Title : MY LONG LOST HYUNG.
Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*
CHAPTER 14
Main Cast : EXO (ALL) MEMBER
Star Guess: anggota BB lain.
Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge# Lay juga deh, ,*makin maruk.
SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.
WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya *sekarang udah agak lama*, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Setuju nggak setuju harus setuju. .#hehe kidding. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..
DON'T LIKE DON'T READ.
-0-
-0-
Enjoy
-0-
-0-
"Chanyeollie .. . aku membawa oleh-oleh untuk—"
Perkataan ceria Baekhyun terpotong karena tidak melihat Chanyeol ada di sekitar kamarnya, dia lalu memeriksa semuanya ternyata semua baju Chanyeol sudah tidak ada dan barang-barangnya juga sudah tidak ada. Kemanakah dia?
'Apa dia ngambek karena kutinggal?' pikir baekhyun dalam hati dan dia segera ke tempat yang kemungkinan ada Chanyeolnya yaitu di kamarnya yang dulu.
Dia berjalan ragu-ragu tapi akhirnya sampai juga dI depan kamar Chanyeol dulu bersama manajernya.
Baekhyun memegang kenop pintu dan mendorongnya. . tapi pintu itu tidak bergerak sedikitpun kemungkinan di kunci.
"Apa dia tidak ada ya?" gumam Baekhyun.
Sampai ada seseorang yang merasa aneh dengan tingkah laku Baekhyun dan mulai mendekatinya.
"Kau mencari Chanyeol?" Tanya seorang pria paruh baya.
Baekhyun menoleh dan mengetahui siapa orang itu dengan pasti.
"Ah. . ne sajangnim. .apa kau menempatkannya ke luar negeri?, keluar kota?, atau bahkan keluar komplek?"=_=* Tanya Baekhyun setengah ngelawak.
"Kalau Chanyeol sih ,, , dia sudah keluar, dia dijemput keluarganya. " ujar pria yang dipanggil sajangnim itu dan setelah itu dia pergi meninggalkan Baekhyun mematung sendirian di depan kamar Yeol.
"Keluar . ." gumamnya tidak percaya.
Dan lagi tahu kalau dia dijemput keluarganya, berarti Chanyeol sudah bahagia sekarang bersama keluarganya. Harusnya Baekhyun bahagia akan kebahagiaan Chanyeol paling tidak harusnya itu yang harus dirasakan sahabat saat sahabatnya mendapat kebahagiaan.
Tapi nggak tahu kenapa Baekhyun ingin menangis pasalnya dia sekarang benar-benar sendiri dalam arti kata yang sesungguhnya.
"Chanyeol.. . setidaknya beritahu aku. .."
"Huatchii. .. " Chanyeol langsung mengusapi hidungnya yang sepertinya keluar ingus dia sekarang sudah basah kuyup, hujan sedari tadi bertambah deras.
Dia masih melihat semuanya dalam posisi siaga, keluarganya dan orang yang entah siapa mereka tapi yang jelas mereka membahayakan salah satu anggota keluarganya.
"Kau kedinginan. . Yeollie?" Tanya Chen yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol.
"Ne. ." dia hanya menjawab seadanya saja dan kembali memfokuskan apa yang menjadi tujuan utama keluarganya sekarang, walaupun ada rasa sedikit nggak enak untuk meninggalkan Baekhyun, tapi dia akan kembali ke perusahaan untuk mengabari Baekhyun setelah ini setelah Baekhyun pulang.
"Eommmaaaa!" Sehun yang baru datang bersama Luhan langsung menghambur ke pelukan Suho.
"Wae? Ada apa kali ini?" Tanya Suho heran disaat yang nggak tepat kayak gini nggak seharusnya Sehun mulai manja. "Ah. . Luhannie, , , bisa kau gunakan kekuatanmu?" Tanya Suho setelah melihat Luhan.
"Ne, , biar kucoba. ." dia mengerti kekuatannya itu digunakan untuk menarik D.O agar menjauh dari sana.
Tapi setelah lama mencoba cara itu tidak berhasil sama sekali karena D.O mengeratkan pelukannya pada Kai.
Kai side.
Segerombolan itu terdiri dari tiga orang mereka mulai mendekati kai.
"Kim Jongin. . harusnya kau tahu bagaimana caranya berterima kasih dan membalas budi. . kalau saja Taemin dulu tidak kusuruh untuk lewat sana pasti kau sudah mati disana . . harusnya kau lebih mementingkan orang yang berjasa padamu dari pada orang yang tidak ada hubungannya sama sekali. . kita ini keluargamu. . " ternyata itu adalah Minho. Dan dua orang disampingnya adala Onew dan Jonghyun.
"Apapun alasan kalian.. benda ini adalah miliknya. .lagipula kita tidak seberapa perlu. ." ujar Kai meyakinkan keluarganya.
Biar saya jelaskan disini mereka bertiga juga memiliki kekuatan Onew dengan pengendali pikirannya, Minho memiliki senjata mematikan yaitu 'Blood Sword', sementara Jonghyun sendiri dia bisa membuat tameng yang didalamnya waktu akan terhenti.
"Aku berencana memberikan benda itu pada Taemin siapa tahu bisa digunakan. ." ujar Minho.
"Ini bukan hanya masalah kekuatan tapi juga masalah keluarganya. . setengah dari seluruh ingatannya ada dalam benda ini. . .kalian hanya menginginkan kekuatannya saja kan? Tapi dia lebih membutuhkannya. . " bentak Kai dia memang sudah mempunyai rasa nggak suka pada Minho sejak dari awal.
