Return Of The Legend

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto, One Piece © Eiichiro Oda

Rate : T+

Genre : Fantasy, Romance

Main Pair : Naruto x Hinata

Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), OC, Overpower!Naruto, Bukan untuk yang bermental lemah.

.

.

.

.

A/N : Well, damn. Gak pernah nyangka cerita abal kayak gini bakal dapat begitu banyak review. Arigatou, minna-san~! Oh, dan sorry buat para gentlemen di luar sana, fic ini gak jadi fic harem. Fic ini bakal tetep jadi murni NaruHina. Well, mungkin bakal ada sedikit blush di sana-sini dengan cewek lain, tapi whatever, itu cuma slight. Itu yang paling banyak diharapkan readers, afterall. Oh, dan untuk pertanyaan-pertanyaan para readers :

1. Naruto masih tetep bisa mati. Dengan catatan, lukanya harus SANGAT parah. Selain itu, Naruto gak bisa mati karena faktor usia.

2. Keluarga Naruto? Well, terus baca aja ^^

3. Gaara gak mati, santai aja.

4. Ini memang dunia paralel ninja. Apa ada NaruHina versi dunia youkai juga? Well, untuk Hinata versi youkai udah dijelasin kan? Dan kalo masalah Naruto versi youkai... maaf, masih rahasia penulis ^^

5. Time-gap. Bukannya Hinata harusnya udah lulus dalam waktu 10.000 tahun saat Naruto jadi patung? Well, let's just say standar umur masuk sekolah youkai sama manusia itu beda ~_~ Dan dengan sebuah kebetulan tingkat godlike yang hanya ada di fanfic, Naruto 'kembali hidup' bertepatan saat Hinata masih SMA.

6. Apa Naruto gak terlalu Overpower? Well, too bad it's an Overpowered!Godlike!Naruto fic. Tapi tetep, Naruto gak bakal jadi godly, cuma godlike, jadi dia bakal tetep punya kekurangan.

7. Ya~ betul sekali, fic ini memang mengambil unsur Nurarihyon no Mago.

8. Ya, ini memang terinspirasi dari Rosario + Vampire, tapi maaf sekali, saya gak bisa masukin karakter Tsukune ke fic ini, apalagi Ovewpower Tsukune. No offense ^^V

.

.

.

.

Sejak zaman dahulu... orang-orang takut dengan Youkai...

Dan di sanalah ia muncul... seseorang yang berdiri di depan para Youkai...

Seseorang yang memimpin 'Parade malam seribu Youkai'...

Dikenal sebagai pimpinan tertinggi para Youkai...

Dia... pemimpin dari semua arwah jahat...

Juubi no Ookami...

.

.

.

.

"Susanoo!"

Adalah teriakan terakhir yang terdengar dari Naruto sebelum sosoknya menghilang dari pandangan mata, tertelan oleh ledakan besar yang dihasilkan oleh serangan dari Mikoto.

"Ha! Itulah yang ia dapat saat melawan Mikoto-sama!"

"Mikoto-sama benar-benar hebat!"

"Hidup Mikoto-sama!"

Dan dengan itu, teriakan-teriakan dari para youkai anggota Hyakki Yakou milik Mikoto semakin menggila.

Mengabaikan pujian-pujian dari para bawahannya, Mikoto memandang ke arah debu hasil ledakan dengan dahi yang berkerut. Ia yakin bahwa serangan miliknya tadi mengenai Naruto, tapi entah kenapa ia merasakan adanya konsentrasi youki asing dalam jumlah besar saat ledakan itu terjadi.

Membelalakkan matanya secara tiba-tiba, Mikoto hanya mempunyai hitungan detik untuk berteriak kepada para bawahannya.

"Semuanya! Menghindar ke samping!"

