Return Of The Legend

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto, One Piece © Eiichiro Oda

Rate : T+

Genre : Fantasy, Romance

Main Pair : Naruto x Hinata

Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), OC, Overpower!Naruto, Bukan untuk yang bermental lemah.

.

.

.

.

A/N : Hola, my beloved readers! Kembali lagi bersama saya di RotL chapter 7. Sebelum kita masuk ke sesi selanjutnya, ada beberapa hal yang reader perlu tahu supaya tidak ada salah paham. Di warning ada tulisan "Bukan untuk yang bermental lemah", rite? Itu bukan maksudnya bakalan ada gore atau gimana, tapi lebih menjurus ke perasaan. MISAL, buat orang yang gak kuat baca fic tentang Hinata diperkosa Kiba, padahal udah jadian sama Naruto. Nah, gitu.

OK, sekarang untuk menjawab pertanyaan para reviewers~!

1. Naruto jadi apanya Kushina? Honestly, ada 3 pilihan. Antara jadi sosok kakak, sosok ibu atau teman.

2. Minato jadi sodara angkatnya Kushina? Hehe, ingat, cuma "angkat", bukan kandung. Jadi, semua kemungkinan masih bisa terjadi~

3. Ya, di sini ada Buah Setan. Tapi gak bakal sering keluar kok. Buah Setan di sini akan jadi semacam pengganti Sharingan, eksklusif hanya untuk Uchiha. Inget julukan Sharingan? Cursed Eyes, betul sekali! Buah Setan? Cursed Fruit! Haha, can't help it.

4. Hehehe, maaf kalau bahasanya sulit dipahami. Udah terbiasa baca fic english, jadi kalo buat fic susunan katanya jadi runyam deh.

5. Apa kalo Hinata cemburu akan berubah jadi vampire? Hahaha, tentu aja gak. Hinata Cuma bisa berubah jadi vampire kalo rosario di kalungnya di cabut.

6. Ya, nanti jelas ada pertarungan NaruSasu. Tapi mungkin cuma friendly spar?

7. Klan Uchiha di dunia youkai gak punya Sharingan. Sebagai gantinya, mereka punya Buah Setan.

8. Gak tahu nih fic bakal selesai berapa chapter. Bisa diatur sebenernya. Mau 15? 20? 30? Bisa diatur~

9. Minato itu dari pihak netral.

10. Gak, cerita ini gak bakal digabung sama One Piece. Cuma mengambil beberapa elemen dari One Piece aja.

11. Update cerita ini gak pasti, maaf. Saya bukan orang yang rajin, honestly -_-

12. Maaf gak bisa masukin chara One Piece ataupun anime lain di fic ini.

13. Makai itu apa sih? Makai itu istilah buat dunia yang cuma dihuni para youkai, no?

14. Gak, gak, Sasuke gak bakal jadi jahat kok. Mungkin. Siapa tahu.

15. Kalo ada hint NaruKushi nasib Minato gimana? Heheh, tenang aja. Kushina akhirnya juga bakal jadi milik Minato kok. #Minato you lucky bastard~!

16. Dengan kekuatan godlike Naruto, apa bakal ada youkai yang bisa menandinginya? Haha, ada sih ada. Tapi... gak bakal ada yang melebihi potensi godlike Naruto. Saat ini Naruto baru mencapai tahap overpower, belum godlike.

17. Maaf, DF Sasuke gak bisa diganti. Saya kira udah jelas kan ciri-ciri Buah Setan Sasuke? Everyone? Itu **** **** no Mi, kalau belum tahu~ #digampar

18. Hehe, maaf kalo kelihatan isinya pertarungan terus. Tapi melihat kondisi, kalo lagi konflik puncak ya pertarungan, kalo lagi santai, ya banyak interaksi.

19. Chara kage? Semacam Oonoki, Mei, A, gitu? Yah~ lihat aja nanti.

20. Dan yang terakhir, No. Saya gak pernah review cerita saya sendiri kok, tenang aja ~_^

Oh, damn! Saya kira saya baru aja nulis satu chapter! Oh, btw, makasih banyak buat yang udah kasih masukan dan saran~ akan saya usahakan untuk jadi lebih baik. Tanpa banyak cingcong, langsung aja ke TKP~! Oh, dan jangan melambungkan harapan anda terlalu tinggi. Saya gak ahli nulis romance~

.

.

.

.

