A/N : gomen telat banget updatnya,,, karena ane banyak kerjaan didunia nyata dan juga gak sempet kewarnet jadinya baru sekarang bisa updatenya,, gomen minna-san. ane usahain agak cepet, insyaallah
gak usah banyak cingcong, baca aja chapter ini ya ^_^
Keyakinan Diri
Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk
Rated : T ( pokoknya aman deh )
Genre : advanture
Warning : OOC,OC, Gaje, Tipo masih bersebaran, alur kecepetan, EYD (ejaan yang disemawutkan)
Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya
dont like dont read oke...!
.
.
.
Naruto sedang dalam perjalanan pulang, setelah menyelesaikan misi di desa Kirigakure. Misi yang pada awalnya hanya untuk mengawal orang dari para bandit, tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi. Ternyata di Kirigakure terjadi perselisihan. Yaitu semua ninja yang memiliki kekkei genkai harus dimusnahkan, dan ternyata ini perintah langsung dari mizukage atau pemimpin di Kirigakure. Entah apa tujuannya ia memerintahkan seperti itu, dan juga karena peristiwa itu tim 7 pun harus berhadapan dengan beberapa ninja hebat yang harus mereka hadapi. Salah satunya si Zabuza pemegang 7 pedang legendaris Kirigakure, pedang yang dibawa Zabuza yaitu pedang pemenggal. Zabuza juga memiliki partner bernama Haku, pemilik kekkei genkai dan berelemen es. Tim 7 mati-matian menghadapi Zabuza dan Haku. Haku yang melawan Naruto dan Sasuke sedangkan Zabuza melawan Kakashi. Dan Sakura melindungi Tazuna orang yang menyewa tim 7. Naruto dan Sasuke terluka parah melawan haku, tetapi akhirnya bisa dikalahkan oleh Naruto, begitu juga Zabuza yang dikalahkan Kakashi. Mereka berhasil mengalahkan Zabuza dan Haku, juga berhasil menyelamatkan Tazuna. Atas jasa tim 7, di Kirigakure sedang membangun sebuah jembatan. Sebagai terimakasih nya, warga Kirigakure menamai jembatan tersebut dengan nama 'Tim 7'.
Setelah Mizukage gagal dalam memusnahkan semua pengguna kekkei genkai, karena masih ada banyak orang pengguna kekkei genkai yang masih hidup. Tiba-tiba entah mengapa Mizukage hilang tanpa jejak dan tidak ada tanda keberadaan Mizukage.
Kembali ke Naruto, sedang asik-asiknya berjalan. Tiba-tiba tanpa diduga sebuah kunai mengarah ke Naruto. Dengan reflek yang sangat bagus Naruto pun menangkap kunai tersebut sebelum mengenai dirinya.
"Siapa itu?" teriak Naruto sambil mencari pelaku yang melempar kunai tersebut.
Dan lagi, serangan kembali terjadi. Kali ini ada puluhan kunai dai shiruken yang mengarah kepadanya. Dengan sigap Naruto pun menangkis nya menggunakan kunai yang ia tangkap tadi. Karena serangan kunai tak kunjung berhenti Naruto memutuskan untuk melompat kebelakang untuk menghindari. Tak disangka, dibelakang Naruto ada sesosok mirip seperti katak bertubuh besar *besar lho, bukan raksasa ya yang tertutupi oleh bayangan. Sosok itu pun menyerang Naruto. Sosok itu seperti menjulurkan lidah dan menghantam Naruto dengan lidahnya, tetapi sebelum mengenai Naruto. Naruto sempat menghindar.
"Hampir saja, sebenarnya apa yang terjadi ini" kata Naruto yang tidak mengerti.
"Woy, apa maksudmu melakukan ini, cepat keluarlah dan hadapi aku!" tantang Naruto.
Dan benar saja, orang tersebut pun muncul dan berdiri diatas pagar tembok disamping kanan Naruto. Orang tersebut bertubuh besar mempunyai rambut berwarna putih panjang dan membawa gulungan besar dibelakanhnya.
"siapa dia, aku tak pernah melihatnya" tanya Naruto, karenawajah orang tersebut masih tertutupi bayangan
Tiba-tiba orang tersebutpun menyerang Naruto menggunakan tinjunya, kemudian Naruto pun menahannya menggunakan tangannya. Naruto dan orang misterius tersebut saling beradu taijutsu, saat Naruto melihat celah Naruto pun akan menendang perut orang tersebut tabi langsung disadari oleh orang tersebut dan kemudin melompat dan berdiri di atas katak besar tersebut.
"Sekarang apa yang akan dilakukannya?" tanya Naruto pada dirinya sendiri ketika ia melihat orang tersebut sedang merapal sebuah jutsu, saat ini Naruto dapat melihat wajah orang tersebut karena terkena cahaya bulan.
Orang tersebut pun menghirup nafas dalam, ketika ingin mengeluarkan jutsunya tiba-tiba seorang anbu datang disamping orang tersebut yang membuat orang tersebut pun kaget dan terbatuk-batuk karena tersedak.
"ugh, hug" batuk orang tersebut.
