Sehun memperhatikan mobil yang melaju semakin menjauhinya setelah beberapa saat terlibat masalah dengan pengemudinya.
"Aku yakin dia bisa membantuku." Sehun menyunggingkan senyumnya, menyadari ada secercah harapan untuknya.
"Lebih baik aku segera mengikutinya."
Dan ~CLING~ Sehun menghilang dari tempatnya.
^May Angelf^
Sehun tiba di sebuah apartemen yang lumayan bagus menurutnya, dia melihat-lihat isi apartemen tersebut, mencoba untuk menyesuaikan diri dengan calon rumah barunya.
"Woah.. foto ini mirip banget sama aku." Sehun berdecak kagum.
"Dia pasti salah satu fansku, sampai meng-copy wajahku segala," ucapnya lagi, narsisnya kumat.
"Eebuset.. ini foto apa spanduk yak, besar sekali." Lagi-lagi Sehun berdecak kagum melihat foto yang mirip dengannya dicetak super besar.
"Saking besarnya ukurannya sampai tidak sebesar fotoku di rumah." Mata Sehun masih memandang takjub kearah foto tersebut, saking takjubnya sampai otak dan matanya tidak singkron lagi.
Tak lama kemudian terdengar deru mobil yang menandakan ada seseorang yang datang. Sehun langsung melesat ke arah pintu, bersiap untuk menyambut kedatangan seseorang yang ia yakini akan menolongnya.
"Selamat datang." Sehun tersenyum ramah seraya membuka pintu selebar lebarnya dan mempersilahkan seseorang yang baru datang tersebut untuk masuk, sedangkan orang yang Sehun sambut menatapnya heran.
"Ayo masuk, jangan bengong di depan pintu nanti kesambet Sehun lho," ucap Sehun lagi.
Orang yang sehun persilahkan pun akhirnya menuruti perkataan Sehun dan berjalan memasuki rumahnya.
"Silahkan duduk, anggap saja rumah sendiri." Sehun bertingkah seolah-olah dia adalah tuan rumahnya, sedangkan pemilik rumah yang asli malah menurut saja tidak menyadari kebodohannya.
"Mau minum apa? Kopi, teh, susu, atau.." belum sempat sehun menyelesaikan kata-katanya, orang tersebut sudah memotongnya.
"Kopi sa.." Orang tersebut tidak melanjutkan kata katanya, dia terdiam beberapa saat mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi padanya.
1 detik
2 detik
1 abad kemudian
"SETAN LU, INI RUMAH GUE!" teriak orang itu tiba-tiba setelah mendapatkan kembali kesadarannya.
"INI EMANG RUMAH LO, WOLES AJA KALI GAK USAH TERIAK TERIAK!" Sehun balas berteriak, dia tidak terima dikatain setan, apalagi dia memang setan. "Jangan jujur-jujur amat donk jadi orang, Sehun tersinggung nih." Sehun bergumam lirih, hampir tak terdengar oleh orang didepannya.
"SIAPA LU SETAN, MAU NGRAMPOK RUMAH GUE YA?!" Orang itu masih belum woles pemirsa,-
"GUE BUKAN RAMPOK, GUE EMANG SETAN, JANGAN JUJUR-JUJUR AMAT DONK JADI ORANG!" Sehun berteriak histeris, dia kalap karna seumur hidupnya dia tidak pernah dikatain rampok apalagi setan.
Melihat seseorang di depannya mulai mewek, orang tersebut mulai luluh, dia menatap Sehun iba dan mulai menurunkan nada bicaranya.
"Maafin gue, gue cuma kaget aja ada orang asing yang masuk rumah gue," ucap orang itu lembut.
"Telat kagetnya, tapi gak apa apa kok, emang Sehun yang salah."
"Kamu siapa?" Tanya orang tersebut.
"Aku Sehun Si Setan Facebook."
"Ouh Setan Facebook." Orang tersebut belum menyadari bahwa Sehun memang benar-benar setan seperti apa yang dia bilang dari awal.
"Lo mau apa di rumah gue?" tanyanya lgi.
"Thehun mau minta tolong thama Luhan hyung." Sehun mulai mengeluarkan jurus aegyonya.
"Kyeopta." Luhan mencubit pipi sehun gemas.
"Eh, kok lo tau nama gue sih?" tanya Luhan heran.
