Title : EXO Mini Drama *Ep 5*

Author : Shee.

CAST : of course ALL EXO MEMBER.

DESCLAIMER : Semuanya milik Tuhan, Keluarga dll. Beberapa milik saya tapi kebanyakan milik mereka yang merasa memiliki.

SUMMARY : Diilhami dari kengangguran author yang suka ngabisin waktunya didepan tipi. Dan suka mikir mengganti semua pemeran ditipi menjadi exo member semua #ngayal nih orang. Ceritanya ala OVJ *kalo di Indonesia kalo di Korea kayak drama di SHINee Hello Baby*.

WARNING : kalau ada kesamaan nama, tempat, ide dll. Ada yang disengaja ada yang tidak namanya juga humor jadi jangan marah. Penuh dengan kegejean dan humor gagal. Bagi yang tidak kuat segera lambaikan tangan ke arah kamera#lo pikir dunia l*in apa?# typos dibiarin ada.

.w.

.w.

.w.

FF Ini hanya dibuat untuk hiburan semata, tolong dilihat dari sisi hiburan juga.

.w.

.w.

.w.

Begin Now . . .

EnJoy. .

Setelah dipilih dengan ketat, dan dengan cara yang sangat ketat juga akhirnya semua member EXO sudah menetukan siapa yang akan main di hari ini, caranya itu adalah. . mau tau?. . mau tau? Kita saksikan setelah yang lewat berikut ini# niru ustad M*ulana#. Ekekek. Kidding. . caranya adalah dengan Hom-Pim-Pa *setelah saya ajarin.

Akhirnya Kris dengan Sialnya dia yang jadi tokoh utamanya kali ini, yah walaupun ngeksisnya Cuma dikit nggak papa lah.

Padahal udah direncanain ma Shee dan member EXO yang laen, karena ini ultahnya dia. .

On Air.

MAXSTEP~~ MAXSTEP~~

[Kai] C'mon. C'mon.!

[D.O] A-ha! Neon nareul jageukhaji. . [Kai] UP and DOWN!

[Luhan] Hangyereul neomeoseotgo. .Wechyeoba!

RIGHT!

MAXSTEP~~ MAXSTEP~~ MAXSTEP~~ MAXSTEP~~

[D.O] pagyeokjeogin moseube in sesangi da tteoro tteoro.

[Luhan] Janjanhan daegi-e nae pohyomani ulyeo peojyo.

[Kai] Naega manyag memutgeryeotdamyeon pihal sudao eobseo.

[LuD.O] pagwedwae mireonaen chwegomanu manneunda.

Reff

[D.O] Hand's Up in the air [Kai] hwanhogago majihaera

[D.O] makji mara, nal [Luhan] chwego gyeongjireul kyeongheomhara

[Kai] Growling in The air [Luhan] geobuhalsurok pagodeureo.

[D.O] jeoldaejeogin neo!

[YOUNIQUE UNIT – MAXSTEP].

Walaupun hari ini Kai nggak ada kebagian untuk jadi singer tapi dia tetep ikut, ikut ganggu. Soalnya ini juga lagu dia yang baru aja keluar. .

Setelah itu Kai masuk buat ganti baju, karena dia kena apes terus, selalu kebagian peran.

Dan narrator kali ini yang terpilih adalah Xiumin. *prok prok.

Kris jadi tetangga baru

Tao jadi Istrinya Kris.

Suho jadi satpam.

Kai jadi tetangga Kris yang nyebelin *biasanya juga gitu.

Lay dia jadi tetangga Kris juga serta jadi pacarnya Suho.

Chen dia jadi RT. .

Sehun jadi temen kerja Kris.

BaekYeol nggak ikutan maen. . nggak kebagian peran.

"Ne, , annyeong pemirsah. . dimanapun anda saat ini. . baik yang liat maupun yang nggak liat—" Ucapan Suho dipotong Xiumin disampingnya.

"Ngapain yang nggak liat disapa juga? Sama aja dia nggak tahu!" ujar Xiumin.

"Yah kita kan .. harus menghargai semua orang. . kan? " alasan Suho.

"Oh ya ngomong-ngomong soal menghargai kita kali ini akan mengadakan acara kecil-kecilan sebelum memulai cerita ne?" tanya Xiumin. Dan Suho mengangguk.

Suho mulai mencari orang di sekitar penonton, dia menuju ke barisan para yeoja yang ada di depan, tapi langsung ditarik balik sama Xiumin.

"Sudah nggak usah nyari, dia ajah. . " Suho kaget dengan orang yang dibawa Xiumin.

"Yaudahlah. . kesian dia kalo kerjaannya ngabisin Bubble Tea mulu. . " pasrah Suho.

"Emangnya saya mau diapain?" ternyata itu adalah Sehun.

