A/N : Maaf akan keterlambatan update chapter 4 nya, soalnya ane banyak tugas, dari ulangan mid semester dan pekerjaan dirumh lainnya. tapi gak usah banyak cingcong, langsung baca aja chapter 4 nya. selamat membaca dan sekali lagi maaf jika ada kesalahan di chapter sebelumnya ^_^
Keyakinan Diri
Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk
Rated : T ( pokoknya aman deh )
Genre : advanture
Warning : OOC,OC, Gaje, Tipo masih bersebaran, alur kecepetan, EYD (ejaan yang disemawutkan)
Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya
dont like dont read oke...!
.
.
.
Desa Konoha adalah desa yang tenang dan damai, hari ini para penduduk desa Konoha sedang melakukan aktifitas nya masing-masing. Namun keadaan tenang dan damai itu terhapuskan oleh kebisingan di suatu kelas. Ternyata penyebab kebisingan tersebut disebabkan pangeran es mereka aka Sasuke tengah tersenyum. Walau hanya 1 detik saja sudah membuat keributan yang menggelegar?
"Sasuke-kun kau manis sekali" kata gadis berambut pink. Sakura Haruno
"Kau lihat saja suatu saat nanti kau akan menjadi milikku" lanjut Sakura.
Ino yang mendengar ucapan Sakura tersebut tidak terima. "Eh jidat, kalau bermimpi jangan ketinggian. Sudah jelas kalau Sasuke itu hanya perhatian padaku bukan padamu" kata Ino dengan nada sindiran
"Apa kau bilang Ino-pig?, mana mungkin Sasuke-kun selalu memperhatikan mu. Sebenarnya Sasuke-kun itu bukannya memperhatikan mu, tapi kau itu dianggap sebagai sampah berjalan oleh Sasuke-kun" ejek Sakura yang juga tak terima.
"Berani-berani nya kau jidat lebar" geram Ino yang matanya udah bunder dan berwarna putih semua *bayangin sendirilah xD
"Memang, aku tak takut dengan mu Ino-pig" kata Sakura, Akhirnya mereka pun saling menjelekkan satu sama lain hanya karena masalah sepele. Ckckck
Pertengkaran antara Ino dan Sakura pun terhenti serta keributan di kelas pun meredam setelah Ibiki-sensei masuk ke kelas mereka.
Ibiki-sensei dikenal sebagai guru killer. Sifatnya yang dingin dan jarang sekali tersenyum membuat semua murid takut terhadapnya. Juga penampilan Ibiki-sensei yang di wajahnya terdapat goresan yang menambah kekilleran guru tersebut.
"Sekarang kalian semua akan mendapat guru pembimbing, setiap guru memiliki 3 anggotanya. Apa kalian mengerti" kata Ibiki-sensei to the poin.
Setelah mendengar berita tersebut, seluruh siswa pun kembali ribut.
"Aku ingin bersama Sasuke"
"Aku ingin bisa satu tim dengan Sasuke"
"Sasuke.."
Itulah jeritan para calon kunoichi saat mendapat berita tersebut. Sedangkan yang terus dibicarakan hanya menutup telinga.
"Semuanya tenang" bentak Ibiki-sensei dengan keras. Akhirnya semuanya pun diam.
"Baiklah, kalau begitu semua guru pempimbing masuk ke kelas" perintah Ibiki-sensei. Para guru pembimbing yang mendengar kalimat itu pun langsung masuk kekelas.
Mulai dari guru yang dengan santainya merokok di dalam kelas. Hampir semua anak yang ada di dalam kelas pun terbatuk-batuk.
"Guru macam apaan ini"
"Aku tidak mau jika dia jadi guru pembimbingku"
"Mondekusai ne"
"Hei Shikamaru berhentilah berkata seperti itu"
"biarkan saja Ino, dari dulu Shikamaru selalu berkata seperti itu jadi kau tak mungkin bisa menghentikannya seperti itu"
"Diamlah Chouji gendut"
"APA!"
Itulah komentar dari para murid.
Selanjutnya guru yang memiliki alis tebal dan ia berpakaian hijau ketat.
