Title : MY LONG LOST HYUNG.
Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*
CHAPTER 8
Main Cast : EXO (ALL) MEMBER
Star Guess: Lee Soo Man as Pimpinan tertinggi.
All SHINee Family.
Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#
SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.
WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..
DON'T LIKE DON'T READ.
\=0=/
"Eomma! Hyung! Ahjushi ! Appa! Aku berangkat dulu. . ." teriak Kai dari depan pintu dia mau berangkat sekolah seperti biasa dia musti pamit kepada seluruh keluarganya.
Dengan santai dia berjalan menuju sekolahnya yang membuatnya berbeda kali ini adalah kalau sekolah dia memakai kacamata. Entah untuk alasan apa.
"Sudah kuputuskan aku akan mencarinya. . aku bisa kemanapun yang aku mau pasti aku bisa menemuinya. . " ucapnya sambil berjalan menuju sekolahnya. Sesampainya di sekolah ternyata Gerbang hampir ditutup tapi bukannya mempercepat langkah supaya sampai tepat waktu Kai malah melihat dua orang yang sedang emh . . sedang apa ya mereka pokoknya ada dua namja yang satu tinggi dan satu pendek menurutnya dan namja tinggi itu sedang didorong untuk memasuki gerbang sekolah.
"Ayo Channie! Kau harus masuk sekolah hari ini!" ternyata itu adalah Baekhyun dia sedang mendorong Chanyeol yang masih separo nyawanya masih belum lengkap tapi udah di dorong-dorong.
"Aku nggak mau masuk sekolah aku masih mau tidur. . hari ini bukan jadwalku sekolah" ujarnya
"Hari ini kau kan tidak ada kerja jadi tetap harus masuk sekolah. . " paksa Baekhyun dan akhirnya mereka berhasil masuk dan tepat setelah mereka masuk gerbang sekolah langsung ditutup, sementara Kai yang asik melihat mereka berdua lupa untuk segera masuk dan akhirnya harus tinggal diluar.
Ternyta mereka satu sekolahan. Kai masih kelas satu disini jadi dia tidak terlalu kenal dengan kelas diatasnya.
"Aku bisa saja masuk tapi karena hari ini aku mau bersenang-senang . . . jadi aku bolos saja. . " ucapnya dan dia segera meninggalkan sekolah itu dan dia kepikiran untuk mencari orang yang sudah beberapa hari ini menghantui pikirannya.
Dia menulis sesuatu di hapenya sebelum benar-benar meninggalkan sekolah.
Dia berjalan menyusuri Bank yang dulu dia datangi dan disinilah dia pertama kali bertemu dengan namja manis itu.
"Aku akan mencarimu. . ."
"Kau benar-benar sudah baikan?" tanya Luhan nggak percaya pada Sehun yang sekarang sudah bisa jalan-jalan dan sudah tidak merasa pusing lagi.
"Ne gomawo gege sudah menjagaku dengan baik. aku benar-benar merasa lebih baik dan lidahku sekarang tidak pahit lagi . . dan yang paling penting aku tidak akan makan bubur yang rasanya hambar seperti kemarin itu. . " ujar Sehun terlalu senang.
"Jadi masakanku hambar?" tanya Luhan sedih,
"A. Ani bukannya begitu memang lidah orang sakit kan selalu merasa hambar seberapa enak makanan itu kalau lidah orang sakit tetap hambar, , begitu gege. ." tenangnya.
"Oh ya nanti Sore ahjumamu sudah pulang, mungkin siang ini aku akan pulang lagipula kau sudah baikan jadi aku tidak perlu khawatir kan?" pasti Luhan.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar, aku capek harus berbaring di tempat tidur . . temani aku ya gege, , oh ya minuman yang kau berikan padaku kemarin enak, , aku mau lagi. . ." pinta Sehun.
"Aniya . . terakhir kali kau keluar denganku kau jadi seperti ini, nanti kalau kau sakit lagi gimana?"
"Aku sakit bukan karena itu kok jadi gege tenang saja. lagipula kalau aku sakit kan ada gege . . " jawab Sehun menggoda.
"Ya! kau pikir aku apa hah? perawatmu? baby sitter mu?"
Beberapa saat kemudian
"Ayo!" Luhan menggandeng tangan Sehun dan mereka segera keluar dari apartemen setelah menguncinya.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Luhan memastikan.
"Sejak aku tidak tahu apa-apa tentang daerah ini bagaimana kalau aku menurutmu saja. . apa gege punya tempat yang ingin dituju, , ?" ujar Sehun berbaik hati.
Mereka memutuskan untuk berjalan mengikuti jalan saja. Tapi mereka sampai juga disebuah pusat perbelanjaan tanpa ragu lagi dari pada tidak ada tempat yang dituju akhirnya mereka masuk kedalam baru saja mereka memasukinya tiba-tiba. . .
"Aduh!. . Huaaa. .! "
Saking asiknya jalan bareng Luhan, Sehun sampai tidak memperhatikan sekitarnya. Ada namja kecil yang dia tabrak dan sekarang bocah itu jatuh terkelungkup entah bagaimana jatuhnya Sehun tidak tahu persis pokoknya bocah itu jatuh karenanya.
Eomma dari bocah itu mendekat dan mengagkat anak itu dalam gendongannya.
"Kalau jalan hati-hati dong. . . ada banyak orang disini dan dia lebih kecil darimu. .. " marah orang itu pada Sehun. Sehun hanya bisa menunduk bersalah *mungkin?*.
Tapi sepertinya Luhan nggak bisa diam saja mendapatI Sehun yang kelihatan sedih dan bersalah.
"Ahjuma. . Sehun nggak sengaja jadi tolong jangan marahi seperti itu. . " mendengar ucapan Luhan orang itu hanya bisa diam dan akhirnya berbicara pada anaknya yang dari tadi menangis. "Gwechanna?" tanyanya sambil menghapus air mata anaknya.
Kemudian setelah saling minta maaf kedua orang itu pergi dan Sehun masih dalam posisinya yang menunduk.
"Sudah tidak apa-apa kok. . kau tidak usah khawatir ya?" tenang Luhan.
