Return Of The Legend

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Fantasy, Romance

Main Pair : Naruto x Hinata

Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), OC

.

.

.

.

Beberapa menit setelah terjebak dalam keadaan shock yang terasa seperti tiada akhir, akhirnya Hinata dan kawan-kawannya kembali tersadar saat mereka melihat Naruto perlahan berjalan menuju tempat yang tadinya adalah tempat tubuhnya yang masih membatu semula berada.

Memincingkan matanya, Naruto akhirnya menundukkan badannya untuk menggali sesuatu yang terlihat mencuat dari dalam tanah.

Tak butuh menggali dalam, Naruto akhirnya mengambil benda itu –yang ternyata adalah sebuah kotak kayu dengan segel darah- dan memutuskan untuk duduk di atas tanah dan mulai membuka kotak itu.

Menggigit ibu jarinya untuk menghasilkan beberapa tetes darah, Naruto mulai melakukan beberapa handseal sebelum akhirnya meletakkan salah satu telapak tangannya pada segel darah yang terletak pada bagian atas kotak.

Membuka kotak dengan rasa penasaran, Naruto menemukan bahwa ternyata kotak kayu itu berisi sebuah storage scroll dan beberapa kertas –yang sepertinya sebuah surat dilihat dari tulisan-tulisan yang terdapat di atasnya.

Memutuskan untuk mengambil posisi duduk yang nyaman, Naruto mulai membaca salah satu dari tiga lembar surat dalam kotak itu.

"10 Oktober XXX. Apa kabar, Naruto-kun? Lama tidak berjumpa. Aku harap Naruto-kun baik-baik saja -walaupun semua penduduk desa telah menganggap Naruto-kun meninggal, tapi aku yakin, bahwa Naruto-kun hanya tertidur untuk sementara dalam wujud patung batu ini dan akan kembali bangun suatu saat nanti. Dan maaf jika saat Naruto-kun membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi di samping Naruto-kun untuk menemani Naruto-kun membaca surat ini. Tapi Naruto-kun harus tahu bahwa walaupun mungkin suatu saat nanti ragaku tidak dapat bersama Naruto-kun lagi, tapi hatiku akan terus bersamamu, Naruto-kun. O-Oh ya, omong-omong, selamat ulang tahun yang ke 18, Naruto-kun! Maaf aku tidak bisa memberi hadiah apapun untuk Naruto-kun, tapi aku berjanji saat aku datang lagi ke sini, aku akan membawa hadiah untuk Naruto-kun! –Hinata Hyuuga. P.S. I Love You."

Shock mungkin kurang tepat untuk menggambarkan perasaan Naruto saat ini. Rasa sedih, penyesalan, kekecewaan… semua bercampur menjadi satu dan membuat dunia di sekitar Naruto seakan berputar. Memutuskan untuk memberanikan diri, Naruto menyimpan kertas pertama dalam saku jaket orange miliknya dan melanjutkan membaca lembaran kertas kedua.

"11 Oktober XXX. Ah, maaf telah membuatmu menunggu lama, Naruto-kun. Sepuluh tahun terakhir ini aku sedang agak sibuk sehingga tidak bisa mengunjungi Naruto-kun tepat waktu. Hh~ apa kau tahu, Naruto-kun? 10 tahun terakhir ini para tetua dan dewan Konoha terus memaksaku untuk menikah dengan Sasuke-kun untuk alasan RCA (Restoration Clan Act). Ya, tentu saja aku dan Sasuke-kun menolak dengan alasan aku hanya mmau menikah dengan… dengan… ehmNaruto-kunehm. Para tetua dan penduduk Konoha mulai menganggapku gila dan akhirnya mengusirku dari desa. Dan… di sinilah aku. Tidak ada lagi orang yang bisa kujadikan aduan kecuali kau, Naruto-kun. Oh ya, aku juga membawa hadiah yang kujanjikan. Dalam scroll yang ku tempatkan di samping surat ini. Di situ terdapat foto-foto kita saat di academy dan foto-fotoku saat beranjak dewasa *blush*, aku harap tidak memalukan. Baiklah, selamat ulang tahun yang ke 28, Naruto-kun! P.S. I Love You."

Seakan mengandung mantra ajaib, setelah membaca surat itu ekspresi Naruto langsung berubah dari sedih ke marah, dendam, dan kebencian. 'Para orang tua brengsek dan penduduk desa itu! Beraninya mereka!' batin Naruto sembari secara tidak sadar melepaskan aura gelap yang perlahan keluar dari tubuhnya.

Menghela napas panjang, Naruto kembali mencoba menenangkan dirinya dan menyimpan surat kedua di tempat yang sama dengan surat pertama.