Sejak zaman dahulu... orang-orang takut dengan Youkai...

Dan di sanalah ia muncul... seseorang yang berdiri di depan para Youkai...

Seseorang yang memimpin 'Parade malam seribu Youkai'...

Dikenal sebagai pimpinan tertinggi para Youkai...

Dia... pemimpin dari semua arwah jahat...

Juubi no Ookami...

.

.

.

.

Membuka matanya, Naruto tidak terkejut lagi saat mendapati dirinya berada di tempat yang tidak asing lagi baginya. Sebuah lorong raksasa dengan pipa yang merambat di sekitarnya, air sebatas mata kaki dan tak lupa sebuah penjara raksasa dengan kanji untuk 'segel' di pintu keluarnya.

Hanya saja, kali ini bukannya sosok familiar Kyuubi yang menyambutnya, melainkan sosok mengintimidasi Juubi yang telah menunggunya.

"Selamat datang, Naruto." Sapa Juubi sambil memandangi sosok Naruto dengan mata tunggal miliknya.

"Ya, terima kasih untuk sambutannya, Juubi. Omong-omong, untuk apa kau memanggilku kemari?" tanya Naruto yang memandang balik sosok Juubi dengan kedua mata yang menyerupai milik Juubi.

"Pertama, aku ingin mengucapkan selamat atas kemenanganmu dari Mikoto. Untuk standar Makai, Mikoto termasuk Youkai yang berada di kelas tertinggi dalam hal kekuatan. Kau boleh bangga dengan pecapaianmu itu." Ujar Juubi sembari membalikkan badannya dari Naruto.

Menerima pujian dari Juubi, Naruto hanya bisa tertawa sambil menggaruk bagian belakang kepalanya dengan gugup.

"Tetapi Naruto..." lanjut Juubi dengan nada serius, membuat Naruto segera berhenti tertawa dan menegakkan tubuhnya dengan pandangan serius di wajahnya.

"Di Makai, masih ada Youkai lain yang lebih kuat dan lebih ganas dari Mikoto. Masih ada Youkai yang bahkan dapat membuat Mikoto terlihat seperti kucing manis yang tak berbahaya. Dengan kekuatanmu saat ini, kau tidak memiliki harapan untuk menang dari mereka, para penguasa Makai saat ini, para Dark Lords." Mendengar ini, Naruto hanya bisa menundukkan kepalanya, merasa malu pada dirinya sendiri yang begitu lemah.

"Aku pernah menjadi penguasa Makai bukan tanpa alasan. Buah Setan, Senjata Suci, bahkan Senjata Dewa telah banyak digunakan untuk melawanku. Tapi semua tidak ada yang pernah bisa untuk sekedar melukaiku. Di dunia ini, kekuatanku tak terkalahkan! Tetapi di dalam segel ini, perlahan tapi pasti, seluruh kekuatan dan daya hidupku tersedot oleh tubuhmu. Ini tidak akan memakan waktu yang lama sampai aku menghilang dari alam kehidupan ini. Karena itulah, Naruto... sekarang kau adalah pewaris tunggal tahta penguasa Makai yang sebenarnya! Sampai waktu itu tiba... aku akan memastikan kau tumbuh menjadi Youkai terkuat yang pernah menginjakkan kaki di tanah terkutuk Makai!"

Membalikkan badannya sekali lagi, Juubi melihat kobaran api yang telah lama tidak ia lihat kembali berkobar di kedua mata Naruto.

"Ya, tentu saja. Dengan kekuatan ini, dengan tahta ini dan dengan kesempatan kedua ini, akan kulindungi semuanya. Dan suatu hari... akan kuciptakan kedamaian bahkan di tanah terkutuk Makai!" seru Naruto dengan mata membara dan senyum lebarnya.

"Itu dia Naruto yang kupilih menjadi Jinchuuriki terakhirku!"

.

.

.

.

"Ahh..."

Terbangun dengan sedikit rasa sakit di kepalanya, Hinata segera membuka matanya dan mengamati tempatnya berada saat ini.

Ruangan serba putih, bersih, beberapa deret ranjang yang rapi... ah, ruang kesehatan sekolah.

Mengingat-ingat kembali kejadian yang terakhir kali ia ingat, Hinata segera meloncat bangun dari tempat tidurnya. Memastikan seragam yang ia kenakan telah rapi dan lengkap, Hinata segera berlari-lari kecil menuju pintu keluar ruang kesehatan.