"Jiraiya-sama, anda dipanggil oleh Sandaime hokage untuk segera menemuinya" kata anbu tersebut
"Hey kau!, kenapa kau datang pada saat yang tidak tepat. Kau mengganggu saja. Padahal aku akan menunjukan jurus keren ku" kata orang tersebut yang ternyata bernama Jiraiya.
"Saya mohon maaf Jiraiya-sama, tapi ini diperintah oleh Sandaime hokage" kata anbu tersebut
"Dasar kakek itu, kalau begitu baiklah aku akan menemuinya" kata Jiraiya yang bersiap akan pergi.
"Tunggu dulu, sebelum itu siapa kau sebenarnya, dan apa tujuanmu melakukan semua ini?" tanya Naruto ditengah kebingungannya.
"Nanti kau juga akan tau" kata Jiraiya yang kemudian menghilang dengan kepulan asapbersama anbu dan katak besar tersebut.
"Menjengkelkan sekali, apa maksudnya coba?" gerutu Naruto
Pagi Hari.
Saat ini sebenarnya Naruto akan berlatih dengan tim 7. Tetapi saat bertemu Kakashi, Kakashi mengatakan bahwa Naruto di panggil oleh Sandaime hokage. Entah apa yang akan di bicarakan Sandaime hokage. Naruto sedang dalam perjalanan menuju kantor hokage dimana ia di panggil oleh Sandaime hokage.
Sesampainya didepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia *plokkk xD maksudnya didepan pintu kantor hokage Narutopun mengetuk pintu tersebut, hingga Sandaime mengatakan Masuk, Naruto pun membuka pintunya.
Saat membuka pintunya disana Sandaime hokage tampaknya tengah berbincang-bincang dengan seseorang yang seperinya tak asing dimata Naruto.
"Oh Naruto, kau datang juga akhirnya. Aku ingin memberi tahumu sesuatu" kata Sandaime hokage saat melihat Naruto memasuki ruangan.
Dengan bersamaan itu orang yang tadi sedang berbicara dengan Sandaime hokage pun menengok kebelakang.
Naruto pun kaget setelah melihat orang tersebut. "K-Kau" kaget Narutosambil menunjuk orang tersebut.
"Yo Naruto" sapa orang tersebut yang ternyata adalah Jiraiya.
"Kau kan orang menjengkelkan yang tadi malam, kenapa kau ada disini?" tanya Naruto sambil mengejek.
"Untuk info lebih lanjut, tanya saja pada Sandaime hokage tentang masalah" kata Jiraiya kemudian.
"Kakek, sebenarnya apa yang terjadi disini?" tanya Naruto kepada Sandaime hokage.
"Dengar dulu Naruto, aku sebenarnya ingin menyampaikan bahwa, aku akan memberimu guru yang baru untuk melatihmu" jawab Sandaime hokage kemudian.
"Guru baru? Bukankah Kakashi adalah guruku, kenapa harus ada guru baru lagi?" tanya Naruto lagi.
"Guru barumu ini akan mengajarimu beberapa jurus hebat. Aku sudah mengetahui dari Kakashi bahwa kau sudah dapat mengeluarkan chakra elemen angin, jadi aku memutuskan untuk memberi mu guru baru agar kau dapat mempelajari teknik-teknik elemen angin" jelas Sandaime hokage.
"Oh begitu, lalu dimana guru baruku itu?" tanya Naruto yang hanya membuat Sandaime hokage sweatdrop dan Jiraiya menghela nafas.
"Sebenarnya guru barumu itu ada disamping mu" kata Sandaime hokage.
"eh?" Saat mendengar kata itu, Naruto pun menengok kearah kanan dengan gerakan terpatah-patah.
Saat matanya menangkap sosok Jiraiya disampingnya, ia pun hendak protes. Tapi sebelum protes langsung ditahan oleh Jiraiya.
"Tunggu dulu Naruto, sebelum kau ingin protes. Aku ingin memberi tahumu. Aku datang kesini adalah untuk melatih mu mengembangkan elemen angin mu itu dan juga apa kau sudah dengar tentang ujian chuunin?" tanya Jiraiya kepada Naruto.
"Aku sudah mendengarnya dari Kakashi-sensei" jawab Naruto.
"Aku juga melatihmu beberapa jurus agar kau lebih hebat lagi dan bisa menang di ujian chuunin nanti" jelas Jiraiya
"Kalau begitu maaf atas ketidaksopananku tadi Jaraiya-san" kata Naruto sambil membungkukkan badannya.
"Sudahlah, tidak apa-apa kok. Untuk soal tadi malam aku melakukan itu karena hanya untuk mengujimu seberapa hebat dirimu, dan terbukti kau memang layak jadi muridku. Reflekmu sangat bagus, pertahanan mu sangat kuat, dan juga kau bisa membaca situasi dalam menyerang lawan, aku berharap kau bisa mewarisi tekad pantang menyerahku" kata Jiraiya sambil mengelus kepala Naruto.
"Jadi kalau begitu, yoroshiku" kata Naruto dengan sopan. Sandaime hokage yang melihat itu pun tersenyum.
"Ngomong-ngomong Jiraiya-san, kapan kita akan mulai latihannya?" tanya Naruto.
"Sekarang" jawab Jiraiya mantab.
