Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*

CHAPTER 9

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

All SHINee Family

Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#

SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..

DON'T LIKE DON'T READ.

\=.=/

"Kamarnya ada di lantai 2. . ayo ahjuma . ." ajak Luhan sambil menggandeng tangan Suho.

Mereka sudah menaiki tangga dan sekarang tepat di depan apartemen milik Lay. Luhan dengan segala kesiapannya mulai mengetuk pelan pintu itu.

TOK TOK TOK. .

Dengan sabar mereka menunggu sampai ada seseorang yang membukakan pintunya.

"Oh ya Hannie. . aku baru ingat D.O . . . tidak apa-apakan aku tinggal .. ?" Tanya Suho.

"Ne, , nanti ahjuma langsung pulang saja. . kasihan D.O mungkin dia sudah pulang. ." ujar Luhan.

Suho mengangguk kemudian dia melangkah pergi meninggalkan apartemen itu. Tapi selama perjalanan ada sesuatu yang terus mengganjal dalam pikirannya tentang apartemen itu. Dia Cuma bisa menganggapnya sebagai pikiran yang sesaat terlintas saja tidak menanggapi sungguhan pikiran itu.

"Ah. . kau dengar itu Hunnie. . turun dari punggungku. . aku mau membukakan pintu." ucap Lay pada Sehun yang masih setia nangkring diatas punggung Lay.

"Engghh . . siapa sih malam-malam begini. ." ujarnya setengah sadar dan dia Cuma menggeser tubuhnya dan membiarkan Lay bangun untuk membukakan pintu, tidur lebih nyaman menurutnya.

"Ini baru jam 9 jadi belum terlalu malam. . " balas Lay.

CEKLEEKKK

Dengan pelan Lay membuka pintu dan memastikan siapa yang datang dan ternyata setelah dia melihat ada namja manis yang tersenyum dengan manisnya pula, dia hanya tahu kalau dia ini adalah gege baru Sehun.

"Ah. . mau menemui Sehun? ne silahkan masuk dan tunggu sebentar. ." dari senyuman itu Lay bisa menebak apa yang hendak dilakukan namja itu.

Kebetulan mereka berdua tadi tertidur di ruang tamu jadi sekarang Sehun masih tergeletak dengan manisnya *dimata Luhan dan author, |reders: tuh orang ngeksis mulu|*

Entah kenapa mata Sehun langsung melek setelah sekilas melihat yang datang adalah Luhan, kalau dia mah jam berapapun nggak ngganggu deh. Itu pikiran Sehun.

Dan Lay bisa melihat jelas itu dari raut wajahnya ketara sekali.

"Apa aku menggaggu?" Tanya Lay sepertinya Luhan hanya ingin bertemu Sehun. Dan Sehun menatap Lay dengan pandangan 'Bukan-mengganggu-tapi-sangat-menggangu'.

"Ani anda tetap disni aku juga ingin anda mengetahuinya. . " cegah Luhan dan menurunkan Mood Sehun.

"Memangnya ada apa sih Gege? Kayaknya kau susah untuk menyampaikannya apakah ada hal yang sangat penting ?" Sehun menyadari ekspresi gugup itu.

Setelah Luhan duduk tenang di sofa dan mempersiapkan mentalnya dia memberanikan diri menatap mata Sehun dan Lay bergantian.

"Begini aku ingin berpamitan pada kalian—"

"Apa?"

Sehun memotong perkataan Luhan. Dan Lay hanya bisa menenangkan Sehun dan mengatakan bahwa Sehun harus mendengar dulu semuanya dari Luhan, dan tidak menyelanya lagi.

"Terima kasih Sehunnie. . berkat kau aku percaya pada keluargaku dan sekarang aku bisa menemukan mereka. . aku sudah bersama Hyung dan dongsaengku. . jadi kemungkinan aku tidak akan bisa bertemu lagi. ." Luhan tidak bisa melankutkannya dia sangat susah untuk menjelaskannya.

Pasalnya saat dia kembali nanti ingatan orang-orang tentangnya akan terhapus dan kemungkinan Sehun juga akan melupakannya sekuat apapun dia berusaha—pikir Luhan.

"Apa rumahmu diluar negeri? Kalau begitu sih paling tidak kan masih bisa bertemu. . ." ujar Lay, Sehun hanya terdiam dia juga memikirkan kalau dia kembali nanti dan ingatan semua orang yang dekat dengannya juga terhapus, dia terlalu menyayangi ahjumanya dan menyayangi gegenya. Intinya sekarang kekhawatiran Sehun dan Luhan sama.

"Aku tidak bisa menjelaskannya. . jadi aku hanya bisa berpamitan saja. .kalau nanti aku sudah menemukan eomma-ku aku akan benar-benar pergi. . " ujar Luhan tersenyum manis.

Di kamar Lay tepatnya dari dalam lemari ada sesuatu yang bercahaya terang sekali tapi mereka semua tidak mengetahuinya. Dan itu berasal dari symbol Lay.

"Terima kasih. . karena memberiku kesempatan untuk percaya lagi. . aku permisi dulu. . maaf kalau aku merepotkan. ." Luhan membungkuk sebentar dan segera pergi sebelum perasaannya semakin dalam.

Setelah sedari tadi hanya diam tidak bersuara akhirnya runtuhlah semua pertahanan Sehun setelah Luhan pergi dia menangis di depan ahjumanya.

"Se . . Hunnie. .Ul. .Uljima. ."

Lay paling tidak bisa mengatasi kalau ada yang menangis dihadapannya. Dia bener-bener canggung nggak tahu kenapa.

"Ini pasti hanya bohong kok. Sehunnie bisa menemui dia kapanpun . . Hunnie yakin kan?" Sehun langsung nangis di dada Lay sambil terus menggeleng Lay bisa merasakannya tapi tidak bisa mengatikannya, dan Lay hanya bisa mengelus-ngelus punggungnya, dia tidak berani bertanya karena sepertinya Sehun nggak ingin menjelaskan apapun.

