Naruto X Harem (Rias,Akeno dan ?)
Warning : Typo, Wrong Gramar, and other.
Chapter 6
Ruang Keluarga Kediaman Naruto.
" Hmmm… Baiklah. Misimu adalah.. " Sirzech sengaja menggantung ucapannya.
" Membatalkan pertunangan Rias " Lanjut Sirzech.
" Are? Membatalkan Pertunangan? Hei Sirzech-San bukankah Rias masih muda. Kenapa kau sudah membuat acara pertunangan saja? Tidakkah ini terlalu cepat? " Tanya Naruto bertubi-tubi
" Itu karena masalah populasi Iblis Kelas atas yang murni sekarang menipis akibat Great War dulu. Makannya aku dan Tou-san ku ingin menjodohkan Rias dengan salah satu pewaris dari keluarga Phoenix. Dia bernama Raiser. Sebenarnya ini adalah rencana terselubung dari ayah Raiser untuk membuat Raiser sadar akan kesombongannya. Maka dari itu aku memberimu misi untuk menyadarkannya atas kesombongan yang ada pada dirinya. " Jelas Sirzech dengan panjang lebar dan sang lawan bicara hanya mengangguk - angguk seperti paham akan maksud Sirzech.
" Hmm… Sepertinya aku akan menyukainya. Baiklah aku akan memberi pelajaran kepada orang yang bernama Raiser itu."JawabNaruto dengan bersemangat dan matanya terlihat seperti berapi-api.
" Tapi aku hanya memperingatkanmu Naruto. Bahwa kau jangan sampai berlebihan kepadanya. Tugasmu adalah hanya untuk menyadarkannya. Kau paham? " Perintah Sirzech
" Baiklah." Jawab Naruto Singkat
" Bagus. Oh iya aku pamit dulu Naruto. Masih ada tugas yang harus ku selesaikan. Baiklah Milicas jaga dirimu baik-baik bersama Naruto. " Ucap Sirzech seraya memeluk Milicas.
" Ne Milicas. Jangan merepotkan Naruto-San ya? " Timpal Greyfia alias sang ibu kepada Milicas.
" Hai' Tou-san, Kaa-san. Aku tak akan nakal disini. " Jawab Milicas.
" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu Naruto " Kata Sirzech dengan senyumnya lalu berdiri
" Hei kalian tak mau minum dulu ? " Tanya Naruto sambil berdiri mengikuti Sirzech dan Greyfia yang berdiri.
" Hei Nii-San. Apa kau menyiapkan minuman ? Lihat saja. Bahkan meja itu kosong tanpa ada gelas minuman sama sekali. " Balas Milicas yang sudah berada di samping Naruto dan menunjuk meja Ruang keluarga Naruto yang tampak Kosong dan memasang muka jengkel melihat kebodohan dari Nii-Sannya itu.
Setelah Milicas berkata seperti itu Naruto menatap meja yang berada di ruang keluarganya itu. Betapa terkejutnya Naruto mendapati meja tersebut kosong tanpa adanya gelas minuman satupun diatasnya.
" Astaga.. Bodohnya aku" Ucap Naruto setelah melihat hal tersebut lalu menepuk jidatnya dengan wajah tampak konyol jika dilihat dari sisi Sirzech dan Greyfia. Sirzech dan Greyfia yang melihat ulah Naruto dan Milicas terkikik geli.
' Tampaknya Milicas dan Naruto sangat pantas untuk bersaudara ' Pikir Sirzech.
" Baiklah Naruto, Milicas. Kami pergi dulu. Jaa " Setelah mengucapkan kalimat itu Sirzech dan Greyfia menghilang dari lingkaran sihir merah khas keluarga Gremory.
Tak beberapa lama Rias, Akeno, Asia dan Koneko tiba membawa barang belanjaan mereka masing – masing yang tampak berat itu.
" Wah, Wah.. Kelihatannya berat ? Bolehkah aku membantu kalian ? " Tanya Naruto setengah meledek mereka. Mereka pun nampak jengkel karena ledekan Naruto.
