Keyakinan Diri

Disclaimer : punyanya Masashi Kishimoto, ceritanya punya ku OK. gitu aja kok repot *plakk

Rated : T ( pokoknya aman deh )

Genre : advanture

Warning : OOC,OC, Gaje, Tipo masih bersebaran, alur kecepetan, EYD (ejaan yang disemawutkan)

Summary : Naruto yang selalu di kucilkan, di lecehkan, dan dianggap monster selalu berusaha agar semua orang mengakui keberadaannya

dont like dont read oke...!

.

.

.

"Katon : Goukakyuu no jutsu"

"Fuuton : Daitoppa"

Sasuke dan Naruto pun mengeluarkan jurusnya masing-masing. Kedua jurus tersebut pun akhirnya saling bertabrakan dan menciptakan asap yang tebal.

"Hmm, inikah jurus baru Naruto" kata Kakashi dari kejauhan *tidak terlalu jauh sih. memandang pertarungan antara Sasuke dan Naruto. Di sebelah Kakashi terdapat Sakura yang juga sedang memandang pertarungan tersebut. Ya, setelah kembalinya Naruto ke tim 7. Kakashi hanya ingin mengetahui seberapa hebat Naruto saat ini. Dan Kakashi pun menyuruh Sasuke untuk bertanding dengan Naruto.

Kembali ke pertarungan. Dengan adanya asap tebal, Sasuke pun langsung menyerang Naruto. Dengan mata sharinggannya ia bisa mengetahui dimana Naruto berada. Sedangkan Naruto agak kesulitan karena jarak pandangnya terganggu. Tanpa di duga Sasuke sudah berada di depan Naruto dan bersiap untuk menendang perut Naruto. Naruto yang mengetahui Sasuke ingin menyerang pun langsung menahan tendangan Sasuke. Tetapi reflek yang agak terlambat membuat Naruto agak terpental sedikit kebelakang.

Naruto pun melakukan sebuah jutsu. Merentangkan kedua tangannya kesamping. Setelah itu angin yang ada disekitar Naruto bergerak mengelilngi Naruto dan kemudian menyebar. Hal ini membuat asap tebal tadi menghilang dan jarak pandang Naruto kembali normal. Naruto pun berinisiatif menyerang Sasuke. Ia mengambil sebuah kunai di kantung senjatanya kemudian lari kearah Sasuke. Tetapi sebelum kunai tersebut mengenainya, Sasuke pun memegang pergelangan tangan Naruto untuk menahan laju Naruto. Tak cukup sampai disitu, serangan Naruto masih berlanjut. Naruto pun melompat keatas dan berputar kedepan melewati Sasuke dengan tangan Naruto yang masih dipegang oleh Sasuke, melewati Sasuke dari atas kemudian menendang punggung Sasuke yang mengakibatkan Sasuke terdorong kedepan dan melepaskan tangan Naruto. Sasuke pun berniat menyerang balik. Tetapi saat Sasuke membalikan badannya tiba-tiba saja Naruto menendang kepala Sasuke dari samping yang mengakibatkan Sasuke terpental kearah samping kiri.

Sasuke pun kembali bangkit. Pertarungan kembali berlanjut. Sasuke dan Naruto terus bertarung. Beradu taijutsu dan ninjtsu. Hingga pada saat Sasuke akan menyerang Naruto, Naruto mengingat kembali kejadian kemarin saat bersama Danzo.

'Jika begitu, apa kau mau menerima tawaran ku jika kuberitahu siapa orang tua mu itu' kata-kata itu terngiang di pikiran Naruto. Akibatnya Naruto pun tidak fokus dalam pertarungannya. Dan Sasuke pun berhasil meninju Naruto hingga terpental agak jauh.

"Baik, sudah cukup" kata Kakashi yang kemudian muncul didekat Sasuke di ikuti Sakura.

Kakashi pun memandang Naruto yang saat ini sedang berusaha berdiri. Kakashi merasakan hal yang aneh dengan sikap Naruto saat ini. dari awal bertemu Naruto, Naruto sudah bersikap seperti seseorang yang sedang banyak pikiran. Sebenarnya Sasuke pun merasakan hal yang sama dengan Kakashi terhadap sikap Naruto hari ini.

"Kekuatan kalian benar-benar seimbang hari ini, kalian berdua sudah bagus dalam aspek bertarung" kata Kakashi kepada Sasuke dan Naruto yang saat ini sedang berjalan untuk mendekat.

"Untuk saat ini kalian boleh istirahat sebentar, sekarang aku dan sakura yang akan bertanding" ujar Kakashi.

"Hai, Sensei" jawab Sasuke dan Naruto bersamaan.

Skip.

