A/N : hai... lama udah gak update, maaf ya baru bisa sekarang ngupdatenya.. soalnya gua baru dapet musibah, jatoh dari motor. jadinya aku jarang ke warnet. dan baru sekarang update chapter terbaru.. tapi gak usah banyak cincong. baca aja chapter 5 nya.. (maaf kalau ceritanya gak memuaskan para pembaca)
Keyakinan Diri
Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk
Rated : T ( pokoknya aman deh )
Genre : advanture
Warning : OOC,OC, Gaje, Tipo masih bersebaran, alur kecepetan, EYD (ejaan yang disemawutkan)
Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya
dont like dont read oke...!
.
.
.
Pagi ini Rock Lee tengah berjalan-jalan, dari raut mukanya tampaknya Rock Lee tengah gembira. Dan ternyata yang membuat Rock Lee gembira dikarenakan ia mendapat hadiah dari gurunya yaitu Guy-sensei sebuah pakaian hijau ketat. Saat itu Lee sangat bergembira walaupun timnya baru terbentuk kemarin tetapi Guy-sensei sudah mengetahui potensi Lee dalam ninja, walaupun tidak bisa menggunakan ninjutsu tetapi taijutsunya sangat mengagumkan. Makannya Guy-sensei memberikan hadiah pakaian ketat miliknya.
Saat Lee tengah asik berjalan-jalan ia melihat Naruto tengah murung, Lee pun menghampiri Naruto. Lee pun menepuk pundak Naruto, dan Naruto menoleh ke samping. Saat Naruto menoleh ke samping ia pun kaget hingga terjatuh dari kursi taman yang sedang ia duduki.
"It-te-tei" rintih Naruto.
"Naruto, kenapa kau kaget seperti itu, seperti melihat hantu saja" kata Lee.
"Oh tidak, apa kau benar Lee? Dan kenapa penampilanmu seperti itu?" tanya Naruto.
"Iya aku ini Rock Lee, dan kenapa penampilanku begini, itu karena aku sangat mengagumi Guy-sensei. Kau tau? Baju ini adalah hadiah dari Guy-sensei karena kerja kerasku, Guy-sensei memberikan baju ini untukku" kata Lee panjang lebar.
"Oh. Begitu ya" balas Naruto.
'Untung saja dia mengagumi Guy-sensei, coba jika dia mengagumi Kakashi-sensei. Bagaimana nanti penampilannya' batin Naruto sambil memikirkan penampilan Lee seperti kakashi-snsei.
"Naruto, kenapa kau tadi murung sekali?" tanya Lee yang menyadarkan Naruto dari imajinasi-imajinasi yang tidak jelas.
"Oh, itu karena sendal ku sudah rusak. Bagaimana nanti kalau latihan? Uangku pasti tidak cukup untuk membeli sendal ninja yang baru" kata Naruto yang kembali murung.
"Jadi begitu ya. Oh iya, kau tunggu disini sebentar ya" kata Lee yang tiba-tiba ia ingat sesuatu. Ia pun berlari kerumahnya.
"Ada apa dengannya?" tanya Naruto pada dirinya sendri.
3 menit kemudian
Lee pun kembali ketempat ia dan naruto sambil membawa sesuatu di tangan nya.
"Ini untukmu" kata Lee sambil menyodorkan tangannya ke arah Naruto, ternyata yang dibawa Lee adalah sepasang sendal ninja.
"Kenapa kau berikan kepadaku Lee? Bukannya kau membutuhkannya?" tanya Naruto bingung.
"Tidak apa Naruto, ini aku berikan kepada mu karena daripada tidak digunakan mendingan aku berikan pada sahabatku. Lagi pula aku masih punya kok" kata Lee.
"Apa kau yakn Lee?" tanya Naruto memastikan.
"Yakin 100%" kata Lee mantap.
"Arigatou Lee, kau memang sahabat terbaik" kata Naruto senang.
"Anggap saja ini hadiah dari ku karena kau mau menjadi temanku" kata Lee yang ikut senang.
"Oh iya aku sampai lupa kalau aku mau latihan" kata Naruto.
"kalau begitu, jaa nee" lanjut Naruto sambil berlari meningalkan Lee.
"Berjuanglah Naruto" kata Lee lirih.
BEBERAPA MENIT BERLALU.
Naruto akhirnya sampai di tempat yang ia tuju, disana sudah ada sepasang manusia yaitu Sasuke dan Sakura dengan raut muka kesal.