Luhan memaksa mendongakkan kepala Sehun
Dan dia sedang menangis dalam diamnya tidak berani bersuara.
"Kenapa Sehunnie.. . Sehunnie nggak salah kok. . ahjumanya juga sudah minta maaf dan anak itu juga sudah baik-baik saja . .jadi Sehunnie nggak perlu nangis. ." ujar Luhan sambil setengah memeluk sehun dan setengahnya untuk menghapus air mata Sehun.
"Aku bukan nangis karena bersalah. . tapi ahjuma tadi mengingatkanku pada eomma. . aku juga dulu sering cari gara-gara tapi eomma sering membelaku di depan orang. . dan menasehatiku saat kita hanya berdua. . " ujar Sehun yang sekarang mulai terisak.
Luhan yang paham akan situasinya mengerti hal ini dan membiarkan Sehun menangis beberapa saat mungkin terlalu berat untuknya disaat rapuh seperti ini harus terpisah dari orang yang paling mengerti dia.
Akhirnya mereka memilih pulang ke rumah daripada harus mengalami hal yang berat untuk Sehun.
Setelah memastikan semua baik-baik saja dan setelah berhasil menenangkan Sehun, Luhan berpamitan untuk pulang dia pulang lebih awal tidak menunggu sampai Lay datang.
Lay menoleh ke belakang pada pintu yang baru saja dibuka dan menampakkan sosok roomatenya saat ini, dia terlihat lelah dan banyak berkeringat, Lay terus menatapnya sampai dia memasuki kamar mandi yang ada di pojok kamar.
Beberapa saat yang cukup lama kemudian orang itu keluar dari kamar mandi.
"Huaahhh. . segarnya. . nikmat akan terasa setelah bekerja keras. ." gumamnya dan Lay yang mendengar hanya menyunggingkan sebelah bibirnya tanpa sepengetahuan orang itu.
"Kenapa tadi kau tidak bergabung saja. . kulihat permainanmu tidak buruk juga. . " ujar Kris pada Lay.
"Permainan basket maksudmu?" Tanya Lay.
"Memangnya apa lagi . . ?" Kris sweatdrop.
"Aku hanya tidak suka melihat orang yang sok cool saat bermain basket. . olahraga itu untuk kesehatan tubuh bukan hanya sekedar pamer. . " ujar Lay mengungkapkan segala isi hatinya.
"Tapi aku tidak begitu kan? Kalau permainanku bagaimana menurutmu. . ?" Tanya Kris menginterogasi.
"Kalau kau itu sangat bersungguh-sungguh dalam permainan. . tujuanmu sama dengan tujuan dari basket sendiri tidak ada maksud lain. . itu terlihat jelas dari hasilnya. . lihatlah ketinggianmu. . "
"Begitu ya? Berarti aku bukan termasuk orang yang pamer?"
"Itu juga tidak benar. .. memang kau di lapangan sangat bersungguh-sungguh tapi setelah selesai kau tetap saja tebar pesona dan bergaya sok cool apalagi dihadapan para yeoja yang selalu ada di sekitarmu itu, , , "oke mungkin itu memang benar tapi cara Lay menyampaikannya terlalu blak-blakkan dan Kris hanya bisa sweatdrop tapi dia mulai tertawa sendiri menyadari betapa lucunya orang dihadapannya ini.
'Kenapa aku seperti terbiasa dengan perkataannya yang terang-terangan itu ya? Apa mungkin dimasa lalu kami ini orang yang dekat?. ..' pikir Kris dalam hati.
"Aku tidur dulu ya? Hari ini terlalu menguras tenaga. . kalau ada apa-apa jangan ragu bangunkan aku. . " ujar Kris pada Lay dan Kris segera tidur.
Beberapa saat setelah Kris tertidur ruangan terasa sepi dan Lay tidak ada yang bisa dilakukan jadi dia hanya menatap keluar jendela dan karena dia sudah lama menatap langit jadi dia mulai menatap makhluk indah yang sayang bila dilewatkan yang ada disampingnya. *ini pikiran authornya XD*
Betapa terkejutnya saat Lay melihat lutut Kris yang sedikit membengkak mungkin dia terlalu cuek dengan luka kecil seperti ini tapi Lay adalah salah seorang yang tidak bisa membiarkan orang lain terluka.
'Aku tidak tahu dapat kekuatan ini darimana tapi yang aku tahu pasti adalah saat aku diberikan ini aku harus menyembuhkan. . . ' gumam Lay dalam hati dan dia mengeluarkan liontin unicornnya.
"Huahhh aku lupa kalau sore ini kita harus pulang. . .!" tiba-tiba Kris terbangun dan Lay yang kaget hanya menjauhkan tangannya dengan pandangan shock.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Kris penasaran kenapa Lay tiba-tiba ada di sebelah ranjangnya.
"Emh. . aku .. sedang mencari sesuatu. .. " jawab Lay gelagapan dan berakting seolah-olah dia sedang mencari benda miliknya yang hilang.
.v.
.v.
.v.
"Kau habis dari mana saja Hannie? Dari kemarin aku tidak melihatmu pulang?" sambut sang Jiejie.
"Aku diminta membantu menjaga seseorang. . jadi aku menginap disana, apa jiejie mencariku?" Tanya Luhan dan dia langsung duduk di salah satu bangku disana.
"Tentu saja adik tercantikku menghilang bagaimana aku tidak mencarinya .. ." goda sang Jiejie.
"Aku ini tidak cantik. . lagipula memangnya pantas kata cantik digunakan untuk mendedkripsikan seorang namja. ." jawab Luhan agak ngambek malah bikin dia tambah imut.
"Kalau namjanya sepertimu sih rasanya memang seharusnya bukan lagi sepantasnya. ."
"Ah. . kau selalu saja pandai bermain kata-kata dan akhirnya aku harus mengalah padamu. . " pasrah Luhan dan mendapat cekikikan geli dari jiejienya. "Oh ya hannie tolong antarkan ini ke alamat itu ya?, kau tidak keberatan kan?" pinta sang Jiejie dan karena Luhan termasuk orang yang penurut jadi ya dia hanya bisa melaksanakannya.
"Jalan. . . . , , no 19."