Kini Naruto dan Sasuke tengah duduk-duduk di bawah pohon besar sambil memperhatikan pertarungan antara Kakashi dan Sakura.

"Hoi Naruto dobe. Sebenarnya ada masalah apa dengan mu hari ini?" tanya Sasuke kepada Naruto.

"Tidak, tidak ada masalah apa-apa kok" jawab Naruto kemudian.

Mendengar itu Sasuke jadi heran, biasanya jika Naruto dipanggil 'dobe' oleh Sasuke pasti dia akan marah dan membalas ejekan tersebut. Tetapi kali ini tidak, tentu saja itu membuat Sasuke heran.

Latihan pun selesai, hari sudah mulai gelap. Naruto, Sakura dan Sasuke pun bersiap pulang kerumah. Sasuke dan Sakura sudah sampai di rumahnya masing-masing tetapi Naruto tidak pulang ke rumah. Saat ini dia sedang duduk-duduk di atas patung kepala hokage pertama.

"Huh" Naruto pun menghembuskan nafas nya. Hari ini Naruto terlalu banyak pikiran.

"Ternyata kau ada disini, Naruto" kata seseorng tiba-tiba. Naruto pun menoleh kesamping, dan ia melihat Kakashi yang sedang berdiri diatas patung hokage kedua.

"Oh Kakashi-sensei. Kenapa kau ada disini?" tanya Naruto.

"Naruto, sebenarnya ada masalah apa sehingga membuatmu seperti itu?" tanya Kakashi mengabaikan pertanyaan Naruto tadi.

Seperti dugaan Naruto, cepat atau lambat pasti ada yang menyadari kalau hari ini dia ada masalah.

"Tidak, aku tidak punya masalah" kata Naruto. Naruto tidak ingin memberitahu tentang masalahnya dengan orang lain.

"Jangan bohong Naruto, aku tau dari sikap mu itu. Ceritakan saja, siapa tahu aku dapat membantu" bujuk Kakashi agar Naruto mau menceritakan masalahnya.

Naruto pun berpikir akan menceritakan masalah ini kepada Kakashi atau tidak. Tapi jika ia memberi tau seseorang yang dapat dipercaya pasti ia bisa membantu. Setelah berpikir cukup lama akhirnya Naruto pun menceritakan masalahnya kepada Kakashi, tetapi satu hal yang tidak ia bicarakan pada Kakashi. Yaitu tentang Danzo yang akan memberi tahu tentang orang tuanya jika ia masuk ke kelompok Anbu ne. Kakashi yang mendengar itu pun terkejut. Ia tidak menyangka kalau Danzo melakukan itu pada Naruto.

"Lalu bagaimana? Kau menerimanya atau tidak?" tanya Kakashi kepada Naruto.

"Sebenarnya aku belum memberi jawaban kepada Danzo, dan Danzo memberiku 3 hari untuk memikirkannya" jawab Naruto.

"Sebaiknya kau jangan menerimanya!" kata Kakashi.

"Tapi.." Naruto saat ini benar-benar bimbang. Apa yang harus ia lakukan.

Kakashi yang melihat Naruto menundukan kepala pun langsung berpindah, mendekati Naruto kemudian mengelus kepala Naruto.

"Terserah kamu, tentang apa yang kau pilih, yang penting pilihan yang kau putuskan itu benar. Aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu. Tapi jika kau butuh bantuan, aku akan membantumu" kata Kakashi kepada Naruto. Naruto yang mendengar itu pun terdiam sejenak. Ia pun mengangkat kepalanya.

"Kakashi-sensei, boleh aku minta bantuan mu" ujar Naruto kemudian.

3 hari kemudian.

Siang ini naruto harus memberi keputusan yang tepat, dan saat ini Naruto tengah berjalan menuju ketempat kelompok anbu ne berada. Sebelumnya pagi hari tadi seorang anbu ne mendatangi Naruto dan mmberitahu tempat markas mereka. Saat ini Naruto tengah berada di dalam sebuah bangunan yang agak luas dengan tiang-tiang besar menyangga bangunan itu. Tapi sedang berjalan tiba-tiba serangan datang mengarah ke arah Naruto. Ratusan kunai mengarah kearahnya. Tapi sebelum kunai mengenai Naruto, Naruto terlebih dahulu mengeluarkan jurus elemen angin. Ia membuat angin disekitar Naruto berputar untuk menahan gerakan kunai yang mengarah kepadanya. Dan ratusan kunai tersebut pun terpental. Tapi tanpa disadari Naruto, sebuah pedang mengarah kepadanya dari arah belakang dan menghunusnya hingga tembus. Tetapi setelah ditusuk tak ada darah yang menetes dari luka tersebut. Tiba-tiba Naruto yang tertusuk pedang itu perlahan-lahan menghilang menjadi sebuah angin dan terbang menuju kesalah satu tiang di ruangan tersebut. Kemudian angin tersebut berkumpul dan membentuk tubuh Naruto kembali yang saat ini berdiri ditiang tersebut. Naruto dapat melihat 5 anbu ne yang menyerangnya twdi, mereka menggunakan topeng. Seorang anbu yang menusuk Naruto menggunakan pedang tadi dari penampilannya sepertinya seumuran dengan Naruto, ia memiliki rambt berwarna hitam lurus. Dan 4 anbu ne yang lain lebih besar dari Naruto.