Semuanya nggak ngejawab Suho dan XIumin langsung narik dia masuk ke area panggung, Baekhyun disuruh masuk, dan Chanyeol disuruh siap-siap karena mereka yang nganggur.

"Kenapa dia hari ini dia saya tarik kemari tiba-tiba. . itu karena hari ini dia . . . . Ulang Tahun!" teriak Xiumin.

Menengar aba-aba itu semua member langsung keluar dan membawa perangkat pesta, Baekhyun dia yang bawa Kue + lilinnya, Chen dia bawa topi dan terompet pesta. Sementara Luhan dia langsung guyurin tepung terigu ke muka Sehun dan langsung pakein dia topi kerucut, sambil nyanyiin lagu ultah biasanya.

Chanyeol keluar diiringi music rap.

Yo. . yo C'mon. . . aha. .aha

Saengil Chukkae hamnida!. . .

Bersama dengan bertambahnya Usia. .

Jangan membuat semuanya Sia-sia. .

Terus saja bergembira. .

Mensyukuri semua yang ada. .

Jika hari ini datang yang kau tunggu

Selamat ulang tahun padamu. . .~~~

*dinyanyiin ndiri*

Xiumin langsung pegangin Sehun yang udah belepotan tepung dan memasang tampang memelas bukan karena wajahnya yang penuh tepung, tapi menatap nanar pada hyung-hyungnya yang radak nggak penuh 100%.

"Kamu ulang tahun yang ke berapa? . . . .Harapannya di hari ulang tahun ini apa?" tanya Xiumin.

Tapi Sehun tetep nggak mau jawab.

"Tanggal berapa ulang tahunnya?" tanya Suho sok curiga.

"Dua belas. . april "akhirnya dia pasrah jawab.

"Udah lewat dong!? Berarti sekarang nggak ulang tahun ?" ucap Xiumin dengan watadosnya.

"Coba KTP?" paksa Baekhyun, acting nggak percaya.

"Nggak punya KTP saya. .tapi beneran 12 april. .!"

"Ngapa sekarang ulang tahunnya?!" marah Suho.

"Kalo nggak ulang tahun ngapein lu pake ke panggung sini,. . mau aja dibawa sama dia. . lagian diem aja sih.. " omel Xiumin.

"Capek nih saya udah niup terompet. . " omel Baekhyun.

"udah 2 tahun gue nulis lirik gue bikinin buat lo. . " kali ini Chanyeol.

"Ni siapa yang nyeret-nyeret. . nih? Kesian nih anak orang udah cemong gini. . nggak jadi ulang tahun. . " tanya Luhan sambil ngusapin tepung yang ada di muka Sehun.

"Saya bilang mau ngadain acara buat yang ulang tahun. .. saya ajak, ngikut aja. ! bilang dong saya nggak ulang tahun gitu. .!" bela Xiumin.

"Woi . . apa-apaan ini. . bubar-bubar!. . ngapain pake acara ulang tahun segala hah? Kan yang ulang tahun gue. .kok jadi dia yang cemong?" tiba-tiba kris nongol nginterupsi. "Kalian ini semua sengaja ya? Udah dibilangin yang ultah gue kok. . masih aja nggak ingat. . sengaja apa gimana?" lanjut Kris.

"Kenapa nggak ada yang ngerayain ultah gue. . jadi paling tua nggak enak amat ya?" gumamnya Sedih.

Kris langsung mendorong Xiumin untuk memulai cerita dan narasinya.

"Baiklah pemirsah. . karena saya diintimidasi sama naga yang tambah tua dan semacam nggak sabaran. .. jadi saya langsung mulai ajah .. . di sebuah desa kayaknya ini. . ada rumah kosong yang lama tidak dihuni, tapi sekarang sudah ada yang menghuni . . tapi masyarakat di sekitarnya menganggap penghuni baru itu misterius. . langsung ajah ya. . capcuss. . cin~~~" ujar Xiumin sambil celingak-celinguk.

Pindah ke setting dua rumah yang berhadapan.

Kai baru keluar dari rumah yang di sebelah kiri dan melihat ke arah rumah dihadapannya seperti ada yang menghuni.

"Ebuset .. kok udah ada rumah lagi. . perasaan kemaren nih belum ada. . " ujar Kai, seketika itu Tao langsung keluar dari rumah dan dalam keadaan sedang menghapus air matanya dia tidak menyadari ada yang sedang melihatnya.

"Hai. ." sapa Kai.

"yaoloh.. !" ceritanya kaget.

"Kaget ya?" tanya Kai, Tao ngangguk. "saya aja mau kaget tadi. . diduluin kagetnya. .!" lanjut Kai.