"Apa perduli ku. . dia itu hanya orang lain . . bagimu dia juga orang lain. ." ucap Minho membuat Kai berpikir ulang.
'Orang lain?' kata-kata itu terus terngiang di dalam pikirannya. Dia membayangkan cara Kyungsoo tersenyum untuknya dan terkadang terselip sedikit perhatian di raut wajahnya, Atau bagaimana dia mengelus rambut Kai dengan perasaan kasih sayang yang terasa seperti bukan orang lain sama sekali.
"Andwae. . ! kau harus menganggapku seperti hyung-mu sendiri. ." permintaan Kyungsoo yang waktu itu juga masih teringat sangat jelas.
"Ne. . hyung!.. " ujar Kai menerima permintaan itu walau kayak kepaksa pada awalnya. Dan Kyungsoo kembali tersenyum untuknya.
"Nae dongsaeng. . kajja!—"
Back to the main story.
Onew sepertinya menggunkan kekuatannya dia tidak bergerak sama sekali dan D.O langsung jatuh tidak sadarkan diri di bawah kaki Kai.
Suho dsk. Yang melihat langsung terkejut dan segera ingin kesana untuk menyelamatkan D.O sepertinya yang harus mereka bantu adalah Kai kali ini.
"Kalian tunggu disini. . tunggu aba-aba dariku. .!" perintah Suho, Chen dia langsung memeluk punggung Xiumin dari belakang. "Chen, aku suruh kau untuk menunggu aba-aba. . aku tidak menyuruhmu memeluk Xiumin. . ." Suho sweatdrop.
"Tidak bisakah aku memeluknya. . aku kedinginan . ." pinta Chen. Suho kali ini mengangguk mengiyakan saja.
"Aku juga kedinginan bagaimana denganku?" Tanya Chanyeol.
"Kau di belakangku saja.. " maksudnya kalau Chanyeol mau dia boleh memeluk punggung Chen.
"Nggak mau ah . ."
"Kenapa kau mau ngatain aku pendek dan nggak pas untukmu?" Tanya Chen.
"Bukan sih . . hanya saja. . kau tidak cukup tinggi.. " ujar Chanyeol.
"Cukup. . lakukan apapun yang menyenangkan menurut kalian. . tapi jangan sampai melakukan hal bodoh. . arraseo!" tutur Suho. Semua mengangguk.
Suho mulai mendekati kearah mereka. Tapi sebelum kesana dia dikagetkan dengan seorang namja yang berjalan dengan padangan kosong dan mendekati tempat Kai.
'Siapa dia?' Suho curiga pada namja itu yang kemungkinan adalah segerombolan dari mereka. Suho terus memperhatikannya dan sedikit mengikuti di belakangnya.
Kemudian namja itu langsung berada di belakang Onew dan Onew langsung menggandeng tangannya.
"Kau pasti mengenalnya kan?" Tanya Jonghyun setelah memastikan namja itu ada di belakang mereka.
Kai hanya melongo heran, dia tahu namja itu tidak terlalu berhubungan dengannya tapi dia kenal betul siapa dia, apakah mereka berniat melakukan penyandraan.
Chanyeol yang telah selesai beradu mulut dengan Chen kini memfokuskan pandangannya pada tujuan utama mereka, dia sedikit memincingkan matanya karena sepertinya dia melihat namja yang sepertinya sangat dikenalnya.
Mata bulat itu yang kini terlihat kosong.
Wajah putih yang biasanya ceria dan terkadang suka ngomel . .
Chanyeol tahu . . bukan tahu tapi sangat tahu. .
"Baekhyunniee!" teriaknya dan lalu dia berlari dengan kencang mendekati gerombolan itu tanpa memikirkan apa akibatnya nanti.
Chen yang mencoba menariknya supaya dia tidak mendekat tapi dia kalah kekuatan dari Chanyeol yang memang lebih besar darinya. "Yeollie!" teriaknya.
Semua tidak bisa melihat dengan jelas karena terhalang hujan yang cukup deras.
Melihat Chanyeol yang mendekat Kai langsung melihat kearahnya begitu juga dengan Onew dkk. Mereka tidak langsung menyerang masih menunggu apa yang terjadi setelah ini. Ternyata Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun yang sebelahnya lagi sedang dipegang Onew.
Onew melepas gandengannya dan membiarkan tangan Baekhyun bebas, Chanyeol melihatnya senang tapi setelah itu Baekhyun langsung mencekik leher Chanyeol.
"Ukhh.. Baekki. . kau kenapa?"
"Dia tidak akan mengenalimu. ." kekeh Jonghyun.
"Baekkie. .hyung. . ukh. sesak." Chanyeol tetap berusaha. tapi akhirnya dia terlempar oleh kekuatan dahsyat yang entah berasal dari mana. Untung saja di belakag sudah ada SUho yang sudah siap melindunginya dengan tameng air yang dia buat.
Kai begitu kaget karena kedatangan Chanyeol, kemungkinan sih karena adanya Baekhyun jadi Chanyeol juga ada, tapi dia merasa ada hal lain yang masuk dalam firasat buruknya.
'Jangan-jangan ada keluarganya. .' pikirnya dalam hati.
Kai mendekati Chanyeol dan masih mempertahankan D.O di sampingnya.
