Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*

CHAPTER 10

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#

SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..

DON'T LIKE DON'T READ.

\../../

=.+

=.=

=."

"Ah. . " Lay merasa ada yang jatuh di pipinya ternyata itu adalah air hujan. Kris langsung melihat keatas dan karena tahu akan semakin bertambah deras dia menarik tangan Lay dan mencari tempat berteduh. Mereka duduk di sebuah halte kecil dan disana Cuma ada mereka berdua.

"Perasaan tadi cerah banget cuacanya . ." komplain Lay sambil mencoba mengeringkan bajunya yang sedikit basah.

"Segala sesuatu bisa terjadi. . tidak harus dirasakan sebelumnya kan?" respon Kris.

Lay menoleh kearah Kris.

"Omona. . lihatlah kau basah kuyup. ." tentu saja tadi Kris melindungi Lay.

Karena sudah hafal dia langsung mengobrak-abrik dalam tas Kris biasanya dia bawa banyak handuk setelah latihan, dan benar saja disana ada handuk.

Lay sekarang berdiri dan mulai meletakkan handuk diatas kepala Kris dan mengeringkannya.

"Apa yang kau lakukan hah? Ini ditempat umum. ." tolak Kris karena perbuatan ini akan menurunkan pamornya *ceilah*.

"Memangnya kita melakukan apa hah? Kenapa kalau ditempat umum. . lagipula tidak akan ada yang lewat hujan-hujan begini. . satu lagi aku ini begini-begini juga manajermu, tidak bisa membiarkanmu basah kuyup dan kemudian sakit terus kalau ada pertandingan penting kau tidak ikut dan kalian semua mulai menyalahkan aku—mph emhh. ."mulut Lay langsung dibekep karena cerewetnya udah bener-bener keterlaluan.

"Sudah lakukan saja jangan cerewet begitu . . .ledek Kris.

"Oh jadi aku cerewet nih. . .terserah sih mau ngatain aku apa. . . berarti pernyataan yang tadi berarti nggak dianggep . ." jawab Lay nggak kalah sewot.

"Kalau aku nggak bilang cerewet lagi, apa bakal dianggep? " goda Kris.

Lay hanya terdiam dia tidak bisa bilang emh maksudnya susah untuk bilang 'iya' secara terang-terangan.

Setelah lama terdiam dan Lay yang masih terus mengeringkan rambut Kris.

"Aku jadi ingat Sehun lagi, , biasanya dia juga kalau selesai keramas pasti aku yang mengeringkan rambutnya. . dibalik umurnya yang sudah 19 tahun dia masih menyimpan jiwa anak usia 7tahun. . " curhat Lay, Kris tetep diam dan merasa cemburu pasti, tapi mulai menenangkan diri dengan meyakinkan bahwa dia tidak perlu cemburu pada anak sok baik dan manja itu.

.s.

.s.

.s.

Sehun menatap keatas langit, memang hujan masih deras tapi seperti ada yang memayunginya sehingga tidak kehujanan, tapi itu bukanlah payung melainkan hanya sebuah tangan.

Sehun melihat kepada sang pemilik tangan itu.

"Eomma. . "

Sehun langsung menangis dan memeluk eommanya dengan erat, jadi perasaan tentang meninggalkan ahjumanya benar.

Suho langsung menyusul setelah diberitahu Luhan. Beberapa kali Sehun terus memanggil eommanya karena begitu kangennya mungkin.

"Sudah jangan nangis lagi ya. . eomma disini untuk menjemputmu. ." ujar Suho mengelus-elus puncak kepala Sehun yang sedang menangis dalam dekapannya. "Sehun ikut eomma kan?" Tanya Suho lagi.

"Mianhae. ." gumamnya berkali-kali "aku nggak akan egois lagi, , yaksok!" janji Sehun.

"Ne arraseo!, , ayo pulang dan tenangkan dirimu dirumah ya?" ajak Suho dan memapah Sehun untuk pulang, walaupun ini masih hujan tapi karena Suho pengendali air jadi dia tidak kehujanan *inget kekuatan katara di film avatar 'the legend of aang'*.

Dalam perjalanan.

"Ini baju siapa yang kau pakai? Terakhir kali kau kabur dari rumah kan kau pakai kaus biru. ." Tanya Suho.

"Ini punya ahjuma. . kaosku masih ada di rumahnya . . dia baik sekali padaku. . dia yang merawatku selama ini. ." cerita Sehun.

"Kau tidak memaksa dia kan. . jangan-jangan karena kau ingat aku, kau panggil namja dengan sebutan ahjuma. . ?" Tanya Suho curiga.

"ehehe. . Tapi dia bener-bener manis lho. . dia suka masakin untuk aku, kadang-kadang dia itu nyebelein soalnya dia juga suka ngomel kayak eomma—" perkataan Sehun terhenti merasa Suho menatapnya dingin.

"Kau baru saja bertemu belum sampai rumah kau sudah bikin ulah lagi. . ." ujar Suho.

"Ah tapi karena kecerewetan itulah yang membuat aku tambah kangen sama eomma. ." Sehun memeluk eommanya lagi. "Tapi masih cerewetan eomma sih daripada ahjuma . ."lanjut Sehun tapi dia langsung berlari duluan.

"Sehunnie. . ." teriak Suho karena Sehun sudah lari sebelum diapa-apain. Tapi Suho hanya bisa tersenyum manis melihat Sehun baik-baik saja. Mungkin dia harus berterima kasih pada orang yang dipanggil ahjuma oleh Sehun.

-b-

Semua anggota keluarga di rumah ini sedang keluar mungkin Chen dia pergi mengurus seuatu Luhan dan Xiumin jangan tanyakan mereka suka menghabiskan waktu bersama dari dulu, D.O juga jangan ditanya pasti dia bersama Kai.

"Sepi sekali rumah ini. . " gumam Sehun " Sudah dua minggu lebih aku tidak bersama kalian semua. . " ujarnya lagi.

"Sudah ayo mandi. ." tarik Suho dan mendorong masuk Sehun ke dalam kamar mandi.

Beberapa saat kemudian.

Suho sedang mengeringkan rambut Sehun diruang tengah.

"Kau tidak menyuruh ahjumamu melakukan ini kan?" Tanya Suho ingat akan kemanjaan Sehun.

"Ne dia juga dengan senang hati membantuku . . " jawab Sehun innocent.

"Hahh ternyata ada orang lain yang sabar selain aku. . bisa bertahan dengan segala kemanjaanmu. . aku ingin tahu siapa dia . . apa dia juga punya jiwa angelic kayak aku? " Tanya Suho.

"Aku ini nggak manja. . hanya saja perlu bantuan. . apa itu angelic?" beo Sehun.

"Itu namanya manja. .nggak dijawab sudah tahu kok"pasti Suho.

"Oh ya. . entah ini Cuma perasaanku saja atau memang rumah ini bertambah lebar saja. . ?" tanya Sehun.

"Ani. . Selama kau pergi, Kami semua melakukan perbaikan rumah dan berencana melebarkan rumah ini supaya muat untuk kita semua. . " jelas Suho.