Sekarang kita berada di tengah hutan yang tidak terlalu jauh dari desa, disini Jiraiya dan Naruto akan melakukan latihannya.
"Sepertinya disini tempat yang bagus untuk latihannya, kalau begitu apa kau siap Naruto?" tanya Jiraiya.
"Tunggu dulu, apa yang akan aku lakukan sekarang?" tanya Naruto balik.
"Untuk pemanasan, bagaimana kita adu bertanding taijutsu dulu?" saran Jiraiya.
"Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita lakukan" kata Naruto bersemangat. Adu taijutsu antara Naruto dan Jiraiya pun dimulai.
7 Menit Kemudian
Naruto dan Jiraiya pun selesai melakukan adu tandingnya.
"Huh, capeknya~" kata Naruto sambil tiduran.
"Ternyata taijutsumu lumayan juga ya" puji Jiraiya seraya duduk disamping Naruto.
"tentu saja dong" kata Naruto percaya diri.
"Ngomong-ngomong Jiraiya-san, kenapa kau mau melatihku. Padahal masih banyak ninja seumuran ku yang lebih hebat dariku?" tanya Naruto sambil menatap Jiraiya.
"Sebenarnya Naruto, selain ini perintah dari Sandaime hokage, entah mengapa sifatmu saat ini mengingatkanku saat kecil dulu. Makannya itu aku mau melatihmu, aku yakin kau akan menjadi Ninja yang hebat" jawab Jiraiya sambil menatap langit.
"wah, tolong ceritakan sewaktu Jiraiya-san kecil dong!" mohon Naruto dengan mata yang berbinar-binar.
"Kau ini, baiklah akan kuceritakan"
Jiraiya pun menceritakan semua tentang masa kecilnya. Mulai dari bahwa Sandaime hokage dulu adalah gurunya, Tsunade dan Orochimaru adalah teman timnya, ia jga menceritakan tentang Orochimaru yang meninggalkan desa dan juga cintanya yang bertepuk sebelah tangan dengan Tsunade.
3 Menit Berlalu.
"Baiklah, sepertinya istirahatnya sudah cukup. Kita akan mulai melakukan latihan" kata Jiraiya seraya berdiri diikuti Naruto yang juga ikut berdiri.
"Ngomong-ngomong Jiraiya-san, apa yang akan kita pelajari hati ini?" tanya Naruto kepada Jiraiya.
"Untuk latihan pertama, aku akan mengajarimu jurus spesial. Jurus yang hanya bisa dilakukan oleh hokage ke empat dan aku" jawab Jiraiya
"Benarkah? Jurus apa itu?" tanya Naruto lagi.
"Nama jurus ini adalah Rasenggan. pertama, aku berikan contoh dulu. Perhatikan baik-baik apa yang akan terjadi nanti" kata Jiraiya seraya bersiap mengeluarkan jurus rasengan.
Naruto pun memperhatikan dengan seksama. Jiraiya mengangkat tangannya dan bersiap akan mengluarkan rasenggannya. Tak selang lama tiba-tba di tangan kanan Jiraiya muncul chakra berbentuk bola kecil. Saat melihat jutsu itu pun Naruto terkagum-kagum, karena saking terkagum-kagum nya dengan jutsu rasenggan tersebut ia tak memperhatikan dengan benar.
"Perhatikan dengan baik Naruto!" ingat Jiraiya kepada Naruto.
Naruto pun tersadar, ia pun mulai memperhatikan rasenggan tersebut. Setelah memperhatikan agak lama Jiraiya pun menghantamkan rasenggan nya ke arah pohon di dekat nya.
"Inilah kerusakan yang terjadi jika rasenggan menghantam sesuatu, contohnya pohon ini. tapi rasenggan yang aku keluarkan masih tingkat rendah. Makanya hanya terbentuk kawah kecil di pohon ini. Jika aku mengeluarkan rasenggan dengan kekuatan penuh bisa-bisa pohon ini akan tumbang" jelas Jiraiya setelah menghantamkan rasengan nya ke pohon
"Sugoi.. Kalau begitu tolong ajari aku skarang" kata Naruto antusias.
"Heh, dasar baka. Emangnya kau pikir mudah melakukannya. Tapi ya baiklah, coba kau lakukan seperti yang tadi aku lakukan, kau tadikan telah memperhtikannya, coba sekarang kau praktekan" perintah Jiraiya.
"Etto.. Baiklah akan aku coba dulu" kata Naruto yang sebenarnya juga agak bingung harus melakukan apa.
Naruto tadi hanya memperhatikan bola chakra yang berputar-putar tapi Naruto tidak tau cara melakukannya. Dengan sangat terpaksa Naruto pun mencobanya. naruto mengangkat tangan kanannya dan mencoba mengeluarkan chakra di telapak tangannya, setelah berusaha beberapa kali percobaan Naruto tetap saja tidak bisa melakukannya.
"Sepertinya sangat susah melakukannya Jiraiya-san, apa tidak ada cara yang lain?" kata Naruto kemudian.