"Benar disini nggak ya?" sekarang Luhan sudah sampai di sebuah kawasan apartemen dia tidak tahu pastinya jadi dia hanya punya satu petunjuk yang musti dia coba 19 yang manapun apartemennya yang penting ada 19.
TING TONG~
Luhan memencet pintu dengan ramah dan menunggu dengan sabar orang yang keluar untuk membukakan pintu.
Xiumin sedang asik nonton tv tapi tiba-tiba terdengar bunyi bel pintu yang sangat menganggu menurutnya. Nggak tahu dia sekarang punya hobi baru yaitu membenci bel pintu.
"Chen! Bukain pintunya!" teriak Xiumin seperti biasa suka nyuruh-nyuruh orang.
"Aku lagi di belakang Hyung~ kau lebih dekat kenapa tidak kau saja . .!" teriak Chen yang entah dia berada dimana.
"D.O-ah. . bukain pintunya . .!" Xiumin nggak menyerah dia terus berusaha menyuruh orang lain.
"Aku lagi bantu eomma. . nggak bisa hyung. . kau kan sangat dekat. .!" teriak D,O
"Xiuminnie. . jangan suka nyuruh-nyuruh orang lain, cepat buka pintunya tidak baik membiarkannya menunggu terlalu lama . . ." dan yang ini adalah omelan Suho yang tidak diharapkan Xiumin, dan pada akhirnya dia yang membukakan pintu itu, toh nggak mungkin juga kan dia beralih menyuruh Suho.
CEKREEEKK
"Waeyo?" Tanya Xiumin malas tapi ekspresinya berubah saat melihat orang yang ada di hadapannya begitu imut. Bukan, bukannya Xiumin jatuh cinta atau gimana hanya saja dia terlalu terbawa emosi sampai tidak sadar.
"Apakah benar anda yang memesan ini?" ternyata itu adalah Luhan dan dia sedang menenteng bawaannya.
Xiumin hanya menggeleng soalnya dia nggak ngerti apapun.
"Oh kalau begitu maaf sudah mengganggu . ." ujarnya dan dia berbungkuk sebelum berbalik pergi.
"Kenapa sih setiap orang yang baru bertemu denganku selalu menatapku dengan pandangan seperti itu. . ?" Tanya Luhan pada diri sendiri. Soalnya saat Sehun bertemu dengannya dulu juga menatapnya dengan pandangan seperti itu.
Tanda Snowflake di dada Xiumin bersinar dan sepertinya dia ingat akan sesuatu.
"Siapa Hyung?" Chen mendekat karena melihat Xiumin yang berdiri mematung di depan pintu. "Hyung kenapa kau diam disini sih. . ?" Chen menyadari ada yang aneh dengan hyungnya ini.
"Itu tadi Lu. .lu. .lu. ." Xiumin mulai tergagap lagi.
"Lu? Apa Lu?"
"Itu Lu. .ahh. . Lu. ."
"Hyung. . tenang hyung. . tarik nafas. . keluarkan. . tarik lagi. . keluarkan. . " Xiumin hanya menurut saja pada apa yang dikatakan Chen karena dia juga nggak tahu persis.
"Kalian berdua ini lagi ngapain sih di depan pintu?" Suho tiba-riba nyamperin mereka.
"Hyung bilang ada Lu. ."
"Hah? Lu apa? Xiuminnie?" Suho mendekati Xiumin meminta penjelasan. Setelah banyak bernafas dan mulai tenang akhirnya Xiumin bisa bicara dengan benar lagi.
"Itu tadi Luhannie!" teriak Xiumin.
"Luhan?"
"Luhan Hyung? Jjinja?"
Mereka bertiga langsung berlari mengejar Luhan yang belum terlalu jauh. Luhan begitu terkejut karena ada tiga orang sekaligus yang mendatanginya.
Mereka bertiga datang sambil berlari membuat Luhan bingung, "Aku nggak salah apa-apa kan mengapa mereka mengejarku?" Tanya Luhan sambil berbisik dan mulai takut juga. Akhirnya dia ikut berlari.
"Hei Kau jangan lari!" mendengar teriakan itu Luhan semakin takut dan mempercepat larinya, karena Luhan baru pertama kali datang kesini jadi dia tidak tahu tempat yang ada di sekitar ini dan sialnya dia menemui gang buntu dan mereka bertiga semakin mendekat.
"Hadapi saja aku kan nggak salah. . !" Yakinnya pada diri sendiri dan kini Luhan berbalik untuk menghadapi mereka. Tapi semakin dekat semakin nyali Luhan menciut.
"Akhirnya terkejar juga. . "
"Ampun. . .ampun aku tidak salah apa-ap—" belum selesai dia ngomong ternyata mereka sudah sampai dan Xiumin langsung memeluk Luhan dengan eratnya, Chen mengikuti untuk memeluk* padahal yang dia peluk bukan Luhan tapi punggung Xiumin*.
Suho hanya terdiam di belakang dan membiarkan untuk mereka bersama dulu.
"Eh. . wae?" Luhan merasa bingung melihat ada orang yang menangis tersedu sambil memeluknya. Tapi sedetik kemudian muncullah symbol milik Luhan yang terjatuh di lantai dan langsung diambil Chen dan diberikan pada Luhan.
"Ini milikmu Luhan-hyung. . " ujar Chen, Luhan hanya menatap sekitar *tepatnya mereka bertiga *seperti banyak yang harus diketahui.
"Eomma?, Xiumin-hyung?, Chen-hyung?" panggil D.O karena dia mendapati rumahnya sangat sepi kemana semua orang.
"Kemana sih mereka semua?" akhirnya dia memutuskan untuk keluar rumah, dari pada jaga rumah kosong sendirian.
Sejak kejadian di Bank waktu itu pemilik café memberikan D.O liburan *maksudnya cuti* untuk menenangkan kembali pikirannya dan mungkin dia sudah tidak boleh bekerja lagi, karena Suho melarangnya, Suho sangat takut membiarkan D.O keluar sendirian jadi dia tidak mengijinkan D.O bekerja. Tapi kalau hanya sekedar berjalan-jalan mungkin tidak akan apa-apa—pikir D.O
"Senang rasanya bisa keluar dan menikmati udara segar seperti ini. ." gumamnya di sepanjang jalan. Salahkan mereka semua yang meninggalkan D.O sendirian.
