah ini?" kata Sandaime hokage

"Aku tidak tau" balas Naruto yang tampak kebingungan

"Itu karena saat latihan tadi kau menggunakan 2 bunshin. Seperinya kau masih belum bisa melakukan pembagian chakra kedalam bunshin yang kau buat tadi dengan tepat. Sepertinya kau terlalu banyak memberikan chakramu kepada setiap bunshin yang kau buat sehingga kau kehabisan chakra dan akhirnya kau kelelahan" kata Sandaime hokage panjang lebar.

"Oh.. Jadi begitu ya" kata Naruto yang baru menyadari.

"Setelah istirahat ini nanti aku ingin mengajarimu teknik seribu bayangan dan cara membagikan chakra kesetiap bunshinmu dengan tepat dan benar. Setelah aku melihat kemampuanmu, aku ingin kau meningkatkan formasi bertarungmu menggunakan bunshin seperti tadi saat latihan. Karena tadi serangan formasimu sangat hebat dan jika dikembangkan akan menjadi jurus baru" kata Sandaime hokage.

Naruto yang mendengar itu pun tersenyum senang. "Hore… Jurus baru" kata Naruto kegirangan.

Naruto pun melanjutkan latihannya. Sejak pulang sekolah tadi siang, Naruto langsung mengajak Sandaime hokage untuk melatihnya. Ya, karena Sandaime hokage sedang tidak banyak kerjaan pun menyempatkan diri untuk melatih Naruto.

Tanpa disadari Naruto ada seseorang anak yang memakai baju berwarna putih sedang memperhatikannya sedari tadi.

[Keyakinan Diri]

.

.

.

.

Sore hari~

Naruto kini sedang berjalan-jalan di pinggir sungai. Memang Naruto sangat menyukai tempat ini, selain pemandangan yang indah. Naruto juga menyukai tempat ini karena udaranya yang sejuk dan berguna untuk menghilangkan rasa lelahnya sehabis latihan. Ya, Naruto telah selesai berlatih bersama Sandaime hokage. Dan hasilnya Naruto telah mampu menguasai teknik seribu bayangan, membagi chakra kepada setiap bunshin dengan tepat, serta beberapa formasi penyerangan yang ia dan Sandaime buat. Walau Naruto belum sepenuhnya menguasai teknik seribu bayang, karena setiap ia mengeluarkan ribuan bunshin pasti kepalanya akan terasa pusing. Naruto tetaplah Naurto yang tak pantang menyerah, Naruto akan menyempurnakan teknik seribu bayangan ini.

Sedang asik-asiknya menikmati hembusan angin yang menenangkan hati dan pikiran tiba-tiba terdengar suara orang yang sepertinya sedang latihan. Karena dari nada suaranya yang keras dan bersemangat.

Naruto pun pergi kesumber suara tersebut. Naruto mengingat-ingat suara yang sepertinya ia kenal. Dan benar saja, ia melihat Lee yang sedang berlatih. Naruto pun tersentak kaget saat melihat teman pertamanya yang sedang latihan, Tetapi bagi Naruto yang dilakukan Lee hanya akan melukai tubuhnya sendiri. Entah latihan atau bukan, Lee terus meninju batang pohon yang besar hingga batang tersebut agar rusak sedikit, tetapi hal itu membuat kdua tangannya berlumuran darah.

"Lee, apa yang sebenarnya kau lakukan" kata Naruto yang sebenarnya berusaha untuk menghentikan kegiatan yang sedang Lee lakukan.

Alhasil Lee pun menghentikan latihannya dan menengok kebelakang. Ia melihat Naruto yang memandangnya dengan pandangan khawatir.

5 menit kemudian

"Sebenarnya kenapa kau melakukan hal seperti itu. Itu akan melukai dirimu sendiri" kata Naruto yang sedang membalut tangan Lee dengan perban.

Saat setelah Lee menghentikan latihannya Naruto pun segera menuju kerumahnya untuk mengambil kotak obat dan kembali ketempat Lee berada.

Lee pun tertunduk lesu "aku hanya latihan, karena aku ingin menjadi kuat walaupun aku tak bisa menggunakan ninjutsu" kata Lee.