"Emh.. . kamu udah lama ya tinggal disini?. .." Kai mengangguk mengiyakan. " Aku baru sehari. . disini. . aku pindahan dari China. .baru juga sehari disini." ujar Tao.

"Kok kamu kelihatan sedih sih?" tanya Kai melihat Tao yang mencoba menghapus air matanya.

"Oh kamu bilang dari China ya?.. saya juga belajar Bahasa China. .dikit-dikit" basa-basi Kai.

"Apa coba?"

"Wo Ai Ni.. ., kamu tahu nggak bahasa koreanya apa?" ujar Kai kayak nembak.

"Saranghae. . . kan?" ujar Tao.

"Nado~~" Kai mencoba membalas.

CIEEE~~~~

Tao langsung balik ke cerita tapi keburu Kris keluar duluan dari rumah dengan memandang cemburu pada Tao dan Kai.

Tao mecoba mendekati Kris dan menyntuh pundaknya tapi langsung di singkirkan Kris, "Kamu kenapa?" tanya Tao mencoba lagi tapi di singkirin lagi. ."Ahh~~ gege kenapa sih?" rayu Tao.

Kris mendekati Kai.

"Pak. . bininya pak?" tanya Kai innocent.

"Kamu ngapain goda-godain bini saya? Udah tahu dia punya laki. .!" marah Kris.

"Ya saya kan nggak tahu. . saya baru pulang ngantor pak. . " alasan Kai.

"Gitu aja sombong? Emang kantornya dimana?" tanya Kris.

"Dagang Dodol pak. ."

"Pikir dong . . liat. . dia ini udah punya Istri orang. ." marah Kris lagi.

"Saya . . nggak tahu pak, bapak baru disini?, , saya Cuma mau kenalan doang sama dia pak .. ." ujar Kai.

"Kenalan. . apaan . . orang tadi aku denger ada saranghae. . Woaini. . apa itu masak kenalan gitu?" tanya Kris.

"Ya. . maap lah pak!" ucap Kai.

"Ngga usah marah-marah lah. ." tenang Tao.

"Nggak bisa . . orang kayak begini nggak bisa didiemin. Harus dikasih pelajaran, .sembarangan kamu goda-godain istri orang!" marah Kris.

"Kai kamu nggak terima. . kamu juga emosi. ." suruh Xiumin.

"MARAH!" teriak Kai maksudnya emosi.

"APA? . . ngapain bentak-bentak saya?" Kris marahnya lebih garang.

"Teriak doang sih. ." Nyali Kai menciut, tapi setelah disuruh Xiumin akhirnya Kai maju lagi.

"Pak.. saya juga laki-laki pak, kalau bapak menuduh seperti itu. . sakit hati saya pak!" bela Kai, Kris langsung menarik kerah baju Kai.

"Hei. . jangan macam-macam. . aku melihat kamu dengan Mata Kaki-ku sendiri!. . kamu berdua-duaan dengan istri saya—"

"Aku juga punya harga diri. ."

"Tapi kamu sudah mengganggu Ular tangga orang. . ."

"Rumah. . rumah. ." bener Tao.

"Nggak itu rumah yang ada ulernya. . " paksa Kris.

"Awas lo ya?. . gua bakar nih rumah!" ancam Kai.

"Bakar aja. . emang ini rumah gue. . ? ini kan set property.. ." ujar Kris.

Masuklah Suho sebagai hansip untuk menengahi pertengkaran ini.

"Jadi warga kerjaannya berantem mulu . . nggak ada kerjaan lain ya?" tanya Suho."Ini permasalahannya apa ini?".

"Ini pak. . ngajakin berantem dia menuduh saya godain bininya,. . padahal saya mah iya. ." ujar Kai.

"Tuh kan.. "

"Nggak maksudnya, meleset kan saya lagi Esmsoni. . " Kai sampai belibet.

"Emosi!" correct Suho.

"Ya, , namanya juga lagi marah, , ! kenapa jadi bapak marah - marah!" ujar Kai.

"Bapak pisahin dong!, bapak jadi hinsap disini . .harus menjaga—" ujar Kris.

"Hansip!" correct Suho makin emosi.

"Lapor dong sama Rete setempat. . " sahut Kai. Mereka jadi kompak buat ngerjain Suho.

"RT!"

"Nih saya disangkain goda-godain wanita. ."

"Bapak ini. . bukannya pisahin kita malah murah-murah. ." lanjut Kris.

"Marah-marah!, ni saya jadi hansip nggak ada harganya. . ." melas Suho.

"Bapak ini suka emosi kalo ada yang salah. . ." ujar Tao yang dari tadi diem dengerin obrolan nggak jelas, pada Suho.

"Bapak bilang sama dia pak! Jangan suka Gadoin istri orang—".

"Godain!"

"Yaudahlah pak. . Mangap lah pak. ." ujar Kai.