"Aku akan membantumu sunbae. . " ujar Kai membuat Chanyeol terkejut, setelah dipikir-pikir dia sepertinya pernah melihat Kai ada di sekitar sekolahnya.
"Ne. . hoobae. ." ujar Chanyeol senang. Kai membawa D.O ke tempat yang lebih aman dia membaringkannya di bawah sebuah pohon tidak jauh darinya.
Suho yang berniat membantu Chanyeol tiba-tiba ada seseorang yang menghalanginya.
"Biarkan dia yang melakukannya. ."
"Pimpinan. . " ternyata Sooman datang dan menahan Suho, kemudian sang pimpinan mengucapkan beberapa mantra dan menujukan mantra itu pada 4orang di belakang mereka siapa lagi kalau bukan Xiumin, Chen, Sehun dan Luhan. Akhirnya mereka tertidur tanpa sadar.
"Apa yang—"
"Biarkan mereka tidak melihat kejadian ini. . kurasa mereka dan kau sudah cukup untuk melindungi D.O" ujar sang pimpinan.
"Siapa mereka yang hendak menyerang D.O dan Chanyeol?" Tanya Suho.
"Mereka dulu juga tinggal disalah satu planet sebelah kalian. . tapi mereka akhirnya memilih tinggal di Bumi dan tetap memiliki kekuatan yang selalu dimiliki setiap orang yang lahir disana. . " jelas Sooman.
"Kau kan pimpinan disana.. tidak bisakah kau menghentikannya. . " pinta Suho.
"Mereka tidak ada dalam kekuasaanku lagi sekarang, , , jadi semua terserah mereka. . apa yang mereka lakukan mereka sudah berjanji akan bertanggung jawab pada diri mereka sendiri. . tidak ada keterikatan mereka dengan pemimpin manapun. . mereka membentuk keluarga dan hanya saling percaya antar keluarganya. . " jela Sooman lebih detail.
"Lalu untuk apa kau kesini?" Tanya Suho curiga.
"Ohh. . sudah lama sekali aku tidak melihat ada pertarungan antar orang yang punya kekuatan. . ini seperti nostalgia. ."
"Orang tua gila. . " Gumam Suho dan meninggalkan Sooman sendiri. Setelah ditinggal Suho beberapa saat, Sooman masih asik dengan apa yang dilihatnya tapi kemudian dia mulai bergumam
"Saatnya mengingatkan semuanya. . ".
"Kembalikan Baekhyun . .!" teriak Chanyeol.
"Tukarkan benda itu dengan dia. ." ujar Minho . "Kalau tidak yah. . kau bisa saksikan sendiri. . " Minho memberikan pedangnya pada Baekhyun.
"Lakukan!" printah Onew karena dia yang mengendalikan Baekhyun.
Chanyeol sudah bersiap-siap kalau Baekhyun menyerangnya tapi ternyata Baekhyun tidak bergerak dari tempatnya berdiri dan dia mulai menghunuskan pedang itu kearah dirinya sendiri.
Sepertinya dia diperintahkan untuk menyakiti dirinya sendiri. Tanpa ragu sedikitpun Baekhyun mulai melayangkan pedang itu ke perutnya sendiri.
"Kulihat kau menyayanginya lebih dari dirimu sendiri. . jadi lebih baik dia saja. . "
"ANDWAAAEEE"
Kemarahan Chanyeol sudah sampai batasnya , tiba-tiba dari seluruh tubuhnya keluar cahaya orange dan menyilaukan serta cahaya itu mulai berubah menjadi api dan api itu membentuk seperti burung Phoenix yang terbang dengan indahnya di langit yang agak mendung sekarang ini namun hujan tetap turun.
Sementara itu Kris yang merasakan hawa aneh, dia merasa ada yang mendesak tubuhnya seperti ada yang mau keluar dari dalam tubuhnya mulai merasakan seperti sesak nafas.
Lay yang menyadari keadaan Kris yang mulai aneh itu hanya menatapnya dengan bingung.
"Kris-ah. .gwechanna?"
Kris langsung pingsan seketika dan di atas Chanyeol kini juga terbentuk api yang berpola seperti naga disamping phoenix-nya.
"Tidak biasanya satu orang memiliki 2 item dalam dirinya. . tapi dia. . " Jonghyun melihat kejadian itu dengan perasaan agak takut.
Pedang yang dipegang Baekhyun tiba-tiba terlempar karena sepertinya Suho menyerang dengan kekuatan airnya.
Setelah itu Baekhyun juga tidak sadarkan diri energinya sudah habis.
'Dia lebih kuat dari aku. . ' gumam Kai.
"Tidak berguna. . " gumam Onew dan Minho mengambil pedangnya kembali.
"Sepertinya masih ada orang lain yang ada disinil . . ." ucap Jonghyun mulai merasakan sekitarnya.
Suho kembali mundur dan mulai membangunkan Sehun, hanya Sehun saja. Setelah bangun mereka dikejutkan dengan keberadaan orang yang tak mereka kenal, itu adalah Onew.
Suho langsung melindungi Sehun, dan menghadang Onew supaya tidak mendekat. Onew hanya tersenyum lebih tepatnya menyeringai.
"Terima kasih telah membangunkannya. . . untukku. . " ucap Onew pada Suho. Tiba-tiba Sehun langsung menyerang Suho dari belakang dan membuat Suho terlempar beberapa meter karena kekuatan angin Sehun.