Naruto pun melompat dan menerjang kearah seorang anbu ne yang membawa pedang tadi. Sambil menerjang, Naruto pun mengambil sebuah kunai dari kantong nya. Naruto dan seorang anbu ne tersebut beradu senjata. Setelah itu Naruto pun memundurkan tubuhnya dan kemudian menundukan tubuhnya kebawah menghindari tebasan seorang anbu ne tersebut. Naruto pun melancarkan serangan. Ia menebas vertikal ke atas tapi seorang anbu itu melompat kebelakang. Tapi tebasan Naruto tadi membuat topeng yang digunakan orang tersebut retak, kemudian pecah menjadi dua. Dan terlihat lah wajah orang tersebut. Warna kulit nya yang pucat dan memiliki mata berwarna hitam.

"Bagus sekali, Naruto. Kau semakin hari semakin hebat saja" puji seseorang di belakang Naruto.

Naruto pun menoleh kebelakang, dan ternyata orang tersebut adalah Danzo. Anak bermuka pucat tadi pun kemudian memberi hormat kepada Danzo dan juga ke 4 anbu ne tadi yang kemudian mendekat untuk memberi hormat.

"Jadi inilah anbu ne itu?" tanya Naruto kepada Danzo.

"Iya, anbu disini berbeda dengan anbu yang di urus oleh hokage. Para anbu disini benar-benar melakukan tugasnya hingga mempertaruhkan nyawanya. Mereka menjalankan tugas yang sangat sulit dan bisa merenggut nyawa mereka. Mereka juga disini tidak membutuhkan tim, mereka berjalan dalam bayangan" kata Danzo sambil menjelaskan

"Ngomong-ngomong bagaimana keputsan mu sekarang?" tanya Danzo kepada Naruto. Naruto menundukan kepala, terdiam sebentar. Kemudian mengangkat kepalanya.

"Baik, aku akan menerimanya. Aku juga berharap kau menepati janji mu 3 hari yang lalu" kata Naruto dengan nada serius.

"Baguslah, kalau begitu.." kata Danzo sambil mengambil sebuah gulungan didalam bajunya dan memberi kan pada Naruto.

"Apa ini?" kata Naruto bingung sambil membuka gulungan tersebut.

"Itu adalah gulungan sebagai tanda kau telah masuk di dalam kelompok ini. Coba kau tulis nama mu di gulungan tersebut menggunakan darahmu, lalu keluarkan chakra mu ditelapak tangan mu kemudian tempel kan ke gulungan tersebut!" perintah Danzo.

Naruto pun melakukan apa yang dikatakan Danzo. Setelah melakukan itu, dari gulungan tersebut keluar kepulan asap dan setelah asap menghilang ternyata yang keluar tadi adalah seragam anggota anbu ne. Mulai dari topeng anbu ne, topeng milik Naruto adalah topeng kucing, sebuah pedang dan perlengkapan lainnya.

"Karena aku sudah menerima ajakan mu, sekarang kau harus menepati janjimu itu" kata Naruto sambil memandang Danzo dengan tatapan tajam.

"Dasar bodoh. Kau baru saja masuk, setidaknya jika kau sudah menjadi anggota anbu ne cukup lama" kata Danzo kemudian. Naruto pun menahan amarahnya, ia tak ingin lepas kendali.

"Sebelum melakukan misi aku ingin mengetes kemampuan mu. Naruto, Sai ikut dengan ku!" perintah Danzo.

"Hai Danzo-sama" kata anggota anbu ne yang berkulit pucat yang ternyata bernama Sai. Sedangkan Naruto tidak merespon.

Naruto dan Sai pun mengikuti Danzo. Danzo pun menghentikan langkah nya disebuah ruangan yang luas. Dengn banyak fasiltas untuk latihan para ninja. Danzo pun membalikkan badannya. Melihat Sai dan Naruto yang sudah memakai seragam anbu ne.

"Sekarang coba kalian bertarung, aku ingin menguji Naruto seberapa hebat dia jika melawan salah satu anggota anbu ne" perintah Danzo.