"Maaf!"

Intinya mereka berdua berantem sahut-sahutan dan Suho yang membenarkan.

"Nih pak biar jelas pak.. awalnya dia datang ke saya, terus kita kenalan, , nyatain cinta ke saya—"

"Nggak. ." bantah Tao.

"—ehh. . tiba-tiba lakinya datang . .dan ngajak ribut saya." Jelas Kai.

"Udahlah .. pokoknya mulai besok aku nggak mau lihat kamu berdua-duaan lagi ma dia sodaranya ketan item . ." wanti Kris pada Tao.

"Iya. . " jawab Tao.

"Udah pak. .beresin nggak nih kita berantem?" tanya Kai pada Suho.

"Nih masalahnya apa?" tanya Suho malah mancing emosi.

"Kan tadi udah diceritain. ." ujar mereka bertiga kompak.

"Udahlah suruh masuk aja"

Xiumin keluar untuk narasi.

"Diceritakan Pak Kris dan Pak Kai, , sedang ribut-ributnya untung ada Pak Suho hansip Komplek yang menengahi, eh eh kenapa ini—"

Tiba- tiba kameramennya ngerjain, kameranya semakin kebawah dan XIumin pun ngikutin kameranya.

"Woi. . naek!. . bagaimanakah selanjutnya setelah ini. . pemirsah jangan kemana-mana ya?" narasi Xiumin.

"disini adalah warung ato kafe lah. . tempat Lay. . Lay ini adalah pacarnya si hansip Suho. ., tanpa sengaja istrinya Kris atau Tao, ketemu sama Suho yang lagi jagain warung . , ternyata Suho tertarik dengan Tao, dan yang lebih parah Kris yang lihat istrinya digodain tentu saja marah. .!" narasi XIumin.

Suho langsung masuk ke setting.

"Saya sebel sama yang namanya Kris itu . . dia itu sok-sokan. . mentang-mentang dia tingginya kek tiang listrik. . " curhat Suho, " Si Lay juga sih. . udah tau aa' mau dines. . malah disuruh jagain warung. ." lanjutnya. Padahal dinesnya juga di pos kamling.

Datanglah Tao dalam keadaan menagis.

"Kenapa kok. . keluar-keluar ketawa. . ?" tanya Suho. Tao makin kejer nangisnya. "Kenapa kok malah na ngis sih?" tanya Suho lagi.

"Aku. . aku nggak punya pulsa" Tao kemakan iklan. "Nggak kenapa-napa kok akunya. ." lanjut Tao.

Suho mulai rayu-rayu Tao.

"Jangan deket-deket ah .. ntar ada yang marah. . ." jelas Suho.

"Kamu udah punya pacar?" tanya Tao.

"Udah punya sih dulu. . Cuma sekarang sudah mati. ." mendengar ucapan Suho, Lay langsung menintip di balik jendela.

BRUAKK.. GLODAK. .

"Suara apa ya?" tanya Tao agak takut.

"Ahh. . paling-paling anak unicorn lagi berantem. . nggak usah didengerin. . anggep aja anjing menggonggong, Kucing mengeong.. . eh kafilah berlalu. ." jelas Suho. Padahal itu Lay lagi ngamuk.

"Tapi kok aku ada perasaan nggak enak ya?" ujar Tao.

"Nggak papa, emh. . boleh kenalan nggak?" rayu Suho.

Tidak lama kemudian Lay keluar dengan pandangan yang disipitin dan menatap mereka berdua yang nggak menghiraukannya dan tetep lanjutin acara mesra-mesraannya.

Tao nunjuk-nunjuk ke belakang maksudnya di belakang ada Lay, tapi Suho tetep nggak mau noleh.

"Dasar kamu ya?. . .laki-laki macam apa kamu?" mendengar suara itu Suho slow motion, noleh ke belakang.

"Kenapa sih, , kok marah-marah mulu!?" tanya Suho.

"Kenapa kamu nggak jemput aku ,, kan tadi aku Cuma pamit bentar aja. . " sedih Lay.

"Bentar, ini siapa ? tadi dia bilang udah punya pacar tapi udah mati. ." sela Tao.

"Sstt.. enggak kok, aku nggak bilang gitu. ."Suho mencoba membungkam Tao.

"kamu gitu sih, , Belum 5 menit kamu udah berubah pikiran. . " jawab Lay gondok.

"Tadi itu Cuma main sandiwara. . aa' tetep cinta kamu kok. .! udah ya jangan marah lagi . ." tenang Suho.

"Kamu tetangga baru itukan. .? yang genit itu . .?" tanya Lay mengalihkan pembicaraan.

"Enggak kok. ." jawab Tao.

" Hei kamu sini. . !,Tak jambak . . rambutku—"ujar Lay.