"Tapi yang kau lakukan ini tak ada gunanya. Kau akan tr-" belum sempat meneruskan kalimatnya Lee pun langsung memotong pembicaraan Naruto.

"Kau tau Naruto, kau masih beruntung bisa menggunakan ninjutsu. Sedangkan aku tak bisa melakukannya. Setiap hari aku selalu di ejek oleh seluruh anak di Akademi karena aku tak bisa menggunakan ninjutsu. Maka dari itu aku tidak mendapat teman sama sekali. Aku memang tak berbakat dalam ninja tetapi aku akan tunjukan pada mereka walaupun aku tak bisa melakukan ninjtsu aku akan menjadi ninja yang kuat. Setelah aku melihat mu berlatih bersama Sandaime hokage kau memiliki potensi untuk menjadi ninja dan itulah yang membuatku melakukan ini agar aku bisa kuat sepertimu" kata Lee panjang lebar.

Naruto kini tau perasaan Lee kenapa dia mau berteman dengan nya. Ternyata Lee juga merasakan apa yg dirasakan Naruto selama ini Yaitu kesepian.

Lee pun meneruskan kalimatnya. "Waktu tadi pagi kau datang ke kelas. Aku berpikiran agar aku bisa berteman dengan mu. Saat aku menyampaikan keinginanku agar aku bisa menjadi temanmu aku sudah menerima apa yang akan kau putuskan. Tetapi aku terkejut bahwa kau mau menjadi teman ku. Aku pun sangat senang pada waktu itu" Naruto tetap mendengar pembicaraan Lee.

Kini Naruto telah paham apa yg di rasakan Lee. Lee pun melanjukan kalimatnya. "Tapi sekarang kau sudah mengetahui bahwa aku tak bisa menggunakan ninjutsu kau boleh tidak berteman dengan ku" kata Lee dengan pelan tetapi Naruto tetap bisa mendengarnya.

Naruto pun membalas perkataan Lee. "Kau tau, sebenarnya kita sama. Aku dan kau sama-sama tidak memiliki teman, sama-sama merasakan kesepian maka dari itu kenapa kita harus memutuskan pertemanan kita hanya karena hal seperti itu, kau akan menjadi temanku selamanya" kata Naruto tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya.

Lee pun terkesiap. Ia pun bersyukur masih ada yang mau berteman dengannya.

Lee pun ikut tersenyum. "Arigatou Naruto. Kita akan bersama karena kita adalah teman" kata Lee yang juga mengacungkan jempolnya.

"Tapi ngomong-ngomong penampilan ini lumayan keren juga" kata Lee saat melihat tangan nya yang selesai di perban. tangan Lee yang tertutupi kain perban dianggap Lee sangat keren.

"Hehe" cengir Naruto.

[Keyakinan Diri]

.

.

.

.

Naruto kini sudah belajar di Akademi selama 2 tahun. Hadirnya Naruto di akademi membuat warna tersendiri, karena tingkah konyolnya yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tertawa. Bagi Naruto, ia melakukan itu agar orang-orang di kelas nya memperhatikannya, dan usaha Naruto pun berhasil.

Selain tingkah konyolnya, Naruto juga memiliki sifat yang baik hati, sopan, dan gampang berteman dengan siapa saja. Sewaktu dulu walaupun Naruto selalu di ejek dan di kucilkan. Ia tetap tersenyum dan suka menolong walau yang di tolong nya itu pernah mengejeknya. Alhasil perlahan-perlahan Naruto pun mulai diterima oleh beberapa anak di kelasnya dan mau bermain dengannya.

Diantaranya anak dari keturunan keluarga Nara, yaitu Shikamaru. Walau ia tak selalu bermain dengan Naruto tetapi Naruto sudah menganggap Shikamaru sebagai temannya karena Shikamaru lah yang sering mmbantu Naruto dalam bidang pelajaran. Ada juga anak dari keturunan Akimichi. Yaitu Chouji. Dan masih banyak lagi.

