Title : MY LONG LOST HYUNG.

Author : Shee a.k.a Kang Sang Seok *saudarnya Kim Min Seok a.k.a Xiumin# ngarep deh!*.*

CHAPTER 15

Main Cast : EXO (ALL) MEMBER

Star Guess: anggota BB lain, nambah banyak.

Desclaimer : Milik siapa ya? Milik gue pinginnya, tapi nggak mungkin. So they Belong to themselves. Boleh nggak Baekki ma Hunnie punyaku?#digosongin ma Yeol. Dipindahin ke Mars sama Luhan-ge# Lay juga deh, ,*makin maruk.

SUMMARY : Gimana jadinya kalau kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang dari planet EXO digunakan di bumi, apakah untuk hal-hal yang baik?. Suho dan Sehun ditugaskan mencari seluruh saudaranya yang terpisah di bumi.

WARNING : Ceritanya bener-bener ngayal dan seadanya. Gaje yang telah bertebaran dimana-mana, nggak tahu Familyship(?) atau malah RomanceFamily. Tentuin ndiri ya? (#mau enaknya). YAOI (BoysxBoys). Karena mereka masih baru sama kayak saya *sekarang udah agak lama*, jadi saya bikin pairingnya setahu saya aja yah. Setuju nggak setuju harus setuju. .#hehe kidding. Yang nggak setuju atau nggak suka tetep pegang prinsip .. .. ..

DON'T LIKE DON'T READ.

-w-

-w-

Enjoy

-w-

-w-

"Kayaknya lagi keluar tuh!" ujar Peniel. Semua merasa kecewa. "Eh kalian kan temennya, kalian tahu nggak gimana ceritanya bisa Kris sama Lay?" tanyanya lagi tanpa basa-basi.

"Oh itu sih nggak ada yang spesial, Cuma kita aja yang nyuruh. . " jawab mereka dengan santainya.

"Maksudnya?"

"Kau ini, apa kau itu anak SD yang musti dijelasin, sejelas-jelasnya. . dikira-kira aja udah pasti tahukan. . " ujar namja tinggi itu jengkel, "yaudahlah, males gue lama-lama disini , " akhirnya dia pergi meninggalkan.

"yeyy.. . kan Cuma mau tanya doang. . " keluhnya, Peniel pun pergi dari hadapan apartemen Kris. Dan Tao yang mendengar percakapan mereka sejak tadi kini keluar dari pintu.

"Apa maksudnya ini?" tanyanya pada diri sendiri.

Keesokan harinya.

Di Apartemen milik Suho dsk,

"Pada akhirnya aku nggak melakukan apa-apa. . " keluh Chen yang kini duduk santai di Sofa. Dia mengeluh karena saat dia tersadar semua sudah menghilang.

"Nde, arraseo! Arraseo!, , sudah jangan mengeluh terus, , kalau ada apa-apa lagi, kau pasti akan bertindak.. . " tenang Suho yang kini juga ikutan duduk di Sofa,

"Aku tidak mau berharap ada hal buruk lain. ." gumam Chen dan membuat Suho terkekeh, dia baru saja mengistirahatkan dirinya setelah mengurusi Kyungsoo, dan Baekhyun yang baru dia bawa pulang.

Lalu kemana mereka, pasti mereka juga masih tertidur terpengaruh kekuatan yang tadi.

Baekhyun dijaga Chanyeol, sedangkan Kyungsoo dijaga HunHan.

"Kau tidak mau melihat keadaan saudara semasa mu.. ?" tanya Suho pada Chen, maksudnya sih supaya bantuin Chanyeol jagain Baekhyun.

"Dan mengganggu Chanyeol, tidak terima kasih, aku akan mencari Xiumin hyung dan bermain dengannya saja. ." jelas Chen kemudian dia melengang pergi.

"Hmm. . kejadian kemarin terlalu tiba-tiba untukku, dan juga orang itu sering membawa Kyungsoo, dulu mengincarnya tapi sekarang. . ahh aku pusing. ." pikir Suho.

"Eomma ga. . wae?" tiba-tiba Sehun datang dan tiduran di pangkuan Suho. Melihat seperti ada yang mengganjal di pikiran eommanya.

"Kau kenal namja yang menolongmu kemarin?" tanya Suho nggak sadar, kalau Sehun belum terlalu paham masalah ini.

"Kim Jongin. " jawab Sehun.

"APA? , , kau bahkan tahu namanya? Siapa dia? Apa kau benar-benar mengenalnya?" kaget Suho dan langsung bangkit serta menjatuhkan Sehun dari pangkuannya.

"Aww. .. ahh. . jinjja!.. Mwoya? Aissshh. . " keluh Sehun sambil mengelus-elus kepalanya yang jatuh ke lantai.

"Mianhae. ." ujar Suho ikutan ngelus-ngelus kepalanya Sehun. "Katakan padaku apa kau mengenalnya . .?" tanya Suho lagi.

"Aku juga kurang tahu, tapi kemarin aku mendengar seseorang memanggilnya Kim Jongin, ya aku ikutan panggil aja, siapa sih dia? Kayaknya dia punya hubungan yang sulit dengan semua orang. . kayaknya juga dia menyimpan perasaan sakit yang mendalam dan seperti orang yang ditinggalkan . " jelas Sehun panjang lebar, Suho hanya bisa melihatnya dengan heran.

"Sejak kapan kau bisa melihat dan membaca perasaan orang.. ?" tanya Suho.

"Ini bakat dari eomma dan ahjuma yang mengasah kemampuanku. ." jawab Sehun.

"Aku jadi benar-benar ingin tahu, seperti apa ahjumamu itu? Orang seperti apa dia sampai bisa menaklukanmu . .?, ahh. . kau kan juga punya ahjuma, dia eommanya Luhan, Xiumin dan Chen. . taruhan, apa nanti kau bisa akrab dengannya?" tantang Suho.

"Tentu saja, kuharap dia sebaik ahjumaku, aduh siapa ya nama ahjumaku aku lupa. . lebih mudah memanggilnya ahjuma daripada membaca namanya. ." jelas Sehun, ternyata alasan Sehun selama ini adalah karena tidak bisa membaca dan mengucapkan dengan benar nama Lay. Jadi dia tidak mau memanggil namanya. =_=*

"Dasar kau ini, "

.