Sai pun berjalan menjauh untuk mengambil jarak dan bersiap. Naruto terus memandang Sai. Sai membuka pedangnya dari sarung nya dan memasang kuda-kuda menyerang. Sama halnya dengan Naruto yang mengambil pedangnya yang ada di punggungnya. Sai dan Naruto pun berlari untuk menyerang. Diawali dengan Sai dan Naruto yang beradu pedang. Kemudian Sai menyerang Naruto dengan pedangnya. Naruto hanya mampu menangkisnya, karena Naruto tidak terlalu terampil menggunakan pedang sedangkan Sai sangat lihai menggunakan pedangnya. Sai pun kemudian menendang tangan Naruto yang membawa pedang dan akhirnya pedang di tangan Naruto lepas dari tangannya dan terlempar agak jauh. Dengen cepat Sai pun melancarkan serangannya. Berusaha mengarahkan ujung pedangnya kearah kepala Naruto tapi dengan cepat juga Naruto mengambil sebuah kunai di dalam kantong senjatanya kemudian menahan ujung pedangnya menggunakan lubang yang ada dikunai tersebut yang sebenarnya jarak antara ujung pedang Sai sudah dekat dengan kepala Naruto.

dengan tangan yang satunya lagi Naruto mengambil sebuah kunai dikantongnya dan berencana untuk menebas badan Sai. Sebelum berhasil mengenai badan Sai, Sai kemudian loncat kebelakang menjauhi serangan Naruto tadi. Naruto pun kembali menyerang, ia melempar kedua kunai ke arah Sai. Sai menyiapkan pedangnya untuk berusaha menangkis kunai yang dilempar Naruto, tetapi sebelum berbenturan dengan pedang milik Sai kunai tersebut berbelok kekanan dan kiri. Ternyata Naruto membelokan kunai tersebut menggunakan elemen anginnya.

Karena tidak fokus, Sai tidak menyadari Naruto berlari kearahnya dan kemudian meninju perut Sai hingga terpental menabrak dinding hingga retak. Naruto pun masih berlanjut menyerang Sai yang tengah bersandar di dinding. Naruto kembali meninju, menendang beberapa kali lalu diakhiri dengan tendangan di samping kepala Sai hingga terpental ke arah samping kanan.

"Sudah berakhir?" kata Naruto.

Tapi tiba-tiba tubuh Sai lama-kelamaan menjadi cairan hitam seperti tinta.

"Apa yang sedang terjadi?" tanya Naruto tidak mengerti.

"Ninpou : choju giga" kata seseorang di belakang Naruto yang ternyata adalah Sai yg sedang mengeluarkan jurusnya.

Dari guluangan ninja milik Sai tiba-tiba keluar 2 singa yang seperti gambaran yang keluar dari kertasnya menyerang kearah Naruto. Naruto pun berusaha menghindari serangan dari 2 singa tersebut kemudian dia melompat keatas, tapi tanpa di sadari Naruto Sai sudah berada di atasnya dan kemudian menendannya kebawah hinga jatuh dan menghantam lantai dengan keras, Sai masih melanjutkan serangannya. Sai mengambil pedang nya, terjun kebawah mengarah ke Naruto. Naruto sudah tidak sempat menghindar. Dan kemudian

Jleb~

Pedang Sai menancap di lantai di samping kepala nrto.

"Sudah cukup untuk sekarang" kata Danzo mengakhiri pertarungan antara Sai dan Naruto

"Hai, Danzo-sama" kata Sai dengan hormat.

Sai pun berdiri diikuti Naruto yang juga bangun untuk berdiri.

"Sepertinya kau harus lebih banyak belajar, Naruto. Walau kau memang sudah hebat tetapi kau belum lebih hebat dari Sai yang artinya kau masih lemah diantara para anbu ne" kata Danzo kepada Naruto. Naruto pun tidak merespon, ia terus memandang Sai yang sedang tidak berekpresi.

Siang hari.

Naruto saat ini baru saja pulang dari markas kelompok anbu ne dan berniat untuk menuju ke tempat faforitnya yaitu ichiraku ramen. Tapi di tengah jalan Naruto bertemu dengan Kakashi yang tengah bersandar di pagar tembok sambil membaca sebuah buku. Kakashi yang mengetahui Naruto kemudian menyapanya.

"Yo Naruto, bagaimana?" sapa sekaligus bertanya kepada Naruto.

"Tidak ada yang aneh disana, aku disana hanya diberi penjelasan kemudian melakukan latihan" jawab Naruto.

"Sensei, apa tidak akan ada yang tau tentang hal ini kan? Dan apa ada yang menyadari bahwa yang tadi bersama tim 7 adalah bhunsin?" tanya Naruto.