Tapi terlambat. Hanya beberapa youkai yang beruntung yang berhasil meloloskan diri dari tebasan pedang raksasa yang tiba-tiba muncul dari dalam debu ledakan. Akan tetapi, tebasan vertikal dari pedang itu tidak berhenti begitu saja, melainkan terus melaju membelah hutan, meninggalkan kerusakan fatal dan api hitam sepanjang jalannya.

"Membuang sinar laser ke sembarang tempat tidak baik untuk kesehatan orang lain, kau tahu?" ucap sosok Naruto yang perlahan menampakkan dirinya dari balik debu ledakan.

Sontak, seluruh tatapan mata para youkai mengarah pada sosok Naruto dengan pandangan shock. Tapi tidak, mereka bukan kaget karena fakta bahwa kini pupil mata Naruto berputar dengan cepat ataupun fakta bahwa kini seluruh tubuh Naruto diselimuti oleh energi asing berwarna ungu kehitaman. Yah, walaupun itu juga menyumbang sedikit dalam faktor penyebab shock para youkai.

Yang benar-benar membuat shock para youkai adalah wujud dari energi asing yang menyelubungi Naruto. Sosok astral bermata merah darah dan berpakaian khas samurai dengan pedang kutukan Ama no Murakumo di tangan kanannya dan cermin legendaris Tsukiyomi di tangan kirinya. Sayap khas gagak terlihat dengan jelas di belakang tubuhnya.

"R-Raja iblis Tenju!"

"A-a-apa-apaan ini!"

"Tenju-sama!"

'Raja iblis' Tenju, pemimpin dari youkai gagak sekaligus penguasa Makai setelah menghilangnya Juubi. Ia ditakuti oleh seantero Makai karena kemampuan senjata sekaligus ketahanan fisiknya. Pedang Ama no Murakumo, pedang yang konon terkena kutukan oleh dewa Amaterasu dan dewa Susanoo untuk terbakar oleh api hitam yang diselubungi badai sepanjang masa. Cermin Tsukiyomi, cermin yang memiliki kemampuan menangkal segala serangan yang diarahkan ke arahnya dan dapat menangkap musuh dalam ilusi yang hampir tak dapat dipecahkan.

Satu-satunya youkai yang pernah mengalahkan Tenju dalam pertarungan 1 lawan 1 adalah Juubi, saat memperebutkan gelar penguasa Makai untuk pertama kalinya. Terbukti pada saat itu, bahkan senjata yang konon diberkati dengan 'kekuatan dewa' pun tak mampu menahan gelapnya youki milik Juubi. Dan karena inilah, karena kekuatannya yang bahkan mengalahkan kekuatan dewa, Juubi juga disebut sebagai Kamigoroshi.

Hanya dalam hitungan detik kemudian, sosok astral yang menyelubungi Naruto segera menghilang, diikuti dengan Naruto yang menutupi kedua matanya dengan erangan kesakitan.

'Arrrgghhh! Juubi, kenapa mataku terasa seperti sedang terbakar?!' teriak Naruto kesakitan dalam batin.

'Naruto, kau mungkin memang memiliki potensi untuk melampaui Rikudo Sennin, tapi hanya itu. Kau belum menguasai seluruh potensi yang kau miliki. Meski kau memiliki mata milik Madara, tidak berarti kau telah menguasainya sebaik Madara. Kau belum memiliki chakra kontrol yang cukup baik untuk menggunakan Susanoo. Untuk saat ini, jangan terlalu sering gunakan jutsu dari Sharingan. Kau belum menguasainya...' balas Juubi dengan nada bijaksana miliknya.

Memanfaatkan kondisi Naruto yang tampak tengah kesakitan dan tidak memperhatikan sekelilingnya, Mikoto segera mengarahkan jari telunjuknya yang mulai bersinar ke arah Naruto. Sedetik kemudian, sebuah laser berkecepatan tinggi mengarah kepada sosok Naruto yang terlihat mulai tenang.