FLASHBACK.

"Sudah dong . Tao jangan nangis nanti mata pandanya makin gede lho. .. "

"Huaaahhh. . tapi. Tapi Baek-hyung dia. "

Kris datang mendekat karena melihat Tao menangis dan Lay yang paling tidak bisa menghadapi Tao apalagi kalau dia sudah nangis gini.

"Sudah. . ayo ikut appa nanti akan appa belikan sesuatu tapi janji gak boleh nangis lagi. . " Kris langsung menarik tangan Tao dan menjauh dari Lay.

Setelah kepergian mereka berdua Lay hanya duduk santai di kursi yang mereka siapkan disamping rumah dan sebagai penghubung antara kedua rumah.

"Huhh~ apa aku bukan orang tua yang baik. . " gumamnya pada diri sendiri.

"Ani, bukan kau yang tidak baik. . kalau ada yang tidak baik itu harusnya aku. . " Lay mendongakkan kepalanya dan mendapati Suho yang sudah duduk disampingnya. "Aku sudah menghukum Baekhyun . ."

"Kau tidak perlu melakukannya. . lagipula menurutku hanya Tao yang terlalu kekanak-kanakan Baekhyun hanya mencoba bermain dengannya. . " jelas Lay sambil tersenyum dengan senyuman yang 'bright'.

"Harusnya aku menirumu cara mendidik anak. . lihatlah Luhan,Xiumin dan Chen mereka tidak merepotkanmu sama sekali. . dan Tao dia paling diurus sama Kris-Ge. . ." ujar Suho.

Tentu saja Suho mengeluh pasalnya anak yang paling besar saja masih merepotkan gimana yang dibawahnya. Oke mungkin Cuma 3 orang tapi kalian bisa bayangkan bagaimana 2 dari 3 orang itu adalah pembikin ribut sepanjang masa, mereka tidak akan mempan kalau hanya ditegur dengan kata-kata mungkin harus sampai 3 kali mengucapkannya.

"Aku bisa membantumu. . " Lay menarik tangan Suho dan mengajaknya untuk masuk ke rumah Suho.

Didalam rumah, Chanyeol sedang tidur dengan D,O sementara Baekhyun masih menghadap tembok atas hukumannya.

"Karena hari ini ahjumamu sedang baik jadi hukumanmu cukup sampai disini. . ." ujar Suho pada Baekhyun.

Bekhyun langsung berlari ke pelukan Lay, dan melupakan Suho. Menurutnya Suho orang yang menghukumnya dan Lay yang membebaskannya. Jadi menurutnya yang baik adalah Lay.

"Baekkie. . hari ini sama ahjuma saja ya. . berhubung hari ini ahjuma sendirian . "ajak Lay.

"Mian ahjuma tadi aku hanya ingin sedikit berbagi cerita sama dia .. . aku benar-benar nggak tahu kalau dia nggak bisa dengar cerita seram. ." sesal Baekhyun.

"Gwechannya Luhan juga sering melakukannya kok .. "

Malam harinya.

"Berhentilah memanjakan Tao. . dia butuh persiapan untuk menghadapi kehidupan sendiri. . "

Lay dan Kris sering bertengkar masalah Tao, Kris bersikukuh harus membesarkan dengan kasih sayang sementara Lay selalu bersikukuh bahwa Tao harus dibekali dengan jiwa yang bekerja keras dan mandiri.

"Aku tahu apa yang aku lakukan. . ini caraku. . " karena nggak mau ada pertengkaran yang lebih besar dari ini Kris segera pergi meninggalkan ruangan itu.

FLASHBACK END.

Keesokan paginya.

"KYYYAAAAAAA!"

Chanyeol langsung bangkit dari tidurnya karena kaget mendengar teriakan super keras apalagi suara itu tepat disampingnya itu berarti berasal dari Baekhyun.

"Ada apa?" Tanya Chanyeol kaget.

"Kau? Kau?. . Apa yang kau lakukan hah?" Tanya Baekhyun sambil mengeratkan selimutnya untuk menutupi dirinya. Chanyeol masih tidak mengerti dengan apa yang dimaksud, tapi dia sangat kagetnya karena wajah Baekhyun yang menatapnya dengan horror.

"Kenapa kau te. .telanjaangg?"

"Siapa yang telanjang sih?" Chanyeok masih bingung soalnya dia masih memakai celananya.

"Kenapa kau tidur disampingku dan berpakaian seperti itu? Hah? Apa maksudmu?"

"Maksud apa? Aku nggak maksud apa-apa? Aku kan hanya tidur di sampingmu. . apanya yang salah sih. .?" emhh … ini bener-bener nggak tahu apa lemot ya?.

Dengan sadis Baekhyun langsung mendorong emh lebih tepatnya menendang Chanyeol dan hasilnya sekarang Chanyeol jatuh ke lantai dengan tidak elitnya.

"Ya! Apa yang kau lakukan hah?" Chanyeol nggak terima.

"Harusnya kau Tanya itu pada dirimu sendiri. ." ujar Baekhyun sambil segera pergi ke kamar mandi, Chanyeol masih meringis kesakitan ditambah kebingungannya. Apanya yang salah bukankah sesama namja tidak akan ada masalah apa-apa?—pikir Yeol.

Tapi akhirnya Chanyeol memutuskan untuk mengikuti ke kamar mandi, dia hanya berdiri di depan pintu putih itu.

"Baek-hyung. . kau ngambek karena aku memaksa tidur seranjang denganmu?" teriak Chanyeol.

" . . ."

"Jadi karena itu ya?".

Akhirnya Baekhyun sudah keluar dari kamar mandi sambil menggantung handuk di pundaknya dia melenggang pergi mengabaikan Chanyeol yang ada di depan pintu. Bukan Yeol namanya kalau dia menyerah akhirnya dia mengikuti Baekhyun yang duduk di sofa kecil di ruang sebelahnya.

