Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*

CHAPTER 5

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

Star Guess: Lee Soo Man as Pimpinan tertinggi.

Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baeki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#

SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..

DON'T LIKE DON'T READ.

Nggak mau banyak ngoceh langsung ja mulai ceritanya. . . enjoy!

"Ayo Minnie-hyung. . kau harus mengurangi lemak yang bersarang di dalam tubuhmu itu. . sejak ada D.O di rumah kau selalu makan terus kalau kau kelebihan lemak dalam tubuh terus diabetes terus terkena penyakit obesitas dan hypertensi akhirnya harus stroke gima—"

"STOOOPP, woi! Kau ini sebenarnya mau membantuku apa gimana sih dari tadi kok ngomongin penyakit mulu. Bikin nggak mood tahu nggak"

Ternyata Chen dan Xiumin sedang lari pagi karena paksaan Chen pada Xiumin yang harus segera menurunkan berat badannya. Oke mungkin Xiumin tidaklah terlalu gendut tapi tubuhnya terlalu berisi dan itu membuatnya terlihat ehm. . seksi.

"Kan hyung sendiri yang memintaku untuk membantu hyung? Sekarang kok akunya yang dimarahin?" Tanya Chen sok ngambek.

"Ya habis aku kan sudah lelah, tidak bisakah aku istirahat sebentar. . dari rumah kesini itu sangatlah jauh. . mungkin kalau aku sendirian kesini bisa kesasar . ." ujar Xiumin dan kini dia sudah duduk di salah satu bangkus sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang dia bawa, disampingnya sudah ada Chen yang sepeti asistennya selalu siap untuk mengipasi Xiumin.

"Tadi Suho hyung kemana aku bangun kok sudah nggak ada?" Tanya Xiumin sambil relaks dan mengalihkan mode pembicaraan.

"Mungkin ke pasar sama D.O? mereka seperti apa ya? Mungkin anak-ibu yang sama hobinya , , belanja" jawab Chen.

"Seenggaknya dengan adanya D.O, Suho-ahjuma bisa melupakan sedikit masalah soal Sehun, " gumam Xiumin.

"Bukannya malah bikin kangen ya? Kemarin saat aku makan malam bersama dengannya. Suho ahjuma terlihat sangat sendu dan makin merindukan si bocah cengeng itu. . aku nggak tahu kenapa Suho-ahjuma sedih?" jelas Chen.

"Sudah jangan sok tahu, ayo kita lanjut program menghilangkan beberapa lemak ini. . " ujar Xiumin dan kini dia sudah menggandeng Chen agar mengikutinya. "Hah? Beberapa? Itu banyak hyung!" beo Chen.

"Sikureo!" potong Xiumin.

". .—Hunnie ayo pul—. . " Chen hanya menatap pada orang yang sepertinya sedang memanggil sesorang sebenarnya dia adalah Lay tapi dia belum tahu. Karena mendengar seperti dia memanggil nama Sehun, Chen hanya teridam sebentar dan membiarkan Xiumin berjalan duluan.

"Eh?" Xiumin sadar kalau Chen sudah tidak ada di belakangnya, dia melihat Chen yang melongo sambil menatap orang yang sangat cantik menurutnya.

"Sudah matanya jangan dibuat jelalatan!" Xiumin yang nggak terima pun akhirnya menarik tangan Chen agar segera menjauh dan tidak lagi menatap orang cantik itu.

"Kenapa sih hyung? Aku tadi itu merasa ada yang aneh dengan orang itu!" jelas Chen sambil pasrah ditarik Xiumin.

"Iya tapi ngeliatnya gak usah lama-lama kenapa?" Tanya Xiumin sewot.

"Emangnya kenapa kalau aku melihatnya hyung? Kan nggak ada hubungannya sama hyung?" Tanya Chen polos *sok sebenarnya*.

Xiumin hanya diam dan tidak berani menjawab maupun menatap orang yang berstatus lebih muda darinya itu. Chen yang bingung dengan sikap hyungnya itu akhirnya mulai paham.

"Ah hyung jangan-jangan cemburu ya?"

". . . ."

"Hyung?" Chen mulai membalikkan tubuh Xiumin Dengan memegang kedua lengannya.

Xiumin hanya terdiam menatap Chen penuh arti, Chen yang tidak tahu apa-apa itu juga terdiam menatap hyungnya. Jangan-jangan dia memang beneran marah pada Chen. Kalau sudah begini kan Xiumin susah untuk dibujuknya.

Mereka berdua tetap dalam keadaan terdiam satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.

Suho dan D.O pulang membawa beberapa belanjaan, ternyata mereka habis belanja untuk keperluan pagi ini. Biasanya mereka bergiliran tapi kali ini sebenarnya tugas Suho tapi D.O bilang ingin menemaninya.

Mereka memasuki rumah yang memang kosong itu, mereka belum tahu kalau Chen dan Xiumin pergi soalnya sebelum mereka pergi mereka berdua *Chen dan Xiumin* masih tertidur.