"Mattaku, sebenarnya ada cara lain tetapi akan memakan waktu lama" kata Jiraiya, Naruto pun hanya mengangguk-angguk kepalanya berlagak sok mengerti padahal tidak mengerti sama sekali xD
"Tungu di sini sebentar, aku akan mengambil sesuatu. Aku akan kembali" kata Jiraiya seraya meninggalkan Naruto.
7 Menit Kemudian.
Jiraiya pun telah kembali dan membawa sesuatu ditangannya. Jiraiya melihat Naruto yang tengah tiduran disana.
"Apa aku kelamaan Naruto?" tanya Jiraiya sesampainya di dekat Naruto.
Setelah mendengar suara Jiraiya tersebut Naruto pun membuka mata nya.
"Oh tidak kok Jiraiya-san" jawab Naruto kemudian Sambil bangkit dari tidurannya lalu duduk.
"Kalau begitu kita mulai saja" kata jiraiya yang ikut duduk di hadapan Naruto yang kemudian meletakan benda yang di bungkus plastik yang tadi dia bawa.
"Apa yang kau bawa Jiraiya-san?" tanya Naruto.
"Ya hanya mainan saja" jawab Jiraiya kepada Naruto.
"Mainan? Kau bilang katanya ingin mengajariku rasenggan?" kata Naruto yang tidak mengerti.
"Hehe.. Iya ini memang hanya mainan tapi bisa berguna dalam mempelajari rasenggan" jelas Jiraiya sambil menunjukan benda yang ada didalam plastik tersebut, ternyata di dalamnya ada banyak balon air.
"Benarkah? Bagaimana caranya?" tanya Naruto lagi.
"Begini caranya, yang harus kau lakukan dengan balon air ini adalah kau harus memecahkan balon air ini. Lihat baik-baik!" kata Jiraiya sambil mempraktekan caranya.
Jiraiya pun mengambil sebuah balon air dan di letakan di tangan kanannya.
"Kau harus konsentrasikan chakramu di telapak tangan mu, lalu gerakn air didalam balon ini lalu pecahkan balon ini" kata Jiraiya menjelaskan cara melalukannya.
Balon air di telapak tangan Jiraiya mulai brgerak, air yang ada didalam balon tersebut bergerak. "Setelah berhasil menggerakan air didalamnya pusatkan chakramu di telapak tangan mu lalu buat air didalam balon ini bergerak dengan cepat nanti balon air ini akan pecah" jelas Jiraiya bersamaan dengan pecahnya balon air yang ada ditelapak tangan Jiraiya
"Baiklah akan aku coba" kata Naruto semangat.
Naruto pun mengambil satu balon air yang ada di dalam kantong plastik. "Pertama-tama letakkan balon air di telapak tangan lalu gerakan air didalam dengan chakra, lebih cepat.. Dan.. Dan.. Dan.." kata Naruto sambil mempraktekannya.
"Dan.. Dan.. Kenapa ini tidak bisa pecah-pecah" teriak Naruto frustasi karena ia tidak berhasil memecahkn balon air.
Jiraiya pun hanya menghela nafas. "Huh, sepertinya butuh waktu agak lama" kata Jiraiya.
"He.. Ternyata tak segampang yang aku bayangkan" kata Naruto.
"Kalau begitu, kau selesaikan dulu latihan memecahkan balon air dulu, aku tinggal sebentar. Jika kau berhasil cari aku ya, aku ada urusan penting" kata Jiraiya kepada Naruto.
"Urusan penting apa Jiraiya-san?" tanya Naruto bingung.
"Ya Kau tau. Aku kan legenda sannin. Jadi masih banyak urusan yang penting" kata Jiraiya sambil membalikan badannya membelakangi Naruto dan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa iya? Dari kata-kata mu sepertinya tidak meyakinkan" curiga Naruto dengan raut muka menyelidik.
Jiraiya pun membalikan badannya. "Ayolah percaya lah dengan sensei barumu ini ya! Hehe" kata Jiraiya agak panik sambil menepuk-nepuk pundak Naruto.
"Hmm.." gumam Naruto, Jiraiya pun berharap bahwa muridnya percaya
"Hmm.." Keringat dingin pun menetes di wajah Jiraiya.
"Kalau begitu.." Keringat yang menetes di wajah Jiraiya semakin deras.
"Baiklah aku percaya" kata Naruto tiba-tiba.
"He?" kata Jiraiya agak tidak percaya.
"Ada apa Jiraiya-san?" tanya Naruto bingung dengan tingkah Jiraiya.
"Eh, ya tidak apa-apa kok,Hehe. Kalau begitu aku pergi dulu ya" kata Jiraiya yang langsung meninggalkan Naruto.
Saat sudah agak jauh dari Naruto, Jiraiya pun menghela nafas lega. "Huh, hampir saja."
Setelah kepergian Jiraiya, Naruto pun kembli melanjutkan latihannya. Sudah 5 kali Naruto mencoba tak satu pun balon air nya yang pecah, hanya pada percobaan ke 4 Naruto baru bisa membuat balon air tersebut kempes.
"ahh~ mo. Kenapa sulit sekali memecahkan balon ini" teriak Naruto frustasi.
Sedang bingung memikirkan bagaimana membuat balon air tersebut pecah tiba-tiba Naruto melihat kucing berwarna putih mendekatinya.
