Return Of The Legend
By : Natsu D. Luffy
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T+ (For now)
Genre : Fantasy, Adventure, Romance
Main Pair : Naruto x Hinata
Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), Overpower!Naruto, Slight Crossover.
.
.
.
.
Dalam hidupnya, Uchiha Sasuke menganggap dirinya orang yang penyabar. Ia memang tidak menyukai banyak hal, tapi itu bukan berarti ia membenci hal tersebut. Ia hanya tidak peduli. Ia tidak akan memperdulikan hal-hal tidak penting yang tidak merugikannya ataupun tidak menguntungkannya.
Tapi berbeda dengan hari ini.
Sejak keluar dari asrama laki-laki, ia telah diikuti oleh Sakura dan Ino yang terus bertengkar tentang hal-hal tidak penting dan sesekali menanyakan apa pendapatnya dalam hal yang mereka debatkan. Ia tidak peduli, sebenarnya. Tapi jika ia tidak menjawab, ia tahu Sakura dan Ino malah akan semakin berisik yang akan berakibat buruk pada indera pendengarannya.
Berjalan dengan mata menutup menahan amarah, tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang menabraknya diikuti dengan sebuah suara seperti benda jatuh.
Membuka matanya, Sasuke menaikkan salah satu alisnya saat melihat seorang murid berkepala botak, bertindik dan berpenampilan acak-acakan terjatuh di lantai sambil mengusap-usap kepalanya.
"Kuso… oy, teme! Kalau jalan yang ben-" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, murid di hadapan Sasuke tiba-tiba saja langsung memucat wajahnya saat ia menyadari dirinya hampir saja –telah setengah jalan- membentak Uchiha Sasuke, salah satu youkai kelas S di Youkai Gakuen.
Menawarkan senyuman gugupnya pada Sasuke, murid tadi cepat-cepat berdiri dan berlari menuju arah berlawanan hanya untuk kembali terjatuh saat dirinya menabrak seseorang –lagi.
"Brengsek! Perhatikan jalanmu, bo-" kembali, belum menyelesaikan perkataannya, murid tadi langsung memucat wajahnya saat sadar ia sedang berhadapan dengan Gaara, mantan ketua SPC yang kini telah turun jabatan menjadi wakil ketua Akatsuki.
"S-Sumimasen…" tertawa gugup sambil menggaruk kepala botaknya yang tidak gatal, murid itu akhirnya memutuskan untuk membuka pintu ruang kesehatan dan masuk ke dalamnya saat tiba-tiba ia lagi-lagi menabrak seseorang dan terdorong ke belakang beberapa langkah.
Membuka matanya dan berniat untuk langsung memarahi SIAPAPUN yang berdiri di hadapannya, murid tadi langsung menangis saat melihat bahwa yang berdiri di hadapannya adalah Uzumaki Naruto, ketua Akatsuki dan murid yang dirumorkan paling kuat di Youkai Gakuen.
"Kusoooo! Aku tidak peduli lagi!" teriak murid botak itu sambil menangis mengeluarkan air mata frustasinya dan melayangkan tinjunya pada Naruto.
30 seconds later…
"G-Gomenasai... Okaa-san… Otou-san…" tangis seorang murid botak yang tergeletak di lantai koridor dengan kondisi babak belur dan setengah sadar.
"Heh, apa-apaan si botak ini." Dengus Naruto sambil berjalan ke luar ruang kesehatan diikuti Shion, Hinata dan Hinata.
Heeeee?!
Mengusap-usap matanya dengan kedua kepalan tangannya, Sasuke menduga bahwa hal yang dilihatnya hanyalah halusinasi miliknya semata.
Tapi tidak.
Entah berapa kalipun ia mengusap matanya, dua sosok Hinata di hadapannya tetap tidak mau menghilang. Dan lebih parahnya lagi, setelah ia amati lebih teliti, ia baru sadar bahwa Hinata di hadapannya ini adalah wujud tersegel Hinata dan wujud Vampire Hinata!
Berencana untuk langsung meneriakkan isi pikirannya, Sasuke terpaksa menahan ucapannya saat Gaara telah menanyakan hal yang dipikirkannya terlebih dahulu.
"Ada apa ini, Naruto-sama? Kenapa Hinata-san menjadi ada dua?" Tanya Gaara datar sambil berjalan mendekato Naruto yang hanya tertawa gugup dan menggaruk-garuk kepalanya.
