Title : MY LONG LOST HYUNG.
Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*
CHAPTER 11
Main Cast : EXO (ALL) MEMBER
Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge#
SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.
WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..
DON'T LIKE DON'T READ.
-0-
-0-
-o-
-o-
"Puahh.. memangnya ada apa hyung?" Tanya Sehun berbisik setelah melepaskan bekapannya dan masih bersembunyi seperti apa yang dikatakan Luhan.
Setelah memastikan Lay sudah tidak mencari Sehun lagi, Luhan mendongakkan kepalanya begitu juga dengan Sehun.
"Tadi ada ahjumamu. ." jelas Luhan.
"Jinjja? Mana dia sekarang. . kenapa tadi aku disuruh sembunyi? Aku lupa pamit padanya dulu. . " ujar Sehun ngambek.
"Kau ini nggak peka banget sih? Gimana perasaan ahjumamu jika bertemu denganmu setelah kehilanganmu. . pasti kau nggak akan dilepaskan. . dan korbannya adalah Suho-ahjuma. .kau mau meninggalkan eommamu. ." tutur Luhan, padahal Sehun masih melongo antara nggak ngerti dan nggak paham *sama ajah!*.
"Tapi aku sayang sama ahjuma. . seenggaknya aku ingin pamit untuk yang terakhir kalinya. . ayolah hyung tolong temani aku. ." paksa Sehun.
"Aku nggak akan menemanimu kalau untuk menemui ahjumamu. . nggak tahu kenapa aku juga mulai menyayanginya. ." jelas Luhan.
"Sebenarnya aku ingin memberitahu dia bahwa aku sudah bahagia sekarang. . bisa sama eomma dan bertemu dengan Luhan-hyung. . tapi kalau memang tidak bisa izinkanlah aku tahu kalau ahjuma yang bahagia. . " pinta Sehun ngotot.
"Oke. . dengan syarat kau tidak menemuinya hanya mengikutinya dari belakang. ." ucap Luhan.
"Asalkan aku sudah lihat ahjuma bahagia saja aku sudah lega. ." ujar Sehun.
Karena gemas Luhan langsung mengacak-acak rambut dan mencubit pipi Sehun dengan sayang. "Nae dongsaeng ternyata orangnya baik banget. .ya" ujarnya.
"Hyung malu ah di depan umum. ." Sehun menyembunyikan rona merah di wajahnya.
"Ne kajja sebelum mereka jauh. ." tarik Luhan segera mengikuti kemana arah Lay pergi.
"Mereka? Jangan-jangan ada namja namsan tower. . ." tebak Sehun.
"Iya pacarnya ahjumamu. . " Luhan dari dulu selalu menganggap Kris sebagai pacarnya Lay, Sehun hanya bisa diam nggak bisa misahin mereka kayak dulu lagi, mau benci Kris gimana orang Sehun sendiri yang minta Kris buat jagain Lay 'Kadang aku menyesali keputusan itu' gumam Sehun dalam hati.
Mereka berjalan santai sampai menemukan Lay sedang berbincang-bincang dengan Kris diatas jembatan, Sehun dan Luhan tidak berani naik hanya bisa melihat dari jalan yang belum masuk ke jembatan supaya bisa melihat dengan jelas.
"Sebenarnya aku sudah tahu dan ingin memberi tahu ahjuma kalau namja disampingnya itu Cuma mempermainkannya. . aku mengetahuinya sendiri. ." ujar Sehun, membuat Luhan menoleh.
"Maksudmu?" Luhan masih belum mengerti.
"Aku membencinya dan taruhan bodohnya. .aku nggak tahu apa tujuan mereka tapi kalau melibatkan ahjuma tidak akan kumaafkan. . tapi aku juga bodoh karena menitipkan ahjuma pada orang yang jelas-jelas akan menyakitinya . . habis kenapa ahjuma tidak punya teman lain selain dia itu. . " keluh Sehun.
"Aku akan ikut denganmu kalau dia berani menyakiti ahjumamu. .tapi kau beneran berani sama dia? Tubuhnya terlalu tidak normal disini. . " Tanya Luhan, Sehun hanya senyum gaje antara berani dan nggak.
Sehun memegang kalung yang dipasangkan eommanya, symbol angin miliknya. "Aku tahu satu hal yang saat ini bisa kulakukan. " ujarnya kemudian dia memejamkan matanya dan udara disekitarnya menjadi bergerak seperti apa yang dipikirkan Sehun.
"Jadi kau hanya merawatnya . . tapi dia begitu manja padamu, aku sudah percaya kalau dia itu saudaramu karena memanggilmu dengan sebutan ahjuma. . " ujar Kris.
"Mungkin yang tadi memang bukan Sehun, lagipula sepertinya tadi dia bersama orang yang mirip gegenya Sehun. . padahalkan mereka sudah berpisah. ." jelas Lay.