D.O sampai di sebuah toko yang menjual beberapa boneka, dia berhenti sebentar, bukan karena dia tertarik dengan bonekanya tapi dia melihat ada anak SMA yang masih memakai seragamnya dan ini masih jam sekolah, apa yang dilakukan anak ini?—Tanya D.O dalam hati.
"Kau menyukai boneka ya?" Tanya D.O memulai.
"Ani, aku hanya ingat harus membeli hadiah untuk hyung—" ternyata anak SMA itu adalah Kai dan betapa terkejutnya ternyata dia sekarang bertemu dengan orang yang dicarinya.
'Bukannya dia. . ' gumam Kai dalam hati.
"Kau. . " mata D.O yang memang lebar jadi bertambah lebar, dia sangat kenal wajah ini.
Dengan gerakan lambat D.O melangkah mundur karena dia takut akan terjadi apa-apa padanya hanya dengan melihat tatapan orang itu.
D.O berlari sekuat tenanga tapi dia ada perasaan sedikit lega karena dia melihat orang emhh sebenarnya anak itu tidak bergerak untuk mengejarnya jadi kemungkinan D.O aman sekarang.
Satu-satunya tempat yang dia rasa paling aman adalah rumah jadi dia berusaha untuk sampai rumah secepat mungkin karena disana ada eomma dan hyung-hyungnya yang sangat kuat. Dia berpikir bahwa dialah yang paling lemah dalam keluarga tapi dia belum tahu bahwa dialah yang terkuat sebenarnya.
"hahh. .hahh . ."
D.O bernafas terengah-engah karena sudah dekat dengan rumah dia tidak berlari lagi melainkan hanya berjalan agar tidak mencurigakan, dia nggak mau membuat semua keluarganya khawatir dan tidak membolehkannya keluar lagi. Dia menoleh ke belakang memang benar ternyata anak itu tidak mengejarnya atau membuntutinya.
"Aku tidak menyangka dia masih SMA . bagaimana mungkin?" gumam D.O pada dirinya sendiri.
"Kenapa kalau aku masih SMA ? masalah buatmu?"
Suara berat ini entah kenapa D.O sangat ingat dan tahu pasti tapi dia berharap ini tidak nyata. Dengan mata yang lebar seperti biasanya dia menghadap ke depannya yang sudah ada orang yang sangat ditakutinya saat ini, entah bagaimana caranya tiba-tiba dia ada didepannya.
"Kau bagaimana mungkin. . ."
"Kenapa sekarang kau berubah . . kalau dulu kau akan santai kalau ada bahaya di sekitarmu. . kenapa sekarang kau. . seperti takut. .?" Tanya Kai mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sekarang aku sudah dicegah eomma agar tidak keluar rumah supaya tidak bertemu orang sepertimu. . " jelas D.O kayaknya dia termasuk salah satu orang yang mudah terbawa suasana. Dia jadi lupa untuk kabur karena melihat Kai yang berbeda dari waktu itu dia hanya seperti kebanyakan orang. Tapi siapa sangka dibalik ke-ordinary-annya dia adalah orang yang cukup berbahaya.
"Eommamu itu namja yang waktu itu?"
"Kenapa apa kau merasa aneh kalau aku memanggil eomma kepada namja? Sebenarnya aku juga tapi dia adalah eommaku entah bagaimana tapi aku tetap mengakuinya . . " ujar D.O
"Tidak juga. . eommaku juga namja. Apa kau tidak ingat kalau dia eommamu?" Tanya Kai entah kenapa mereka larut dalam percakapan tidak tahu apa yang direncanakan Kai dalam pikirannya.
"Ah eommamu juga namja? Oh ya saat itu aku bisa ingat dia adalah eommaku tapi hanya sekilas waktu aku bersamamu di bank. . apa kau bisa membantuku. . kupikir kau bisa membuatku ingat akan eomma. . kasihan dia, panggilan eomma yang keluar dari mulutku hanya terdengar seperti paksaan kalau aku tidak benar-benar mengingatnya. . " jelas D.O panjang lebar sifat kalemnya keluar lagi, kalem yang nggak takut apapun.
"Aku bisa membantumu. . tapi kau harus ikut aku. ." ujar Kai sambil menampakkan Smirk khasnya.
.v.
.v.
Sore harinya
18:00
"Tidak apa kau pulang sendiri? Kalau kau takut biar kuantar. . masalah anakmu yang tidak suka padaku itu urusan nanti. . yang penting aku mengantarmu sampai rumah dengan selamat. " ucap Kris pada Lay mereka kini sudah turun dari bis, dan mereka kini jadi perhatian semua orang yang ada disana.
"Aku tidak takut dan aku tidak mau diantar!, satu hal lagi aku tidak punya anak. . " teriak Lay ngambek dan segera pergi untuk pulang.
"Ya, aku kan hanya bercanda kenapa kau marah sungguhan?" Kris menahan Lay yang mulai menjauh sambil sedikit mengejarnya.
"Bercandamu nggak lucu. . minggir aku nggak mau jadi pusat perhatian. ." paksa Lay dia ingin segera menjauh dari orang ini.
"Lay-ah. ."
"Lepas… lihat semua orang melihat ke arah kita. . ."
"Biarkan saja. ."
Tapi keinginanlah yang mengontrol kekuatan dan akhirnya Lay bisa pulang dan meninggalkan tempat itu menuju rumah yang menurutnya tempat paling aman karena tidak mungkin Kris akan datang ke rumah soalnya disana ada Sehun.
Oh iya dia jadi ingat akan Sehun bagaimana keadaannya ya?
Setelah kepergian Lay, Kris hanya menatap punggung Lay yang terus menjauh sampai ada seorang namja paruh baya yang menyadarkannya dari lamunan itu.
"Bagaimana cedera lutumu?" Tanya orang itu sepertinya dia pelatih basket tim ini.