Melewati bagian laki-laki, tiba-tiba langkah Hinata terhenti saat didapatinya sosok yang tengah menjadi pusat kekhawatirannya saat ini.

'Naruto-kun...'

Di salah satu ranjang yang tersedia di bagian laki-laki, tampak sosok penuh perban Naruto yang terlihat tengah tertidur lelap dengan sosok cantik perempuan berambut merah panjang yang juga terlihat tengah tertidur di samping ranjang Naruto.

'U-Uh... siapa gadis yang tidur di samping ranjang Naruto-kun itu? Dia sangat cantik...' dan entah kenapa, hal itu membuat hati Hinata terasa perih.

Memutuskan untuk bersembunyi di balik gorden yang memisahkan bagian laki-laki dan jalan keluar ruang kesehatan sekolah, Hinata kembali mengamati sosok Naruto dan sosok gadis cantik isterius itu.

Setelah mengamati dengan lebih baik, Hinata hampir saja berteriak panik saat didapatinya salah satu tangan gadis itu dan tangan Naruto saling berpegangan dengan erat. Tetapi tetap, setelah melihat itu, pikiran Hinata langsung berada dalam mode paniknya.

'Eh?! Bagaimana ini? Siapa gadis itu? Kenapa ia berpegangan tangan dengan Naruto-kun? Kenapa ia rela menunggui Naruto-kun? Bagaimana kalau ternyata dia adalah selingkuhan Naruto-kun selama ini? Lebih buruk lagi, bagaimana kalau dia adalah tunangan rahasia yang telah dijodohkan oleh orang tua Naruto-kun sebelum-' belum sempat menyelesaikan pemikirannya, angan-angan Hinata segera terputus saat didengarnya erangan lembut dari gadis berambut merah.

"Enghhh..."

Terbangun dari tidur singkatnya, Kushina segera membuka kedua matanya dan hampir saja melompat kaget dari tempat duduknya saat didapatinya sosok pemuda misterius berambut kuning yang tengah menggenggam tangannya dengan erat.

Kembali mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya, Kushina kembali tenang dan duduk di tempat duduknya semula. Melihat tangannya yang masih digenggam erat oleh pemuda asing berambut kuning, Kushina tidak bisa berbuat apapun kecuali mengkerutkan dahinya.

Setelah ia menolong membawa pemuda ini ke ruang kesehatan sekolah, ia berniat akan segera pergi saat tiba-tiba tangan pemuda ini menggenggam tangannya dengan erat sambil menggumam 'Kaa-san...' dengan ekspresi wajah memelas, membuat Kushina tidak tega untuk melepaskannya.

Tanpa sepengetahuan Kushina ataupun Hinata, sebenarnya Naruto telah tersadar sejak sekitar 30 menit yang lalu. Dengan chakranya yang telah bercampur dengan youki milik Juubi ditambah dengan kemampuan regenerasi khas Jinchuuriki, seluruh luka di tubuh Naruto segera sembuh hanya dalam hitungan menit. Kecuali mungkin luka di bahunya yang cukup dalam, membutuhkan waktu sampai 1 jam untuk dapat sembuh total.

Melebarkan sensor chakra miliknya, Naruto segera merasakan kehadiran orang lain selain dirinya dan Kushina di ruangan itu.

'Hm... sepertinya youki ini tidak asing... Hinata-chan?' batin Naruto.

Merasakan bahwa dirinya telah cukup mendapat istirahat, Naruto segera membuka kedua matanya dan mendapati kedua mata coklat lembut Kushina yang menatap balik ke arahnya. Biru dan coklat saling bertatapan, masing-masing terperangkap di keindahan yang dimiliki lawannya.

Dan seperti itu, mereka terus berpandangan dengan ekspresi kagum di wajah masing-masing. Tanpa sadar, mereka berdua telah saling berpandangan sedikit terlalu lama untuk standar normal.

Hinata, yang melihat adegan Naruto dan Kushina saling berpandangan dengan background bunga-bunga indah serta kilauan-kilauan romantis tanpa sadar mengeluarkan youki dan aura membunuh yang sangat kuat, secara otomatis mengagetkan Naruto dan Kushina.

Terimakasih untuk aura membunuh dari Hinata, Naruto dan Kushina segera sadar dari keadaan love-struck mereka dan saling memalingkan muka ke arah yang berlawanan, berusaha menyembunyikan rona merah di wajah mereka.