.

Kai tidak tahu harus kemana lagi jadi dia putuskan untuk pulang saja, sesampainya di depan rumah dia benar-benar takut menghadapi semuanya.

"Masuklah Jonginnie, ," Taemin sudah menjemputnya di depan pintu. "Aku sudah tahu semuanya, kau melakukan hal benar walaupun terhadap orang yang kita benci sekalipun. .," jelas Taemin menghilangkan kekhawatiran Kai.

"Hyung juga punya kekuatan?" tanya Kai takut-takut.

"Jangan bilang pada mereka, kalau aku sendiri bisa membaca pikiran orang lain dengan mudah. . ." jelas Taemin yang selama ini menyembunyikan kekuatannya.

Setelah mereka masuk, Semuanya sudah menunggunya termasuk Key.

"Kau tidak berada di pihak kami lagi sekarang. .?" tanya Jonghyun.

"kau pasti punya penjelasan untuk ini Jonginnie. .?" Key ikut-ikutan menginterogasi. Key mengajaknya untuk bicara empat mata dengannya. Dan menjelaskan semuanya tanpa ada yang mengintimidasi.

"Aku melakukan semua ini untuknya. . " jelas kai.

"Dia. .? Kyungsoo maksudmu?. . ahh. . arraseo!, kau melawan kami dan membantu orang-orang yang punya kekuatan itu, hanya untuk melindunginya kan ?" tanya Key.

"Aku tidak membantu mereka, aku hanya melindungi Kyungsoo. . lagipula mereka juga membenciku. ." jelas Kai.

"Aku mengerti, mungkin hanya Minho saja yang keterlaluan padamu, , , tapi kenapa sampai Yeobo dan Jjong ikut-ikutan juga ckckck. , , baiklah, eomma akan bilang pada mereka untuk mempercayaimu, tapi janji kamu nggak akan ninggalin eomma, Taemin, appa dan keluarga ini. . arachi?" tenang key.

"Kenapa kalian menyembunyikan kekuatan kalian, bahkan dariku. .bukannya anggota keluarga itu harus saling terbuka satu sama lain. . ? sementara kalian selalu mengasah kemampuanku. . apa aku dan kalian berbeda? Kenapa seperti aku merasa tidak sejalan dengan kalian? Apa mungkin aku adalah orang yang kalian benci juga? " tanya Kai sudah hampir mengeluarkan air matanya, karena terlalu banyak beban pikiran dalam dirinya.

"Andwae. .andwae. . bukan begitu, kau itu keluarga kami. . jangan pernah berpikir seperti itu lagi. . kalau kau berpikir begitu lagi kau hanya perlu menatap mataku dalam atau kau boleh memelukku sampai kau yakin. ." ujar Key.

"Aku masih diterima disini?" tanya Kai.

"Tidak ada waktu kau tidak diterima disini" yakin Key.

.

.

Di Universitas Lay.

Peniel sedang membuntuti gerombolan Kris yang biasanya. Dia sudah berniat mau mengetahui semuanya, semenjak dia nggak dikasih tahu.

"Untung Bahasa Korea ku sudah lancar. ." gumamnya bangga, terus apa hubungannya sama stalker.

Pengamatannya hampir berlangsug selama 3 jam, tapi sekarang karena dia ada kelas lagi. Dia harus menghentikannya, karena gerombolan itu rasanya sukanya melakukan, hal aneh-aneh diluar pikiran anak biasa.

"Apa mereka kelompok darah AB, semua yang mereka lakukan sedari pagi tidak ada yang normal menurutku. . " tanya Peniel. "AH .. gawat, jangan-jangan mereka menyadari keberadaanku . ." ujarnya setelah salah seorang dari mereka melihat kearah Peniel. Namja cool dengan tinggi kurang lebih 180 an.

"Hei kamu. . apa yang kau lakukan hah, ,? kau kira kami buta apa tidak melihatmu yang sedari tadi tepat di belakang kita. . " protesnya kemudian mendekati Peniel. Sepertinya dari Nametag nya terlihat kalau nama namja itu adalah 'SungJae'. "Kalau mau menstalker itu sana agak jauhan dikit, kalau disini terlalu dekat. . nggak bakat banget sih. ." lanjutnya ngajarin.

"Ya maaf. ." ujar Peniel watados.

"Siapa Sungjae?" ada orang lain yang mendekat, hal pertama yang dilihat Peniel adalah name tag mereka, tapi betapa kagetnya saat melihat semua nametag itu berurutan, nama depannya hampir sama apa mereka saudara kembar?, tapi wajah mereka jelas-jelas tidak menunjukkan kembar.

'SungYeol'

'SungJong'

'SungGyu'

'SungHyun'

Dan orang yang sedang ngomel di depannya juga 'SungJae'

Tapi ada satu hal yang membuat mereka sama, yaitu mereka sama-sama tingginya diatas 180' kecuali dua orang.

'Apa tidak ada nama lain yang lebih kreatif . .?' tanya Peniel dalam hati.

"Bukannya dia ini temannya Lay ya?. .dia kan juga satu klub dengan Kris. ." tanya seoang namja tinggi yang bernama SungYeol.

"Mau apa kau ini menstalkeri. . ?" tanya yang lainnya mendekati, nametagnya SungGyu.

"Enggak, bukan apa-apa aku bahkan tidak ingin tahu bagaimana bisa Kris dan Lay berhubungan. . " ujarnya lagi entah dia mengucapnya dengan sadar atau tidak.

Semuanya langsung menghela nafas panjang, entah mereka harus bilang aneh atau apa pada Peniel.

"pasti kau sengaja ya? Memancing kita semua? Tapi tidak apa, karena hari ini suasana hatiku sedang baik, jadi akan kuceritakan, kau dengarkan baik-baik ya?. ." tanya SungJae.

"Beneran nih, kalian memberikan informasi secara gratis. .?" tanya Peniel.

"Tapi nanti traktir ya? Soalnya tabunganku lagi diblokir nih, ," paksa namja imut yang ber-nametag SungJong.

"Setuju."

