MY LONG LOST HYUNG.

CHAPTER 18 *beneran*

.

.

TING TONG~

"Nugu ga?"

"Mollayo!"

"Mungkin tamu. ."

"Bukain gih. .!"

4 orang sedang santai diatas sofa dan membiarkan bel pintu itu terus berdenting beberapa kali, siapa lagi kalau bukan Sehun, Baekyeol sama Chen. Kyungsoo yang mendengar dari belakang merasa risih karena hyung dan dongsaengnya yang malas bukain pintu.

Kyungsoo juga dia lagi cuci piring, jadi nggak mungkin dia bukain. Heran kenapa sih dari keseluruhan keluarga yang ada disini semuanya pada nggak ada yang bener nggak ada yang bisa diharapkan, biasa semuanya pada males, yang ngurusin semuanya dia sama eommanya dan terkadang xiumin juga membantunya.

Luhan sih hanya mempan untuk Sehun saja, yang lainnya pasti tidak akan nurut padanya terutama Baekyeol, mereka selalu kompak untuk ngerepotin dan buat kesel orang lain.

"Kyungsoo, bukain pintunya!" teriak Suho dari dalam kamar mandi.

"Lagi nyuci piring, ma. Baek-hyung bukain pintunya tolong, aku lagi cuci piring. . !"teriak Kyungsoo, Baekhyun yang denger langsung berdecak malas.

"Yeol, bukain pintunya . .!" Baekhyun balik nyuruh orang, Chanyeol yang lagi gegulingan nggak jelas merasa risih karena Baekhyun mengganggu acara gegulingannya.

"Chen bukain pintunya. ."

"Kok kamu jadi nyuruh aku sih. .Sehun-ah buka pintunya. .!"

Sehun makin sebel. "Mentang-mentang aku paling kecil disini pake nyuruh seenaknya, kita kan sama-sama nggak ada kerjaan kenapa harus aku sih. Kenapa harus aku, apa-apa aku semuanya aku bener-bener deh kalian ini. . " gerutu Sehun.

-oOo-

Meanwhile

"Lay, ini beneran rumah mereka? Bukannya kamu dulu pernah minta anterin kesini. ." ujar Kris, Lay ngangguk dengan pasti sementara Tao dengan semangatnya dia terus memencet bel pintu itu dan menunggu dengan senyuman pada orang yang membukanya nanti.

Mereka bertiga nggak tahu aja kalau orang-orang yang tinggal dirumah ini alergi bel pintu, tapi biarpun gitu nggak ada yang pernah nyopot benda itu.

"Eomma, kenapa nggak ada yang bukain. .?" tanya Tao.

"Mungkin mereka sedang tidur atau sedang mandi mungkin. ." jawab Lay tidak tahu musti jawab apa dan dia merasa awkward juga dipanggil eomma secara serius seperti ini, walaupun dia juga dulu sering dipanggil ahjuma oleh Sehun.

Oh ya didalam juga ada Sehun, Lay ingin tahu bagaimana reaksi Sehun saat bertemu dirinya dan bertemu dengan Kris orang yang paling dibenci Sehun.

Didengarnya sepertinya ada orang yang mau keluar dari lift dan ke lantai ini, karena ruangan ini sangat dekat dengan lift.

Setelah lift itu terbuka tampaklah 2 orang sedang membawa barang belanjaan sambil bercakap-cakap santai dan tertawa dengan manisnya, KrisLay dan Tao hanya melihat mereka terus mendekat tanpa memperhatikan depan.

Kris dan Lay langsung tahu mereka itu siapa, Kris mungkin hanya mengenal Luhan sebagai temannya sekalian orang yang disukai bocah jengkelin yang ngaku ponakannya Lay.

Luhan yang melihat langsung berlari mendahului Xiumin,

"Ahjumma. . eh maksudku Lay-hyung. . eh . ada apa kemari, mau jenguk Sehuna ." tanpa sadar Luhan merasa canggung dan tidak tahu harus memanggil apa, kalau dulu saat bersama Sehun mudah memanggilnya ahjumma.

Lay Cuma tersenyum senang, Kris menatapnya dengan bingung dan dia sudah menatap seorang di belakang Luhan. Kris seperti pernah mengenal orang ini, apalagi Tao, kayaknya dia akrab banget sama cowok tembem ini *sekarang udah enggak T_T*.

"Luhannie, nugu?" tanya Xiumin.