Mengesampingkan sumber aura membunuh yang sekilas muncul, Kushina berusaha memulai percakapan dengan pemuda misterius ini.

"K-Kau sudah sadar, -ttebane?" tanya Kushina gugup, secara tidak sadar menggunakan logat khas miliknya.

"E-Eh... y-ya... terimakasih telah menolongku tadi, nona...?"

"Kushina, Uzumaki Kushina."

"Ah, ya, terimakasih telah menolongku tadi, Kushina-san." Balas Naruto dengan senyum malu-malu miliknya.

Hening...

Merasa gerah, Naruto segera berdiri dari ranjangnya dan menyobek secara –menurut Kushina dan Hinata- kasar perban yang melilit di tubuhnya, membuat Kushina dan Hinata hampir mengalami serangan jantung.

"Ap-Apa yang kau lakukan?! Lukamu parah dan masih belum sem..." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, mulut Kushina segera menganga lebar saat dilihatnya tubuh telanjang bagian atas milik Naruto yang mulus tanpa ada bekas goresan apapun.

"...buh."

"Eh? Ahahaha... gomen, gomen... aku tidak bermaksud mengagetkanmu, Kaa- ehm, Kushina-san." Ucap Naruto dengan tertawa gugup karena hampir salah memanggil Kushina dengan Kaa-san.

"T-Ta-Tapi... Ba-bagaimana bisa?! T-Tadi lukamu dalam sekali, kenapa sekarang sudah tidak membekas?!" Balas Kushina yang masih dalam keadaan shock.

"Hehehehe, sejak kecil aku memang memiliki tingkat penyembuhan yang 'sedikit' lebih cepat dari rata-rata... jadi hal seperti ini sudah biasa bagiku." Bohong Naruto dengan mulusnya. Ya, tentu saja tidak sepenuhnya bohong. Sejak lahir ia telah menjadi Jinchuuriki, jadi tentu saja tingkat penyembuhanya telah berada di atas rata-rata.

Melihat Kushina yang hanya bisa membuka dan menutup mulutnya tanpa mengeluarkan suara seperti ikan, Naruto tertawa di dalam hati sambil mengagumi betapa miripnya Kushina di dunia youkai ini dengan ibunya yang telah meninggal.

Melirikkan matanya ke sisi lain ruangan, Naruto dapat melihat dengan jelas bayangan Hinata yang tengah bersembunyi di balik gorden dan mendengarkan percakapannya dengan Kushina.

Membisikkan sesuatu ke telinga Kushina, Naruto langsung menarik Kushina keluar dari ruang kesehatan tanpa menunggu persetujuan dari Kushina.

Hinata yang mendengar langkah kaki yang semakin menjauh segera mengintip keluar dari balik gorden dan melihat Naruto dan Kushina berjalan keluar dari ruang kesehatan.

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba Hinata merasakan rasa perih di hatinya saat melihat Naruto pergi meninggalkannya dengan menggandeng tangan gadis lain.

Menghembuskan napas yang cukup panjang, Hinata segera beranjak dari ruang kesehatan dengan ekspresi murung di wajahnya.

"Hah~ sepertinya aku butuh udara segar untuk menghilangkan semua pikiran buruk tentang Naruto-kun ini. Mungkin aku akan jalan-jalan sebentar di sekitar sekolah..." gumam Hinata sambil berjalan keluar, tanpa menyadari sebuah Kage Bunshin Naruto yang mengikutinya dari balik bayangan.

.

.

.

.

Girl's Dorm

Untuk mengungkapkan sedikit dari banyak rasa terima kasihnya pada Kushina, Naruto memutuskan untuk menghantarkan Kushina kembali ke asrama perempuan mengingat hari telah beranjak malam.

Dalam perjalanan, Naruto dan Kushina saling bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lain.

Salah satu fakta yang membuat Kushina kaget adalah marga Uzumaki yang berada pada nama Naruto dan fakta bahwa Narutolah yang telah mengalahkan Gaara, mantan ketua SPC di Youkai Gakuen.

Awalnya Kushina sedikit bingung dengan pilihan seragam yang dipilih Naruto untuk anggota SPC –atau yang sekarang sudah berganti nama menjadi Akatsuki- yang berupa model seragam murid berwarna hitam dan sebuah jubah hitam bermotif awan merah yang dipasang dipunggungnya, mirip seperti seorang Admiral angkatan laut yang pernah Kushina temui sebelumnya. Tapi setelah Naruto menceritakan sejarah dan arti nama dari Akatsuki, Kushina menjadi memakluminya.