"Gomen aku telat, dan ada apa dengan kalian?" tanya Naruto setibanya di tempat Sasuke dan Sakura.
"Bukan hanya kamu saja yang telat, Kakashi-sensei juga telat. Kita disini menunggunya dari tadi" kata Sakura kesal.
"Kau tau? Kakashi-sensei dikenal sebagai ninja yang sering sekali telat. Aku tak tau apa penyebabnya?" timpal Naruto. Sasuke hanya mendengus kesal.
Saat sedang membicarakan senseinya tiba-tiba kepulan asap muncul dihadapan mereka.
"Ohayou" sapa Kakashi yang ternyata tadi itu adalah Kakashi. Ke tiga murid nya pun memandang sensei nya dengan kesal.
"Hey, kenapa sensei sangat telat" kata Sakura yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Maaf tadi aku tersesat di jalan yang namanya kehidupan" elak Kakashi dengan alasan seperti biasa.
"Alasan yang konyol" kata Sasuke lirih tapi menusuk?
"Baiklah kalau begitu kita mulai latihannya" kata Kakashi sambil meletakan sebuah jam di atas batang pohon.
"Dengarkan baik-baik! Tugas kalian adalah merebut lonceng ini dari tangan ku hingga jam mkan siang" kata Kakashi sambil menunjukan dua buah lonceng.
"Tapi, jika di antara kalian tidak berhasil merebut lonceng ini kalian akan ku ikat di kayu ini dan tidak makan saat jam makan siang tiba. Selain itu jika tidak berhasil maka aku akan kembalikan ke akademi lagi" ancam Kakashi dengan muka yang dibuat seram.
"Apa kau yakin sensei? Kenapa hukumannya seberat itu?" tanya Sakura.
"sangat yakin" kata Kakashi meyakinkan Sakura dan ke dua murid yang lain.
"Baiklah kita mulai dari sekarang" kata Kakashi yang kemudian Naruto dan Sasuke menghilang dari tempat untuk bersembunyi sedangkan Sakura masih ditempat. Ia sebenarnya bingung harus melakukn apa.
"Kenapa kau tidak bersembunyi" kata Kakashi.
"eto- baiklah aku aksn sembunyi" kata Sakura yang kemudian hilang untuk bersembunyi.
Saat Sakura sudah pergi untuk bersembunyi kakashi langsung bersiaga jika ada serangan mendadak walau kakashi masih membaca buku 'ero' nya. Dan benar saja 2 kunai dengan kertas peledak dari samping kanan dan kiri Kakashi mengarah kepada dirinya. Kakashi pun menutup buku 'ero' nya dan meletakannya di kantong senjata.
"Baik. Aku akan serius" kata kakashi yang kemudian dengan kecepatannya ia bisa menangkap kedua kunai dengan kertas peledak lalu melemparnya keatas dan akhirnya kunai tersebut meledak di atas Kakashi, tapi hal itu membuat daerah tersebut di tutupi kabut tebal.
Hal ini pun dimanfaatkan Naruto, ia melakukan teknik bayangan. 4 bunshin Naruto berlari ke arah Kakashi dari segala arah. Namun Kakashi yang memiliki sharinggan pun bisa mengetahui ada yang menyerangnya. Ke 4 bunshin pun menyerang menggunakan taijutsu. Kakashi sedikit kewalahan karena serangan taijutsu Naruto dari segala arah, jadinya Kakashi harus ekstra bertahan.
Kakashi pun beradu taijutsu dengan 4 bunshin Naruto. Karena hal itu kakashi tak menyadri ada seseorng berada di atasnya sambil merapal sebuah jutsu.
"Katon : Gokakyu no Jutsu" kata orang tersebut yang ternyata adalah Sasuke yang menyemburkan api dari mulutnya. Kakashi yang menyadari ada yang menyerang dari atasnya ia pun mengambil 4 kunai dari kantongnya dan langsung menusuk jantung ke 4 bunshin tersebut dan akhirnya ke 4 bunshin tersebut menghilang.
Kemudian Kakashi pun merapal jutsu "katon : Gokakyu no Jutsu" ternyata Kakashi mengeluarkan jurus yang sama seperti Sasuke. Akhirnya kedua bola api yang dikeluarkan Kakashi dan Sasuke pun saling bertabrakan, hal itu membuat pandangan menjadi silau.
Tiba-tiba Kakashi merasakan ada seseorang yang akan menyerangnya. Dengan reflek yang bagus, Kakashi pun memegang tangan seseorng tersebut. Hampir saja kunai itu mengenai lehernya.