Terlambat bagi Naruto, sebelum ia menyadari bahwa ada serangan yang mengarah padanya, rasa sakit tak tergambarkan telah menyebar ke seluruh tubuhnya dari lubang baru yang tercipta di dada kirinya.

Dengan usaha yang sia-sia, Naruto terus mencoba untuk menutup darah yang terus mengucur dari lubang di dadanya dengan kedua telapak tangannya.

*cough* *cough*

Terbatuk dan memuntahkan darah, Naruto hanya bisa menatap tajam pada sosok Mikoto yang mulai melayang ke udara.

"Heh, tidak setangguh yang kubayangkan..." gumam Mikoto sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

"Sekarang, untuk penutup..." perlahan, partikel cahaya mulai berkumpul di kedua telapak tangan Mikoto yang saling bersilangan.

"Yasakani no Magatama!" seru Mikoto sembari mengarahkan kedua tangannya ke arah Naruto.

Sontak, hujan laser dengan kecepatan tinggi segera mengarah pada sosok Naruto yang kini mulai pulih. Perlahan tapi pasti, lubang di dadanya mulai tertutup – terima kasih untuk chakra Juubi.

Menggunakan gerakan paling efektif yang bisa menyelamatkannya saat ini, Naruto pun menggabungkan kedua telapak tangannya dan memfokuskan chakra miliknya.

Saat hujan laser semakin mendekat, tiba-tiba sebuah kubah yang terbuat dari beberapa lapis kayu tumbuh dari tanah dan melindungi Naruto dari hujan laser yang menghantamnya secara beruntun.

'Juubi, serangan macam apa itu? Aku tidak pernah mendengar ada youkai pengendali cahaya.' Batin Naruto sambil terus fokus memberi chakra pada kubah kayu miliknya.

'Di Makai, klan Uchiha terkenal akan kekuatan terkutuk mereka. Saat mereka mencapai usia tertentu, mereka akan kehilangan youki milik mereka untuk sementara, membuat mereka menjadi seperti manusia biasa. Youki yang keluar dari tubuh mereka perlahan akan membentuk menjadi suatu buah yang disebut Buah Setan, buah yang memberi pemakannya kakuatan luar biasa, dengan imbalan kemampuan berenang dan wujud warewolf milik mereka akan hilang selamanya. Dari apa yang aku lihat, sepertinya Mikoto telah memakan Pika Pika no Mi. Dia dapat mengendalikan dan merubah tubuhnya menjadi cahaya. Jadi serangan fisik tidak akan mempan melawannya.' Balas Juubi mengingat-ingat pengetahuan yang dimilikinya saat berkuasa di Makai.

Mendengar penjelasan Juubi, Naruto menahan keinginan untuk kembali bertanya. Entah sadar atau tidak, selama ini Naruto telah terlalu bergantung pada pengetahuan dan kekuatan Juubi. Perlahan tapi pasti, ia mulai berubah menjadi seorang bocah yang hanya bisa bergantung pada orang tuanya.

'Heh, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang menarik, eh? Kau boleh beristirahat untuk saat ini, Juubi.' Memutuskan mental link dengan Juubi, Naruto menyadari bahwa hujan laser milik Mikoto kini telah berhenti.

Mengendalikan kayu pembentuk kubah untuk kembali masuk ke dalam tanah, Naruto langsung memberi satu dari seringai khas miliknya pada Mikoto yang terlihat terganggu dengan adanya kubah kayu Naruto.

"Heheheh... aku tahu sekarang. Jadi kekuatanmu adalah sebuah kutukan dari Buah Setan, eh? Kalau begitu mari kita lihat..." menutup matanya sejenak, Naruto kembali membukanya, menampakkan Eternal Mangekyo Sharingan miliknya yang terlihat sama persis dengan milik Madara.

"... kutukan siapa yang lebih kuat?!"

.

.

.

Youkai Gakuen's Infirmary...