Setelah sampai di depan kamar asrama Kushina, Kushina segera mengucapkan sampai jumpa pada Naruto dan berlari menuju kamarnya tanpa menunggu balasan dari Naruto.

Menggelengkan kepalanya, Naruto segera berbalik arah dan berjalan santai menuju asrama laki-laki.

Yah~ paling tidak itu yang akan ia lakukan jika saja ia tidak menerima ingatan dari Kage Bunshin miliknya yang beberapa saat tadi ia perintahkan untuk mengikuti Hinata, berjaga-jaga jika ada hal yang tak terduga terjadi.

Dan benar saja, hal yang terduga kembali terjadi pada Hinata. Dan kali ini, benar-benar tidak terduga...

Menghembuskan napas panjang, Naruto segera menghilang dari tempatnya semula dalam kilatan hitam yang menjadi ciri khasnya.

.

.

.

.

Hari ini benar-benar hari yang buruk bagi Hinata.

Pertama, ia terbangun di ruang kesehatan dan mendapati Naruto-kun sedang bermesraan dengan gadis lain, atau setidaknya itulah yang ia pikirkan.

Kedua, setelah memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar sekolah guna mencari udara segar, ia mendapati seorang gadis kecil berseragam Youkai Gakuen dengan topi khas penyihir tengah di bully oleh segerombolan murid nakal di pojok koridor.

Melihat salah satu pemuda di gerombolan murid itu mencoba memukul gadis itu, Hinata secara insting segera bergerak dan berdiri di antar gadis kecil dan gerombolan anak nakal itu dengan membentangkan kedua tangannya.

"Hentikan!" teriak Hinata dengan menutup kedua matanya.

Saat ini ia sedang tidak bersama Sakura dan Ino yang bisa membantunya ataupun Sasuke yang bisa melepaskan segel rosario di kalungnya dan melepaskan kekuatan Vampire miliknya. Jadi untuk saat ini, Hinata hanya bisa pasrah dan mengharap aksinya ini akan menghentikan murid-murid nakal itu.

Merasakan tidak ada pergerakan, Hinata memberanikan diri membuka matanya dan melihat gerombolan murid-murid nakal itu melempari Hinata dengan pandangan jijik.

"Apa ini? Seorang perempuan pendukung Half-Breed? Menjijikkan!" seru salah seorang dari mereka yang Hinata kira adalah pemimpinnya.

"Sebaiknya kita tunjukkan pada kedua orang ini apa yang akan terjadi jika kau menjadi Half-Breed dan pendukung Half-Breed!" seru salah satu anggota acak dari gerombolan itu.

Secara instan, seragam mereka langsung tersobek-sobek saat ratusan jarum panjang dan besar mencuat dari seluruh tubuh mereka. Tubuh mereka menjadi lebih bungkuk dan diikuti muka mereka yang berubah menyerupai tikus.

'I-Ini gawat! Aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka tanpa melepaskan rosario milikku!' batin Hinata panik.

"Ayo kita bereskan mereka, anak-anak!" dengan berbagai macam teriakan persetujuan dari anggotanya, mereka pun segera membulatkan badan berduri mereka dan meluncur menuju Hinata dan gadis cilik bertopi penyihir itu.

Tapi beruntung bagi mereka berdua, sebelum gerombolan Youkai landak itu berhasil mencapai mereka, sang gadis cilik segera mengayunkan tongkat sihir yang dipegangnya dan membuat beberapa loker di koridor terbang dan menindih kawanan Youkai landak itu.

Menggapai tangan Hinata, gadis cilik itu segera kabur sambil menarik Hinata.

Sampai di depan salah satu koridor utama Youkai Gakuen yang ramai dilalui murid-murid, mereka berdua pun segera berhenti berlari dan tertunduk sambil terengah-engah.

"Terimakasih... hah, untuk yang tadi... Hinata-chan." Ujar gadis cilik itu sambil menatap ke arah Hinata dengan rona merah di wajahnya.

"Y-Ya... tidak usah dipikirkan... umm..." mengerti maksud Hinata yang belum mengenalnya, gadis cilik itu segera berdiri tegak dan melompat di depan Hinata dengan senyum manis di wajahnya.