"Rasakan ini sensei! SHANNARO!" teriak orang tersebut yang ternyata adalah Sakura yang bersiap akan menendang Kakashi. Tetapi gara-gara pandangannya terhalang oleh cahaya api pertahanan Kakashi sedikit longgar. Sakura pun menendang perut Kakashi, tetapi masih bisa di tahan dengan tangannya.
Karena reflek yang kurang bagus Kakashi pun mundur kebelakang karena tendangan kuat dari Sakura tadi. "Kerja sama tim yang bagus. Ini lah yang saya harapkan" puji Kakashi. Api pun padam, Kakashi bisa melihat dengan jelas kembali.
"Itu belum apa-apa Sensei, lihat ini?" kata Sakura seraya mengeluarkan sepasang kunai kemudian setiap tangan memegang satu kunai.
Sakurapun berlari kearah Kakashi bersiap untuk menyerang. 'ternyata Sasuke dan Naruto kembali bersembunyi, baiklah akan ku cari mereka setelah menyelesaikan ini dulu' batin Kakashi yang kemudian bersiap juga untuk menyerang Sakura.
Keduanya pun beradu kemampuan taijutsu mereka. Sakura terus saja menyerang tetapi pertahanan Sakura menjadi lemah. Kakashi pun memanfaatkan kesempatan ini, ia pun mengaktifkan genjutsu mata sharinggannya akhirnya Sakura pun terjebak di dalam genjutsu Kakashi.
Di dalam genjutsu Kakashi.
"Dimana ini? Kemana Sensei pergi?" kata Sakura sambil memasang kuda-kuda, bersiap jika nanti ada serangan mendadak.
"Sa-sakura ugh" panggil seseorang di belakang Sakura. Sakura pun reflek berbalik ke arah seseorang yang memanggilnya. Alangkah terkejutnya Sakura saat ia melihat Sasuke yang sedang sekarat, Tubuhnya bersimbah darah, Banyak kunai menancap di tubuhnya. Sakura pun menjerit dan kemudian jatuh pingsan.
Dunia nyata.
"Ya ampun, hanya begitu saja sudah pingsan. Dasar fansgirl" kata Kakashi menghela nafas. "Tetapi ia sangat berani karena melawan ku seorang diri" lanjut Kakashi sambil tersnyum.
"Baiklah aku akan serius kali ini" kata Kakashi yang langsung menghilang
.
.
.
Di dalam hutan pemuda pirang tengah bersembunyi, Ia adalah Naruto. "Sial, dimana si Kakashi-sensei itu dari tadi aku tak melihat wujudnya" kata Naruto agak kesal. Karena saat Kakashi menghilang setelah bertarung dengan Sakura ia tak menemukan Kakashi.
"Mencari ku?" kata seseorang tiba-tiba, yang berada di belakang Naruto.
Naruto pun terkejut. "Ehhh! Kakashi-sensei kau mengagetkan ku saja" kata Naruto yang terkejut karena kedatangan Kakashi tiba-tiba.
"Yah kau lengah" kata Kakashi yang kemudian meninju perut Naruto hingga terpental cukup jauh. Tetapi saat Naruto menabrak sebuah pohon tiba-tiba Naruto menghilang dan menjadi kepulan asap. Kakashi yang melihat itu terkejut. Ternyata yang diserangnya tadi itu hanya bunshin.
'Trik yang bagus, aku benar-benar tidak menyadarinya' batin Kakashi agak takjub.
"Sebenarnya kau lah yang lengah" kata seseorang yang berada di atas pohon.
Kakashi pun reflek menengadah ke atas. Dan ternyata itu adalah Naruto yang sedang bersama Sasuke. Naruto dan Sasuke pun turun ke bawah dengan membawa sebuah kunai. Saat ke duanya sudah berpijak di atas tanah mereka pun langsung berlari dan menyerang Kakashi secara bertubi-tubi. Kerja sama Naruto dan Sasuke dalam menyerang membuat Kakashi kewalahan. Kakashi pun melompat keatas kemudian mengambil beberapa shiruken. Kakashi pun melemparnya, saat Kakashi melempar shiruken tersebut Kakashi juga sudah menyiapkan sebuah jutsu, dan trnyata itu adalah jutsu api. Kakashi lalu menyemburkan api dari mulutnya ke arah shiruken yang ia lempar. Alhasil shiruken yang tadi dilempar oleh Kakashi mengelurkan api.