Di bagian laki-laki, dapat kita lihat sosok gelisah Sasuke yang terbaring di salah satu tempat tidur yang ada dengan sosok tertidur Sakura dan Ino di samping kanan dan kirinya.

Keringat dingin mulai bercucuran dari sekujur tubuh Sasuke bersamaan dengan youki ungu yang mulai menyelubungi tubuhnya. Dalam kondisi setengah sadar, samar-samar Sasuke mendengar sebuah suara yang memanggilnya entah dari mana.

"Apa kau ingin memiliki kekuatan di luar imajinasimu, Warewolf?"

"Y-Ya!" dengan sedikit menggeretakkan giginya untuk menahan rasa sakit yang tengah dialaminya, Sasuke berusaha menjawab suara aneh itu. Ya, sekarang ia tahu apa yang sedang terjadi. Rasa sakit ini, suara aneh yang muncul tiba-tiba... ia tahu apa yang akan terjadi. Bagaimanapun, sebagai Warewolf Uchiha, ia telah diajarkan cara untuk menghadapi saat-saat penentuan hidup bagi seluruh Warewolf darah Uchiha yang telah mencapai usia ke 13.000 tahunnya, saat-saat penerimaan kutukan.

"Seberapa besarkah keinginanmu itu, anakku? Apakah keinginanmu itu hanyalah sebuah impian polos seorang bocah? Ataukah kau rela menjual jiwamu pada iblis hanya untuk mendapat kekuatan itu?" suara misterius itu kembali berbisik pada Sasuke, kali ini dengan nada serius yang membuat Sasuke sedikit merinding.

"A-Aku akan menjual jiwaku pada iblis jika dengan itu aku dapat mendapat kekuatan..." jawab Sasuke tanpa ragu, merasakan rasa sakit di tubuhnya perlahan menghilang.

"Kau baru saja membuat sebuah perjanjian, anakku. Untuk sekarang, berisitirahatlah..."

Dengan itu, Sasuke pun merasakan kesadaran meninggalkannya, membuatnya kembali dalam kondisi tak sadarkan diri yang menenangkan.

Tanpa disadari siapapun, youki yang menyelubungi tubuh Sasuke perlahan meninggalkan tubuh Sasuke dan berkumpul di samping bantal Sasuke. Sedikit demi sedikit, youki itu mulai memadat, membentuk sebuah bentuk yang terlihat familiar untuk kita semua ; buah anggur. Walaupun tidak seperti anggur biasa yang berwarna ungu, hijau, ataupun merah muda, anggur yang satu ini berwarna ungu tua –hampir hitam- dengan pola semacam ukiran di seluruh bagiannya.

.

.

.

Pertempuran antara Naruto dan Mikoto tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Karena memang, yang terlihat dari peretempuran antara kedua makhluk tercepat di Makai ini hanyalah kilatan-kilatan cahaya dan kegelapan yang terus muncul dan menghilang, hanya meninggalkan gelombang shock dan kawah kecil pada tiap pertemuannya.

Sementara itu di medan pertarungan, Mikoto terus berpikir bagaimana bisa Naruto membaca gerakannya, bahkan mengimbangi kecepatan cahaya miliknya. Ya, memang, ia tidak secepat cahaya sesungguhnya, tapi tetap... ia adalah makhluk tercepat di Makai selama yang ia tahu. Jadi bagaimana bisa youkai muda yang bahkan tak mempunyai reputasi ini dapat mengimbangi kecepatannya?

Di sisi lain, Naruto terus menteleportasi dirinya dari satu titik ke titik yang lain, mengikuti pergerakan Mikoto. Terimakasih untuk kemampuan prediksi Sharingan. Tapi tetap, walaupun ia dapat mengimbangi Mikoto, jika keadaan seperti ini terus ia akan kalah.