" Menurutmu Naruto-Kun/Naruto-San/Naruto-Senpai ? " Tanya Rias, Akeno, Asia dan Koneko yang serempak menggembungkan pipinya karena jengkel melihat Naruto. Melihatnya saja jengkel apa lagi bicara dengannya,Pasti tambah jengkel :v.
" Baiklah.. Baiklah…. aku bantu " Balas Naruto dengan senyum puas karena bisa menjahili ke-empat anggota keluarganya yang baru itu. Setelah Naruto berkata seperti itu dia memunculkan 4 bunshin yang ada dibelakangnya. Rias, Akeno, Asia dan Koneko tersentak kaget melihat Naruto yang sekarang ada 5 orang.
" Hei boss. Kenapa kau memanggil kami ? " Tanya salah satu bunshin Naruto.
" Bantulah mereka. " Jawab Naruto singkat sambil menunjuk Rias, Akeno, Asia dan Koneko yang masih membopong barang bawaan mereka masing – masing
" Hanya masalah begitu saja kau memanggil kami Boss ? " Tanya salah satu bunshin Naruto yang lain.
" Oh jadi kalian tak mau ? Bagaimana dengan ini ? " Tanya Naruto dengan membalikkan badan dan menunjukkan 1 tinju tangan kanannya dan memperlihatkan senyum palsunya
" Haeh boss.. Kami sudah tahan dengan itu. Jangan bercanda! " Kata salah satu Bunshin Naruto.
" Oh jadi sudah tahan ? Bagaimana kalau begini ? " Tanya Naruto lagi lalu menyelimuti Tinjunya dengan lapisan senjutsu. Bunshin Naruto langsung lari menuju Rias, Akeno, Asia dan Koneko lalu membawa barang bawaan yang tadi mereka bawa ke lantai atas. Rias, Akeno, Asia dan Koneko yang masih terpaku dengan kejadian tadi disadarkan oleh Naruto.
" Hei tak usah sampai sebegitu kagetnya kalian. Itu adalah salah satu kemampuanku. Tak usah khawatir. " Kata Naruto dan menyadarkan Rias, Akeno, Asia, dan Koneko yang kini sudah sadar lalu duduk di Ruang keluarga untuk meregangkan otot masingm – masing.
" Oi.. Baka! Kalian taruh dimana barang tadi ? " Teriak Naruto kepada Bunshinnya yang ada di lantai atas.
" Kami taruh di kamarmu boss. " Jawab salah satu bunshin Naruto dengan berteriak juga.
" Baka! Taruh di dapur! " Teriak Naruto lebih keras.
" Kenapa kau-" Teriakan salah satu bunshin Naruto terpotong oleh Naruto
" Cepat. " Potong Naruto dengan berteriak lama terdengar suara derapan kaki bunshin Naruto dengan membawa barang bawaan yag tadi dengan cepat dan menuruni anak tangga lalu menuju arah dapur dan menaruh bawaan mereka masing – masing dan setelah itu mereka hilang meninggalkan kepulan asap.
" Ne Naruto-kun. Kenapa kau tadi menyuruh kami untuk berbelanja barangmu juga ? Banyak sekali kau tahu ? " Tanya Rias yang menggembungkan pipinya tanda jengkel melihat Naruto. Naruto yang melihat Rias seperti itu sangat takjub karena menurutnya jika seperti itu maka kecantikan Rias akan bertambah. Maka dari itu Naruto sering menjahili Rias dan Akeno agar dia bisa melihat kecantikan mereka berdua yang semakin bertambah.
" Iya Naruto-Kun. Kenapa belanjaanmu sangat berat ? Kami saja sampai membagi barang belanjaanmu yang berat itu agar tak berat salah satu. " Timpal Akeno dan menggembungkan pipinya juga. Melihat itu, Naruto tersenyum sangat puas karena bisa melihat 2 selirnya itu menggembungkan pipi.