"E-Eheheheheh, y-yah… mungkin aku melakukan satu atau dua hal secara tidak sengaja dan hal satu memicu hal yang lain, hingga terjadi ini." Jawab Naruto gugup diikuti anggukkan Omote Hinata dan dengusan dari Ura Hinata.
"Jelaskan apa yang terjadi di sini dengan jelas, Dobe!" teriak Sasuke pada Naruto.
"Ya, aku memang baru saja akan menjelaskannya sebelum kau menggangguku, Teme!" balas Naruto yang kini di dahinya muncul urat-urat tanda kemarahannya.
"Siapa yang kau panggil Teme, Dobe?!"
"Ya, siapa lagi kalau bukan kau, Teme?!"
"Dobe!"
"Teme!"
"Dobe!"
"Temeeee!"
"Do-" menyadari kebodohan yang dilakukannya, Sasuke langsung menghentikan ejekan yang akan keluar dari mulutnya dan memperbaiki posturnya kembali ke mode cool miliknya.
"Baiklah, Naruto. Jelaskan apa yang terjadi. Sekarang."
Menghela napas panjang, Naruto hanya menganggukkan kepalanya dan mengisyaratkan pada Gaara dan Sasuke untuk mengikutinya kembali ke ruang kesehatan. Melihat Sakura dan Ino yang masih asik dalam perdebatan mereka, Sasuke langsung kabur secara diam-diam, meninggalkan pengganggu-pengganggunya di belakang.
Menunggu Sasuke yang berjalan di urutan terakhir masuk ke dalam ruang kesehatan, Naruto segera mengunci pintu dan menghampiri Gaara, Sasuke serta Ura dan Omote yang tengah duduk di pinggir ranjang yang berbeda.
"Baiklah, sebenarnya…" dan dimulailah penjelasan panjang lebar oleh Naruto diselingi beberapa pertanyaan dari Sasuke dan Gaara yang semuanya dijawab oleh Naruto dengan cukup lancar dan singkat.
"Hm… ini tidak baik." Ujar Gaara memecah keheningan.
Mengalihkan perhatiannya ke Gaara, Naruto menaikkah satu alisnya dan menanyakan apa yang Gaara maksud.
"Dua minggu dari sekarang, sekolah kita akan mengadakan acara tahunan di mana para orang tua murid akan datang ke Youkai Gakuen dan melihat perkembangan putra-putri mereka." Jelas Gaara sambil memejamkan matanya.
"Jika sampai orang tua Hinata mengetahui bahwa putri mereka telah 'terbelah' menjadi dua, ini akan menimbulkan masalah. Mereka bisa saja mengira salah satu dari Hinata sebagai tiruan yang dikirim oleh musuh klan Hyuuga untuk menghancurkan garis keturunan pemimpin klan, mengingat Hinata adalah pewaris sah klan Hyuuga." Lanjut Sasuke yang semakin membuat Naruto berkeringat dingin.
"Apalagi jika mengingat bahwa ayah Hinata adalah salah satu dari Dark Lords… kau harus cepat mencari jalan keluar untuk menggabungkan kembali Hinata, Naruto." ucap Gaara dengan tegas sambil mengambil posisi berdiri dan berjalan ke luar ruang kesehatan.
"Tunggu! Kau mau ke mana, Gaara?" seru Naruto sambil pada Gaara yang kini telah berhenti di depan pintu ruang kesehatan.
"Aku akan melaporkan hal ini pada Kepala Sekolah. Siapa tahu beliau tahu jalan keluarnya." Ucap Gaara sebelum akhirnya membuka pintu dan berjalan ke luar ruangan.
Melihat Gaara yang telah pergi, Naruto memalingkan wajahnya ke arah Sasuke hanya untuk mendapati Sasuke telah berpindah dari posisinya semula dan kini duduk di samping Ura Hinata.
"Hinata-san? Sudah lama kita tidak bertemu, apa kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke pada Ura Hinata dengan senyum menawannya.
"Jangan terlalu akrab denganku, Uchiha. Kau tidak sekelas denganku." Jawab Ura Hinata dengan nada dingin dan tajam yang menusuk hati, membuat bahkan Sasuke terjatuh di lantai sambil memegangi dadanya.
Di background, terlihat Naruto yang tengah menahan tawanya mati-matian sampai wajahnya berwarna biru.
Bangkit dari depresinya dan berjalan mendekati Omote Hinata yang terlihat tengah memikirkan sesuatu secara serius sambil memainkan kedua jari telunjuknya.