Di sisi lain, Sakura dan Ino telah berkeringat dingin dan menahan napas mereka saat merasakan aura gelap yang keluar dari tubuh Naruto sebelum akhirnya kembali menghembuskan napas lega saat merasakan aura itu benar-benar hilang.

Sedangkan Hinata dan Sasuke, hanya bisa memandang curiga dan penasaran pada surat yang dibaca oleh Naruto.

Mengambil lembar surat terakhir, Naruto hanya bisa mengkerutkan dahinya saat menyadari bahwa lembar surat ini berbeda dari lembar-lembar surat sebelumnya. Jika lembar kertas sebelumnya merupakan lembar kertas berkualitas tinggi, lembar kertas terakhir ini terlihat seperti lembar kertas berkualitas rendahan dan telah terkesan 'compang-camping' untuk ukuran kertas. Tidak hanya itu, tulisan dalam surat terakhir ini juga tidak ditulis dengan rapi seperti surat-surat sebelumnya. Tulisan ini terlihat terputus-putus, tidak sejajar, tidak mempunyai ukuran huruf yang relatif sama, dan ditulis menggunakan… tinta coklat –bukan, apa ini? Darah yang telah mengering…?

Mengabaikan aspek-aspek di atas, Naruto memutuskan untuk membaca surat terakhir ini.

"10 Oktober XXX. Hai, Naruto-kun, apa kabar? Maaf jika selama 60 tahun ini aku tidak bisa sering-sering berkunjung ke sini. Bagaimanapun juga, aku harus terus bergerak agar tidak tertangkap oleh para hunter-nin. Oh, dan selamat ulang tahun yang ke 88, Naruto-kun. Um, Naruto-kun, maaf jika setelah ini aku tidak bisa lagi berkunjung dan mengirim surat pada Naruto-kun. Bukannya bersifat pesimis atau apa, tapi… sepertinya… hidupku sudah tidak lama lagi. Toh walaupun aku masih dapat bertahan hidup, aku tidak akan bisa melakukan apapun lagi. Tubuhku sudah terlalu tua untuk bergerak, dan aku tidak mempunyai apapun selain pakaian yang menempel di tubuhku dan selembar kertas yang kudapat dari hasil meminta-minta ini. Semoga saat Naruto-kun bangun nanti, Naruto-kun tidak akan melupakanku, karena aku juga akan selalu setia menunggu Naruto-kun. Semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya, Naruto-kun. P.S. Have a happy life."

Dan dalam titik ini, Naruto tidak dapat lagi menahan berbagai emosi negatif dalam dirinya. Bersamaan dengan tangisan dan teriakan yang menyayat hati, tubuh Naruto tanpa sadar meledakkan energi youki dengan jumlah yang sangat besar yang terus menjulang ke langit sebelum akhirnya berhenti saat menabrak lapisan pelindung yang membatasi dunia monster dan dunia manusia.

"Raaaagghhh!" raung Naruto pada langit yang mulai menggelap dan menampakkan kilat-kilat yang menyambar-nyambar.

Perlahan, mata biru safir Naruto berubah menjadi mata Rinnegan berwarna merah dengan 3 tomoe di setiap lapisan lingkarannya. Kuku-kuku dan gigi taringnya mulai terlihat memanjang dan menajam, bersamaan dengan rambutnya yang kini terlihat mulai memanjang beberapa senti dan terkesan lebih liar.

"Ap-apa… itu…?" bisik Hinata, lebih pada dirinya sendiri, saat melihat youki hitam mulai menyelubungi Naruto dan mengambil bentuk sepasang telinga di atas kepala Naruto dan sebuah ekor besar yang panjang di bagian belakang tubuh Naruto.

'I-itukah… manusia…?' batin Ino, Sakura dan Sasuke secara bersamaan saat melihat sosok Naruto yang kini tengah menghancurkan pepohonan di depannya, hanya dengan tekanan raungannya.

Di tengah rasa kagum dan takutnya, Hinata tiba-tiba saja langsung tersadar saat tubuhnya merasakan sensasi panas yang membakar yang menjadi pertanda bahwa ia harus segera menyegel kembali wujud vampirenya.

Mencoba mengabaikan aura negatif dan tekanan berat di sekitarnya, Hinata langsung berjalan menuju Sasuke dan mengambil Rosario dari telapak tangan Sasuke dengan cukup kasar.

Memasangkan kembali Rosario pada kalungnya, secara instan beberapa perubahan fisik langsung terlihat pada Hinata.