" hahahahaha… Kenapa kalian manja sekali ? Lihat saja Asia-Chan dan Koneko-Chan. Apa kalian keberatan, Asia-Chan, Koneko-Chan ? " Tanya Naruto kepada Koneko dan Asia secara bergantian.
" Aku keberatan Naruto-Senpai. " Jawab Koneko singkat dan terlihat raut muka jengkel di wajahnya walaupun dia masih memasang muka datarnya.
" A-Aku juga Naruto-San " Sambung Asia yang terlihat sungkan kepada Naruto.
" Kau lihatkan Naruto-Kun ? " Tanya Rias dan Akeno jengkel kepada Naruto.
" Hahahahahaha… Baiklah. Sebagai gantinya, Satu minggu kedepan, aku yang akan memasak dan mencuci piring. Bagaimana ? Impas bukan ? " Tawar Naruto dan sukses membuat raut muka ke-empat gadis yang duduk didepannya yang semula terlihat jengkel tiba-tiba berubah menjadi senang dan bahagia. Terutama Koneko yang kali ini menampakkan ekspresi senangnya karena dia dangat suka masakan dari Naruto karena menurutnya masakan Naruto sangat enak. Bahkan tiada duanya.
" Benarkah itu Naruto-Kun/Naruto-San/Naruto-Senpai ? " Tanya 4 gadis yang ada dihadpan Naruto dengan kompak dan dibalas Anggukan oleh Naruto. Dan 4 gadis itu melompat kegirangan seperti anak kecil yang diberikan hadiah oleh orang tuanya.
" Wah wah sepertinya kami ketinggalan sesuatu ya Naruto ? " Tanya Issei yang tiba-tiba masuk begitu saja. Di susul Yuuto yang juga ikut masuk
" Yo Issei ,Yuuto. Kenapa kalian tak mengetuk pintu dahulu ? " Tanya Naruto
" Ahahahaha… Sumimasen Naruto. Aku melupakannya. " Jawab issei sekenannya saja.
" Haeh kau ini Issei. " balas naruto sambil menghela nafas.
" Baiklah kalian beruntung muncul di momen yang tepat. Mala mini akan ku masakan makanan yang sangat istimewa" Ucap Naruto dengan Nada yang sedikit meningkat.
" Yatta! " Balas semua orang kecuali Kiba yang dengan Ekspresi gembiranya sendiri.
Keesokan Harinya
Terlihat telah berkumpul anggota klub penelitian ilmu ghaib di ruang klubnya dan ada juga Greyfia dan Naruto.
" Greyfia ? Kenapa aku dijodohkan dengan Raiser ? Aku menolaknya! Aku sudah mempunyai kekasih. Apa kau mengerti? " Tolak Rias dengan suara keras kepada Greyfia sang kakak ipar.
Rias baru tahu bahwa dia akan dijodohkan dengan Raiser,Sang pewaris keluarga Pheonix yang terkenal dengan regenerasi tubuh yang sangat tinggi. Tapi bisa dibilang Regenerasi Naruto malah lebih cepat dari keluarga Phoenix karena Juubi yang bisa regenerasi dengan cepat ditambah Naruto juga mempunyai sel dari Hashirama yang membantu regenerasi tubuhnya.
Tak selang beberapa lama muncul lingkaran sihir khas keluarga Pheonix di dekat pintu keluar ruang klub penelitian ilmu ghaib.
" Tak kusangka aku sudah lama tak berada di dunia manusia ini, Rias-Hime. " Kata seseorang yang keluar dari lingkaran sihir itu. Orang itu adalah Raiser.
' Oh jadi dia yang bernama Raiser ? Baiklah. Cukup menggairahkan ' Batin Naruto yang melihat kearah Raiser lalu lanjut memakan Ramennya dan duduk dengan tenang seolah tak ada apa – apa.
" Jangan sekali-sekali panggil aku seperti itu. Menjijikkan jika kau yang memanggilnya. " Balas Rias yang sedang duduk di salah satu sofa dengan ekspresi marahnya. Raiser lalu menghampirinya dan duduk disampingnya. Dan Akeno menghidangkan the dengan ramah kepada Raiser.