Naruto dan Sasuke yang mengetahui itu pun bersiap. Mereka pun menangkis shiruken yang dilempar Kakashi walau ada beberapa yang mengenai kulit dan pakaian mereka. Dan ternyata Kakashi telah merencanakan ini, Kakashi melakukan itu agar Naruto dan Sasuke hanya fokus untuk bertahan dari serangan shirukennya, tetapi mereka tidak tau bahwa itu hanya pancingan Kakashi pun membuat 3 bunshin dan kemudian menyerang Naruto dan Sasuke. Di awali dari serangan tinju Kakashi dari atas, hal itu membuat Naruto dan Sasuke melompat mundur dan ke duanya pun terpisah. Kakashi pun melancarkan serangan kedua, Naruto diserang oleh 2 kakashi dari samping kanan dan kiri nya. Naruto pun terdesak ia harus ekstra dalam pertahanan. Kemudian Sasuke yang langsung diserang oleh Kakashi dengan tendangan nya, walaupun bisa di tangkis tetapi Sasuke terdorong kebelakang. Dengan tiba-tiba dari tanah Kakashi kembali menyerang dengan tinjunya tetapi masih bisa di hindari dengan mudah oleh Sasuke dan sekarang di depan mata Sasuke berdirilah 2 Kakashi.
"Heh! Menggunakan bunshin ya. Tapi aku akan tetap bisa mengalahkan mu dan mengambil lonceng itu" kata Sasuke dengan seringaian kecil.
"Ya coba saja kalau bisa" tantang Kakashi yang langsung berlari dan menyerang Sasuke
.
.
Kini beralih ke pertarungan Naruto dan 2 Kakashi.
Naruto tengah menyerang ke dua Kakashi dengan bertubi-tubi menggunakan taijutsu tingkat menengahnya, tetapi tetap saja serangan Naruto bisa di tepis.
Sekarang Naruto sedang merapal jutsu. "Kage bunshin no jutsu" ucap Naruto yang kemudian muncul 5 sosok yang mirip dengan Naruto.
"He! sekarang 6 lawan 2" kata Naruto agak meremehkan.
Serangan pun berlanjut, Naruto terus menyerang menggunakan serangan kombinasi dengan bayangannya yang membuat ke dua Kakashi kewalahan.
'Serangan kombinasinya sangat mengagumkan hingga membuat jounin kewalahan' batin Kakashi kagum.
"Rasakan ini" kata Naruto yang tinjunya telak mengenai perut salah satu Kakashi. Kakashi yang terkena tinjuan telak diperutnyapun kemudian menghilang menjadi kepulan asap.
'Sial! Ternyata tadi hanya bunshin' batin Naruto.
Naruto pun mengedarkan pandangan mencari Kakashi yang satunya lagi. Tiba-tba dari atas Naruto ada yang menyerang. Karena reflek bagus Naruto mampu menghindarinya tetapi ke 4 bunshin Naruto menghilang karena terkena serangan tadi dan tinggal satu bunshin Naruto yang tersisa.
"Jadi apa kau yang asli ya?" tanya Naruto memastikan.
"Kau cari tau sendiri" jawab Kakashi yang ada di depan mata Naruto.
"baiklah kau sekarang harus berhati-hati Naruto! Karena sekarang giliran ku menyerang" kata Kakashi yang langsung melesat ke arah Naruto.
Naruto yang belum siap terkena serangan Kakashi terpental beberapa meter kebelekang, begitu juga bunshin Naruto yang kemudian menghilang menjadi kepulan asap.
"Baiklah saatnya serius" kata Naruto yang sedang bangkit.
Kakashi pun kembali menyerang dengan kecepatannya, Naruto pun bersiap. Serangan demi serangan yang dilancarkan Kakashi mampu di tepis oleh Naruto walau ada beberapa serangan yang tidak dapat di hindari Naruto tetapi ia tetap bertahan.
Saat ini situasinya terbalik, tadi Kakashi yang kewalahan menerima serangan dari Naruto tapi sekarang Naruto lah yang kewalahan menerima serangan dari Kakashi.
Naruto pun terpojok, ia sudah sangat lelah menerima serangan-serangan yang dilancarkan Kakashi. Saat Naruto sedang memasang kuda-kuda bertahan tiba-tiba entah apa yang dilakukannya tekenan angin yang sangat kuat muncul di sekitar Naruto. Hal itu membuat Kakashi yang menyerang Naruto tadi terpental dan akibat tekanan angin tadi tubuh nya pun seperti tercabik-cabik hingga bajunya robek, tetapi ternyata Kakashi yang terkena serangan tadi berubah menjadi kepulan asap. Ternyata tadi itu hanya bunshin.