"Lalu kemana Chen-hyung dan XIumin-hyung. . . kenapa mereka tidak ada dirumah apa mereka juga pergi sama seperti aku ?" Tanya Sehun polos.

"Tunggu saja. . sebentar lagi mereka pulang . ." jawab Suho, "Sekarang kau tidur dulu sana . . kau tidak kedinginan apa? Hujan-hujanan kayak gitu. ." lanjut Suho.

"Eomma kan tahu aku tidak bisa tidur sendiri. . "Ujar Sehun, lalu Suho mengantarnya ke kamar mereka, yang sekarang menjadi kamarnya Suho dan D.O.

-www-

Lay baru pulang dan sekarang dia menuju kamar mandi dulu untuk mengganti bajunya.

"Sehunnie. . kau sudah makan apa belum?" Tanya Lay dari dalam kamar mandi, dia pikir Sehun sedang tidur atau apa karena tidak menjawab.

Setelah beberapa saat Lay keluar dari kamar mandi, dia merasa ada yang aneh dengan rumahnya, serasa sepi dan kembali seperti dahulu lagi auranya, dicarinya Sehun ke seluruh ruangan dan dia tidak ada.

Dia mengingat-ingat apa yang dikatakan Kris.

"Dia, , meminta Kris untuk, ,menjagaku mungkinkah dia .. " Lay langsung berlari keluar apartemennya.

"Anak manja. . kau sudah bertemu eomma-mu rupanya . . kau pelit sekali padaku, bahkan tidak mengenalkan eomma-mu padaku. . .atau kau frustasi karena ditinggal gege-mu itu hah?" Lay menghadap langit dan berbicara pada udara di sekitarnya.

Lay memejamkan matanya dan menikmati hembusan angin malam sehabis hujan yang terasa dingin sekaligus menyejukkan.

"Ahjuma ini tidak tahu ya. . eomma-ku itu bisa membaca pikiran orang. . jadi itu menurun padaku. . ahjuma. . ahjuma. . .jauhi namja namsan tower itu. . " kata-kata Sehun yang dulu kini diingatnya kembali, dia entah kenapa pada awalnya tidak suka dipanggil ahjuma tapi sekarang ini dia ingin sekali ada yang memanggilnya seperti itu lagi. Dan yang paling penting apa maksud sebenarnya dari menjauhi Kris.

"Padahal kau sudah kuanggap keluargaku sendiri. .Sehunnie. . , beginikah rasanya terpisah dari orang yang selalu menemani kita .. ." gumam Lay tetap menghadap langit hitam yang sedikit mendung.

"Padahal aku baru mulai dengan Kris. . tapi sejak kepergian Sehun. . aku sedikit ragu. ." saat ada Sehun dahulu Lay tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakannya, tapi sekarang kenapa dia terpikirkan perkataan Sehun yang satu itu.

"Kenapa aku sendirian lagi sekarang. . " gumamnya sedih, "Aku juga ingin punya keluarga. . " lanjut Lay.

-p-

Suho tiba-tiba merasa ada hawa yang tidak enak mendekati dirinya, dia langsung bangun dengan perlahan dan tetap membiarkan Sehun tertidur dengan lelap disampingnya.

"Pasti ada apa-apa. . keluarlah!" perintah Suho setelah dia keluar dari kamar tidur.

"Joonmyunnie.. . sudah lama aku tidak melihatmu. . " ternyata itu adalah sang pimpinan a.k.a Sooman.

"Aku malah beruntung lama tidak melihat ataupun bertemu denganmu. . .orang tua" ejek Suho malas.

"Jangan begitulah. . aku kesini pasti ada kabar untukmu . . aku ini baik kan. .?" bangga sang pimpinan.

"Sudah katakan saja. .Seluruh kabar yang kau berikan pasti merepotkanku!" paksa Suho.

"Besok pagi atau setelah itu. . datanglah ke pemakaman. . " ujar Sooman, Suho hanya menautkan alisnya.

"Hah? Kenapa aku harus kesana? Memangnya siapa yang meninggal. . ?" Tanya Suho sedikit cuek tapi lama-kelamaan dia mulai khawatir.

"Aku mau bicara denganmu lah, apa lagi? Ingat privasi. . " ujarnya.

"Kenapa tidak sekarang saja. ? dan tidak adakah tempat yang lebih enak untuk bicara selain pemakaman?" Tanya Suho.

"Sudah turuti saja!, dan Karena sekarang anak-anakmu sudah datang. .pay-pay" setelah mengucapkan itu Sooman langsung menghilang dan terdengar suara berisik dari depan rumah, Suho langsung bersiap di depan pintu.

O_O

"Ayo ngaku saja D.O-ah siapa namja keren tadi. .?" bujuk Xiumin agar D.O mau cerita mengenai namja yang tadi bersama D.O

"Ani. . sudah kubilang dia hanya temanku. . kenapa hyung nggak percaya sih. . ?" bela D.O mereka sedang menunggu pintu dibukakan.

Tidak sengaja tadi setelah D.O hendak pulang dan bersama dengan Kai, dia bertemu dengan Xiumin dan setelah di depan rumah barengan bertemu dengan Chen.

"Memangnya ada apa hyung?" Chen hanya penasaran saja, tanpa mengerti kemana arah pembicaraan mereka.

"Tadi aku lihat D.O diantar namja tinggi keren gitu, , , dan ternyata yang dimaksud temen selama ini adalah namja itu, dan kalian pasti punya hubungan selain pertemanankan?" jelas dan Tanya Xiumin.

"Ahh~~ mungkinkah D.O sekarang sudah mulai nge-date ?" goda Chen.

Setelah pintu terbuka mereka langsung masuk, dan melihat Suho yang sudah menanti mereka.

"Eomma. . Xiumin-hyung dia memaksaku terus. . " D.O langsung berlari ke pelukan eommanya.

"Ani, ahjuma. Ternyata sekarang D.O sudah berani pacaran backstreet dari kita semua. ." jelas Xiumin.

"Itu bukan backstreet, dan aku nggak pacaran sama dia . ." bela D.O

"Ssssttt .. diamlah. . nanti kalian membangunkannya. ." ujar Suho, Chen dari tadi emang diam, XIumin dan D.O menatap Suho dengan tatapan 'membangungkan-siapa?'.

"Dongsaeng kalian sudah pulang. . " ujar Suho lemah.

"JINJJA?" tapi ekspressi Xiumin dkk. Terlalu berlebihan dan langsung meuju ke dalam kamarnya Suho. Xiumin dan Chen langsung berlari ke kamar dan langsung melihat Sehun yang sedang tertidur pulas diatas kasur, tanpa banyak cing-cong lagi mereka berdua langsung menindih Sehun supaya dia bangun.

"SEHUNNIE/ANAK MANJA. . Ireona!"teriak Xiumin dan Chen bareng.

"Hyung-ah. .. kalian berdua berat. "ujar Sehun. "Terutama sih kau hyung. . " lanjutya sambil menunjuk pada Xiumin,

"Kau!" Xiumin langsung mencekik Sehun.

"Ah. . ah hyung ah! " teriak Sehun.