" Uooh.. Teh dari Ratu Rias sangatlah enak. Baiklah Rias,Apa kau menerima pertunangan kita ? " Tanya Raiser dengan entengnya setelah memuji the yang diberikan Akeno.
" Aku menolak " Jawab Rias dengan singkat.
" Hei jika kau menolak, Aku akan membakar habis budak – budakmu ini dengan api keluargaku. " Ancam Raiser.
" Coba saja kalau kau bisa membakar kami, Ayam. " Issei yang sudah hilang kesabarannya mulai berdiri dari duduknya dan memunculkan Boosted Gearnya. Setelah memunculkan Sacred gearnya Issei berlari menuju Raiser dan mencoba memukulnya. Tapi sebuah kilatan kuning dan telah berdiri di depan Raiser telah menangkap tinju dari Issei dengan tangan kosong. Dan ternyata itu adalah Naruto.
" Hei terima kasih pirang. Kau baik sekali telah menyelamatkanku " Ucap Raiser dengan nada sedikit mengejek.
" Siapa yang ingin menolongmu, Ayam ? Aku hanya tak ingin terjadi keributan di sini. Hei, Ayam. Jika kau laki – laki sejati, maka kau harus menyelesaikannya di Rating Game. Bukankah begitu, Greyfia-San ? " Ungkap Naruto dengan meningkatkan aura membunuhnya dan diakhiri pertanyaannya kepada Greyfia.
" Benar dengan apa yang dikatakan oleh Naruto-San. Kami berdua di sini sebenarnya di utus oleh Sirzech-Sama yang sudah tau akan hal yang akan terjadi. Maka saya dan Naruto-San disuruh kesini untuk mengontrol keadaan apabila terjadi keadaan terbutuk. " Jelas Greyfia panjang lebar.
" Cih. Hei pirang bodoh. Siapa kau ? Sampai – sampai Sirzech-Sama mempercayaimu ? " Tanya Raiser dengan nada mengejeknya.
" Hei, Ayam. Sebelum mengatai seseorang lihatlah dirimu sendiri. Rambutmu juga pirang. Dan kau berarti juga bodoh. Kau tak perlu mengenalku sebelum kau kuberi pelajaran tentang arti dari kehidupan. " Tegas Naruto yang mengajak Issei kembali duduk di sofa.
" Cih. Sombong sekali kau. " Balas Raiser dan yang dikatai hanya diam dan duduk dengan tenang dan menutup matanya. Tak lama setelah itu muncul lingkaran sihir khas keluarga Pheonix lagi dan muncul 1 set penuh iblis evil pieces milik Raiser.
" Lihatlah Rias. Aku punya satu set Evil Pieces penuh. Kau tak akan mungkin mampu mengalahkanku. Di dalam kelompokmu yang terlihat kuat hanya Ratu mu saja Rias. " Ucap Raiser menyombongkan dirinya.
" Kita lihat saja nanti " Jawab Rias dengan singkat.
" Baiklah akan ku tunggu waktu itu dimana kau akan kukalahkan dan akan kujadikan kau sebagai milikku. " Balas Raiser lalu berjalan menuju kelompok iblisnya dan menghilang dengan lingkaran sihir.
" Sebaiknya kalian berlatih. Aku dan Greyfia-San akan mengurus rating game kalian. " setelah Naruto berkata seperti itu dia menghilang dengan lingkaran sihir berwarna biru miliknya.
(Latihannya seperti yang ada di Cannon. Di sini saya hanya akan memperlihatkan latihan Naruto saja. Maaf bgt apa bila masih ada adegan yang sama di dalam Cannon )
Naruto POV
Hmmm.. aku sudah berlatih dan mempersiapkan diri saat akan member pelajaran kepada Raiser. Aku telah menyegel kekuatanku dan bisa di buka dengan 5 tingkatan. Milicas pun ikut aku segel kekuatannya. Mengingat dia adalah anak dari Maou Iblis. Jika ada yang tahu akan kekuatan besarnya maka habislah aku. Aku akan dikeroyok kaum Iblis karena itu.