Ya, pada waktu Naruto dan Kakashi berada di patung hokage. Naruto meminta Kakashi agar merahasiakan hal ini terutama pada sandaime hokage, Naruto juga meminta kepada Kakashi untuk mengajarinya jurus bhunsin darah. Dan selama 3 hari itu Naruto belajar jurus bunshin darah dengan Kakashi. Dengan jurus itu, Naruto yang tadi pagi bersama tim 7 adalah bunshin darah milik Naruto. Keunggulan bunshin itu adalah jika di hajar, tidak akan mudah hilang. Tapi bunshin tersebut akan hilang jika terkena serangan yang keras, bushin tersebut akan hilang dan berubah kembali menjadi darah. Maka dari itu Kakashi selalu memperhatikan Bunshin Naruto agar tidak menghilang.

"Tidak ada yang menyadari. tapi apakah ini pilihan tepat mu? Kenapa kau mau menerima tawaran itu?" tanya Kakashi balik.

"Itu adalah pilihan yang tepat menurutku, pilihan yang aku pilih dengan yang aku inginkan, jadi itu adalah keputusan ku yang tidak bisa berubah" jawab Naruto sambil menundukan kepalanya.

"Terserah kau saja, aku berharap kau baik-baik saja. Aku tak akan ikut mencampuri urusan mu" kata Kakashi sambil mengelus kepala Naruto.

"Ternyata pilihan yang tepat meminta bantuan kepada sensei" kata Naruto sambil mengangkat kepalanya kemudian tersenyum.

Beralih ke sebuah ruangan, ruangn tersebut agak gelap . Disana terdapat Danzo yang sedang duduk dikursinya. Ia masih mengingat tentang pertarungan Naurto.

"Harus banyak berlatih lagi ya?" kata Danzo kemudian berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.

Berbulan-bulan Naruto sudah bergabung dengan kelompok anbu ne. Naruto selalu dibantu oleh Kakashi, dan yang mengetahui Naruto masuk ke kelompok anbu ne hanya Kakashi. Selama itu Naruto terus berlatih, hasilnya ia pun bisa mengendalikan elemen air dan baru-baru ini Naruto tengah mengembangkan elemen gabungan air dan angin menjadi elemen es, Naruto juga melakukan misi-misi yang berbahaya dan dapat mengancam nyawanya. Hal ini ia lakukn hanya untuk mengetahui siapa sebenarnya orang tuanya. Tetapi, saat Naruto meminta Danzo untuk memberi tahu tentang orang tuanya Danzo pun menolak. Berbagai alasan dikatakan Danzo. Hal ini membuat Naruto kesal tetapi Naruto sudah terlanjur, tidak mungkin ia akan berhenti setelah sekian lama ia berusaha di kelompok anbu ne.

"Huh" Naruto pun menghela nafas nya.

saat ini banyak pikiran di dalam otaknya yang membuat dia stres. Apalagi sekarang sebentar lagi akan di adakannya ujian chuunin, ujian yang dilakukan para gennin yang akan memasuki tingkat chuunin.

"Jangan terlalu banyak pikiran, tenangkanlah dirimu. Sebentar lagi akan diadakan ujian chuunin" kata seseorang di belakang Naruto. Naruto yang sedang duduk di bangku taman pun menoleh kbelakang.

"Yo Naruto" sapa orang tersebut yang ternyata adalah Kakashi yang sdang membaca buku faforitnya.

"Oh sensei" kata Naruto menanggapi sapaan kakashi.

"Apa kau sudah siap untuk menghadapi ujian chuunin nanti, Naruto?" tanya Kakashi kepada Naruto.

"Yah~ siap tidak siap memang harus siap, tapi tenang saja aku tak akan menyerah, aku akan berusaha agar tim 7 bisa lolos" jawab Naruto

"Aku berharap tim 7 dapat menang, dan juga aku berharap agar kerja sama tim bagus" kata Kakashi .

"Serahkan saja padaku" kata Naruto kemudian.

"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan mu sekarang? Kau kan sudah masuk anbu ne sudah agak lama?" Tanya Kakashi.

"Ya begitulah, sebenarnya selama ini Danzo sama sekali tidak mencurigakan dan tidak ada rencana kejahatan apapun yang aku ketahui" jawab Naruto sambil mengeluarkan elemen air nya dan memainkan nya di jari telunjuk Naruto sekedar menghilangkan kebosanan.

"Begitu ya, tetapi kau harus tetap berhati-hati" kata Kakashi.

"Aku akan selalu berhati-hati, dia benar-benar orang yang misterius" kata Naruto kemudian.

"Selama ini kemampuan ninja mu sudah meningkat ya" kata Kakashi.

"Iya, walaupun pelatihannya keras tetapi ini benar-benar bermanfaat aku bisa mengendalikan elemen air dan saat ini aku sedang mempelajari tentang elemen es" kata Naruto.