"Wah. Keren sekali, ia memiliki alis yang tebal seperti aku" keta Lee terkagum-kagum terhadap guru yang memiliki alis tebal tersebut.
"Apa selera keren mu seperti itu Lee" gurau Naruto.
"Iya, karena keren adalah orang yang memiliki alis tebal seperti ku, karna itu terlihat sangat keren. Semoga Sensei itu bisa menjadi guru pembimbing ku" jawab Lee dengan mata berbinar-binar.
"Heh?. Tidak masuk akal, yang namanya keren itu seseorang yang bergaya cool, tampan, dan pintar. Contoh seperti aku" kata Sasuke yang entah kenapa narsisnya kumat.
Naruto dan Lee pun hanya memandang Sasuke dengan tatapan tak percaya. Bagaimna tidak percaya kalau Sasuke yang selalu berdiam diri dan tak suka dengan keramaian bisa narsis juga.
Sasuke yang dipandangi seperti itu pun agak risih. "Apa?" tanya Sasuke dengan ketu, Naruto dan Lee pun kembali sadar.
"Tidak kok" kata Lee dan di setujui Naruto dengan cengiran khasnya.
"Hn" balas Sasuke.
Guru selanjutnya yang masuk pun adalah seorang wanita yang berpenampilan berbeda dari guru yang lain nya. Guru yang lainnya memakai pakaian resmi jounin konoha tetapi wanita tersebut hanya memakai baju berwarna merah dan kain seperti perban berwarna putih yang melingkar sesuai pola bajunya
Kemudian guru yang masuk berikutnya di ikuti guru yang lain.
9 calon guru pembimbing berada diruangan kelas. Sepertinya mereka menyadari jika satu lagi calon guru pembimbing belum datang.
"Haduh, selalu saja begitu. Dimana semangat muda nya yang memmmbara" kata guru beralis tebal dgn berapi-api membuat para calon guru pembimbing lainnya sweatdrop.
Sedang bingung menanyakan dimana calon guru pembimbing yang telat, tiba-tiba kepulan asap muncul di dalam kelas. Setelah asap menghilang tampaklah seorang ninja jounin bermasker yang kita ketahui bernama Kakashi.
"Hey! Kenapa kebiasaan telat mu itu tidak pernah hilang. Dimana semangat mengajarmu yang membara untuk mengajarkan pada penerus-penerus ninja hebat di depan kita" kata guru beralis tebal yang sukses membuat semua yang berada di kelas tersebut sweatdrop. Kecuali Lee yang memandangi guru tersebut dengan terkagum-kagum.
"Oh maaf, tadi saya harus menolong nenek yang sedang kesusahan membawa barang, jadi aku bantu membawanya sampai rumahnya dulu. Saat aku ingin kesini, aku malah bertemu kucing hitam. Tidak mau terkena sial jadinya aku memutar arah jadinya aku yelet begini" kata Kakashi dengan wajah tanpa dosa.
"Sudahlah, sekarang sudah datang semua. Kalau begitu perkenalkan diri kalian masing-masing dan sebutkan siapa saja yang ada di tim kalian nanti" perintah Ibiki-Sensei
"Oke. Kalau begitu aku yang akan pertama memperkenalkan diri" kata guru yang beralis tebal dengan mata yang berapi-api.
"Hm. Dimulai dari mana ya? Oh ya. Nama saya Guy, saya sering di juluki monster hijau agung dari konoha. Makanan faforit saya adalah kare, umur say, etto- pokoknya itu tidak penting. Lalu hobi sa-" belum selesai Guy menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh guru yang sedang merokok.
"Terlalu panjang Guy, langsung saja ke intinya. Beritahu siapa saja tim mu" kata guru yg sedang merokok tersebut.
"Baiklah. Disini yang nanti berada di tim saya di sebut tim 3. Anggotanya adalah yang pertamma Hyuga Neji" kata Guy sambil mencari dimana yang namanya Hyuga Neji.
Neji yang di sebut namanya pun hanya mengangkat tangan nya dan tanpa ekpresi sama sekali. Guy yang sudah melihat Neji pun langsung melanjutkan kata-kata nya.