Setiap kali ia mengira ia akan berhasil menyerang Mikoto dengan kunainya, kunai itu hanya akan menembus tubuh Mikoto yang berubah menjadi cahaya. Tetapi sebaliknya, setiap Mikoto menyerang Naruto, Naruto harus berusaha untuk menghindar agar tidak terkena serangannya.

'Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan cahaya?!' pikir Naruto sambil terus menteleportasi dirinya mengikuti Mikoto.

Deretan kemungkinan yang dipikirkan Naruto terputus saat dilihat dengan mata Sharingannya, Mikoto membuat pedang dari cahaya yang dipadatkan dan membawanya dengan mudah di tangan kanannya sebelum kembali menghilang dalam kilatan cahaya.

'Ini buruk!' adalah hal terakhir yang sempat terpikir oleh Naruto sebelum rasa sakit mengambil alih tubuhnya saat sebuah luka bekas tebasan muncul di dadanya, merobek jubah Akatsuki dan seragam Youkai Gakuen yang dikenakannya.

"Arrgghh!" teriak Naruto sambil terjatuh ke kedua lututnya.

Walaupun dengan youki Juubi dan chakra hitam yang mengalir di tubuhnya, Naruto sadar akan memakan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan luka separah ini.

"Seandainya saja aku dapat membuat kontak mata yang cukup lama dengannya..." bisik Naruto pada dirinya sendiri.

Bagai doa yang langsung di dengar oleh Tuhan, tiba-tiba Mikoto muncul di hadapan sosok menunduk Naruto dengan pedang cahayanya yang telah terangkat tinggi, siap menebas kepala Naruto setiap saat.

"Ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan, Naruto-kun?" tanya Mikoto dengan nada innocent yang dibuat-buat miliknya. Walaupun tidak mungkin akan ada yang percaya dengan nada innocent miliknya karena adanya senyum sadis dan cipratan darah Naruto di wajah cantiknya.

Menyeringai tanpa diketahui Mikoto, Naruto tiba-tiba langsung menghadap ke arah Mikoto dan membuat kontak mata dengannya.

'Kena kau!'

Untuk pertama kali, Mikoto hanya bisa bingung saat Naruto hanya melihat ke arahnya dengan mata merah berpola cantik miliknya itu tanpa mengatakan apapun. Keputusannya itu segera ia sesali saat dunia di sekitarnya berubah warna menjadi hitam dan merah bersamaan dengan bisikan Naruto yang samar-samar ia dengar...

"Tsukiyomi"

.

.

.

Tsukiyomi's dimension...

Melihat di sekitarnya Mikoto baru menyadari bahwa dirinya entah bagaimana saat ini tengah terikat di sebuah tiang menyerupai bentuk 'X' dengan tangan dan kakinya terikat di masing-masing ujung.

Sejauh mata memandang, ia hanya bisa menemukan warna merah dan hitam dengan outline putih pada setiap objek yang ada.

Entah dari mana, tiba-tiba beribu sosok hitam-dengan-outline-putih Naruto muncul di hadapannya dengan membawa berbagai macam senjata yang bisa ia imajinasikan.

Tiba-tiba, salah satu sosok Naruto yang membawa tombak melemparkan tombaknya ke dada kiri Mikoto, membuat Mikoto menjerit dalam rasa sakit yang luar biasa.

"Selamat datang di dunia Tsukiyomi. Untuk 71 jam dan 59 menit ke depan, kau akan mengalami penyiksaan terburuk dalam hidupmu..."

Dan dengan itu, dimulailah penyiksaan sadis yang diiringi dengan teriakan memilukan milik Mikoto.

.

.

.

Real World...

Seluruh Hyakki-Yakou milik Mikoto saat ini tengah tercengang kebingungan. Di satu detik, pemimpin mereka bersiap akan menebas kepala bocah berambut pirang itu, dan di detik selanjujutnya, pemimpin mereka tiba-tiba saja terjatuh dengan ekspresi kesakitan dan keringat dingin yang bercucuran dari sekujur tubuhnya. Ini benar-benar tidak masuk akal.