"Gegenya itu. . anak yang imut waktu itu. .?" Tanya Kris, Lay hanya mengangguk. "Terus berarti kau sendirian lagi sekarang?" tanyanya lagi, entah bagaimana dia tahu kalau sebelum ini Lay juga hidup sendiri.
Setelah lama Lay merasakan ada angin yang mengitari dirinya dan meniup rambutnya dia menikmatinya sebentar dan merasa ada sesuatu dibalik angin itu ada hawa seseorang, terasa hawa Sehun ada disampingnya.
"Nggak tahu kenapa aku merasa Sehun ada disekitarku. . tapi lama-lama dingin juga. ." ujar Lay, Kris hanya terkekeh geli. Dan mulai merangkulnya dari belakang maklum ini sudah sore jadi wajar kalau mulai dingin.
Dan mereka lalu berjalan pulang. Sehun dan Luhan yang ada dibelakang hanya melongo heran.
"Wah kekuatanmu keren. .bisa menyatukan orang. ." teriak Luhan.
DUAKK
"Aw. .appo ah" yang ini Sehun yang berteriak. Dan dia menoleh mendapati eommanya dalam mode marah on "Waeyo eomma ah?" Tanya Sehun sok polos.
"Kau Tanya kenapa? Pertama kau mengintip orang pacaran, kedua kau gunakan kekuatanmu ketiga ini sudah lewat jam lima. . sudah waktunya pulang!" ujarnya ber 'air-air' *apasih nggak enak amat#habis dia bukan chanyeol*
"Kau juga Luhannie. . jangan turutin segala kemanjaannya . ." marah Suho pada Luhan.
"Tadi itu Sehunnie hanya ingin melihat ahj—emph" Sehun langsung membekap mulut Luhan supaya tidak meneruskannya.
"Ani aku hanya ingin melihat pemandangan yang disini. . lagipula kenapa yang dicari aku. . kemana D.O-hyung dan juga yang lainnya. . kok Cuma aku yang dimarahin. ." bela Sehun.
"Ah aku lupa D.O dimana?" ujar Suho karena tidak menemukan D.O setelah dia berpisah tadi. Dan malah membuntuti Sehun. Sekarang dia balik lagi dan meninggalkan Sehun dan Luhan.
"Apa eomma tahu tentang ahjuma?" Tanya Sehun ke Luhan yang sekarang sudah dilepaskan bekapannya.
"Dulu waktu aku pamit padamu, sebenarnya waktu itu aku mengajak Suho-ahjuma tapi karena dia khawatir sama D.O jadi dia pulang." Cerita Luhan sambil berjalan balik untuk berkumpul.
"Hah. . yang waktu itu eomma mau kerumah ahjuma?" Tanya Sehun nggak percaya. "Terus emangnya kenapa dengan D.O-hyung. . ada apa sama dia kok kayaknya eomma khawatir banget sama dia?" tanyanya lagi.
"Kenapa kau tidak Tanya Xiumin sih. ." ujar Luhan "Aku juga tidak tahu pasti tapi kata Suho-ahjuma dia sedang dalam bahaya karena diincar seseorang yang memiliki kekuatan seperti kita.. . karena D.O kehilangan symbol nya jadi dia tidak punya kekuatan, tapi dia belum tahu kalau dia harusnya memiliki kekuatan. . mangkanya kita semua dilarang pakai kekuatan. ." jelasnya.
"Dia dalam bahaya? Tapi kok kayaknya dari tingkahnya yang biasanya dia biasa aja. .nggak terlihat seperti orang yang tertekan sama sekali?" Tanya Sehun lagi.
"Sudah kubilang aku nggak tahu, kenapa Tanya terus sih. ." ujar Luhan sambil ngambek dan mempoutkan bibirnya. "Kau hati-hatilah dengan D.O kalau dia sampai menemukan simbolnya, dia itu anggota terkuat lho. . walaupun wajahnya polos dan innocent gitu. ." peringat Luhan.
"Tapi kan sekarang dia nggak ada symbol jadi dia Cuma seorang anak polos yang bisa 'diapa-apain' kekeke " ujar Sehun sambil menyeringai seram dan tertawa nista. Karena Luhan belum terlalu tahu kebiasaan Sehun dia pikir itu biasa padahal di dalam pikirannya dia sudah ada niat mau ngerjain D.O.
-0-
-0-
Setelah itu Sehun dan Luhan kembali ke depan taman dan bertemu dengan Xiumin dan Chen yang udah nangkring disalah satu tempat duduk. Mungkin nungguin Suho yang lagi nyariin D.O
"Kok bisa sih D.O hilang. ." gumam Xiumin kesal karena dia menunggu terlalu lama. Chen ada disampingnya dan sedang ngipasin hyungnya a.k.a Xiumin dengan sabar.