"Orang inilah yang sering diceritakan Sehun, dan orang ini juga sering diceritakan Sehun sebagai orang yang paling di-iri-nya. ." jelas Luhan sambil nunjuk Lay dan Kris berurutan.

"Ohh. . ahjumanya Sehun, terus yang satu itu siapa?" tanya Xiumin nunjuk Tao.

"Yaa! Kalian semua ini, pada nggak ada yang mau ngalah. . apa capeknya sih Cuma buka pintu doang. .!" orang yang berada di luar pintu langsung tercekat mendengar suara amukan dari orang paling waras dan paling kalem di rumah ini. Apalagi yang langsung kena dampratnya mereka langsung speechless.

"Sehunna!—"

"Nde H-Hyung. ." Sehun langsung beranjak.

Setelah sehun membuka dia melihat Luhan di depan pintu.

"Huaahhh. . Lulu-gege masa' tadi aku dimarahin sama Kyungsoo-hyung sih.. ." tanpa ragu dan memperhatikan sekitarnya Sehun langsung curhat ajah sama Luhan.

"Sehunna, sudah dibilang berapa kali jangan manja. .!" sahut Xiumin, sehun yang dengar langsung merasa bête dan memperhatikan Xiumin

"Aku tidak man—"

Dan tepat dibelakangnya ada Lay, dan disampingnya ada Kris dan Tao. Daritadi dia tidak sadar kalau ada 5 orang disini.

". .ja"

Efek sinetron, deketin muka, jauhin, deketin muka , jauhin lagi. Setelah itu diam beberapa lama. Lamaaa banget ampek lebaran lewat, ogah deh kelamaan.

"Sehunna, annyeong!" sapa Lay saat Sehun melihat kearahnya.

"Apa? Jangan katakan Sehun itu anak gue juga Lay. .!" kris langsung negative thinking.

"Namsan tower. .a.a.a. . ." gagap Sehun. Tao langsung merasa aneh dengan situasi ini.

Dia asik Lihat Sehun yang kayak ikan itu, mangap-mangap doang kerjaannya.

..00o00…

Mereka bertiga sudah duduk di sofa setelah dipersilahkan Kyungsoo masuk, Lay tidak langsung mengatakan tujuannya sampai dia betemu Suho dulu, tapi dia tahu kalau ada Luhan, Xiumin dan juga Chen. Terlihat Luhan sedang mengamankan Sehun supaya tidak tanya macem-macem sama Lay dan tidak terlalu mengintimidasi Kris.

"Eomma lama banget sih, !" protes Kyungsoo dari luar.

"Kenapa memangnya kalau aku lama hah? Ada masalah!" balas Suho tidak mau kalah. Dan dia segera keluar.

"Ada tamu, ma!"

"Hah, tamu. Nugu?" soalnya jarang banget ada yang mengunjungi rumah mereka.

"Temennya Sehun kayaknya. ."

.

"Kenapa kalian ada disini? Mau apa kalian? Terutama Kau. . . bukankah aku dulu sudah berbaik hati mau membiarkanmu melakukan rencanamu. . lebih tepatnya rencana bodohmu. ."

"Dasar bocah, sebenarnya aku juga malas kesini kalau bukan karena Lay. . "

"Itu sudah selesai Hunna. ." jawab Lay.

"Ahjummaaa! Pasti kau kangen berat sama diriku ya? Kok tahu sih rumahku disini? Terus kenapa dulu kau tidak segera mengembalikanku. .terus Kenapa namsan tower ini ikut-ikutan kemari. .terus—hmphempemhh. . ." dengan aba-aba dari Lay, Tao segera membekap Sehun tentu saja Sehun kalah kekuatan asal kalian tahu saja Tao juga dibalik sikap kalemnya dia adalah yang paling kuat fisiknya dan dia belajar tanpa sepengetahuan mereka semua pada masa dahulu kala.

"Bagus Tao. ." ujar Lay. Lay mulai lagi buat memperhatikan mereka semua secara seksama, ternyata tidak banyak yang berubah dari diri mereka

"Hyung, sebenernya siapa sih mereka? Tuh mereka mulai natapin aku kayak begitu?" narsis Chen yang udah maen nemplok aja di lengan Xiumin.