Suho menyusul ke kamar di belakangnya ada D.O "Dibilang jangan berisik, eh malah dianya dibangunin. ."ucapnya.

"Dia siapa lagi eomma?" Tanya D.O polos.

"Ah kau tidak perlu khawatir, dia dan kau sama-sama tidak ingat satu sama lain, jadi kau tidak perlu memaksakan diri. Mulailah dari awal dengannya. " suruh Suho dan melihat kearah Sehun yang sedang dianiaya Xiumin dibantu Chen.

"Maksudnya . . apa dia juga hilang ingatan. . ?" Tanya D.O lagi.

"Dia itu dari krystal terakhir, dan dia keluar saat semua orang sudah hilang, jadi dia tidak mengenali semua saudaranya . . yang dia bisa Cuma percaya. . kau juga harusnya begitu. . " tutur Suho.

'Ne eomma, sekarang ini aku sedang berusaha. . ' jawab D.O dalam hati.

"Annyeong. . dongsaeng. . " D.O datang mendekati mereka bertiga. Sehun langsung menoleh kerah D.O

"Nugu ya?" Tanya Sehun polos.

-ccc-

Keesokan paginya.

Suho hendak meninggalkan rumah diam-diam dan di depan pintu dia bertemu Luhan yang baru pulang, katanya kemarin dia menginap di rumah jiejienya.

"Ahjuma mau kemana?" Tanya Luhan yang ada di depan pintu.

"Aku ada urusan sebentar tolong kau bangunkan D.O dan kau bantulah dia masak ya? Bangunin Xiuminnienya nanti saja. . jangan biarkan dia ada di dapur. . bisa-bisa makanan belum matang sudah habis. . " perintah Suho setelah itu dia langsung pergi.

"Oh ya. . D.O ada di kamarmu. . " teriak Suho setelah jauh.

Luhan masuk ke kamarnya sendiri, tapi sekarang sudah ada D.O

"Kenapa D.O ada di kamarku sih?" gumam Luhan dan segera masuk ke kamarnya. "D.O-ah. . ireona ayo masak. .!" ajak Luhan.

Tanpa harus diperintah dua kali D.O langsung bangun dan mengekor di belakang Luhan.

"Tumben biasanya kau tidur sama ahjuma, kenapa sekarang kau tidur sendirian . . sudah tidak takut lagi. .?" Tanya Luhan. D.O hanya tersenyum sebagai tanggapan iya.

Sementara Xiumin dan Chen yang baru bangun langsung ke kamar Sehun, rencananya mau gangguin dia.

"Hehh, , kau maknae bangun!" teriak Chen.

"Kita ada kejutan untukmu!" lanjut Xiumin.

Sehun tidak bergerak se'inchi'pun. "Oke. . tinggalkan saja nih anak. . kita nikmati sendiri saja. . "ujar Xiumin. Sehun langsung bangun.

"Memangnya ada apa sih hyung-ah. . ?" Tanya Sehun malas.

"Aku yakin setelah kau melihatnya ekspresimu tidak akan seperti ini lagi. ." jelas Chen.

"Iya tapi ngeliat apa emang, eomma mana?" Tanya Sehun lagi.

"Begini nih tipikal anak manja, kalau bangun yang dicariin pertama adalah eommanya. ." ledek Xiumin. "heran aku. . umurmu itu 19 atau masih 7 tahun sih?" lanjut Xiumin.

Akhirnya mereka menyeret Sehun dan menuju ke dapur.

"Ah. . Mian hyung aku menjatuhkannya. . ." ujar D.O sambil menatap beberapa sayuran yang ada dibawah lantai, Luhan dengan sigap langsung mengambilnya .

"Gwechanna. . lanjutkan saja D.O-ah biar aku yang mengambilnya. ." gumam Luhan langsung memunguti bahan yang ada di bawah meja.

"Lihat itu!" tunjuk Xiumin kearah dapur, Sehun yang melihat hanya heran apa yang special.

"Memangnya kenapa dengan D.O-hyung aku kan sudah bertemu dengannya kemarin. ." Tanya Sehun.

Xiumin langsung menoleh dan didapur memang Cuma ada D.O saja, padahal dia niatnya mau nunjukin kalau ada Luhan, Xiumin tahu kalau Luhan adalah Hyung kesayangannya Sehun.

"Begini sudah beres. ." Luhan langsung bangkit dan berbalik menatap tiga orang yang sedang ada di depan dapur, terutama Sehun dia langsung terpaku saat itu juga.

"Ge, , gege? Mi. .mirip sekali. . " Sehun mengedip-ngedipkan matanya untuk meyakinkan.

"Ah . . Sehunnie kau sudah pulang rupanya. . " sapa Luhan manis dan biasa tidak ada kaget sedikitpun. Mendengar itu Sehun langsung mendekat ke arah Luhan.

"Hah? Ini beneran . . Kenapa gege ada disini? Bukannya kau bilang mau pergi ke luar negeri. . ?" Tanya Sehun nggak percaya pasti ini orang lain.

"Yang bilang aku keluar negeri kan ahjumamu bukan aku, lagipula kenapa kau tidak membawa symbol mu. . aku tidak tahu kalau kau dongsaengku. ."jelas Luhan.

"Kau itu HYUNG-ku?" Tanya Sehun semakin tidak percaya.

"Mangkanya itu aku membawamu kesini untuk menunjukkannya padamu. . dia ini hyung yang kau cari. . kau ingat hyung nomor 2 kesayanganmu. ." ujar Xiumin.

"Luhan-hyung? Gege ini beneran Luhan hyung. .?" Sehun menatap dari atas kebawah.

"Ternyata kau adalah dongsaeng dari Kristal terakhir. . sejak pertama melihatmu dibumi aku sudah ada feeling. ." Luhan yang langsung memeluk Sehun.

D.O langsung mendekat, "Kata eomma kau tidak mengenal seluruh hyungmu. . tapi kenapa kau langsung mengenali Luhan-hyung?" tanyanya.

"Kalau dia mah. . yang diingat Cuma Luhan-hyung saja. ." jelas Chen.

-0-

-0-

-0-

Suho sudah ada di depan pemakaman yang ada di sekitar apartemenya agak jauh sedikit sih.

"Nih orang kerjaannya ngerjain mulu. . awas aja nih. . kalau sampai kali ini dia ngerjain aku lagi. . ntar gua nggak mau balik ke EXOPLANET biar aja . ." gumam Suho kesal dari tadi pagi sekitar se-jam'an dia berdiri di depan pintu tapi nggak ada yang datang.

Tapi tiba-tiba dari jauh ada seorang laki-laki sepertinya masih kanak-kanak tapi memiliki tinggi diatas rata-rata, memakai baju serba hitam dan melewati Suho sekilas kemudian masuk kedalam pemakaman, sepertinya dia mau mengunjungi anggota keluarganya yang sudah meninggal karena ditangannya ada seikat bunga putih.

Suho terus memperhatikan anak itu, dia duduk di salah satu makam yang sepertinya masih agak baru karena rumput di sekitarnya baru tumbuh.