"Sudahlah hyung, katanya D.O sendiri yang memisahkan diri dan kita diminta menunggu disini jadi sabar saja. . " ujar Chen, hahh yang dongsaeng yang mana yang hyung yang mana.
Tidak beberapa lama Luhan sudah sampai di dekat Xiumin dan duduk disampingnya.
"Kalian dari mana?" Tanya Xiumin pada Luhan.
"Nemenin nih anak katanya bertemu ahjumanya . ." jawab Luhan santai.
"Tapi hyung-deul jangan bilang-bilang sama eomma ya? Aku nggak enak ajah. . " ingat Sehun, semua hanya mengangguk lemas.
"Chen-hyung aku juga mau dong dikipasin. ." ujar Sehun dan langsung mendekat ke arah Xiumin supaya sama-sama dapet angin.
"Enak aja. . sana cari angin ndiri.. . ogah gue ngipasin lo. ." ujar Chen nyuruh Sehun minggir dari deket Xiumin.
"Kalau Xiumin-hyung aja boleh. . kalo aku. ." gumam Sehun kesal.
Setelah matahari tenggelam berarti sudah hampir jam 6 sore Suho baru keluar dan dibelakangnya ada D.O yang membuntuti. Akhirnya mereka pulang.
Setelah saat itu beberapa hari setelahnya, D.O tidak diijinkan keluar sedikitpun apalagi sendiri. Suho punya alasan tersendiri untuk melakukannya.
Flashback.
". . .Tapi ada yang harus kuberitahu tentang Kristal ke 11. .Dia dulu memang hilang tapi sekarang dia sudah baik-baik saja. ." mendengar perkataan itu perasaan Suho terasa tenang, perasaan seorang eomma yang tahu kalau anaknya baik-baik saja.
"Lalu dimana dia sekarang. . apa aku harus menjemputnya. . atau dia akan datang padaku. .?" Tanya Suho senang.
"Sayangnya dua hal itu tidak bisa terjadi. ." bagai tersambar petir di siang bolong itulah yang Suho rasakan dia terdiam "Dia sejak keluar tidak kenal kau . . dan pastinya dia akan susah untuk percaya pada orang yang dianggap meninggalkannya . ." ujar Sooman lagi.
"Lalu. . apa yang aku harus lakukan. . aku sudah janji tidak akan pulang sebelum keluargaku utuh. . hanya ada dua pilihan sekarang menjemputnya dengan segala konsekuensi dan mengajaknya pulang ke EXOPLANET. . atau—"gumam Suho.
"Sudah kubilang kau tidak akan bisa melaukannya konsekuensi hanyalah hal kecil yang akan kau terima . . kau tidak tahu bagaimana dia kan?" ingat sang pimpinan.
"Setidak tahunya diriku tentangnya itu memang salahku yang pilih kasih hanya memikirkan Sehun dan tidak perduli dia. .meskipun begitu dia juga adalah anggota keluargaku, apapun dia aku adalah eommanya. ." jawab Suho lagi.
"Kuberitahu satu rahasia kecil padamu ya. . dia tidak akan pernah mengakui orang lain sebagai eomma sementara dia sekarang punya sebuah keluarga yang memberikan kasih sayang dan perhatian lebih. . dan tidak semudah itu juga dia menganggapmu sebagai eommanya. . "jelas Sooman, Suho langsung tercekat.
"Oh ya, aku tidak mau berdebat denganmu lagi. . kau harus menentukan sendiri, .kalau kau bisa bertahan dia akan ada disampingmu tapi kalau kau salah langkah dia akan membencimu seumur hidupnya. . dan terpaksa kau dan anak-anakmu harus tinggal disni. . " lanjut sang pimpinan membuat Suho semakin bingung dengan apa yang harus dia lakukan setelah ini.
"Bagaimana dengan keluarga Kris dan Lay. .? jika mereka semua sudah berkumpul.. tapi aku belum. .?" Tanya Suho.
"Mereka akan tetap pulang dan kau tetap disini. . " jawabnya kemudian pergi meninggalkan Suho sendirian lagi.
End flashback
=;=
=;=
BRUAKKK
Pintu dibuka dengan tidak elitnya menampakkan seorang namja tinggi yang sangat kelelahan dilihat dari kantung mata yang dulunya tidak ada sekarang sudah menghitam.
Park Chanyeol
Yah dialah yang membuka pintu dan sekarang dengan keadaan lemas dan kelelahan dia langsung tergeletak diatas ranjangnya. Membuat Baekhyun yang sedang di meja belajarnya terlonjak kaget tidak biasanya Chanyeol datang tanpa menimbulkan suara.