"Oke Yang ke dua Tenten" kata Guy.
"Iya" balas Tentn yang namanya disebut sambil mengangkat tangannya.
"Dan yang ke tiga Rock Lee" lanjut Guy.
"Iya Sensei" kata Lee yang entah kenapa ia sangat bersemngat.
"Heh, setim bersama orang yang tak berbakat dalam ninja. Mana mungkin bisa di ajak kerja sama? Ninjutsu saja tak bisa" sindir Neji. Lee yang mendengar itu pun menoleh kearah Neji.
"Jangan remehkan aku, akan ku tunjukan kalau aku akan menjadi ninja yang hebat walau tidak bisa menggunakan ninjtsu" kata Lee dengan yakin. Neji pun hanya mendengus.
"Hey Lee! Semoga kamu sukses di tim mu yang baru ya, walau kita tidak setim kau harus tetap semangat" kata Naruto yang menyemangati Lee dan di setujui anggukan dari Sasuke.
"Naruto.. Sasuke.. Baiklah kalau begitu aku akan berusaha semampuku" kata Lee yang semangat nya 2x lipat dari yang tadi.
"Oke. Kalau begitu setelah selesai perkenalan ini untuk tim 3 yang baru di bentuk. Kalian temui aku di dekat tempat peltihan para ninja biasanya! Apa kalian mengerti?" kata Guy.
"Hai" kata Lee dan Tenten. Sedangkan Neji tak memberi tanggapan sama sekali.
"Baiklah, sekarang saya pergi dulu" kata Guy yang langsung berlari dengan kecepatan penuh.
"Selanjutnya saya akan memperkenalkan diri dan memberitahu siapa saja yang berada di tim saya. Tim saya adalah tim 7. Oke pertama-tama nama saya adalah Hatake Kakashi. Dan untuk lebih lengkap lagi nanti saja, yang terpenting adalah anggota tim 7 terdiri dari. Haruno Sakura" kata Kakashi dengan nada berwibawa.
"Iya Sensei" kata Sakura yang mengangkat tangannya. Dalam hati Sakura terus saja berdoa agar ia bisa satu tim bersama Sasuke.
Kakashi pun melanjutkan kalimatnya. "Dan yang kedua Uchiha Sasuke" kata Kkshi. Tiba-tiba jeritan kegirangan dari gadis berambut pink terdengar menggelegar.
"Akhirnya aku bisa setim bersama Sasuke-kun. Hey Ino-buta kau kalah" kata Sakura dengan nada yang dibuat-buat. Ino yang mengetahui Sakura setim dengan Sasuke pun tidak terima.
"Hey Sensei, kenapa harus si jidat lebar ini?" Tanya Ino dengan keras.
"Itu sudah keputusan Hokage-sama" jawab Kakashi dengan santai.
"Sudahlah Ino-buta, terima saja nasibmu. Kau tidak akan pernah bisa bersama Sasuke" sindir Sakura.
"Dasar kau jidat lebar" kata Ino murka.
"kalian berdua jika tidak bisa tenang tau sendiri akibatnya" bentak Ibiki-snsei. Alhasil Sakura dan ino pun menghentikan pertengkarannya.
"Saya akan lanjutkan. Dan anggota yang ketiga adalah Uzumaki Naruto" kata Kakashi "wakatta, kita akan menjadi tim yang hebat. Iya kan Sasuke?" tanya Naruto dengan semangat. Sasuke pun hanya tersenyum tipis yang sama sekali tidak ada yang mengetahui.
"Oke setelah acara ini selesai, temui aku di atap akademi" perintah Kakashi.
"Hai" kata Sakura, Naruto, dan Sasuke serempak.
Acara perkenalan pun usai di tim Kurenai terdiri dari Inuzuka Kiba, Hyuga Hinata, dan Aburame Shino. Sedangkan di tim Asuma terdiri atas Nara Shikamaru, Yamanaka Ino, dan Akimichi Chouji. Serta di tim guru pembimbing lainnya pun telah di bentuk.
.
.
