Title : MY LONG LOST HYUNG.
Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*
CHAPTER 6
Main Cast : EXO (ALL) MEMBER
Star Guess: Lee Soo Man as Pimpinan tertinggi.
Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baeki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#
SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.
WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..
DON'T LIKE DON'T READ.
\~0~/
Happy reading
'oke aku merasa semakin ada banyak kejadian janggal di rumah ini, sebenarnya ini apasih?' pikir D.O di dalam hati, dia mulai merasakan ada aura aneh di sekitar rumah itu. Suho bersikap seperti biasanya tidak ada yang mencurigakan begitupun dengan dua hyungnya. Mereka seperti biasa selalu bikin berisik seisi rumah.
D.O's POV
"Ahjuma! Bagaimana cara membenarkan ini?" itu suara Xiumin-hyung, mungkin aku bisa menerima *walaupun maksa* kalau mereka memanggil namja dengan sebutan ahjuma. Itu mungkin karena Suho-hyung merawat kami bertiga layaknya seorang eomma yang nyatanya dia bukan eomma kami. makanya Xiumin dan Chen-hyung selalu menyebutnya dengan ahjuma.
Apakah hanya aku yang normal? Memanggil dia dengan sebutan hyung.
Tapi akhir-akhir ini dia jarang bicara denganku, kenapa ya? Padahal jika aku sudah berbicara dengannya pasti perasaan sejuk itu selalu datang.
Tapi ada juga rasa bersalah saat memanggilnya hyung. Memangnya aku harus panggil apa ikut-ikutan panggil ahjuma? Atau malah panggil eomma? Hah aneh sekali pikiranku ini.
Ada juga hal aneh lain yang aku rasakan di rumah ini. Disini banyak terasa aura aneh dan banyak sekali seperti sebuah kekuatan yang ditekan agar tidak dikeluarkan.
Kayaknya bener-bener ada yang aneh dengan penghuni rumah ini apakah harus kutanyakan langsung? Oh tidak kalau begitu bisa-bisa mereka tidak memberitahunya padaku. Kalau begitu biar aku selidiki saja sendiri.
"D.O-ah. . kenapa kau hanya diam saja disitu bantu aku membenarkan benda ini. ." teriak Xiumin-hyung padaku mungkin dia tidak ingin melihatku melamun terus sedari tadi.
Aku memegang benda itu, benda kecil yang sangat unik kayaknya disekitar sini tidak ada yang menjual kalung dengan liontin unik seperti ini. Bentuknya seperti snow flake nggak tahu kenapa tanganku juga ikut dingin saat menyentuhnya.
Kulihat Xiumin-hyung tersenyum aneh saat aku mulai memegang benda yang kuyakini miliknya itu.
Disebuah SMA.
Suasana seperti biasanya layaknya sekolah kebanyakan. Namun apa rasanya jika sekolah itu memiliki satu bintang besar. Seorang artis.
Yah keributan karena kedatangan Park Chanyeol yang jarang-jarang ke sekolahnya paling seminggu bisa 1 atau 2 kali.
"KYYAA! CHANYEOL-OPPA!" karena disini Chanyeol sudah kelas 3 walaupun untuk ukuran umurnya harusnya dia kelas 2. Kebanyakan fansnya adalah dari hoobaenya.
Mungkin kelas 3 yang lain sudah biasa melihat Chanyeol tapi tidak semuanya. Tapi Yeol masih saja dengan tenang memasuki kelasnya .
Dia mengambil tempat duduk yang disampingnya sudah ada orangnya tapi namja itu sedang tertidur menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan.
Chanyeol hanya tersenyum memandangnya dan dia memasang posisi memandang namja yang ada disebelah bangkunya dengan dagu yang disangga kedua tangannya posisi mereka berdua sangatlah dekat.
Bukan orang-orang lain yang ada dikelas tidak menyadarinya, mereka tahu apa yang sedang dilakukan Yeol. Bukan Yeol rasanya kalau dia tahu malu jadi yah biarkan orang melihatnya.
Bel masuk telah berbunyi semua yang ada dikelas mulai memperhatikan tv wajib mereka a.k.a papan.
Begitu juga dengan namja yang satu bangku dengan yeol dia mulai berbalik dan betapa terkejutnya namja itu mendapati wajah Yeol yang sangat dekat dan hampir saja wajah itu bersentuhan kalau bukan namja itu yang langsung menarik wajahnya.
"Kenapa tidak diteruskan saja!" ujar Yeol menggoda.
"Ya! Apa yang kau lakukan disini?" Ternyata yang ada di sebelah Yeol adalah Baekhyun.
Tentu saja Baekhyun kaget soalnya ini adalah hari dimana Yeol meninggalkan pelajaran, tapi kenapa hari ini tiba-tiba dia nongol di samping Baekhyun yang memang adalah bangkunya.
"Aku? Tentu saja belajar? Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan di sekolah?" beo Yeol.
"Bukan itu Park Chanyeol, inikan bukan jadwal kau sekolah. . bukannya kau itu sekolah Cuma dua kali seminggu dan ini adalah hari ketigamu? Mau apa kau?" Tanya Baekhyun.
"Wah kau perhatian sekali padaku. . bahkan jadwal sekolahkupun kau sampai tahu. ." goda Yeol lagi nggak tahu kenapa suatu kesenangan tersendiri jika dia berbicara dengan Baekhyun soalnya orangnya asik buat digoda.
"Jangan membuatku naik darah PARK CHANYEOL!" teriak Baekhyun keras.
"Byun-ssi bisakah kau tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar!" teriak songsaeng karena terganggu teriakan baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya tersenyum kaku sementara Chanyeol tersenyum meledek.
"Kenapa kau tidak bilang di depan sudah ada songsaeng hah?" bisik Baekhyun pada Yeol.
"Salahmu sendiri yang kau perhatikan hanya wajahku saja sedari tadi. ."jawab Yeol.
"Jangan mengikutiku. .!" ujar Baekhyun karena dari tadi Chanyeol terus saja mengantil*?* padanya.
Sampailah mereka ditempat yang sepi sebenarnya baekhyun ingin menghabiskan waktu istirahatnya sendiri tapi akhir-akhir ini setiap Chanyeol masuk satu-satunya yang menjadi teman Yeol adalah Baekhyun.
Itu memang pilihan Chanyeol. Soalnya dia merasa yang lain kalau bertemannya hanya pura-pura sedangkan Baekhyun dia sangat tulus dan terkesan cuek walaupun Yeol adalah seorang artis. Kalaupun dia menyebutkan tentang keartisan Yeol itu pasti hanya untuk menggodanya.
"Sebenarnya hari ini aku masuk karena ingin melihatmu, habis kemarin kau langsung pergi setelah bertemu dengaku di gedung trainee, . ." ujar Yeol.