"Kemana mereka?" Tanya D.O pada Suho yang sudah mendahuluinya di dapur.

"Mereka pergi untuk jogging nanti pulang jam 8. ." ujar Suho dari dalam dapur.

'Wah dia memang benar-benar bisa membaca pikiran orang seperti peramal' ujar D.O dalam hati karena mereka berdua sama-sama tidak diberitahu tapi Suho sudah mengetahuinya.

"Dari mana hyung tahu?" Tanya D.O sambil menyusul Suho di dapur.

"Nih mereka ninggalin ini di depan kulkas. . "

yahh GUBRAAK kirain tahu kekuatan pikiran malah tahu karena sebuah nota.

"Oh ya D.O-ah. . kau santai saja hari ini, tema hari ini adalah masakan special dariku, jadi kau duduk diam saja ya? Jangan ikut masak!" ujar Suho.

"Tapi hyung—"

"Ani. Tidak ada tapi-tapian."

Akhirnya D.O hanya nurut dan dia hanya diam di sofa sambil melihat acara tv yang entah apa itu.

"Kenapa ya?"gumam D.O pada dirinya sendiri.

'Hari ini ada berita perampokan di toko berlian 'BLINK JEWELS'. Perampokan ini tergolong tidak biasa karena sang perampok sudah mengirim surat bahwa dia akan mengambil seluruh barang berharga. Pemilik-pun sudah mengadakan pengawalan ketat dari dalam dan luar area. Tapi nyatanya perampokan ini masih bisa terjadi dan perampok yang mengirim surat itu menamai dirinya dengan sebutan 'KKAMAN'. .. '

Ternyata D.O sedang melihat berita, tapi dia hanya menatap malas tv itu, toh berita itu tidak hubungannya dengan dia. Akhirnya dia mengganti chanelnya.

'Bagaimana perasaan anda bisa bermain dalam film terbesar tahun ini bersama Park Chanyeol? Apa perasaan anda?' sepertinya ini suara dari sang penanya. dan di tv terpampang seperti acara konfrensi pers untuk promosi film yang akan mereka rilis.

'Yah saya cukup tersanjung apalagi setelah melihat langsung Chanyeol-ssi ternyata orangnya sangat totalitas dan lagi dia sangat ramah terhadap saya. . '

"hahh~ acara infotainment . ." keluh D.O dia mengganti lagi tv itu .

Kita intip Suho di dapur yuk!

Suho sedang mengiris beberapa sayuran menjadi bagian lebih kecil dan menunggu air di panci masak. Dia sedang membelakangi pintu masuk dari arah dapur.

Sesekali terdengar isakan, Suho sedang. .

Dia sedang. ..

Menangis.

Oke mari kita cek di sekitar sana, tidak ada bawang yang terlalu dekat dan bisa mengganggu indra penciuman itu, tidak ada kecoak yang sedang mendekatinya dan disana tidak ada seorang pun yang sedang menyakitinya jadi ada apa sebenarnya?

Suho beberapa kali mengusap air matanya itu, namun karena terlalu banyak terkadang air mata itu meluncur mulus melawati pipi putihnya dan jatuh kebawah.

"Ahjumaaa. .D.O-ah .. . kami pulang!" teriak Xiumin seperti biasanya mulai mengganggu indra pendengaran a.k.a telinga.

"Wah, hyungdeul. . kalian habis lari pagi kemana saja?" Tanya D,O menyambut mereka berdua, Xiumin sangat bersemangat sementara Chen di belakang sangat lemas, terakhir kali kita lihat Chen yang semangat dan Xiumin yang lemas kenapa sekarang terbalik ya?

"Ah Xiuminnie-ah. . kebetulan sarapannya baru saja selesai!" ujar Suho yang muncul dari dapur sambil tersenyum dan membawakan beberapa masakan yang terlihat hijau sekali.

"Ahjuma apa itu?" Tanya Xiumin penasaran.

"hari ini karena hari spesialku jadi aku yang masak, dan menunya terserah aku. . . maka tema untuk menu hari ini adalah 'Go Green' itu artinya seharian ini kita makan sayuran yang ada daun hijaunya. ." jelas Suho membuat XIumin melongo nggak percaya dengan apa yang terjadi.

"Suho-ahjuma~! Kau jahat sekali padaku. . ! D.O-ah kenapa bukan kau yang masak dan masak yang enak-enak.?" Tanya Xiumin nggak terima sambil mulai mengguncang-ngguncang bahu D,O yang nggak tahu apa-apa itu.

"Aku tahu Minnie-ah kau harus menjalani program diet ya kan Chen? Ini semua adalah saran darinya lho. . " ujar Suho.

Xiumin hanya menatap Chen tajam. Seperti berkata 'mengapa-kau-lakukan-ini-padaku?'

Karena capek dan sangat lapar akhirnya dengan *sangat* terpaksa Xiumin memakannya, D.O dan Chen sih biasa aja.