Tidak lama kemudian anak itu menangis tersedu-sedu, Suho yang melihatnya pun jadi ingat akan Sehun. Jadi dia putuskan untuk mendekati anak itu hanya sekedar menenangkan niatnya.

"Mianhe! Gara-gara kau menyelamatkanku kau yang jadi seperti ini. . " ujarnya sambil tetap menahan tangisnya agar tidak semakin banyak. Tapi dia tidak lama kemudian merasakan ada yang memegang kedua pundaknya. Ternyata itu adalah Suho.

"Kenapa? Kenapa kau menangis?" Tanya Suho yang kini sudah ada disamping anak itu. "Aku dengar kau menyalahkan dirimu atas kematian orang lain. . " ujar Suho.

"Dia eomma ku, walaupun tidak kandung tapi dia yang merawatku. . . tapi saat kami bepergian mobil kami mengalami kecelakaan dan eomma langsung memikirkan aku sehingga dia jadi. . " anak itu tidak berani meneruskannya.

"Kau menyesal karena eomma-mu menyelamatkanmu. . apa itu tidak terlalu egois, pikirkanlah perasaan eommamu yang ingin menyelamatkanmu, dia ingin melihatmu bahagia . tapi kalau kau seperti ini apa kau tidak membayangkan perasaannya. . ?" Tanya Suho, anak itu hanya melongo menatap Suho heran.

"Perkataanmu sama seperti eommaku, , , sayang kau namja. ." ujar anak itu.

"Uljima. . ne? sudah jangan nangis lagi. ." ujar Suho yang kini sudah mendekap anak itu, benar-benar terasa seperti Sehun yang manja dan masih suka nangis. "Kau masih punya appa kan? Caramu satu-satunya adalah membahagiakannya untuk eommamu. . " ucap Suho lagi.

Setelah lama berbincang-bincang dan menenangkan anak itu, dia berpamitan pulang setelah meletakkan bunga lily putih dan meninggalkan Suho disana, karena dia masih harus menunggu seseorang.

Setelah anak itu jauh, dia melihat ke arah dipan dan membaca tulisan yang ada disana.

"Zhang. ." Suho tidak berani meneruskannya karena sepertinya dia sangat dekat dengan seorang yang bernama Zhang, " Tidak mungkin. . apakan dia sudah. . " Suho tidak percaya, tadi dia menyuruh bocah itu supaya tidak menangis tapi sekarang dia sendiri yang hendak menangis.

"Padahal Xiumin dan Chen sudah menunggunya begitu juga dengan Luhannie. . bagaimana aku menjelaskannya. . " Suho mulai gelagapan.

"Woi. . kau ini kenapa hah?" sang pimpinan langsung ada di belakangnya.

Suho langsung memeluk pimpinannya, ini moment yang jarang, pimpinannya hanya melihatnya heran.

"Zhang Li Yin. . dia sudah. .tidak ada. . bagaimana bisa menjelaskan pada anak-anaknya. .hiks" ujar Suho sambil menangis.

"Zhang Li Yin siapa?" Tanya sang pimpinan. Suho langsung menunjuk makam yang ada bunga putihnya.

"Bukankah namanya Lay itu Zhang Li Yin? Gimana aku menjelaskannya pada Chen dan Luhan. . huaahhh. ." tangisannya tambah keras "Jadi kau mau membicarakan ini, , dan tidak boleh diketahui oleh XIumin dan lainnya. .karena mereka nggak akan kuat menghadapi ini semua?" tanyanya lagi.

"Kau ini pikun atau gimana sih? . namanya Lay itu Zhang YI Xing. . bukan Zhang Li Yin. .apa kau itu kudidik terlalu keras sampai kau lupa nama Lay?" omel sang pimpinan.

"Heh?" Suho mengingat-ingat lagi dan melepaskan pelukannya. "Iya ya? Namanya Zhang Yixing. . jadi aku nangis untuk orang yang salah . .hehe" ujar Suho cengengesan dan sudah berhenti nangisnya. " lalu kau mau membicarakan apa?" Tanya Suho.

"Tidak jadi ah . . kau sekarang pikunan, nanti saja kalau kau sudah tidak pikunan. . sebenarnya kau ini setua apa sih?" ledek Sooman.

"Yang tua itu kau. . bukan aku. " ngeyel Suho.

"Oh ya. . anak yang tadi kehilangan eommanya dia itu istimewa. ." gumam Sooman.

"Kau seperti orang-orang dari management percari bakat saja. .eh tunggu, kau ada disini dari tadi dan kau membiarkanku. . " curiga Suho.

"Aku ini orang yang sibuk tahu. . banyak yang harus aku urusi disini" ujarnya bangga. "Tapi ada yang harus kuberitahu tentang Kristal ke 11. ." lanjutnya Suho langsung diam memperhatikan.

-o-

-o-

-o-

Suho sekarang sudah pulang ke rumah lagi, dan dia hendak mengetuk pintunya ternyata D.O sudah membukakannya.

"Ah eomma sudah pulang?" Tanya D.O

"Kau mau kemana?" Tanya balik Suho.

"Emh. . keluar sebentar. . " ujar D.O sambil garuk-garuk kepala.

"Andwae. . sebentar lagi kita semua akan jalan-jalan jadi nggak ada yang boleh pergi. ." jelas Suho sambil menarik D.O kembali ke dalam rumah.

"Ah. . kok gitu sih. ." tolak D.O

"Eommaaaa! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau di rumah ada Luhan-hyung?" Sehun langsung mendatangi Suho dibuntuti Luhan dan Xiumin dibelakangnya.

"Ah, , Karena Luhanlah aku bisa membawamu pulang!, lagipula kau tidak Tanya untuk apa aku memberi tahumu. ." jawab Suho enteng. "Sini mendekatlah.!" Perintah Suho pada Sehun.

"Lain kali jangan dilepas lagi, kita semua takut kehilangan kau lagi. ." Suho langsung memasangkan kalung Sehun lengkap dengan symbol angin miliknya.

"Ne, aku nggak akan pergi lagi, aku akan ikut eomma terus. ." ujar Sehun.

"Curiga aku dengan tatapanmu itu, kau mau ikut aku apa karena memang ada Luhan disini. .?" Tanya Suho, Sehun hanya cengengesan karena ketahuan.

"Ada yang mau kencan tapi nggak jadi nih. . ?" Xiumin dan Chen mulai sekongkol ngerjain D.O

"Siapa yang kencan ah? " beo D.O

"Setiap hari kalian selalu keluar dan kemarin hanya berdua saja, apa namanya kalau bukan kencan ya nggak Chen-ah. .?" Tanya Xiumin meminta persetujuan.

"Nde Minmin-hyung. . " jawab Chen.

"Sudahlah, karena ini untuk merayakan kedatangan Luhan dan kepulangan Sehun ayo kita pergi ke taman bermain, lebih banyak orang lebih seru. .!" ajak Suho tentu saja yang paling antusias adalah Chen dan Sehun *maklum jiwa anak-anak masih kental*. "Semua sudah sarapan kan? Kalau begitu tunggu apalagi ayo berangkat!" ajak Suho.