Selanjutnya yang bisa mengajak Sasuke bermain hanyalah Naruto. Entah apa yang di lakukan Naruto hingga Sasuke yang dikenal pangeran es yang memilik sifat dingin khas dan selalu senang berdiam diri mau bermain dengannya. Bahkan Naruto lah yang pernah membuat Sasuke tertawa.

Pada saat itu lah semua fans girl Sasuke selalu menyuruh Naruto melakukan sesuatu agar Sasuke bisa tersenyum bahkan hingga tertawa.

Walau agak risih Naruto tetap melakukannya. Ya kadang berhasil kadang tidak, karena untuk mencairkan sikap dingin Sasuke itu agak susah tetapi para fans girl Sasuke tetap berterimakasih padanya, walau tak sering membuat Sasuke tertawa tetapi hadirnya Naruto dikelas jadi lebih hidup dan berwarna.

Dari situ lah Naruto pun mulai mengenal dan bahkan sudah memiliki teman perempuan.

Diantaranya Yamanaka Ino. Karena Ino lah yang sering menyuruh Naruto untuk membuat Sasuke tersenyum. Dari situ lah mereka mulai saling mengenal.

Lalu kemudian Tenten. Ia berpenampilan chinies, rambut nya yang di cepol 2 adalah khas penampiln chinies. Walau pun agak tomboi Tenten memiliki wajah yang lumayan cantik *hehe.

Sebenarnya Tenten bukanlah salah satu fans girlnya Sasuke, tetapi ia bisa dekat dengan Naruto karena Naruto pernah mengajarinya teknik melempar senjata ninja, seperti kunai dan shiruken. Karena Naruto yang terampil dalam melempar kunai dan shiruken membuat Tenten ingin belajar dengan Naruto. Ia ingin bisa melakukan teknik-teknik menggunakan persenjataan karena orang tuanya adaleh ninja spesialis senjata, ia ingin sekali seperti orang tuanya. Dari situ lah Tenten dan Naruto mulai dekat.

Naruto juga berteman dengan pewaris Hyuga. Seorang putri cantik memiliki kulit putih dan rambutnya pendek. Sebut saja namanya Hyuga Hinata, walau ia pendiam tetapi ia memiliki sifat yang lemah lembut, baik terhadap teman-teman nya, dan sopan.

Serta masih banyak lagi teman perempuan Naruto.

Di Kantor hokage ada sepasang orang yang juga sedang membicarakan Naruto. Ia adalah Sandaime hokage dan seorang jounin yang memiliki rambut berwarna abu-abu dan wajahnya tertupi masker.

"Kau akan mnjdi guru pembimbing Naruto, kau tau kenapa aku memilihmu itu karena kemampuan mata sharinggan mu. Jika kyuubi yang ada didalam diri Naruto mulai mengendalikan tubuh Naruto kau bisa menanganinya menggunakan genjutsu mata sharinggan mu. Dan juga kau akan menjadi pembimbing Sasuke. Karena ia adalah keturunan Uchiha dan memiliki sharinggan sama seperti mu kau bisa mengajarinya tentang teknik mata sharinggan karena kau yang telah berpengalaman dalam menggunakan sharinggan" kata Sandaime hokage dengan serius.

Sandaime hokage pun melanjutkan kalimatnya. "Apa kau siap... Kakashi"

"Hai"


Thanks to :

Drag nagami, betapaa, mendokusai144, hn, IndoSedSadSupMie ichiraku, Akira no Rinnegan, TobiAkatsukiID, .750, Black market, Vin'Diesel No Giza, , WaOnePWG, dikdik717, , , Nagasaki, Musashi, .5, Red d, guest, Nitya-chan, gedasandyyasa, m. , Do you hate me

Terimakasih yang udah mau repot-repot ngutak-ngutik... hehe

Maaf agak lama update nya ya... Padahal kemaren sebenarnya mau aku update chapter 3 nya. Udah sampe warnet... Eeeh malah listriknya mati.

kasihan aku ya..

Dan akhir kata semoga chapter 3 ini memuaskan para pembaca ya.!

selanjutnya Review ya, kalau enggak *keluarin uang kertas warna merah, reader keluarin emas batangan 5. Author sujud-sujud mohon minta satu emasnya hehehe