.
kini kita berada di atap akademi yang mana terdapat dua pasang manusia. Siapa lagi kalau bukan Kakashi, Naruto, Sasuke, dan Sakura. Saat anggota tim 7 yang baru di bentuk berada di atap akademi menemui Sensei baru mereka.
Keheningan terjadi
Kakashi pun memecah keheningan tersebut.
"Nah, sudah berkumpul semua. saya ingin memberitahukan kepada kalian tentang apa saja yang harus dilakukan nanti saat tim 7 beraksi dalam misi. yang harus kita pelajari adalah tentang kerja sama tim. Dimana pada setiap tim pasti membutuhkan kerja sama tim maka dari itu kita harus saling mengerti dan jangan gegabah saat musuh menyerang. Setidaknya harus terjadi komunikasi antar anggota. Jika melakukan nya secara bersama-sama akan lebih mudah di bandingkan sendiri, Itu akan berakibat fatal jika kita melakukannya sendri tidak mampu mengatasi musuh. Dan.. Sakura apa kau dari tadi mendengrkan aku berbicara" kata Kakashi denagn tegas. Sakura yang ketahuan dari tadi tidak memperhatikan apa yang di bicarakan Senseinya karena yang selalu di perhatikan hanya Sasuke dengan mata yang sudah berbentuk love-love pun hanya menyengir kaku sambil mengagruk pipinya.
"Gomen Sensei" kata Sakura dengan agak kikuk.
"Baik lah kalau begitu, besok pagi kita akan mulai latihan. Dan ini adalah tempatnya" kata Kakashi sambil memberikan kertas kepada setiap muridnya. Didalam kertas itu adalah peta menuju ke tempat latihan besok pagi.
"Ya karena tempat latihan tim 7 baru dibuat, jadinya saya beri peta ini agar kalian tau tempatnya" kata Kakashi dengan tersenyum sambil memejamkan matanya.
"Yosh, aku akan lakukan yang terbaik. Aku akan menjadi kuat dan akan melindungi semua teman-teman ku bahkan seluruh penduduk desa konoha, karena impian terbesarku adalah menjadi hokage yang di akui semua orang" kata Naruto semangt.
Kakashi yang mendengar itu pun tersenyum. Kemudian ia kembali menjelaskan apa-apa saja yang dilakukan saat melakukan misi dan melawan musuh.
.
.
.
Hari hampir menjelang malam di sebuah gang terdapat anak berambut pirang jabrik yang kita ketahui adalah Naruto yang sedang berjalan pulang menuju rumahnya. Setelah selesai nya perkumpulan tim 7 Naruto pun menyempatkan diri untuk makan ramen di ichiraku hingga matahari terbenam. Saking asiknya makan dan mengobrol dengan paman Teuchi serta Ayame tentang pengalamannya diakademi ia bahkan sampai lupa waktu.
Dan sekarang Naruto hampir sampai di rumahnya. Saat sedang berjalan santai karena rumahnya sudah dekat, tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong. Dari suaranya yang menjerit itu adalah seorang perempuan dan sepertinya ia sedang dalam masalah.
Dengan cekatan Naruto pun berlari ke arah sumber jeritan tersebut yang berada di gang kecil yang sepi yang jarang dilewati orang-orang. Saat sampai disana ia melihat seorang gadis yang sedang di ganggu oleh anak laki-laki yang sepertinya ingin memalak gadis tersebut. "tolong jangan ambil uangku! Aku tidak punya uang lagi kalau uang ku di ambil, nanti Kaa-san ku marah" kata gadis tersebut yang Naruto ketahui ternyata itu adalah Ino.
"Sudahlah berikan saja, kau kan bisa mencari uang lagi. Kalau kau tidak memberikannya tau saja akibatnya" ancam anak laki-laki tersebut yang berbadan agak gemuk.
"Iya berikan saja. Begitu saja kan beres" kata anak yang satunya lagi yang memakai topi kebelakang dan berlagak seorang preman.