"Eomma tunggu. . kau dapat uang darimana hah?" Sehun selalu ingin tahu dari dulu, apa yang dimaksud dengan tidak ingin kerja secara Cuma-Cuma.

"Bisa dibilang pimpinan kalian semua yang membiayai disini. . panggil saja orang itu dengan haraboji dia sudah tua. . " ujar Suho setengah ngatain.

-oo-

-oo-

"Chen chen . . kau ingin coba apa dulu ini? Aku akan menemanimu" Tanya Xiumin, mereka sudah memasuki taman bermain.

"Tumben hyung kau menawariku dulu. . ? apakah ada sesuatu yang kau inginkan?" Tanya Chen curiga.

"Sepertinya Xiumin memang sedang ingin sesuatu deh. . " sahut Luhan.

"Kalian boleh berpencar tapi jam 5 nanti kita kumpul di gerbang utama dan kita akan makan malam diluar. . " jelas Suho.

"Eomma jangan bilang kau jadi romantis karena bertemu seseorang di belakang kita semua?" goda Sehun.

"Memangnya aku bertemu siapa Sehunnie?" Tanya Suho sarkastik.

"Iya dari dulu, aku selalu menemukan Suho-ahjuma adalah orang yang tegar, tidak perduli apapun itu kau selalu punya pemikiran sendiri dan mempertahankan keputusanmu. . apa akhir-akhir ini kau bertemu dengan seseorang di belakang kita sama seperti D.O?" Tanya Luhan ikut-ikut Sehun.

"Apakah setiap perubahan sikap, harus di sangkut pautkan dengan pengaruh orang lain? Tidak kan?" bela Suho dan yang lain hanya menyerah mereka kalah kalau adu mulutnya sama Suho. "Ingat kali ini semua anggota harus memakai Simbol-nya. . aku nggak mau ada yang hilang lagi!" ingat Suho.

"Aku bagaima—"ucapan D.O terpotong.

"Kau bersamaku saja! Jangan berpencar.!" Ujar Suho.

-0-

-0-

"Kenapa kita ke taman ini lagi sih?" Keluh Baekhyun, dia bersama Chanyeol sehabis pulang sekolah, seperti biasa Chanyeol musti dibujuk dulu supaya mau sekolah, dan imbalannya kali ini adalah Baekhyun harus mengantarkan kemana Chanyeol pergi.

"Kenapa kau trauma karena dikira anak SMP lagi? Sudahlah tidak apa hyung, lagipula kan kau pakai seragam SMA jadi tidak ada yang berpikiran aneh. ." tenang Chanyeol.

"Masalahnya adalah kenapa kau senang sekali ke taman hiburan seperti ini? Menurutku biasa saja, malah terlalu ramai dan mengganggu. ." keluh Baekhyun.

"Aku suka keramaian, makanya itu aku suka berbaur dengan mereka. . seperti bagian dari orang-orang biasa. . yang tidak memperhatikan status. Kalau kau sudah masuk disini tidak ada perbedaan antara kau dan yang lainnya. . " jelas Chanyeol, membuat Baekhyun mencerna kata-kata sedalam itu terasa seperti perkataan orang yang selalu kesepian.

"Kalau begitu sih. . Tidak apa asalkan kau yang mentraktirku. .!" usul Baekhyun.

"Kan yang lebih tua kau Hyung. .! harusnya kan kau yang—. ." sudah jadi kebiasaan kalau ada dua orang atau lebih keluar maka yang tertualah yang akan mentraktir.

"Yang ngajak kan kau. . jadi kau yang harus bayar!" Baekhyun mau enaknya.

Baekhyun memutuskan untuk menunggu daripada menikmati permainan, di sebuah bangku rindang dibawah pohon.

Sampai ada dua yeoja yang sepertinya juga kecapekan dan memutuskan untuk duduk di bangku sebelah Baekhyun.

"Eh. . katanya drama yang sempat tertunda kemarin akan segera dirilis setelah mengganti pemeran wanitanya . ." ujar salah satu yeoja itu, sebenarnya Baekhyun tidak tertarik sama sekali tapi karena kedengaran yah dengarkan saja ==*.

"Katanya pemeran wanita itu memiliki hubungan khusus dengan aktornya siapa itu. . Ah Park Chanyeol. ." lanjut yang lainnya, Baekhyun makin tidak sadar kalau dia jadi penguping.

"Tapi katanya Chanyeol itu sudah punya orang yang dekat dihatinya dan dia tidak suka yeoja itu medekatinya lagi. . syukurlah aku tidak perlu panas hati saat menontonnya nanti. . tapi aku masih penasaran siapa ya yang dibilang dekat itu. .?"

"Yah pokoknya bukan yeoja itu sudah cukup bagiku. . drama itu kan ceritanya bagus. . aku pingin nonton dengan tenang tanpa ada rasa khawatir. ." jawab yang lain. Maksudnya dia akan tenang kalau yang dimaksud itu bukan Yeoja lawan main Chanyeol.

"Aku dan dia memiliki latar belakang yang sama. . sama-sama tidak tahu darimana kami berasal . . siapa orang tua kami. . tapi dia selalu bekerja keras. . ." gumam Baekhyun setelah 2 yeoja itu pergi.

Tidak lama kemudian Baekhyun merasa ada yang aneh di kepalanya, Chanyeol sudah ada dihadapannya sambil membawakan bando telinga kelinci putih dan memasangkannya di rambut Baekhyun.

"Apa-apaan kau hah?" Tanya Baekhyun kaget. "Kau mau aku makin terlihat seperti anak SD. .?" yah benar saja, bando itu membuat Baekhyun beberapa kali lebih imut dari biasanya.

"Aku baru mendapatkannya. . hehe. . kupikir kau cocok memakainya dan ternyata aku benar. . kau bukannya cocok lagi. . mungkin kau memang saat lahir sudah membawa label 'imut'. ." sebenarnya Chanyeol memuji tapi keduanya tidak ada yang sadar, Baekhyun hanya memutar kedua bola matanya.

"Kenapa kau tidak mengatakannya untuk dirimu sendiri?" gumam Baekhyun, soalnya kalau dilihat-lihat ternyata Chanyeol imut juga. Sementara Chanyeol hanya cengengesan.

'Mungkin sekali-sekali aku harus baik padanya' pikir Baekhyun dalam hati.

"Chanyeollie, aku boleh Tanya sesuatu nggak?" ungkap Baekhyun, Chanyeol yang tadinya berdiri akhirnya ikut duduk di samping Baekhyun.

"Ne, tanyakan saja. . ada apa emang kau sampai seformal itu kalau harus Tanya. .?" jawab Chanyeol.

"Mian sebelumnya tapi apakah kau punya orang yang dekat emh. . maksudku yah dekat begitu denganmu. .?" Tanya Baekhyun sedikit ambigu, soalnya Baekhyun sendiri juga tidak yakin dengan apa yang ditanyakan.

"Tanpa aku jawab pun kau tahu siapa orang yang dekat denganku. . " jelas Chanyeol. Baekhyun berpikir sebentar.