"Perkenalkan! Namaku Koharu Moegi! Senang bertemu denganmu, Hinata-chan!"

"Ya, salam kenal juga, Moegi-chan..." balas Hinata sambil memeluk Moegi karena tidak tahan dengan wajah imutnya.

Moegi yang ada di pelukan Hinata hanya bisa blushing tingkat tinggi sebelum tiba-tiba sebuah seringai nakal muncul di bibirnya.

Hinata yang tengah memeluk Moegi langsung dikejutkan dengan tindakan Moegi yang tiba-tiba memegang payudaranya dan meremas-remasnya dengan cukup keras, namun masih tergolong lembut.

"A-Ahhh..." desah Hinata sambil melepaskan pelukannya pada Moegi dan melihat kebawah, hanya untuk mendapati seringai nakal Moegi yang diarahkan padanya.

"A-Ahh... tolong le-lepaskan aku Moegi-chan... ahhh~" ujar Hinata di antara desahan-desahannya.

Moegi yang mendengar desahan dan permintaan Hinata, bukannya berhenti, malah semakin bernapsu dan melanjutkan kegiatannya.

Otomatis, dengan semua desahan-desahan ini, mereka berdua segera dikelilingi oleh murid-murid Youkai Gakuen yang entah sedang mimisan atau bahkan telah pingsan kehabisan darah.

"Aku sudah lama menantikan saat-saat ini, Hinata-chan... setiap aku melihatmu berjalan di halaman sekolah seorang diri... dan setiap aku melihatmu membantu orang lain... aku rasa aku telah jatuh cinta padamu, Hinata-chan..." bisik Moegi pada Hinata yang hanya bisa pasrah dan mendesah tidak jelas.

Belum sempat melanjutkan aksinya, tiba-tiba Moegi merasa kerah bajunya ditarik oleh seseorang dari belakang dan ditahannya di udara.

"Hm... walaupun aku sangat ingin mendengar desahan Hinata-chan, tapi aku rasa untuk saat ini kau telah berbuat cukup jauh, gadis kecil~"

Membalikkan badannya, Moegi langsung memasang wajah pahit saat ia melihat sosok pirang dengan jubah hitam bermotif awan merah yang belakangan ini tengah menjadi bahan pembicaraan terhangat di seluruh sekolah.

"Uzumaki Naruto, murid baru di Youkai Gakuen dan ketua baru dari SPC atau Akatsuki. Type monster tidak diketahui, asal-usul tidak diketahui, kepintaran di bawah rata-rata, fisik sangat jauh di atas rata-rata." Balas Moegi dengan nada dingin pada Naruto yang hanya dibalas dengan pandangan tertarik oleh Naruto.

"Walaupun kau seorang ketua dari Akatsuki, tidak berarti kau pantas bersanding dengan Hinata-chan, Uzumaki! Sekarang turunkan aku sebelum aku memaksamu dengan cara kasar!" teriak Moegi sambil mengayunkan tongkat sihirnya dan membuat beberapa sapu dari loker penyimpanan terdekat segera meluncur dengan cepat dari arah belakang Naruto.

Para murid yang melihat ini baru berniat untuk berteriak memperingati Naruto sebelum tiba-tiba seluruh sapu yang mengarah pada Naruto terbakar oleh api hitam yang entah muncul dari mana, membakar sapu dalam sekejap tanpa menyisakan abu sekalipun.

"Hm... itu trik yang cukup menarik, tapi tidak cukup untuk membantumu saat ini..." ujar Naruto dengan kalem.

Menyadari posisinya yang terdesak, Moegi segera menggigit tangan Naruto yang memegangnya dan saat Naruto dengan refleks melepas pegangannya pada Moegi, ia segera berlari sekencang mungkin dari Naruto dan Hinata.

'Uzumaki Naruto...! Kau hanya menjadi penghalang di antara cintaku dengan Hinata-chan! Secepatnya, kau akan segera ku singkirkan, Uzumaki!'

.

.

.

.

To Be Continued...

.

.

.

.

A/N : Terimakasih telah menyempatkan membaca, apalagi yang mau repot-repot review~
Mau minta pelukan gak, sini~? :*
Maaf kalau ngaco, dan semoga cukup memuaskan untuk saat ini.
OK, akhir kata, Keep Read and Review, Natsu D. Luffy out!
SEE YA!