Mata merah darah miliknya kini berubah menjadi mata lavender yang tenang dan polos, rambutnya yang tadinya terkesan liar dan agak acak-acakan kini berubah menjadi lurus lembut dan jauh lebih rapi. Taring dan kuku yang tadinya tajam dan panjang, kini mulai berubah menjadi seperti taring dan kuku manusia biasa. Dan di atas semua itu, ekspresi wajahnya yang tadinya penuh dengan kesombongan dan kebanggaan, kini berubah menjadi ekspresi polos dan pemalu. Oh, dan jangan lupakan ehemdadadanpantatnyaehem yang sedikit mengecil. Ingat, hanya se-di-kit.

Merasakan tubuhnya yang lemas karena kelelahan, Hinata pun memejamkan matanya, bersiap menerima benturan yang akan terjadi saat tubuhnya jatuh ke tanah.

Di balik meja kerjanya, seorang pria dengan mata merah menyala dan pakaian khas pendeta tiba-tiba merasakan ledakan youki yang terjadi di sekitar sekolahnya. Sejenak, rambut hitam lurus panjang miliknya menutupi wajahnya, menyembunyikan seringai mengerikan yang muncul di wajahnya.

'Hm… sepertinya sudah waktunya untuk sang legenda kembali bangkit. Semoga aku bisa membujuknya untuk masuk sekolah ini. Siapa tahu kejadian menarik apa yang akan terjadi? Khukhukhu…' batin pria aneh dan misterius –dan mengerikan yang kita ketahui bernama Hashirama Senju.

Ya, ini adalah Hashirama Senju, pendiri dan kepala sekolah Yokai Gakuen, sekaligus salah satu dari tiga Dark Lord. Tidak ada satupun murid ataupun guru yang mengetahui wujud monster dari Hashirama Senju, tapi banyak yang percaya bahwa kepala sekolah mereka adalah salah satu dari beberapa monster kelas S, seperti dua Dark Lord lainnya. Bahkan, ada yang percaya bahwa kepala sekolah mereka adalah seorang exorcist, dilihat dari pakaian dan banyaknya Rosario yang ia miliki.

Menyingkirkan beberapa helai rambut dari depan wajahnya, Hashirama berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar ruangannya.

'Saatnya menyambut tamu kehormatan…'

Dan dengan itu, Hashirama pun menghilang dalam kerumunan para murid.

Duduk di belakang meja kerjanya dengan ekspresi wajah kesal, frustasi dan sedikit keraguan, tidak lain dan tidak bukan adalah Sabaku No Gaara. Mata hijau tajam miliknya memandang satu per satu bawahannya yang hadir dalam ruangan. Youki merah miliknya mulai terlihat di sekitar tubuhnya, membuat seluruh orang di ruangan terdiam dengan keringat dingin mengalir di dahi mereka.

"Ceritakan kejadian dengan lengkap!" perintah Gaara dengan nada dingin bercampur amarah pada bawahannya.

"Leader-sama, se-seperti yang tadi saya ceritakan. Ke-kesepuluh anak buah yang anda kirim untuk menyelidiki aura aneh yang tiba-tiba muncul di Yokai Gakuen saat ini berada di rumah sakit sekolah. M-mereka terluka parah dengan beberapa tulang patah dan luka sobek. Salah satu di antara mereka yang sadar berkata bahwa ini ada hubungannya dengan Hinata dan teman-temannya yang membawa makhluk asing ke sekolah ini…" jawab salah satu bawahan Gaara.

Mendengar ini, emosi Gaara semakin meningkat dan terus meningkat. Siapapun yang berani melawan School Police Committee akan dipastikan MATI! Dan tanpa terkecuali!

Ya, ini adalah Sabaku no Gaara, ketua dari School Police Committee di Yokai Gakuen. Walaupun dalam wujud manusianya, Gaara dan seluruh anggota SPC ditakuti sekaligus dihormati oleh seluruh penghuni sekolah, termasuk para guru, kecuali kepala sekolah. Ada rumor yang mengatakan bahwa wujud monster Gaara adalah salah satu dari monster elite kelas S, yaitu monster berekor (Tailed Beast).

Dan ini ruangan saat ini Gaara berada adalah ruangan SPC atau Student Police Committee. Para anggota SPC sendiri bukan sembarang murid. Mereka adalah murid-murid berkemampuan di atas rata-rata yang ditunjuk oleh kepala sekolah langsung. Mereka dibebani tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekolah dengan imbalan uang dan beberapa pelayanan khusus, seperti ruangan ini contohnya.