Jangankan mereka semua, dalam kepala Kris saja sekarang sudah banyak pertanyaan, berada di sekitar orang-orang yang baru kau kenal pasti menimbulkan banyak pertanyaan. Kalau saja dia tidak diperingatkan Lay dari awal supaya tidak banyak tanya pasti dia sekarang sudah nyerocos.

Sementara Tao dia juga masih menunggu komando, tapi dia sudah yakin orang di rumah ini adalah keluarganya sepertinya dia yang paling kecil dan harus memanggil dengan Hyung,

Dia juga penasaran apakah dia punya dongsaeng.

Suho kini sudah kelar mandinya, dengan diiringi Kyungsoo dia keluar dan hendak menemui siapa tamunya, jangan-jangan orang nggak penting yang Cuma mau nagih tagihan bulanan aja.

Setelah sampai di ruangan Cuma terlihat ada anak-anaknya yang lagi mengerubungi sepertinya ada 3 orang.

"Maaf menunggu la. .la. .la. .LAY!"

"Suho-hyung, ,"

...00O00…

"Kris, Tao. . pegang tanganku dan konsentrasi penuh ya?" ujar Suho.

Mereka sudah ada di ruangan khusus, tempat milik Suho sementara Lay ada di luar kerena anak-anaknya pada 'nggandolin' (apa sih? Itu loh yang peluk nggak lepas-lepas).

Yang paling cengeng sih Chen. Xiumin sama Luhan Cuma kangen biasa, Sementara Sehun sedang shock nggak percaya tingkat dewa kalau Lay, ahjumanya itu memang benar ahjumanya secara official*?* emangnya pair doang yang boleh official, keluarga juga boleh dong.

Tadinya pas Sehun diceritai Suho dia lagi-lagi Cuma mangap-mangap kayak nggak ada ekspresi lain.

Terus yang paling nggak bisa dipercaya lainnya adalah namsan tower itu adalah suami ahjumanya, itu artinya dia adalah appanya Luhan-hyung. Garisbawahi kata APPA. Berarti dia selama ini udah nggak sopan ama calon mertua. Dan yang paling utama bisa-bisa si namsan tower itu malah balas dendam dan nggak mau deketin Luhan sama Sehun.

Bisa gawat kalau bener kayak gitu.

"Ahjuma tolong aku! Nggak bisa dipercaya ini pasti semua bohong belaka, . . aku masih tidak mempercayai kalau dia adalah appanya Luhan-ge, maksudku dia, ,—"

Sehun langsung rebutan sama Chen buat pelukin Lay.

"Apa sih ni anak. ." jengkel Xiumin, kalau Chen yang peluk dia sih wajar soalnya Chen yang kangen mamanya, lha ini mama bukan maen peluk-peluk ajah.

"Ntar belain aku ya, kalau aku diapa-apain sama namsan tower yang ngaku-ngaku suaminya ahjuma itu.. . aku nggak mau terpisah dari Luhan-gege nantinya. ."gumamnya nggak jelas, yah tiba-tiba ngomong gitu siapa yang ngarti coba.

"Sehunnie, kamu itu kenapa sih? Tenang ajah lagi kan ada aku juga. . lagi pula appa juga ngerti yang Sehun lakuin itu Cuma buat ngelindungi eomma. ." mendengar Luhan menyebutkan kedua orang tuanya makin membuat Sehun deg-degan.

"Tapi aku nggak nyangka lho, kamu itu krystal terkahir yang sangat disayangi Suho-hyung dan Lulu. Dijaga baik-baik oleh Baekhyun.. kupikir dengan dibesarkan dengan banyak kasih sayang akan membuatmu menjadi lebih manis. ." ujar Lay.

"Aku memang manis. ."

"Semanis aku, kan aku yang ngajarin. ." Baekhyun promo.

"Aku ngikut dong, aku juga ngajarin Sehun. ." Chanyeol ikutan.

"Apaan orang kerjaanmu dari dulu kan Cuma bikin rusuh sama satu lagi selalu bikin susah aku sebagai kakakmu. ." manyun Baekhyun.

Lay tersenyum sekilas.

"Aku kangen banget sama pertengkaran kalian, yah itu bukan sesuatu hal yang bisa dibanggakan. Tapi entah kenapa aku merindukannya. ." ungkap Lay "nggak mau peluk ahjuma nih?" tawar Lay pada Baekyeol.

"Mauu!"

.

"Ehm. ."