"Kurangkah melihatku 2 kali seminggu?" Tanya Baekhyun.
"Kalau aku tidak menjadi artis harusnya aku bisa melihatmu seminggu penuh. ." jelas Yeol.
"Berhentilah berbicara hal yang aneh seperti itu dan katakan apa maumu, bukankah kau sudah ada pilihan home schooling tapi kenapa kau masuk ke sekolah biasa? Kau tidak akan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. ." tutur Baekhyun.
"Memang Cuma kau ya yang mengerti tentang aku dari siapapun bahkan mungkin orang yang mengasuhku. . tapi kalau aku home schooling disanakan tidak ada kau bagaimana kalau aku kangen?" ujar Chanyeol.
"Sudah kubilang berhentilah bicara yang aneh-aneh. .hahhh~ aku heran aku ini teman apa eomma mu sih. . kok rasanya sering banget aku nasehatin kamu. Walaupun tidak kau hiraukan tetap saja aku menasehatimu. ." ujar Baekhyun.
Flashback
"Heh kau anak yang baru naik ke kelas 3 . . kudengar kau mempercepat kelasmu karena kau akan menjalani trainee ya? Sombong sekali ya anak jaman sekarang. . kau seperti bayi premature *apa deh* lahir sebelum waktunya. Dan kau belum waktunya ada disini. ." ujar seorang namja yang diketahui sebenarnya adalah sunbaenya. Chanyeol hanya berdiam diri pasalnya dia adalah seorang hoobae yang harus menghormati sunbaenya.
Mata Chanyeol tidak sengaja menemukan Baekhyun yang sedang mengawasinya dari jauh soalnya bukan hari ini saja dia melihat Baekhyun ada disekitarnya.
Setelah Sunbae songong itu pergi. Akhirnya Baekhyun datang mendekat.
"Kalau kau mau mintalah pindah ke kelasku. Disana tidak ada bocah seperti dia. ." ujar Baekhyun singkat kemudian dia pergi ke kelasnya diikuti Chanyeol. 'Hahh~ kenapa aku tadi membantunya sih?' keluh Baekhyun dalam hati.
Sejak saat itu Chanyeol memiliki satu teman baik dan tidak menerima yang lainnya.
"Kau tahu kenapa mereka membancimu, itu karena mereka ingin sepertimu tetapi tidak bisa, mereka juga ikut audisi tapi tidak lolos dan mereka iri padamu yang bisa masuk kesana dengan mudah. . "
"Jjinjayo?"
"Maka dari itu kau harus bisa membuktikan pada mereka kau terpilih bukan alasan keberuntungan tapi memang benar-benar bisa dan mampu. Dan satu lagi mereka itu tidak tahu apa-apa tentangmu. .."
"Tentu saja yang tahu aku kan Cuma Byun Baekhyun seorang . ." dan baekhyun tidak menanggapinya lagi.
Obrolan mereka berdua terhenti karena sang songsaeng sudah ada di kelas. Memang Baekhyun serasa seperti seorang kakak yang selalu menasehati dongsaengnya *emang gitukan?*.
"Hari ini yeollie tidak masuk katanya ada shooting iklan. . . "
"Kudengar kemarin dia juga sudah menandatangani kontrak selama 4 tahun dan menerima tawaran bermain film. ."
"eh. .eh. . itu ada temennya tuh"
"Masih bisa dianggap temen nggak ya? Habisnya sekarang mereka beda status sih? Kasihan Yeol dong kalau harus punya temen orang biasa kayak dia. ."
"Bukan hanya orang biasa tapi emang dia biasa banget. ."
Baekhyun yang mendengar pun pura-pura tidak mengetahuinya dan menganggapnya angin lalu. Biasalah yeoja kurang kerjaan.
'Mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan status ini. .' yah ternyata kepikiran juga ama omongan tuh yeoja.
Flashback end
"Hahh~ salahku juga kenapa aku dulu baik padamu. ." Keluh Baekhyun.
"Jadi katakan padaku sejak kapan kau ada disana hah?" Tanya Chanyeol mengalihkan mode pembicaraan karena memang ini alasan dia masuk sekolah.
"Sejak kapan kau mulai debut?"bukanya menjawab Baekhyun malah balik Tanya.
"Sejak 3 bulan yang lalu " jawab Yeol.
"Berarti aku juga disana sejak 3 bulan yang lalu. ." ujar Baekhyun.
"Sehunnie!. . kenapa sih kau begitu egois dan labil, dan kenapa keegoisanmu harus berakhir dengan meninggalkan eommamu ini? Mungkin saat ini yang paling mengerti eomma adalah kau, walaupun kau radak nggak beneh kau satu-satunya anak eomma yang memanggilku dengan sebutan eomma. ."ratap Suho dia sedang sendiri dalam kamar, tidak segaja D.O yang lewat mendengar itu semua diaberhenti sebentar dan membuka pintunya sedikit Suho sedang memunggunginya.
'Sehun?eomma? anak? Apa sih yang hyung bicarakan?' Tanya D.O dalam hati soalnya dia mendengarnya setengah-setengah.
"Hei kau om-om tua keluarlah!" teriak Suho berharap orang itu a.k.a Lee Soo Man pimpinan tertinggi dan orang yang memberi perintah keluar untuk memberikan petunjuk dimana Sehun berada.
D.O semakin takut, pasalnya Suho berbicara sendiri dan teriak-teriak memanggil seseorang.
"Kenapa saat tidak dibutuhkan kau tiba-tiba muncul dan saat dibutuhkan kau tidak ada hah? Apa maumu?" ujar Suho.
'Sebenarnya Suho-hyung itu bicara sama siapa sih?' Tanya D.O dalam hati.
"Itu karena kau membutuhkannya untuk hal yang tidak terlalu penting. ." akhirnya sang pimpinan pun keluar dan ada dibalik punggung Suho.
'Omo darimana dia datang? Kenapa tiba-tiba ada seseorang di dalam kamar itu?' pertanyaan dalam diri D.O terus keluar dan membuat keluarga ini semakin aneh. D.O memutuskan untuk tetap mendengarkannya rasa pengen tahunya lebih besar daripada kekagetannya.
"Apa maksudmu tidak terlalu penting?" Tanya Suho.
"Sehun dia sedang menolong orang, jadi biarkan dia disana, ,"
"Disana dimana? "
"Tidak akan kuberitahukan padamu, nanti kau akan menyusulnya. Selama dia tidak lupa misinya aku akan membiarkannya disana, karena dia sudah bekerja keras kau disini juga harus bekerja keras. . bantu Chen dan Xiumin menemukan keluarga mereka dan juga temukan keluagamu. . dan juga yang terpenting carilah pasangan hidupmu. . "
"Yah kau membicarakannya lagi. . sudah kubilang aku bisa mengasuh mereka sendiri. Lagipula aku belum kepikiran sama sekali soal itu. . " ujar Suho mengelak.