"Bacon-hyung aku—"

"YEOL! CHANYEOL. . ." Chanyeol mengutuk siapapun yang mengganggunya. Baru mau niat ngejelasin eh udah diganggu.

Dengan perasaan marah dan sebel Yeol membuka pintunya,

"Ada apa sih pagi-pagi berisik— eh manager ada apa?" diurungkannya niat untuk memarahinya karena dia adalah menejer Yeol.

"Apa kau lupa mulai hari ini dan beberapa hari kedepan kau kan harus melaksanakan syuting yang sempat tertunda. . dan kita harus bekerja keras untuk deadline. . " niatnya mau ngomelin orang eh ternyata malah dia sendiri yang kena omel.

"Ne arraseo. . " Chanyeol menjawab lemah dan mulai mengepaki keperluannya dia tidak enak hati harus meninggalkan Baekhyun yang masih ngambek padanya. Tapi dikamar terus juga sama aja didiemin.

Satu jam Setelah Chanyeol pergi, Baekhyun mulai mencari kegiatan, soalnya hari ini minggu jadi latihannya libur dan dia hanya ingin menghabiskan waktunya di kamarnya.

Akhirnya menonton tv adalah pilihan utamanya untuk menghabiskan waktu senggangnya.

Disalah satu saluran ternyata ada yang menayangkan acara spongebob, karena penasaran pada film ini sebab Chanyeol selalu menontonnya dengan senyuman aneh di depan tipi, akhirnya Baekhyun mencoba menikmatinya.

.t.

.t.

.t.

Sehun bangun lebih dulu daripada Lay, yaiyalah Lay dari kemarin malam belum bisa tidur karena harus menenangkan sehun, baru bisa tidur jam 3 tadi pagi, karena Sehun sendiri sudah tidur dari jam 12 tapi nggak tahu kenapa mungkin khawatir sampai tidak bisa tidur.

Sehun menatap wajah Lay sebentar terkadang terkagum oleh kulit putih mulusnya, dia pikir bahwa tidak ada orang lain yang se'fair' dirinya, ternyata Lay juga memiliki kulit putih nan mulus.

"Ah. . aku harus ke kampus. . " Lay segera bangun dan langsung menuju ke kamar mandi.

Setelah beberapa saat.

"Ahjuma ini kan hari minggu . . kau masih harus ke kampus kah?" Tanya Sehun di depan meja makan sambil menanti makanan datang.

"Ne. . mian kalau kau nanti kesepian. . soalnya aku ada kelas mungkin aku sampai sore . . " Lay sudah membawakan beberapa roti dan segelas susu ke meja makan.

"Kenapa kau ikut sih. . aku ada banyak kelas. . apa kau tidak akan bosan?" Tanya Lay ternyata Sehun maksa buat ikut ke kampus Lay.

"Aniya" Sehun hanya tersenyum gaje dan mulai membiarkan Lay memasuki kelasnya. Beberapa saat setelah Lay masuk ke kelas.

"Mana tuh namja tinggi.. ." Sehun celingukan kesana kemari, ternyata alasannya memaksa ikut adalah untuk menemui namja namsan tower itu.

Akhirnya dia menemui sekilas bayangan namja itu, Sehun langsung berlari menyusulnya untung ini hari minggu jadi radak sepi nggak sepenuh biasanya.

"Hei kau namja tinggi..!"

Orang yang dimaksud menoleh dan benarlah ternyata itu Kris. "Aku maksudmu?" betapa kagetnya Kris ternyata yang memanggilnya adalah anak (yang tinggal di rumah) Lay.

"Aku ingin bicara sesuatu padamu. . "

Mereka mengambil tempat duduk di salah satu kursi yang ada di kantin.

"Mau bicara apa?" Tanya Kris membuka pembicaraan.

"Kau pasti sudah tahu kan ,, ," beo Sehun.

"Soal sabtu kemarin kah?" tebak Kris.

"Ne itu juga, tapi aku mau bicara masalah yang lain lagi saat ini. . aku benci mengatakan ini padamu. . tapi tolong kau jaga ahjumaku. ." ujar Sehun sambil tetep masang muka sewot dan pandangan mata yang seolah membenci dunia dan seisinya.

"Ha? Kau bicara apa. . kau tidak salah ngomong kan? Orang sepertimu kalau mengatakan hal seperti ini berarti akan terjadi apa-apa padamu pastinya . ." tebak Kris.

"Aku tidak tahu berapa lama lagi aku disini. . dan kalau ahjuma sendirian lagi. . aku tidak tega, aku juga masih tidak percaya bicara begini pada orang yang jelas-jelas akan menyakiti ahjumaku. Tapi ini juga salahnya kenapa temannya Cuma kau seorang sih. ." jelas Sehun sambil mengatakannya setengah berbisik jadi Kris tidak terlalu mendengarnya.

Kris hanya terdiam tidak tahu harus menjawab apa.

"Itu berarti kau tidak boleh sedikitpun menyakitinya. .kalau sampai aku melihat ahjuma tersakiti dan jika itu gara-gara kau. . aku tidak akan ragu-ragu untuk mencekikmu. . itupun kalau aku sudah bertambah tinggi beberapa senti lagi . . " karena nggak tahu lagi musti ngomong apa, Sehun berjalan pergi meninggalkan Kris yang masih ada di kantin.

"D.O-ah , , kau kemarin kenapa pulang sampai malam? Setahuku kau tidak pernah pulang selarut itu kemana saja kau?" Tanya Suho menginterogasi, mereka semua sedang ada di ruang tengah.

"emh. . itu benar. . apa kau tidak apa-apa setelah kejadian itu. . kau tidak boleh pergi terlalu lama. . siapa tahu orang itu masih mencarimu. . "tambah Xiumin yang ada ditengah-tengah Luhan dan Chen. Suho dan D.O duduk satu sofa.