"Aku benci lapangan. . kenapa luas sekali . ." dumelnya dia masih sadar tapi merasa sangat lelah *dimana-mana lapangan kan emang luas, kalo sempit mah gang buntu*.
"Memangnya ada apa?" Baekhyun yang mendengarnya mencoba menjadi tempat curhatnya, apa salahnya toh semenjak mereka berbagi kamar berarti mereka juga berbagi sebagian kehidupan.
"Tadi aku harus mengitari lapangan yang seluas Tokyo Dome .. " ujarnya dibalik bantal, Baekhyun hanya terkekeh pasti dia sedang membicarakan shootingnya tadi.
"Memangnya kau tahu Tokyo Dome ? sudahlah. . besok kan kau ada schedule malam hari jadi paginya musti se-ko-lah . ." ingat Baekhyun dia sudah tahu jadwal chanyeol hampir seperti menejernya tapi bedanya kalau sang menejer itu untuk urusan pekerjaan kalau Baekhyun menejer untuk urusan masuk sekolah, setidaknya Chanyeol senang masih ada yang dengan tulus perduli padanya. Walapun kadang2 suka kesel juga sih.
"Ah~ Baekkie-ah. . apakah tidak ada hal selain sekolah yang kau ingatkan padaku. . " ngambek Chanyeol.
"Nggak mau tahu. . karena besok ada tugas kau kerjakan sekarang. . soalnya kau boleh lihat di bukuku tapi tidak dengan jawabannya. . " ujar Baekhyun.
"Tapi aku capek Bacon-hyung. . tidak bisakah aku istirahat sebentar. ." gumamnya lagi.
"Kerjakan sekarang atau kupastikan kau tidak akan tidur dengan tenang Park Chanyeol. . !" Angry Bacon mode on.
Dengan berat hati Chanyeol mengeluarkan buku-buku yang hampir *masih hampir, untung belum dibuang* dikemas dan disimpan dalam kardus.
Baekhyun hanya terkekeh senang karena Chanyeol akhir-akhir ini jadi penurut dan nggak tahu akhir-akhir ini dia juga jadi perhatian.
Dia menoleh keatas dan jam menunjukkan pukul 08 malam, ini artinya waktu makan malam.
"Huahh aku lapar. . Yeollie aku mau makan dulu, kau kerjakan saja setelah selesai atau kalau merasa lapar kau langsung menyusul kesana ya . ." ujar Baekhyun dan segera keluar kamar dan menutup pintunya.
Beberapa saat setelah kepergian Baekhyun, Chanyeol masih bergelut dengan buku-buku nista menurutnya.
"Yeollie. . kau tidak mau makan malam. . ?" ternyata Baekhyun balik lagi ke kamar untuk mengecek Chanyeol, karena lama tidak menyusul ke bawah.
"Nggak hyung aku sudah kenyang. . aku malas kalau harus kelantai bawah. . menghabiskan energiku saja. ." ujarnya tanpa menoleh, Baekhyun mengangguk-angguk mengerti kemudian pergi lagi.
Chanyeol kembali ke pekerjaannya, mungkin benar apa kata Baekhyun setiap hari bahwa pendidikan itu juga penting. Kadang dia berpikir untuk tidak mau sekolah lagi, tapi setelah ada Baekhyun dia jadi bersemangat sekolah.
Sebenarnya tanpa diseret ataupun dipaksa Baekhyun dia sudah mau untuk berangkat sekolah. Hanya saja dia itu ingin menggoda hyungnya, soalnya kalau lagi mengomeli atau sedang memaksa Chanyeol, Baekhyun terlihat lucu dimatanya jadi dia tetep sok nggak mau sekolah supaya bisa tetep melihat sisi imut yang jarang diperlihatkan Baekhyun.
Lagi asik dengan pikirannya ternyata Baekhyun sudah datang lagi ke kamar.
"Sudah selesai hyung makannya?" Tanya Chanyeol dan Baekhyun hanya bergumam sebagai jawaban iya.
Tapi setelah itu Baekhyun menarik kursi dari meja belajar disampingnya dan mendekatkan dengan Chanyeol. Chanyeol hanya melihat sekilas hyungnya tersenyum hangat dan dia hanya menatap bingung.
"Wae ah hyung?" tanyanya.
Baekhyun masih tersenyum manis menghadap Chanyeol dan sekarang sudah menyodorkan semangkuk nasi dan beberapa lauk pauk dan satu bungkus susu kotak meletakkannya di sebelah meja belajar Chanyeol.
"Aku tidak ada waktu untuk makan, , aku ingin istirahat secepat mungkin. . " gumamnya setelah tahu apa tujuan Baekhyun, ya memang tugasnya masih sangat banyak bahkan sampai jam 11 nanti belum tentu itu tugas selesai.