"Ah ini sudah tidak apa-apa aku merasa sudah baikan. . . paling diistirahatkan dan dirawat sebentar juga sudah sembuh. .." dia mencoba berbohong supaya pelatihnya tidak khawatir.
"Lain kali berhati-hatilah. . " pungkasnya sebelum dia benar-benar pergi.
Dan Kris dia hanya mencoba memegang lututnya yang tadi memar. Tidak terasa sakit sampai dia memukulnya pelan juga tidak sakit. Akhirnya dia terus memukulnya dan tidak ada rasa sakit sedikitpun jangan-jangan memang sudah sembuh, padahal dia bilangnya tadi Cuma untuk menenangkan saja.
"Hah. . bagaimana mungkin?"
Ujar Kris karena tidak mendapati luka sedikitpun dilututnya padahal tadi dia yakin kalau dia benar-benar terluka.
Lay masuk dengan mudah soalnya dia juga punya kunci cadangannya. Karena capek dan dia nggak mau membangunkan Sehun dia langsung tergeletak di sofa yang ada di ruang tamu setelah melempar tas dan sepatunya ke segala arah.
"Ahjuma?" Sehun yang baru melewati ruang depan mendapati ahjumanya sedang terkapar*?* dengan tidak elitnya.
"AHJUMAAA!"
Dia langsung menerjang orang yang paling dikhawatirkannya. Akhirnya dia langsung menindih punggung Lay.
"Ah. .ah. . Hunnie. . berat! kau sudah sembuh?. ." Tanya Lay walaupun dia susah untuk ngomong.
"Ne tentu saja ahjuma. . Gomawo karena sudah menghawatirkanku. . aku sayaang sekali padamu—"
"Ne. . arraseo . . kau memang sudah seharusnya begitu padaku kan?."
"—tapi aku juga membencimu"
"Eh. . wae?"
"Tentu saja kan. .itu karena kau dengan seenaknya pergi tanpa pamit apalagi kau perginya bersama namja namsan tower itu. . kan sudah kubilang untuk menjauhinya. ." omel Sehun.
"Hah? Jadi intinya kau sayang atau benci padaku?" Tanya Lay.
"Aku benci kau karena kau bersama namja itu tapi aku menyayangimu karena kau meninggalkanku bersama Gege-ku. . " kini Sehun mulai mengeratkan pelukannya.
"Hahh. . anak-anak. ." gumam Lay. "Kau benar-benar menyukainya ya? Baru dirawat sehari saja kau sudah bisa ngomel kayak gini lagi. .?" entah kemana capek yang dirasakan Lay tadi kini dia sudah tidak merasakannya lagi.
"Karena aku menyayangimu jadi aku memaafkanmu. . tapi kau harus cerita padaku . . apa saja yang kau lakukan disana. .?" paksa Sehun.
"Hah? melakukan apa? Kau bertanya padaku seolah aku sudah melakukan hal buruk begitu. . "
"Ceritakan!"
"Baiklah aku tahu satu hal buruk menurutmu. . aku tidur sekamar dengannya . ."
"APA? Beraninya dia. . ! dia nggak nggak macem-macem kan?" Tanya Sehun makin possessive.
Lay menggeleng dan mulai mengingat kejadian yang paling nggak ingin diketahui Sehun.
Inside Lay's think
Kali ini Lay sedang berjalan masuk keruangan setelah menununggu Kris latihan pagi, tentu saja dia berjalan beriringan dengan Kris yang tersenyum gaje *?* di sepanjang jalan maksudnya senyum itu untuk siapapun yang ditemuinya dan beberapa orang emh hampir keseluruhan (yeoja) menatap pada mereka, mungkin mereka iri pada Lay yang selalu dekat dengan Kris akhir-akhir ini bahkan sekarang mereka sampai sekamar.
Nggak tahu kenapa mereka bisa sampai merasa iri pada namja.
"Oppa!, kenapa sih akhir-akhir ini dia selalu dekat-dekat denganmu. . ?" salah satu yeoja memberanikan diri mendekati Kris yang ada Lay di sampingnya, dan yang dimaksud dia adalah Lay. Dan dia tahu kalau Lay bukan orang yang popular yang bisa mudah dekat dengan idola sekolah.
"Siapa? Lay? Bukan dia tapi aku yang dekat dengannya. ." jawab Kris santai, Lay dia hanya cuek sudah biasa.
"Iya tapi kenapa?"
"Kau Tanya kenapa sudah pasti lah. .. dia kan namjachiguku. ." jawab Kris masih santai tapi Lay yang mulai nggak nyantai, jawaban macam apa itu. Pada kenyataannya kan mereka tidak seperti itu.
"Hah? Jjinjayo?" Beberapa yeoja Shock berat pastinya Lay juga. Dan mereka berbisis-bisik satu sama lain.
"Permisi sebentar. . " Lay langsung menarik Kris menjauh dari mereka dan mencari tempat untuk ngomong tanpa orang lain.
Akhirnya mereka memilih kamar mereka sebagai tempat yang nggak akan ada siapapun kecuali mereka.
"Apa yang kau katakan pada mereka?" Tanya Lay sarkastik setelah dia mengunci pintu.
"Kau tidak tahu ya? Itu tadi jurus terampuh untuk mengusir mereka . . . aku nggak tahu padahal kau ini manis tapi kenapa mereka takut padamu ya? Apa mereka terlalu iri pada kecantikanmu.—"
"Jawab pertanyaanku, . dan jelaskan padaku!"potong Lay sebenarnya dia terlalu tidak biasa menerima pernyataan ini mengingat orang yang disukainya mengucapkan itu semua. Tapi Lay masih butuh penjelasan sebelum dia salah paham.
"Itu adalah sebuah pernyataan apa kau masih tidak mengerti?" ujar Kris kini dia berjalan mendekati Lay yang ada di belakang pintu yang tadi Lay tutup sendiri, dan beberapa saat kemudian dia mulai mengutuk apa yang telah dia lakukan dan memudahkan orang ini.
"Kau mengatakannya seolah kau sedang mempermainkan aku"
"Itu karena ada banyak orang disana? Mereka tidak pantas melihat . . sekarang karena kita hanya berdua saja. . jadi akan ku jelaskan padamu, alasan mengajakmu kesini. . dan membuat kita sekamar adalah bukan suatu kebetulan. . melainkan memang sudah kuatur. ." ujar Kris semakin dikat dengan Lay yang semakin terpojok.