"Sehun pingin sekali tahu siapa appanya nanti? Apa kau tidak memikirkan Sehun. .?" bujuk orang itu.
'Hah? Suho-hyung punya suami? Oke mungkin aku tidak kaget soal hubungan sesama jenis tapi kenapa mereka membicarakan ini seolah biasa ya?' ujar D.O setelah melihat dan mendengar pembicaraan mereka. 'Suho-hyung sudah punya anak? Apa itu?' oke untuk saat ini tidak akan ada yang menjelaskan padanya tapi dia akan terus mencari tahu.
Kini D.O sudah ada di cafe pasalnya harus bekerja, walaupun sudah dilarang Suho tapi dia tetap bekerja.
tapi dia terlalu tidak konsen dengan pekerjaannya.
Akhirnya dia disuruh ke bank untuk mengambil uang oleh majikannya. Karena D.O termasuk orang yang sangat jujur dia sangat dipercaya.
Sesampainya di sebuah Bank pusat di kota ini. D.O memasukinya namun hari ini kenapa sepi sekali bank nya,D.O melihat ke sekitarnya benar-benar tidak ada seorangpun tapi kenapa bank itu buka.
"Oke ini bukan hari libur. .jadi tidak mungkin Bank tutup. Ini juga belum waktunya makan siang. Jadi kemana semua karyawannya. .?" Tanya D.O pada dirinya sendiri. Dia semakin masuk kedalam bank itu.
Betapa terkejutnya dia ternyata di dalam sebuah ruangan semua karyawan dan nasabahnya sedang duduk berjongkok jadi satu seperti disandera saja. Apa jangan-jangan di Bank ini sedang mengalami perampokan.
"Berani-beraninya seekor kelinci masuk kedalam wilayah harimau. . " tiba-tiba seorang namja yang cukup tinggi datang dari belakang D.O dengan reflek D.O menatapnya dia tidak memakai masker jadi dia bisa melihat wajahnya dengan jelas.
'Mungkinkah dia perampoknya? Tapi dia tidak membawa senjata apapun? Jadi apa yang mereka takutkan?' Tanya D.O dalam hati. Wajah D.O tidak menunjukkan ketakutan sama sekali malah wajah tenangnya semakin tenang.
"Ada apa anda kemari? Apa anda mau menjemput D.O?" Tanya sang pemilik café pada Suho, nggak tahu kenapa dia hari ini pengen menjemput D.O.
"Mian, saya tahu ini belum waktunya jam kerjanya berakhir tapi bisakah saya menemuinya. .?" Tanya Suho kayaknya dia merasa cemas dan merasa ada apa-apa dengan D.O.
"Tunggulah sebentar lagi, dia kusuruh mengurus sesuatu di bank sebentar lagi juga pulang, sudah dari tadi dia berangkat. ." jelas pemilik itu.
"Kalau begitu boleh saya menunggunya disini?" izin Suho. Dan pemilik itu hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"kenapa sih daritadi pikiranku nggak enak mulu, ada apa dengan D,O ya? Atau malah sehun?" tanyanya pada diri sendiri. Biasa jiwa eomma kalau ada sesuatu terjadi pada anaknya.
"Huatchii~ uhuk~uhuk~!" Sehun sedang terbaring lemas di kasur sambil di bungkus *?* selimut tebal dan lengkap dengan kompres di dahinya. "Ini flu apa ada yang membicarakanku ya?" ujarnya pada dirinya sendiri.
"Sudah jangan banyak bicara. . gara-gara kau semalam tidur tidak memakai selimut dan lupa mematikan ac sekarang kau demam dan aku harus tidak masuk kuliah hanya untuk merawatmu. ." ujar Lay sambil duduk di pinggiran kasur dan mulai menyuapi sehun dengan bubur.
"Aku tidak mau makan bubur. . aku mau makanan biasanya. " tolak Sehun.
"Jangan cerewet ini tuh makanan untuk orang sakit. Jadi makan saja . . kalau kau mau makanan seperti biasanya, sembuhlah!" paksa Lay.
"Cepatlah. Kau mau aku suapi apa makan sendiri?" Tanya Lay.
"Ah iya deh, aku mau Ahjuma suapi. ." ujar Sehun akhirnya dan dia mau memakan bubur itu dengan bantuan Lay.
"Kenapa kau kemarin tidur sambil tersenyum aneh hah?" Tanya Lay, soalnya dia bangun duluan jadi dia tahu dan Sehun dia tidak tahu tentang Lay.
"Aniyo. . " beo Sehun.
"Gawat!. Terjadi perampokan di bank dan semua yang ada disana disandra, D.O juga ada di bank itu . kemungkinan dia juga di sandra. . jadi aku harus menyusulnya kesana. " ujar sang pemilik café pada Suho.
Karena melihat keadaan sang pemilik café yang sudah berumur dan tidak memungkinkan untuk keadaan berbahaya akhirnya Suho melarang orang itu pergi.
"Anda tunggu disini saja. Biar saya saja yang kesana saya harus melindungi keluarga saya. ." ujar Suho kemudian dia berlari secepat mungkin setelah menerima alamat Bank itu.
"Kelihatannya kau tidak takut sedikitpun ya? Semakin senang aku melihatmu, , ," ujar namja yang tinggi dan berkulit coklat.
"Kau sendirian, kau juga tidak membawa senjata? Lalu apa yang harus ditakuti?" Tanya D.O santai.
"Hehh~ perlu kau ketahui ya? Tadi aku sudah bersama dengan teman-temanku tapi sekarang setelah mendapatkan uangnya mereka pergi dan harusnya aku juga pergi kalau aku tidak melihatmu . ." ujar namja itu, perlu saya beritahukan bahwa namja itu dulu pernah bertemu dengan Sehun dan sempat mengganggu Sehun.
Namja ini bernama Kai, dia adalah salah satu kunci penting dari kelompok pencuri 'KKAMAN (dark)' dia juga punya kekuatan karena menyadari symbol yang ada padanya bisa digunakan.
"Kalau begitu kau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan mereka. . sementara mereka kabur kau harus menghadapi para polisi. ." ujar D.O. "Apa kau tidak takut tertangkap kau tidak memakai penutup muka bisa saja kan aku melaporkanmu ke pihak berwajib. .dan kau harus masuk penjara" lanjut D.O.
"Penjara? Aku bisa masuk dan keluar semauku jadi untuk apa aku menakutinya. . " ujar Kai dan kini dia sudah mengalungkan tangannya di leher D.O tidak sulit karena dia lebih tinggi dari D.O.
"KALIAN SEMUA KELUARLAH! KALI INI AKU BAIK HATI MELEPASKAN KALIAN. . BILANG KALAU ADA YANG MENCARI ANAK INI AKU TUNGGU DI GEDUNG TERATAS. . itupun kalau masih ada yang memperdulikanmu.. . " ujar Kai pada semua sandranya dan bergumam lirih pada D.O. mereka langsung berbondong-bondong keluar karena takut kai berubah pikiran.