"Sehunnie .. !"
Chanyeol dan Kai masih menghadapi Minho dan Jonghyun, sehingga tidak ikut campur urusan Suho dan Onew.
Lay yang merasa ada yang aneh mulai sedikit-demi sedikit mengintip keluar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi pada orang-orang yang memiliki kekuatan itu. Dia tidak berani menampakkan diri sepenuhnya karena dia tipe healer yang tidak punya kekuatan menyerang sama sekali jadi dia hanya bisa berlindung.
Yang bisa dia lakukan Cuma melihat, melihat hal yang sangat tidak dia mengerti. Dia terus terfokus utamanya pada Sehun yang mulai menyerang seseorang dengan pandangan mata kosong.
Lay makin terbawa kealam bawah sadarnya. . saat menatap Sehun.
Dia semakin terhisap menuju masa lalu. .
"Ahjumma. .ayo ikut aku, ,, !" sepertinya ada sosok Sehun yang menariknya semakin jauh kedalam alam bawah sadarnya.
"Sehunnie. . ini dimana?" Tanya Lay yang merasa kebingungan. Tidak menjawab pertanyaan, sosok Sehun itupun terus tersenyum.
Sampai akhirnya Lay terdampar sendirian di suatu tanah lapang dia sepertinya sedang memegang benda bulat berwarna biru yang seperti Kristal,
"Terima kasih ya Lay . . kau sudah banyak membantuku. . tidak tahu kalau aku sendirian mungkin mereka tidak akan bisa senurut itu . ." entah kenapa tiba-tiba juga ada seseorang yang sepertinya memang dari tadi berjalan beriringan bersamanya.
"Gwechanna. . " ucap Lay sambil menoleh ke sebelah kanannya yang ternyata ada Suho.
"Eomma. .nanti malam boleh kan aku tidur dengan eomma, , ,?" disebelah kirnya ternyata ada Chen.
Lay tersenyum menatapnya kemudian mengangguk, kemudian dia merasa ada yang mengambil apa yang ada dalam genggamannya.
"Kristal ini biar aku saja yang bawa. . eomma. ." kini Luhan juga tiba-tiba ada dihadapannya.
"Yo. ." ada seseorang yang lebih tinggi darinya tiba-tiba juga merangkul di sekitar lehernya, Lay langsung mendongak keatas karena namja yang lebih tinggi itu. "Kau ninggalin aku hah?" tanyanya.
Lay membalas dengan merengkuh pinggangnya yang memang pas untuknya dan mereka berjalan beriringan dan didepan mereka sudah ada 2 orang yang menanti. Itu adalah Baekhyun dan Xiumin.
Namun bayangan itu kini pergi lagi dan dia kini sedang sendirian ada orang setengah tua yang ada dihadapannya.
"Jagalah mereka baik-baik. . mereka kutitipkan padamu. . soal keadaanmu . . akan ada yang menjagamu. ." ujar Sooman. "Oh ya. . kau juga punya teman, dia juga kupertintahkan untuk menjaga keluarganya. . " lanjutnya menjelaskan tentang Suho.
Kembali ke keadaan Lay yang ada di bumi dia melihat bayangan-bayangan itu dan melihat pada mereka semua sekali lagi, kepalanya terasa makin pusing sepertinya dia dipaksa mengingat sesuatu hal tentang mereka semua yang memiliki kekuatan itu.
"Kalau bukan karena Key dan juga Taemin yang menyayangimu. . sudah kubunuh kau sekarang . . " ujar Jonghyun.
"Aku tetap keluarga kalian meskipun kalian tidak membutuhkan aku sekalipun. . " ujar Kai menatap lurus pada Minho, Chanyeol yang mendengarnya cukup kaget dia baru tahu kalau pertarungan ini sesama keluarga. Bagaimana mungkin bisa.
Bersukur bahwa dirinya masih bisa bertemu dengan keluarga yang sangat baik hati dan penuh kehangatan serta kasih sayang.
Tapi yang penting sekarang ini adalah menyelamatkan Baekhyun dari sandraan mereka.
"Kau tahukan arti dari pedang ini sendiri. . pedang yang haus darah, , sekali dia keluar dia harus meminum darah dan kupastikan itu darahmu kim Jongin. . ." perkataan itu membuyarkan lamunan Chanyeol dan kembali focus kearah Jonghyun dan Minho.
"Kalian keluargaku. . apapun yang kalian lakukan, selama itu menyangkut padaku aku rela menerimanya. . tapi benda ini miliknya bukan milikku. .jadi aku tidak bisa menyerahkannya pada kalian. ." ujar Kai menjelaskan.
"Apa kau sudah tidak menyayangi Key dan Taemin lagi?" Tanya Jonghyun.
"Sangat ,, aku masih sangat menyayangi mereka berdua , , dan juga kalian bertiga. . "tambah Kai.
Jonghyun yang melihat Chanyeol jadi punya ide bagus, dia segera menyeret Baekhyun yang tidak berdaya dan membawanya pergi. Berharap dia diikuti dan dia akan melawan Canyeol face-to-face, dan tidak akan ada yang mengganggunya.
Sesuai perkiraan Jonghyun, ternyata Chanyeol benar-benar mengikutinya artinya orang yang dibawanya sekarang ini sangat berarti untuknya.
"Kembalikan Baek-hyung!" teriak Chanyeol dan mendapat kekehan dari Jonghyun.