"Bagaimana kalau kau makan dulu dan sebagai balasannya sampai tugas itu selesai akan aku temani .. aku nggak akan tidur dulu" tawar Baekhyun.
"Aku sih mau-mau saja ditemani tapi beneran hyung aku sedang nggak mood makan. ." ujarnya, tapi setelah itu dia merasa ada yang dingin dibibirnya, setelah dilihat ternyata Baekhyun sedang menyodorkan sendok berisi makanan a.k.a sedang menyuapi Chanyeol.
"Kau kerjakan saja. . lagipulakan aku yang memaksamu. . " ujarnya gugup. Setelah melihat ekspresi malu-malu dari hyungnya akhirnya Chanyeol dengan senang hati melahapnya.
"Oh ya hyung besok malam kau ikut aku ya? Daripada hyung boring disini sendirian . . " ajak Chanyeol disela-sela makannya.
"Kemana?" Tanya Baekhyun.
"Ke tempat syuting-ku, , temani aku ya hyung ya . ." pintanya lagi dengan wajah super kiyut yang dimilikinya, menggantikan wajah kusutnya yang tadi.
"Ne, arraseo. . aku akan ikut" jawab Baekhyun pasrah toh nggak ada salahnya menemaninya, dia juga pengen tahu.
-0-
-0-
-0-
Di sebuah rumah yang ber-cat putih dan berdiri megah tanpa ada yang menandingi, karena disampingnya masih lahan untuk taman dan sangat luas.
Terlihat seorang namja yang sedang berdiri diatas balkon dan menikmati angin malam yang sebenarnya radak nggak bagus untuk kesehatan.
Dia melihat kebawah, terlihat sebuah mobil mewah baru saja memasuki gerbang dan sekarang menuju ke pintu utama. Dia tahu itu adalah mobil sang appa.
"Tumben dia pulang jam segini. .? pasti ujung-ujungnya juga masih mengurus pekerjaan walaupun dirumah. ." gumam namja itu dan sekarang melihat ke awan dan bulan yang sedikit tertutup.
"Eomma. . kau bisa mendengarku kan saat ini. . mianhae, karena kedatanganku aku telah mengubah semuanya. . bahkan karena aku, nyawa eomma terenggut.. .Kehidupan kalian berdua jadi seperti ini. . " ternyata namja ini adalah yang ditemui Suho di pemakaman waktu itu.
"Aku seperti merasa tidak pernah hadir disini. . aku seperti makhluk asing disini.. bahkan sekarang appa membenciku. ." gumamnya lagi "Apa yang harus aku lakukan, haruskah aku menemukan orang tua kandungku dan bahagia selamanya dengan mereka. . tapi bahkan aku tidak tahu dimana dan apakah mereka ada. . " teriaknya makin keras.
"Tuan muda Huang. . anda ditunggu tuan besar di ruang tengah. . " tiba-tiba masuklah pelayan yang menginterupsi.
Dengan tenang namja yang dipanggil Huang ini segera mengikuti di belakang pelayan itu.
Setelah sampai di ruangan appanya, terlihat seorang namja paruh baya keturunan China asli sedang membelakangi orang yang bernama Huang tadi.
"Maaf appa, tadi kau memanggilku. ."
"Aku bermaksud memindahkanmu, juga pindah sekolah kau akan pindah ke China saja disana aku sudah mendaftarkanmu dan juga menyiapkan segala persiapan dan kebutuhanmu. . " ujar namja itu.
"Jadi kapan aku bisa pindah. . ?" Tanyanya pasrah, dia sudah tahu kalau akan jadi seperti ini setelah dia kehilangan eommanya.
"Tao. . kau mengertikan maksud appa. . ini semua untuk kebaikanmu, , " ujar orang itu lagi.
"Nde, arraseo!"
-00-
Sudah beberapa hari ini D.O dilarang keluar, jadi dia hanya menghabiskan waktunya dikamarnya dan Luhan dan kadang-kadang Sehun juga ikutan nimbrung disana.
Nggak tahukenapa akhir-akhir ini Sehun jadi sering mengganggunya. Untung ada Luhan yang melerai mereka.
"Oh ya. . soal orang tua yang dibicarakan eomma sebagai pimpinan itu, yang waktu itu tiba-tiba muncul di kamar bukan?" gumamnya.
"Wae D.O-ah. . ?" tiba-tiba Xiumin masuk ke dalam kamar dan melihat D.O sedang berpikir atau lebih tepatnya melamun.
"Kau ingin keluar kah?" tebak Xiumin.
"Bukan itu, aku hanya sedang berpikir kenapa aku tidak bisa ingat sedikitpun. . tentang kalian semua. ." ujar D.O
"Kau ingin aku ceritakan yang mana. . supaya kau ingat. ." tawar Xiumin baik hati.