"Apa maksudmu ha?"
"Kau tidak mengerti juga ya? Aku mencintaimu Zhang Yi Xing. . kau tidak tahu betapa tersiksanya aku selama ini melihatmu bersama bocah itu, dia bisa memelukmu dan bermanja-manja padamu kapanpun dia mau, sedangkan aku tidak mungkin bisa melakukan itu semua padamu. . ." jelas Kris makin lama makin memojokkan Lay.
". . ."
"Aku tidak akan mengatakannya Dalam keadaan aku memaksamu. . jadi datanglah besok sore sepulang sekolah ke jembatan yang ada di barat sekolah. ." ujar kris pada akhirnya yang melihat Lay sudah terpojok dan wajahnya terlihat takut karenanya *yeh baru nyadar?*.
End Lay's think. .
"Besok sore .. . apakah aku harus datang?" tanyanya pada diri sendiri, untung Sehun sudah tepar duluan jadi nggak ada yang nanya macem-macem.
.v.
.v.
.v.
Baekhyun sedang liat tv dengan hati dongkol, sambil sesekali melirik orang yang duduk santai disampingnya sambil ketawa-ketawa karena dia sedang liat Spongebob *?* mungkin salah satu acara kesukaannya.
Biasanya teman sekamarnya bukan orang ini, tapi dia memaksa pindah dan membujuk teman sekamar Baekhyun untuk bertukar tempat.
Yah orang ini adalah Park Chanyeol. Karena dia tahu kalau mereka dalam satu asrama *anggap aja gitu* kenapa tidak sekamar sekalian pikir Chanyeol.
"Kenapa Baek-hyung kau tidak suka filmnya?" Tanya Chanyeol yang daritadi melihat Baekhyun cemberut terus.
"Ani" jawabnya pendek tanpa melihat kearah Chanyeol.
"Kok ekspresimu gitu sih? Kalau kau tidak suka tinggal bilang nanti akan kuganti chanelnya. . " bujuk Yeol soalnya dia nggak suka lihat ada kemurungan disekitarnya, soalnya dia adalah sang 'happy virus' selain dia selalu bahagia juga membuat bahagia orang yang ada di sekitarnya.
"Satu-satunya yang membuatku murung disini adalah kau. ." jujur Baekhyun.
"Eh? Wae? Kenapa aku? Apa aku ada salah padamu?" Tanya Yeol beruntutan.
"Tentu saja. . memangnya apa yang kau lakukan disini ha? Dan kenapa kau membujuknya supaya mau bertukar tempat denganmu?" Tanya Baekhyun kali ini dia sudah melihat ke arah Chanyeol.
Chanyeol berpikir sebentar, dia belum bisa menangkap kemana arah pembicaraan ini sebenarnya.
"Aku tidak suka kamar sendirian, , karena aku suka berbagi dan orang yang paling kupercaya adalah kau. . jadi aku memanfaatkan ini. Kenapa ada yang salah?" jelas Chanyeol.
'Mungkin tidak bagimu. Tapi aku? Gimana aku?' pikir Baekhyun dalam hati, soalnya dia punya banyak rahasia yang tidak diketahui orang banyak.
"Sudahlah malas aku berdebat denganmu. . akhirnya pasti aku kalah, aku mau tidur dulu. . " pamit Baekhyun dan dia segera masuk ke kamarnya.
Disana ada dua bed di sebelah kanan dan kiri, Baekhyun menempati yang sebelah kanan. Setelah menyalakan penghangat ruangan dia tidur di dalam selimutnya.
Tidak lama kemudian Chanyeol menyusul kedalam kamar, dia melihat ada ranjang kosong di sebelah ranjang Baekhyun, mungkin itu milik teman Baekhyun dan sekarang akan jadi milik Chanyeol.
Tapi
Kenapa pendek sekali ranjangnya rasanya Chanyeol akan menekuk kakinya kalau harus tidur dan dia melihat milik Baekhyun yang cukup panjang. Salahkah kalau dia terlalu tinggi?.
"Hyung geser dong. ."
Chanyeol menggeser Baekhyun supaya ranjang itu muat berdua, dan Baekhyun yang dalam keadaan setengah sadar Cuma bisa menggeser tubuhnya dan membiarkan Chanyeol dapat tempat yang cukup, sebenarnya Baekhyun tidak tahu apa yang terjadi.
Mereka mencoba untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka setelah latihan seharian.
"Kenapa ruangan ini panas sekali sih. . " keluh Chanyeol akhirnya dia membuang selimut yang tadi dia bawa ke segala arah. Karena masih terlalu panas akhirnya cara terakhir yang dia pakai adalah melepas kaosnya dan dia jadi ehm , , topless sekarang. Barulah dia bisa tidur dengan tenang.
"Aku tunggu diluar saja. . lagipula aku khawatir jiejie-mu tidak akan mengerti posisiku. ." ucap Suho pada Luhan.
Yah mereka kini mengantar Luhan pulang untuk menyampaikan sesuatu yang penting kepada orang yang selama ini mengasuh Luhan.
Akhirnya Luhan dan Xiumin yang ditemani Chen pun masuk dan Suho hanya menunggu hasilnya diluar.
"Ah. . Hannie. . kau main lagi sampai semalam ini—. . oh siapa mereka berdua ini?" perkataan sang jie-jie terpotong karena melihat Luhan bersama dua orang di belakangnya.
"Emh, , Jiejie. . bisa kita duduk sebentar ada hal penting yang ingin kamu bicarakan. . " pinta Luhan agak ragu untuk mengungkapkan ini semua, mungkin ini terlalu sulit untuknya.
Mereka berempat duduk dengan posisi melingkar dan Luhan yang menggenggam tangan Jiejienya.
"Ada apa Hannie? Kok tiba-tiba kau begitu kaku padaku sih? Memangnya siapa mereka ini?" sang Jiejie terus bertanya karena dari tadi belum mendapat jawaban.