Sekarang kembali ke Naruto. Tampak dari raut mukanya ia tampak kaget dengan apa yang barusan terjadi.
"A-apa yang barusan tadi? Apakah tadi jurus elemen angin?" tanya Naruto pada dirinya sendiri.
"Tidak salah lagi, sepertinya tadi chakra elemen angin. Aku mempunyai elemen angin" kata Naruto yang menyadari, kemudian ia pun tampak senang bahwa ia mempunyai elemen angin. "Yosh, saat nya mencari Kakashi yang asli akan ku tunjukan jurusku yang baru walau aku belum tau apa namanya"
Beralih ke pertarungan Sasuke dan 2 Kakashi. Dilihat dari kondisi Sasuke tampaknya ia suadh sangat lelah
"Kuso, Tenaga ku sudah hampir habis" kata Sasuke dengan nada kesal.
"Sudah berakhir" kata Kakashi yang langsung berlari untuk menyerang Sasuke di ikuti Kakashi yang satunya lagi sambil membawa 1 kunai dimasing-masing tangannya.
Sasuke pun sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia hanya diam di tempat sambil dengan posisi bertahan. Saat jarak kedua Kakashi dekat dengan Sasuke tiba-tiba seseorang datang dan mengeluarkan jurus.
"Rasakan ini, dasar sensei cabul!" kata orang tersebut sambil berteriak dengan kata yang dapat menusuk hati kakashi, ternyata dia adalah Naruto.
Hembusan angin yang sangat dasyat menerjang kedua Kakashi hingga salah satu Kakashi yang membawa kunai hilang menjadi kepulan asap dan Kakashi yang satunya terpental cukup jauh hingga menabrak sebuah pohon besar
"Itu adalah jurus baru ku, ya walaupun aku belum memberikannya nama karena aku belum memikirkan nama apa yang tepat. Tetapi jurus ini hebatkan" jelas Naruto sambil tersenyum lebar.
"Heh! Kau terlambat Naruto" kata Sasuke seraya bangkit.
"Yang penting telat ku tak separah Kakashi-sensei" kata Naruto sambil menyeringai.
"Baiklah, kalau begitu ayo serang si pemalas itu, Sasuke!" kata Naruto sambil pandangannya tertuju pada Kakashi yang tengah berusaha berdiri.
"Hn, aku mengerti" balas Sasuke yang kemudian Naruto dan Sasuke berlari menuju ke arah Kakashi untuk menyerang.
Naruto pun menyiapkan sebuah jutsu. "Kage bunshin no jutsu" kata Naruto. Kemudian muncullah lima bunshin.
"Ayo Sasuke, kita tunjukan serangan kombinasi kita" kata Naruto semangat. Dan di balas 'hn' oleh Sasuke.
Pertarungan pun berlanjut, serangan terus dilancarkan Naruto dan Sasuke. Kerja sama antara Naruto dan Sasuke membuat Kakashi sedikit kewalahan, walau pun begitu Kakashi tetap berusaha. Ia pun melompat kebelakang kemudian menyiapkan sebuah jurus "Raito : raikiri" kata Kakashi yang kemudian muncul petir berwarna biru di tangan nya kemudian dari tanah petir biru tersebut menjalar kearah Naruto dan Sasuke, alhasil merekapun terkena jurus Kakashi dikarenakan pertahanan mereka sangat lemah.
"Ku-kuso" gerutu Naruto sedangkan Sasuke sedang berusaha berdiri dan juga karena serangan tadi semua bunshin Naruto hilang.
Tetapi sebelum mereka berdiri tiba-tba kakashi sudah berada didepan mereka yang sudah bersiap untuk menyerang. Karena belum siap menrima serangan mereka pun terkena tinjuan dari Kakashi.
"Sebenarnya serangan kalian tadi sangat bagus dan juga kerja sama kalian dalam menyerang lawan sangat baik. Tetapi kalian juga harus memperhatikan pertahanan kalian" jelas Kakashi
"Begitu ya" kata Naruto seraya bangkit "tapi kau tidak menyadarnya kan?" lanjut Naruto sambil menyeringai.
Kakashi yang baru menyadari apa yang dimaksud Naruto pun langsung mencari loncengnya, dan benar saja ternyata lonceng yang ia gantungkan di samping pinggangnya sudah tidak ada.