"Abisnya, author gak pandai bikin teka-teki sih, keliatan banget orang terakhir yang nolongin aku pasti Luhan hyung," jawab Sehun.
"Iya bener, siapa nama lo tadi? Gue lupa."
"Ternyata selain lola tingkat dewa hyung juga pikun, Aku Oh Sehun Si Setan Facebook," jawab Sehun penuh penekanan.
"Oh.. Sehun Si Se.." Luhan menghentikan ucapannya, ia menunggu otaknya loading 100% untuk menyadari apa yang baru saja didengarnya.
"MWO?! Se.. se.. SETAAAAAAAAAAAAAAAN." Luhan berteriak tunggang langgang dan sehun lari ketakutan (kebalik gak sih,-?).
Setelah beberapa saat teriakan Luhan berhenti, Sehun kembali mendekati Luhan dan memandang takjub wajah copy-annya, biasanya seseorang akan berteriak seperti itu sambil lari terbirit-birit, tapi berbeda dengan orang yang ada di depannya, dia tetap berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun, hanya mulutnya saja yang terbuka lebar.
"Waah daebak, hyung tidak lari (prok prok prok)." Sehun memberi Luhan tepuk tangan meriah. Si Luhan lolanya bener-bener keterlaluan,-
"Kenapa lo yang lari, kan lo setannya, harusnya gue donk yang lari." Luhan protes.
"Hyung gak lari lari sih, biar gak keliatan aneh aku aja deh yang lari." Sehun tidak menyadari perbuatannya tersebut justru mem-per-aneh keadaan.
"Kenapa lo menghantui gue? Gue kan gak punya salah sama lo." Luhan benar-benar ajaib, setelah memperlihatkan ekspresi syoknya dia kembali bertingkah seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa apa.
"Thehun Cuma mau minta tolong thama hyung, tolongin Thehun yah pleaseeeee." Sehun kembali mengeluarkan jurus aegyonya yang terbukti ampuh pada Luhan.
"Baiklah, apa yang bisa gue lakuin buat lo?" Luhan tidak mampu melawan jurus aegyo setan di depannya.
"Asyiiik! aku cuma mau minta Luhan hyung untuk hapusin akun facebook aku secara permanen." Sehun childish mode on.
"Oke deh, nanti malam kita beraksi," ucap Luhan semangat.
"Horeeeeeee." Sehun loncat-loncat, muter-muter dan terbang-terbang gak karuan saking senengnya.
^May Angelf^
Di sebuah kamar yang cukup nyaman, terlihat dua ekor makhluk yang sedang serius menatap layar komputer di depan mereka.
"Oke, sekarang berikan password facebook lo?" Luhan berbicara pada makhluk halus di sampingnya yang menurutnya tak lebih halus dari kulitnya.
"Gamau hyung, sini biar aku sendiri aja yang ketik passwordnya." Sehun berusaha menjaga privasinya.
"Yaudah, gue mau bikin kopi dulu." Luhan beranjak pergi menuju dapur yang tak jauh dari kamarnya.
Sehun menggeser-geser keyboardnya ke kanan-kiri-maju-mundur berusaha mencari posisi yang nyaman untuknya mengetik.
Setelah dirasa cukup nyaman, Sehun mulai mengetik tombol-tombol pada keyboard sesuai dengan password facebooknya dengan menggunakan keahlian mengetik 10 jarinya.
Brak brak brak
"Bunyi apa tuh?" Luhan yang berada di dapur menghentikan sejenak aktifitasnya karena mendengar bunyi aneh yang berasal dari kamarnya.
"Bodo amat ah," ucap Luhan kemudian melanjutkan lagi kegiatannya yang sempat tertunda.
Saat Luhan hendak mencicipi kopi yang dibuatnya, tiba tiba...
"LUHAN HYUUUUUUUUUNG!"
Byuuuur, saking kecilnya suara Sehun, Luhan sampai menyemburkan kopinya dan terbatuk-batuk. Mungkin kalau Author bilang saking kerasnya suara Sehun, Luhan udah struk.
Wajah Luhan memerah menahan amarah, dia bergegas menghampiri Sehun untuk membuat perhitungan karna telah membuatnya tersedak dengan tidak elitnya.
Namun, belum sempat Luhan mengeluarkan unek-uneknya, dia sudah dibuat menganga oleh setan facebook yang dipungutnya.