"eh yang ada juga. . tak jambak rambutmu. . kenapa rambutnya sendiri?" bener Suho.

"Kalau jambak dia, suaminya ada di belakang!" ujar Lay.

"Gampang ntar tak balesin tak jambak dia. . oh ya kan tinggi dia dari pada gue. . nggak nyampe ya?" pikir Suho.

"Ayo marah kalo beranii.. .!" ujar Tao.

"Nggak usah senyum-senyum tahu kan kalau aku lagi sedih. Kamu kalau sekali lagi aku melihat kamu godain aa' ku. .aku ambil tindakan, ," ujar Lay.

"Apa tidakanmu?"

"Heits. .." pasang kuda-kuda, tapi dipikir-pikir Tap bisa wushu jadi dia berpikir ulang."Yaudah aku cuman begini aja. ." lanjut Lay.

Dia mendekat pada Suho.

"Eh, , tak lihat-lihat kamu kok sekarang tambah pendek ya?" tanya Lay ke Suho.

"Kenapa? Emang dulu aku gimana. . ?" tanya Suho.

"Dulu Pendek banget. .!" ejek Lay.

Sedang asik-asiknya bersama, Kris kini masuk ke dalam karena dipanggil Tao.

"Gege~~~ masa' aku dikata-katain. ." adu Tao.

"Ngapain lo marah-maraihin bini gue? Jangan mentang-mentang saya warga baru ya? Kalian jadi seenaknya. . !" ujar Kris.

"Tadi aku dijambak. ." adu Tao.

"Kamu—" Kris mendekati Lay dan mencoba membela Tao.

"Enggak kok aku jambak diriku sendiri kok. ." Lay menciut karena Kris mendekatinya.

"Saya nggak terima ya kalau istri saya diapa-apain sama kalian.. " wanti Kris.

"Ngapain. . urusan apa saya mengapa-apakan istri kamu. . ?" bantah Lay.

"Saya dibilang genit—" ujar Tao.

"Ya emang kamu genit, goda-godain pacar saya—" Lay memotong perkataan Tao.

"HEII . . bicara apa kamu. .!" Kris nggak terima dan memotong perkataan Lay.

"Pak. . tadi pas bicara berasa ada yang jatoh pak!" ujar Lay.

"Muncrat!" sahut Kris.

"Bisa diatur nggak pacar kamu ini? Diajarin sopan santun sama orang. .?" marah Kris.

"Kamu itu marahnya sama siapa?" tanya Lay.

"Ya sama kamu lah. . !, saya ini warga baru disini, jadi tolong hargain dong. .!" teriak Kris.

"Justru anda yang warga baru jangan sombong—" perkataan Lay terpotong.

"HEII saya dari kecil udah sombong!" ujar Kris.

"AH . . baru dari kecil sombong, Sehun dari kecil Cadel nggak sombong. . ." ujar Suho ngeledek.

"Awas lu ngomong gitu sekali lagi, gue gampar pendek lu. . " emosi Kris. .

"udah pak nggak usah digampar pak. .Sabar pak. Sabar pak!" lerai Xiumin.

"Ini namanya melecehkan istri saya ini. . !" ngotot Kris. Kris mendekati lay dan mengapitnya di ketiaknya.

"Bagus pa. . sekali lagi pa!" ujar Tao.

"APA kamu?" Lay mulai ngelawan.

"Ini pacar saya . . kenapa digituin?—" Suho nggak terima.

"Biar, , biar aja. . kenapa kamu nggak terima. Orang aku terima kok!" ujar Lay.

"yaudah pak, bininya bawa pulang aja pak, , dari pada ribut ntar disini. . " suruh XIumin.

"Ayo pulang. . kamu juga ngapain sih kesini segala? Tempat apa ini seperti ini. .' selamat menikmati' emangnya catering. . ?" complain Kris. Tapi dia melihat Lay kayaknya masih nggak enak mukanya dan mendekatinya lagi.

Tapi Lay keburu kabur ketakutan. Dan Kris masuk kedalam.

"dasar. . orang EDAN!" dibilang gitu oleh Lay, Kris keluar lagi. " Enggak,nggak!" ganti Lay yang kabur masuk, tapi tetep diikutin Kris kek orang maen petak umpet.

"ternyata si tetangga misterius selalu marah-marah— masih aja tuh orang. ." kamera langsung berpaling ke luar setting sedang mengambil gambar Kris dan Lay yang masih melanjutkan perkelahian.

"Apa kamu? Ngapain kamu? Ngeledek, ngeledek , ngeledek!" marah kris dan Lay yang nunduk dibawah.

"Enggak,enggak!" jawab Lay nggak berani.

"Jangan kamu ngomongin sembarangan lagi . . " ujar Kris lalu ditinggal pergi, Lay mengecek apa dia sudah benar-benar pergi.