"Yang aku ingat jadi cerita kalian selama ini. . kenapa keluarga kalian ber-6 dan keluarga kami Cuma 5 orang sekarang. . Xiumin-hyung lalu Luhannie-hyung setelah itu appa dan eomma kalian dan Chen lalu dongsaeng terakhir. .lalu keluargaku dimulai dari eomma, 2 hyungku yang katanya kembar lalu aku. . dan Sehun . . Cuma 5 kan?" ingat D.O
"Sebenarnya satu Kristal sebelum keluar dia sudah hilang. . entah dia masih ada apa tidak, tapi ahjumma percaya kalau dia akan menemukan seluruh keluarganya sampai 6 orang. ." jelas Xiumin.
"Dia dongsaengku? "
"Ne, dia tepat dibawahmu harusnya dia lahir sebelum Sehun. ." jawabnya.
"Kalau semua sudah berkumpul nanti kalian akan kembali ke rumah asal kalian. . lalu bagaimana dengan aku yang tidak meiliki ingatan sedikitpun. . apa aku akan ditinggalkan disini sendirian. . ?" Tanya D.O cemas.
"Kau percaya pada eommamu kan? Dia pasti akan melakukan yang terbaik untukmu. .apapun keputusannya nanti kau harusnya percaya padanya" yakin Xiumin *tumben omongan nih orang rada berbobot kayak ehem. . #author dilempar barbell*.
"Gomawo hyung. ." D.O langsung memeluk Xiumin.
-0-
-0-
Keesokan harinya.
Disebuah bandara, seorang namja memperhatikan a.k.a menatap kosong pada pesawat yang sudah pergi.
Kemudian dia berbalik dan menyeret kopernya untuk keluar dari bandara itu.
"Sekarang aku bebas. . tapi nggak tahu harus tinggal dimana. ." gumamnya sambil terus berjalan dan menenteng koper.
"Harusnya aku pergi ke China. . tapi aku nggak tahu kenapa masih ingin disini. . " ujarnya setelah menemukan tempat duduk rindang dibawah pohon yang ada di sekitar sana.
Dia adalah Tao, yah dia memaksa tidak ingin diantar siapapun supaya tidak kepikiran. Tapi alasan sebenarnya adalah dia memang tidak ingin pergi dan tidak ingin pulang.
"Kalau aku tinggal di hotel pasti suatu saat mereka menemukanku. . dan akan membawaku ke China. . " pikirnya.
Tidak lama setelah dia bersantai dan berpikir keras dia mendengar ada keributan di dekatnya.
-u-
Suho sedang berjalan santai sehabis pulang dari supermarket dia membeli belanjaan untuk persediaan di rumah.
Sampai datanglah segerombolan namja sangar yang menghadangnya terlihat lebih tua dari Suho.
Sepertinya segerombolan preman dilihat dari pakaian dan dandanan mereka.
"Mau apa hah?" Tanya Suho biasa, tentu saja tenang dia kan bisa melindungi dirinya sendiri.
"Serahin harta yang kau punya semuanya. .!" perintah salah seorang diantara mereka. Suho berpikir sebentar 'Yang dimaksud harta itu uang ya?' tanyanya dalam hati.
'Sialan.. ini ditempat umum, nggak bisa pake kekuatan. . kalau nggak sudah kuhabisi kalian. .' umpat Suho dalam hati.
"Cepetan lama ah!" para preman itu mulai mengambil barang-barang Suho dan membuang belanjaannya ke sembarang tempat, Suho tetap diam. Toh dia nggak masalah kalau Cuma uang nanti dia bisa minta lagi.
Tapi para namja itu tidak sengaja melihat benda berkilau yang ada di dada Suho, itu adalah symbolnya. Mereka pikir itu adalah perhiasan yang mahal dan jarang dimiliki orang-orang biasa.
Ditariknya kalung itu tapi Suho tidak membiarkannya untuk kali ini, kalau ini hilang bagaimana nasib keluarganya.
"Kau berani menyentuhnya kupastikan kau tidak akan selamat. . " tukasnya marah tidak suka symbol nya disentuh orang lain.
"Memangnya kau bisa apa.. yang harusnya tidak selamat itu kau. . cepat serahkan. ." perintahnya sekali lagi.
Dari kejauhan ternyata Kai baru pulang dari sekolah dan melewati jalan ini seperti biasanya, tapi yang tidak biasa disana adalah segerombolan orang yang sepertinya sedang mengeroyok seseorang.
Dilihatnya lebih lekat lagi sepertinya dia kenal dengan orang yang dianiaya itu.
"Itu bukannya eomma Kyungsoo. . dia dalam bahaya. " gumamnya sebenarnya dia ingin menolong tapi dia juga ragu soalnya dia pasti ingat dengan Kai. Orang yang ingin membawa D.O pergi dengannya.
