Return Of The Legend

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Fantasy, Romance

Main Pair : Naruto x Hinata

Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), OC, Overpower!Naruto

.

.

.

.

A/N : Ini adalah fic Ovewpower/Powerful/Badass/Godlike! Naruto, no comment. BUT, mau tanya para reader nih. Lebih milih fic ini jadi pair NaruHina aja atau NaruHinaHarem? (Harus jawab pertanyaan ini) Hmm... banyangin aja Naruto itu lagi di bawah peraturan hukum semacam CRA (Clan Restoration Act) yang mengharuskan setiap anggota clan yang beranggotakan kurang dari 5 orang (laki/perempuan) untuk memiliki beberapa pasangan dengan tujuan mengembangkan jumlah anggota clan nantinya.

Kalo pada milih NaruHinaHarem, ini daftar Haremnya :

Younger!Kushina (Sebanyak apapun saya suka Incest, sayangnya ini BUKAN Incest! Damn!)

Younger!Tsunade (Kalo Hashirama aja masih jadi kepsek, pastinya cucunya masih muda, rite?)

Younger!Mikoto (Di cerita ini Mikoto bukan ibunya Sasuke ataupun Itachi.)

Kalo para reader ingin menambahkan karakter lain dalam harem, silahkan usul di review. Jumlah harem maksimal 5. Ok, that's it. Happy Reading~

.

.

.

.

Sejak zaman dahulu... orang-orang takut dengan Youkai...

Dan di sanalah ia muncul... seseorang yang berdiri di depan para Youkai...

Seseorang yang memimpin 'Parade malam seribu Youkai'...

Dikenal sebagai pimpinan tertinggi para Youkai...

Dia... pemimpin dari semua arwah jahat...

Juubi no Ookami...

.

.

.

.

"Bijuudama!"

Dengan kecepatan luar biasa, Gaara meluncurkan Bijuudama miliknya ke arah Naruto yang tengah menundukkaan kepalanya, membuat ekspresi wajahnya tertutup oleh rambut depannya.

Saat Bijuudama milik Gaara telah berapa tepat di hadapan Naruto, dengan refleks yang luar biasa cepat, Naruto menampar Bijuudama itu ke samping tanpa kesulitan sedikitpun, membuat ledakan besar kembali terjadi di dalam kubah.

"Hehehe... tidak buruk, Gaara... tidak buruk..."

Semua murid, termasuk Gaara, dapat mendengar nada sombong dan sinis dalam perkataannya... nada yang tidak akan pernah kau duga akan keluar dari mulut seorang Uzumaki Naruto. Tapi bukan itu yang membuat mereka semua terdiam... yang membuat mereka terdiam adalah...

"Biarkan aku menunjukkan serpihan kecil dari kekuatan dewa!"

Dalam sekejap, seluruh tubuh Naruto diselimuti oleh youki hitam yang lebih terlihat seperti api dengan semacam simbol-simbol aneh yang muncul di tubuhnya.

Saat itu juga, satu pikiran yang sama muncul di benak para murid Youkai Gakuen...

Youki hitam... bahkan vampire... monster yang dipuja sebagai monster yang berdiri di puncak dari rantai Youkai tidak memiliki youki segelap ini...

Tapi ada, pernah ada, dalam legenda... satu-satunya Youkai yang memiliki youki yang bahkan lebih gelap dari langit malam Makai... ia, yang namanya bahkan dipuja dan ditakuti oleh seluruh Youkai seantero Makai 12.000 tahun yang lalu... sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak... Juubi no Ookami...

Lebih cepat dari kejapan mata seluruh murid, Naruto tiba-tiba terlihat seakan menghilang dari tempatnya semula dan kembali muncul tepat di atas kepala Gaara dengan posisi kedua tangannya yang terkepal di belakang kepala, siap memukul jatuh Gaara.

Dengan tenaga fisik yang telah diperkuat dengan chakra Juubi, Naruto berhasil membuat sosok raksasa Gaara jatuh dengan cepat menuju permukaan tanah.

Segera setelah tubuh Gaara membuat kontak fisik dengan tanah, ledakan besar terjadi di dalam kubah, membuat debu-debu berterbangan, menghalangi pandangan murid-murid Youkai Gakuen.

Perlahan debu-debu mulai menghilang, memperlihatkan sosok raksasa Gaara yang berusaha berdiri dengan susah payah dari kawah besar hasil kontak fisiknya dengan tanah.

Belum sempat berdiri sempurna, mata Gaara kembali melebar saat melihat sosok Naruto telah berada di atasnya tengah membuat versi raksasa dari bijuudama dengan kedua telapak tangannya yang tertuju ke arahnya.

"Maaf Gaara, tapi inilah akhirnya."