"Emh~! Ini enak juga.. tumben ahjuma memasaknya pas dan enak sekali . . walaupun ini adalah sayuran tapi aku merasakan sedang makan daging*?*" ujar Xiumin dan Suho hanya tersenyum manis karena telah dipuji.

"Wah benar . . ini enak asin dan gurihnya pas sekali. . apa kau punya ramuan rahasia?" Tanya Chen.

Suho makin mengembangkan senyumnya tapi mulai terselip senyuman aneh disana.

"Jadi karena kau punya ramuan rahasia itu kau tidak membolehkanku ikut masak , , tenang saja hyung aku punya resepku sendiri. . dan masakan hyung kali ini adalah yang terenak yang pernah kumakan.. " puji D.O. Suho hanya tersenyum singkat kemudian dia menundukkan wajahnya.

Xiumin menyadari perubahan ekspresi Suho mungkin Xiumin tahu kenapa alasannya.

Suho mulai teringat saat dia menangis di dapur tadi tidak sengaja air matanya yang tidak sempat di usap jatuh kebawah dan terkadang itu ada di bumbu dan terkadang itu jatuh langsung ke dalam panci kecil itu. Jadi yang mereka maksud dengan ramuan itu adalah air mata Suho. *buat para readers don't try this at home|Shee: yaiyalah bukannya enak malah buat keracunan aja #peace|*.

Setelah sarapan. Chen dan D.O sedang asyik nonton tv berdua, emang kalo nonton tv sendiri itu boring beda kalau nontonnya dengan orang lain.

Sementara Suho dan Xiumin sedang mencuci piring di dapur.

"Memangnya apa sih yang membuat ahjuma sedih, bukannya harusnya sekarang ahjuma senang karena sudah bertemu dengan D,O?" Tanya Xiumin.

"Aku senang bertemu dengan D.O karena dia adalah anakku, tapi sekaligus aku juga sedih. Coba kau bayangkan bagaimana perasaanmu jika kau adalah seorang umma dari anakmu tapi anakmu tidak mengingatmu dan malah memanggilmu hyung seperti halnya kau adalah orang lain yang tidak ada keistimewaan dalam hidupnya. ." ujarnya tanpa menoleh dan tetap mencuci piring.

"Chen-ah! Kemarilah aku ingin bicara denganmu . ." panggil Xiumin, akhirnya Chen meninggalkan D.O.

"Wae hyung?"

"Aku sudah tahu apa yang membuat Suho-ahjuma sedih. .. "

"Hah? Memangnya apa hyung?"

Xiumin menoleh ke kanan-kiri soalnya mereka sedang bersembunyi dan mencari tempat yang tidak ada orangnya.

"Ini karena D.O, kau tahu kan D.O memanggil Suho-ahjuma apa? Dia memanggilnya Hyung. . sebagai seorang eomma mungkin itu rasanya sangat menyakitkan. ." bisik Xiumin. "Aku tidak terima. . bagaimanapun aku itu terlalu sayang sama Suho-ahjuma tidak akan kubiarkan orang imut itu menyakiti ahjuma. . !" ujar Xiumin be res-es *?* ( biasanya berapi-api? Tapi itu untuk Chanyeol hahaha).

"Hahh~ mulai lagi deh. . persaingan orang imut. . ! hyung~ ingatlah umurmu, kalau D.O masih pantas dia lebih muda dariku. . sedangkan kau?" tenyata ucapan Chen diacuhkan dan dia ditinggal pergi.

Kenapa mereka bisa balik lagi kayak semula bukannya tadi Xiumin ngambek sama Chen ya? Ikuti saya yuk!

Flashback

"Ah hyung jangan-jangan cemburu ya?"

". . . ."

"Hyung?" Chen mulai membalikkan tubuh Xiumin Dengan memegang kedua lengannya.

"Pabboya! Kalau kau lama-lama memandangnya aku keburu lapar tahu. . aku ingin makan masakan D.O setelah ini, setelah berlelah-lelah dahulu berkenyang-kenyang kemudian. . hahahaha!" Xiumin mulai tertawa aneh. Dia berjalan mendahului Chen. "Sudah ah ayo cepat kita pulang!" ajaknya.

Chen hanya terdiam sedih. "Kenapa hyung bilang begitu?" teriak Chen.

'Kupikir inilah saatnya kau menganggapku, hyung. ternyata kau masih menganggpku seperti anak kecil yang tidak pantas untukmu. . ' gumam Chen dalam hati.

Sementara Xiumin yang sudah ada di jauh depan 'Tidak mungkin kan aku bilang kalau aku cemburu padamu? Kitakan tidak ada hubungan yang seperti itu. .' ujar Xiumin dalam hati.

Flashback End.

"Sehunnie!. . kenapa sih kau begitu egois dan labil, dan kenapa keegoisanmu harus berakhir dengan meninggalkan eommamu ini? Mungkin saat ini yang paling mengerti eomma adalah kau, walaupun kau radak nggak beneh kau satu-satunya anak eomma yang memanggilku dengan sebutan eomma. ."ratap Suho dia sedang sendiri dalam kamar.