Akhirnya setelah mereka semua keluar Kai segera menyeret D.O yang dalam pelukannya untuk keatas gedung jangan Tanya D,O masih memasang tampang kalemnya.
Setelah sampai diatas Kai mulai melepas D.O dari pelukannya dan membiarkan dia bernafas.
"Kau tidak akan bisa melaporkanku karena kau akan mati disini. . tapi akan lebih seru kalau ada polisi atau bahkan keluargamu yang mencarimu kesini . .jadi kita tunggu beberapa saat. ." ujar Kai sambil menyeringai.
Di luar
Para polisi yang baru datang pun kaget karena orang-orang sudah selamat jadi mereka membatalkan evakuasi ke dalam. Dan para Sandra yang ketakutan pun lupa akan D.O yang masih ada di dalam.
Suho yang baru datang langsung mencari dimana D.O dari semua Sandra yang selamat ternyata D.O tidak ada. Dia terus mencari disekeliling orang yang berlalu lalang.
Dia menatap pada gedung itu sepertinya ada tameng berbentuk segitiga yang mengitari bank itu. Dan membuat orang tidak mau dan tidak bisa masuk.
"Percuma kau menunggu, aku tidak punya keluarga yang akan menyelamatkanku. . jadi terserahlah kau mau apakan aku. . " ujar D.O *ommo! Dia terlalu pasrah*
"Kuapakan ya? Ku rekrut jadi pencuri kau terlalu jujur dan kau bukan orang yang mudah diancam. . karena tidak berguna kulenyapkan saja dari sini. ." Kai mendekatkan tangannya dan mencekik D.O.
"ukh.. " walaupun merasa kepayahan tapi D.O tidak melawan sedikitpun.
BRUUAAAKKK
Pintu yang menutup ruangan inipun terbuka dan menampakkan Suho yang sedang terengah-engah karena berlari dari atas kebawah. Namun D.O sudah kehabisan nafas dan terjatuh lemas.
"Jangan apa-apakan anakku. . !" teriak Suho dia sedang mencari cara untuk mengalahkan orang ini. Suho tahu orang ini juga memiliki kekuatan karena itu dia tidak ragu untuk mengeluarkan kekuatannya juga.
Suho langsung mendekap D.O yang tergeletak lemas "Gwechanna D.O-ah. . eomma disini. . " ujar Suho sambil mengelus-ngelus kepala dan leher D.O bergantian.
Kai hanya menatap heran tapi dia tidak mau tahu. "Kau keluarganya? Tapi kenapa dia seperti tidak punya harapan. . aku suka anak putus asa yang ingin segera mengahiri hidupnya. ." ujar Kai pada Suho.
Akhirnya Suho melihat ke sekeliling, dia melihat sebuah tandon air di seberang gedung Bank. Suho mengambil symbol airnya dan memasangnya di leher sebagai liontinnya.
Suho mengambil nafas dalam dalam dan akhirnya symbolnya mulai bercahaya dan beberapa air mulai masuk kedalam gedung bank, semua yang ada dibawah tidak ada yang bisa melihat karena tameng yang dibuat Kai tadi.
"Oh jadi kau juga punya kekuatan. . pantas saja kau bisa masuk kesini. . menarik " ujar Kai.
Pertarungan-pun dimulai Suho mulai menyerang Kai dengan airnya tapi Kai yang memiliki kekuatan teleport pun dengan sigap menghindarinya. Pada akhirnya Kai langsung muncul di belakang Suho dan merengkuh lehernya dari belakang. Dan menarik kalung Suho yang ada symbolnya.
Suho pun terjatuh Lemas dengan Kai yang masih mencekiknya.
"Lepash. .kan. .ukh. "
"Eomma. ."
Suho menoleh kearah D.O yang ada dikanannya betapa terkejutnya Suho ternyata D.O lah yang tadi memanggilnya dengan sebutan eomma. Apa D.O sudah ingat semuanya?
Tangan kanan Kai bercahaya ternyata di tangannya ada symbol seperti sayap dan taring yang menjadi satu, sebenarnya itu milik D.O nggak tahu kenapa symbol itu bisa ada di Kai.
Kai mengarahkan tangan kanannya ke D.O dan symbol itu makin bereaksi. 'Ternyata ini miliknya. .' pikirnya dalam hati.
"D.O-ah gwechannayo? Nde eomma disini eomma akan selalu ada disamping D.O . . " gumam Suho.
Suho mulai bangkit lagi dan akhirnya mendatangkan air yang lebih besar dan kali ini Kai memang berhasil menghindar tapi dia menghilang dan menyisakan dua orang di ruangan ini.
Suho kali ini langsung memeluk erat D.O takut terjadi apa-apa dengannya.
"Apa benar hyung adalah eommaku?" Tanya D.O ditengah-tengah pelukannya. Suho hanya mengangguk dan D.O bisa merasakan karena dia berada di pelukan Suho dia tahu kalau Suho mengangguk.
"Apa kau sudah mengingat semuanya?" Tanya Suho.
"Sebenarnya belum, tapi bisakah kau izinkan aku tetap memanggilmu eomma sampai aku benar-benar ingat. . " ujar D,O membuat Suho hanya menatapnya dalam. "Tapi janji ya nanti ceritakan padaku semuanya. . " lanjut D.O sambil tersenyum manis.
"Ne tapi kita pulang dulu dan mengobati lukamu di rumah ya?" ujar Suho.
Di lain tempat
"Kutarik kata-kataku, ternyata aku butuh orang seperti dia. . akan kuambil dia suatu saat nanti. . " ujar Kai sambil melihat dan memegang symbol di tangan kanannya yang sebenarnya milik D.O.
"Dia orang yang bisa mengaktifkan kekuatan dahsyat ini. . " gumamnya,
Dirumah
Karena dua orang ini (Chen & Xiumin) pergi jadi rumah kosong dan mereka berdua tidak harus memberi penjelasan apapun. Suho langsung membaringkan D.O di tempat tidur milik D.O dia tidur di kamar tamu yang dulunya milik Xiumin tapi Xiumin suka pindah ketika tidur akhirnya diputuskan dia tidur dengan Chen.
"Kan yang terluka eomma tapi kenapa aku yang diobati. . ?" Tanya D.O soalnya dia ngerasa nggak pa-pa.
"Lihatlah lehermu ini. . dia tadi mencengkeramnya terlalu keras. . aku heran kenapa dia bisa memiliki kekuatan ya?" gumam Suho.
"Bukannya aku yang harus heran kenapa eomma memiliki kekuatan dan kenapa kau jadi eommaku?" Tanya D.O. Suho hanya tersenyum kecil mendengar kata eomma meluncur mulus tanpa ragu sedikitpun dari mulut D.O.