"Memangnya D.O kenapa?" Luhan yang nggak mengerti meminta penjelasan. Xiumin dan Chen menjelaskannya.

D.O baru saja bangun tidur sudah disuruh ke ruang tengah dan membicarakan ini, dan dia makin bingung ada namja cantik yang ada dirumah ini dan dia mengenalnya serta semua anggota keluarga lainnya biasa saja. Mungkinkah dia juga salah satu dari saudara mereka. Belum ada seorangpun yang menjelaskannya.

Soalnya kemarin malam, saat Luhan pulang sekitar jam 10 dia melihat Suho masih di ruang tamu mungkin masih menunggu D.O, tapi sampai Suho ketiduran dia belum pulang-pulang juga.

Jam 12 malam, D.O baru pulang dia langsung mengunci pintu dan pergi ke kamarnya. Dia tidak tahu sama sekali ada orang baru yang masuk ke rumah ini. Sementara Luhan sudah diceritakan semuanya.

"Kemarin aku bertemu seseorang. . dia . . dia teman lamaku. ." D.O memutuskan untuk berbohong, karena kalau dia bilang Pria yang waktu itu sudah pasti tidak boleh pergi lagi, padahalkan dia masih harus memenuhi beberapa permintaannya untuk mendapatkan ingatannya kembali, kalau dipikir-pikir ini juga untuk keluarganya jadi dia merasa sedikit berkurang kesalahannya.

"Yang mana, kau tidak pernah mengenalkannya pada kami ataupun padaku. .?" Tanya Suho tidak langsung percaya, karena melihat gelagat D.O yang canggung menurutnya.

"Dari pada menanyakan itu . . kenapa tidak jelaskan saja siapa orang ini?" Tanya D.O mengalihkan pembicaraan menuju pada Luhan.

"Dia benar-benar tidak ingat apapun ya?" bisik Luhan pada dirinya sendiri, setelah kemarin diceritakan sekarang dia baru percaya karena melihatnya sendiri. "Ne, D.O-ah nae dongsaeng. .aku tahu semuanya tentangmu. . harusnya kau juga tahu seandainya saja kau membawa symbol-mu. ." ujar Luhan.

"Symbol?" D.O belum terlalu mengerti.

"Kau tahukan kalau kau dulu berasal dari EXOPlanet. . dan sekarang kita ada di bumi, tentu saja ini berbeda atmosfir jadi kau butuh symbol itu dia menyimpan memori besarmu. . "jelas Luhan, D.O lalu mulai paham karena yang dikatakan Kai dan Luhan hampir sama, saat diberitahu Kai dia tidak mengerti sama sekali tapi sekarang dia paham dengan kata mengembalikan ingatan.

Flashback.

"Kau tidak menipuku kan? Dari tadi kita hanya berputar-putar terus tidak sampai-sampai. . memangnya kita mau kemana sih?" Tanya D.O dia sudah capek mengikuti Kai, ya D.O sudah tahu namanya sejak dia bertanya tadi.

"Aku bingung harus membawamu kemana dulu. . " ujar Kai.

"Memangnya mau kemana sih. ." Tanya D.O

"Aku mau menggunakanmu" jawab singkat Kai, D.O langsung menoleh heran dengan kata-kata 'menggunakanmu' apa maksudnya coba. "Yah maksudnya aku punya rencana dan sudah kuputuskan untuk membuatmu terlibat didalamnya. ." jelas Kai karena mendapat tatapan lucu dari D.O.

"Ini bukan tentang pencurian dan sejenisnya lagi kan?" Tanya D.O semakin curiga dengan orang ini. Dia sadar kembali kalau anak SMA yang kelihatan sangat biasa ini juga adalah musuh pihak keamanan disana.

"Kau tidak pantas untuk mencuri, , kalau kau melakukannya pasti akan merepotkan yang lainnya. . kau terlalu jujur. . sekali-kali cobalah berbohong." Nggak tahu ini saran macam apa.

"Ne terserahlah. . tapi ini sudah malam. aku khawatir kalau mereka mencemaskanku. . dan bisa-bisa aku kena marah. ." keluh D.O supaya bisa dilepaskan saat ini juga mungkin dia bisa berubah pikiran.

Mereka akhirnya sampai di suatu rumah, yang bercat hijau elegant, D.O hanya memandang rumah itu dengan pandangannya (lagi), "Ini rumahmu?" tebak D.O, Kai hanya mengangguk dan terus masuk setelah membuka gerbang.

"Tunggu sebentar, kenapa kau mengajakku ke rumahmu. . apa maksudnya ini—"

"Sudah diam jangan cerewet. . dan jangan bertanya apapun lagi. . ini pembukaan awal dari rencanaku. . kau kalau ditanya jawab seperlunya. . jangan jawab yang aneh-aneh. . termasuk kejadian yang waktu itu. ." jelas Kai menjawab semua pertanyaan D.O, baik yang sudah maupun yang akan ditanyakan.

"Tapi—"

"Kan sudah kubilang jangan bertanya lagi. .!"

"Satu saja ya?" paksa D.O

"Baiklah. . hahh. . kau ini . ."

"Kalau kau keterlaluan lalu aku mundur dan meminta bantuan keluargaku, , apa yang akan kau lakukan. .?"

'Dia memang tidak bisa berbohong sedikitpun. . ' kekeh Kai dalam hati "Kalau itu kau lakukan . . aku akan memainkan rencana B, akan kuculik kau diam-diam saat mereka semua lengah dan tidak akan kubiarkan kau kembali. ."ujar Kai sambil memasang tatapan membunuhnya.

"Lalu aku selamanya hanya hidup denganmu begitu?"

Kai hanya diam dan diam sambil menatap D.O, yang ditatap merasa risih bukannya dijawab malah melihatnya dengan pandangan aneh yang bertambah aneh.

"Kenapa kau tidak menjawabnya hah?"