Di kelas Lay.

"Jujur daripada hanya melihat dari jauh, kemarin aku harusnya mendekatinya atau menolongnya saja ya. .?" gumam Lay, saat pelajaran tengah berlangsung. Dia masih kepikiran Sehun.

"Kenapa kau masih pusing?" tanya Kris yang ada disampingnya.

"Andwae . . " jawab Lay,

"Oh ya ,, nanti sehabis pelajaran ada yang mau kujelaskan padamu. . " ujar Kris lagi

"Jelasin apa? Perasaan aku nggak sedang menanyakan apa-apa?" tanya Lay sambil berpikir keras.

"Sudah nanti saja, kau juga akan tahu sendiri. . " potong Kris.

.

.

.

Pada akhirnya Chen yang tidak menemukan Xiumin disegala penjuru rumah, akhirnya dia penasaran dan mau membantu Chanyeol untuk menjaga Baekhyun, mereka bertiga dulu adalah teman semasa, yang selalu bermain bersama, lebih tepatnya Chanyeol si pembuat onar, Chen yang selalu buat sasaran dan Baekhyun yang kadang ikutan jahil atau malah yang menghentikan Chanyeol.

Chanyeol tertidur di samping Baekhyun, sepertinya dia juga kelelahan.

Chen mendekatinya, dan melihat wajah-wajah tenang yang dirindukannya, jemari Baekhyun mulai bergerak-gerak begitu juga dengan matanya mencoba untuk terbuka.

Dia segera keluar kamar dan memanggil seluruh keluarganya, "Baek-hyung sudah bangun. .!" teriaknya. Dan semua orang pasti mendengar suara itu langsung ke kamar Baekhyun. Termasuk HunHan yang langsung datang dan meninggalkan Kyungsoo.

Chanyeol langsung melek, dengan sedikit membiasakan cahaya sekitarnya. Dan memperhatikan Baekhyun. Semuanya bersiap-siap di sekitar ranjang.

Baekhyun mulai membuka matanya, Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya juga. Hal pertama yang dia lihat adalah Wajah Chanyeol yang super gede di depannya.

"Yeollie. ..? ahh.. pasti aku lagi mimpi. . Chanyeol kan sudah pulang .. " gumam Baekhyun. Chanyeol menatapnya bingung. "Ini pasti Cuma khayalan, kalau ditampar pasti langsung hilang. ." setelah mengucapkan itu Baekhyun langsung menampar wajah Chanyeol sungguhan.

PLAK

"Aww. . Baekkie-ah. . apa yang kau lakukan" mendengar rintihan Chanyeol, Baekhyun langsung tersadar sepenuhnya bahwa itu bukan mimpi.

"Yeollie. . bagaimana mungkin kau ada disini? Bukannya kau sudah pulang dengan seluruh keluargamu?" tanya Baekhyun.

"Aku memang bersama keluargaku. . " jawabnya. Baekhyun bingung dia langsung melihat ke sekitarnya ternyata banyak orang yang sedang mengitarinya. Dia yang tidak sadar dari tadi sudah ada yang menunggunya.

"Tuh kan kubilang juga apa, dia bahkan nggak menganggap kita ada. ." bisik Sehun pada Luhan dan Suho.

"Diamlah. ." lerai Luhan.

Suho langsung mendekat dan memeluknya erat, , erat sekali akhirnya keluarganya sudah lengkap. Walaupun Kristal terakhirnya tidak tahu apakah masih ada atau tidak, setidaknya keluarganya yang dulu sudah lengkap ditambah Sehun.

"Wae—?" awalnya Baekhyun heran, tapi kemudian pikirannya seperti melayang jauh dan memori-memori itu seperti terputar dan menjelaskan semuanya pada baekhyun.

"Eomma. . "

Suho tersenyum tipis mendengarnya. Kemudian Kyungsoo datang ke kamar itu perlahan-lahan dan Chanyeol langsung menyambutnya untuk berada di sebelahnya.

Setelah Suho melepas pelukannya, Baekhyun melihat semuanya satu per satu dan melihat simbolnya yang dipegang Suho. Suho memakaikannya supaya dia tidak hilang lagi.

"Baekkie ah. .!" teriak mereka semua minus Sehun dan Kyungsoo.

"Luhan-ge, Xiumin-ge dan Chennie. ." balas Baekhyun dan memeluk mereka satu persatu. Tapi ada lebih tepatnya dua orang yang nggak ngerti apa-apa.

Baekhyun menatap Sehun. Dia mengingat-ingat tapi tetap tidak bisa menemukan siapa dia, wajahnya terlalu asing untuknya.

"Dia itu Kristal terakhir, Dongsaeng kesayanganmu. . namanya Sehun" Bisik Suho pada Baekhyun,

"Sehun-ah! , , jadi ini kau, yaampun nggak nyangka ya kamu udh tumbuh gede sekarang. . " tanpa aba-aba lagi Baekhyun langsung menerjangnya sampai dia seperti boneka kecil yang dipeluk dengan keras.

"akh. . Ano.. hyung. . lepashh. ." ujar Sehun terbata-bata.

Semuanya hanya tertawa senang, pasti setelah ini bakal ada yang kerepotan, Maksudnya Sehun. Soalnya Baekhyun kalau sudah suka seseorang tidak akan mudah dilepaskan dari perhatiannya.

Baekhyun melihat kearah Kyungsoo yang sepertinya masih tidak merubah ekspresinya.

"Kyungsoo-ah. . kemarilah, , apa kau tidak kangen sama hyungmu yang paling imut ini?" narsis Baekhyun.

"Manisan juga Luhan-hyung kemana-mana. ." cibir Sehun. Tapi tidak dihiraukan Baekhyun.

Kyungsoo tidak bergerak sama sekali, ia tidak ingat apapun dia terbawa pikirannya dia juga tidak tahu harus melakukan apa-apa.

"Aku tahu kau membenciku karena aku sering mengerjaimu. Tapi ayolah Chen dan Chanyeol saja yang lebih parah kukerjain bisa memaafkanku, masa kau nggak mau membuka pintu maaf untuk hyung mu ini . ." rayu Baekhyun.