'Ho, taka da kertas rotanpun jadi hm, Teme?' batin Naruto sambil melihat Sasuke dengan tatapan tajamnya.
"Hinata-chan, apa kau baik-baik sa-"
"Sasuke-kun, ada yang ingin aku katakan." Mengedipkan matanya karena kaget kalimatnya dipotong oleh Omote Hinata, Sasuke akhirnya tersenyum lembut dan mempersilahkan Hinata untuk meneruskan perkataannya.
"Ada apa, Hinata-chan?" Tanya Sasuke dengan pandangan lembut pada Hinata.
"Sasuke-kun, sebenarnya…" menggantung kalimatnya, Hinata memainkan jari telunjuknya sejenak sambil sesekali melirik ke arah Naruto yang kini terlihat siap memukul Sasuke kapan saja.
"Tidak usah malu-malu, Hinata-chan, katakana saja…" ujar Sasuke sambil mengeluarkan aura bunga-bunga di sekitarnya yang membuat Naruto ingin membakarnya dengan Amaterasu.
"Maaf, Sasuke-kun, tapi sebenarnya kau bukan tipeku." Ucap Hinata tiba-tiba dengan sedikit nada menyesal.
'Ah!' lagi-lagi jatuh berlutut di lantai sambil memegani dadanya dengan ekspresi hancur, Sasuke hanya bisa pasrah saat mendengar tawa puas Naruto di background dan ucapan maaf yang diucapkan Omote berkali-berkali.
Ia ditolak bahkan sebelum ia menyatakan cinta!
"Heheheh, jangan sedih begitu, teme. Aku yakin Sakura atau Ino akan lebih dari senang untuk menjadi pusat perhatianmu." Ledek Naruto sambil berjalan mendekati Omote Hinata dan merangkul pundaknya, membuat Omote Hinata merona dan menyandarkan kepalanya di pundak Naruto.
'Ini tidak berguna, Hinata benar-benar sudah jatuh hati pada si Dobe ini…' batin Sasuke lemas sambil berdiri dan berjalan sempoyongan ke luar ruang kesehatan.
"Kau kejam sekali Omote, tidak kusangka kau memiliki jiwa sadis di balik wajah lugumu." Ledek Ura Hinata pada Omote Hinata yang hanya dibalas dengan juluran lidah oleh Omote Hinata sebelum akhirnya kembali memeluk Naruto.
"Yah~ karena sepertinya kalian memang sudah akrab, aku akan meninggalkan kalian berdua sejenak." Ujar Naruto sambil melepas rangkulannya pada pundak Omote Hinata.
"Kau mau ke mana, Naruto-kun?" Tanya Omote Hinata penasaran sambil melepaskan pelukannya pada Naruto.
"Err… hanya ada masalah kecil yang harus aku urus secepat mungkin, sesuatu tentang menjadi ketua Akatsuki, kau tahu… hahahaha…" jawab Naruto gugup yang menyebabkan Ura Hinata memandang Naruto dengan curiga.
"Baiklah, tapi cepatlah kembali, Naruto-kun. Kami akan menunggumu di kamar asrama kami." Ucap Hinata dengan senyum manisnya yang dibalas juga dengan senyum manis oleh Naruto.
"Sudahlah cepat pergi sana, Uzumaki. Kau merusak pemandangan dengan semua atmosfir cinta ini." Seru Ura Hinata tiba-tiba, membuat Naruto tertawa gugup dan berjalan menuju pintu keluar sambil melambaikan tangannya pada Ura dan Omote.
"Jangan sampai orang lain melihat kalian berdua bersamaan, Ura-chan, Omote-chan~ aku akan ke ruangan asrama kalian nanti malam~" ujar Naruto sambil menunjukkan sedikit rona merah saat dirinya merasa seperti seorang suami yang sedang berpamitan pada istri… atau istri-istrinya dalam hal ini.
Melihat pintu ruang kesehatan yang telah kembali ditutup oleh Naruto dari luar, Ura Hinata segera mengalihkan perhatiannya pada Omote Hinata dan memandanginya dengan pandangan serius.
"Omote, ada yang harus kita bicarakan…"
.
.
.
With Naruto…
Berjalan menaiki tangga menuju atap Youkai Gakuen, Naruto tidak terkejut saat dirinya mendapati Mikoto dengan pakaian kimono hitam miliknya tengah berdiri di tengah atap menunggunya.
"Apa maumu, Mikoto-san? Aku sudah tahu kau telah mengikutiku sejak pertarunganku dengan Nagato." Tanya Naruto sambil berjalan mendekati Mikoto.