"Lay. . sini. . udah jangan bawel, anteng aja pasti dia nggak emosi. . udah tahu orangnya galak.. " peringat Xiumin.

"Nggak. . nggak takut aku . ." ujar Lay tapi sambil menoleh ke belakang, siapa tahu Kris keluar lagi.

Dan benar Kris dan Suho keluar bersamaan. "Yaudahlah Kris maaf lah. . " ujar Lay memelas.

"Pake Dhuizang panggilnya. . " nasehat Suho.

"Maaf Dhuizang Kris.. " ulang Lay. "Gue hari ini apes banget ya. . Cuma pengen bilang jadi orang jangan sombong aja. . digituin, beraninya sama anak kecil. . " gerutu Lay. Untung Kris sudah masuk dan untung nggak denger juga.

"Tingkah laku Kris, menjadi buah bibir orang karena sikapnya yang misterius, setiap istrinya keluar dari rumah selalu dengan mata sembab seperti habis nangis, dan Kris sendiri orangnya tertutup dan tidak bergaul dengan siapapun. . sehingga menjadi gossip, tidak terkecuali oleh Lay dan Kai yang sedang menggunjingkan mereka. . Chek this out. . !" narasi Xiumin.

Keluarlah Lay dari sebuah rumah di depan rumah Kris.

"udah lama tinggal disini ?" tanya Xiumin berbasa-basi dengan Lay.

"Saya orang lama, ," jawab lay.

"Pantes Tua,. ., kalo lama mah saya. ." ujar Xiumin.

"Saya nggak bilang kalo bapak tua loh. ." ujar Lay.

"Udah nggak usah, saya yang ngomong sendiri. . " bales Xiumin.

"Saya tuh risih. . dapet tetangga kayak begitu.. " curhat Lay.

"Sumpah mati, saya nggak nanya. . " bales XIumin. Lay pundung.

Datang lah Kai dari dalam rumah yang sama juga, tapi kali ini dandanannya kek orang habis kondangan tapi pake celana pendek.

"Lihat sarung saya nggak?" tanya Kai.

"Tadi kesini pake sarung nggak?" tanya Lay.

"Yey nggak ada dirumah saya? Menurut anda saya punya sarung nggak?"

"Punya. ."

"Nggak. .berarti kamu sok tahu . ."

"Berarti kamu nggak punya sarung .. kenapa ditanyain. ." marah Lay.

"Ada apa , , ini saya lagi bobo' siang kok ribut-ribut. . "

"Lagi bobo' emang rumah kamu dimana?" tanya Lay.

"Ini. ." tunjuk Kai pada rumah di belakangnya. Lay mikir lagi.

"Inikan rumah saya ini?" aku Lay.

"Lha ,, Lay keluar dari situ, kamu keluar dari situ. . emang ini rumahnya siapa?" tanya Xiumin menengahi.

"Tau . " jawab Kai dengan tidak perdulinya.

"Udahlah nggak usah dipikirin lah keluar darimana juga . .. ." pungkas XIumin.

"Saya mau curhat sama kamu—"

"Pak .. pake batik habis dari mana?" Xiumin memotong perkataan Lay.

"Dari kondangan. . "

"Kok nggak pake celana panjang pak. . "

"Tadinya panjang. ."

"Terus?"

"Kena angin."

"Ada celana panjang kena angin jadi pendek , , , ?" tanya Xiumin nggak percaya.

"Jadi apa permasalahannya?" tanya Kai balik ke cerita semula.

"Gini pak. . istrinya dia kan ngobrol sama pacar saya, kalo saya cemburu wajar dong pak, eh malah dia aduin sama suaminya dikira saya nantang-nantang, , saya diketekin kan bau. . nanti kalo saya tambah pendek kek pacar saya gimana?" ungkap Lay, sekalian ngeledek.

"Emang keterlaluan tuh orang. . " respon Kai.

"Bapak berani sama dia?" tanya Lay.

"Enggak juga sih" jawab kai. "Bu, kita semua punya aparat bu, ,Laporin sama aparat saja" suruh Kai.

Tidak lama dibicarakan, pak RT sebagai aparat setempat a.k.a Chen datang.

"Ada apa ini? Ada apa?" tanya Chen.

"Nih . . dia curhat sama saya. . itu tetangga baru kita. . itu lho kayaknya banyak masalah sama warga disini. . " lapor Kai.

"Pak, jangan-jangan disini kan selalu ribut, didalam rumah ini. . bagaiman kalau kita selidiki saja. . siapa tau mereka ini pengedar narkoba ." ujar Lay.

Akhirnya mereka bertiga menyelidiki rumah itu, yang ditinggal pemiliknya keluar kota, Kai masuk ke dalam rumah dan mengambil sesuatu.