"Kau tidak mengerti masalahnya Baekhyun. .. " ujar Suho."Kyungsoo-ah. . dia ini hyung dari Chanyeol. . tepatnya dia juga hyungmu. . namanya Baekhyun . . " Suho menengahi.

"Annyeong Bekhyun-hyung. ." sapa Kyungsoo formal, membuat Baekhyun terheran.

-w_w-

"Ohhhh~~, jadi begitu, bilang dong dari tadi. . hampir nangis aku kalau sampai kau membenciku. . " ujar Baekhyun pada Kyungsoo. Setelah dijelaskan panjang lebar oleh Suho dan dibantu XIumin. *tahukan saya males ngetik, jadi skip aja.

"Andwae. . hanya saja waktu itu aku pernah ingat sedikit, sebentar lagi kalau aku sudah mendapatkan simbolku darinya, , aku pasti bisa mengingat semuanya. . " Janji Kyungsoo.

"Aku akan membantumu nae dongsaeng . . tapi emangnya simbolmu dimana?" tanya Baekhyun penasaran.

"Pasti berhubungan sama yang namanya Kim Jongin. . " Kyungsoo terkejut begitu mendengar nama itu meluncur mulus dari bibir seorang Oh Sehun. "Tapi aku tidak yakin dia baik-baik saja sekarang, soalnya setelah dia kabur dari tusukan itu " jelas Sehun, maunya sih dia ngasih tahu pada hyungnya secara baik-baik, tapi karena sudah terlanjur jadi ya lanjutkan saja.

"Jangan terkejut ya hyung, tapi saat kau pingsan banyak hal yang terjadi. . dan Jongin itu dia melindungimu dan tanpa dia sengaja dia juga melindungiku. . " lanjut Sehun, Kyungsoo semakin terdiam.

"Oh ya aku juga lupa tanya pada kalian bagaimana bisa aku sampai ada disini?" Baekhyun menyela percakapan Sehun.

"Sebaiknya kau tidak usah tahu sajalah .. " jawab Chanyeol.

"Wae?" rajuk Baekhyun.

.

.

.

"Nde, apa appa semakin sibuk? .. ah aku baik-baik saja disini, , lagipula ini kan negera asalku jadi aku pasti bisa beradaptasi dengan baik, appa . . mereka tidak ada dirumah sekarang ini, aku dirumah Cuma saja Jie-jie dan sepertinya dia ada tamu dan tidak bisa diganggu. .lain kali saja ne. ." kelihatannya Tao sedang bermain sandiwara dalam telepon.

"Siapa yang mengajarimu seperti itu?" Kris yang sedari tadi ada dibelakangnya hanya tersenyum tipis.

"Dia juga begitu, kalau aku telepon, pasti banyak alasan . . padahal aku sedang berada di dekatnya dan dia tidak sedang melakukan apa-apa . ." jelas Tao,

Mereka berdua kini ada di kantin Kampusnya, jangan tanya kenapa Tao ada disana, mungkin Seperti Sehun dulu yang selalu kepengen tahu dan nggak mau ditinggal lama-lama sendirian.

"Jadi ini yang membuat pandanganmu itu tajam dan menusuk, karena kau tidak selalu percaya pada kata-kata orang. . " ujar Kris sambil mengacak-acak rambut Tao. "Padahal kalau kau tersenyum kau sangat manis, hanya saja pandanganmu yang seperti ingin membunuh itu merusak semuanya. . ." lanjut Kris, Tao Cuma bisa mempoutkan bibirnya imut saat Kris mulai menghancurkan dandanannya.

"Gege, , itu pujian apa hinaan,? Aku bahkan tidak bisa membedakannya. .?" tanya Tao polos. "Ah. . ya aku ingin menemui Lay-gege juga. . sudah ya? Gege sebaiknya masuk kelas saja. . ." pamit Tao, segera pergi. Kenapa dia tidak ditemani alasannya adalah dia ingin berkeliling a.k.a menjelajah.

Kris tersenyum menatap punggung Tao yang semakin menjauh. Namun pandangannya langsung menangkap sosok Lay yang sedang berdiri menghadapnya. Kris langsung mendekatinya.

"Yixing-ah. . baru saja Tao ingin menemuimu. ." ujar Kris mendekat.

"Kris-ah ,, rasanya aku sudah tahu apa yang mau kau jelaskan.. kalau intinya sama-sama meyakitiku katakan sekarang saja. . " paksa Lay, Kris begitu Shock mendengarnya.

"Apa maksudnya kau sudah tahu ?" Kris tidak mudah terpancing dan meminta kejelasan dari Lay dulu, siapa tahu Lay mengetahui hal yang salah.

Peniel yang tidak sengaja lewat tapi sengaja mencari Lay *?*, melihat Kris dan Lay bersama, langsung saja tanpa basa-basi langsung mendekat.

"Lay-hyung, ada yang ingin kubicarakan denganmu ini penting. .!" Peniel segera membawa kabur Lay supaya tidak dekat-dekat Kris, setelah dia tahu banyak dari gerombolan yang bernama sama itu.

Setelah jauh dari Kris.

'Apa yang harus kukatakan padanya . ., kalau aku bicara langsung aku menyakitinya, tapi kalau dibiarkan Kris-hyung lah yang akan menyakitinya .. sama-sama nggak tega. . " gumam Peniel dalam hati.

Lay masih sibuk dengan pikirannya, dia nggak perduli mau diarahkan kemana, yang jelas dia hanya mengikuti di belakang Peniel saja.

'Jadi selama ini dia menyukai Tao, tapi kenapa dia mempertahankan hubungan denganku?' tanya Lay dalam hati, kayaknya bener dia salah paham, karena melihat kedekatan Kris dan Tao yang bisa dibilang romantis menurutnya apalagi Tao yang memang mudah mengekspresikan perasaannya berbeda dengan Lay yang sangat sulit untuk jujur bahkan pada dirinya sendiri. 'Sepertinya aku sangat tidak asing mendengar nama Tao. . tapi dimana ya?' pikir Lay mengingat-ingat.

"Jangan dekati Kris-hyung lagi!" Lay tersentak ketik tiba-tiba Peniel mengatakan itu secara mendadak.