"OMO! APA YANG KAU LAKUKAN OH SEHUN!" teriak Luhan makin emosi.
"Hyung tolong aku, jariku tak bisa keluar." Sehun merengek seraya berusaha melepaskan jari-jarinya yang tersangkut pada tombol-tombol keyboard yang ditekannya.
"Apa yang kau lakukan pada keyboardku." Bibir Luhan bergetar, raut wajahnya yang semula penuh amarah berubah menjadi frustasi.
"Mianhae hyung, aku terlalu semangat, keyboardnya jadi gini deh~" Sehun mengangkat tangannya tepat di depan mata Luhan, bermaksud agar Luhan dapat melihat lebih jelas kondisi sepuluh jarinya yang mengenaskan.
Luhan yang melihat jelas bagaimana keyboard tersebut bisa nyangkut di jari-jari Sehun sehingga terlihat seolah-olah Sehun memakai cincin berbentuk keyboard tak kuasa membendung tangisnya.
"HuWweeeeeee keyboard gue jebol." Luhan mewek lalu nangis jungkir balik, muter-muter, guling-guling, sampai nungging-nungging.
^May Angelf^
"Hiks.. hiks.."
"Udah donk hyung jangan nangis terus hiks..hiks.."
"Lo kok ikut nangis sih hiks."
"Abis hyung nangis sih hiks, kalau hyung nangis hiks siapa yang nenangin Sehun hiks..hiks."
"Terus kalau lo nangis hiks, siapa yang nenangin gue hiks..hiks."
"Cup cup udah jangan nangis lagi," ucap HunHan serempak menenangkan satu sama lain sambil menepuk-nepuk kepala masing-masing.
"Hyung jangan sedih, nanti aku ganti sama yang lebih bagus lagi," ucap Sehun kemudian.
"Lo mau ganti pake apa? Nyolong di warnet sebelah?" ucap Luhan ketus.
"Ide bagus tuh hyung."
~CLING~
Tanpa menunggu waktu lama Sehun langsung menghilang.
"Dasar setan setengah gak waras." Luhan geleng-geleng melihat tingkah Sehun yang aneh bin ajaib tanpa menyadari dia juga sama aneh bin ajaibnya dengan Sehun.
-beberapa saat kemudian-
"Hosh hosh hyung, di korea gak ada warnet hosh." Sehun muncul tiba-tiba dengan nafas tak ngos-ngosan karena menghilang tak beraturan mencari warnet.
Luhan yang sedikit terlonjak berusaha bersikap biasa saja tak ingin menimbulkan keributan yang baru saja mereda.
"Lagian lo beneran mau nyolong? Bukannya masuk surga malah masuk neraka lu," ucap Luhan seraya menyodorkan segelas minuman pada Sehun yang terlihat kelelahan.
"Bener juga ya.. tunggu bentar deh."
Dan ~CLING~ Sehun kembali menghilang.
Belum sampai 10 detik Sehun udah nongol lagi di depan Luhan secara tiba tiba
"LUHAN HYUUUUUNG!" teriak Sehun membahana.
Saking yakinnya kejutannya akan membuat Luhan senang, Sehun nongol tepat di depan Luhan sambil berteriak kencang dan tersenyum lebar sampai matanya yang sipit tinggal segaris sehingga tak menyadari kondisi Luhan yang mengenaskan karna perbuatannya barusan.
Luhan tidak terkejut, dia hanya kaget sampai terjengkang-jengkang, tak bisa di bayangkan betapa tidak elitnya posisi Luhan sekarang.
"Lho hyung, lagi kayang ya?" tanya Sehun innocent
"Kayang muka lo peyang, tolongin kek.. aku terjungkal dan tak bisa bangkit lagi, aku tanpamu bongkahan batu." Luhan malah nyanyi,-
Sehun pun membantu Luhan untuk bangkit, setelah itu dia menyodorkan sebuah benda persegi berukuran 14" tepat di depan mata Luhan.
"WoAh laptop." Luhan berdecak kagum melihat benda di hadapannya, sungguh Luhan merasa bahagia, sejak dulu dia memang menginginkan laptop untuk dia pamerkan pada teman-temannya, Luhan sudah bosan menggunakan komputer tua warisan dari kakek moyangnya.
"Mereknya apple lagi." Luhan masih terkagum-kagum, sedangkan Sehun tersenyum lebar, sehun ikut bahagia melihat Luhan bahagia.