Dan jonghyun berhenti disalah satu gedung tinggi yang ada disekitar sana. Dia berbalik dan mendapati Chanyeol masih dengan kedua item dragon dan phoenix yang sebenarnya salah satunya itu bukan miliknya.
"Kau pasti salah satu dari orang EXOPLANET, seperti Kai ya?" tanya Jonghyun.
"Kau mengetahuinya?" tanya balik Chanyeol. Tapi dia tidak berpikir panjang siapa itu 'Kai'.
"Tapi aku tidak tahu, , kalau satu orang bisa memiliki 2 item sekaligus. . sekuat apa dirimu?" ujar Jonghyun.
"Tidak penting ini semua, cepat serahkan Baekhyun padaku. . .!" paksa Chanyeol. 'Aku sendiri juga tidak tahu, kenapa tiba-tiba ada kekuatan yang seperti ini dalam tubuhku. . ' gumam Chanyeol dalam hati.
Onew-Suho-Sehun Side.
"Senang sekali rasanya setelah sekian lama terus memendam kakuatan ini. . karena manusia terlalu lemah. . maka kami tidak menggunakannya, , tapi sejak bertemu kalian semua kekuatan ku seperti meluap. . " ujar Onew sambil menatap Suho dan Sehun bergantian.
"Kenapa kalian pergi dari sana?" tanya Suho sambil mencoba menenangkan Sehun untuk tidak menyerangnya.
"Kami terlalu biasa disana. . sebenarnya kau tidak perlu sebaik ini untuk berbincang denganku. . aku tidak butuh ini, kalian orang yang terlahir kuat tidak akan mengerti penderitaan kami yang menginginkan kekuatan. . " ujar Onew.
"Kalian tidak memiliki kekuatan? Lalu yang kau lakukan sekarang ini apa?" tanya Suho lagi.
"Oh. . ini hanya imbalan kalau kami mau keluar dari planet itu, , dengan membikin sedikit kerusuhan. . "
"Jadi keadaan yang tidak seimbang waktu itu. . dan membuat kami ikut terpisah adalah karena kalian juga?"
"Oh. .. bisa dibilang seperti itu"
"Sejak kalian butuh kekuatan, Jadi kalian yang mencuri kristal ku. . ?"
"Aku tidak tahu tentang Kristalmu. .kekuatan itu kami dapatkan kalau kami memisahkan kalian bukan mencuri Kristal. . "
Lay side.
"Akh. . !" dia masih memegangi kepalanya yang masih pusing, karena dipaksakan mengingat seluruhnya, entah kenapa seperti ada yang memasukkan memori-memori itu.
Baru beberapa menit yang lalu dia kembali ke alam nyata, sekarang dia lagi-lagi terseret lubang waktu itu.
"Kau tidak usah khawatir. . keadaanmu yang lemah itu tidak perlu kau pikirkan lagi. . Kris akan menjagamu. . " Suho mengucapkannya sambil tersenyum hangat.
"Bagaimana denganmu? Kenapa kau tidak memilih pendamping . . ?"
"Tujuan utamaku adalah membahagiakan keluargaku. . selama aku bisa melakukannya sendiri maka akan kulakukan. ." jelas Suho.
"Chanyeol. . dia sangat senang denganmu tapi dia lebih senang lagi melihatmu memiliki orang lain. .setiap hari dia terus saja bermain dengan Kris dan Tao. . " tambah Lay lagi.
"Mudah memang mengatakan itu . . tapi tidak semua orang seperti Kris yang baik hati dan bisa memenuhi permintaannya. . ,Chanyeol bisa mengatakan itu tapi setelah itu apa dia masih bisa menerima semuanya. . " jelas Suho.
"Kalau begitu kenapa tidak Kris saja. ." Suho langsung kaget mendengar perkataan Lay.
"Apa maksudmu. . ? kau mencoba melawak ya kali ini?" tanya Suho menanggapinya sebagai ketidakseriusan.
"Sungguh . . kalau kau memang –"
"Berhenti, kau lebih membutuhkan dia daripada aku, aku terlalu kuat untuk bersama dia. . dan kau terlalu lemah untuk sendirian." Suho memotong perkataan Lay yang dia sudah tahu akan mengarah kemana. "Aku tahu kau orang yang bekerja keras. . tapi kondisimu tidak memungkinkanmu untuk sendiri menjaga mereka. . " lanjutnya.
"Aku baik-baik saja. . aku bisa hidup sendiri. . ."
"Kau itu tipe Healer, , yang tidak punya kekuatan menyerang sama sekali dan tidak bisa melukai orang sama sekali , mangkanya kau harus bersama Kris dia adalah tipe menyerang. . " jelas Suho. "Dan jangan sekali-kali memberikan Kris padaku. . karena aku tidak akan menerimanya. ." lanjutnya mulai dingin.
Back Again.
"Sehunnie. . apa yang kau lakukan?" Lay bertanya dari jauh. Karena seperti ada seseorang yang menyuruhnya untuk tidak mendekat karena tipe healernya.
"Sehun .. hentikan sekarang. . kau percaya eomma kan?" ujar Suho, sambil menatap tajam Sehun yang memandangnya kosong. Tidak menunggu lama, mata Sehun kembali pulih dan juga kesadarannya.
"Kau. . ternyata orang yang kuat juga ya. . " puji Onew.