Dengan itu, bijuudama berukuran raksasa pun melaju dengan cepat menuju sosok Gaara yang hanya dapat pasrah menerima nasibnya.

'Inikah... akhirnya?' adalah pikiran terakhir Gaara sebelum ledakan berkaliber atom merenggut kesadarannya.

Saat melihat ledakan besar terjadi di dalam kubah, Hashirama segera bertindak cepat dengan melapisi kubah menjadi 10 lapis.

Seluruh murid Youkai Gakuen hanya bisa terjatuh ke kedua lutut mereka dengan ekspresi wajah shock saat melihat Gaara, salah satu dari beberapa jenis monster terkuat di Makai dengan mudah dikalahkan oleh murid baru dengan kekuatan misterius ini.

Ledakan terus berlanjut untuk beberapa saat, mengikis satu per satu lapisan kubah Hashirama.

Hashirama menghembuskan napas lega saat ledakan bijuudama milik Naruto akhirnya berakhir.

'Huh... hampir saja.' Batin Hashirama saat melihat hanya tinggal 1 lapis kubah yang tersisa dari ledakan itu.

Saat asap dari ledakan mulai menghilang, dapat terdengar beberapa teriakan terkejut dari murid-murid yang melihat tubuh tak bernyawa milik Gaara dengan sosok normal Naruto yang berdiri tak jauh darinya.

Untuk sekejap, mata Hashirama melebar dalam kekagetan sebelum akhirnya kembali normal sebelum ada yang menyadarinya.

Seakan telah dapat memprediksikan apa yang akan terjadi selanjutnya, Hashirama berbalik dan kembali berjalan menuju kantornya dengan seringai khas miliknya.

"Uzumaki Naruto. Sekarang kau adalah ketua baru dari School Police Commitee. Setelah kau selesai dengan sambutanmu, tolong segera menuju pintu gerbang Youkai Gakuen. Akan ada tamu yang mengharap kehadiranmu."

Tanpa membalikkan badannya, Hashirama melempar selembar kertas mantra yang dengan ajaibnya, segera melayang dan menempel di tubuh Gaara, membuat tubuh Gaara menghilang dalam kilauan cahaya.

'Teleportasi?' batin Naruto saat melihat tubuh Gaara yang tiba-tiba menghilang dengan kertas mantra dari Hashirama.

Mengesampingkan pikiran tentang Gaara untuk sejenak, Naruto segera memfokuskan pandangannya ke arah murid-murid Youkai Gakuen yang kini memandangnya dengan ekspresi kagum, hormat, dan... napsu?

Menggelengkan kepalanya sejenak, Naruto segera memasang senyum khas miliknya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Yah~ khas Uzumaki Naruto.

Menggantikan ekspresi cerianya dengan ekspresi yang lebih serius, Naruto segera mengalihkan pandangannya ke langit mendung yang selalu menyelimuti Youkai Gakuen.

"Dulu, salah seorang temanku bercita-cita untuk menciptakan kedamaian di dunia ini dengan jalan'Rasa Sakit'. Ia bertujuan membuat semua orang di dunia ini mengerti akan rasa sakit yang sesungguhnya dan akhirnya akan berhenti menyakiti satu sama lain." Memberi jeda sejenak, Naruto mengizinkan senyum tipis untuk tampak di wajahnya.

"Sama seperti Gaara, yang menggunakan 'rasa sakit' murid-murid untuk menciptakan kedamaian di Youkai Gakuen. Tapi seberapa muliapun tujuan itu, jika caranya salah, tetap saja akan salah. Aku percaya, ada cara lebih baik untuk menciptakan kedamaian. Pemahaman. Jika seluruh orang di dunia ini saling memahami satu sama lain, kekerasan tidak akan terjadi, rantai kebencian akan terputus, dan kedamaian akan tercipta. Itulah yang selama ini aku dan guruku percayai." Setetes air mata mengalir di pipi Naruto saat kembali mengingat Jiraiya.

"Bahkan jika rantai kebencian adalah kutukan dari dunia ini, akan ku temukan. Akan ku temukan, dan akan kuhancurkan kutukan itu. Selama masih ada harapan hari esok, kedamaian masih bisa dicapai." Mengalihkan perhatiannya dari langit Youkai Gakuen, Naruto kembali menghadap pada murid Youkai Gakuen dengan senyum lembutnya yang membuat beberapa murid perempuan pingsan karena merasa hatinya telah meleleh.

"Organisasi ini telah melewati masa-masa gelapnya, dan ini saatnya memulai awal yang baru. SPC telah berakhir, dan kini saatnya awal yang baru dimulai. Seperti halnya Red Dawn yang selalu menjadi pertanda dari awal hari yang baru di mulai, organisasi ini kini berganti nama menjadi Akatsuki (Red Dawn)."