"Kayaknya ini heroin deh . ." tebak Lay.

"Berarti nggak bener nih orang nih. ." sahut Kai.

Masuklah Kris sambil menelfon seseorang, Kai mendekatinya dan membawa barang yang ditemukannya.

"Pak, bahaya nih orang, suka nyimpen narkoba. . " omong Kai pada Kris yang lagi pegang hp super gede dari stero foam .

"Wah musti ditangkap tuh. . " jawab Kris.

"Bapak bawa hp apa bawa karung?" tanya Kai.

"Ini terbaru. . " alesan kris. "Bapak mau coba?" lanjutnya.

"Nggak ah. . saya nggak punya pulsa. ." jawab kai.

Akhirnya Kris menelfon rekannya dan bermaksud mengadakan pertemuan besok.

"Pak RTdan mereka bertiga . ., bermaksud untuk menjebak Kris, yang dicurigai melakukan tindak kejahatan. . bagaimanakah selanjutnya. . so don't go anywhere. . stay tune. .!" ujar Xiumin sok ingris.

"ceritanya Chen, Kai dan Lay. . ini mau menjebak Kris, mereka bertiga menyamar dan membuntuti Kris untuk mengetahui yang sebenarnya. ." narasi Xiumin.

Nggak usah nunggu lama, mereka bertiga kayak bebek yang udah baris dan siap buat mantengin Kris dan pergerakannya.

"Nih saya yakin 100% nih. . dia emang mencurigakan. . " ujar Chen.

"Yaudah kita siap-siap aja buat ngegerebek dia sebentar lagi .. " sahut Kai. Lay udah nggak sabar pengen balas dendam.

"Belum tentu lho, Cuma yang saya liat kemaren dia telpon-telponan sama orang dan tempat ketemuannya disini . ." jelas Kai.

Setelah ngumpet, datanglah Kris Sambil membawa koper dan menunggu seseorang.

Masuklah Sehun setelah itu sambil membawa kantongan kecil buat wadah duit punya emak-emak, dikasih Luhan kali, kayak wadahnya yang biasa dibuat tahun baru China.

"Udah hitung aja. . duitnya pasti pas. . kalo nggak salah ada 1 ½ milyar ini. ." ujar Sehun, padahal wadahnya kecil banget.

"Ya saya percaya duit ini pas, , Cuma satu yang nggak pas itu lidah kamu. . " ledek Kris.

"Tapi barang pesenan saya udah siap kan?" tanya Sehun.

"pak RT dan yang lainnya grebek dia!" suruh XIumin dan mereka langsung merangkul Kris supaya nggak kemana-mana.

"Akhirnya kan?. ." ujar Lay keluar dari persembunyiannya.

"Kita bawa mereka. Supaya tidak meresahkan warga disini. . " tutur Kai. "Kita kasih pelajaran supaya dia bisa pergi dari sini . . " lanjutnya.

"Ada apa ini?" tanya Kris watados.

"Kamu sudah tidak berkutik lagi . ." tambah Chen.

"Ampun. . saya nyerah. ..saya bukan pengedar narkoba. . " ujar Kris. Mereka semua langsung gebuin Kris karena sudah ada izin dari pak RT.

Tao keluar untuk membantu Kris.

"Ini kenapa? Ayank ku. . diapain?" tanya Tao pada mereka bertiga. .

"Sudahlah mendingan kalian terus terang. ." paksa Kai.

"Kalian salah, ini tuh terigu kita ini kan juragan bawang.. . " jelas Tao, nyambung nggak sih?.

"Ada saksinya. . pak satpam. . ! ppalli. .!" panggil Kai. "Jelasin . . pak satpam, dia adalah saksi matanya, saya tahu berita tentang kamu dan berniat menjebak kamu semua informasi dari dia. . " ujar Kai. Suho sudah keluar.

"jadi begini. .yang saya tahu bapak ini pengedar ya kan?" tanya Suho.

"Saya tuh pengusaha kok, pengusaha terigu ma Bawang. . " ngeyel Kris.

"Yang jadi masalah itu, setiap istrimu keluar dari rumah pasti nangis. ."jelas XIumin.

"Saya motongin bawang. . mama lagi bantuin papa . . " jelas Tao.

"Buktinya mana?" tanya Kai tetep nggak percaya.

"Ini tuh bukan narkoba, tapi terigu. . Kai Jongin Luph Kyungie cikiciu. . main nuduh aja. . " jengkel Kris.

"Yaudah. . kalo memang terigu. . baguslah kalau begitu, berarti kamu nggak narkoba. ." lanjut Kai.

"emang Enggak.. " sela Kris.

"Sekarang kamu minta maaf sama kita, " suruh kai pada Kris.