"Kalau begitu, baguslah. Semoga kau baik-baik saja" kata Kakashi sambil menutup bukunya dan memasukkannya di dalam kantong senjatanya.

UJIAN CHUUNIN.

Tiba juga hari dimana ujian chuunin diadakan. Ujian ini akan dilakukan oleh para gennin dari beberapa desa. Mulai dari Sunagakure, Otogakure, dan lain-lain. Saat ini tim 7 dan tim yang lainnya sedang berkumpul di sebuah ruangan. Disana Sandaime hokage sebagai pemimpen konohagakure sekaligus penyelenggara ujian chuunin. Berbicara tentang pelaksanaan ujian chuunin dan juga memberitahu tata tertib yang harus diketahui oleh para peserta. Dan ujian chuunin diawali dngn ujian tertulis.

Semua peserta pun melakukan ujian dengan mengisi pertanyaan yang ada dikertas yang diberi petugas. Dalam hal ini Naruto cukup tenang, ia sebenarnya bisa mengisi jawaban tersebut, tetapi ia mengulur waktu agar tidak terlalu cepat selesai. Jika ia terlalu cepat akan menjadi pusat perhatian oleh para peserta ujian, dan Naruto tidak menginginkan itu. Setidaknya menunggu hingga timnya selesai.

Banyak para pengawas yang mengawasi jalannya ujian tertulis hari ini, jika ada yang ketahuan mencontek, ia akan digagal kan dalam ujian chuunin.

Saat ini Naruto telah mendapat izin dari Danzo untuk tidak masuk ke kelompok anbu ne untuk sementara hingga ujian chuunin usai. Yang masih terpikirkan oleh Naruto saat ini adalah kata-kta Danzo yang belum ia mengrti.

'Aku harap kau berhati-hati'

itulah kata-kata Danzo yang dikatakan saat Naruto meminta izin untuk mengikuti ujian chuunin. Tapi Naruto pun tidak peduli, walaupun begitu ia akan berhati-hati. Selain itu yang Naruto masih bingung adalah. Kemana si Ero-sannin tua itu, katanya ia akan pulang jika ujian chuunin dimulai. Paling juga ia masih mencari refrensi tentang buku ero nya.

30 menit berlalu.

Ujian tertulis pun selesai. Jika diperhatikan, Naruto sebenarnya tau bahwa ada banyak kecurangan untuk mendapatkn jawaban tersebut. Tetapi Naruto mengabaikan hal itu, lebih baik ia tidur saja. Tetapi itu mustahil dilakukan jika sedang ujian.

Hasil ujian tertulis pun diumumkan, dan hasil nya banyak juga yang lolos di ujian tersebut terutama tim 7. Tim Lee dan tim Shikamaru pun juga lolos dan masih banyak lagi.

Ujian yang kedua pun akan dilakukan, diujian kali ini setiap tim akan masuk kedalam hutan, mereka akan bertarung untuk memperebutkan dan mempertahankan sebuah gulungan, dan menuju kesuatu tempat dimana tempat itu adalah tempat para tim peserta akan lolos ke ujian selanjutnya. Ada peraturan yang harus diketahui. Sebelum sampai ke tempat tujuan, gulungan yang mereka dapatkan tidak boleh dibuka jika dibuka akan berakibat fatal

Ujian chuunin tahap kedua pun dimulai.

Tim 7 pun segera berangkat dan bersiap jika sudah di mulai adanya serangan. Saat ini tim 7 sedang berada didalam hutan, sekedar beristirahat segera. Sejauh ini tim 7 belum mendapatkan serangan yang mengancam. Tim 7 sedang berdiskusi untuk menyusun sebuah rencana.

"Jadi, intinya aku yang akan memimpin untuk sementara, aku yang akan mengawasi menggunakan sharinggan ku. Jika ada serangan aku akan memberi tahu. Dan kau Naruto, kau akan menangani serangan dari belakang. Lalu Sakura, kau yang akn membawa gulungan itu dan amankan dengan sekuat tenaga" kata Sasuke sambil memberi perintah. Sakura dan Naruto pun menganggukan kepala tanda mengerti.

Tim 7 pun melanjutkan perjalanan mereka, Sasuke yang berada didepan memimpin. Tapi di tengah perjalanan serangan tiba-tiba datang.

"Naruto, dibelakangmu!" kata Sasuke mengetahui serangan datang. dengan cepat dan reflek yang bagus pun Naruto mengantisipasi dengan baik. Ratusan kunai yang mengarah ke Naruto pun ditahan menggunakan anginnya.

"Katon : gokakkyu no jtsu" kata Sasuke sambil merapal jutsu dan menyembur api dari mulutnya. Hingga membakar pohon-pohon disekitar. Dan akhirnya si pelaku penyerangan pun keluar dari persembunyian. Dan kini berada dihadapan tim 7 adalah ninja yang menggunakan simbol desa Kirigakure.