"Maaf. . aku tidak butuh pujian itu .. berhenti mengincar anakku. . aku tidak tahu ini masalah tentang apa. . tapi yang aku tahu saat ini adalah kalian mencoba melukai keluargaku. . " ujar Suho sudah siap bertarung.
" Menarik. . orang-orang yang dididik lebih lama, memang memiliki kekuatan luar dalam. . yang tidak terkalahkan. . , "
Pertarungan pun dimulai, Suho yang melawan Onew, Chanyeol yang melawan Jonghyun dan Kai yang melawan Minho. Mereka sama-sama bekerja keras untuk satu tujuan yang samar. Samar karena mereka sama-sama tidak tahu tujuan pastinya tapi karena Kyungsoo-lah, kai dan Suho mau bergerak.
Sampai akhirnya mereka berkumpul lagi. . jadi 3 lawan 3.
Tapi karena sepertinya Minho, mengincar orang lain dari pada Kai.
Bergerak bagaikan ninja, Minho kini mendekati Sehun. Dan berniat memberi pedangnya makan hari ini.
Tahu kan kalau makanan pedang itu adalah darah, sekali dia keluar dari sarungnya maka pedang itu harus melukai seseorang.
Sepertinya pedang itu telah memilih targetnya.
Oh Sehun.
Kai menyadarainya dan segera menghadang minho.
"Lawanmu adalah aku. .jangan sentuh orang lain. ."
Kai mencoba melindungi Sehun tanpa tahu alasan sebenarnya.
"Kau pikir aku ini apa, aku lebih bisa melindungi diriku sendiri. . " Sehun yang dibelakang tidak mau kalah. Dan dianggap lemah.
JLEB
Tidak menyadari akan pergerakan cepat Minho, kini Kai lah yang kena tusukan di pinggangnya karena dia ada di depan Sehun.
"Kurasa dia lebih menyukaimu kim Jongin. . dari pada bocah fair itu. ." ucap Minho sambil tersenyum senang.
Tanpa berpikir lebih panjang lagi, dan sebelum pedang itu menggerogoti dirinya, Kai segera melarikan diri, setelah berpikir untuk meninggalkan Kyungsoo yang pasti akan dijaga seluruh keluarganya yang bisa dibilang tidak biasa itu.
"Ya . . Kim Jongin, , ," teriak Sehun ikut-ikutan manggil gitu setelah tahu namanya dari percakapan tadi.
Karena sepertinya ada yang memanggil mereka bertiga, pertarungan pun diakhiri dengan keeadaan kembali seperti semula.
Chanyeol langsung memangku Baekhyun. Sehun membangunkan Luhan dan yang lainnya sementara Suho mencoba membawa D.O.
Kai berjalan tertatih sambil memegangi perutnya semoga darahnya tidak bertambah banyak. Karena dia merasa kesusahan untuk merawat lukanya sendiri.
Disaat seperti ini yang ada dipikirannya adalah keaadaan Kyungsoo, padahal dia sudah tahu bahwa Kyungsoo pasti dirawat oleh keluarganya setidaknya keadaan itu masih lebih baik daripada dirinya saat ini.
Kesakitan dan sendirian.
"Tunggu sebentar, , " disaat dia pikir dia sendirian, ternyata ada suara yang memanggilnya. Jangan-jangan salah satu dari anggota keluarga Kyungsoo yang mencoba mengejarnya juga. Kai mempercepat langkahnya namun karena apes dia tersandung dan menemui jalanan pun sudah buntu.
Akhirnya dia Cuma bisa menatap ada seseorang yang mendekat, terlalu silau diantara cahaya matahari dia berdiri, Kai mulai menengadah untuk bisa melihatnya, masalah dia dalam bahaya atau tidak itu bisa dipikirkan nanti.
"Kau terluka.. ." ujar orang yang mendekati Kai, dan kini dia berjongkok dan mensejajarkan diri dengan Kai yang terjatuh.
Seseorang dengan perawakan lembut itulah yang pertama kali diasumsikan Kai, tapi rasanya dia harus mulai berhat-hati terhadap orang asing kali ini.
"Sepertinya sakit, tapi kenapa wajahmu malah seperti memikirkan hal lainnya?" tanya orang itu.
DEG
Kenapa sepertinya orang ini membaca pikiran Kai.
Apa dia harus kabur sekarang? Menjauh sebisanya? Tapi dengan keadaan seperti ini, lupakan saja.
"Jangan mendekat, kau pasti bagian dari mereka yang mengincarku kan?" tanya Kai curiga.
"Memang aku membuntutimu, tapi bukan berarti aku mengincarmu kan?" tanyanya lagi. Kai terdiam."Sepertinya kau lebih khawatir pada namja manis itu daripada kesembuhanmu sendiri . .?" lanjut orang itu lagi.
"Aneh kah kalau aku menghawatirkan seorang namja?" tanya Kai, orang itu menggeleng.
"Tapi terima kasih kau telah melindungi Sehunnie. ."
Kai berpikir sebentar, mungkin namja berkulit fair itukah yang bernama Sehun.
"Kau keluarga mereka!" ucap Kai yang sudah hendak kabur. Tapi kakinya tetap tidak bisa digerakkan.
Orang itu tersenyum dan menundukkan dirinya agar sama dengan Kai. Dan memegang daerah sekitar pinggangnya, dia mengeluarkan sapu tangan dan mengusapkan pada darah di tubuh Kai.