Melihat ekspresi murid-murid di depannya yang hanya bisa membuka dan menutup mulutnya dengan ekspresi shock di wajahnya, Naruto hanya bisa menundukkan kepalanya sambil sweatdropped.

*prok*

*prok*

*prok* *prok* *prok*

Menegakkan kepalanya kembali, Naruto disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh murid Youkai Gakuen.

"Ucapan yang bagus, Blondie!"

"Semangat masa mudamu sangat membara, Naruto-san!"

"Kyaaaa~! I love you, Naruto-kun!"

"Ayo kita ke kamarku setelah ini selesai, Naruto-kun!"

U-Uh... yang terakhir mungkin agak terlalu berlebihan, eh? Batin Naruto sambil tertawa gugup dan membungkukkan badannya berulang kali.

Seakan baru ingat akan ramen instannya yang telah 3 menit ia letakkan di oven, Naruto segera menegakkan kembali badannya dengan lampu khayalan yang menyala di atas kepalanya.

'Jika anggota SPC sebelumnya diperbolehkan menggunakan seragam khusus, berarti aku dapat memilih seragam khusus untuk Akatsuki juga, eh? Hehehe... ini paski keren.'

Membuat hand-sign secepat mungkin, tubuh Naruto tiba-tiba diselimuti oleh asap yang entah muncul dari mana.

Setelah asap mulai menghilang, dapat kita lihat sosok Naruto menggunakan pakaian ninja khas miliknya(Jumpsuit orange-hitam) ditutup dengan jubah khas Akatsuki (Jubah hitam dengan motif awan merah) yang sedikit terbuka di bagian atasnya, menampakkan sedikit pakaian ninja miliknya.

"Kyaaaahhhhh~! Naruto-kun keren~!

"Naruto-kun~!"

"Kyaaaaaaaaaaaaaaahhh~!"

Dan dengan itupun, fangirls Naruto terbentuk. Dengan keganasan yang menandingi Juubi, murid-murid perempuan Youkai Gakuen mulai berlarian ke arah Naruto dan menginjak-injak murid laki-laki dalam prosesnya.

Melihat bahaya yang semakin mendekat, Naruto memutuskan untuk segera pergi ke pintu gerbang Youkai Gakuen, seperti yang diperintahkan kepala sekolah.

Saat pada fangirls mulai mendekat, Naruto pun segera menghilang dalam kilatan hitam miliknya. 'Heheheh... show off...'

.

.

.

Sepersekian detik kemudian, Naruto kembali muncul di depan gerbang raksasa Youkai Gakuen dalam kilatan hitam yang sama.

Mengaktifkan Eien Mangekyo Sharingan miliknya, Naruto segera melihat sekitar untuk mendeteksi 'Tamu' yang dikatakan oleh kepala sekolah. Tidak mendeteksi satupun jejak youki di area sekitarnya, Naruto memutuskan untuk duduk dan beristirahat sejenak.

Baru akan mengambil posisi duduk, tiba-tiba insting ninja Naruto berteriak padanya untuk segera melihat ke atas, tepat saat sebuah pedang tengah jatuh menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.

'Tidak ada waktu untuk menghindar!'

*Bammm*

Segera setelah ledakan terjadi, energi youki dalam jumlah yang tak terbayangkan membanjiri daerah sekitar gerbang Youkai Gakuen, membuat debu-debu hasil ledakan segera menyingkir, memperlihatkan kawah yang cukup besar dengan sebuah pedang yang tertancap di tengahnya.

Dari balik pepohonan yang mengelilingi Youkai Gakuen, sosok Naruto kembali muncul dalam kilatan hitam khas miliknya. Dengan EMS aktif, Naruto segera menelusuri energi youki dan mencari sumbernya.

'Di atas!'

Benar saja, di atas daerah hutan yang mengelilingi Youkai Gakuen dan pintu gerbang Youkai Gakuen, terdapat barisan Youkai dalam jumlah yang sangat banyak dengan bagian paling depannya berada di depan gerbang Youkai Gakuen.

'Ap-Apa-apaan ini?!' batin Naruto panik.

'Itu adalah Hyakki Yakou' balas suara demonic milik Juubi dalam benak Naruto.

'Hya... ko? Hyayo... Yaki?' dan sialnya, kebodohan milik ninja favorit kita kembali muncul pada saat seperti ini

'Hyakki Yakou (Parade Malam Seribu Youkai). Mereka hanya dapat ber 'Parade' seperti ini saat di pimpin langsung oleh ketuanya. Berhati-hatilah Naruto, pemimpin Hyakki Yakou biasanya adalah Youkai elite di antara para elite.'

'Wow, kau sepertinya tahu banyak eh, Juubi? Baiklah, terimakasih untuk sarannya.' Dan dengan itu, Naruto kembali menghilang dalam kilatan cahaya hitam yang sama.