"Heh? Aku akan rebut gulungan kalian" kata salah satu ninja Kirigakure.

"Ayo kita lakukan Shu, Ryuuji" kata salah satu ninja Kirigakure tersebut yang sepertinya dia adalah kapten timnya.

Ketiganya pun langsung menyerang tim 7. Tanpa disangka, Sakura melancarkan tinju ke kapten tim Kirigakure tersebut. dengan telak pukulan Sakura mengenai perut kapten tim Kirigakure tersebut. Karena kekuatan tinju Sakura yang kuat akhirnya kapten tim tersebut terpental jauh kebelakang hingga menabrak pohon. Kdua anggota tim Kirigakure tersebut hanya bengong menatap kapten mereka yang terpental jauh.

"Jangn remehkan perempuan ya" kata Skura setelah berhasil melakukan serangan.

kedua angguta tim Kirigakure tersebutpun menjadi kesal dan kemudian menyerang Sakura. Tapi sebelum mereka mengenai Sakura tiba-tiba Sasuke sudah berada di depan Sakura dan kemudian menyerang ninja Kirigakure Tersebut menggunakan taijutsunya. Hanya beberapa serangan saja ninja dari Kirigakure tersebut sudah menyerah. Terakhir Naruto pun berjalan kearah kedua ninja Kirigakure tersebut.

"Aku ambil gulungannya ya" kata Naruto yang kemudian mengambil gulungan yang dimiliki ninja Kirigakure tersebut.

Kedua ninja Kirigakre tersebut pun kemudian berlari menjauh karena ketakutan. Tak lupa mwreka membawa kapten mereka yang sudah pingsan. "Terimakasih" kata Naruto sambil tersenyum

"Baiklah, kita dapat gulungannya" kata Naruto kemudian melemparnya kearah Sakura.

"Sebenarnya aku penasaran apa yang ada didalam gulungan tersebut ya?" lanjut Naruto kemudian.

"Baka, apa kau mau terkena dampaknya nanti" kata Sasuke.

"Tenang saja, aku tak sebodoh itu" kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Sakura sambil memasukkan gulungan yang diberikan oleh Naruto tadi ke dalam kantung senjatanya.

"Sekarang kita lanjutkan perjalanan, lagi pula kita sudah mendapat gulungan. Dan dengan ini juga kita harus ekstra waspada, pasti akan banyak serangan yang akan kita hadapi nanti, jadi bersiaplah" jawab Sasuke.

Mereka pun berencana melanjutkan perjalnan mereka, tetapi serangan kembali mengarah ke tim 7. Kali ini ratusan ular mengepung tim 7.

"Banyak sekali ularnya" kata Sakura terkejut. Tim 7 pun memasang kuda-kuda bersiap menyerang.

"Heh baru saja dikatakan, serangan sudah datang" kata Sasuke dengan nada meremehkan.

"Siapapun musuhnya, jangan sungkan-sungkan menghajarnya" kata Naruto yang bersemangat

"Katon : gokakkyu no jutsu" sasuke pun mengeluarkn jurus apinya. Menyemburkan kearah ratusan ular tersebut.

Naruto pun tak tinggal diam. Ia mengangkat tangan kanannya kearah depan. Tiba-tiba saja angin di sekitar tim 7 bergerak memutar mengelilngi tim 7. Semakin lama semakin cepat berputarnya. Alhasil angin yang dikeluarkan Naruto bertemu dengan api milik Sasuke. Api pun membesar mengelilingi tim 7 mengikuti arah angin bergerak. Api tersebut pun membakar ratusan ular yang mengepung mereka. Dengan serangan seperti itu, masih ada ular yang hidup.

Sekarang giliran Sakura, ia meninju tanah di bawahnya mengakbtkn tanah pun retak dan hancur. Semua ular pun tertimbun tanah. Hal ini mengakibatkan kabut tebal muncul dan membuat jarak pandang terbatas.

Walaupn jarak pandang terbatas, Naruto, Sasuke, dan Sakura dapat melihat bayangan seeseorng yang tertutupi kabut, ia berjalan mendekat kearah tim 7.

"Sepertinya musuh kita kali ini berbeda dengan yang tadi" tukas Naruto.

"Kau benar Naruto, tapi kita tidak boleh lengah" kata Sasuke kemudian.

Tiba-tiba orang misterius tersebut menyerang. Orang tersebut kembali mengeluarkan ularnya tapi kali ini ularnya agak besar. Sebelum mengenai tim 7, Naruto mengeluarkan jurusnya. Ditangannya keluar bola chakra.