"Pegang yang erat. ." suruh orang itu, Kai langsung memegang kain itu dengan kuat sesuai perintahnya. Tangan orang itu mulai digerakkan di sekitar kain itu.
Lama, sampai pinggang Kai tidak berasa sakit lagi.
"Kau . . siapa kau ini?" tanya Kai kaget, sepertinya dia ini adalah benar-benar anggota mereka, tapi kenapa dia malah menyelamatkan Kai.
"Kenalkan. . namaku Zhang Yi Xiing. . tapi mereka lebih suka memanggilku Lay. ., aku mahasiswa di Universitas SM, , " jawabnya.
"Yi Xing-ah. . eodiga?" Kris yang bangun langsung terpisah kini mencari Lay, karena mendengar suara itu Lay hendak menemuinya.
"Ah. .. gomawo sudah melindungi Sehun. . Cuma itu yang bisa kulakukan untukmu. . sampai jumpa. . " ujar Lay lalu dia pergi menemui Kris.
"Lay. . ?" gumam Kai.
"Yixing ah!. . " panggil Kris.
'kemana hal-hal aneh tadi? Apa Lay mengetahuinya?' gumam Kris dalam hati.
"Wae ah?. . " Lay langsung ada dibelakangnya dan mengagetkannya.
"Kenapa tadi aku ketiduran di bangku? Dan kepalaku rasanya pusing. . dan perutku lapar. .?" tanya Kris sambil memegangi perutnya.
"Ohh. . tadi itu kau bilang lelah makanya kau ketiduran, , yasudah ayo pulang dan makan. . " ajak Lay.
"Kau tidak mau makan di luar?" tanya Kris.
"Kau tidak ingat Tao dirumah hah?" ujar Lay akhirnya mereka langsung pulang setelah berbelanja bahan masakan dan memutuskan untuk masak bersama.
Peniel (teman Lay) sedang berjalan di sekitar rumah Kris yang memang tetanggaan dengannya, ternyata bertemu Tao yang baru keluar.
"Annyeong. . " sapa Tao.
"Ahh. . annyeong .. juga, aku sedang lewat saja kok. . nggak berniat menstalkeri sama sekali. . " ujarnya.
Tao Sweatdrop.
"Ah. . ne arraseo, kau tetangga Gege kan? Dan kau juga temannya Lay-gege. .?" tanya Tao.
Peniel mengangguk "Lalu kau siapa?" tanya nya.
"Aku ini didinya, dari China. . baru pindah ke korea dan disuruh appa untuk tinggal dengannya. . sudah ya. . " jelas Tao, setelah itu dia masuk ke dalam.
"Didi?" gumamnya.
Setelah berada disana cukup lama akhirnya Peniel capek dan memutuskan untuk pulang karena sepertinya dia tidak mendapat informasi apapun. Dia mengetahui hubungan Kris dan Lay yang terlalu aneh menurutnya, entah dilihat dari sudut pandang sebelah mana.
Tapi sebelum dia benar-benar kembali, ada segerombolan orang yang sepertinya dia familiar, oh ya mereka itu adalah teman teman satu geng nya Kris.
"Tumben mereka bermain ke tempat seperti ini?" tanya Peniel, soalnya mereka semua ini anak orang kaya yang jarang berkunjung ke tempat-tempat biasa seperti ini, dan jarang juga melakukan pertemuan di tempat seperti ini.
Tanpa sadar Peniel mendekati mereka.
"Hei, , kau sini!" panggil mereka setelah melihst Peniel yang mereka kenal sebagai hoobaenya Kris.
"Wae? Tumben kalian semua mau ke tempat seperti ini?" tanyanya keceplosan.
"Kita ada urusan ama Kris lah. . masa iya. . sama kamu. . " ujarnya agak nggak nyante. "Tahu Kris nggak ? dihubungin kok nggak nyambung?" tanyanya lagi.
"Kayaknya lagi keluar tuh!" ujar Peniel. Semua merasa kecewa. "Eh kalian kan temennya, kalian tahu nggak gimana ceritanya bisa Kris sama Lay?" tanyanya lagi tanpa basa-basi.
"Oh itu sih nggak ada yang spesial, Cuma kita aja yang nyuruh. . " jawab mereka dengan santainya.
"Maksudnya?"
Tbc.
Mianhae, , sedalam-dalamnya, harusnya saya hiatus aja yah. . buat persiapan ujian dkk, tapi nggak bakalan tahan untuk nggak nulis, tapi kalau mau dilanjutin waktunya dikit banget. . bingung.. .
Yang ini nggak tahu menurut saya, agak nggak sreg ama chap ini. . mian kalau jelek, chap depan inysaallah saya berusaha yang terbaik apapun itu. . buat reader-nim sekalian gomawo sudah mau menunggu ne. .
Balasan review!
Moon Ae : Oke deh , , ditunggu aja yah . . gomawo sudah review. . *_
meyminimin : hehehe itu keluarganya Kai, misinya d.o disini dia disuruh bawa kai pergi dari keluarganya. .
kris ma lay.. . tunggu ajalah nanti. . mohon sabar ne. . dan gomawo sudah review. . *_
Miss Kui Jeong sshi : Ne pasti terusin kok. . tapi. . mian kalau terlalu lama. .
Ah . gomawo sudah sempat review. . ne sya akan berusaha yang terbaek. ...
cn-red : hahaha. . pasti karena saya yang kek dangkkoma ini. . leletnya minta ampun. .a.k.a lelet setengah idup dan males setengah mati.