"Lepaskan tanganmu!" suara Suho terdengar sampai ke tempat Kai.
"Lepaskan tanganmu!"
Karena mendengar Suho yang berontak terus mereka akhirnya sepakat dengan kode untuk langsung mengeroyok Suho.
BRUAGHH
Suho melihat ada sebuah koper yang mengenai kepala orang yang hendak memukul Suho.
"Siapa itu ?" yang lain langsung menoleh ke belakang dan mendapati sosok namja tinggi yang sudah dalam keadaan siap dan memasang kuda-kuda *asal jangan pasang togel aja*.
Skip adegan pertarungan. *mau enaknya*
Setelah para preman tadi pergi, Suho langsung mendekati namja yang menolongnya sambil membawakan koper yang sempat dibuat ngelempar tadi.
"Khamsa hamnida. . " ujar Suho namja tinggi itu menoleh.
Kai yang masih melihat dari jauh sekarang sudah mulai melangkah pergi. "Aku lupa kalau dia punya kekuatan. . untung tidak jadi kutolong. . kalau tidak pasti setelah itu aku yang akan dibunuhnya. . " gumamnya setelah melihat benda bersinar yang dia juga punya, makanya dia tahu kalau itu memiliki kekuatan.
Kembali ke Suho dan namja itu yang sekarang sudah duduk di bangku.
Ternyata yang menyelamatkan Suho adalah Tao.
"Kau tidak terluka atau apa kan?" Tanya Suho memastikan sambil memeriksa siapa tahu ada yang luka.
"Maaf ya barang anda tadi dibawa mereka dan belanjaan anda sudah tidak bisa dipakai lagi. . " soalnya tadi tidak sengaja terinjak-injak saat mereka bertarung.
"Satu-satunya yang menurutku berharga adalah kalung ini dan kau sudah menyelamatkannya jadi tidak perlu minta maaf. . " gumam Suho menenangkan.
Lama Suho memperhatikan namja itu sepertinya dia ingat sesuatu.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Suho. "Ahh, , aku tahu kau yang waktu itu kan. . yang ke pemakaman waktu itu. . " pasti Suho. Tao mengingat-ingat juga dan dia juga sudah ingat.
"Sudah tidak apa-apa kan?" Tanya Suho memastikan.
"Sudah lebih baikan terima kasih banyak . ." ujar Tao.
"Ngomong-ngomong kau mau kemana dengan koper ini. . jangan-jangan kau kabur ya?" interogasi Suho.
"Ani. ." nggak tahu kenapa Cuma itu yang keluar dari pikiran Tao. Nggak mau orang lain tahu.
"Bercanda, memangnya kau mau kemana?" Tanya Suho lagi.
Tao diam, dia juga nggak tahu mau kemana dan nggak tahu musti jawab apa. .
-0—
Tbc. . . .
Mian karena ini saya cepetin *publishnya* jadi mianhae kalau nggak terlalu panjang.
Semoga nggak gaje dan semoga masih bisa diterima.
Terima kasih buat semuanya yang telah mendukung fic ini, author jadi semangat terus buat ngelanjutin. Karena sekarang keadaan saya udah baikan dan udah sembuh lagi, jadi ini saya update cepet untuk permintaan maaf yang kemarin karena . yang kemarin begituuu lammmaaa..
Jadi tetep support saya. .jebal.
BALASAN REPIEW. .
BeBaek Cinta Chan Chan. :
Ne, Gomawo. .
Saya berusaha yang terbaik . .
Nggak gaje kan yang ini soalnya asal ketik ajah. . ne tunggu waktunya aja pasti mereka ketemu kok. .
Salam kenal ne, gomawo udah review. .
dennisbubble1004:
Ne mian.. jeongmalyo mianhae. .
Nggak lah sooman udah tua. . tunggu ajalah apa maunya saya. .
Yang ini beneran nggak lama kan?. . gomawo udah review. .! *hug Dwi-ssi back*
kyuaniee fiee :
ini nggak lama kan ya?.
Mungkin yang ini nggak sepanjang biasanya. . mian soalnya buru2 bentar lagi kan lebara. . hehehe Udah kan disini dia udah perkenalan. . yah walaupun lama bgt. . tunggu ya, tunggu ya sabaar. .
Pasti di lanjut . .
Gomawo udah review semoga suka. .
shin young rin :
okay saya ngaku itu Tao. . kekeke akhirnya dia muncul juga . . walaupun mau pergi lagi. .
Sehun penyet enak nggak ya? Enakan mana sama tempe penyet. .hahahaha .
Hahaha
Ne. . pasti lanjut kok. . gomawo udah review . . dan gomawo juga mau menunggu. .