"Biar aku saja yang menjelaskan semuanya. . " ucap Xiumin karena dia tidak yakin Luhan bisa melakukannya. "Sebelumnya kami ingin mengucapkan terima kasih pada anda, , karena selama ini telah menjaga Luhan dengan baik . ." Xiumin menyela perkataannya, Luhan makin mengeratkan genggamannya.
"Maksudnya .. mungkinkah kalian ini adalah. . " sang jiejie sepertinya tahu kemana arah pembicaraan ini hanya dengan melihat ekspresi mereka.
"Ne, kami ini keluarga Luhan. . maksud kami kesini adalah untuk memintamu mengijinkan Luhan bersama kami anda sebagai orang yang mengasuhnya selama ini juga berhak tahu. . dan tolong supaya anda bisa merelakan Luhan pulang bersama kami. ." jelas Xiumin.
"Pulang? Apakah tempat kalian jauh? Tidak bisakah dia tetap berkunjung kesini mungkin sebulan sekali atau setahun sekali?" Tanya Jiejie.
"Jiejie. . untuk beberapa waktu dekat ini mungkin aku masih bisa berkunjung kesini menemui Jiejie. Sampai kami semua bertemu Appa dan eomma . . saat itulah aku tidak bisa kesini lagi. . ." kini Luhan menenangkan Jiejienya.
"Tapi kenapa? Kau sudah kuanggap seperti Didi-ku sendiri. . bahkan aku sudah menganggapmu bagian dari keluargaku. . ! kenapa kau tidak bisa datang kesini lagi hanya untuk sekedar mengunjungiku?" ujar sang Jiejie, dan Luhan hanya bisa diam saja soalnya dia tidak mungkin mengatakan pada Jiejinya kalau dia dan keluarganya berasal dari luar Bumi a.k.a EXOPLANET. Siapa yang akan percaya?.
"Aku tahu ini berat, , tapi Luhan juga punya kehidupan sendiri. . jadi kami mohon dengan sangat pada anda. . anda juga punya kehidupan yang berbeda dengan Luhan. . " ini suara Xiumin.
Lama mereka terdiam, Xiumin tahu dia membiarkan sang Jiejie dengan pikirannya jadi dia tidak berani untuk bicara lagi.
"Mau bagaimana lagi. . sepertinya Hannie akan lebih bahagia kalau bersama keluarganya. . .jadi kalian tidak perlu mendapat izinku. . semuanya kan tergantung Luhan. ." sang Jiejie mengatakannya dengan senyuman untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dan senyuman yang membungkam tangisannya agar tidak pecah seketika itu juga.
"Jjinjayo Jiejie? Gomawo dan Mianhamnida , , , " Luhan langsung membawa Jiejienya dalam pelukan hangat dari seorang yang selama ini dianggap sebagai keluarganya.
"Oh ya Hannie, , aku ada sesuatu juga yang ingin kusampaikan padamu yang selama ini kusembunyikan. .. sebenarnya aku ditunggu seseorang dia ingin mengajakku ke China tapi karena aku melihatmu terlalu senang bersama anak itu disini aku selalu menolak ajakannya bagaimanapun dia memaksa. . . karena kau pasti ikut denganku . . pernah kepikiran juga supaya kau bisa tinggal dengan bocah itu tapi ternyata dia juga menumpang. . jadi aku tidak tega membiarkanmu dan aku tidak bisa meninggalmu. .. tapi sekarang ada orang yang menjagamu. . aku mungkin akan menerima ajakannya sekarang. " jelas sang Jiejie meyakinkan Luhan kalau dia baik-baik saja.
"Oh ya aku jadi ingat. . kalau kau mau pergi kabarilah bocah itu . . " perintah sang Jiejie.
Dan itu membuat Luhan ingat akan Sehun, dia tahu ini berat entah kenapa dia seperti tidak tega meninggalkan bocah manja itu walaupun Luhan sering direpotkan tapi dia selalu merasa senang jika di sampingnya. Dan dia merasa bahwa Sehun tidak bisa menerima ini karena Luhan tahu bagaimana tipikal seorang Sehun.
Akhirnya dia memilih yang terbaik untuk pamit dan meninggalkan Sehun dan memilih bersama dengan keluarganya.
Luhan keluar meninggalkan jijienya bersama Xiumin dan Chen. Saat diluar dilihatnya Suho yang masih setia menunggu.
"Ahjuma apa tidak dingin diluar masuk saja. . " ujar Luhan.
"Bagaimana apa sudah berhasil. . ?" Tanya Suho mendekat kearah Luhan.
"Ne dia mengijinkanku untuk pergi dan aku tidak perlu menjelaskan akan pergi kemana. . gomawo ahjuma telah memberiku kekuatan. . sekarang aku membutuhkannya lagi untuk berpamitan pada satu orang yang akhir-akhir ini selalu dekat denganku walaupun pertemuan kami tidaklah lama. . " Luhan menggenggam tangan Suho.
"Biar kuantar ya. . aku ingin menemanimu. . " pinta Suho dan Luhan hanya mengangguk dan mereka berjalan beriringan menuju ke tempat Sehun, tapi Suho nggak tahu dia harus kemana dia hanya mengikuti Luhan saja.
Di sepanjang perjalanan.
". . Ne dia itu sangat lucu tapi juga sangat manja. . dia tinggal bersama ahjumanya persis seperti aku dengan ahjuma sekarang ini. ." Luhan dan Suho berbincang-bincang selama perjalanan untuk mengobati kangen juga lama nggak ketemu.
"Memangnya ahjumanya namja. .? kok kau bilang persis?"
"Sebenarnya dia yang maksa manggil ahjuma, sementara sang ahjuma selalu menolak tapi akhirnya luluh juga karena bocah itu bersikukuh memanggilnya ahjuma kapanpun dan dimanapun. . sampai aku ikutan memanggil ahjuma. . hehehe. . " Luhan terkekeh geli akhirnya dia ingat semuanya. Dia ingat tentang dirinya dan keluarganya di masa lalu. Tapi dia masih belum bisa menemukan keluarganya yang maih terpisah di bumi.