Aku melatih fisikku secara keras dan yang aku tak mengerti kenapa Milicas juga ikut berlatih bersamaku.
" Ne Milicas. Kenapa kau ikut Latihan denganku ? " Tanyaku yang sedang berjoging sejauh 100 Km karena memutari kota Kuoh dan di sampingku ada Milicas yang tampak sedikit kelelahan.
" Daripada aku di Rumah Nii-San tetap dengan cosole Game? Lebih baik aku ikut Nii-San saja. Hitung – hitung ini latihan untukku. Hosh hosh hosh " Balas Milicas dengan terengah – engah.
" Tapi kau sudah kelelahan. Ini sudah 100 Km menurut hitungan Alatku. Bagaimana kalau kita pulang ? " Tanyaku khawatir terhadap anak dari Sirzech-San yang sudah aku anggap adik kandungku ini.
" Baiklah Nii-San " Jawab Milicas kepadaku. Lalu aku menggunakan jutsu teleportku dan menggandeng tangan Milicas dan menghilang dari tempat kami berada.
Naruto POV END
Tak Terasa Rating game yang terjadi antara Raiser dengan Rias telah usai dan dimenangkan oleh pihak Raiser dan pertunangan pun tak terelakan.
Malam Pertunangan Di Rumah Naruto.
" Ganbatte Ne, Nii-San. Berjanjilah membawa Onee-San kembali. " Ungkap Milicas dan menyemangati Naruto. Naruto yang saat ini sedang memakai perlengkapan Anbu yang sedang dipakainya terlihat sangat bersemangat.
" Tentu saja, Milicas. Aku berjanji akan membawa Onee-San mu kembali. Aku tak akan menarik kata – kataku… "
" Dan Itulah jalan Ninjaku " Ucap milicas dan Naruto secara bersamaan setelah Naruto menggantung kalimatnya tadi. Dan mereka melakukan Toss untuk kesekian kalinya.
Malam Pertunangan di Dunia Bawah. Tepatnya di tempat pertunangn Rias dan Raiser.
" Acaranya akan segera dimulai Ojou-Sama. " Ucap salah satu maid kepad Rias yang sedang termenung sedih meratapi nasibnya.
" Baiklah " Ucap Rias lalu menghilang melalui lingkaran sihir.
Dengan Raiser
" Hadirin Sekalian. Saya,Raiser Pheonix pewaris dari keluarga Pheonix ingin menunjukan kepada kalian semua. Tunangan saya. Rias Gremory. " Setelah Raiser mengucapkan nama dari Rias, muncul lingkaran sihir berwarna merah khas keluarga Gremory di samping Raiser. Dan muncullah sesosok gadi berambut merah crimson bermata emerald perpaduan dengan biru safir tengah membawa seikat bunga mawar dan memakai gaun putih yang sangat indah dan terlihat sangat cantik. Tapi dia terlihat seperti sangat sedih akan hal ini. Sampai dia kaget akan kemunculan orang berpakaian aneh di tengah jalan menuju tempatnya dan orang itu memakai topeng. Rias mengenali sosok itu dari rambutnya yang berwarna pirang. Dia adalah Naruto dan membuat Rias sangat senang.
" Hei siapa kau ? Apakah kau pirang bodoh yang lalu ? " Tanya Raiser kepada sosok bertopeng a.k.a Naruto itu.
" Cih. Coba lihat warna rambutmu bodoh. Apa kau tak malu dengan perkataanmu itu. Lihatlah. Keluargamu juga hadir. " Balas Naruto dengan berdiri lalu berjalan mendekati Rias.