"Hei kau om-om tua keluarlah!" teriak Suho berharap orang itu a.k.a Lee Soo Man pimpinan tertinggi dan orang yang memberi perintah keluar untuk memberikan petunjuk dimana Sehun berada.

"Kenapa saat tidak dibutuhkan kau tiba-tiba muncul dan saat dibutuhkan kau tidak ada hah? Apa maumu?" ujar Suho.

"Itu karena kau membutuhkannya untuk hal yang tidak terlalu penting. ." akhirnya sang pimpinan pun keluar dan ada dibalik punggung Suho.

"Bagaimana mungkin kau bisa membuatnya menjadi asistan klub mu hah? Kudengar dia tidak pernah memihak klub manapun sejak semester awal . .?" ternyata sedang ada perkumpulan beberapa namja nggak jelas teman-temannya Kris.

"Saat dia mulai ku beritahu tugas-tugas yang ada di klub basket dia mulai tertarik dan dia selalu ada di sampingku . . menguntungkan sekali ada dia. . dan aku bisa bernafas lebih lega sekarang, karena tidak ada yeoja yang mengerubutiku. ." ujar Kris sok santai.

"Apa dia benar-benar jatuh ke tanganmu ya?" tanyanya lagi.

"Mungkin saja dia tidak bisa menolak pesonaku. ." ujar Kris, sungguh kalau Sehun mendengar saat ini mereka tidak akan selamat dari amukannya, itu juga kalau dia masih bisa mengendalikan angin tanpa simbolnya. "Sebentar lagi aku ada pidato pembukaan Klub untuk semester depan dan pengembangan planning. ." ujar Kris yang segera meninggalkan gerombolan itu.

Di lorong.

"Dari mana saja kau hah? Semua orang termasuk aku mencarimu dari tadi?" tiba-tiba Lay menjajari langkah kaki Kris dan mereka sedang berjalan bersama, kalau Kris bos maka Lay adalah sekertarisnya.

"Tidak usah terlalu terburu-buru itu tidak baik. ." ujar Kris santai.

"KYYAAAA! KRIS-OP—" suara para yeoja itu terhenti ketika melihat Lay ada disampingnya dan yeoja yang hendak mengerubuti Kris seperti biasanya pun langsung terdiam kaku. Merasakan hawa tidak enak dari Lay. Kris hanya tersenyum dalam hati dan diluarnya tetep stay cool.

"Aku mulai risih dengan suara mereka! Apa selama ini kau tidak risih. .? kulihat kau hanya tersenyum. apa benar kau bisa menikmati kekaguman mereka itu?" Tanya Lay.

"Tidak juga, tapi apa yang bisa kulakukan selain tersenyum, kalau aku memarahi mereka pasti keesokannya mereka akan lebih dan lebih lagi, jadi aku hanya bisa senyum dan mereka akan melakukan hal yang sama setiap hari tidak akan ada yang berlebihan selama aku juga tidak berlebihan. ." jawab Kris bijak.

"Apa membawaku ada disampingmu itu hal biasa?" Tanya Lay lagi.

"Kau tidak membawa sepedamu lagi?" Tanya namja imut pada Sehun, namja imut yang dulu ditabraknya dan sekarang meminta syarat supaya memanggilnya gege 1000 kali dan sehun akan mengetahui namanya.

Mereka berdua sedang duduk-duduk di pinggir jalan yang rindang sambil menikmati minuman dingin mereka.

"Kenapa sih setiap ada kau, pasti terasa ada angin disekitar sini?" Tanya namja itu yang sebenarnya namanya adalah Luhan. Kalau diperjelas lagi, dia adalah hyung Sehun yang dia cari andaikan dia bisa merasakan dan mengetahui namanya.

Tadi Sehun sengaja menunggu di tempatnya bekerja, karena malu dengan jiejienya akhirnya dia memilih tempat lain.

"Gege-ah. . bisakah kau menunjukkan sekolah disini padaku?" Tanya Sehun kalem. Logat ini berbeda dengan yang digunakan dengan Lay dan orang-orang lain.

"Memangnya kenapa? Aku tidak bersekolah disini, jadi aku tidak tahu sama sekali. . " ujarnya.

"Bagaimana kalau kita sama-sama cari tahu. .?" usul Sehun dengan seringaian anehnya.

"Ayolah gege! "

"Aniyo! Aku tidak mau tiba-tiba diusir dari sini , , emh. .siapa namamu? "

"Namaku Oh Sehun"

"Umur?"

"Kata eommaku kira-kira 17-18 lah. . ."

"Baiklah Sehunnie tolong berhentilah memikirkan hal yang aneh. . dan aku tidak mau masuk ke sekolah ini. ." ujar Luhan.

Karena permintaan Sehun tentang mengetahui dalamnya sekolah di bumi akhirnya mereka berdua sudah ada di depan sebuah SMA yang cukup bagus.

"Ayolah Gege, lagipula ini sudah waktunya mereka pulang paling-paling sudah tidak ada orang di dalam. ." paksa Sehun.