"Hah?"

"Mulai sekarang, jangan dekati Kris-hyung lagi, aku tahu ini susah untukmu tapi cobalah mengerti perasaanku. . " ulang Peniel 'perasaan ingin melindungimu. .' lanjutnya dalam hati.

"Aku tahu kau mencoba melindungiku terima kasih banyak, tapi semua ini tidak ada hubungannya denganmu, , biar aku saja—"

"Aku menyukaimu sejak dulu. !" potong Peniel.

"Mwo?"

Tao side.

Dia masih berkeliling di sekolah ini, walau alasannya adalah untuk menemukan Lay, tapi dia punya tujuan sendiri dia ingin mencari informasi tentang apa yang didengarnya kemarin.

"Aku akan mencari tahu apa yang membuat hubungan Gege terlihat aneh.. . " gumam Tao disepanjang jalan, seperti melihat 'Sehun 2' dia tidak terlihat canggung sedikitpun berkeliling walaupun ini bukan sekolahnya. Bahkan dia tidak kenal denagan orang-orang itu tapi setiap orang yang lewat selalu disambutnya dengan senyuman manis itu.

"Annyeong . .."

Tao kaget saat ada orang yang mendekatinya dan menyapanya. Wajahnya sangat keren menurutnya tapi tetep kerenan Tao*narsis.

"permisi, aku Cuma mau tanya Apa kau kenal ahju—ah maksudku yang namanya. . YiXin. . ?" tanya orang itu, 'bener nggak ya?' lanjutnya dalam hati.

Tao berpikir sejenak mengingat-ingat. "Meiyou, , aku tidak tahu,, ," ujarnya kemudian namja itu berterima kasih dan melenggang pergi, kayaknya tidak jadi masuk ke universitas.

Tao melihat anak itu dengan pandangan setengah kosong.

.

"Aku bingung. . apa aku harus menemuinya. . !. ." ujarnya, dia memperhatikan supermarket yang ada di sebelah kampus itu, Suho masih asik di dalam, soalnya dia sedang menemani Suho berbelanja, tapi karena ingat akan tempat ini, dia tinggalkan Suho belanja sendirian. Untuk menemui ahjumanya.

Dia melihat kedalam gedung itu sekali lagi, dan menemukan namja namsan tower sedang melewati koridor dengan santainya, setidaknya dia tidak bersama ahjumanya kali ini.

"Jangan jangan dia mau menemui ahjuma. . ikuti dia saja ah!" ujarnya kemudian dia segera masuk lagi.

"Sehun— mau kemana dia?" Suho yang baru saja mau memanggilnya tidak jadi karena Sehun sudah duluan masuk ke dalam, dan tidak mungkin dia membuntuti masuk kedalam dengan membawa barang belanjaan sebanyak ini.

Akhirnya dia hanya menunggu di luar saja,

Suho hanya menunggunya dengan sabar, untung dia punya elemen air yang mengajarinya kesabaran lebih dari siapapun, sedangkan kalau Chanyeol dia tidak akan bisa dengan yang namanya sabar.

30 menit berlalu,

"Huahhh , , kalau kutinggal nanti dia hilang lagi. . " keluh Suho. Dia merasa ada yang sedang memperhatikannya sedari tadi, dia meoleh kesamping kanannya. Tepat di depan gerbang seorang namja yang cukup tinggi dan berkulit tan dan dia ketahui dari Sehun bernama Jongin, orang yang membahayakan Kyungsoo.

Suho mendekati orang itu, awalnya dia biasa tapi setelah Suho hampir dihadapannya perlahan-lahan Kai mengundurkan langkahnya untuk segera menjauh.

"Aku tidak akan, menyerangmu atau apa. . " ucap Suho sebelum Kai kabur.

"Aku tidak ada hubungan dengan anda. . " ujar Kai mencoba menenagkan dirinya.

"Hebat juga kau, padahal lukamu kemarin luar dalam tapi kau masih bisa hidup. ." maksud Suho penyakit luar adalah tusukan pendang kemarin, sedangkan penyakit dalam adalah yang menusuknya itu keluarganya sendiri, itu yang diketahui dari Chanyeol.

"Aku berterima kasih pada seseorang dari keluarga anda yang menyembuhkanku, . ." ujar Kai. Suho terlihat berpikir. "Oh ya bagaimana keadaan Kyungsoo-hyung?" tanya Kai, padahal sekarang harusnya dia kabur tapi dia malah memulai pembicaraan bertambah panjang.

"Dia baik-baik saja, sebenarnya aku tidak seharusnya mengucapkan ini, tapi terima kasih .. kau telah menyelamatakan Kyungsoo dan Sehun. ." ujar Suho tapi tidak menatap mata Kai.

"Tidak usah memaksakan diri . . " balas Kai. "Permisi, aku masih ada keperluan. . sampaikan salamku untuk Kyungsoo-hyung dan juga namja fair yang seenaknya panggil nama asliku. . " lanjut Kai setelah itu melenggang pergi masuk ke universitas.

"Apa yang kau inginkan dari Kyungsoo?" pertanyaan itu menghentikan langkah Kai, dia berbalik pada Suho lagi.

"Maaf, tapi sekarang dan dulu adalah dua tujuan yang berbeda, , anda tidak akan mengerti. . yang pasti dia sudah kuanggap seperti Hyung ku. . maaf jika anda sebagai orang tuanya merasa tersinggung. ." jawab Kai dan sekarang dia benar-benar pergi, meninggalkan Suho dengan segala pikirannya.

"Kalau dia tahu sampai sejauh itu, , yang harus dipertanyakan adalah sampai sejauh mana hubungan mereka?" tanya Suho pada dirinya sendiri.

Di dalam kampus.

Ternyata disini ada 3 orang yang datang dari luar, dan punya kepentingan yang sama, sama-sama mau menemui Lay. 3 orang itu adalah Kai, Tao dan Sehun. Untuk tujuan berbeda mereka mau menemui Lay.

Tapi dengan jalan yang berbeda pula.

Sehun yang membuntuti Kris. Terkadang Kris sadar kalau ada yang membuntutinya. Dia pikir pasti salah satu fansnya *narsis.