Sehunlay ntaran dulu. .
Ahhh gomawo. . .
Itu jonghyun. . hah saya seenaknya aja kasih mereka kekuatan . . biar nggak iri ma exo. . kekeke
Khamsa hamnida sudah review ,ditunggu dengan sabar ya?. . .*_
ayam ayam : ahhh. . mian. . nggak bisa yang cepet banget. .. tapi saya usahain. . .*_
kim korinda : gomawo. . semoga sabar saja ne. . dan berharap semoga ide tetep bisa muncul dan bisa lanjut nulis. . gamsahae sudah review*_. .
choi shi zu : saya bkan orang ina yang bner. . mangknya eyd parah. . mian
ah. . gamsahae. . tunggu dengan sabar ne? time controller kan hanya semacam bukan time controller aslinya. . itu jonghyun yang saya kasih kekuatan seenak jidat saya. . biar nggak iri ma exo. .
ditunggu dengan sabar ya? Gomawo sudah review *_
Park Seung Ri : Itu bukan tao. . hanya semacam Time Control, bukan aslinya. . kilat sih. . agak susah tapi moga nggak ngecewain aja. . gomawo sudah review ditunggu sesabar-sabarnya .*_
Kim Jae So Zhang Jae So : Aaaahhhh.. . mian. .. ampek lumutan sgala. . jadi ngerasa bersalah. . semoga sabar aja lah . .
Gomawo sudah review, ditunggu sesabar-sabarnya .*_
7casshimMAX Ryeosom d innocent : Gomawo. . infonya. . tapi sumpah kata itu susah dan bikin lidah kelu. .masih sering kebalik. .
Hahahaha *ketawa lebar . .setuju.. .padahal dulu nggak nyangka keknya dia pendiem tapi dia mood maker ternyata. . . iya sama semua ekspresinya lay. . endingya malah diketawain sama yang lainnya. .
Keluarganya kai yang itu.. bukan tao kok. . hanya jonghyun yang saya kasih kekuatan biar nggak iri ma exo. . kai? Apa ya . . emhh. . BMB (bukan maling biasa)
Kai : gimana kalo aku maling hatimu jah. . *ngeksis.
Sama. . tapi belum bisa bikin scene nya. . gamsahae sudah review ne. . .*_
Jung Jisun : Ah.. gwechannayo.
Ahhh. . makasih . . idenya aku pakai. .sebenernya nggak kepikiran scene ini. Tapi karena diomongin gitu jadi kepikiran. . jeongmal gamsahae.. . *bow
Ne. . arraseo. . gomawo sudah review. . .*_
Bubble KimChii : Ne. . kayaknya pernah sekali deh. . waktu itu aku gunain. .
Apaan mejeng?
Ne. . arraseo. . yaambruk banyak amat itu. . .kissnya. . gomawo karena slalu mendukung saya yang radal-radak labil ini. . . ditunggu sesabarnya ya? .*_
BLUEFIRE0805 : Asiiikk. . . baek ada kok. . yang nggak da tao doang.. .
Nggak bukan sakit hati yang kayak gitu. . . , biasa aja kok, itu artinya kamu sayang sama aku*ceilah. .
Kayaknya akhir2 ini saya banyak terpengaruh bacaan saya. . suka begitu saya. . kalau nulis pasti terpengaruh sesuatu dari luar. ..jadi suka berubah-ubah. .
Mian. . ditunggu yang sabar ne? .*_
BeBaek Cinta Chan Chan : Ohhhh.. .
Bukan sulay. . tapi selay a.k.a Sehun dan Lay. . hampir sama singkatannya. . mian ini pasti lama tapi semoga sabar .*_
LeeKim : Annyeoong juga. . salam kenal ne. . karena waktu itu saya masih baru dan bahasa ancur luar biasa. . sekarang sih. . tetep.
Hahaha. . gomawo. .d.o nggak diapa-apain kok. . tunggu aja kelanjutannya dengan sabar pastinya. .
Pasangan suho. . bener-bener nggak ada. . dia nggak sama tao kok. .
Gomawo sudah review ne? .*_
shin young rin : waktu terhenti? Itu author yang seenaknya kasih kekuatan ke jonghyun. .
ne. . ditunggu yang sabar oke? .*_
Akita Fisayu : Uwaaaaahhhhh. . . mianhae, nae hoobae, nae dongsaeng. .. . . aku jadi merasa nggak enak. . .*barunyadar.
Gwechanna, ,, suka chenmin ya?
Ahh ne gomawo. .momen dramatis? Kok keknya author bukan spesialis dramatis ya? Nggak tahu juga deh. . nggak pernah bisa bikin cerita sedih. . kesukaanku sih humor. .ketauan dari ff ini gimana nulisnya.. ne saya akan berjuang yang terbalik eh salah yang terbaik.. . mohon dukungannya. .
Gomawo sudah review .*_
shinminkyuu : ahhh, saya berusaha yang terbaik, tapi disini Taonya belum banyak mian., . Gomawo sudah review .*_
Phindi Little Panda : Ini apdet,, , mian ya menunggu. . . semoga suka. . Gomawo sudah review .*_
Sehun shipper : Ahhh gwenchanna. .
Gimana ya? Emangnya kenapa kalau Yaoi?
Keknya ini Family yang Yaoi. . karena Kris dan Lay yang appa dan eomma. . mianhae. . kalau kecewa. . ... Gomawo sudah review .*_