"Kalau ada yang ekstra bagaimana? Pasti mereka ada di kelas kan?" jelas Luhan.

"Hah? Emangnya Ekstra itu apa? Sudahlah pokoknya kalau aku kepengen tahu harus dipenuhi saat ini juga!" kali ini Sehun langsung menarik Luhan masuk kedalam sekolah itu walau terkadang Luhan menarik Sehun dari belakang pertanda dia tidak mau.

~0~

"Kalau di China sama sih kayak gini tapi mungkin radak berbeda sedikit. . "Gumam Luhan sambil melihat ruangan-ruangan kelas yang ada di sekolah itu.

"Eh? Kok disana ada satu murid sih? Apa dia belum pulang?" Tanya Sehun kemudian dia menghampiri murid itu.

"Sehunnie. . tunggu jangan sembarangan ah!" Luhan mencoba mencegahnya tapi tetap saja Sehun mendekati murid SMA itu.

"Annyeong~. . " sapa Sehun dan Luhan barengan tapi beda nada.

Namja itu menoleh sebentar kemudian berbalik merapikan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.

"Mianhamnida. . . dia ini masuk sembarangan, kami hanya ingin melihat-lihat saja. . " ujar Luhan meminta maaf.

"Ne, kalau kalian sudah selesai keluarlah jam 5 sekolah akan di tutup, . ."ujar namja itu kemudian dia bergegas pergi meninggalkan Sehun dan Luhan.

"Kau mau kemana ada kegiatan ekstra kah?" Tanya Luhan. Namja itu berbalik sebentar.

"Aku mau pergi menunggu bis di halte depan. . sebenarnya aku ini seorang trainee dan sekarang aku mau latihan sudah ya?" ujarnya dan dia benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua.

"Gege. . trainee itu apa?" Tanya Sehun sedangkan dia tidak mengerti apapun yang diucapkan namja itu.

"Emh.. . apa ya? Mungkin kayak calon artis dan mereka masih dalam pelatihan . . kalau nggak salah sih artinya gitu. ." jelas Luhan sambil memikir-mikir ulang.

Sehun mulai tersenyum aneh. Tapi sayang Luhan tidak menyadarinya.

"Ayolah mumpung kita sekarang sudah masuk, mari kita lanjutkan 'journey in the school'. .." ujar Luhan semangat. Luhan sudah keluar tapi Sehun tidak mengikutinya.

"Sehunnie? Kau kenapa diam begitu..?"

"Gege—. . ."

"Kau ini sebenarnya maumu apa sih?" kini Luhan sudah menahan emosinya yang sedari tadi dia tidak keluarkan.

Mereka kini berada dalam bus. Salahkan rasa penasaran Sehun dan keinginannya yang harus dipenuhi hingga membuat Luhan menurutinya. Sehun mengikuti namja yang ada di kelas tadi menuju tempat trainee. Dan mereka berdua dalam 1 bis, namja tadi ada di depan mendengarkan music dengan headphone dan ada di bangku depan, sedangkan Sehun dan Luhan ada di kursi belakang.

"Tadi kau ingin tahu bagaimana keadaan sekolah sudah kuturuti tapi kau sekarang meminta yang lain . .kalau bukan karena ahjumamu sudah kutinggal kau sekarang. ." ujar Luhan marah.

"Ani, bukan Cuma itu saja. Sejak gege bilang gege ingin dipanggil gege 1000 kali berarti itu pertanda bahwa aku harus sering-sering bertemu gege dan memanggil gege kan?" ujar Sehun watados.

"Hahhhh~ capek deh kalau harus berdebat denganmu. ." keluh Luhan dan akhirnya dia hanya bisa menuruti Sehun dan sekarang dia hanya menatap kearah pemandangan di luar jendela.

Tidak berapa lama namja itu turun di sebuah halte Sehun dan Luhan mengikutinya dari belakang.

Mereka memasuki gedung yang cukup megah, mungkin ini adalah salah satu agen yang terpercaya di sini.

"Wahhh! Disini sangat ramai!" teriak Sehun seperti anak kecil dia berlarian melihat disetiap bagian dan Luhan hanya melihatnya dengan pandangan 'kekanak-kanakan'. Tapi itu yang membuatnya Lucu.

"Tunggu Sehunnie! Jangan kesana itu tempat trainee untuk Girlba—" belum selesai Luhan ngomong Sehun udah sampai di lorong yang hampir didominasi oleh warna terang yang itu artinya kebanyakan disana adalah cewek. Dan itu khusus untuk Girlband.

Dan banyak cewek-cewek keluar dari salah satu pintu karena Sehun sudah jauh jadi yang terlihat Cuma Luhan saja.

"Wah imutnya! Kau trainee baru ya disini? Salam kenal panggil aku eonni saja ya?" terlihat banyak yeoja yang mengerubutinya dan ada yang bersalaman dengannya.

"Tapi dari penampilanmu sepertinya kau ber-image tomboy tapi tidak pantas dengan wajah imutmu. . " sahut yeoja yang lain.