Tapi setelah lama dia membunututi Kris, Lay tidak ditemukan sama sekali, sampai akhirnya Sehun menyerah dan ingat akan eommanya di luar.

"Eomma . . mianhae.. " teriak Sehun saat menemui Suho.

"gwechanna. . sudah selesai? Ayo kita pulang. ." ujar Suho dan berjalan duluan dari Sehun.

"Eomma tahu nggak kenapa aku kedalam?" Sehun memulai pembicaraan, supaya tidak bosan di perjalanan. Suho hanya menggeleng. "Aku mau menemui ahjuma. . siapa tahu dia bisa bersahabat baik dengan eomma, , soalnya dia dulu penasaran sama eomma . ." ujar Sehun di sepanjang jalan menceritakan apapun tentang ahjumanya a.k.a Lay.

Setelah bel pulang Sekolah, Lay berjalan dengan gontai keluar sekolah. Setelah mengetahui dua kenyataan atau kesimpulan sepihaknya dan dari Peniel.

Pertama dia sudah tau nama Tao pernah keluar dari mulut Kris saat di perkemahan dulu.

Kedua kelihatannya Peniel tidak sengaja mengatakan bahwa Kris memainkan sebuah permainan yang menyangkut dirinya. Dan permainan itu tentang alasannya dekat dengan Lay akhir-akhir ini.

Dia ingat pasti apa yang diberitahukan Peniel padanya.

"Aku. . menyukaimu sejak dulu maka dari itu, aku perduli padamu, , apa kau tidak merasa aneh pada kelakuan Kris-ge padamu. . maaf aku mendengarnya dari teman-temannya. . maaf juga jika harus aku yang mengatakannya. Bukannya Kris . " ujarnya minta maaf.

"Ada yang ingin kujelaskan padamu Lay. . " perkataan Kris juga masih teringat jelas, perkataan ambigu itu kini sudah menunjukkan sebuah maksud.

Peniel yang kini sedang melihat Lay dari kejauhan merasa ada rasa bersalah, entah karena apa. Apa ini sebuah kebaikan yang dia lakukan, tapi kenapa tidak ada yang bahagia.

"Kenapa alasanku begitu ya?, ,kalau begini aku juga akan mempermainkan perasaanya. . habis kalau tidak dengan cara itu dia tidak mau percaya padaku. . " gumam Peniel merutuki caranya menyampaikan itu pada Lay.

"Harusnya aku tidak bilang soal aku menyukainya dari kenyatannya kan tidak seperti itu. . " lanjutnya terus bergumam.

KrisLay,

"Ah. . Lay akhirnya kau datang juga. . "ujar Kris setelah mempersiapkan diri.

"Kris, sebelum kau bicara, , aku ingin bicara sesuatu tapi kumohon jangan memotongnya. . " ujar Lay, kris mulai bingung.

"Aku bisa menjelaskannya terlebih dulu—"

"Kumohon. ." pinta Lay.

Kris menyerah dan membiarkan Lay untuk berbicara duluan.

"Soal hubungan kita, maaf aku selalu meragukannya karena aku merasa kau tidak pernah mencintaiku dengan sungguh . . kau dan Tao sudah berhubungan dari dulu, maaf juga karena aku mengganggu kalian. ."

"Apa maksud—"

"Sebelum kau yang memutuskan aku suatu saat nanti, biar aku yang menyerah sekarang. . aku tidak tahu maksudmu membuatku sebagai bahan taruhan. ."

Kris langsung membelalakkan matanya, dari mana dia tahu masalah ini pikirnya.

"Aku tidak akan marah padamu, karena mungkin aku bukan orang yang bisa dengan mudah marah dengan orang lain. .tapi ketahuilah aku juga punya pilihan untuk menentukan, jujur aku memang menyukaimu . . sekali lagi maafkan aku. Kalau aku pernah berbuat salah padamu atau pada teman-temanmu hingga kau tega melakukan ini padaku, , " terdengar isakan dan getaran dari suara Lay, sepertinya dia sudah tidak kuat lagi.

"Yixing. ."

"Aku,, , tahu hiks. . kau pasti punya alasan khusu—.emmmhh. "

Kris membuat Lay terdiam sesaat, dengan membungkam bibirnya alias menciumnya. Supaya Lay tidak berbicara lebih panjang dan membuat dia menangis.

"Berhentilah bicara dan jangan mulai menangis. ." tenang Kris. "Sekarang waktuku untuk membicarakan semuanya.. jadi dengarkan baik-baik. ." lanjut Kris sambil menatap wajah Lay yang sedang menahan tangisannya.

Peniel yang melihat itu hendak maju dan menyeret Lay pergi jauh-jauh dari Kris, apapun alasannya di mata Peniel tetap dia menyakiti Lay.

Tapi sebelum itu dia lakukan, ternyata ada seorang namja yang tidak dia kenal mendahului startnya.

Dia mendekati Lay tanpa ragu.

"Lay-hyung. . aku butuh waktu sebentar denganmu. . " ternyata itu adalah Kai, dia sengaja datang kesini, tapi dia tidak ada niatan mengganggu sebelumnya entah kenapa ada yang menggerakkan kakinya untuk menjauhkan Lay.

"Dia sedang bicara denganku. . " lerai Kris sambil menggenggam tangan Lay. Melarangnya untuk pergi. Tapi Kai menarik tangan Lay yang satu lagi. Perlahan Lay melepas genggaman Kris dan melangkah mengikuti Kai.

"Lay. ."

.

.

.

Di sebuah bangku taman dan dibawah pohon rindang*lagi-lagi*. Kai masih menunggu Lay tenang. Dia masih berpikir.

"Sebenarnya aku tidak ingin mengganggumu. . tapi melihatmu menangis, aku jadi tidak tega. ." ujar Kai memulai pembicaraan.

Kai tidak tega dan mulai merangkul pundak Lay bermaksud menenangkan Lay.

"Kau memang tipe healer, tapi kau tidak bisa menyembuhkan luka hatimu sendiri. ." gumam Kai.

"Maaf, kau siapa ya?" tanya Lay, karena Kai terlalu banyak tahu tentang Lay.

Gubrakk. .