"Neko, kawaii" kata Naruto dengan mata berbinar-binar saat melihat kucing tersebut.
Kucing putih tersebut pun memainkan salah satu balon air yang berserakan di rumput.
"Hei neko! Apa kau mau bermain bola?" tanya Naruto pada kucing tersebut. Sebenarnya jika ada yang melihat tingkah laku Naruto tadi, mungkin orang tersebut sudah menganggap Naruto tidak waras.
Naruto terus memperhatikan kucing putih tersebut sambil tersenyum. Jika dibandingkan ekspresi Naruto dengan kucing tersebut benar-benar mirip. kemudian Kucing tersebut terus menggiring balon air ke kiri dan kanan, tiba-tiba balon tersebut pecah hingga membuat kucing tersebut kaget kemudian berlari pergi menjauh. Naruto yang melihat kejadian itu pun juga kaget. Melihat balon airnya bisa pecah. Naruto terus berpikir dan berpikir kemudian berpikir dan terus berpikir sampai kepalanya keluar asap *plakkk xD. Akhirnya Naruto pun menemukan jawabannya.
"Yosh, akan kucoba dulu" kata Naruto kemudian mengambil sebuah balon air dan diletakan ditangannya.
"Jika aku putar dengan satu arah, balon ini belum bisa pecah. Berarti jika aku putar air didalam dengan 2 arah yang berlawanan pasti akan pecah. Sama yang dilakukan kucing tadi. Huh mattaku, kenapa aku tidak memikirkan hal itu ya, bodohnya aku, bagaimana aku bisa kalah dengan kucing" runtuk Naruto yang menyadari kebodohannya xD
Kemudian Naruto mencoba mempraktekannya. Memusatkan chakranya di telapak tangannya dan kemudian menggerakan air didalamnya dengan 2 arah yang berlawanan. Naruto terus berkonsentrasi dan kemudian
~CTAS~ *bunyi balon pecah lo
Balon yang ada ditangan Naruto pun pecah. Naruto pun terdiam selama 15 detik dan kemudian ekspresi senangnya pun menghiasi wajahnya
"Yatta, akhirnya aku berhasil melakukannya, kalau begitu aku harus mencari si Jiraiya-san itu. Ngomong-ngomong dimana dia ya? Lebih baik aku mencari nya saja" kata Naruto yang kemudian lari untuk mencari Jiraiya, tetapi dia ketinggalan sesuatu. Ia pun kembali ketempatnya lagi dan kemudian mengambil balon air yang masih tersisa dan melanjutkan kembali dalam mencari Jiraiya.
Sudah 5 menit Naruto mencari Jiraiya belum juga ketemu. Bahkan Naruto juga mencarinya di tempat sampah karena dari tadi Naruto tidak menemukan sosok Jiraiya. Kini Naruto sedang berada di permukiman warga yang saat ini sedang ramai.
"Sebenarnya dimana dia, kalau begini terus hanya akan membuang-buang waktu latihan" gerutu Naruto.
"Apa yang sedang kau lakukan Naruto-kun?" tanya seseorang tiba-tiba.
Naruto yang mendengar itu pun langsung menghadap kebelakang. Saat menghadap kebelakang Naruto melihat Ino yang sedang tersenyum kepadanya.
"Oh Ino, tidak apa-apa kok hanya sedang mencari seseorang saja, ngomong-ngomong sedang apa kamu disni?" tanya Naruto balik.
"Ya hanya sedang jalan-jalan saja untuk mengisi waktu luang. Emang nya siapa yang sedang kau cari?" tanya Ino lagi.
"Dia namanya adalah Jiraiya, orang nya bertubuh agak besar dan memiliki rambut putih. Apa kau tadi melihat orang seperti itu" kata Naruto
"Sepertinya aku tidak bertemu dengan orang seperti itu tadi, apa boleh aku bantu mencarinya Naruto-kun" tawar Ino.
"Ah tidak usah nanti malah merepotkan mu saja" kata Naruto.
"Tidak kok, akan aku bantu mencarinya sekalian untuk mengisi waktu luang" kata Ino meyakinkan.
"Kalau begitu mohon bantuannya ino" kata Naruto sambil tersenyum senang.
Ino yang melihat Naruto tersenyum pun merona merah. "I-iya Naruto-kun" kata Ino yang juga ikut tersenyum walau wajahnya merona merah.
"He em, ada apa dengan suasana hangat yang sedang terjadi ini" kata seseorang tiba-tiba yang membuat Ino tersentak kaget.
"Oh, apa maksud mu Shikamaru?" kata Naruto dengan santai yang ternyata orang tersebut adalah Shikamaru. *memang Nruto tidak peka.
"Tidak, tidak ada maksud apa-apa. Kalau begitu nikmatilh harimu" kata Shikamaru yang langsung pergi meninggalkan Naruto yang sedang bingung dan Ino yang sedang merona merah, wajah Shikamaru pun tersenyum saat mengatakan itu.
"Ada apa dengan dia?" tanya nrto melihat tingkah Shikamaru tadi. "Ada apa Ino, kenapa kau bertingkah aneh?" tanya Naruto kemudian yang melihat tingkah laku Ino yang aneh.