"Mianhae Noona tapi aku—"

"Wah memang perusahaan kita tidak pernah salah dalam memilih calon artis ya?" ujar salah seorang yeoja memotong perkataan Luhan dan yang lain hanya mengiyakan.

"Gege?" Sehun clingak-clinguk karena dibelakangnya sang gege tidak ada. Dia melihat sekumpulan yeoja yang sedang mengerubuti gegenya, karena tidak tahan akhirnya Sehun ambil tindakan 'mari-mengambil-kembali-gegenya-dari-para-yeoja-aneh'.

"Heh! Kalian minggirlah!" mendengar ada suara angker milik Sehun akhirnya semua yeoja itu mulai menjauhi Luhan dan memberi jalan untuk Sehun di lorong itu.

"Jangan ganggu gege-ku!" ujar Sehun dan langsung menarik Luhan agar menjauhi tempat itu dan para yeoja itu.

Sedangkan para yeoja itu melongo heran, bukan! Mereka bukan terkagum-kagum pada Sehun tapi mereka shock karena orang yang dikira yeoja tadi dipanggil dengan sebutan gege dan itu artinya dia namja.

"Hah? Jadi dia namja, omona! Tadi aku suruh panggil eonni!"

"Tapi kayaknya mereka berdua cocok deh!"

"Iya saling melindungi, the perfect couple"

Oh abaikan omongan para yeoja yang menjadi fujoshi dadakan, akibat melihat langsung moment HunHan. *author juga pengen!#mupeng*

"Chanyeol-ssi sedang apa kau disini? Bukannya seorang bintang besar tidak akan datang ke tempat traineenya ya?" gurau seorang teman yang dulu pernah jadi teman seperjuangan Chanyeol saat di trainee, dan beruntungnya Chanyeol dia mengalami masa debut lebih dulu.

"Ah, kau ini dari dulu bisa saja!, jangan mengarang, inikan juga tempat latihanku jadi wajarlah aku disini. " jawab cowok tinggi yang dikenal dengan nama Park Chanyeol.

"Oh ya kudengar kemarin ada seseorang yang baru direkrut dan dia berasal dari sekolah yang sama denganmu, mungkin dia temanmu tapi aku tidak tahu dia kelas berapa?" ujarnya memberi tahu.

"Jjinjayo? Aku ingin tahu dimana dia?" Tanya yeol pada temannya. Dan akhirnya mereka berdua menuju salah satu ruangan untuk trainee baru.

"Kau masih mengingatku ha?" Tanya namja yang tadi diikuti Sehun dan Luhan pada Chanyeol.

"Jadi ada angin apa sampai kau mengikuti trainee di sini?" Tanya Chanyeol to the point.

"Aku? Aku fans beratmu! Apa tidak boleh aku jadi fansmu kau kan sekarang bintang besar jadi wajar kalau kau mempunyai fans yang selalu mengikutimu kan?" ujar namja itu panjang lebar.

"haha. . berhentilah bercanda hyung, dulu waktu kutawari kau tidak mau tapi tiba-tiba kau masuk kesini sendirian. ." ujar Chanyeol sambil tertawa kaku.

"Kalaupun aku masuk disini dan itu adalah karena aku ada hubungan denganmu aku tidak akan puas. . selain jadi penyanyi aku punya tugas lain yang seperti dari kecil ada padaku. ." jelas namja itu.

"Memangnya apa hyung? Tapi hyung juga yang berjasa sampai membuatku bisa diterima dan hanya dalam beberapa bulan aku bisa debut. . hyung banyak membantuku di kelas. . hyung juga yang—" Chanyeol tidak sempat melanjutkan kata-katanya.

"Aniyo! Aku tidak pernah melakukan apa-apa . . kau yang berlebihan sudah jangan mengganggu jadwal latihanku. ." ujar namja itu sok sibuk.

"Hah? Harusnya aku yang bilang seperti itu Byun Baek-hyung!" teriak Chanyeol.

"Gege-ah! Bagaimana ini? Apa nanti kita bisa pulang?" Tanya Sehun soalnya mereka daritadi hanya mengelilingi gedung ini tapi tidak menemukan namja yang dari awal mereka ikuti.

"Salahmu! Kau juga mau seenaknya kau pulang saja sendiri!" ujar Luhan.

"Gege tidak tahukah kau bahwa aku ini orang yang mudah tersesat. .?" ujar Sehun sok manja. Biasa itu jurus andalannya yang sering dia gunakan pada Lay. Namun sepertinya Luhan (berpura-pura) tidak menghiraukannya.

"Kau tahu kenapa aku tinggal dengan ahjuma. Itu karena aku tersesat dan tidak bisa kembali ke eommaku. ."

Mendengar itu Luhan langsung membalikkan badannya dan menatap dalam Sehun.

"Maksudmu apa?" Tanya Luhan menelisik.