" Kalau aku cerita . . pasti panjang sekali. ." ujar Suho.
"Ah eomma sudah janji akan menceritakan semuanya. . kalau begitu aku tidak mau memanggil eomma. ." ancam D,O.
"Ne, , ne kau mulai lagi bersikap keras kepala. ."
"Jadi kau itu dulu lahir dari sebuah krystal—"
"Jjinja? Bagaimana mungkin?" sela D.O.
"Kau ini mau aku cerita apa mau gimana sih dengarkan dulu ceritaku . . " oke mari kita skip bagian ini kalau saya tulis pasti panjang sekali |Suho: ketahuan authornya males|. Intinya sih sama kayak sebelumnya.
D.O hanya tercengang saat mendengar cerita Suho bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Dan bagaimana mungkin Suho begitu banyak tahu tentangnya kalau bukan mereka memang berhubungan.
Flashback
Di planet EXO
Terlihat seorang namja tinggi sedang berjalan mendekati tempat bermain hyungdeulnya, namja itu bernama Park Chanyeol sesekali dia menyeringai.
"Baekhyun-hyung tadi aku melihat Kelinci lho. ." ujarnya saat mendekati namja imut yang lebih pendek darinya. Walaupun begitu namja itu adalah Hyung Chanyeol.
"Jjinjayo Channie? Mana kelincinya? Dimana sekarang?" Tanya Baekhyun—nama namja itu.
"Ada didalam hutan di belakang rumah kita. Ppalli hyung-ah. . nanti keburu pergi. Nggak jauh kok. ." bujuk Yeol dan akhirnya dengan perasaan senang Baekhyun berlari kebelakang rumah. Padahal mereka sudah diperingatkan agar tidak masuk kedalam hutan.
Melihat hyungnya sudah pergi Yeol terkekeh senang tapi dia kembali berjalan kali ini dia mendekati D.O yang bermain dibawah pohon.
"D,O-ah. . tadi kulihat diatas rumah pohon itu ada bonekamu yang hilang kemarin. . bukankah kau sangat menyayanginya apa lagi itu dari eomma jadi kenapa tidak kau ambil saja?" ujar Yeol.
"Jeongmalyo Hyung? Dari kemarin aku sudah mencarinya tapi tidak ada. . aku takut eomma marah sama aku. ." ujar D.O polos.
"Ayo naiklah hyung bantu, ," ujar Yeol dan mulailah acara saling menyunggi. Akhirnya D.O sudah sampai diatas rumah pohon itu dia celingukan mencari bonekanya, sementara Chanyeol langsung pergi.
"Hyung? Hyung? Hyung dimana? Bagaimana caraku turun?" rengek D.O setelah melihat hyungnya sudah tidak ada dibawah.
Sementara Chanyeol melanjutkan misinya. Kali ini dia mendatangi Tao yang ada di tepian danau.
"Tao-nnie .. tolong tadi aku lihat kucing hitammu tercebur kedalam danau. . !" ujar Yeol sok panic.
"Dimana Hyung? Jjinjayo?" Tanya Tao polos dan panic jadi satu. Melihat ekspresi dongsaengnya yang emang mudah buat dikibulin Yeol malah seneng banget,
"Disana . . tadi aku lihat disana . ." tunjuk Yeol dan tanpa ragu Tao langsung masuk ke dalam danau, dan lupa kalau dia sendiri juga tidak bisa berenang.
Yeol hanya terkekeh pelan saat melihat Tao sudah ada di dalam danau, dia punya jiwa heroic jadi itu yang Chanyeol manfaatin. Chen yang tidak sengaja melihat langsung kaget karena dongsaengnya yang pasalnya masih terlalu kecil dan tidak bisa berenang sekarang sudah ada di dalam danau.
"Ya! Tao-nnie? Apa yang kau lakukan?" Tanya Chen panic. Dia mau masuk juga untuk menolong Tao percuma malah nambahin korban saja pasalnya dia juga tidak bisa berenang.
"Tadi kata Chanyeol-hyung disini kucing hitamku tercebur jadi aku tolong tapi sekarang kucingnya sudah tenggelam aku tidak bisa menyelamatkannya. . " ujar Tao sambil nangis dalam air dan dia berpegangan pada seperti akar pohon yang menjalar sampai ke tengah danau.
"Jangan nangis ya Tao-nnie. . soalnya Tao nggak salah emang nggak ada kucing yang tercebur kok! Kucingmu lagi sama Luhan-hyung" ujar Chen.
"Ha? Maksud hyung?" Tanya Tao polos.
"Nanti hyung jelasin tapi sekarang Tao bisa balik ke tepian kan?" Tanya Chen. Dan Tao hanya menggeleng dan makin mengeratkan pegangannya.
"Oke tunggu hyung ya. . akan kupanggil eomma dan Xiumin-hyung .. " ujar Chen dan dia segera berlari menuju rumahnya beruntung hari ini Lay dan Xiumin sedang ada dirumah mereka sedang sibuk di dapur dan dibantu Luhan.
"Eomma! Hyungdeul.. ppalli. .. Tao masuk kedalam danau. ." ujar Chen sambil terengah-engah.
"MWORAGO!" Lay langsung berlari ketika mendengar Tao ada di danau diikuti mereka bertiga.
"Tao-ah apa yang sedang kau lakukan? Bukannya kau tidak bisa berenang kenapa kau ada di dalam danau. . Xiuminnie. . cepat tolong dia. .!" perintah Lay dan segera saja Xiumin membuat bebatuan dari es di tengah sampai ke pinggiran.
Tapi tetap saja Tao terlalu takut menaikinya untunglah tiba-tiba Suho datang entah dia datang darimana.
"Tao-nnie?" Suho sangat kaget. Dengan segera dia membelah danau itu menjadi dua bagian dan danau seperti terbelah dan akhirnya Tao berhasil melangkah ke pinggiran.
"Hahh~hahh~ aku susah bernafas ditengah tadi . ." ujar Tao kini dia sudah dalam pelukan Lay dan didampingi Xiumin.
"Kenapa kau memaksakan diri ke danau pasti ada apa-apa?" Tanya Suho.
"Nde, itu semua karena Chanyeol-hyung. . " jawab Chen karena nggak mungkin Tao yang ngomong.
"Chanyeol?" Tanya Suho.
"YEOLLIE?" teriak Suho di depan rumah.
"hiks ..hiks. ."
karena mendengar suara isakan dari atas rumah pohon yang biasa di tempati sama Baekhyun dan Chanyeol dia mengira Yeol ada disana.
"Yeollie!" panggil Suho, namun yang keluar bukan Yeol melainkan D.O dengan mata yang sembab dan sepertinya menangis dalam waktu yang lama.
"Hiks. . eomma! ." panggil D.O.