"apa?, , kupikir hyung tadi ingat dan mengikutiku. .., kemarin aku baru saja hyung tolong. ." jelas Kai.

Lay memperhatikan orang itu secara intens, "Aku hanya ingin lari darinya. .tapi, Kok tahu namaku?" tanya Lay lagi.

"hyung ini benar-benar pelupa ya?" tanya Kai, "Aku kesini Cuma mau berterima kasih pada Lay-hyung. ., dan mau menanyakan sesuatu pada hyung, , " jelas Kai,

"Bararti kau itu orang yang punya kekuatan itu ya. . ? syukurlah kau sudah benar-benar sembuh. .,"

"Nde, itu semua juga berkat hyung kan aku Kim Jongin panggil aku Kai. .. ." kenal Kai. "Tapi aku hanya ingin menanyakan darimana kekuatan itu?. . sepertinya kau bukan bagian dari mereka?. . " tanya Kai, Lay nggak ngerti sama sekali.

"Mereka ? siapa?" tanya Lay.

"Mungkin hanya kau yang tidak menyadarinya. . tapi kau dan mereka berhubungan, , bukankah kalian sama-sama memiliki kekuatan. . itu artinya kalian adalah satu kelompok. ." jelas Kai.

Sejenak Lay melupakan masalahnya dan memikirkan hal lain, tentang kekuatannya selama ini, tentang keberadaannya selama ini.

"Bagaimana denganmu? Kau juga bagian dari mereka?" tanya Lay lagi.

"Tidak, aku sudah punya keluarga sendiri. .orang yang menyerangku kemarin, merekalah keluargaku. . " jelas Kai lagi. Lay menatapnya tidak percaya. "Kau pasti tidak percaya, , keluarga gila macam apa yang sampai tega mau membunuh anggotanya demi mendapatkan apa yang mereka inginkan, , tapi itulah keluargaku," kekeh Kai.

"Kami dibesarkan dengan didikan keras karena perbedaan kami, dengan manusia di dunia ini , , tidak mudah beradaptasi. . tapi sejak bertemu dengan keluarga Kyungsoo-hyung yang sama-sama memiliki kekuatan demi tujuan berbeda. . aku mengerti banyak hal, aku bisa mengerti orang lain. . dan tanpa sadar aku juga menyayangi mereka. . " lanjut Kai. Lay hanya tersenyum, seorang anak yang dibawah umurnya mampu mengartikan arti sebuah keluarga dan kasih sayang dengan baik, telah banyak penderitaan yang dihadapinya sampai membuat dia setegar ini.

"Sejak kau membantuku kemarin, inilah sekarang saatku untuk membalas budi, aku akan mengantarmu ke mereka, aku yakin kau itu adalah salah satu anggota penting keluarga itu " ujar Kai.

"Bagaimana kau yakin aku anggota keluarga mereka?"

"Apa kau tidak sadar, kalau kau dibumi ini sendirian, apa selama ini ada orang yang punya kekuatan seperti hyung. . ? mungkin aku tidak akan berhasil, tapi aku tahu orang itu pasti berhasil mengembalikan ingatan hyung. ." yang dimaksud Kai adalah Suho. "Kau punya symbol kan?. . jadi kalian adalah satu bagian. ."

.

.

.

Other side,

Ada 3 namja dengan tinggi diatas rata-rata alias 180-an keatas, sedang memperhatikan gerak-gerik Jongin dan orang yang baru saja dia temui yaitu Lay.

"Tindakan Jongin kali ini cukup ekstreme juga Hyung-deul, , , apakah aku harus bertindak lagi kali ini, tidak ada pengganggu, paling-paling nanti aku pulang dimarahin eomma. ." ujar salah satu namja tinggi yang kita ketahui bernama Choi Minho.

"Nggak usah deh. . , hemat tenaga, lagipula nih ya. . nggak bakal semudah itu orang itu percaya pada Kai, ," namja tinggi satunya menyahuti. Kita juga sudah tahu namja itu bernama Cho Kyuhyun, dan namja satunya lagi yang paling tinggi adalah Shim Changmin.

"Ingat tujuan kita, adalah membuat mereka tinggal di bumi ini. . bersama kita. . " lerai Changmin.

Semuanya mengangguk mengerti.

.

.

Tbc '. . .

Apakah masiih ada yang bingung dengan cerita ini, karena di chap ini makin banyak orang yang muncul, tenang mereka Cuma figuran kok#digaplok.

Tapi jangankan para reader, authornya sendiri juga bingung. .*author nggak bertanggung jawab.

Pusing sama endingnya. . saya bukan spesialis ending *?*. a.k.a bisa cerita tapi nggak bisa ngendingi. .mungkin beneran sampek 20 chap kali ya. . . saya Cuma mohon dukungannya aja kepada seluruh reader nim. . dan do'anya juga, kepada author yang mau menghadapi segala prosedur untuk lulus dari sekolah . .*curhat.

Semoga masih ada yang menunggi cerita yang semakin nggak jelas ini. Tapi ini saya tulis dengan kemampuan saya. . jadi ya. . segini adanya. . sepertinya tulisan(fic) ini menunjukkan author gimana sifatnya .. ada yang bisa nebak?. . *hehehe.

Udah ah. . stop cingcongnya. . . intinya sih mau berterima kasih banyak kepada para reader-nim yang masih setia mau baca dan menyempatkan waktunya untuk review. . saya menghargai setiap review. . karena saya tahu apapun bentuk review itu sangat susah dan butuh jiwa gentle. . ketahuan authornya juga salah satu orang yang kadang-kadang males review .. *tapi saya kalo review nggak login, pake nama lain. . ekekek. . ada yang tahu?.

Ini beneran deh, stop cingcongnya.

Mari ke sesi review .. *kek acara.

Choi shi zu : ehehe.. emang itu bukan tao, apakah udah terjawab soal Chanyeol, kalo belum yaudah. . #gaplok. Nggak maksudnya kan kekuatan mereka berhubungan, sama-sama api jadi pinjem boleh dong. .*seenak jidat nih author. . okeh makasih banyak atas reviewnya

Shin young rin : ini cerita apa? Terserah yang bilang lah . .kai gwechanna . . dia aman ditangan saya. . ekekek. #bumi gonjang-ganjing. Ne gomawo reviewnya semoga suka kelanjutannya. Terima kasih juga kesabarannya. ..