"Jadi gini sebenarnya, aku dulu kabur dari rumah karena tidak dihiraukan eomma. Niatnya sih mau sampai 1-3 hari tapi nyatanya aku tidak bisa pulang dan bertemu ahjuma yang baik, karena dia cantik dan mirip eomma jadi aku panggil saja ahjuma. . jadi tolong jangan tinggalkan aku. . " ujar Sehun memelas. Soalnya dia nggak tahu kalau dia harus tersesat dua kali.

Masalahnya apakah dia bisa menemukan orang yang baik kayak Lay lagi apa nggak?

Karena nggak tega lihat Sehun akhirnya Luhan mendekat dan mendekap Sehun dalam pelukannya.

"Sudah dong iya deh gege nggak akan ninggalin, tapi ganti dong mukanya *?* jangan masang muka cemberut dan pengin nangis gitu dong. ." bujuk Luhan walaupun dia sendiri juga dalam keadaan yang nggak biasa.

Sedangkan sehun dia ber-smirk evil dibalik sana. Dasar emang, udahlah dia emang keturunan evil.

"Ayo, nanti gege antar ya?" ujar Luhan sambil tersenyum manis yang bikin author mimisan dan pingsan seketika itu juga *hahaha*.

"Lho! Kalian berdua? Yang tadi ada di sekolah kan?" tiba-tiba sebuah suara nan merdu nan indah nan menggelora dan membahana *apaan sih bahasa gua? Yah gitulah saking indahnya tuh suara*

Sehun dan Luhan langsung menoleh pada sumber suara.

"Annyeong~ sedang apa kalian disini?" ternyata itu adalah namja yang mereka ikuti tadi beruntung sekali. Yah kita semua tahu dari Chanyeol bahwa namja ini bernama Byun Baekhyun.

Disebuah lapangan indoor milik universitas, para anggota basket yang baru akan mendapat pengarahan dan pengetahuan mengenai kegiatan basket di uniiversitas ini.

Dan tidak lain dan tidak bukan, Kris lah yang akan menyampaikan itu semua. Dia sudah bersiap di depan para audience. Dengan Lay yang setia di sebelah kirinya.

Terkadang Lay membenarkan pakaian Kris terkadang juga dia mebawakan barangnya saat Kris tidak bisa membawanya sendiri. Para namja yang mengikuti taruhan ini dan tidak sengaja melihat hanya menyeringai senang, sedang yang lain yang tidak tahu apa –apa tentang ini pasti cemburu abiss *?*.

". .. untuk kegiatan tahun depan mungkin akan ditambah ekstra jam, karena universitas kita mulai bisa diperhitungkan dan beberapa kali kita hampir masuk final, diharapkan tahun depan target bukan hanya final tapi akan sampai pada juara . ." ujar Kris dia memang pembicara yang baik, Lay hanya mendengarkan dengan seksama. Entah dia ngerti atau enggak istilah dalam basket pokoknya dia dengerin aja.

Tiba-tiba tidak sengaja seseorang menyenggol meja itu dan mengakibatkan meja bergerak dan piala yang terpampang di meja di dekat Kris jatuh, tapi karena reflek Kris bagus dia berusaha menangkapnya. Namun tidak disangka bukan hanya dia yang reflek ternyata Lay juga reflek mengambilnya namun karena saling memegang satu sama lain malah pialanya tidak jadi diambil dan dibiarkan jatuh begitu saja.

Lay yang merasa tangannya digenggam erat pun akhirnya menoleh pada Kris soalnya dia tahu itu pasti tangan Kris. Mereka saling bertatapan dalam. Untung saja pembicaranya bukan kris lagi dan sekarang sudah berganti orang lain jadi tidak ada yang menyadari pergerakan mereka.

"Biar aku saja yang mengambilnya!" ujar Lay membuyarkan lamunan mereka dan Lay mengambil piala yang ada di lantai itu.

"Gamsahae, ," ujar Kris pelan.

"Sehunnie kau baru pulang darimana saja kau?" Tanya Lay mereka berdua bersamaan pulangnya dan sama-sama di depan rumah.

"Ahjuma juga darimana saja jam segini . .?" Tanya Sehun yang sebenarnya pertanyaan itu ditanyakan dengan nada tidak ingin meminta jawaban, hanya membalas pertanyaan yang tadi *?*.

Mereka berdua masuk kedalam rumah setelah Lay membukakannya.

"Hari ini tidak ada bahan untuk dimasak? Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Lay.

"Ani. Tidak usah pun tidak apa" jawabnya sambil dia tersenyum aneh dan dengan pose memikirkan sesuatu. Apakah ada yang aneh dirumah ini? Tidak hanya Sehun yang sedang tersenyum aneh, Lay di dapurpun sedang melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Sehun.

Sehun segera menuju kamar diikuti Lay. Kayaknya mereka berdua hari ini tidak membutuhkan makan malam? Sebenernya ada apa sih ini?.

Sehun dan Lay sama-sama berbaring tapi mereka menghadap berbeda arah.