"Apa yang kau lakukan disana? Kenapa kau bisa naik keatas bukannya kau phobia ketinggian?" Tanya Suho dia tahu kebiasaan anaknya.
"Tadi aku disuruh Channie-hyung kesini untuk menemukan boneka yang eomma berikan. . mianhae aku menghilangkannya. . " ujar D.O sambil tetep nangis.
"Kau ini bicara apa? Bonekanya kan eomma cuci di belakang habis kau selalu membawanya sampai kumel jadi eomma cuci. ." jelas Suho.
"Jadi bonekanya tidak hilang?" Tanya D.O polos. "Channie-hyung membohongiku?"tanyanya lagi.
"Anak itu .. sudahlah sekarang kau turunlah!" titah Suho. D.O hanya menggeleng soalnya dia takut ketinggian.
"Aniya tidak apa-apa eomma akan menangkapmu.. " ujar Suho sambil memasang kuda-kuda orang yang mau menangkap orang yang jatuh.
"D.O percaya sama eomma kan?" ujar Suho memastikan dan memasang senyumannya yang membikin D.O percaya dan akhirnya dia melompat.
HAP
Dengan sekali tangkap akhirnya mereka jatuh tapi Suho tetap melindungi aegyanya.
"Sekarang dimana Chanyeol. .?" Tanya Suho.
"Molla tadi aku ditinggal di atas, dia membantuku naik dan meninggakaku begitu saja. . aku kan tidak bisa turun.. " jelas D.O
Sesampainya di dalam rumah ternyata Chanyeol lagi asik main sama kucing putihnya.
"PARK CHANYEOL APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN HAH?" teriak Suho murka. Kalau ini anime mungkin di belakangnya udah ada api nyala dan petir menyambar-nyambar. Sementara Chanyeol hanya memasang wajah polos sok nggak tahu apa-apa.
"kenapa kau membohongi D,O dan Tao. . ? kau ini kenapa hah?" Tanya Suho mulai mendekatinya.
"Oh D,O kau sudah bisa turun? Aku kan hanya membantu mereka mengatasi phobia mereka? Aku baik kan? " ujar Chanyeol.
"Nggak mau tahu malam ini kau harus minta maaf pada Tao, dan sekarang kau harus minta maaf pada D,O. . " titah Suho dan akhirnya dengan segera Yeol langsung merangkulnya.
"Maafin hyung ya? Habis kalau aku main sama Baekki diatas, kamu Cuma ada di bawah . . aku kan pengen kita main sama-sama diatas. ."ujar Yeol.
"Ne, aku akan coba untuk bisa segera main dengan hyung dan Baekhyun-hyung diatas. . " ujar D.O manis, mendengar itu Suho jadi ingat sesuatu.
"Lho Baekhyun dimana?" Tanya Suho, Chanyeol merasa ada bahaya dan akan menambah hukumannya setelah ini. Melihat gerak-gerik kaku Yeol kayaknya Suho menyadari sesuatu.
"Chan-Yeol-kau sedang-tidak-mengerjainya-kan?" Yeol langsung begidik ngeri mendengar suara eomma dan auranya sudah mulai gelap.
"Mianhaeyo eomma! Tadi aku menyuruhnya masuk kedalam hutan dan sampai sekarang dia disana. ." Chanyeol langsung mendekap eommanya berharap kemarahannya akan mereda.
"Masuk ke kamar sekarang! Kau tidak mendapat makan malam dan jangan keluar kamar sampai kau benar-benar menyesal!" ujar Suho.
TOK~TOK
Karena kedua orang ini tidak memungkinkan untuk membuka pintu akhirnya D.O yang membukakannya dan disana sudah ada Luhan.
"Mana Suho-ahjuma? emh aku Cuma mau bilang kalau Baekki ada dirumah kami sekarang, tadi appa menemukannya sedang menangis di dalam hutan. . " ujar Luhan.
Akhirnya mereka bertiga langsung menuju ke rumah Lay yang ada di samping rumah mereka.
Terlihat Lay sedang mengobati Baekhyun karena dilututnya sedang terluka entah karena apa.
"Baekhyunnie. . kau tidak apa-apa kan?" Tanya Suho yang baru datang dan langsung ada disampingnya untuk memastikan apa dia benar-benar baik-baik saja.
"Ne, dia hanya tergores sedikit dan sepertinya dia terkena cakar di lututnya. Sebentar lagi juga sembuh . ." ujar Lay kini dia sedang mengobati Baekhyun dengan kekuatannya.
Dibalik punggung Suho ternyata Chanyeol mengikutinya dia tertunduk.
"Mianhae Baekki-hyung aku hanya ingin kau supaya tidak takut kegelapan lagi. . " gumamnya dan Baekhyun hanya tersenyum.
"Gwecahnnayo. . yeolie-ah. . aku tadi pengen dapet kelinci soalnya biar kita kembaran punya peliharaan yang sama-sama punya bulu putih. . tapi bukannya kelinci malah serigala yang ada. ." ujar Baekhyun sambil mencoba sendikit tertawa.
"Jadi tadi hyung dicakar srigala. .?" Tanya Yeol dan Baekki hanya mengangguk. Tanpa banyak bicara Yeol langsung menghambur dan langsung memeluk Baekhyun.
"Hyung mianhae. . " gumam Chanyeol.
CUP
Ternyata tiba-tiba Chanyeol langsung mencium Baekhyun tepat di bibirnya dengan posisi Baekhyun yang masih berbaring *bayangin sleeping beauty aja*. Padahal di ruangan itu masih ada Suho dan Lay. Tapi mereka melihatnya sih dengan pandangan biasa saja.
"Baekhyun-hyuuunggg!" teriak D.O dan Chen bareng yang bikin pusing kepala karena kalau sekali mereka teriak 2,3 oktaf terlampaui *kayak pribahasa aja?*
Sehun dan Lay saling berpandangan, dua anaknya yang masih polos akan masuk dan melihat adegan ini oh tidak. Mereka berdua langsung menghadang di depan pintu.
"Lho eomma mana Baek-hyung? Aku mau melihat keadaannya!" ujar D.O
"Nde aku juga" tambah Chen.
"Ani kalian tidak boleh masuk!" ujar Suho.
"Wae?" D.O nggak terima masak mau melihat keadaan hyungnya saja nggak boleh.
"Pokoknya tidak boleh. ."
"Aku mau masuk. ."
"Sudah ayo ikut eomma dan ahjuma ya?" paksa Suho dan mereka berdua berhasil menyeret anak mereka masing-masing.
"Tapi eommma!. . "D.O masih tetap ngengkel walau dia sudah ditarik paksa.
Xiumin dan Luhan yang lagi asik di ruang keluarga pun mendengar keributan yang dihasilkan kalau sudah D,O dan Chen jadi satu.