Tidak terasa mereka berdua sampai di depan apartemen, Suho hanya melihat sekitar dan mengatakan kalau ini adalah apartemen terbersih dibandingkan milik Chen, disini sangat sederhana tapi menarik.
"Kamarnya ada di lantai 2. . ayo ahjuma . ." ajak Luhan sambil menggandeng tangan Suho.
Mereka sudah menaiki tangga dan sekarang tepat di depan apartemen milik Lay. Luhan dengan segala kesiapannya mulai mengetuk pelan pintu itu.
TOK TOK TOK. .
.v.
.v.
.v.
Tbc. . . .
Huaaah. . *tarik nafas dalam dalam*.
Mianhamnida . . . buat para reader-nim yang telah menunggu lama. . saya tahu ini cukup lama karena ini dimasa liburan tapi bagaimana lagi. . saya telah berusaha sebaik mungkin semoga chap ini nggak semakin gaje dan nggak mengecewakan.
Hope you enjoy it. .
Dan mungkin ini masih butuh waktu lama a.k.a masih banyak chapter karena belum bisa ngendingi. . . jadi semuanya harap bersabar.
Okelah tanpa banyak cing-cong.
.v.
BALASAN REVIEW. .
chokyulate :
Ne Gowawo! Yang ini nggak lama kan updatenya? #kyaknya lama.
Sampai jumpa di chap depan?
Posseidon Ryuu:
Annyeong juga Ryuu-ssi
Ah gomawo! Gomawo karena setia selalu nungguin author . .#=.='
scene KaiDo ama KrisLay? Disini ada menurut saya dikit. .
ini udah secepet yang saya bisa walaupun liburan ternyata ada kelas tambahan. . tapi nggak papa. . .
Aniyo. . saya selalu menghargai setiap review. . .
, annyeong~~~
Jisaid :
Ne Gomawo! Udah saya usahain sebisa saya. . .
Semoga tetep suka?
BLUEFIRE0805 :
wah... author juga seneng deh , ,, karena Blue-ssi juga seneng, gomawo tapi saya masih perlu banyak belajar. .
hahahaha ne gomawo!
Di chap ini banyak nggak momennya? Menurutku banyak sih? Moga Blue-ssi seneng. . ..
twitter saya udah bikin 2 kali tapi sama lupa password dua-duanya. . , biasanya saya bikin password sama kayak e-mail tapi karena e-mail saya udah dibobol temen saya a.k.a Yuki jadi saya bikin serumit biar nggak bisa dibobol, emang ampuh sih tapi endingnya saya juga kagak bisa buka. . kagak inget. . jadi intinya aku nggak punya twitter,,# curhat panjang lebar.
fb : Fika Kalusi. *terlalu simple*
ini udah update cepet kan?
Apa lama ya?
Ne gomawo karena udah mau nungguin author. . see you in next chap . .. ?
Cho Ji Hyeon :
Ne gomawooo! Apakah nggak berlebihan?
saya belum memikirkan suami untuk suho, . . mianhamnida!
kalo bukan dari exo siapa yang pantes ya? #Mikir!
ne mereka berdua adalah sesama ahjuma. .
ne pasti akan balik tapi masih nunggu hati kai bisa nerima eommanya. .
LaySuho Angel couple. . ne beneran seru lho! Hahaha.
Tapi saya masih nggak percaya Lay itu seme? Dengan kulit putih mulusnya dan segala tingkahnya!
shin young rin :
ne . .ini KaiDo !
Suho sama siapa? Author belum kepikiran, . . mianhamnida. .
mana namja asing? #bingung.
ne gomawo a. . .
Tao? Dia masih nungguin pohon bamboo buat persiapan musim dingin . #ngaco.
Ini BaekYeol * enakan baekyeol diucapinnya * tapi semenya lebih cantik dari sang uke a.k.a chanyeol. Intinya Baekhyun dengan sikap kekanak-kanakannya otomatis jadi uke # author baru dapat pencerahan*?*
gomawo. . see you in next chap?
hatakehanahungry :
ne ne gomawo. . .
tao . kayaknya sih *Cuma perkiraan* mungkin chap depan. . .
dalam keadaan tertentu. . mereka hampir sama. . saya nemu satu photo yang kai beda dari biasanya, kalo biasanya foto kai selalu fulgar *?*. tapi foto yang ini itu imut bgt.. . jadi menurut pendapat saya ndiri saja dia mirip taemin. . .
ne dia malah ngiming2 aku yang lagi mumet . . habis dia bangkunya di belakang jadi fine-fine ajah. .
HUAAHHH? Cerahnya gimana? Beneran.. ? * tahun depan unas bisa dicoba nggak ya? #endingnya ancur . . hahaha.
hahaha 6 koma? Yang sabar aja laaaah kekeke.
ini udah lanjut . . .
gomawo udah review!
Choujiro21:
Annyeong juga!~~~
Ne Gwechanna. . .
Tao ? bentar lagi kayaknya. . .
Ditunggu ajah. . .
ne gomawo . semoga tetap setia menunggu saya ya. . ? mianhamnida kalau lama?
ne ini udah lanjut, , , , hwaiting...!
7casshimMAX Ryeosom d innocent :
Ah... gwechanna. . . gwechanna. . I'm easygoing#jiaaahh
Luhan dia sama suho dulu yah. . sama lay-nya nunggu waktu . . .
Hah? Luhan ?Daughter?
krislaynya disini udah banyak apa nggak?...
ne ini kaido, suho? Author belum tahu. . mian! *bow! Nggak sama tao kok!.
Ditunggu sesabar-sabarnya. . saya suka ngubah cerita seenak jidat soalnya. . . kekeke.
SmiLeND :
Ne ne gomawo atas apresiasinya. . .
suho sama siapa? Author juga nggak tahu. . mian. . nggak kok, dia nggak sama tao.
Tao muncul kemungkinan di chap depan ?
KaiDo na saya akan berusaha sebaik mungkin
Ne dengan membaca review dari readers sekalian. . saya selalu tetep semangat untuk ngelanjutin. . .
\0/
And the last thank you for all reader, . . for supporting me, so I can reach this chapter. . I don't know it'll be long chapter like this. But I still keep going. .
PLEASE REVIEW