"Ti-tidak ada apa-apa kok" kata ino sambil membalikan badan membelakangi Naruto. Naruto pun hanya memiringkan kepala nya tanda ia sedang bingung
'Dasar kau Shikamaru, awas kau nanti' batin Ino marah.
.
.
Kini Naruto dan Ino sedang berjalan sambil mencari Jiraiya.
"Dia itu kemana sih?" kata Naruto agak stres.
"Naruto-kun, sebenarnya apa yang kau bawa itu?" tanya Ino penasaran.
"Oh ini, ini hanya balon air" jawab Naruto.
"Balon air? Emangnya apa yang kau lakukan dengan itu?" tanya Ino lagi.
"Sebenarnya aku sedang belajar sebuah jurus baru dan Jiraiya adalah guru baruku" jawab Naruto kemudian.
"Oh begitu ya" kata Ino.
Mereka pun melanjutkan mencari Jiraiya kembli. Tiba-tiba Ino melihat seseorang yang ciri fisiknya sama seperti yang dikatakan Naruto tadi.
"Ne, Naruto-kun. Apa yang kau maksud Jiraiya itu adalah dia" kata Ino sambil menunjuk orang tersebut yang seperti nya sedang menggoda gadis-gadis.
Naruto yang melihat orang tersebut pun langsung menyimpulkan bahwa orang tersebut benar Jiraiya. "Kau benar dia adalah Jiraiya" kata Naruto.
Ino dan Naruto pun menghampiri Jiraiya yang sedang asik menggoda para gadis.
"Hei jiraiya-san apa yang sedang kau lakukan disini. Katanya ada urusan penting tapi yang aku lihat malahan kau sedang menggoda gadis. Dasar ero-sannin" kata Naruto kepada Jiraiya.
"Oh, gomen Naruto. Teehee" kata jiraiya.
"Dasar, jangan memberikan 'teehee' kepadaku. Aku ini benar-benar kesal sekarang" marah Naruto.
"Oh ayolah Naruto. Aku kan baru tiba disini jadi wajar saja aku mau mencari hiburan" elak Jiraiya.
"Terserah kau. Oh iya Ino, terimakasih sudah membantu ku hari ini" kata Naruto.
"Sama-sama Naruto-kun, kalau begitu aku pergi dulu. Jaa" kata Ino yang kemudian pergi.
Setelah kepergian Ino, Jiraiya pun tiba-tiba menggoda Naruto. "Siapa dia, kenapa dia dekat dengan mu. Apa mungkin dia kekasihmu Naruto?" goda Jiraiya.
"Apa maksud mu dasar ero-sannin" balas Naruto.
"Sepertinya julukan itu begitu jelek, bisa kah kau panggil aku Jiraiya-san seperti biasanya saja" kata Jiraiya.
"Bukan urusan mu, tapi yang lebih penting sekarang aku sudah berhasil memecahkn balon airnya" kata Naruto.
Naruto pun mencoba untuk memecahkan balon air, ia ingin menunjukan kepada Jiraiya bahwa ia telah berhasil. Dan benar saja, Naruto pun kembali dapat memecahkan balon air nya lagi.
"Kalau begitu selamat, sebelum kita lanjut ketahap berikutnya bagaimana kalau kita istirahat dulu sejenak. Aku akan belikan es krim untkmu, jadi berushalah lagi ya" kata Jiraiya senang.
"Baik ero-sannin" kata Naruto.
"Heh? Dasar kau ini, kenapa kau masih memanggil ku itu?" kata Jiraiya jengkel.
"Teehee" Naruto pun hanya memberikan 'teehee' kepada Jiraiya dan langsung membuat Jiraiya menjitak kepala Naruto dengan keras.
Singkat cerita, Naruto telah berhasil menguasai jurus rasenggan, selama 5 hari naruto bekerja keras dalam mempelajari jurus tersebut. Tak terasa sudah 2 bulan terlewati, selama 2 bulan itu Naruto selalu bersama Jiraiya, untuk berlatih mengendalikan elemen angin, sudah banyak jurus elemen angin yang sudah di pelajari Naruto, selain itu Jiraiya telah memberikan Naruto hewan kuchiyose, yaitu katak raksasa. Selama 2 bulan ini Naruto sudah sering melakukan misi, dan biasanya menjalankan misi bersama Jiraiya.
Sekarang scane beralih di kantor hokage. disana Jiraiya, Naruto, dan Sandaime hokage tengah melakukan pembicaraan.
"Tak terasa sudah 2 bulan terlewati. Bagaimana, apakah ada peningkatan terhadap Naruto, jiraiya-san?" tanya Sandaime hokage kepada Jiraiya.
"Tentu saja, Naruto sudah menguasai banyak jurus elemen angin. Dan itu peningkatan yang luar biasa" kata Jiraiya sambil mengelus kepala Naruto.
"Hehe, ya begitu lah" kata Naruto sambil tertawa garing.
"Jadi, Naruto. Sekarang kamu kembali pada tim mu yang dulu, karena aku ada tugas yang harus kulakukan, jadi aku akan meninggalkan konoha lagi" kata Jiraiya kepada Naruto.