"Kan kubilang Cuma satu pertanyaan saja. . pertanyaan lain tidak dijawab, ayo!" tarik Kai.

Ketika memasuki dan melihat dalamnya rumah itu sangatlah bersih, maklum dia juga termasuk orang yang suka kebersihan jadi dia tahu persis.

"Kalian punya pembantu. . yang khusus untuk membersihkan rumah?" lagi-lagi satu pertanyaan keluar dari mulut D.O

"Aku yang membersihkan sendiri memangnya kenapa?" tiba-tiba Key muncul dari belakang D.O dan otomatis mereka berdua langsung menoleh ke arah suara.

"Eomma bikin kaget ah. ." ujar Kai yang langsung bermanja-manjaan di depan eommanya seperti yang biasa dia lakukan setelah sepulang sekolah, tapi biasanya tidak ada yang memperhatikannya dengan pandangan dingin menusuk dan berbeda 'Dia dirumah ternyata. . seperti puppy, tapi kalau sudah diluar rumah dia bagaikan srigala yang sangat lapar. . ' pikir D.O dalam hati.

"Oh ya eomma. . kenalkan ini namanya Kyungsoo-hyung, dia ini dulunya sunbaenimku di sekolah. . tapi dia sudah seperti temanku sendiri. . " jelas Kai, D.O hanya bisa melongo tapi dalam hati, jangan kata sunbaenim D.O sendiri saja tidak pernah sekolah.

"Oh Kyungsoo-ah. . jarang sekali lho Jongin membawa teman kemari apalagi kau yang berstatus sebagai sunbaenya. ." ujar Key dan segera mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.

Selagi di tinggal Key ke dapur untuk membuat minuman, D.O dan Kai ada di ruang tengah.

"Kenapa kau memanggilku Kyungsoo , , , sudah kubilang panggil saja D.O itu keren. . " ujar D.O narsis ketularan Xiumin sama Chen.

"Terserah aku dong. Yang panggil siapa? Aku kan . . aku suka memanggilmu begitu. . " jawab Kai.

"Oke kalau begitu kau tidak akan kupanggil Kai tapi akan kupanggil Jongin saja. . kita impas kan. .?" Kai menyerah dengan orang ini.

Kai mengajak D.O ke kamarnya untuk membicarakan hal yang lebih rahasia dan seluruh keluarganya tidak ada yang tahu tentang hal ini. Tapi sampai diatas saat Kai dan D.O baru sampai di lantai 2 ternyata di sebelah kamar Kai ada satu kamar lagi dan ada seseorang yang sepertinya sangat imut mungkin adiknya Kai.

"Jongin-ah. . itu dongsaengmu. .?" Tanya D.O yang melihat Taemin yang baru keluar dari kamar.

"Oh dia.. dia itu Taemin-hyung. . dia bukan Dongsaengku!"

"Tentang mengembalikan ingatanmu itu. . aku tidak mau cepat-cepat. . karena kau sudah setuju masuk dalam permainanku. . kalau kau sudah menyelesaikan tugasmu akan kuberikan symbol-mu. . " jelas Kai.

"Symbol apa? Apa hubungannya sama ingatan . . kan jauh. .?"

"Kau ini banyak Tanya ya? Sudah kubilang jangan cerewet. ."

Flashback End

"Jadi begitu . . dongsaeng terakhir yang kuingat adalah kau, dan Tao . . selain itu aku sudah tidak tahu lagi. . oh ya ahjuma. . apa kau sendirian dari EXOPLANET?" Luhan berganti setelah bicara dengan D.O lalu dia Tanya pada Suho.

"Aduh Luhannie . .kan dari kemarin sudah aku bilang ahjuma kesini bersama dengan krystal terakhir . ." jelas Xiumin.

"Hah kapan kau bilang padaku? Jadi krystal terakhir selamat. . terus kemana dia sekarang. ? siapa namanya?" Tanya Luhan terlalu exited dan tidak memperdulikan D.O yang sibuk dengan pikirannya sendiri alias melamun.

"Dia terlalu kekanak-kanakan. . dia pergi meninggalkan Suho-ahjuma sampai sekarang dia belum balik padahal dia belum terlalu mengenal disini. . aku khawatir dia tersesat dan tidak bisa pulang. ." jelas Chen.

"Anak manja seperti dia. . sudah manja,egois. . huhh. . merepotkan. ."keluh Xiumin.

"Kok rasanya aku juga pernah dengar cerita seperti ini tapi beda sudut pandang ya? Dia sering cerita kalau dia merasa bersalah dan pingin pulang tapi tidak bisa pulang dia sangat merindukan eommanya. . aku sangat ingin membantunya tapi aku sendiripun sama posisinya seperti dia dulu. .oh ya nama dongsaengku siapa?" Tanya Luhan setelah bercerita panjang lebar.

"Namanya Sehun. . Oh Sehun. ."

Luhan tahu betul nama itu kalau digabungkan dengan cerita tadi, itu benar-benar Sehun. .orang yang selama ini menemaninya tanpa tahu siapa sebenarnya dia.

"Namanya itu . . .Sehun? jinjja?"

"Ne Waeyeo. . ?"

"Bosen hari minggu gini. . mau keluar males. . dirumah terus bosen hiahh, , " keluh Baekhyun sambil merebahkan dirinya diatas sofa kecil di depan jendela. Dia menerawang kebawah melihat aktifitas di bawah gedung yang tidak terlalu tinggi itu.

Ada satu mobil van hitam yang memasuki area parkir tapi mobil itu tidak sampai terparkir karena 2 pengendaranya turun satu namja dan satu yeoja yang sama-sama tinggi menurut Baekhyun. Dan Baekhyun tahu persis siapa namja itu tapi tidak tahu pasti siapa yeoja yang bersamanya.