"Kage bunshin no jutsu" kata Naruto kemudian keluar 5 bunshin Naruto yang sama-sama mengeluarkan jurus rasenggan.

Keenam rasenggan Naruto beradu dengan ular tersebut, kemudian Sasuke melompat dan menerjang orng mistrius tersebut dengan jurus nya.

"Chidori" teriak Sasuke. Serangan Sasuke berhasil mengenai orang misterius tersebut hingga terpental kebelakang.

"Apakah aku berhasil" kata Sasuke setelah serangan nya tadi mengenai orang tersebut.

Orang misterius itu pun kembali bangkit, sambil tertawa. Dari suara tertawanya sepertinya ia adalah perempuan. Tim 7 kembali waspada.

"Seperti yang diharapkan dari uchiha terakhir" kata orang tersebut.

Mendengar itu Sasuke kembali marah. "Apa maksudmu?" kata Sasuke dengan keras, ditangannya pun keluar aliran listrik berwarna biru kemudian lari kearah orang tersebut.

"Chidori" teriak Sasuke.

Tetapi sebelum mengenai orang misterius tersebut. Pergelangan Tangan kiri Sasuke yang sedang mengeluarkan chidori ditahan oleh orang tersebut.

"Nani?" Sasuke pun terkejut, orang tersebut dapat menahan jurus nya tanpa berpindah tempat.

Sasuke kembali akan menyerang, ia akan menendang tulang rusuk kana orang tersebut. Tetapi dapat dihindari. Sasuke trus menyerang dan dihindari oleh orang tersebut. Orang tersebut pun mengarah kan tangannya kedepan. Ular muncul di tangan orang tersebut menerjang ke arah Sasuke. Sasuke pun mencoba menghindar, dengan mata sharinggannya ia dapat mampu menghindari serangan ular yang dikeluarkan orang tersebut. Tanpa disadari orang tersebut, Naruto sudah berada dibelakang orang tersebut, tangannya dilapisi sarung dari chakra dan berencana menyerang orang tersebut. Tapi sebelum mengenai orang tersebut ia sempat menghindar. Naruto terus menyerang dan terus dihindari orang tersebut. Orang tersebut pun kemudian meninju perut Naruto dengan kerasnya.

"Jangn terlalu gegabah, heh" kata orang tersebut sambil menyeringai.

Tetapi Naruto yang terkena tinju tersebut tiba-tiba menghilang menjadi kepulan asap.

"Bunshin?" kata orang tersebut terkejut.

Kepulan asap pun menghilang, disana sudah bersiap Naruto yang asli, ia sedang mengarahkan tangan kanannya kedepan, tepat dikepala orang tersebut.

"Kena kau" kata Naruto sambil menyeringai saat taktiknya berhasil.

Hempasan angin yang kencang pun langsung menerjang orang tersebut. Angin yang dikeluarkan Naruto bukan hanya untuk mementalkan orang tersebut tapi juga mencabik-cabik tubuh orang tersebut.

Setelah terkena jutsu Naruto, orang tersebut terpental jauh dan disana bersiap Sakura yang sedang bersiap akan meninju orang tersebut.

"Rasakn ini wanita jalang" teriak Sakura sambil mengarahkan tinjunya kearah orang tersebut yang sedang melayang.

Sakura pun meninju punggung belakang orang tersebut dan kembali terpental jauh. Sakura meninju orang tersebut dengan keras hingga menimbul kan percikan chakra dan terpental hinnga menabrak pohon besar. Orang tersebut menabrak pohon besar dengan tubuh bagian depan dulu yang menabrak batang pohon hingga rusak. Setelah mengenai serangan yang seperti itu orang tersebut tetap bisa bangkit dan malah sambl tertawa aneh. kali ini suaranya berbeda, suara orang tersebut menjadi berat dan serak. Suara perempuan tdi digantikan suara laki-laki, dan juga diwajahnya pada bagian sekitar mata kanan kulit perempuan tadi robek, tetapi seperti menggunakan topeng kulit dibalik robekan kulit tadi ada kulit lagi kali ini warna nya pucat dan disekitar matanya ada garis berwarna ungu yang mengelilingi matanya.

"Serangan tadi memang terasa sakit, kalian memang membuat ku lebih bergairah kembali ingin membunuh seseorang" kata orang tersebut dengan nada aneh.

Tiba-tiba dibelakang orang tersebut muncul mata berwarna merah bersinar didalam kegelapan, sosok itu sangat besar dan sapertinya sosok tersebut milik orang misteriur aneh itu.


Makasih buat yang udah ngeriview fanfic ane chapter kemarin, gomen gak bisa nyebutin siapa aja yang udah ngeriview. yang terpenting ane ngucapin terima kasih bwt yang udah baca sekaligus ngeriview ^_^

btw baca chapter berikutnya ya ^_^