" Ne Hime. Apakah aku boleh memberinya sentuhan lembut ? " Tanya Naruto yang membuka topengnya lalu meraih tangan Rias dan mencium punggung tangannya. Para iblis yang melihatnya Nampak tercengang karena keberanian Naruto yang mengacaukan pertunangan antara Rias dan Raiser dan berani mencium tangan Rias.
" Tentu saja Anata. " Jawab Rias seenaknya saja sehingga membuat emosi Raiser memuncak.
" Brengsek kau pirang. Langkahi dulu mayatku sebelum kau mengambil Rias dari ku. " Bentak Raiser lalu mencoba mengeluarkan Api keluarga Pheonix di kedua tangannya.
" Hohohoho.. Tunggu dulu Raiser. Kau boleh bertarung dengan Naruto. Tapi bukan disini. Greyfia, cepat siapkan arena untuk mereka berdua berpesta. " Suruh Sirzech yang memotong tindakan yang akan dilakukan Raiser dan menyutuh Greyfia membuatkan arena khusus untuk Raiser dan Naruto bertarung dan mentransfer mereka berdua disana.
Raiser dan Naruto kini sudah berada di arena yang akan mereka gunakan untuk bertarung. Arena ini berupa lapangan hijaun yang sangat luas. Naruto tersenyum senang melihat arena yang digunakan saat ini bisa untuk membuat Raiser bertambah emosi.
" Baiklah, Raiser. Kau ingin aku gunakan formasi 4-3-3 , 4-4-2, 5-4-1, atau yang lain ? " Tanya Naruto dengan nada mengejeknya.
" Apa maksudmu pirang ? " Bentak Raiser.
" Sepak bola. Kau taukan ? Aku sebagai pemain dan kau sebagai bolanya. Bagaimana ? " Tawar Naruto dengan tersenyum sinis.
" Cih lebih baik kau yang menjadi bolanya bangsat ! " Umpat Raiser lalu mencoba menyerang Naruto dengan bola api sebesar bola basket yang sangat banyak menuju Naruto.
" Cih.. " Hanya itulah kata yang keluar dari mulut Naruto lalu mengaktifkan sharingannya. Raiser Nampak tertawa puas karena lawannya hanya diam saja. Serangan Raiser hanya menembus tubuh Naruto dan meluncur bebas ke arah belakang Naruto. Raiser dan para iblis yang melihat kemampuan Naruto hanya bisa tercengang termasuk Rias dan kelompoknya karena belum pernah melihat kemampuan Naruto yang barusan dia gunakan.
" Jadi Raiser-chan, Cuma ini ? Bisakah kau membuat yang lebih besar seukuran meteor ? Oh iya jika kau membuat ukuran yang sangat besar seperti itu pasti sihirmu akan habis. Apa aku benar ? " Tanya Naruto mengejek.
" Brengsek kau. Kau salah. Aku akan memberikanmu api yang lebih besar dan lebih panas dari meteor biasa ! " Setelah Raiser berkata seperti itu dia terbang sangat tinggi dan membuat bola api yang sangat besar seukuran meteor ( Seperti meteor dari madara. ) dan menembakkannya kepada Naruto. Naruto tampak sangat tenang menghadapinya dan merapal segel tangan dan muncul bola kecil bersinar yang berada di telapak tangannya dan melepaskannya ke udara. Raiser Nampak bingung dengan apa yang dilakukan Naruto tetapi dia memilih menghilangkan kebingungannya dan tertawa puas karena menurutnya, ajal akan menerima Naruto. Lalu Naruto mengaktifkan Rinnengannya
' [ Wahai sang pencipta dunia dan seisinya ] '
' [ Akan aku persembahkan karya seniku ] '
' [ Yang akan menyinari seluruh dunia ] '
' [ Dan akan diterangi oleh segala kekuatan yang berusaha menghancurkannya ] '
' [ Wahai Dewi Bulan. Terimalah persembahanku] '
' [ Chibaku Tensei ] '
Setelah mengucapkan atau lebih tepatnya bergumam seperti itu bola kecil yang tadi melayang ke langit mulai menarik apapun yang ada dalam jangkauannya. Termasuk Raiser yang kini tengah berusaha untuk tidak tertarik menuju bola kecil itu yang kini sudah menarik tanah yang ada dibawah dan apa daya, Raiser tak mampu lagi mengamankan dirinya dan dirinya kini telah berada didalam Bola yang sekarang ukurannya melebihi serangan Raiser tadi dan serangan Raiser tadi ikut terserap dan sekarang member kesan seperti bola raksasa itu berapi-api. Semua Iblis yang melihat itu perasaannya bercamur aduk antara takut dan khawatir melihat Raiser yang sekarang berada di dalam Bola Raksasa itun yang berapi-api dan dengan indahnya melayang dilangit. Rias dan kelompoknya pun juga begitu. Namun disisi lain mereka juga senang karena nampaknya Raiser sudah kalah telak dengan satu serangan itu.