"Kenapa mereka? Berisik sekali" Tanya Xiumin sambil makan beberapa makanan ringan dari dalam toples.
"Nggak tahu biarin aja itu urusan orang tua . ." jelas Luhan. Dan Xiumin hanya angguk-angguk maklum saja.
Flashback End
"Sebentar ya? Aku mau membeli bubur untukmu. ." pamit Lay pada Sehun.
"Ani aku tidak mau makan bubur lagi. . " tolak Sehun. Namun Lay tidak menghiraukannya dan tetap berangkat ke supermarket.
"Kau baik-baik dirumah ya?" ujar Lay kemudian dia langsung menutup pintunya. Meninggalkan Sehun sendirian di dalam rumah dalam keadaan sakit.
"Ya! Ahjuma!. . "
Lay berjalan menuju ke swalayan dengan santai dan senang rasanya bisa menggoda Sehun. Nggak tahu kenapa dia sudah mulai menerima anak itu sebagai bagian dari keluarganya.
Dia tersenyum sendiri sepanjang jalan entah apa yang dia pikirkan.
Tiba-tiba dari belakang muncullah seseorang yang langsung menutup kedua matanya.
"Nugu ya?" Lay kaget dan langsung memegang tangan yang meutupi kedua matanya. Tangannya terasa sangat besar dan dingin tercium bau-bau khas seorang namja.
Lay langsung membalik tubuhnya dan melepaskan jari orang itu. Betapa terkejutnya Lay saat mengetahui siapa yang membekap kedua matanya tadi.
"Kenapa kau tadi tidak masuk kelas hah?" ternyata itu adalah Kris dan dia sepertinya baru selesai latihan basket dilihat dari pakaiannya dan keringat yang ada di sekitar tubuhnya.
"Emm. . ani aku hanya sibuk harus mengurus Sehun dia sedang sakit. . " ujar Lay.
Mereka memilih duduk-duduk santai di sebuah bangku di pinggir sebuah taman dan saling mengobrol sebentar.
"Apa tadi ada hal penting yang aku lewatkan. .?" Tanya Lay.
"satu-satunya yang kau lewatkan adalah pertandingan pentingku melawan universitas sebelah. ." ujar Kris dia mencoba untuk membuat Lay merasa bersalah.
"Lalu gimana hasilnya? Kalah? Menang?" Lay mulai penasaran.
"Pentingkah untukmu?"
"Ne tentu saja. . cepatlah ceritakan. .!"
"Dari pada itu lebih baik kau ceritakan tentang seorang Sehun-mu itu. . kau tidak masuk kelas karena mengurusi dia. Siapa dia? Apa dia serumah denganmu? Dan kenapa kau terlihat sangat mencemaskannya. . kelihatannya kau sangat menyayanginya. . " ujar Kris panjang lebar. Dan Lay hanya bisa menatapnya dan tidak tahu harus menjawab yang mana dulu.
"emmm. .emm. .." Lay berpikir keras.
"Oke mari kita mulai dengan pertanyaan yang mudah, Siapa dia?" jelas Kris.
"Kalau itu aku juga tidak tahu pasti, tapi yang jelas sekarang dia membutuhkan aku. . dia sudah kuanggap sebagai keluargaku. . . wajar kan kalau dia sakit aku yang merawatnya karena dia terpisah dari eommanya. . " jelas Lay.
"Aku tahu dia itu tipikal anak manja, mungkin dia mengiramu sebagai eommanya. . " ujar Kris dan memang semuanya itu benar ternyata dia punya pengamatan yang bagus tentang menilai orang.
"Kau benar. . dia menganggapku seperti eommanya, dia juga sering bermanja-maja padaku. ."
"eh" Kris seperti tercekat dan merasa ada yang aneh dengan apa yang dia dengar tadi untung saja Lay tidak mendengar kekagetannya. Entah kenapa rasanya kata 'bermanja-manja padaku' terus terpikirkan di benaknya. "Kau serumah dengannya?" Tanya Kris.
"Tentu saja. Karena itu aku merawatnya. .." jawab Lay santai. "Tapi entah kenapa dia seperti tidak suka padamu. . apa kau pernah melakukan hal buruk padanya. . soalnya dia itu orangnya bukan tipe pendendam kalau bukan orang lain yang menyakitinya. . " tambah Lay.
'aku tidak menyakitinya sedikitpun. . satu-satunya orang yang kusakiti saat ini adalah kau. . ' jawab Kris tapi dalam hati.
"Kemana sih ahjuma ini lama sekali. . . oke aku tidak menanti bubur yang dia bawa tapi aku mulai lapar, tidak ada yang bisa dimakan, dan sekarang sudah masuk waktuku minum obat, , ," Sehun hanya bisa mengeluh saja pasalnya dia masih merasa pusing untuk bergerak jadi dia tidak bisa minum obatnya sendiri.
"Kalau aku tidak sakit pasti saat ini aku sudah sama gege. . . , ini gara-gara aku terlalu senang karena dipeluk gege, rasanya tidak pakai selimutpun seperti hangat dipeluk gege, eh malah paginya harus nggak enak badan begini. . " Keluhnya lagi.
Dia benar-benar bosan ditinggal dirumah sendirian, walaupun kalau ada Lay dia serong diomeli itu masih mending daripada ditinggal seperti ini.
Sehun mengeluarkan selembar foto dari dalam sakunya, dia menatap foto itu malas. Sehun mendapat foto itu dari dompet Lay jangan Tanya bagaimana dia mendapatkannya, orang ini didalam otaknya penuh dengan akal bulus.
"Huhh~ dia memang orang yang disukai ahjuma . . aku ingin menolong ahjuma tapi aku tidak tahu mana yang harus kukorbankan. . kalau aku mengatakan kalau 'namja-namsan-tower' ini hanya mempermainkannya pasti ahjuma langsung sedih dan drop. Kalau aku biarkan dia pasti akan mempermainkan ahjuma dan pasti suatu saat dia akan drop juga.. aku binguuungg!" teriak Sehun geje.
"uhuk!uhuk!" saking bingungnya sampai dia harus tersedak. 'Kalau yang menghadapi ini adalah eomma apa yang akan dia lakukan ya?' Tanya Sehun dalam hati, soalnya eommanya lah yang mengajarinya tentang kebijaksanaan.
Mereka berbincang-bincang cukup lama, dan itu semua tentang seorang Oh Sehun, Lay menceritakan apa yang diketahui tentang Sehun bagaimana dia datang dan sampai dia ada disana sekarang, walaupun terselip rasa yang mengganjal tapi Kris tetap mendengarkannya.
Saat mendengar tentang kedekatan Sehun dengan Lay entah ada rasa cemburu di hatinya, tapi Kris masih belum mengetahui itu rasa cemburu atau tidak, soalnya perasaannya pada Lay kan belum sungguhan.