"Memangnya aku tahu? Yeoja bermarga Kim itu bukan. . aku tidak tahu ah!" ujar Baekhyun setelah berpikir lama.

"Tentu saja, yang sangat dekat denganku saat ini adalah Kau hyung. ." ujar Chanyeol pasti.

"Heh? Bukan dekat jarak bodoh. . tapi dekat seperti hubungan begitu. ." sela Baekhyun, karena merasa Chanyeol menjawab karena Baekhyun ada di samping kanannya sekarang.

"Mau dirubah pertanyaan seperti apapun itu tetap jawabannya adalah kau Byun Baekhyun. . soalnya yang selalu kepikiran adalah kau, baik itu jarak maupun hubungan yang paling dekat adalah kau. . aku tidak tahu pasti aku disini tapi aku merasa ada saat aku melihatmu di sekolah, kau itu seperti udara yang selalu mengalir disampingku. Dan benar saja sampai sekarang kau selalu ada di sampingku. . apa kita ini orang yang pernah terhubung sebelumnya. Aku seperti tidak asing denganmu. . ?" ujar Chanyeol panjang lebar Baekhyun diam mendengarkan #0.0.

"Kalau aku ditanya seseorang lagi dan kalau aku boleh jujur orang yang paling dekat denganku adalah Byun Baekhyun.. " ujar Chanyeol lagi.

"Kau katakan itu di depan umum. . aku akan pindah kamar!" ancam Baekhyun.

"Ani. . aku hanya bercanda. . aku akan berbohong sedikit. . " goda Chanyeol.

-o-

-o-

"Eomma tidak apa-apa denganku seperti ini?" Tanya D.O karena Suho selalu menemaninya, dia juga ingin pergi bebas sendiri.

"Daripada ada apa-apa denganmu lebih baik seperti ini. ." ujar Suho tegas.

"Bisakah aku ijin sebentar ke belakang, kalau eomma mau duluan juga tidak apa-apa pokoknya jam 5 nanti aku sudah ada di depan pintu masuk. ." tawar D.O

"Sudahlah . . biar aku denganmu. ." jawab Suho lagi.

D.O berjalan santai untuk menemukan kamar mandi tapi tanpa dia sadari ada seseorang yang menarik lengannya dan membuatnya kaget dan hampir jatuh.

"Jongin. ." panggilnya karena kaget dan reflek seketika.

"Barhenti memanggilku Jongin. ." teriak Kai, yah dia lah yang menarik D.O

"Kau juga masih memanggilku Kyungsoo. . jadi tidak masalah kan?" ujar D.O "Tunggu daripada itu. . apa yang kau lakukan di tempat ini? Apa sekolahmu mengadakan field trip? Atau kau memang hobi ke tempat seperti ini?" Tanya D.O runtut.

"Aku ini sudah kelas 1 SMA jadi tidak mungkin mengadakan field trip ke taman hiburan seperti ini, dan sesuai dengan umurku aku tidak suka tempat kekanak-kanakan seperti ini, mana ada anak SMA yang bisa menikmati wahana yang bener-bener nggak cocok sama umur mereka—" ucapan Kai terpotong karena melihat seseorang yang sangat kegirangan.

"Yayy! Baekkie-hyung ayo cepatlah. . masih banyak yang ingin kucoba. . " teriak Chanyeol pada Baekhyun yang malu-malu memakai Bando telinga kelinci di belakang, Kai dan D,O yang melihat hanya sweatdrop.

"Mereka anak SMA dan mereka bisa menikmati ini. ." ujar D.O sambil menunjuk pada Baekhyun dan Chanyeol yang memakai seragam sama seperti yang dikenakan Kai.

"Lupakan mereka berdua, aku tahu mereka itu adalah Sunbae yang masih kekanak-kanakan. . yang pasti aku datang kesini karena kau lama tidak datang . . jadi aku saja yang mendatangimu. ." jelas Kai.

"Kau tidak mendatangiku kau menguntitku. . bagaimana kalau eomma tahu. . bisa dibunuh kau, dia itu orangnya keras juga lho seperti induk singa kalau sedang mendampingi anak-anaknya jadi tak akan dibiarkan siapapun yang bisa mendekati anaknya. . " ujar D.O

"Sudahlah mumpung aku ada disini. . dan ada kau juga sekalian jadi ikut aku berkeliling. .. ." seru Kai.

"Apa setelah ini kau akan berubah pikiran dan akan memberikan symbol itu?" Tanya D.O

"Kalau itu masih menunggu waktu yang tepat. .yang penting sekarang kau turuti saja kemauanku dan suatu saat nanti jika kau sudah melakukan tugasmu akan kuberikan tanpa kau minta sekalipun. . aku tidak butuh benda itu. ." jelas Kai.

"Kapan aku melakukan tugasku? Dan apa memangnya tugasku?" Tanya D.O polos.

Kai memutar bola matanya, harusnya dia tidak menyebutkan tentang tugas itu dan membuat D.O harus bertanya lagi.

-0-

-0-

Di sebuah Universitas.

"Kudengar kau kemarin sudah mendapatkannya. . jadi kau sudah melangkah sejauh ini. . so apa tindakanmu setelah ini. .?" Tanya seorang namja yang tidak terlalu tinggi, yah karena dia berjejer dengan Kris dan mereka sedang membicarakan tentang masalah Kris.

"Masih butuh waktu untukku, aku baru saja memulainya!" jelas Kris.

"Asal kau tidak lupa saja apa yang harus kau lakukan nantinya. ." ingat salah satu yang lain.

"Apa kalian ada masalah khusus dengannya sampai mempermainkan dia?"Tanya Kris hati-hati.

"Yang mempermainkannya kan kau, . " ingatnya "Tidak ada, mungkin, kita kan melakukannya seperti biasanya. Hanya saja dia terlihat berbeda dan aku ingin sekali melihat sisi lainnya. . padahal aku yang ingin permainan kali ini tapi kau mendahuluiku. ." jelas namja pendek tadi.

"Mungkinkah kau tertarik padanya?" Tanya Kris lagi.

"Molla, tapi apakah mungkin kau yang menyukainya. . karena kau biasanya hanya diam saja memperhatikan kita. .?"

Kris hanya diam dan memikirkan apa alasan sebenarnya dia melakukan semua ini, dulu dia hanya berpikir sekilas dan tidak tahu terlalu pasti.

Dia mengingat saat pertama kali masuk ke universitas ini dan saat dia dipuja seluruh yeoja yang ada disana, hanya seorang Zhang Yi Xing lah yang melewatinya tanpa ada rasa terpaut sedikitpun.

Saat semua orang terpaku dan terpana melihat Kris, berbeda dengan Lay.

"Ah. .Kau dapat itu darimana?"Tanya Lay berbalik menghadap Kris dan membawa kertas yang diinginkannya, hanya satu kalimat itulah yang mengawali pertemuan mereka. Kris hanya menunjuk kotak yang ada di dekat mereka.

"Ne XIe-Xie" ujarnya tanpa sadar dan segera pergi setelah mengambil beberapa lembar.

Kris hanya terpaku "Dia bilang Xie Xie. . apa dia dari China. ?" gumam Kris.