"Ngapain aku yang minta maaf ?" Kris ngengkel.

"Eh. . kan yang mukulin kamu. . jadi lo yang minta maaf, ," perintah Xiumin.

"Ayo. . minta maaf. ." Suruh Kai pada Lay.

"Dari tadi . . kok aku disuruh minta maaf sama Kris sih. . " Lay nggak terima.

"Kan kamu yang udah nuduh saya. ." sahut Kris.

"Ternyata warga salah sangka, disangkain di keluarganya Kris ada KDRT, setiap istrinya keluar dengan wajah sembab ternyata motongin bawang. . dan narkoba itu pun tidak benar. . warga pun meminta maaf pada Kris. " sesuai perintah Xiumin semua member salaman dengan Kris dan Tao.

"Akhirnya ceritanya berakhir sampai disini. . kalau ada kesempatan. . pasti kita akan menjamah para pemirsah ya?" lanjut Xiumin.

"Emang apaan dijamah?" tanya Chen disampingnya.

"Yah istilahnya On-Air gitu. . " jawabnya.

Semua member masuk ke setting dan melambaikan tangannya ke kamera. Dan singer Luhan dan D.O ikutan masuk.

Ternya mereka bukannya masuk untuk menyanyi, mereka masuk sambil bawa terigu dan barang-barang lainnya yang wajib ada kalau mau bikin malu orang yang ultah.

"Saengil Chukka hamnida. . . Dhiuzang kris~~. .. " ucap Mereka bersamaan, mulai dari Lay yang dari tadi ngerjain meluk Kris dan mengucapkan selamat ultah, dan diikuti member satu per-satu, sampai yang terakhir Tao.

"Harapannya apa ini?" tanya Xiumin.

"Ahh.. . semoga di tahun ini EXO menjadi yang terbaik, baik K maupun M, EXO JJANG!. . dan untuk para member terima kasih banyak telah mendukung saya selama ini, Lay yang selalu bantuin pekerjaan Leaderku, Luhan yang selalu bekerja keras, Chen yang tidak pernah menyerah, Xiumin yang selalu bersemangat, dan Didi maknae . . Tao jangan pernah menyerah, , jalanmu masih panjang, jangan nangis lagi ne? ingat janjimu pada gege untuk tidak menangis. . " ujar Kris.

"Kayaknya EXO K dilupain nih. . " celetuk Baekhyun.

"Untuk K, Baekhyun yang pengen banget tinggi, Suho yang selalu mendidik dongsaengnya dengan baik, Chanyeol yang selalu bertambah tinggi, Kai yang bertambah item, D.O yang suka masak untuk member dan Sehun yang selalu mengeluh dan merindukan Luhan setiap saat. . kalian juga jadilah yang terbaik ne. . " pesan Kris, sebelum akhirnya acara benar-benar ditutup.

"Bentar! Kayaknya author dilupain juga nih, nggak dido'ain juga?" author Shee ikut-ikutan.

"Ya deh.. buat lo simple aja, , buat author yang nggak nambah-nambah tingginya. .yang pasti minder kalo ketemu gue. . semoga pa yang lo inginin dan terbaek buat lo. .semoga terkabul. . " ujar Kris. "Kenapa jadi gue yang ngedo'ain kalian semua sih? Harusnya kan kalian yang do'ain gue. ." keluhnya.

"apa? Baek buat gue?" salah dengar.

"Apa lo?" Chanyeol nggak terima.

"Itu tadi dia bilang. …'terBaek buat lo'. Berarti Baek buat gue dong."

"Langkahi gue kalo lo berani rebut Baekhyun dari gue?" ujar Chanyeol.

"Eh lu kan tiang bendera, , gimana langkahin nya?" Tanya Shee.

Karena acara yang semakin gaje mari kita tutup aja nih, acara dengan satu lagu dari INFINITE yang berjudul Nothing's Over (author lagi keracunan Infinite *?*).

-W-

Akhirnya selesai juga. . pasti ini panjaaanggg banget, ini khusus karena episode ini juga untuk orang terpanjang a.k.a tertinggi di EXO. *ngaruh ya?*.

Mian sekali lagi, harusnya saya ini hiatus buat persiapan ujian dkk. Tapi karena saya bandel dan tetep pengen, jadi buat aja walaupun nggak konsisten, mian juga ini telat harusnya kemaren.

Hajiman, ,

Gomawo buat para readerdul sekalian yang telah menyempatkan membaca ff gje ini, saya merasa seneng banget ada yang bisa menikmati ini.

kimhyunshi, JennyChan, golden13 , TAO bbuingbbuing, seo ra lee, GyuniKai7, LeeKim.

Jeongmal khamsahamnida udah mendukung author. .. . mohon review lagi ne?

Chap depan sesuai permintaan. . dan kemampuan. .