"Tidak mau" tolak Ino
Ino pun bersiap ingin menyerang. Ia mengambil sebuah kunai dalam kantong senjatanya. Tetapi ke 2 anak laki-laki itu juga mengeluarkan sebuah kunai dari kantong senjatanya dan kunai salah satu anak laki-laki itu sudah berada di dekat leher Ino.
"Menyerah saja lah, atau kau akan trluka" ancam anak laki-laki yang memakai topi terbalik sambil menyeringai.
"tidak akan. Aku tidak akan menyerah" kata Ino. Ino pun akan menendang perut anak tersebut tetapi ternyata ia mampu menghindarinya.
Ino masih belum menyerah ia menyerang ke dua anak tersebut menggunakan kunainya. Tetapi sekali lagi kedua anak tersebut mampu menghindarinya. Karena lemahnya pertahanan ino pun akhirnya tersudutkan. Anak laki-laki yang bertubuh agak gemuk meninju perut Ino, Ino pun mundur kebelakang dan menghantam tembok di belakangnya. Ino meringis kesakitan.
"ku-kuso" kata Ino sambil menahan sakit di bagian perut dan punggungnya.
"apa hanya segitu saja kemampuan ninja mu?" ejek anak yang memakai topi terbalik.
"Ugh" rintih Ino yang sudah tak kuat lagi berdiri.
"Baiklah, karena kau tadi sudah berani melawanku. Kau akan rasakn ini" kata anak yang bertubuh agak gendut sambil melayangkan tinju ke arah Ino.
Ino pun terdiam, ia pasrah jika terkena tinjuan itu. Ia pun menutup matanya brsiap menerima tinjuan dari anak tersebut. Ino tak kunjung merasakan sakit di kepalanya, ia memejamkan mata agak lama. Akhirnya ia putuskan untuk membuka matanya perlahan. Setelah membuka matanya Ino pun terbelalak. Di depan wajah nya beberapa centi lagi pasti tinju anak itu mengenai wajah nya tapi ternyata di tahan oleh sosok anak seumurannya. Ia berambut pirang jabrik dan ia membelakanginya.
Saat melihat ciri-ciri fisik anak tersebut Ino pun langsung mengenalnya. "Naruto" gumam Ino menyebut nama anak yang menyelamatkannya tersebut.
"Kalian berdua berani hanya kepada perempuan, kalian bukanlah lelaki sebenarnya. Kau tau, dia adalah temanku jadi kalau kau sampai menyakiti dia kalian tak akan ku ampuni" ancam Naruto.
"Beraninya kau mengancam kami" kata anak yang bertubuh agak gendut yang tangannya di pegang Naruto.
Anak tersebut langsung menyiapkan tinju menggunakan tangan yang satunya lagi, saat tinjunya sudah beberapa centi lagi mengenai wajah Naruto, tiba-tiba Naruto menangkis menggunakan tangan yang satunya lagi.
Dengan posisi seperti itu Naruto pun mendapat celah, ia kemudian menendang perut anak tersebut hingga terpental kebelakan dan menabrak tembok. Sekarang giliran anak yang bertubuh agak gemuk merasakan sakit di bagian perut dan punggungnya. Anak laki-laki yang memakai topi kebelakang saat melihat kejadian itu terbelalak. Ia pun tidak terima.
"Beraninya kau melakukan itu terhadap temanku dasar monster" Naruto yang mendengar kata monster pun tidak terima.
"Siapa yang kau bilang monster" kata Naruto yang nada bicaranya berubah dingin.
Dengan gesit Naruto pun melesat kearah belakang anak tersebut kemudian ia membisikan sesuatu pada anak tersebut.
"ingat! Aku bukanlah monster. Jika kau menyebut kata itu di depan ku lagi kau akan merasakan seperti ini" keta Naruto lalu ia pun meninju punggung anak tersebut.
Anak tersebut pun terpental ke depan. Dengan kecepatannya Naruto pun melesat ke depan anak tersebut kemudian menendang dan meninju hingga kembali terpental kebelakang.
anak laki-laki yang bertubuh agak gendut yang melihat kejadian itu pun mulai merasakan ketakutan. Ia berpikir jika ia tidak cepat pergi dari sini ia pasti akan tak bisa berjalan lagi. Anak bertubuh agak gendut itupun langsung menghampiri temannya yang sedang merintih kesakitan kemudian membopongnya lalu lari menjauhi tempat tersebut.