Kisame, menjadi orang pertama yang pulih dari rasa shocknya, langsung melesat menuju arah Naruto dengan Samehada di tangannya.

"Apa yang telah kau lakukan pada Mikoto-sama, bocah?!" teriak Kisame sambil bersiap menebas sosok Naruto dari belakang.

Baru saja akan menebas bersih kepala Naruto, tiba-tiba saja sosok Naruto menghilang dalam kilatan kegelapan.

"Kau tahu Kisame? Aku sekarang sedang tidak ingin bermain-main denganmu."

Menengokkan kepalanya ke belakang, Kisame hanya mempunyai waktu untuk melebarkan matanya saat melihat Naruto telah berdiri di belakangnya dengan darah yang perlahan mengalir dari kedua mata merahnya.

Memaksakan matanya untuk berubah menjadi Rinnegan, Naruto segera membuat rentetan segel tangan dengan kecepatan luar biasa.

"Selamat tinggal, Kisame." Ucap Naruto sebelum kembali menghilang dalam kilatan kegelapan.

Belum sempat mengerti apa maksud sebenarnya dari ucapan Naruto itu, tiba-tiba ia merasakan temperatur di daerah sekitarnya meningkat.

Berusaha mencari tahu penyebabnya, Kisame tidak perlu mencari lama saat dilihatnya meteor raksasa dengan api hitam yang menyelubunginya jatuh dari langit Makai menuju ke arah mereka.

"Lari! Lari secepat yang kalian bisa!" teriak Kisame pada seluruh anggota Hyakki Yakou milik Mikoto.

Dengan teriakan horror yang memilukan, youkai-youkai lemah itu berusaha lari dari kematian yang tengah jatuh ke arah mereka.

Mengambil tindakan cepat, Kisame segera membawa tubuh Mikoto bridal style dan menyelam ke dalam tanah dengan mudah.

Sial untuk Hyakki Yakou milik Mikoto, meteor itu telah terlebih dahulu menghantam mereka yang tengah berusaha kabur. Ledakan besarpun terjadi, menelan seluruh youkai di sekitarnya yang berusaha melarikan diri dalam kubah hitam kehancuran. Kubah ledakan semakin membesar hingga mencapai Youkai Gakuen.

Beruntung bagi para murid Youkai Gakuen, Hashirama telah mengantisipasi kerusakan yang akan dihasilkan oleh pertarungan Naruto dan memutuskan untuk memasang segel di sekitar Youkai Gakuen. Saat kubah ledakan akan menghantam Youkai Gakuen, kubah energi berwarna ungu tiba-tiba muncul dan melindungi Youkai Gakuen.

.

.

.

Headmaster's Room...

Dari kantornya, Hashirama hanya bisa menyeringai lebar saat dilihatnya segel di sekitar Youkai Gakuen aktif secara otomatis, menahan ledakan yang akan mencapai sekolahnya.

"Kukukukuku... ternyata aku benar, Naruto-kun. Kau benar-benar anak dalam ramalan."

Melihat dari jendela kantornya yang berada di lantai tiga Youkai Gakuen, seringai Hashirama semakin melebar saat ia melihat salah satu mirud favoritnya berjalan dengan santai melintasi taman sekolah.

"Dialah sang iblis yang tak tertandingi, karena dari sekian banyak makhluk di Makai tidak ada yang dapat menandinginya... dialah sang pemenang, karena nasib dunia ini ada di tangannya... semua akan bergetar dalam ketakutan saat merasakan kekuatannya... Hail the new King! Uzumaki Naruto!"

.

.

.

Youkai Gakuen's Park...

Uzumaki Kushina mempunyai hari yang baik.

Pertama, ia baru saja mendapat persetujuan dari kepala sekolah dan guru olahraga untuk membuat ekskul Kendo. Hal yang sangat sulit dilakukan, mengingat kepala sekolah terkenal sebagai orang yang sangat ketat dalam memberikan persetujuannya dalam ssesuatu.