"Selalu waspada seperti biasanya, Naruto-kun." Ujar Mikoto sambil tertawa kecil pada Naruto yang hanya diam dan terus menatap Mikoto.
"Tenang Naruto-kun, aku ke sini bukan untuk melawanmu, malah sebaliknya. Aku ke sini untuk memperingatkanmu." Lanjut Mikoto dengan nada serius.
"Memperingatkanku tentang apa?"
"Mei Terumi, pemimpin Hyakki Yakou penentang Dark Lords tengah menuju ke Youkai Gakuen dengan Hyakki Yakou miliknya." Jawab Mikoto menyebabkan mata Naruto membulat kaget.
"Dan apa hubungannya ini denganku?" Tanya Naruto dengan nada curiga.
Tertawa kecil pada dirinya sendiri, Mikoto kembali memandang ke arah Naruto dengan pandangan menggoda sebelum menjawab pertanyaan Naruto.
"Hubungannya sangat jelas, Naruto-kun. Mei Terumi adalah pemuja setia Juubi-sama, dan selalu percaya bahwa suatu hari Juubi-sama pasti akan kembali dan mengakhiri kekuasaan para Dark Lords yang telah merebut kekuasaan secara paksa dari Tengu-sama." Jawab Mikoto dengan seringai kecil di wajahnya.
"Dan kau, Naruto-kun, adalah penerus Juubi-sama. Aku menyadari hal ini dari youki istimewa milikmu yang bahkan lebih gelap dari milik Bijuu." Jelas Mikoto sambil membalikkan badannya dan melihat ke arah horizon.
"Di antara youkai dalam kelompokku, hanya aku yang dapat masuk ke dalam Youkai Gakuen karena kemampuanku berubah menjadi cahaya dan menembus Kekkai yang dipasang Hashirama-teme di sekitar sekolah. Tapi beda ceritanya dengan Mei Terumi. Ia adalah youkai Hagoromo Gitsune, satu-satunya jenis youkai yang bisa melepas Kekkai apapun tak peduli sekuat apa Kekkai itu. Ia bisa menghancurkan Kekkai pelindung Youkai Gakuen dan memimpin Hyakki Yakou miliknya untuk menginvasi Youkai Gakuen."
Mendengar penjelasan Mikoto, ekspresi Naruto langsung berubah menjadi ekspresi serius dan mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada dalam benaknya.
'Youkai yang bisa menghancurkan Kekkai? Jika sampai dia berhasil menghancurkan Kekkai di sekitar sekolah, maka ratusan atau bahkan ribuan youkai akan bebas masuk ke dalam sekolah. Satu-satunya pilihan yang tersisa hanyalah menghadapinya sebelum dia masuk ke wilayah Youkai Gakuen dan menyelesaikan apapun urusan kami saat itu juga.' Batin Naruto sambil mengaktifkan Rinnegan miliknya dan melihat kubah Kekkai yang melindungi seluruh wilayah Youkai Gakuen.
"Apa keuntunganmu memberitahukan hal ini padaku?" Tanya Naruto tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Mikoto.
"Fufufu, anggap saja ini sebagai hadiah karena telah berhasil mengalahkanku, Naruto-kun." Tawa Mikoto sambil membalikkan badan dan berjalan ke pinggiran atap.
"Sampai jumpa lagi, Naruto-kun." Dan dengan itu, Mikoto pun menghilang dalam kilatan partikel cahaya yang melesat ke luar wilayah Youkai Gakuen.
"Mei Terumi…"
.
.
.
Headmaster office, Youkai Gakuen…
Berdiri menghadap salah satu jendela besar di belakang meja kerjanya, Hashirama menatap jauh ke cakrawala di mana dapat ia lihat sesuatu bagaikan awan badai perlahan mendekat ke arah sekolahnya.
"Aku tidak mengira akan secepat ini, tapi sepertinya era kekuasaan kita hampir mencapai akhirnya, Hiashi, Madara." Gumam Hashirama pada dirinya sendiri.
Mengeluarkan sebuah kertas berbentuk orang-orangan dari jubahnya, Hashirama langsung melemparnya ke udara dan merapal sebuah mantra sebelum akhirnya kertas tadi terbakar dan berubah bentuk menjadi seekor burung phoenix kecil yang melayang di hadapan Hashirama.