"Oh ya.. . besok lusa, kau harus ikut bersama seluruh anggota basket baik yang senior maupun junior karena kita sebagai senior yang membimbing mereka, dan tidak ada alasan untukmu tidak ikut karena tugasmu sangat penting dan kau sudah disiapkan tempat khusus. . ." ujar Kris.
"Tapi aku masih punya urusan dirumah, tidak bisakah aku tidak ikut. Aku harus nengurus Sehun dia benar-benar lebih membutuhkanku daripada orang lain sekarang., seperti yang kau bilang dia tipikal orang manja yang tidak biasa melakukan pekerjaan rumahnya sendiri maka dari itu aku tidak bisa meninggalkannya. . ." jelas Lay menolak karena dia benar-benar lebih kepikiran Sehun dari pada kesenangan dirinya sendiri. Sehun bahkan seperti 'anaknya' sendiri.
"Memangnya dia sakit apa sih?" Tanya Kris penasaran apakah penyakitnya parah.
"Dia hanya sedikit demam tapi dimalam hari tubuhnya panas, dan disiang hari dia mengeluarkan keringat dingin. . ." jelas Lay.
"Permisi. . ." tiba-tiba ada orang yang datang menemui mereka berdua.
"Ya ada apa?. . ."
Tbc. . . . ..
Huaaaahhhhh#peres keringet.
Aneh kah? Saya sudah berusaha sebaik mungkin hasilnya tergantung readers dan my feeling.
Saya bener-bener. . canggung banget kalau soal adegan lover. Bikin baekyeolnya bener-bener ngarang juga. . pengennya sih romantis tapi jadinya kayak gitu . . tapi yasudahlah.. .
Mian saya butuh waktu lama untuk menulis ini, karena ini akhir semester yang pastinya hampir semua pelajaran melaksanakan ulangannya secara bebarengan *walaupun saya kagak pernah belajar*. Tapi pikiran saya tetap terbagi dua*?*
Dan untuk Kai dia saya jadiin maling, karena saya ingat kekuatannya kan teleport bisa kemana aja. Yah saya kepikirannya Cuma dia jadi pencuri saja. tapi jadi pencuri hanya karena balas jasa saja kok!
Chap depan karena makin dekat dengan ujian kenaikan kelas saya nggak bisa janji cepet, tapi saya berusaha sebaik mungkin, buat para Reader-nim harap bersabar ya. . .
#curhat
Okelah ini saatnya untuk balesan Review.
7casshimMAX Ryeosom d innocent :
Annyeong~ Ira-ssi. .
Nde mereka berdua kena virus . . *beda virusnya.
Sebenernya D.O nggak ingat itu karena simbolnya dibawa Kai, dia ingat sebentar saat bertemu Kai.. setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi. .
Emh. . Kai ? gimana ya? Emang dia sih rampoknya *bukan rempong lo. .
Ne nanti saya suruh Xiuminnya diet. . bareng-bareng sama saya. .#kyaa ketahuan deh.
aHahai. .. gomawo udah review.
BLUEFIRE0805 :
Annyeong juga~. .
Huwatss. . ini masih dikit? Padahal udah cobak tak panjangin tapi masih dikit? Okelah ntar author pikirin. .
Yang sabar menunggu ya? Mungkin agak lama. . untuk mereka bersatu. . .
Lay sama Yeol? Okelah karena author juga suka dua-duanya. . *hehehe curhat.
Moga tetep dukung author dan moga suka sama Chap ini. . .
gomawo udah review..
shin young rin :
Mian. . yang itu author salah tulis. . nde harusnya memang panggil ahjuma. .
Emang dia kan orang jahatnya. . habis author kepikiran Cuma dia saja ya. . .gitu deh jadinya. .cup cup ya. . nggak usah gitu. ..
D,O karena symbol miliknya diambil Kai. . makanya dia nggak bisa ingat . . .
Sehun. . setelah dia berhasil bantuin Lay dia bakal pulang kerumah saya #Plakk, maksudnya pulang ke Suho.
Ne, semoga suka sama Chap ini dan tetep dukung author terus ya?
Gomawo udah Review. . .
Posseidon Ryuu :
Annyeong juga,
Ne. semoga tetep suka dan makin suka ya? Chap ini momentnya sedikit apa banyak? Saya juga kagak tahu lah. .
Gomawo udah review. ..
Mian updatenya agak lamaan.. . .Pay. .pay *lambai-lambai.
Choujiro21 :
Annyeong juga~
Tao tak munculin dikit. . buat jadi korbannya Yeol. .. *hehehe
Ne, saya juga nggak tahu. . soalnya waktu nulis di comp. udah ada spasinya pas udah di upload nggak ada spasinya .. . saya bingung knapa? Apa ini sudah benar? Kalau belum benar kasih tahu saya caranya. . ya?ya? #kedip-kedip.
Semoga tetep suka ya? Ne author dengan segenap hati akan melanjutkannya *halah.
Cho Ji Hyeon :
air matanya suho bisa bikin masakan enak ? jangan dong. . ah. .ntar malah gak karuan…
Chap full Suho? Okedeh entar Shee pikirin lagi. .
Ne. .ne jadi begitu alasannya *angguk-angguk.
LayHo ? adakah? Author juga mau baca, . . soalnya author nggak pernah bisa nemu ff exo. .. kasih tahu saya dong. . paling nggak judulnya aja. .please! *masang muka aegyo tapi gagal
Ne Sehun pasti balik ke Suho kok! Kan udah ada D.O.
hatakehanahungry :
annyeongg~~ #hug hana *kita bukan teletubis kan?*
luhan terlalu polos jjinja?
Hun tahu namanya saat kapan ya? Mungkin saat dia mau pulang. .
Ahahai asik. . dah. . KrisLay. .. jjinjayo ?demi Shee?#sok tersipu
Kayaknya bukan Cuma Yeol yang mimisan, Shee bakal ikutan mimisan juga kali . .#siap-siap tisu.
Mian, mungkin baekyeolnya disini dikit amat. .
Chen sama Xiumin? Gimana ya? Mereka kakak-adek yang saling mengagumi dan berharap ada perasaan lebih maybe.
Molla. Tapi kayaknya karena xiumin lebih manis dan Chen yang suka sama orang yang lebih tua darinya. Jadi ya bikin sebisa saya saja.
Sama saya juga agak2 bingung . ..
Jjinja scene itu romantis? Ne tenang saja biar gimanapun Lay kan istrinya Kris. . so mreka pasti together. .*maklumilah bahasa campuran ini.
Gomawo sudah Review(s) sampai jumpa di Chap depan. . .
Semoga hana slalu sabar menunggu author yang suka berubah mood ini ya?
And the last thaks to all readers yang mau dukung dengan cara membaca dan mereview this story. So if you have uneg-uneg in this story just tell me in Review. .. .
Please Review