"Tugas? Tugas apa yang ingin kau lkukan? Aku hanya berharap bukan tugas untuk mengumpulkan informasi untuk buku ero mu itu ya, ero-sannin" kata Naruto sambil mengejek.
"Tentu saja bukan, pokok nya setelah kepergian ku nanti aku ingin kau terus berlatih ya, aku berharap saat ujian chuunin nanti kau bisa masuk final" kata Jiraiya.
"Tentu saja, serahkan padaku" kata Naruto dengan semangat.
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang" kata Jiraiya yang kemudian berjalan menuju pintu untuk keluar.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan pergi" kata Naruto kepada Sandaime hokage, ia juga ikut keluar dari ruangan tersebut.
Setelah kepergian Jiraiya dan Naruto dari ruangan hokage, Sandaime hokage pun tersenyum lalu memegang topi hokagenya dan diturunkan kebawah hingga menutupi matanya. Kemudian menghisap rokok nya kmbali.
~dengan naruto~
Saat ini Naruto tengah berjalan-jalan di desa, setelah mengantarkan Jiraiya sampai gerbang konoha, mereka pun berpisah. Dan saat ini Naruto tidak tau apa yang akan dilakukannya hari ini untuk mengisi waktu luang. Saat sedang berjalan-jalan, Naruto bertemu dengan Rock Lee dan memutuskan untuk menyapanya.
"Yo Lee, lama tidak bertemu" sapa Naruto.
"Oh, Naruto-san. Lama tidak bertemu juga" balas Lee.
"Ngomong apa yang sedang kau lakukan Lee?" tanya Naruto kepada Lee.
"Ya karena hari ini aku tidak ada kegiatan apapun, aku memutuskan ingin latihan di tempat latihan ku biasanya" jawab Lee.
"Oh, benar juga. Karena aku juga tidak melakukan apa-apa bagaimana aku ikutan latihn dengan mu, kita berlatih tanding, bagaimana?" tawar Naruto.
"Kau benar juga. Kalau begitu ayo ikut aku, akan kutunjukan tempat latihan ku biasanya" ajak Lee.
Tempat Latihan Lee.
"Wah, aku tak menyangka ada tempat seperti ini dikonoha, dan juga udaranya segar. Memang tempat ini cocok untuk latihan" kagum Naruto.
Tempat latihan Lee berada di padang rumput, ya walaupun tidak terlalu luas, tempat ini memang cocok untuk latihan. Selain itu ada juga sungai yang mengalir di sisi kanan padang rumput serta juga ada pohon besar untuk berteduh.
"Kalau begitu apa kau siap Naruto-san" kata Lee.
"Selalu siap. Jangan sungkan-sungkan ya, keluarkan saja seluruh kemampuanmu" kata Naruto sambil bersiap memasang kuda-kuda.
Dan akhirnya mereka berdua pun berlari dan langsung melancarkan serangan. Dengan kecepatannya Lee mencoba menenedang kepala Naruto dari samping, tetapi dapat ditahan oleh Naruto. Dengan kaki yang tertahan oleh Naruto. Naruto ingin menjatuhkan Lee dengan menyeleding dari arah samping tetapi dengan berdiri satu kaki Lee melompat sambil berputar dan mendarat di belakang Naruto. Lee siap meluncurkan serangan berikutnya. Tanpa disadari tangan kanan Naruto telah terjerat oleh kain putih milik Lee yang ada ditangan Naruto.
"Sial" kata Naruto karena tidak menyadarinya.
Lee pun menarik Naruto dan siap untuk meninju wajah Naruto. Tetapi dengan cepat Naruto pun menahan lajunya dan langsung menundukkan kepalanya sebelum tinju Lee mengenainya.
'Kesempatan' batin Naruto dan langsung meninju perut Lee hingga terpental kebelakang. Kain yang terikat di tangan Naruto pun terputus.
Skip, Latihan Lee dan Naruto pun selesai. Kini mereka tengah berteduh di bawah pohon besar.
"Huh capeknya" kata Lee sambil tiduran.
"Ternyata aku kalah darimu, Naruto-san" lanjut Lee.
"Tidak, kau hebat kok. Aku menang karena aku menggunakan ninjtsu sedangkan kau hanya menggunakan taijutsu" kata Naruto sambil duduk di samping Lee.
"Latihan yang bagus. Kemampuan kalian berdua memang hebat" kata seseorang tiba-tiba yang membuat Naruto dan Lee menengok kebelakang.
Mereka melihat seseorang yang sudah agak tua dengan tangan kanannya yang di bungkus kain putih seperti orang terluka dan juga mata kanannya yang juga ditutupi kain perban putih yang tidak dikenal oleh Naruto dan juga Lee.
"Siapa kau?" tanya Naruto kepada orang tersebut.
"Aku hanya kebetulan lewat dan melihat kalian sedang berlatih" jawab orang tersebut.
"Aku tidak mengenalmu sama sekali, apakah anda orang konoha?" sekarang giliran Lee yang bertanya.
"Karena aku bertemu dengan mu, Naruto. Ada yang ingin aku sampaikan pada mu, ikutlah dengan ku sebentar" kata orang tersebut yang tidak menjawab pertanyaan Lee.