"Hyuung udah donk terkagum-kagumnya, sekarang kita hapus facebook Sehun."
"Btw, lo nyolong darimana nih laptop? Jangan sampe nanti pas gue pamerin pemiliknya dateng." Luhan menatap Sehun curiga.
"Sehun gak nyolong kok hyung, Sehun kan mau masuk surga, itu laptop Sehun waktu masih hidup di dunia."
"Oh, okelah.. ayo kita beraksi lagi." Luhan mengepalkan jarinya semangat.
"AYOOOOOOOOOOOOOOOOOO!" teriak Sehun kelewat semangat menyebabkan kaca jendela Luhan berceceran dan atap rumahnya berguguran.
Luhan lagi-lagi harus menahan emosi karena tingkah setan yang beberapa jam ini terus mengikutinya dan menyebabkan kerugian yang tak kecil jumlahnya.
"Jangan teriak teriak donk, rumah gue ancur nih."
"Hehe mian hyung."
"Yaudah deh, ayo cepet tutup akun facebook lo, sebelum hidup gue ikut hancur karna tingkah lo."
"Oke oke." Sehun manggut-manggut lucu, senyum tak pernah lepas dari bibirnya walaupun dia agak tersinggung dengan ucapan Luhan barusan tapi dia tetap merasa senang.
"Jadi apa password facebook lo?" tanya Luhan
"Sini sini biar—"
"Eit gak boleh, gue gak mau ya laptop ini mengalami nasib yang sama seperti komputer gue." Luhan memotong ucapan Sehun cepat.
"Mmmmmmmmmmm."
"Apa?"
"Ngngngng."
"Oh Sehun, cepat katakan apa!"
"Hyung janji jangan ketawa ya."
"Iya, emangnya ada apa sih sama password facebook lo?"
"Passwordnya e.. e.."
"Passwornya apa Oh Sehun?" Luhan mulai emosi
"Passwordnya thehun unyu kedodoran," ucap Sehun malu malu
Sehun menutup kedua telinganya, takut-takut jika Luhan akan menghina dan mentertawakan password facebooknya.
"Kenapa mesti ditutup-tutupin sih, passwordnya biasa aja," ucap Luhan datar.
"Eh, hyung gak ketawa? Passwordnya gak lucu yah." Sehun cemberut.
"Biasa aja tuh, tapi kalau diliat dari muka lo, aneh aja orang kaya lo punya password konyol begini."
"Hehe, justru itu hyung, aku emang sengaja cari password yang gak terduga biar gak ada yang bisa hack akun facebookku," ucap Sehun bangga.
"Emang apanya yang kedodoran? perasaan pakaian lo normal-normal aja." Tanya Luhan kemudian.
"Celana dalam Sehun kedodoran hyung," jawab Sehun jujur tanpa berusaha menutup-nutupi aibnya seperti sebelumnya.
"Buaaaaahahahaaaaaaaaaaaaa." Luhan tertawa ngakak.
"Yak hyung, Thehun jangan diketawain donk." Sehun memanyunkan bibirnya lucu.
"Haha, sorry sorry.. pantes aja tadi gue lihat di facebook lo ada yang nanya warna fav. CD lo, jawabannya GAK ADA hahahaaaaaaaaaaaa jangan jangan lo gak make ya buahaahahaaaaaaaaaaa." Luhan tertawa semakin lebar.
"Thehun jejelin CD Thehun nih kalau gak mau berhenti ketawa," ancam Sehun.
Luhan diam seketika dan melanjutkan aktifitasnya, tak membutuhkan waktu lama, kini facebook Sehun sudah ditutup selamanya, dan selesailah semua urusannya.
"Gomawo hyung, sekarang Sehun bisa ke surga.. da dah hyung selamat tinggal." Sehun tersenyum bahagia, tubuhnya memancarkan sinar terang, dia melambai-lambai ke arah Luhan dan mengucapkan salam perpisahan.
"Selamat tinggal, berbahagialah dengan orang tua mu di surga." Luhan juga tersenyum pada Sehun, dia terharu sekaligus senang dan mungkin juga merasa kehilangan.
^May Angelf^
Luhan bergelut di balik selimutnya nyaman, sungguh dia tak menyangka hal ajaib yang telah dialaminya. Matanya menerawang jauh, dia masih merasa setan yang ditolongnya masih berada di dekatnya, walaupun pertemuan mereka sangat singkat tapi Luhan sudah merasa sangat dekat dengannya, rasanya sepi.