"Tolong pada Madara bahwa ramalan Tengu telah terjadi, sang anak dalam ramalan akan segera datang padanya dan merebut kembali apa yang menjadi haknya sejak awal. Katakan padanya bahwa… akulah yang pertama akan turun dari tahta kotor ini." Ucap Hashirama pada phoenix didepannya yang hanya menganggukkan kepalanya sebelum menghilang dalam pusaran api.
"Hashirama-kun, apa ini tidak apa-apa?" Tanya Mito yang baru saja memasuki kantor dan langsung berjalan ke samping Hashirama.
"Apa yang kau bicarakan Mito-hime? Inilah saat yang kutunggu-tunggu. Saat penebusan dosaku…"
.
.
.
Meanwhile…
Menaiki awan badai dan berjalan dengan cepat menuju Youkai Gakuen adalah Hyakki Yakou pimpinan Mei Terumi. Dengan awan badai yang amat besar ukurannya, dengan mudah menampung ribuan youkai bawahannya, Mei Terumi memandang ke arah Youkai Gakuen dengan senyuman di wajahnya.
"Sepertinya anda terlihat sangat senang hari ini, Mei-sama." Ujar salah satu youkai berambut hitam jabrik dengan perban yang menutupi bagian hidung dan mulutnya yang berdiri di samping kanan Mei.
"Tentu saja aku sangat senang, Zabuza. Setelah ribuan tahun menunggu dan menunggu, akhirnya hari ini datang juga. Hari di mana kita akan bertemu dengan penyelamat kita… sama seperti yang diramalkan Tengu-sama." Balas Mei dengan nada ceria pada salah satu youkai kepercayaannya, Zabuza.
"Apakah orang ini memang sangat kuat sampai-sampai anda harus ikut datang untuk merekrutnya, Mei-sama?" Tanya seorang youkai berambut hitam panjang dan berwajah feminim dengan kimono yang berdiri di samping kiri Mei.
"Jika ditanya kuat atau tidak, tentu saja dia kuat. Pertanyaannya adalah, apakah dia cukup kuat untuk melawan Dark Lords atau tidak, Haku. Dan karena inilah, kita semua yang akan mengetesnya sendiri, mengingat kita sudah pernah menghadapi Madara sebelumnya. Dan jika dia memang orang yang pantas, maka kita tidak akan merekrutnya, Haku." Jawab Mei sambil terus tersenyum, tak menyadari ekspresi bingung yang muncul di wajah Haku.
"Tapi Mei-sama, jika dia memang orang yang anda tunggu-tunggu selama ini, lalu kenapa kita tidak merekrutnya?"
Melebarkan senyumannya dan meletakkan telapak tangan kanannya di dada kirinya, Mei mengangkat kepalanya dan menghadap ke langit Makai.
"Haku, kau seharusnya sudah mengerti bahwa… tidak ada youkai yang berani menghadap Raja Makai untuk merekrutnya, dan hidup untuk menyesali perbuatannya…"
.
.
.
To Be Continued…
Youkaipedia :
Hagoromo Gitsune
Hagoromo Gitsune adalah siluman rubah yang biasanya hidup dalam tubuh manusia atau youkai lain sebagai inangnya. Jika tubuh inangnya dibunuh, Hagoromo Gitsune akan melepaskan diri dari tubuh inangnya dan akan terlahir kembali beberapa tahun kemudian. Jumlah ekor Hagoromo Gitsune selalu bertambah setiap dirinya mengalami reinkarnasi. Di setiap ekornya, Hagoromo Gitsune menyimpan senjata pusaka yang dinamai berdasarkan nama Bijuu dari ekor 1 sampai 7. Kemampuan khusus yang dimiliki Hagoromo Gitsune adalah kemampuannya untuk menghancurkan, menghilangkan ataupun mencabut Kekkai tanpa terkena dampak negatif apapun.
A/N : Yah~! Chapter pendek, untuk loncatan chapter depan yang pastinya penuh scene war. Maaf juga karena update yang lama, jujur aja, kemarin-kemarin habis UN sempat kena WB gara-gara main Game On~ gomen~
Nah, semoga untuk selanjutnya bisa update lebih cepat. Pair sudah ditentukan, tapi tidak akan saya umumkan untuk sementara. Mungkin 2 atau 3 chapter lagi bakal kelihatan.
Seperti biasa, saran, kritik, pujian atau tanggapan apa saja, silahkan curahkan di kolom review~
Akhir kata, sampai di sini dulu, sampai jumpa di chapter depan~!
Update selanjutnya : The Cursed Eyes of Hatred
SEE YA!
Natsu D. Luffy