Suho, Kris dan Tao sudah keluar dari persemediannya. Dan mereka sudah ingat secara resmi dan nggak perlu dijelasin lagi kecuali soal masalah Kyungsoo dan keadaan Sehun.

"Gimana?" tanya Lay.

"Gege-ahh.. . kupikir aku tidak akan melihat kalian lagi sejak waktu itu.. " Tao peluk ke sembarang orang tapi kenanya ke Baekhyun.

"Ternyata metode Suho lebih baik dalam mengembalikan ingatan dibanding elu. ." gumam Kris.

"Kalian bertiga duduk disana!" perintah Suho dan Kris, Tao dan Lay langsung nurut dan duduk dibawah sementara Suho berdiri. "Dirumah ini, adalah rumah bersih dan dibiasakan memakai bahasa yang nggak alay, jadi bahasa elu-gue dilarang nanti bakal nularin Sehun dan Tao. Dirumah ini pendidikan nomor 1." perintah Suho. Lay, Kris dan Tao langsung mengangguk patuh.

"Kalian sudah lengkap dengan begitu cepatnya, mungkin perasaan kalian sangat kuat. . sementara kami. " ucapan Suho terpotong.

"Kalau dipikir-pikir kalian memang kurang satu jumlahnya. ." tanya Kris.

Kyungsoo daritadi Cuma melongo aja nungguin salah satu dengan baik hati ngejelasin. "Tambah Kyungsoo jadi kurang dua. ." jawab Suho.

"Kenapa dengan Kyungsoo?" tanya Lay yang langsung menatap Kyungsoo, dia biasa ajah nggak ada yang salah sama dia lalu kenapa.

Satu kali lagi penjelasan panjang yang mungkin sudah 'mbelenger' di dengar Kyungsoo. Biasa orang tua kan suka gitu kalo nyeritain tentang anaknya. Kalo ketemu tetangga ini langsung cerita ketemu yang lainnya cerita lagi, ada lagi cerita lagi huhh. Nih ff lama-lama bukan cerita tapi jadi curhatannya author.

"Ceritain dong gimana kamu ketemu mereka dulu, kenapa nggak nunggu aku dulu ntar aku yang jemput. ." ujar Suho.

"Panjang ceritanya, kalo nungguin hyung nanti lama. Sebenernya aku dan Kris itu adalah teman sekelas Sehun udah tahu ceritanya kok, dan saat aku bertemu Tao itu karena ketidaksengajaan dia kabur dan tergeletak di depan rumah Kris dan akhirnya Kris mengasuhnya. ."

"Ntar, kok aku juga inget sesuatu, kayaknya anak waktu itu mirip Tao deh. ."

"Nugu?"

"Dulu aku juga bertemu dengan anak yang tersesat dan mau ke China dia menyelamatkanku terus dia ke makam eommanya yang namanya Zhang Liyin, yang malah kukira kamu maaf ya. Namamu pasaran dan susah sih. ."ucap Suho. Lay sweatdrop.

"Ahh, kok sama sih aku pernah dikira sebagai Zhang Liyin padahal kan bedanya jauh, Zhang Yixing sama Zhang Liyin sama marga doang. Hampir aku dijadiin istrinya tuan Huang kalau aku tetap disana." Mereka berdua ini seleranya orang-orang tua. Suho itu selera sajangnimnya dan Lay selera om-om yang ngaku bapaknya Tao. Tapi kalo om-om itu bapaknya Tao yang sekarang sih nggak pa-pa ikhlas lahir batin mau diapain juga.

"Habis marga Zhang kan sangat common disana. ."

"Emangnya marga Kim nggak common disini?"

Dan mereka menarik satu kesimpulan bahwa anak yang ditemui Suho itu adalah Tao dan Lay mengerti kalau dia dikira istrinya appa Tao yang dulu, karena namanya mirip.

Sementara para emak-emak pada ngerumpi. Tao asik godain Sehun dengan cara pisahin dia dari Luhan. Dan ternyata Baekhyun dan Chanyeol yang menjabat sebagai kakak Sehun malah membela Tao buat ngerjain Sehun. Chen dan Xiumin malah asik lihatin dan ketawa dengan kerasnya. Kris yang lihatin dari jauh Cuma geleng-geleng ajah. Perasaan sebelum ini Tao orangnya agak pendiem apa itu Cuma kamuflase doang. Atau jangan-jangan Baekyeol yang begitu cepatnya mempengaruhinya.