"Mungkin jika setan itu masih ada di sini aku takkan kesepian," ucap Luhan lirih, dia membayangkan bagaimana rusuhnya suasana kamarnya jika dia bersama Sehun, berebut selimut atau menendang satu sama lain dari ranjang mungkin.
"Haah sudahlah, dari pada mikirin dia mending tidur aja." Luhan berusaha menutup matanya.
Tanpa Luhan sadari, seseorang yang terus dipikirkannya sudah ada di sampingnya. Sehun menatap Luhan lekat, sungguh dia merindukannya walaupun belum lama berpisah, karena itu Sehun memilih kembali menghantuinya, walaupun sebenarnya Sehun terpaksa kembali lagi karena ditolak masuk surga sebab Sehun masih punya janji yang belum ditepati.
"Miahnae hyung, aku harus mengajakmu ke surga," ucap Sehun lirih
Tanpa ada yang menduga, setan sepolos Sehun membawa pisau di tangannya, bersiap untuk merenggut nyawa seseorang di hadapannya.
"Mianhae," lirih Sehun lagi, dia terisak kecil, sungguh dia tidak sanggup melakukan ini, tapi mau bagaimana lagi.
Sehun menutup matanya erat dan bersiap menancapkan pisau yang digenggamnya ketubuh seseorang yang disayanginya. Dan...
JLEB
Tangan sehun bergetar, Sehun membuka matanya perlahan, dan..
Syukurlah Luhan berguling ke sisi lain ranjang sehingga pisau Sehun tak jadi menancap di tubuhnya.
"Yaaah," desah Sehun kecewa. "Padahal aku udah se iya iya nusuknya."
Kini posisi Luhan memunggunginya, Sehun bingung antara memutar tubuh Luhan menghadapnya atau memutar langkahnya sendiri, akhinya Sehun pun memilih untuk menusuk punggungnya saja.
Karena author gak tega liat HunHan bunuh-bunuhan, jadi ceritanya sekarang Luhan sudah mati dan rohnya terpisah dari raganya.
"Lo gimana sih, udah ditolongin bukannya terima kasih malah nusuk gue dari belakang." Roh Luhan marah-marah pada Sehun.
"Kalau nusuknya dari depan nanti kamu menghindar." Sehun berkilah tapi memang itu yang sebenarnya.
Luhan memandang jasadnya lirih, sekarang dia sudah tidak hidup lagi.
"Mianhae hyung hiks." Sehun terisak hebat, dia merasa bersalah pada seseorang yang telah menolongnya.
"Sehun cuma ingin ajak Luhan hyung ke surga." Lanjut Sehun kemudian.
"Gwencana, lagipula selama ini gue hidup menderita, mungkin setelah ini gue bisa bahagia sama lo di surga." Luhan tersenyum lembut dan membelai rambut Sehun sayang.
Sehun memandang takjub seseorang di depannya, dia tidak menyangka Luhan tidak marah padanya.
"Yeay! kajja kita ke surga." Sehun bersorak senang lalu menggandeng tangan Luhan.
Dan ~CLING~ mereka berdua menghilang.
^May Angelf^
Kini Luhan dan Sehun sudah berada di depan pintu surga yang sangat indah.
"Benar-benar terasa di surga," ucap Luhan.
"Ini memang surga hyung, di dalam sana akan lebih indah lagi." Sehun tersenyum senang membayangkan kehidupan barunya yang akan jauh lebih sempurna dari sebelumnya, apalagi ditambah satu orang lagi yang disayanginya.
Tok tok tok
Sehun mengetuk pintu gerbang yang ada di depannya.
"Eh Sehun, gimana?" tanya malaikat penjaga pintu ramah.
"Semuanya sudah Sehun selesaikan, Sehun juga bawa teman yang Sehun janjikan."
"Baiklah, kalau begitu sekarang Sehun boleh masuk."
Baru saja Sehun melangkahkan kakinya, dia harus mengurungkannya kembali, dia menengok seseorang di belakangnya yang tak kunjung bergerak.
"Luhan hyung, kajja." Ajak Sehun kemudian.
Luhan tersenyum senang, dia menerima uluran tangan Sehun dan menggandengnya, sebelum Luhan melangkahkan kakinya masuk ke surga, dia menghirup nafas dalam bersiap menyambut kebahagiaan yang menantinya.