Naruto yang dari tadi hanya berusaha menghindari tanah – tanah yang terbang kelangit menuju bola yang tadi dia lepaskan tadi. Dan sekarang dia sudah berada diatas bola itu dan terbang menggunakan sayap iblisnya.
' Jadi ini kekuatan dari satan itu ? Baiklah, walaupun aku seorang Maou tapi aku tak ingin melawan Naruto melihat kekuatannya yang sangat dahsyat itu. ' Batin Sirzech yang menyembunyikan ketakutannya.
" Baiklah Raiser bagaimana rasanya menjadi bola ? " Tanya Naruto yang tersenyum sadis melihat bola raksasa atau bulan yang diciptakannya tadi yang kini sedang menyiksa Raiser yang ada didalamnya.
" Lepaskan aku dari neraka ini, Bangsat " Ucap Raiser lirih yang sebenarnya didengar Naruto tapi Naruto ingin semua iblis yang melihatnya mendengar ucapan Raiser.
" Apa kau bilang ? Aku tak dengar. " Balas Naruto lalu bertingkah dengan memajukan telinga kananya seolah-olah tak mendengar ucapan Raiser.
" Lepaskan Aku! " Teriak Raiser yang terdengar sangat memilukan dan semua Iblis pun sekarang mampu mendengarnya.
" Baiklah. " Balas Naruto dengan entengnya dan menuju ke Bola raksasa yang tadi diciptakannya dan menghisap api yang menyelimutinya dengan salah satu tekhnik dari mata Rinnengannya. Setelah semua api milik Raiser tadi terhisap. Naruto menempatkan kedua tangannya diatas bola raksasa tersebut lalu mengucapkan jutsunya
' [ Shinra Tensei ] '
Setelah itu tampak keluar tubuh Raiser dan meluncur ke bawah. Jatuhnya Raiser tadi menciptakan kawah yang sangat besar dan membuat Raiser pingsan dengan tubuh yang seperti terbakar. Raser tak mampu beregenerasi dengan baik karena staminanya habis untuk membuat bola api seukuran meteor tadi. Sementara itu Naruto tampak turun dengan sayapnya dan menghampiri Raiser dan membopongnya keluar dari dimensi tempatnya bertarung yang kini hanya tinggal kawah yang sangat besar dan bola raksasa yang masih setia melayang di langitnya.
Tak lama Naruto telah sampai di tempat pertunangan Raiser dan Rias tadi tanpa luka sedikitpun. Naruto meletakkan tubuh Raiser ke salah satu tempat duduk yang ada di ruangan itu dan diiringi tatapan takut,kagum,senang dan bahagia dari Semua iblis yang melihatnya. Rias lalu berlari untuk memeluk Naruto namun terhenti karena setelah Naruto meletakkan Raiser Naruto berjalan dengan gontai ke arah Rias lalu tiba – tiba ambruk dengan posisi terlentang. Semua orang yang melihat Naruto ambruk langsung kaget. Kecuali Rias,Akeno dan Sirzech yang dengan cepat menuju kea rah Naruto. Diikuti Sona dan kelompoknya serta kelompok dari Rias yang tampak khawatir dengan keadaan Naruto.