"B-baiklah" kata Naruto menyetujui.
Naruto dengan orang tersebut pun mencari tempat yang cocok untuk berbicara.
"Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya, dan juga sikapnya itu mencurigakan. Lebih baik aku akan menyelidikinya" kata Lee yang kemudian bangkit, tapi sebelum bangkit sepenuhnya. Tiba-tiba 2 orang yang memakai topeng khas anbu mencegah Lee.
"Anbu? Kenapa ada anbu disini" kata Lee curiga.
Tiba-tiba salah satu anbu memegang kepala Lee.
"Hei apa yang ingin kau la-" belum selesai berkata tiba-tiba Lee merasakan kepalanya seperti tersengat listrik yang kuat. Dan akhirnya Lee pun jatuh pingsan.
"Itu akan membuat kau melupakan kejadian barusan" kata salah satu anbu tersebut dan kemudian pergi meninggalkan Lee yang tengah pingsan.
Beralih ke Naruto dan seseorang tak dikenal. Sepertinya mereka telah menemukan tempat yang cocok untuk bicara.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Naruto langsung ke intinya.
"Sebelum itu aku ingin memberi tahu namaku dahulu, namaku adalah Danzo Shimura. Setelah aku melihat kemampuanmu, Aku ingin mengajakmu masuk ke sebuah kelompok" jawab orang tersebut yang ternyata bernama Danzo.
"Kelompok? Apa maksudmu?" kata Naruto tidak mengerti.
"Kelompok tersebut bernama 'anbu ne' aku ingin kau masuk menjadi anggota disana. Kau tau, kemampuan mu itu sudah cukup bagus, aku ingin kau mau masuk ke kelompok itu" ajak Danzo.
"Anbu ne, aku tak pernah dengar ada kelompok seperti itu. Aku tidak ingin masuk ke kelompk yang bahkan tidak ku ketahui" tolak Naruto
"Benarkah? Jika kau masuk kedalam kelompk itu, kau akan menjadi semakin kuat" kata Danzo.
"Tidak, aku yang sekarang juga sudah kuat" kata Naruto kembali menolak.
"Kalau begitu, coba kau tunjukan seberapa kuat dirimu. Jika kau bisa memukul ku, kau boleh menolak permintaan ku" kata Danzo dengan seringai tipis.
"Konoyaro" kata Naruto dengan nada sedikit kesal.
Naruto pun berlari bersiap menyerang. Naruto melompat dan kemudian ingin menendang kepala Danzo dari samping. Tetapi dengan mudah Danzo menahan dengan tangan kirinya.
'tidak mungkin, ia mampu menahan seranganku hanya dengn tangan kiurinya' batin Naruto agak terkejut.
Kemudian Danzo pun melempar Naruto kebelakang hingga Naruto menabrak sebuah pohon besar.
"Bagaimana? Apa masih belum menyerah?" kata Danzo dengan nada sedikit meremehkan.
"Aku tidak akan menyerah" kata Naruto yang kemudian berlari menyerang Danzo.
Naruto terus menyerang tetapi Danzo dengan mudah nya dapat menghindar. Dengan sekali pukulan di perut Naruto, Naruto langsung terpental agak jauh dan kembali menabrak pohon.
"Ku-kuso, yang lebih penting lagi aku tidak akan mau menerima ajaknmu itu, tidak akan pernah" kata Naruto seraya bangkit.
"Jika begitu, apa kau mau menerima tawaran ku jika kuberitahu tentang siapa orangtua mu itu" kata Danzo
DEG~
"Orangtua ku?" kata Naruto terkejut.
"Iya, aku mengetahui semua tentang siapa orang tuamu itu, jika kau mau bergabung aku akan memberitahu mu. kau tau, daripada kau terus bersama si Hiruzen itu, kau takkan pernah diberi tahu tentang orangtuamu olehnya. lebih baik ikut aku, bukan hanya aku akan menceritakan tentang orangtuamu, tetapi kau juga akan bertambah kuat" hasut Danzo.
Naruto terdiam beberapa saat. "Aku akan pikirkan terlebih dahulu, aku tidak bisa memutuskannya sekarang" kata Naruto yang masih agak terkejut dengan kata-kata Danzo tadi.
"Kalau begitu pikirkanlah dahulu, kuberi waktu selama 3 hari untuk memikirkannya. Aku tunggu jawabanmu" kata Danzo kemudian pergi meninggalkan Naruto yang saat ini suasana hatinya tidak menentu.
Setelah Danzo tak terlihat lagi, Naruto pun meninju pohon yang ada dibelakangnya.
"Apa yang harus kulakukan" kata Naruto sambil memegang kepalanya.
Beralih ke tempat Lee berada. "Ohh kare~ aku ingin kare~ perut ku lapar" ternyata Lee sedang bermimpi. Ia berkata seperti itu dengan air liur yang menetes dari mulutnya.
T.B.C
Makasih buat yang udah ngeriview fanfic ane chapter kemarin, gomen gak bisa nyebutin siapa aja yang udah ngeriview. yang terpenting ane ngucapin terima kasih bwt yang udah baca sekaligus ngeriview ^_^
btw baca chapter berikutnya ya ^_^