Semua anggota SPC dapat dikenali dengan mudah melalui seragam yang mereka kenakan. Jika kebanyakan siswa di sekolah ini diwajubkan memakai seragam atasan putih dan bawahan hitam, maka para anggota SPC diwajibkan mengenakan seragam yang seluruhnya berwarna hitam –kecuali untuk ketua, bebas mengenakan seragam apapun.

'Segera, kau akan belajar untuk menghormatiku, vampire!'

Bersiap menerima rasa sakit akibat jatuhnya, Hinata semakin erat memejamkan kedua matanya, hanya untuk sebuah tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya, menahannya untuk tidak jatuh dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh sang pemilik tangan.

Membuka matanya dan mendongak ke atas, Hinata hanya dapat melihat wajah khawatir Sasuke yang sangat jarang ia tunjukkan, membuat pipi Hinata merona karenanya.

"Kau tidak apa-apa, Hinata?"

"I-iya. Terimakasih, Sasuke-kun." Balas Hinata dengan suaranya yang kini jauh lebih lembut dan terkesan lebih feminim dari sebelumnya.

Bagaikan mendengar Lee berteriak penuh semangat masa muda dengan megaphone di Hokage tower, Naruto yang kini masih dalam Jinschuuriki-statenya segera berbalik menghadap Hinata dan Sasuke yang tengah menatap satu sama lain.

Untuk sejenak, mata Naruto seakan ingin keluar dari tempatnya saat melihat sosok Hinata di depannya. Ini… Hinata… benar-benar seperti HinataNYA… tidak ada yang berbeda. Tidak ada lagi mata merah darah ataupun taring dan kuku animalistic miliknya.

Tapi sekejap kemudian, emosi Naruto kembali muncul saat melihat posisi Sasuke yang terlihat seperti tengah memeluk Hinata sekarang. Belum lagi tatapan mata yang saling mereka berikan… oh, dan jangan lupakan rona merah Hinata yang ditujukan pada Sasuke.

Ini membuatnya muak!

Sakura dan Ino merasakan ada yang tidak beres saat tiba-tiba Naruto berhenti meraung dan beralih menatap Hinata dan Sasuke. Sebelum mereka dapat memperingatkan, semua telah terlambat.

Dalam kedipan mata, Naruto tiba-tiba saja menghilang dan kembali muncul di depan Sasuke dan Hinata. Menggenggam dengan erat salah satu tangan Hinata yang terayun bebas, Naruto langsung menarik Hinata dari dekapan Sasuke dengan cukup mudah.

Sebelum Sasuke sempat bereaksi apapun, Naruto mengarahkan jari telunjuknya ke arah Sasuke dan menggumamkan satu kata.

"Bijuudama."

Di detik kemudian, energi youki terlihat berkumpul di ujung jari Naruto, sebelum mengambil bentuk sebuah bola sebesar bola baseball berwarna hitam pekat.

Dan dengan itu, Naruto pun meluncurkan Bijuudama miliknya pada Sasuke, membawa Sasuke terlempar jauh ke belakang sebelum akhirnya berakhir dengan ledakan besar di tengah hutan.

Hinata yang masih dalam keadaan kaget dan shock hanya bisa memandang ke arah dimana ledakan besar itu baru saja terjadi dengan mata melebar dan mulut yang sedikit terbuka.

Setelah debu akibat ledakan benar-benar telah bersih, mereka semua –kecuali Naruto- langsung berteriak saat melihat tubuh penuh darah milik Sasuke yang kini terbaring tak sadarkan diri di tengah kawah besar hasil ledakan Bijuudama milik Naruto.

"Sasuke-kun!"

Baru saja Hinata akan bergerak dan berlari menuju Sasuke, tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya ditarik oleh seseorang dan berakhir dalam dekapan orang itu.

Mencoba mendongakkan kepalanya, berniat untuk melihat siapa yang telah mendekapnya, ekspresi Hinata tiba-tiba saja langsung berubah dari marah dan penasaran, menjadi kaget dan tidak percaya. Mengabaikan aura hitam di sekitarnya dan mata Rinnegan merah bertomoe miliknya, Hinata SANGAT yakin bahwa ia mengenal orang ini.

Air mata mulai mengalir dari kedua mata lavendernya, isakan-isakan kecil mulai terdengar dari bibir tipisnya seiring dengan harapannya yang kembali muncul setelah sekian lama terpendam.

"N-Naruto-kun?" bisiknya lirih penuh harapan.

Mendengar nama panggilan khas dirinya keluar dari mulut Hinata, Naruto semakin mengeratkan pelukannya pada Hinata sembari membelai lembut helai indigo Hinata.

Senyum bahagia merekah di bibir keduanya saat merasakan kehangatan yang lebih dari beribu tahun ini tidak mereka rasakan.