" Apa kau tak apa – apa Naruto-Kun ? " Tanya Rias dan Akeno dengan bersamaan dengan nada sedih dan mata yang berkaca – kaca.
" Kau tak apa Naruto ? " Tanya Sirzech tampak khawatir.
" Eto- Sepertinya waktu ku telah datang. " Jawab Naruto dengan tersenyum.
" Ti-Tidak jangan pergi Naruto-Kun. Kau belum menikah denganku dan Akeno. Kau belum memberiku dan Akeno keturunan. Jangan pergi! " Teriak Rias dengan menangis
" Rias benar Naruto-Kun. Kenapa waktumu sesingkat ini? " Tanya Akeno yang air matanya tak bisa terbendung lagi. Sirzech, Kelompok Sona dan Kelompok Rias yang melihat adegan ini tak kuasa menyembunyikan kesedihan yang mereka alami.
" Hei.. Ternyata kalian bodoh ya ? Orang sepertiku tak mungkin mati semudah itu. Waktu istirahat telah tiba. Itulah maksudku. Haeh.. " Balas Naruto yang terbaring dengan helaan Nafas yang panjang.
" Dan mengenai pernikahan yang kalian inginkan. Aku tak masalah. Asalkan aku dapat persetujuan dari pihak kalian masing-masing. " Tambah Naruto yang kini menyeka air mata dari kedua selirnya itu.
" Jadi kau tak akan meninggalkan kami kan Naruto-Kun ? " Tanya Akeno yang berusaha membendung air mata kebahgiaannya.
" Tentu tidak. Aku akan selalu menjaga kalian. " Jawab Naruto. Sedangkan Sirzech,Sona dan Kelompoknya serta kelompok Rias sekarang terlihat lega yang sekarang menangis adalah Issei karena 2 target haremnya telah dicuri oleh Naruto.
" Sekarang bisakah kau membawaku ke tempat yang sangat nyaman, Sirzech-San ? Besok aku masih harus sekolah bukan ? Jadi aku perlu megistirahatkan tubuhku. " Pinta Naruto kepada Sirzech.
" Aku sudah menyiapkannya Naruto. Kamarmu sudah aku buat senyaman mungkin. Mengenai sekolah,Itu tak usah terlebih dahulu. Sebaiknya kau pulihkan tenagamu dulu. Aku akan memintakan ijin kepadamu selama 1 minggu. " Balas Sirzech
" Hmm.. Baiklah. Arigato Sirzech-San. " Kata Naruto.
" Ne Rias-Hime, Akeno-Hime. Bisa kalian mengantarkanku ke kamarku. Dan jangan sampai Milicas tahu bahwa kondisiku seperti ini. Aku tak mau melihatnya sedih. " Suruh Naruto kepada Rias dan Akeno dan dijawab anggukan oleh Duo Onee-Sama Kuoh academy tersebut. Lalu Naruto,Rias dan Akeno menghilang dalam lingkaran Sihir khas keluarga gremory. Disusul Sirzech dan Greyfia, Sona dan kelompoknya yang juga ingin memantau keadaan salah satu partnernya itu dan Tentu saja Kelompok Rias yang merasa berhutang budi kepada Naruto karena telah merebut Rias alias Buchou mereka.
TBC
Yo.. Minna! o_o/ maaf telat update. Yosh ini dia Chapter 6 milik saya. Actionnya memang sengaja saya buat sedikit karena saya ingin menunjukan salah satu kekuatan besar Naruto. Kenapa Naruto kelelahan? Karena mengingat dia telah menyegel kekuatan besarnya. Dia tak mau meminjam kekuatan juubi dahulu untuk hanya melawan Raiser.
Ok Terima kasih atas Review yang telah meluncur mulus dalam list review saya. Terima kasih juga bagi para reader entah itu silent reader sekalipun. Jangan Lupa Review Minna ^-^9
Yoshh… Dhika Undur diri dulu.
Pai-Pai \^_^/