"Kau mencari ini" kata Naruto yang menunjukan 1 lonceng di tangannya, juga Sasuke yang menunjukan 1 lonceng di tangannya.
"Ya, aku benar-benar tidak menyadarinya. Baiklah latihan selesai sampai disini, sekarang kalian boleh istrahat!" perinth Kakashi
"Hai sensei" kata Naruto sambil merenggangkan otot-ototnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu sebentar, ada urusan penting. Aku serahkan Sakura pada kalian ya!" kata Kakashi yang kemudian hilang dan menjadi kepulan asap.
"Dasar sensei tidak bertanggung jawab" komentar Naruto.
"Paling sensei hanya ingin membaca buku 'ero' nya" tukas Sasuke.
"Hm, sepertinya memang begitu" jawab Naruto.
"Ya, kalau begitu kita ketempat Sakura lalu istirahat" ajak Sasuke dengan muka datarnya.
"Hei Sasuke! Bisakah sekali-kali kau tak menampakkan muka datar mu itu, kau tak asik di ajak bicara" komentar Naruto tentang Sasuke.
"Hn" jawab Sasuke yang langsung membuat Naruto naik pitam.
"Kau menyebalkan" kata Naruto dengan nada marah.
"Kau malah lebih menyebalkan" ejek balik Sasuke dengan muka datar nya. Naruto pun menyerah dan menghentikan debatnya
.
.
.
Setelah sekian lama Sakura pingsan, akhirnya ia sudah mulai membuka matanya. Saat membuka matanya Sakura sudah mendapati dirinya tengah berbaring di atas rumput dan di bawah pohon. Sakura pun bangkit untuk duduk.
"Rupanya kau sudah sadar ya" kata seseorang tiba-tiba. Sakura pun mendongakkan kepalanya dan mendapati Naruto dan Sasuke tengah bersantai di atas pohon.
"Sebenarnya apa yang terjadi saat aku pingsan?" tanya Sakura.
"Tidak terjadi apa-apa kok" jawab Naruto seraya turun dari pohon di ikuti Sasuke yang juga ikut turun.
"Lalu bagaimana dengan latihannya?" tanya Sakura kembali.
"Kakashi-sensei menyuruh kita untuk istirahat, latihan hari ini sudah selesai" jawab Sasuke datar.
"Dan kami sudah mendapatkan loncengnya" lanjut Naruto sambil menunjukan sebuah lonceng.
"Jadi begitu ya, Aku benar-benar tak berguna. Lalu apakah aku akan dikembalikan ke akademi lagi" kata Sakura sambil menundukan kepalanya.
"Tenang saja Sakura, Kakashi-sensei tak akan melakukan hal seperti itu. Ia mengatakan seperti itu agar kau lebih semangat lagi. Dan juga sebenarnya kau itu hebat, kau berani menyerang Kakashi-sensei sendiri" kata Naruto sambil tersenyum.
"Arigatou" kata Sakura.
"Ngomong-ngomong kenapa kau tadi bisa pingsan?" tanya Naruto, Sasuke pun penasaran dan mendengarkan jawaban Sakura"
"B-Bukan apa-apa kok, i-itu bukan sesuatu y-yang sangat penting" kata sakura yang terbata-bata dengan mukanya sudah semerah kepiting rebus, bagaimana bisa dia menceritakan kejadian yang memalukan di hadapan Naruto, apalagi di hadapan Sasuke.
Naruto dan Sasuke pun dibuat bingung dengan sikap Sakura sekarang. "Ya sudahlah kalau tak mau menceritakannya tidak apa-apa" kata Naruto.
Sakura pun menghela nafas lega. "Anu, sebenarnya aku ingin minta bantuan dengan kalian, boleh tidak?" tanya sakura.
"Bantuan apa?" kata Sasuke yang masih dengan muka datarnya.
"Iya, bantuan apa? Tenang saja kita pasti akanmembantu mu, kita kan teman setim" kata Naruto.
"Arigatou minna, sebenarnya bolehkah kalian melatih ku hari ini, aku ingin bisa berguna di tim ini" mohon Sakura.
"baiklah kalau itu mau mu, kami bisa membantu, iya kan Sasuke" kata Naruto dan dibalas anggukan kepela oleh Sasuke yang disertai senyum tipis. Sakura yang melihat itu pun kembali tersipu.
"A-arigatou" kata Sakura yang masih tersipu. Dan dari situ lah Sakura pun bertekad ingin menjadi kuat dan bisa berguna bagi timnya.