"Tunggu!" belum sempat Luhan menyentuhkan kaki kanananya ke tanah, dia sudah dicegah oleh malaikat penjaga.
"Ada apa paman?" tanya Sehun heran.
"Sehun-ah, kau memang boleh masuk, tapi temanmu masih punya satu urusan yang harus diselesaikan," terang malaikat penjaga.
Luhan dan Sehun saling pandang bingung.
"Aku tidak punya urusan lagi paman, aku hidup sebatang kara." Luhan berusaha meyakinkan malaikat penjaga.
"Kamu masih punya satu urusan nak, facebookmu belum ditutup," ucap malaikat lagi.
JDERRR
Luhan dan Sehun melotot horor, bagaikan tersambar Chen, kali ini mereka benar-benar tidak kaget ataupun terkejut tapi mereka sudah kena serangan jantung dan juga struk.
BruUgh
"OMO! Luhan hyung," teriak Sehun.
Dan Luhanpun mati untuk kedua kalinya haha :D
.
.
-END-
.
.
EPILOG
"Gak ada prolog kok ada epilog?"
"Aku tersentuh melihat drama antara kau dan temanmu itu."
"Lalu apa hubungannya sama epilog?"
"Aku putuskan temanmu tak perlu menutup akun facebooknya, jadi kalian bisa masuk ke surga bersama sama sekarang."
"JINJA?!" Seru Luhan.
"WAH LUHAN HYUNG BANGUN LAGI!"
"Yah, menurut catatanku kau tidak terlalu aktif di jejaring sosial tersebut."
"HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"
HunHan bersorak senang membuat gempa lokal dan memeluk erat malaikat di depan mereka, tak lupa juga menciuminya brutal menandakan mereka sangat berterima kasih padanya.
• • •
SELESAI! FFnya sudah selesai :D
Author merasa lega bisa memenuhi permintaan pembaca supaya tidak ngaret seperti ff pertama yang author lupa di mana naro lanjutannya.
.
.
Tapi mianhae jika chapter ini mengecewakan pembaca sekalian, sebenarnya saya tidak suka bercanda dan terlampau serius orangnya, sampai facebook aja dipermasalahkan -_- tapi entah kenapa ff ini muncul begitu saja di kepala saya, saya tidak menyangka ada yang bilang ff ini lucu, makanya saya pilih humor sebagai genrenya.
.
.
Jadi sekali lagi saya minta ma'af kalau yang ini tidak lucu dan mengecawakan pembaca sekalian, saya benar benar minta ma'af *Bow
.
.
Thanks to :
Dyayudya, JSRsarangPCY, younlaycious88, liJunYi, AmeliaDianS, Pheonix Soojung, Tania3424, kim jaerin.
Dan semua orang yang sudah menyempatkan membaca fanfiction ini, memfavorit dan juga memfollow
Terima kasih banyak ^_^
Balasan Review:
Dyayudya : iya, yang terakhir memang luhan, gak ada lagi member exo yang tersisa, tidak apa apa kok macem macem di facebook asal sempat memperbaikinya, tapi memang lebih baik digunakan sebaik baiknya sih hihi, terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
JSRsarangPCY: ini udah dilanjut chingu, ma'af kalau kelamaan, tapi saya gak php kan? terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
younlaycious88 : Aamiin, terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
liJunYi: iya yang terakhir luhan, stoknya tinggal dia doang hihi, terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
AmeliaDianS: ini udah dilanjut chingu, terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
Pheonix Soojung: kalau chingu manggil eonnie, saya manggil chingu saeng yah hehe, saeng lucu nih luhan udah ganteng dari sananya :p eh? Ganteng apa cantik yah saya masih bingung,- Alhamdulillah deh kalau saeng terhibur, ini udah dilanjut yah saeng, ma'af kalau terlalu lama. terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
Tania3424: iya kasian banget, padahal dia Cuma mau have fun sama facebooknya, ini udah dilanjut chingu. . terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
kim jaerin: ini udah dilanjut chingu, saya jadi ngebayangin kai kesetrum, padahal waktu bikin ff gak kebayang haha. terima kasih sudah membaca dan mereview ff saya ^_^ ma'af kalau yang kedua gak ada lucu lucunya *bow