Akita Fisayu : aduh nae dongsaeng. . ! jangan teriak2 . .*pdahal nggak kedengeran juga. Nggak mereka nggak jahat kok, Cuma terhasut aja. .Key umma yang baek. .apaaa? chenminnya kurang hot? aku nggak mau ngerubah rated fic ini, , T.T. . aseekkk,,, dongsaengku*ngaku2* pinter ne. . semacam begitu kelnjutannya.. . pikiran saya pasaran ya? Nama aja pasaran. .*curcol. Nde disini member BTOB itu Peniel dan Sungjae. . gomawo reviewnya. . semoga suka kelanjutannya ditunggu kesabaran nya. . dan mohon do'ain saya. . supaya cepet lulus. . biar nggak ada tanggungan lagi. .ekekek. *huuhhh panjang.

HunHanIsMine : ahhh. . selamat datang di dunia author. . hehehe, , gomawo sudah review. . dimohon kesabarannya . . saja yah. . semoga suka kelanjutannya, eh kiss baek lah. .*nggak nyambung. Maksudnya kiss balik. .

Bubble KimChii : ehehe, , sama ya bahasa di situ sama dikampung saya. . ada mejeng segala, kirain beda . . lumayan kan kapan lagi bisa mejeng . . nde, nde saya labil. .arraseo. .suka plin-plan, gampang di bo'oing mah saya ini tipe orangnya. . yah deh. . dari pada saya yang nyabarain mending nyabarin diri sendiri,. . do'ain authornya ya. . biar cepet2 ujian dan lulus. . *terus,,,,,

Gomawo sudah review. . panggil Hana-chan, , nggak boleh? . .

Yukari : makasiiiiiih… *kepala gede*. Gomawo sudah review. . semoga suka kelanjutannya

: nggak dia nggak jahat, dia Cuma kemakan iklan. . eh kemakan omongan doang. . ntar deh tunggu kelanjutannya. .key kan eomma yang baek. . makasih banyak reviewnya. .

Hatakehanahungry : ahhhh. . . I miss you, , , ntar aku mau nanya. .hana-ssi. . seumuran ma aku nggak?,

Belom, lay belom inget, kai mau ma d.o tapi nggak mau sama keluarga suho. .*?*

Enggak jahat kok, yang jahat satu ajah. . nggak semuanya. . iya dong.. . dari pertama liat, aku udah feelingnya krislay, , *soalnya duduknya selalu berjejer. Ntar, kalau mau mereka berkumpul, berarti menyuruh fict ini berakhir.. . masalah saya adalah tidak bagus dalam mengendingi cerita. . semoga nggak mblarah. . baek dah balik. .

Ne fighting .. gomawo sudah review. . semoga masih suka '' tapi boong ''. . .

Phindi little Panda : bingung ya? Saya juga bingung *author plinplan. .nggak, mungkin bahasanya author kali terlalu alay. . mianhae ya. .bacanya pake perasaan kale. . gomawo sudah review. Mianhae banget kalau emang nunggunya kelamaan. . .

BabySuDo : ahh.. . ne. . gwenchanna. . jangankan kisahnya yang rumit, hidup saya aja rumit. .ekekek bercanda, , *nggak tahunih pengen aja. .ne. . makasih banyak lho . . mau menuggu, author abal-abal kek saya gini. . semoga suka kelanjutannya

Guest : haduh , , lain kali pakek nama ya, , itu juga kalau bersedia. .hehehe. . makasihhhh. . . banget, makasih udah mau nunggu. . gomawo juga reviewnya. .

Meyminimin : nde, ,, tapi menurut saya lho. . ini masih lama, ini Cuma menurut pendapat saya pribadi. *nggak da yang nanya. Apa ya . . dicolong? Sama nggak ama ditelantarin terus ditemu?. .*kek apa gitu?* semacam begitulah. Tunggu cerita selanjutnya ne. . padahal Peniel kan figuran. . bisa eksis ya?. ..hehehe. arraseo. . gomawo sudah review. .

BLUEFIRE0805 : ihh makasihhh.. . *shy-shy-bear.

Saya kasih. . ntar suka iri lagi, nggak dikasih sooman. .arraseo, habisnya minho sih masuk kyu-line. .*teruss, ,,

Nde , , tebakanmu benar . . yey.. *nggak dapet apa-apa sih, orang saya nggak punya apa-apa juga. .hehehe. gomawo sudah review dan sudah sesabar-sabarnya. .

Rio : makasihhh beuthhh *muncrat. . gomawo sudah menyempatkan review..

7casshimMAX Ryeosom d innocent : tenang aja irra-ssi. . nggak mungkin saya tega membully Lay. . sedihnya nggak amat-amat kok. . sabar ya. . kalau gitu ntar kesian krisnya. . ntar Lay sama siapa?. . udah ya. . don't Cry , , *yang cry siapa?. . saya beri pilihan. . pilih Lay balik sekarang? Atau balik nanti bareng Kris dan Tao. .?. . ekekek. . gomawo reviewnya . .

Guest : mianhae. . ya siapapun ini. . keknya ini KrisLay . . dan Suho sudah punya keluarga sendiri. . minahae. . bgt. . gomawo sudah review. .

Sehun shipper : ahh. . ne .. arraseo, , ntar tak pikirin lagi deh. . gimana enaknya. . tapi maaf lho ya kalau nanti ceritanya musti memaksa ke situ . . lihat nanti aja. . makasih saya udah diberitahu. . gomawo juga reviewnya. . .

Huahhh selesai juga, chap depan, nunggu liburan semester kali ya?. . nggak enak jadi kelas 3 kek orang nggak bayar kontrakan , , istilahnya cepet-cepet disuruh pindah. . waktu berjalan cepet banget lagi . huahh. . nggak kerasa baru kemaren juga kelas 1 , , sekarang kurang beberapa bulan doang ..

Mohon dimaafkan kalau ada salah-salah kata,baik yang saya sengaja atau tidak, author juga manusia. .

And the last I say. .

Review please. .