Dan ternyata mereka satu jurusan dan satu kelas, dan tanpa sadar juga tatapan Kris selalu tertuju dan tertarik pada orang yang tidak pernah terlalu memperhatikannya sedikitpun itu.

'Saat orang lain pertama kali bertemu denganku mereka mengagumiku tapi dia saat pertama kali bertemu denganku malah menanyakan brosur yang ada di tanganku, . dasar aneh.. ' gumam Kris dalam hati.

Setelah beberapa saat mereka ngobrol ternyata sekarang sudah waktunya jam pulang dan Lay lewat dihadapan mereka dan langsung saja diikuti Kris.

"Kau nggak masuk kelas lagi hari ini?" Tanya Lay yang merasa Kris mengikutinya setelah berpamitan pada teman-temannya, tanpa menoleh dia sudah tahu kalau yang di belakangnya adalah Kris.

Kris merasa gemas dan hanya mengacak-acak rambut Lay sambil terkekeh di belakang.

Mereka berdua berjalan beriringan karena rumah mereka hampir searah, disaat mereka melewati sebuah taman hiburan yang ada hanya di bulan ini Lay hanya memperhatikan kedalam dan dia sepertinya terpaku dengan seseorang di dalam sana.

"Luhan-Hyung. . kau kemana?" teriak seseorang itu sambil celingukan tapi tetap membelakangi Lay yang menatapnya intens.

Tidak berapa lama anak itu masuk ke dalam lagi.

"Itu seperti Sehun. ." gumam Lay dan membuat Kris ingin tahu.

"Apa? Kau bilang apa?" Tanya Kris.

"Tadi aku seperti melihat Sehun. ." Ujar Lay sambil nunjuk kedalam sana. "Kau tunggu disini sebentar biar kupastikan. ." lanjut Lay.

"Kau kan bisa menanyakannya dirumah nanti. ."

Lay diam sebentar "Dia sudah pergi dari rumah" Lay hendak berlari namun dicegah Kris.

"Tunggu apa maksudmu dengan 'dia sudah pergi' bukankan dia itu saudaramu. .?" tanyanya lagi.

"Awalnya dia adalah orang asing tapi sekarang dia adalah orang yang kuanggap sebagai didi-ku sendiri. ." jelas Lay.

"Tunggu. . apa maksudmu? Jelaskan padaku dulu. . apa dia memiliki alasan khusus karena membiarkanku ada di dekatmu. .dan alasan kenapa dia pergi" Kris masih menahan Lay dan meminta penjelasan.

"Dia pergi dari rumah, tanpa pamit padaku. makanya dia tidak ada disampingku lagi dan menyuruh orang lain untuk disampingku dan orang itu adalah Kau. . dia ingin terus menjagaku walaupun dia tidak ada disampingku. . aku tahu dia menghawatirkan aku, begitu juga dengan aku. ." jelas Lay kini sudah mencari orang yang mirip Sehun menurutnya atau malah memang itu adalah Sehun.

"Ah. . Lulu-hyuuungg~~! Kau ternyata di—emphh" dan ternyata benar Sehun ada disana di depan Lay. Tapi dia langsung dibekap dan ditarik seseorang saat mendongakkan kepalanya dan terlihat jelas oleh Lay karena tingginya yang diatas rata-rata.

"Ssttt" ternyata yang membekap adalah Luhan sendiri. "Jangan berdiri tetaplah sembunyi di balik kerumunan ini. ." perintahnya, Sehun hanya mengangguk dan masih tetap mulutnya dibekep, padahal dia nggak tahu apa-apa.

"Puahh.. memangnya ada apa hyung?" Tanya Sehun berbisik setelah melepaskan bekapannya dan masih bersembunyi seperti apa yang dikatakan Luhan.

Setelah Lay menyerah dan tidak menemukan Sehun, dia pergi dan meninggalkan tempat itu. Mereka berdua tahu Lay sudah pergi tepatnya hanya Luhan saja dan hanya melihat kepergiannya.

-0-

-Tbc-

Mian ya buat semua reader, saya lama lagi, kemarin maunya apdet cepet tapi takdir berkata lain, authornya kena 'traffic accident' a.k.a kecelakaan jadi nggak bisa apdet, maklum saya apdetnya musti kewarnet dulu modem saya lagi nggak tahu kenapa nggak bisa digunain, biasanya saya pake wi-fi gratisan di sekolah tapi saya aja nggak bisa masuk sekolah *nunjuk2 kaki yang sakit*. [R: yehh malah curhat]

Saya Cuma bisa panjangin nih fict sebagai permintaan maaf, karena emang saya bisa nulis nggak bisa publish.

Saya bener- bener minta maaf.

Saatnya Balasan Review. . .!

park seung ri :

Ahh!`~~, met puasa juga Seung ri-ssi...
yg mayungin sehun? Itu eommanya . .a.k.a SUHO. . maunya sih saya.. .*lemparin author!*
Tao'a d chap brp? Dia akan muncul seiring berjalannya waktu. . author nggak tahu pasti. .tapi kalau bisa nebak siapa namja yang ditemuin Suho Tao na tak munculin. .

Ini udah kilat nggak ya?...

Jung Jisun :

Ne, Annyeonghaseyo, Jung Jisun-ssi. . ., Shee imnida!
Ah~~ Gwechannayo.. ., I'm easy going person . . .*sok dah*
Gomawoyo~~ kilat? Ne akan saya coba yang terbaik. . . .
Yeyy. . kau benar Jisun-ssi itu adalah Suho. . .

ChanBaeknya banyakin? Bisa tapi nggak janji.
hwaiting!

Lyasari'Snowers :

Ahh~~ Gomawoyo. . .

Aqu apa ya? BaekYeol-ship. . tapi 'sayang'nya sama Lay *malah curhat*

Ne saya usahain nggak lama. . semoga tetep suka. . Hwaiting!.
:)

Luhan dongsaeng :

Ahhh~~ khamsa hamnida. .
Gwechanna, ,
kai anak.a siapa? Dia anaknya Suho Cuma ilang ajah. . jadi belom ketemu. .
pasangan.a suho? Nggak tahu belum kepikiran. .*mian .
Ne dia udah balik ke rumah sama keluarganya. . .

yg payungin sehun itu Suho. . ...
Goawo udah review. . semoga setia menanti. .

kim korinda :

Annyeong juga ~~~ ahh gomawo. .#jadi nggak enak.

Author skarang kelas 3 sma, oh kalau gitu kamu eonnie-q dong? Tapi ini masih awal . . kelas 3-nya belum kalau mendekati try-out. . ahh jeongmal khamsa hamnida, , ,
sekarang udah ketemu sama suho eomma kok sehunnie nya. . ahaha. ,
nah itu Suho nya, pengennya sih author. . nggak enak aja ma Luhan #author sok#

Ini nggak lama kan . . saya usahain secepet mungkin. .annyeong!