"H-Hinata-chan? B-benarkah ini kau? Tolong katakan padaku… bahwa kau adalah Hinata yang ku kenal… Hinata yang selalu setia menungguku… Hinata yang selalu ada saat aku membutuhkan seseorang… dan Hinata yang aku cintai." Bisik Naruto pada Hinata dengan nada penuh harap dan sedikit tidak percaya.

Mencoba kembali menjawab, Hinata merasa dirinya terlalu larut dalam perasaannya hingga tidak dapat mengucapkan satu katapun dengan benar. Dengan air mata yang terus mengalir dari matanya, Hinata hanya bisa menganggukkan kepalanya dalam dekapan Naruto.

Merasakan anggukkan Hinata dalam dekapannya, senyum Naruto semakin mengembang diiringi air mata yang mulai menetes dari mata legendaris miliknya.

Perlahan, aura hitam di sekitar Naruto mulai meresap kembali ke dalam tubuh Naruto. Gigi taring dan kuku-kukunya yang memanjang kini mulai berubah menjadi normal, bersamaan dengan permata safir mulai muncul, menggantikan mata merah khas Juubi.

'Akhirnya kita dapat bertemu lagi, Naruto-kun… terimakasih telah mempertemukan kami kembali, Kami-sama… dan terimakasih telah memberikan seluruh klanku kehidupan abadi sebagai vampire, Alucard-sama…' batin Hinata sembari memejamkan matanya dan merilekskan tubuhnya dalam dekapan hangat milik Naruto.

"Khukhukhu… dengan begini akan lebih mudah untuk membujuknya masuk ke dalam Yokai Gakuen." Bisik Hashirama pada dirinya sendiri saat melihat momen-momen berharga antara Naruto dan Hinata tanpa ada satupun yang menyadarinya.

"Khukhukhu… dengan begini, Yokai Gakuen akan mendapatkan perlindungan yang jauh lebih kuat dari Student Police Committee itu sendiri. Perlindungan dari sang legenda itu sendiri… Uzumaki Naruto…" dan dengan seringai kepuasan di wajahnya, Hashirama pun mulai berjalan menjauh tanpa menghasilkan suara sekecil apapun, membuat seluruh orang –atau monster?- yang ada di situ tidak mengetahui baik kedatangannya maupun kepergiannya.

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

.

A/N : Huaaaahhh~! Terima kasih banyak, readers! ToT

Saya terharu banget dapet begitu banyak review~ baru tadi pagi buka review, eh, udah banyak. Dan akhirnya seperti janji saya, sorenya langsung saya update deh. Semoga chapter ini tidak mengecewakan~

Oh ya, ada pertanyaan-pertanyaan seperti ini :

Kenapa klan Hyuuga yang tadinya manusia menjadi klan vampire?

Ya, kebetulan sekali, pertanyaan ini akan segera terjawab di chapter depan. Karena chapter depan akan mengulas –sekilas- tentang siapa itu Alucard dan bagaimana klan Hyuuga bisa menjadi klan vampire.

Apa itu Youki?

Youki, energi alami yang konon pasti dimiliki setiap siluman / monster / iblis dalam legenda Jepang.

Mereka itu sedang ada di wilayah sekolah?

Ya, mereka sedang ada di wilayah sekolah. Bayangin aja wilayah sekolahnya Harry Potter, kecuali hutan yang mengelilinginya itu hutan mati.

Naruto di sini jenis siluman apa?

Well, Naruto masih tetap manusia. Tapi karena chakra alaminya sudah berganti menjadi chakra Juubi dan tubuhnya yang telah menyesuaikan terhadap chakra Juubi dan Madara, jadi, Naruto di sini manusia immortal, just like Madara.

Apa keluarga Naruto masih hidup di jaman ini?

Hm… sayang sekali enggak. Naruto sebelum membatu belum sempat melakukan hubungan intim dengan siapapun, jadi di masa depanpun, Naruto tidak memiliki keluarga ataupun keturunan.

Minta izin share fic ini yah?

Haha, boleh kok, boleh banget, asal jangan lupa dicantumkan pengarangnya –bukannya mau seombong atau eksis atau apa, tapi supaya tidak ada kesalah pahaman saja ^^

Yup, hanya itu pertanyaan yang ada. Dan, kalau ada yang mau ditanyakan lagi, tanyakan aja via review ^^

OK, sekian dulu. Seperti biasa, semakin banyak dan cepat anda mereview, semakin cepat saya mengupdate. Dan… Terimakasih banyak untuk para raviewers :* I love you, all~

See ya!