"Tanpa sadar aku sudah jatuh sepenuhnya pada anak itu. . aku juga bingung apa yang membuatku berpikir dia. . tapi tidak mungkin aku mengatakannya. . aku kan juga musti jaga image. . lagian aku tidak mau mendekatinya karena dianggap menginginkan ketenaran dari namanya. ." gumam Baekhyun sambil terus menatap Chanyeol dan yeoja itu.

Mereka terlihat sedang mendiskusikan sesuatu dan yeoja itu terus menarik tangan Chanyeol mungkin supaya Chanyeol mengikutinya tapi Chanyeol mencoba menolaknya.

"Bukannya yeoja itu rekan kerjanya Chanyeol ya? Marganya Kim kalo nggak salah. ."

Sekarang Chanyeol sudah masuk kedalam gedung, yeoja itu sendirian masih disana dia menatap ke lantai dua dan dia melihat Baekhyun yang sedang melihatnya sedari tadi dengan pandangan sinis.

Chanyeol sudah masuk kedalam ruangan, melihat Baekhyun yang sedang asik dengan pemandangan di luar dia ikut di belakang Baekhyun untuk tahu apa yang sedang dilihat Baekhyun.

Yeoja yang sedari tadi melihat kearah Baekhyun langsung kaget soalnya di belakang Baekhyun ada Chanyeol.

"Tutup saja gordennya. .mengganggu pemandangan. . " dengan memandang sinis pada Yeoja itu dan langsung menutup gordennya membuat Baekhyun menoleh kaget.

"Oh ya. . " Chanyeol langsung mengeluarkan sesuatu dari bungkusan yang dia bawa di depan Baekhyun, mungkin itu untuk Baekhyun.

Itu ice cream. Dan yang paling penting rasa strawberry kesukaan Baekhyun.

"Ini sebagai tanda minta maaf karena telah membuatmu kesal padaku. . terima ya?" ujar Chanyeol sambil menyodorkan pada Baekhyun. Baekhyun hanya melihatnya lucu, dia berpikir sampai segitunya padahal tadi dia niatnya Cuma bercanda doang.

"Gomawo. . tapi aku nggak akan maafin kamu. . " ujar Baekhyun mengambil es itu dari tangan Chanyeol.

"Eh. . Kok gitu. . ayolah hyung kau kan imut dan baik. .lagipula sekarang kan kita roommate jadi kita ini harus saling akur. ." Bujuk Yeol.

"Tentu saja, aku kan nggak bener-bener marah kok sama kamu jadi nggak ada yang perlu dimaafin. . aku tahu semuanya, Roommate-ku yang lama juga begitu tapi dia langsung keluar saat aku menyalakan pemanas ruangan. . dan kau, kau masih bisa tahan di dalam sana. . hahaha. . baru kali ini ada orang yang kuat dengan panas itu. ." ujar Baekhyun sambil terkekeh geli.

"Kau ngerjain aku ya? Pandai ya kau berakting?" ucap Chanyeol sambil menggelitiki Baekhyun tanda kalau dia kesel karena dikerjain, dipikir Baekhyun ngambek beneran sampai dibela-belain beli itu es.

"Siapa yeoja itu?" Tanya Baekhyun sambil asik makan es yang dibeliin yeol.

"Hanya lawan main saja. . " jawab Yeol malas.

"Kau tadi mau diajak kemana? Dan kenapa kau tidak mau ikut dia?"

"Dia hanya minta makan siang denganku. . tapi kalau aku pergi dengannya aku takut es itu meleleh. ." ujar Chanyeol sambil nunjuk es-es yang sudah dan mau dimakan Baekhyun.

"Heh? Alasan apa itu. . kau tidak mau ikut makan siang karena takut es untukku meleleh. . kau itu bodoh apa gimana sih?" ledek Baekhyun.

"Aku lebih suka makan dirumah daripada harus dengannya. . " ujar Yeol sambil menatap Baekhyun yang masih asik sama es-es itu, dan seperti tidak perduli pada sekitar.

"Oh ya kalau kau memang tidak ada kerjaan, . bagaimana kalau kau urus ranjangmu yang sempit itu. . tadi aku sudah lapor pihak sarana. . mungkin besok baru bisa dipindah kemari. . " ujar Baekhyun.

"Hyuungg. . ." Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan berkaca-kaca ala puppy eyes. "Kau pengertian sekali padaku. . .bagaimana kau bisa mengetahuinya?" chanyeol langsung menghambur seperti kebiasaannya waktu dia bersama Baekhyun di rumahnya dulu di EXOplanet tapi dia tidak ingat.

"Ah, , lepas. . lepaskan, aku jadi tidak bisa makan ini. . " ronta Baekhyun.

.c.

.c.

.c.

Lay masih ada satu pelajaran lagi sebelum benar-benar selesai, dia berharap sore tidaklah datang saat dimana dia harus menemui Kris. Tapi semakin dipikir waktu tidak terasa berlalu begitu cepat dan sekarang dia sudah keluar dari kelas dan ini sudah jam 5 lebih.

Dia berjalan selambat-lambatnya supaya memakan banyak waktu. Padahal nggak ngaruh sama sekali.

Di depan sebuah jembatan dia melihat ke tengah jembatan itu sudah ada Kris yang sepertinya sudah lama disana dilihat dari gerak-geriknya.

Lay mendekatinya. "Sudah lama ada disini?" Tanya Lay membuyarkan lamunan Kris.

"Kau sudah datang? Kelasmu sudah selesai?" Tanya Kris balik.

"Lalu kau kira aku kesini untuk apa? kalau aku kesini tentu saja sudah selesai, Jangan sok deh . . langsung aja mau ngomong apa?" padahal tadi deg-degan tapi setelah ketemu orangnya malah cerewetnya kumat.

"Kau ini bukan tipe orang yang romantis sama sekali ya?" ledek Kris. Tapi dia mulai menatap Lay dan mulai melamun lagi . .

Lamunan Kris.