"Karena kami sudah lengkap, maka keluarga kami akan pulang duluan ke exoplanet. Dan kau akan sendirian di bumi Sehunna. ." ujar Tao.

"Enggak, pasti kamu bohong nggak mau. . nggak mau pisah dari Luhan-gege. .huaaa" tangis Sehun makin menjadi.

'Ternyata gue nggak perlu cemburu sama nih anak. Orang dia masih bau kencur gitu nangisan lagi, nyesel dulu gue pernah anggap saingan. .' Komen Kris dalam hati. Nggak bakal dimarahin Suho karena pake elu-gue kan dalem hati siapa yang denger.

"Mangkanya panggil aku hyung, aku ini lebih tua darimu biarpun kita sama-sama maknae. . "

"Nggak mau, orang kita sama kok. .nih orang maksaan ya?" ngeyel Sehun.

"Yaudah aku bakal bawa Luhan-ge dan mama pergi dari sini. .ya kan Chen-hyung, Xiumin-hyung?" Tao meminta persetujuan dan mereka langsung ngangguk. "Iya, apasih yang enggak buat Tao. ." gombal Xiumin.

"Kalian pasti sekongkolan buat pisahin aku iya kan?, aku bakal bawa balik sodaraku yang kurang sebelum kalian pergi tunggu aja. ."

"Ada apa ini, Sehunna?" bukannya jawab pertanyaan Luhan yang baru mau gabung, Sehun langsung nyelonong pergi "Sehun kenapa kok ngambek gitu. ?" tanya Luhan pada seonggok anak bau kencur yang ada disana. Kecuali Xiumin dia udah bau jahe.*tua dong*

Semuanya angkat bahu.

.

Lay dan Suho serta Kris dipanggil diruangan khusus kayaknya ada penampakan dari pimpinan mereka dan selama ini pimpinan itu belum pernah sekalipun memperlihatkan dirinya di depan anak-anak, katanya dia takut kalo disukai anak-anak dia kan loveable, pitnah padahal kalo lihat dia anak-anak pada sawan semua. *peace sajangnim.

Dan ketiga orang itu juga nggak mau menanyakan alasan sebenarnya sajangnim mereka tidak pernah muncul dihadapan anak-anak. nggak kepengen tahu juga.

"Selamat datang kembali Kris dan Lay, sampaikan salamku pada Tao. ." ucapnya sebelum memulai pembicaraan. "Kalian sudah tahu kan maksud kedatangaku kemari?"

"Nggak. ." Suho langsung memotong dengan cepatnya.

"Suho-ya jangan begitu lah. Ntar tambah cantik lho. . "

Huekk

Pengen banget Suho muntah waktu denger itu. Tapi dia diem aja demi keselamatan. Ntar orang itu malah ingat tugasnya buat nyari jodohnya Suho.

"Oke, balik lagi ke tujuan utama. Jadi eike kesini mau bilangin sama yey-yey semua kalo keluarganya Kris dan Lay sudah berhak balik ke exoplanet disana sudah aman dan untuk menghindari pertengkaran dahsyat di abad 20 ini. ."ujarnya ala-ala banci.

Semua langsung kaget dong, belom apa-apa udah ngomong pertengkaran maksudnya apa coba.

"Terus maksud sajangnim itu mereka nggak layak kena serangan tapi kita layak gitu?" tanya Suho retoris.

"Yah mau begimana lagi, kalian musti nemuin krystal kalian yang ilang dulu baru bisa balik. ."

Itulah masalah tersulit suho. dia bahkan tidak tahu apakah krystalnya masih ada di bumi ini. Tapi kenapa orang tua itu masih menyuruh untuk mencarinya. Berarti memang masih ada.

"Itulah masalahnya, kalau aku mendapatkan kembali kristalku itulah awal pertarungan dahsyat itu. ."

Suho agak menjauh dan dia pundung sendirian.

"Oh ya sajangnim. Aku bisa bertemu mereka itu karena bantuan seseorang. Sebenarnya dia orang biasa tapi punya kekuatan seperti kita . .namanya Jongin."

Mendengar Lay menyebut nama itu, Suho langsung mendekat, Jongin . . Jongin orang yang ingin membawa kabur Kyungsoo memberitahu Lay tempat ini dan mempertemukan mereka. Ini tidak bisa dipercaya sebenarnya apa sih maksudnya.