'Dipeluk gege. . huwaah. . aku harap itu bukan mimpi' oke ini pikiran Sehun

'Tangannya dingin dan tatapannya yang bisa menghipnotis itu. . .' dan ini pikiran Lay

Walaupun mereka memikirkan objek yang berbeda namun senyum yang dihasilkan sama. Senyuman orang yang sedang kasmaran.

Tbc

Huwaaaahhh makin geje kah? Shee nggak tahu musti gimana lagi. Ini udah saya coba panjangin sesuai permintaan apa masih kurang panjang? Atau malah kepanjangan?

Yaudahlah ini ada sedikit 'Hint' Chapter depan mungkin Baekyeol.

Kalau ada yang mau complain tentang adegan *?* disini silahkan terutama yang adegan couple, kasih saran untuk author yang banyak ya? *jebal*

Mungkin Chap depan kemungkinan agak lama apdetnya mianhaeyo!

And . . this is time for review . . .

Park Sung Rin : Annyeong~ Gomawo udah Review. . dan juga udah mau ngedukung saya!

Kalau begitu sampai jumpa di Chap depan Sungrin-ssi. . semoga makin suka ya ma Chap ini. . ?

kyuaniee fiee : Hah? Kurang panjang? Boleh deh ntar author panjangin tapi dikit aja nambahnya *pelit*

Annyeong juga fiee shery-sii~

Shee radak kaku kalau sama moment percintaan, tapi Shee berusaha sebaik mungkin.

Suho? Sama siapa ya? Masih dalam pemikiran authornya!

Gamsahae sudah Review dan dukung saya terus ! semoga Suka ya sama Chap ini.

7casshimMAX Ryeosom d innocent : Annyeong juga~ ira-ssi. ..

Boleh kok, kalau Shee-ssi kayak apaan bacanya? *emang saya ingus?* Mendingan Shee-chan.

Gomawo udah Dukung Shee, ne akan saya sampaikan pada Kris supaya berjuang mendapat istrinya kembali. . Lay fighting! *?*

Sama, saya juga cinta sama lay *ahahai*

Ne, jadi gitu alasannya. Okelah gomawo atas jawabannya!. Soalnya Shee masih bambang *?* eh bimbang.

Ne gomawo udah mau nungguin. Dukung Shee terus ya? And Semoga suka sama Chap ini. .

shin young rin : annyeong juga young rin-ssi. .. *tereak*

Ne Gwechannayo. ..mian juga ya? Tapi di Chap ini bagian Xiumin agak panjang tapi untuk bagian Kai masih nanti dulu.

Gomawo udah Review tetep dukung author ya? Dan semoga suka Chap ini. .

Oke lah nanti author sampe'in salam buat abang xiumin sama abang kai . .

Posseidon Ryuu : Khamsa hamnida~~ *teriak kesenengan*

Gomawo udah mau dukung authornya . . . Chanyeol? Kayaknya dia juga agak entaran kalau untuk benar-benar keluar. . HunHannya .. ada dikit di Chap ini moga suka ya? Author bener-bener radak gak ngeh kalau soal adegan percintaan mian kalau kurang romantis. . *ketahuan authornya kagak pernah*

Mereka semua bertemu Suho-eomma lewat perantaran Sehun karena dia yang menemukan*?*nya.

Aniyo. . Gwechannayo. . Tetep dukung author ya!. Dan semoga suka ma Chap ini. .

Cho Ji Hyeon: Mian Suho-nya sedikit tapi di chap ini saya nyobak banyakin kok? Cup cup ya *?*

kris sama lay ? Ne saya suka sama Lay. . *curhat*

suho? Nantilah author pikirin dulu!

Emangnya kenapa kalau mereka. (chen xiumin lay *tidak ada kemungkinan* ama tao) ?

Nih Saya update. yah moga-moga cepet lah. . dukung terus Shee ya? Dan semoga suka Chap ini. .

hatakehanahungry :

Annyeong! Hana-ssi #deep hug back

boleh lah. . malah Shee seneng bangettssss *muncrat*

huwatttss? Baekki seksi? Ommo nggak kuat?.

Tunggu aja Tao mau saya apain? Hahahaha *ketawa evil*

Tolong restuin Kris ma Lay ya? Kyahaha maksa,

Yeolli nyobak tak munculin di chap ini nggak tahu dikit apa banyak?

Moga suka ma HunHannya ya? Soalnya saya nggak tahu adegan romantis radak canggung. .

Kris ada kok disini. . .

Ne saya seneng bgt. . gpp. . saya lebih seneng kok kalau reviewnya panjang. *maunya*

Boleh dong. . . harus malah. . *maksa*

Choujiro21 : Annyeong juga ~~

Ne Gwechannayo. . .

gomawo udah Review semoga tetep suka dan dukung author ya?

Dan semoga suka sama Chap ini. . .

Ne, author akan semangat Fighting!

. . . . .. . .. . .

And the last thaks to all readers yang mau dukung dengan cara membaca dan mereview this story. So if you have uneg-uneg in this story just tell me in Review. .. .

Please Review