.

.

.

"Huh? Mana bocah pirang itu? Aku yakin tadi itu Samehada tidak meleset!" seru sesosok figur berkulit biru dan menyerupai hiu entah pada siapa.

Mendengar ocehan anak buahnya yang dinilainya cukup mengganggu, akhirnya figur kedua pun angkat bicara.

"Diamlah, Kisame. Kita kemari bukan untuk menghiburmu dengan membunuh semua orang sesuka hatimu. Tapi kita ke sini untuk-"

Belum sempat menyelesaikan perkataannya, perhatian figur kedua itu teralihkan saat melihat sosok 'bocah pirang' tadi tiba-tiba kembali muncul dengan di dahului kilatan hitam di depannya.

Saat pertama kali menteleportasikan dirinya ke bagian depan barisan Youkai, Naruto berpikir hal pertama yang akan dilihatnya adalah sosok mengerikan dan menjijikan pemimpin Hyakki Yakou ini. Jadi, ia tidak memiliki persiapan saat tiba-tiba ia muncul dan langsung berhadap-hadapan dengan sosok seksi dan menggoda dari sang pemimpin Hyakki Yakou.

Tersadar dari keterkejutannya, figur kedua yang telah teridentifikasi sebagai sosok seksi dan menggoda pemimpin Hyakki Yakou segera meneliti sosok pemuda yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

Rambut pirang yang berkesan 'liar'... tiga pasang whisker mark di kedua pipi... mata merah darah dengan pola yang aneh namun cantik... wajah yang tampan... pakaian gelap... secara keseluruhan, penampilannya berkesan 'bad boy'.

Tanpa sadar, sang pemimpin Hyakki Yakou menjilat bibirnya sendiri dengan gaya yang sangat seksi. 'Hmm... bad boy, huh? Tidak buruk...'

Rambut panjang berwarna raven dengan dua bagian rambutnya yang membingkai masing-masing wajahnya... mata onyx... kulit putih pucat mulus... kimono berwarna hitam dengan motif rubah...

Tanpa sadar, Naruto menelan ludahnya sambil menahan dirinya untuk tidak mimisan. 'Tidak, tidak, tidak! Aku sudah punya Hinata-chan, dammit!'

"S-Si-Siapa kau?!" tanya Naruto berusaha terlihat gagah, namun malah terlihat seperti Hinata dengan wajah blushingnya.

Menyempatkan dirinya untuk tertawa kecil sejenak, figur kedua segera menjawab, "Baklah, baiklah. Jika sebegitu inginnya kau untuk mengenalku..."

Wajah Naruto semakin memerah saat sosok di hadapannya menggunakan nada menggoda khas wanita.

"Aku biasa dipanggil Hagoromogitsune (Rubah dalam jubah). Tapi nama asliku adalah... Mikoto. Mikoto Uchiha."

BAM! Apa-apaan ini?! Wanita cantik ini adalah ibunya Sasuke-teme?!

"K-Kau... ibunya Sasuke-teme?!"

Menaikkan salah satu alisnya sejenak, Mikoto kembali tertawa kecil.

"Tentu saja bukan, tampan... jika yang kau maksud itu adalah Sasu-chan... bukan. Aku adalah kakak perempuannya, Mikoto Uchiha. Aku tidak terlihat setua itu kan?"

Tanpa sadar menghembuskan napas lega, Naruto kembali menegakkan badannya.

"Baiklah, untuk apa kau –maksudku kalian, kemari? Dan kenapa si muka hiu itu tiba-tiba menyerangku?!" tanya Naruto dengan ekspresi seriusnya.

"HEI!"

Mengabaikan teriakan protes Kisame, Mikoto memilih membalas dengan ekspresi serius miliknya.

"Kami ke sini untuk mencari Youkai yang mengeluarkan youki yang sangat kuat barusan yang kami duga berasal dari sini. Oh! Dan mungkin aku juga akan menyempatkan diri untuk menjenguk Sasu-chan." Balas Mikoto dengan pose berpikir a la detektif yang terlihat sangat imut di mata para bawahannya.

"Memangnya apa yang akan kalian lakukan setelah menemukan Youkai dengan youki yang sangat kuat itu?" tanya Naruto waspada.

Mikoto terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan senyum innocent di wajahnya.

"Aku akan memakannya, tentu saja!"

"Sayang sekali, Mikoto-san... aku belum berniat menjadi Naruto goreng! Susanoo!"

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

.

A/N : Pendek, yes. Maaf kalo banyak typo ato kurang menarik. Udah lama banget gak ngetik gara-gara kena penyakit AMN (Authorisis Malesiosis Ngetikisme). Well, damn. Maaf banget, maaf, maaf, maaf! *ngelirik para reader yang udah pada lumutan* hehehe... gomen :*

Review!