.
.
.
Scane beralih ke gedung hokage, disana Sandaime hokage tengah duduk di kursi sambil memandang desa Konoha dari jendela. Sedang asik-asik nya memandangi para penduduk Konoha yang sedang beraktivitas, tiba-tiba kepulan asap muncul di dalam ruangn tersebut.
"Bagaimana, apakah ada peningkatan?" tanya Sandaime hokage langsung.
"Hai, hokage-sama. Kemampuan ninja Naruto telah meningkat, kemampuan taijtsunya sangat mengagumkan, ia mampu membuat seorang jounin kewalahan. Dan juga ia bsa bekerja sama dengan tim barunya" jawab orang tersebut yang ternyata adalah Kakashi.
"Hmm! jadi begitu ya" gumam Sandaime hokage.
"Tapi saat latihan tadi Naruto bisa mengeluarkan chakra elemen angin walau dia belum bisa menguasai jurus tersebut" jelas Kakashi kemudian.
"Elemen angin, ya? Berarti sudah waktunya untuk dia kembali kedesa" kata Sandaime hokage kemudian.
"Kalau begitu kau boleh kembali Lagi" perintah Sandaime hokage.
"Hai hokage-sama" kata Kakashi yang langsung menghilang bersama kepulan asap.
"Pintu diruangan ini tidak berguna ya, kenapa kalau keluar masuk harus dengan cara menghilang. dasar" gerutu Sandaime hokage. Sandaime hokage pun kemudian memanggil anbu yang sedang berjaga di sekitar gedung hokage.
"Hai, hokage-sama" kata kedua anbu yang muncul di hadapan Sandaime hokage. Anbu yang pertama memakai topeng kucing, dan anbu yang kedua memakai topeng anjing.
"Baik, kalian aku tugaskan untuk membawa dia kembali kedesa, sudah waktu nya dia kembali. Apa kalian mengerti siapa dia?" kata Sandaime hokage.
"Hai, kami mengerti hokage-sama" kata kedua anbu tersebut bersamaan.
"Kalau begitu kalian boleh pergi sekarang" perintah Sandaime hokage yang kemudian kedua anbu itu menghilang dengan kepulan asap. Saat meliht itu Sandaime hokage hanya menghela nafas.
"Memang pintu diruangan ini tidak berguna" gerutu Sandaime hokage lagi. 'Tapi setelah kau kembali, aku berharap penuh kepadamu. Aku percayakan Naruto padamu' batin Sandaime hokage.
Sedangkan di suatu tempat tepatnya di semak-semak yang berada di tepi sungai terdapat seorang pria paruh baya yang memiliki rambut berwarna putih panjang yang tengah mengintip para wanita yang tengah mandi disungai menggunakan teropongnya dan kemudian menulisnya di sebuah buku. Tetapi tiba-tiba ia pun bersin, dan suaranya yang keras terdengar oleh para wanita. Alhasil para wanita yang sedang mandi tersebut pun lari.
"Siapa yang sedang membicarakanku. Mattaku, benar-benar menyebalkan" gerutu pria tersebut yang aksi nya ketahuan.
.
.
Hari pun menjelang malam kali ini Naruto yang telah selesai melatih Sakura ingin mengisi perutnya yang sudah mulah kosong, saat Naruto yang ingin pergi ke tempat faforitnya yaitu Ichiraku ramen tiba-tiba Naruto pun bertemu Shikamaru, Chouji, dan Ino.
"Yo" sapa Naruto.
"Wah kebetulan sekali Naruto" kata Chouji tiba-tiba.
"Nani?" kata Naruto bingung.
"Begini, kami sebenarnya di ajak Chouji ke tempat yakiniku, Chouji dapat kupon makan sepuasnya disana, tapi harus ada 4 orang. Awalnya sih kami juga mau mengajak Asuma-sensei ikut, tapi Asuma-sensei sedang mendapatkan misi. Kebetulan sekali betemu dengan mu, apa kau mau ikut?" jelas Shikamaru panjang lebar.
"Etto, bagaimana ya?" kata Naruto bingung.
"N-Naruto-kun lebih baik ikut saja, k-kalau bersama-samakan lebih seru" kata Ino gugup.
Shikamaru dan Chouji pun dibuat bingung oleh tingkah laku Ino.
"Yah, mau bagaimana lagi, baiklah aku ikut" kata Naruto disertai senyuman khasnya.
.