Ah satu lagi gomawo do'a na sekarang auhtornya sudah sembuh. . *makan bakpao# eh puasa lupa*
7casshimMAX Ryeosom d innocent :
Tenang aja kok nanti Sehun yang nyusul Lay. .
krislayx kurang banyak? Ntarlah saya coba. . ...
ne, aq beneran nyari Ffnya krislay, susah. .kalau Sulay masih bisa baca saya *asalkan ada Lay*. . baru kalau Taoris nggak bisa sama sekali. .
Ne tolong ya. . please aku juga mau baca. . nggak papa curhat dikit boleh ne? gini-gini saya tim olimp b. inggris di sekolah. . jadi bisa walaupun radak ngarang artinya *ilmu digunakan tidak semestinya#kekeke*
BLUEFIRE0805 :
Ne gomawo sudah mau menanti dan mau menyempatkan waktu buat review. .
Ini udah soon nggak?
Semoga suka ..
Ryu JiHyun :
Salam kenal juga ne...
Kok sama sayanya sih? Bukan sama ep-ep nya.. . mana yang nggak mudeng. . tanyain aja. .
Dia sudah keluar sekarang. . udah nggak betah diumpetin di rumah author. . kekeke
Gomawo udah review. .
SmiLeND :
Gomawo udah review semoga suka. .
Pasti akan saya lanjutin. .*kalau ggak ada halangan*
FIGHTING !
hatakehanahungry :
Ne nggak mau juga liat Lay sakit hati. . boleh lah dikit jangan banyak-banyak. .
Liat foto editan Baekhyun pake bando kelinci jadi kepikiran deh. .
d.o? maunya sih dibawa pulang tapi nggak boleh sama Suho . .
Nggak kok. . pas mau berangkat sekolah tiba-tiba jatuh dari sepeda dan dengan tidak elitnya . .sekrang sudah sembuh gomawo. . sudah bisa lebaran. . hehehe. .
Pasti lanjut ,,,
Luhan Dongsaeng :
Ne gomawo udah review. .
Yang itu Tao. .
Karena. . . udah di jelasin di atas. .
Saya juga suka baekkie yang imut *nggak ada yang nanya*
Untuk saat ini kai belum mau ngomongin. . tunggu waktu yang tepat. .
Jeongmal. . jeongal gomawo. . semoga sabar ne? Inti.a aq tetep suka dah akan ngikutin terus...
Gomawo lagi atas do'anya sekarang author udah bisa jalan-jalan. . dan yang paling penting udah bisa lebaran. .
Jung Jisun :
Udah di jelasin diatas kok . . .
Aku lihatnya dari foto editan mangkanya kepikiran.. . .
Udah semubuh .. tinggal dikit. . makasih do'anya. .
Ini udah lanjut ne. . gomawo udah review.. .
KrisLay shipper :
Annyeong~~~~ *seneng dah*
Habisnya aku masih belum bisa bayangin kalau baca ff ktistao. . kalau yang real bukan ff bisa hehehe. .
Kyaa~~ betul banget setuju , , *ngasih banyak jempol* dia itu kocak abis. .sekalinya ngomong aib exo-m keluar. . dari postur tubuh aja mereka udah pantes kok. . hehehe nggak bisa diam gimana?
Gomawo udah review dan gomawo udah mau nunggu. .
Giichi-chan :
Annyeong juga salam kenal ne?
Jinjja?
Siapa ya? Author nggak ada bayangan . . maunya siapa?
Gomawo ne sekarang udah bisa ngapa-ngapain. .
Ini nggak lama kan?, daebak!
park seung ri :
ne dia Tao, yang disini radak banyakan munculnya. .,
jangan dong. . ntar yang uke spa yang seme sapa?
Ini udah update'a kilat ?,,,
Gomawo udah review. .
HaNa KimChii :
Banget. . beda 5 tahun ma authornya. . Hehehe...?
Aq pny pertanyaan:
udah dijelasin kan diatas. . . baekyeolnya kayaknya bentar lagi/, ,
Mereka agak akhiran. . dikata shock pastinya lah. . ekekek. .
Ini nggak lama kan. . ? insyaallah sampek 20 mungkin atau bisa kurang bisa lebih. .ne gomawo sarannya. . jiayou hwaiting. . gomawo udah review nae dongsaeng. .*sok gede lagi
sama dong kalo gitu. .
han soo ki :
Annyeongg. . gwechanna. .
ahahhaiii *ketawa ngakak* pengennya dia jadi eomma habis dia cerewet. .
Janda 5 anak? Omona. .! *guling-guling
Ini udah apdet kan? Gomawo udah review. .
-pp-
Annyeong semuanya sampai jumpa di chap depan. .
Hehehe chapnya kayaknya masih lama. .
Please review. . .