Ne. . pasti, tapi saya ini orangnya jarang buka ef-be. .saya masih gapbook sama gaptweet*apa sih?*. . saya nggak punya tweeter mian, udah pernah saya ceritain kok. . saya punya tweeter dua tapi sayang dua-duanya lupa password. .*author p'a*, fb saya : fika kalusi
Gomawo udah review. . semoga setia menanti. .^^

meyminimin :

yang mayungin Thehun itu eommanya dunk . .!
itu mah maunya author . . hehehe. . tapi sekarang sudah ketemu kok. . udah ya jangan geregetan lagi. .

Kai? jahat? Gimana ya? Dibilang baik juga nggak terlalu, jahat juga nggak terlalu. . tenang aja ada D.O. .

O-Kai. . ini update . .gomawo udah review. . . lagiii...

dennisbubble1004:

Annyeong Dwi~~ ne nado. .

Wah nae dongsaeng. . authornya 17*malah curhat*
Gomawo. . . jeongmal. ..

Gwechannayo. . aku mah easy going ajah. . . dan gomawo sekarang udah mau review d'chap ini. .

ktmunya Sehun sma Suho eomma ? sekarang udah balik ke rumah kok. .gak gregetan lagi kan

ini udah Lanjut... nggak lma kan? Semoga tetap setia menanti. . ' HWAITING !

SmiLeND:

Hehehe mianhae. .,
yg terakhir itu ? itu Suho , maunya sih author *ngarep*
saya berusaha yang terbaik. .
gomawo udah review dan semoga tetap setia menanti. .
fighting !

Choujiro21 :

Annyeong juga. .

Ah gwechanna. . *membuka tangan lebar-lebar *

haha? turun gunung? Semedi maksudnya?

Nggak mereka nggak akan pisah dong. . kasihan thehun nantinya. . ekekek. . .*lagi-lagi author seenak jidatnya. . *

Jeongmal gomawo. . . ini kilat nggak? Pasti nggak.

kyuaniee fiee :

ini kilat pa nggak? Pasti nggak juga

Gomawo udah review dan semoga setia menanti. . hwaiting

shin young rin :

ne itu Suho , , ,

tunggu aja yah. . semoga tetap setia menanti. ..

gomawo udah review. . see you in next chap?
HWAITING! *makan bakpao*

BLUEFIRE0805 :

Ne mian-mian. . .Yah...?..
Knpa suho hrus pulang? Maunya author. .*senyum epil*
Emang Author kyk g2 ? *sok innocent* sebenernya bukan ngerjain. .
maksud Kai? Tunggu berjalannya waktu saja. . hehehe
Ini kilat apa nggak? Ne mian dan gomawo udah review. .

7casshimMAX Ryeosom d innocent :

Ehehehe. . .*senyum sok innocent*.

Jinjja? Aku jarang main ke ffn jadi nggak pernah tahu. . aku mah suka asalkan ada Lay-nya.. *nggak ada yang nanya* mau dong dikasih tahu. .

Itu emaknya a.k.a Suho . . untuk Lay ingetnya agak lama'an. . kemungkinan thehun yang akan nemuin Lay. .

Gomawo sudah review.. mian lama. .!

Key's Wife :

yang di belakang Sehun? Itu emaknya Thehun. . ne mian kalau ini lama. .

gomawo sudah review. . semoga suka!

Emily Hwang :

Annyeonghaseyo juga!

Jinjja .. ? neh kapan-kapan aku juga mau baca nanti . .ah jeongmal gomawo. . *jadi nggak enak*

Aku juga masih baru disini. . seumuran EXO lah. . beda 12 hari. .

Ne. . EXO-K sebagai 1 keluarga trus EXO-M juga jadi 1 keluarga . . kira-kira semacam itu. .*dikelas lagi ngetrend kata2 'semacam'*

Gwechanna. . kalau ada yang belum ngerti tanyain aja sama authornya. . *hah?==*

suami Suho? Belum kepikiran . . hehehe.

Ne gomawo. . mian untuk penantian lamanya. . dan gomawo sudah review. .

Hyesunnie :

Mian hamnida . . ini pasti lama. .

Bukan Cuma ketemu tapi sekarang mereka udah serumah kok! .. .

Hehehhe. . gomawo sudah review dan semoga tetap suka. .

Cho Ji Hyeon :

Ekekek. . *senyum misterius#failed*

Tenang aja udah ketemu kok. . sama emaknya .

Ne, ne saya juga baru sadar pas di 'EXO Mini Live Thailand' Suho sexi beuth *muncratss* dan mereka berdua(dg Lay) deket-deket dan berakhir dengan teriakan gaje nan cempreng menggema di kamarku. Hehehe,, #curhat.

Baiklah persamaan mereka berdua yaitu punya kulit ter'fair' di grup. . di exo m kan Lay. . di exo k suho. . tapi nggak tahu kadar ke'fairannya'. Saya perlu observasi lagi. . .

Poseidon Ryuu :

Annyeong juga

Andwe. . saya juga telat kok.. jadi . . kita sama-sama. . hehehe/

Jeongmal gomawo! *garuk-garuk tengkuk* ending? Satu kata yang sangat sulit untuk author. .tapi saya berusaha yang terbaik. . kayaknya masih lama endingnya. . hehehe

Kalau bisa nebak siapa namja yang detemui Suho . . di pemakaman.. Tao-na tak munculin. .. ekekekk

*senyum epil*

Mian lama. . smoga tetap sabar menanti dan gomawo sudah review.

HaNa KimChii :

yang diblakang Thehun? Itu emaknya donk. . . thehun kan anak emak. .

ah ne arraseo. . huah.. ada anak dibawah umur, , *sok gede*

kirain ada kepanjangannya gitu. .

eheheh. . semoga sabar menanti gomawo sudah review. . nado~~

ah. . mian eonniemu yang satu ini salah satu orang yang gaptek. . .*bangga* jangankan itu yang aku malah nggak ngarti sama sekali, tweeter aja kagak punya. .#terlalu.

hatakehanahungry :

udah lulu dah pulang . .ke rumahnya suho dkk. . yang itu Suho soalnya dia itu anak emak. . .

tenang saja karena authornya sayang sama lay jadi nggak akan ada apa-apa . .*member exo minus lay: huhh curang!. . ini sebuah ketidak adilan *

d.o pokoknya dia musti nurut sama kai . . ekekekek. . dia inget kalau udah dapet symbol dari kai. .

tenang aja mereka kan dari krystal dan karena ini dunia per ep-ep an. . jadi segalanya bisa terjadi . .*tawa nista*

Ahhh. . . hiks . *terharu* jeongmal khamsa hamnida *narik daster lay buat ngusapin ingus*

Lay: gue nggak pake begituan

Au: situkan ahjuma, biasanya ahjuma-ahjuma pake begituan. . /abaikan. Gomawo sudah review. .

BabySuDo :

Mian lama ne. .?

Ne benar itu adalah Suho. . wah hebat bisa baca pikiran authornya., haha XD

Maunya author bawa kabur tuh panda*dicekik kris* . Kalo bisa tebak siapa namja yang ditemui suho di pemakaman. . tao akan tak munculin segera. .

Gomawo sudah review dan semoga tetap suka.

-RnR-

REVIEW PLEASE!