"Aku ubah peraturannya. . kau tidak hanya mendekatinya. . tapi dapatkan dia dan jangan lupa tinggalkan dia lebih cepat dari kau mendapatkannya. . " ucap salah seorang pada Kris.

". . ."

"Kenapa? Kau benar-benar jatuh padanya. . tidak apa, tapi ingat kau kalah berikan apartemenmu eh salah apartemen yang dibelikan ayahku itu pada kami. ." ucapnya dengan nada sombong.

"Dan kau angkat kaki. . karena kalau kau melawan kami itu berarti kau tidak ingin berteman dengan kami lagi. . semua terserah padamu. . " tambah yang lainnya.

"Woi. .." teriak Lay sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Kris. Menyadarkan dari lamunannya. "Kau ini kenapa sih? Kau mulai menatapku aneh. . " ujar Lay.

Kris menarik nafas panjang, dia bisa dengan udah memulai ini tapi yang saat ini dia pikirkan adalah apakah dia harus meneruskan atau menuruti mereka untuk mempermainkannya.

Ini akan mudah untuk mempermainkan sesuai dengan permintaan mereka kalau saja targetnya bukanlah Lay. Tapi masalahnya Kris sudah jatuh pada Lay sejak dari pertama mereka bertemu, entah apa itu tapi ada saja yang selalu membuatnya dekat dan selalu berpikir tentang Lay.

Di sebelah sisi ternyata ada Sehun yang sedang memperhatikan mereka berdua, ada rasa nggak rela tapi mau gimana lagi dalam hatinya terus berkecamuk bahwa dia akan meninggalkan ahjumanya bagaimanapun juga, seenggaknya hal terakhir dan baik menurutnya adalah membiarkan ahjumanya bersama orang yang dicintai.

"Kau pasti sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. . " mulai Kris. Lay hanya diam mendengarkan. "Baiklah mungkin aku bukanlah orang yang pandai berkata manis atau apa . .. tapi satu yang perlu kau ketahui aku ingin kau bersamaku karena aku men. . mencitaimu. . " terasa ada yang menahan kata itu keluar namun akhirnya lolos juga dan bisa diutarakan.

Lay masih terdiam.

"Kubilang kan aku akan mengatakannya saat aku tidak memaksamu sedikitpun .. . karena kau sudah mengetahui seluruh perasaanku jadi jawablah. ." lanjut kris.

"Aku tidak tahu harus jawab bagaimana, , ," gumam Lay.

"Ya, , kau hanya perlu jawab iya atau tidak. . "

"Kalau itu aku juga tahu . . tapi masalahnya aku bener-bener nggak enak sama Sehun. . entah kenapa dia menyuruhku menjauhimu, . . dan dia tidak suka denganmu. . " jelas Lay.

"Soal Sehun tadi kami sudah bertemu dan membicarakan ini. . dia bilang aku harus menjagamu. . aku tidak tahu persis maksudnya kayaknya dia tertekan. . " balas Kris.

"Jinjja Sehun ngobrol sama kamu tentang ini. . ?" Tanya balik Lay.

"Sudah, jawablah pertanyaan utamanya. . !"

Setetes air meluncur di pipi Lay, bukan dia bukan menangis soalnya tetesan itu bertambah banyak dan mulai membasahi mereka berdua yang kebetulan sedang ada di atas jembatan yang tidak memiliki atap*lu kata gedung ada atapnya?*. untung di dekat mereka ada halte jadi mereka berteduh disana sebentar sambil melanjutkan hal yang tadi tertunda.

Sehun masih bisa melihat mereka dia juga ada di luar tapi dia tidak ingin berteduh sama sekali. Sekarang dia biarkan air hujan menyelimuti dirinya. Dia juga berpikir bagaimana kalau dia sakit lagi sementara gegenya sudah tidak ada, tapi perasaannya mengatakan dia harus disini dan tidak mampu melangkahkan kaki selangkahpun untuk pergi dari sini.

Tapi lama-kelamaan air yang jatuh membasahi dirinya mengilang, dilihat sekitar masih hujan tapi di dekatnya tidak ada air yang jatuh setetespun, dia merasakan ada seseorang di belakangnya dia putuskan untuk menoleh. . . .

.l.

.l.

.l.

Tbc. . . . .

Mian buat para readernim ya. . . saya lama apdet*Bunuh author yang updatenya kelamaan* . . . nggak makin gaje kah nih cerita. ..?

Udahlah banyak ngomong banyak salah. . maka dari itu langsung ajah. . .

RIPIURIPIURIPIU. . .

BLUEFIRE0805:

Mian ya, , kalau harus menanti sekian lama. . .

Endingnya gitu karena pikiran saya udah buntu, , jadi harus diendingi disitu aja. .

Mian ini lama lagi kayaknya saya updatenya. . .

Semoga tetep suka ajah? Gomawo udah review^-^

shin young rin :

orang asing yang itu? Dia Cuma figuran mungkin. . . kalau aku kepikiran mungkin ada lagi. ..

ne mianhamnida. . tapi mereka nggak ketemu di chap ini, saya punya scene khusus untuk suho dan sehun. . .tapi nanti.

D.O ? yah terserah kai-nya lah mau diapain . . #maunya author. . .kekeke

Oh ya terserahlah. . pokoknya dia masih belum bisa keluar. .*?*

Gomawo udah mau menunggu. . saya suka down moodnya jadi mian lama. .
tapi saya tetep, SEMANGAT!

Posseidon Ryuu :

Mian hamnida. . . mereka belum bertemu di chap ini. . . tapi saya udah kepikiran bagaimana mereka bertemu nanti.

Hahaha. . si Lay kan emang blak-blakan. . dia satu-satunya orang yang membuka rahasia exo-m, terinspirasi deh. . .

Ne semoga tetep suka dan gomawo udah review ^=^

Jisaid :

Gomawo udah Review. . . mian hamnida. . kayaknya ini lama lagi. . tapi semoga tetap setia menanti. . .. ^;^

Cho Ji Hyeon :

Mian hamnida. . . Suhonya dikit. .