Kedua, ia baru saja mendengar kabar bahwa saudara angkatnya, Namikaze Minato, akan segera pindah ke Youkai Gakuen dan di kelas yang sama dengannya! Ia tidak tahu kenapa kepala sekolah memberitahukan hal ini padanya, tapi... heh, ia tidak peduli selama itu hal baik.

Dan terakhir, ia juga baru mendengar kabar dari teman baiknya, Tsume Inuzuka, bahwa sekarang SPC telah tidak ada. Ternyata, suara gaduh yang ia dengar saat ia tengah berusaha membujuk guru olahraga untuk menyetujui proposalnya adalah suara pertarungan antara seorang murid baru bernama Uzumaki Naruto dan Sabaku no Gaara untuk memperebutkan SPC. Sekarang organisasi SPC tidak adalagi, tapi digantikan dengan organisasi baru bernama Akatsuki yang di ketuai oleh Naruto.

Sebenarnya ia cukup terkejut saat mendengar nama Uzumaki pada sosok Naruto ini. Ia tidak tahu bahwa masih ada Uzumaki lain selain dari keluarganya. Tapi yang pasti ia tahu sati hal. Sosok Uzumaki Naruto ini pasti adalah youkai yang sangat kuat, hingga dapat mengalahkan Gaara yang adalah seekor Bijuu.

Ia hanya berharap, ia dapat melihat pertarungan Uzumaki Naruto ini saat melawan Gaara. Heh, pasti sangat seru, dattebane!

Kushina terputus dari angannya saat dilihatnya sebuah kilatan kegelapan tiba-tiba muncul di hadapannya, diikuti sosok pemuda yang cukup mirip dengan Minato berjalan keluar dari kegelapan itu.

Jika sebelumnya Kushina terkejut dengan kemunculan tiba-tiba pemuda tampan ini, sekarang ia sangat terkejut saat mendapati luka-luka yang ada di tubuhnya.

Di bagian dadanya, dapat ia lihat bekas tebasan pedang yang cukup panjang dan dalam yang menyilang dari dada kiri ke pinggang bagian kanannya. Dari kedua mata anehnya yang berpola riak air, nampak darah yang mengalir ke pipinya, menyerupai air mata.

Pemuda itu melebarkan matanya sejenak saat melihat Kushina yang berdiri kaku di hadapannya sebelum akhirnya ia terjatuh ke depan dan jatuh tak sadarkan diri.

Belum sempat meregistrasi apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba saja sebuah ledakan yang sangat besar terjadi di luar Youkai Gakuen, membentuk kubah ledakan hitam yang akan menghantam Youkai Gakuen kalau saja bukan untuk kubah energi di sekitar Youkai Gakuen yang menghalau ledakan itu merusak sekolah.

Terlalu banyak hal tidak masuk akal yang terjadi dalam beberapa detik di hadapannya, Kushina hanya dapat berpikir satu hal.

"Apa yang sebenarnya sedang terjadi, dattebane...?!"

.

.

.

.

To Be Continued...

.

.

.

.

A/N : Stop, jangan protes dulu. Pertama, saya minta maaf udah telat update ini fic. Ini gara-gara chapter asli fic ini pas saya mau save malah ilang, program not responding. Aw, damn.
Jadi males deh mau nulis ulang. Tapi pas liat review yang sekian banyak... -_- gak tega kalau gak nulis ulang lagi. Dan bimsalabim! Jadilah chapter ini.
Buat yang nungguin interaksi NaruHina, itu bakal ada di chapter depan. Dengan sedikit bumbu cemburu di sana dan di sini, semoga chapter depan akan menarik. Yosh! Sekali lagi maaf dan terimakasih untuk support anda! ^^

Keep read and review!

SEE YA IN THE NEXT CHAPTER!