Disatu sisi dia ingin menghancurkan keluarga ini dilain sisi dia malah menyatukan keluarga ini.

"Suho kau sudah merasakannya kan?"

"Hah?"

Suho mendekat dan menerima penjelasan dari sajangnimnya lagi.

"Dia hanya bingung. . dia dipaksa untuk memecah kalian, tapi dalam lubuk hatinya ada ingatan tentang kalian. ."

"Maksud—"

"Ya, jemputlah dia sekarang, apapun konsekuensinya. Apapun yang akan kalian hadapi nanti. ." ujarnya, dia hendak pergi tapi sebelum pergi dia berbalik lagi. "Oh ya sebelum kalian berhadapan dengan mereka latihanlah dulu. . itu saranku sih .. "

.

.

Lay masih kebingungan, dengan apa yang dimaksud ISuman.

"Maksudnya Jongin itu bagian dari kita dan lebih tepatnya dia anakmu Suho-hyung?" tanya Lay.

"Tidak mungkin, ini sulit dipercaya . ." ujar Suho

"Tapi kalau kita datang kesana, dan langsung merebutnya yang katanya dia punya keluarga apa kita bukan termasuk orang jahat?" Kris ikut komentar.

"Tidak, tidak sama sekali karena mereka yang memulai segalanya dan aku yakin pasti mereka mengambilnya ada tujuan khusus supaya kita tidak pernah bersatu. ." yakin Suho. "Dan sesuai perintah, kita mulai latihan untuk mempersiapkan semuanya. ."perintahnya.

"Suho-hyung, yakin?"

"Lay, dalam hidupku aku tidak pernah seyakin ini, terimakasih padamu dan Kris yang sudah bersedia kembali dan pasti kalian mau membantuku, , " jelas Suho.

"Walaupun aku tidak bisa apa-apa, tapi aku akan selalu ada di belakangmu, ,"

"Jangan begitu, kau adalah Healer yang sangat hebat kalo kau minta pendapatku. ."

"Ehm, ehm.. lupa nih disini ada aku. Aku kan fighter terbaik . ." Kris langsung menginterupsi acara sulay dadakan itu.

"Oke besok kita datangi dan ambil jongin dari mereka?" tanya Lay.

"Em em bukan mengambil tapi menjemputnya. ." benar Suho.

Malam hari, ini hari pertama keluarga besar ini dan kamar yang mereka sediakan tidak cukup banyak untuk menampung tambahan dua raksasa dan emaknya koala.

Di dalam kamar dua tempat tidur dijadikan satu supaya cukup.

Dikamar Sehun-Suho. kini ditempati oleh Suho, Xiumin dan Kyungsoo, dikamar ini mereka tidur dengan nyamannya. Dan kamar Chenmin ada Chen, Sehun dan Luhan yang asik ngegandolin Lay. Di kamar Kyungsoo yang Cuma ada satu tempat tidur sebenernya itu dipake Baekhyun tapi karena dia ikut-ikut Chanyeol jadi ikutan tidur di depan tivi bareng Tao sama Kris.

Tiba-tiba Sehun terbangun dari tidurnya dia sudah kalah depakan oleh Chen dan Luhan, masa' iya mereka tidur sambil rebutan Lay. Mereka berdua mah wajar nah Sehun kan punya emak sendiri.

Dia berjalan ke ruang tengah ada 3 raksasa tambah satu upil maksudnya Baekhyun. Yang bergeluntungan nggak jelas di lantai yang udah dilapisin semacam kasur.

Sehun mendekati Tao yang ada paling pojok dia menjongkokkan dirinya agar lebih dekat dengan Tao yang sedang tidur.

"Hyung-ah selamat datang. . " bisiknya di telinga Tao. "Saranghae, wo ai ni men. . "

Sepertinya Sehun mau menyambut Tao tapi dia malu gitu apalagi kalau Taonya ada didekat Kris. Ihh inget image men.

Tao Cuma mulet doang. Habis itu tidur lagi sambil peluk Kris keknya dia kangen ama boneka pandanya yang segede orang itu.

Sehun akhrinya pergi lagi kini dia membuka jendela dan menikmati angin malam yang sebenernya nggak baik untuk kesehatan. "Hyung-ah eodiseoyo. . .?" gumamnya sendiri, mungkin dia bener-bener pengen ketemu hyungnya dan nggak mau dipisah dari Luhan.