Imagenya Suho itu bad-boy sementara Lay Naughty-boy. . sama nggak ya?, Menurut aku sih gitu.

Jjinja kulitnya Suho melebihi Lay? *Nggak nyadar ya?*

deakyu :

annyeong juga , deakyu~~#tereak
ne gomawo udah mau review. .

ne mianmianmian. . ini pasti lama. .

Tao belom bisa keluar. . udahlah nanti kalau sudah saatnya pasti keluar sendiri. . *?*

Gomawo sudah review . .

ChanyeoLiena137:

AnnYEOL juga.. #kata baru nih. . bisa dipake'

Ne saya juga jarang bisa nemu ff EXO . . .

Ne Disini kris sama lay, yah karena emang butuh sosok eomma aja. . dan Tao yang penurut kayaknya nggak enak jadi eomma mereka. . sedangkan appanya yang pantes adalah Kris. .

Kaido momen? Saya bisa tapi saya nggak janji banyak. .. .!

gomawo sudah mau menunggu dan moga makin suka. .. dan Khamsa hamnida sudah review ^^

meyminimin :

annyeong juga mey-ssi(?)..

ne gwechanna . .

Bakal ketemu tapi tidak di chap ini. .

Tao? Maunya sih di chap ini. . tapi kayaknya musti ditunda dulu dah. .
Ne gomawo sudah review. .

7casshimMAX Ryeosom d innocent :

Ne saya nggak kemana-mana kok. . Cuma jarang aktif ajah#sama ajah. ... *hug ira-ssi back*

Ne tebakanmu tepat mereka nggak langsung ketemu. . nunggu sehun dulu. . baru bisa ketemu Lay. .

D.O asal jadi anak baik nggak akan kemana-mana. . .

Gomawo udah Review, semoga suka dan mian kalo lama. . .*kebiasaan nih orang*

SmiLeND :

Ini chap 9nya. . ! #hug back
bentar lagi ketemunya. . tapi nggak di chap ini. .

kalo dua namja itu (kris & kai) kayaknya masih bener-bener lama. .

gomawo udah review, semoga suka dan mian kalo menanti lama. .

hatakehanahungry :

ne. .ne ne . arasseo. .

mreka ber2 masih agak lama tapi sehun mau dekat ini. .

do selama nurut nggak akan diapa-apain. . *padahal maunya diapa-apain #kekeke

ho'oh aku baca-baca fic juga semua tentang kai itu mesum. . emang dia beneran gitu

kekeke yang itu maunya author. . .

baekki kaget . bangett. .
ngomongin itu masih entaran mungkin. .

ne pokoknya saya akan terus lanjut biarkanlah waktu yang akan menjawab berapa lama dan berapa chapter lagi fic ini. . *yaambruk bahasa gua. .*

goawo udah review. . semoga suka dan mian lama. . .

HWAITING. . .

thehunhan:

ne mian hamnida dan gomawo udah mau nungguin author.

Yang sabaar ya? . .

Ini chap 9nya

Gomawo udah review. . semoga suka dan mian kalo lama.

kim korinda :

ah Gomawo. .. .

tapi Mian kayaknya ini lama lagi. . habis sekarang authornya kelas 3 baru masuk udah di suguhi hidangan nan tidak terkira dan harus habis dalam waktu yang sesingkatnya. . kayaknya lama. .

tapi saya berusaha yang terbaik

gomawo udah review, , semoga suka dan sekali lagi mian kalo luaaamaaa. ..

LihaNLihuNBbuing2 :

Ne suho dia jdi eomma...

Soal krystal itu dihitung dari urutan umur mereka . . Xiumin dan Luhan lahir pertama jadi mereka krystal 1dan 2. . sisanya ya menurut umur aja sampe kai ke 11 dan Sehun ke 12.

Emangnya Sehun lucu? Yang mana?

Ne saya berusaha yang terbaik buat melanjutkan . . .

Gomawo udah review. . semoga suka dan mian kalo lama. .

jaara'kyuminshipper :

Annyeong juga. . .

Ne gwechannayo.. . saya juga jarang ada di FFn. . .

Ahh Gomawo. . . kalo ada bahasa ato penulisan author yang kurang baik. . bilang aja yang mana nggak pa-pa. . author insyaallah menerima semua kritikan. . .

Aniyo sama sekali enggak kok. .

Salam kenal juga, gomawo udah review. . semoga suka dan selalu menanti. . ^^

Riyu :

ahh mereka belum bertemu di chap ini . .

Ini apdetnya lama pasti. . . mian. . *bow.

Semoga selalu setia menanti dan sabar. .gomawo udah review. . .

Guest

Annyeong juga. .

Mian lama ne . ? dimaapin kan?

Ahh gomawo sudah review seoga suka. . *ppyong!

Guest

Kok tahu sih aku Eon kamu. . tahu dari mana apa emang kamu yang dibawah umur ya . . hayo?,*bercanda. .

reaksinya Lulu? Gimana ya? Kaget pasti. . tunggu ntar aja lah.

Suho belom ketemu ama Lay. . .

Kris? Nggak tahu tunggu nanti ajalah. .

Ma'ap-ma'ap kata ini. . saya masih belum tahu singkatan ASAP itu apa? *author pabbo. . * ada yang mau berbagi pengetahuan nggak. . kasih tahu saya dong. .*pweasse. .

Mianhamnida buat yang nggak ada namanyax author bales sebisanya, , bales tapi bingung buat siapa. . jadi kalo review kalau bersedia harap sertakan nama(kalo guest). . kalo ada yang ketinggalan nggak saya bales bener-bener minta ma'ap. . .

Tapi author seneng karena dengan membaca semua review, bikin semangat yang sempet down balik lagi dan semangat lagi buat nerusin moga aja kagak gaje . .

So please support me!

REVIEW