Mereka berempat pun makan di kedai yakiniku, mereka pun asik mengobrol tapi yang lebih tepatnya Narutoyang bercerita lucu hingga membuat Shikamaru, Chouji, dan Ino pun tertawa. Tapi Shikamaru tak terlalu fokus terhadap apa yang diceritakan oleh Naruto, Shikamaru terus memerhatikan sikap Ino yang menurutnya tidak biasa. Saat pandangan Naruto bertemu pasti Ino selalu mengalihkan pandangannya ke tempat lain, dan Ino selalu berbicara agak terbata-bata jika ia berbicara dengan Naruto
"Ada yang aneh" gumam Shikamaru.
"Ada apa Shikamaru?" tanya Chouji yang ternyata mendengar gumaman Shikamaru tadi.
"Tidak, tidak ada apa-apa" kata Shikamaru sambil memakan daging panggangnya.
15 menit kemudian.
Setelah acara makan-makan selesai mereka berempat pun akan pulang arah rumah Ino dan Shikamaru dengan arah rumah Chouji dan Naruto berlawanan arah, jadi mereka pun berpisah di depan kedai yakiniku.
Di perjalanan pulang Shikamaru dan Ino terjadi keheningan, akhirnya Shikamaru pun memecahkan keheningan di antara mereka. "Nee, ino. Sebenarnya ada apa denganmu, apa yang terjadi?" tanya Shikamaru.
"Apa maksudmu Shikamaru?" tanya balik Ino yang sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan Shikamaru.
"Kenapa sikap mu tadi saat ada Naruto berbeda sekali, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Shikamaru lagi.
Saat mendengar itu Ino pun menghentikan langkahnya, karena hal itu Shikamaru pun menghentikan langkahnya juga kemudian menengok kebelakang.
"Sebenarnya saat itu Naruto lah yang menyelamatkan aku, karena dia aku pun selamat" kata Ino tertunduk sambil mengigat kejadian sewaktu Naruto menyelamatkannya.
"Disitulah aku bisa melihat sisi baiknya dan tekad pantang menyerahnya, tapi aku juga mengerti ternyata selama ini ia selalu tersakiti, selalu kesepian. Dari situlah aku pun ingin selalu bersamanya, aku ingin menghiburnya dan menemaninya. Aku ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Naruto" jelas Ino sambil memandang bintang yang sudah mulai bermunculan dilangit.
"Jadi begitu ya" kata Shikamaru yang paham.
"P-Pokoknya, aku mohon j-jangan b-beri tahu kepada s-siapa-siapa t-terutama kepada N-Naruto-kun" kata Ino kemudian yang panik, ia tak menyangka mengatakanya kapada Shikamaru. Wajahnya kini sudah emerah kepiting rebus.
"K-Kalau begitu aku pulang dulu, Jaa nee" kata Ino yang langsung lari kerumahnya yang ternyata tadi sudah dekat dengan rumah Ino.
Shikamarupun bengong melihat sikap Ino yang tiba-tiba, kemudian ia pun tersenyum tipis.
"Hai, hai! Aku tak akan memberitahukan kepada siapa-siapa" kata Shikamaru kepada Ino yang sudah masuk kedalam rumah.
T.B.C
Oke sampai sini duluya, tangan saya udah pada minta istirahat nih xD.
Jadi tunggu chapter berikutnya ya ^_^
gimana chapter ini udah panjang belum?
Spesial Thanks :
J
Ayon R. Marvell
ultimatekuuga
Namikaze houshi
penggemar
EstrellaNamikaze
Nagasaki
Guest
Akira no Rinnegan
Vin'DieseL No Giza
hime koyuki 099
Blue-senpai
TobiAkatsukiID
monkey D nico
m.
El Ghashinia
Akahaci D. Michi
xx hiperion
Guest
Kurama no Kyuubi141
Nervous
Guest
stalkerplakkkkk
Guest
Reka Amelia
Hn-Kun
El bany blueblack
REDCAS
Nyuga totong
2nd princhass
Guest
Raikage A
(sorry ya klo namanya gak ada, tapi pas waktu itu udah aku tulis kok. kok bisa ilang ya xD)
Namikaze archiless
Uzumaki romi
Namikaze Sholkhan
Yuki Takia
Arigatou minna-san :D
pertanyaan dari : #apa maksud anda menceritakan naruto menyelamat ino ? apakah ini spoiler untuk pairing?
- ya bisa dibilang begitu *simpelkan jawabnya *Plakk hehe..