Dia mulai berpikir, kalau sampai batas waktu yang ditentukan itu dia tidak bisa membawa Kakaknya pulang, apakah dia akan dibumi selamanya. Sampai waktu menghabiskan umurnya.

"andwae. .andwae. ."

"Sehunna. ."

Seseorang memeluk pinggang Sehun dari belakang, dan tanpa menoleh pun Sehun sudah tahu siapa itu.

Mereka tidak bicara lagi setelah itu. Mereka berdua terdiam dalam posisi seperti itu.

"Hyung nggak akan ninggalin aku dan eomma kan?" tanya Sehun.

"Nggak, tau juga Huna, ,kalo mama-papa mau balik aku juga nggak bisa apa-apa, , kan tujuanku disini untuk bertemu mereka dan sekarang bersama mereka dan kami akan kembali ke kehidupan seperti dahulu kala. ."

"Untuk apa hidup seperti dahulu kala kalau kita bisa mendapatkan hidup yang baru yang lebih enak. ."

PLAKK

"Kenapa kau begitu egois, aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Kau ini kenapa sih?" Luhan berbalik dan menampar Sehun. Dia sedikit merasa bersalah ini kali pertama dia memukul Sehun.

"Aku hanya takut. Setelah aku bersama kalian semua aku akan kehilangan lagi dan merasa kesepian lagi. . aku hanya ingin menjaga kita tetap seperti ini tidak pernah berpisah. .untuk yang kedua kalinya. ." Sehun mulai menangis. Ahh dia memang yang paling cengeng diantara mereka semua.

"Kita masih ada kesempatan untuk bersama dan cara satu-satunya adalah membawa orang yang bernama Jongin itu kembali ke rumahnya bersama kau dan ahjumma. ." ujar Luhan.

"Aku tidak meragukan kalian. Tapi aku meragukan seseorang yang bernama Jongin itu. Dia tidak akan mungkin memilih kita apapun alasan yang kita berikan .."sahutnya, dia mengerti perasaan sebagai anak yang disayang pasti tidak tega untuk meninggalkan keluarganya.

"Kalau begitu berusahalah kebih keras lagi, kalau cara ini tidak berhasil cari cara lainnya yang lebih berhasil. ."

Luhan langsung menarik Sehun. Dia langsung puk-puk pala Sehun.

"Hyung dingin, masuk yuk" tarik paksa Sehun. Padahal Sehun masih asik di ketek Luhan.

"Inget besok kita latihan lho. ." ingat Luhan.

"Arra, arra. ."

.

.

Paginya.

Lay bangun dan menyingkirkan tangannya Chen, dia niatnya mau ke dapur. Berasa tanggung jawab aja musti menghidupi banyak orang. Tapi dia melihat sekelilingnya kenapa Sehun dan Luhan yang kemaren tidur paling anteng sekarang udah nggak ada ajah.

Setelah sampai di dapur dia bertemu Kyungsoo.

"Omo. Kyungsoo-ya. . pagi banget kok udah ada di dapur sih?"

Kyungsoo Cuma tersenyum ajah. Dan dia menceritakan kalau memang selama ini dia tugasnya dan Lay langsung menceramahinya seakan-akan semua orang disini tidak ada yang berguna. Dan entah kenapa Kyungsoo langsung merasa akrab dengan Lay.

Kayaknya mereka nyambung satu sama lain. Dan Kyungsoo langsung merasa comfort dan merasa nggak ada halangan atau merasa canggung karena baru pertama ketemu. Pada dasarnya mereka sama sih. Dan Lay sangat mengerti tentang keadaan Kyungsoo sekarang ini dan dimasa lalu jadi dia memakai cara yang tidak memaksa untuk mengingat semuanya hanya menjalani apa yang ada saja.

"Tahu Hunhan nggak? Bangun tidur udah ngilang ajah?"

"Oh mereka ada di kamarku , ,"

"Padahal kemaren dia tidurnya bareng Chen dan aku lho."

"Mereka mah suka gitu. . suka bangun malem terus pindah tempat. "

Kyungsoo nggak berubah sedikitpun sikapnya masih tetap dia orang yang berhati hangat. Dan berjiwa kuat.

"Hari ini nanti karena kita akan mengambil Jongin jadi perlu tenaga ekstra. ." Lay mengeluarkan beberapa telur yang lebih banyak dari kulkas. Dan Kyungsoo melongo di tempat.

"Mengambil apa?"