Setelah sosok kedua anak tersebut hilang dari pandangan Ino pun menoleh ke arah Naruto yang masih memandang kearah larinya kedua anak tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan.
Saat Ino melihat kejadian tadi ia pun mulai kagum terhadap kemampuan Naruto. Ino mulai berdiri dan berjalan mendekati Naruto yang sedang membelakanginya.
Naruto yang merasakan seseorang sedang berjalan ke arahnya pun menoleh kebelakang, dan ternyata itu adalah Ino yang tengah tersenyum lembut kearahnya. saat melihat senyuman lembut itu Naruto yang semula pandangannya dingin pun mulai melembut dan membalas senyuman Ino.
"Nee Naruto. Arigatou telah menyelamatkan ku. Seandainya tidak ada kamu aku sudah tidak tau bagaimana nasib ku. Arigatou, hontou ni arigatou" Kata Ino.
"tidak usah di pikirkan lagi, Yang penting sekarang kau selamat. Sudah menjadi kewajiban saya untuk menolong mu karena kita kan teman" kata Naruto dengan senyuman yang terus menempel di wajahnya.
"Maaf waktu pertama kali kau masuk ke akademi aku selalu mengejek mu, selalu menghinamu, aku.. Benar-benar minta maaf ya" kata Ino sambil menundukan kepalanya.
"Tenang saja, aku bukanlah orang yang pendendam. Yang lalu biarlah berlalu, kau sudah aku maaf kan dari dulu" kata Naruto.
"Arigatou nee Naruto-kun" kata Ino yang agak tersipu malu saat menyebut nama Naruto dengan sunfik-kun.
"Ya, sekarang apa kau mau ku antar pulang? Tidak baik lho kalau seorang gadis berjalan malam-malam sendirian" tawar Naruto.
"Ti-tidak usah, rumah mu kan sudah dekat, aku tidak mau merepotkan mu, lagi pula aku pasti bisa jaga diriku kok" kata Ino agak gugup saat Naruto menawarkan untuk mengantarkannya pulang.
"Baiklah kalau tidak mau, dan hati-hati ya dijalan" kata Naruto sambil tersenyum lebar dan hal itu mmbuat Ino merona merah. Tapi sekarang malam hari jadi Naruto tidak mengetahui jika Ino tengah merona karenanya.
Nruto pun mulai berjalan pulang dan disampingnya ino pun berjalan bersama Naruto. Saat sudah keluar dari gang kecil tersebut mereka pun berpisah. Tanpa di sadari mereka, sebenarnya mereka sama-sama tersenyum senang.
END
Hehe..
Gak kok cuma bercanda. Yang bener
T.B.C
Spesial Thanks To : Yasahi-kun, hime koyuki 099, Black market, , Nagasaki, wafihidayatulloh, 1, Luca Marvel, Guest, Musashi, , Akira no Rinnegan, Hn, TobiAkatsukiID, Guest, sanner uchiha, NovaIpratanapu1, Vin'Diesel No Giza, m. , Elgha-shi no GoBesuto, mitsuka sakurai, monkey D nico, Kurama No Kyuubi141, lanjvtkan sby, Namikaze hoshi
Thanks udah mau ngeriview fanfic ku yang Gaje ini ^_^
Pertanyaan :
1. kenapa dari awal chapter tidak ada haruno sakura y ? apakah ada perubahan di tim 7 nantinya ?
jawab : ya sakura ada kok, tim 7 gak berubah
2. semua chara rookie 12 berperan,apakah erro-sennin akan muncul? dan 2 sannin lainnya ?
jawab : pasti muncul, tunggu aja chapter depan
3. secara garis besar,anda sudah tentukan kan fic ini mau gimana plot n endingnya ?
jawab : sudah, tapi endingnya masih belum kepikiran
dan akhir kata review lagi ya...! dan minta kritik untuk chaptrer ini serta saran untuk chapter depan ^_^