Lay langsung menoleh kearah Kyungsoo. Sepertinya tidak ada yang memberitahu Kyungsoo soal ini.

"Kau belum mengetahuinya? "

Kyungsoo menggeleng pelan, "Apa hubungannya sama Jongin?"

.

.

Siang sepertinya jam 11-an semua sudah berkumpul di ruangan khusus yang perpaduan antara dunia nyata dan dunia ghoib, istilahnya itu ruangan virtual lah.

Semua pada latihan dengan pair masing-masing kalau sesuai peta yang ada. dan symbol-simbol mereka itu sebenarnya berhubungan.

Chanyeol dan Kris.

Suho dan Xiumin dalam satu sisi.

Sehun ternyata bareng sama Tao tidak disangka mereka memang melengkapi.

Luhan latihan sendiri, karena dia yang paling kuat disini seharusnya kalau dia berpasangan dialah yang bersama Jongin dan mereka adalah elemen terkuat menurut peta.

Kyungsoo lagi duduk-duduk di pinggiran bareng Lay, harusnya Lay pasangan sama Baekhyun soalnya kekuatan mereka se-type. Tapi Baekhyun malah asik nyantai sendiri, sambil gangguin Chen yang harusnya sama Kyungsoo andaikan Kyungsoo punya kekuatan.

"Jadi ini kekuatan mereka sebenarnya? Ternyata aku memang berbeda. . apa jangan-jangan aku bukan keluarga kalian? Aku merasa lemah dan tidak berdaya" tanya Kyungsoo sebenarnya dia bergumam sendiri tapi karena Lay denger yah dijawab ajah.

"Setidaknya mereka punya dua tujuan untuk melakukan penyerangan ini, satu karena mereka mau mengambil kembali saudaranya, dan yang kedua mengembalikan ingatan dan kekuatanmu , , jadi kamu sabar ya? Dikit lagi kamu akan perfectly masuk di keluarga ini. ." ujar Lay.

"Ahjumma tahu tidak, jikalau aku memiliki kekuatan apa kekuatanku. .?"

"Earthquake, mungkin. ."

"Lalu kekuatanmu?, aku tidak pernah melihatnya sekalipun. .?"

Lay Cuma tersenyum, sambil menggumamkan 'rahasia'

.

.

.

Di kediaman keluarga Onew.

Mereka sedang berkumpul di ruang tengah, dan mereka kemungkinan sedang membahas sepucuk surat yang di temukan Taemin pagi ini di kotak suratnya.

"Jongin-ah kau harus berhati-hati mulai sekarang jangan melakukan hal bodoh lagi. ." nasehat Onew. Dia tahu kalau Jongin membantu orang-orang itu berkumpul.

"Nde, appa. ." ujarnya takut-takut karena dia pernah melawan appanya sendiri karena membela musuhnya.

"Kalau sekali lagi kau membela mereka. Kau keluar dari keluarga ini. Kalau kau keluar itu artinya tidak akan ada lagi yang membelamu dan kau sendirian. ." ujar Minho.

Surat yang ada pada mereka adalah surat tantangan dari seseorang yang menunggu mereka di tanah lapang dan berniat merebut Jongin dari mereka. Dan mereka sudah tahu siapa itu. Satu-satunya orang yang berani melawan orang yang punya kekuatan adalah orang yang punya kekuatan jua.

"Bukan saatnya untuk menyalahkan Jongin tapi yang harus kita rencakan adalah bagaimana menghadapi mereka setelah ini. ." Key datang untuk menengahi dan menenangkan Jongin.

Karena mereka sudah merencanakan ini sejak lama jadi, mereka tidak perlu lagi siasat atau apapun itu tentu saja tanpa sepengetahuan Jongin, dan mereka berpura-pura di depan Jongin.

"Aku sudah pernah berhadapan dengan mereka sekali, dan sepertinya aku tahu bagaimana mengalahkan mereka. ." ujar Minho.

"Jongin kau siap untuk sembunyi atau siap menghadapi mereka?"

"Hadapi mereka. .tapi tidak dengan dua orang. .".

.

Di sebuah tanah lapang.

Hari yang dinantikan sekaligus ditakutkan itupun datang juga. Seberapa besarpun mereka tidak menginginkan pertempuran ini terjadi.

Mereka sudah berhadapan disisi kanan ada 5 orang dan disisi kiri ada 8 orang. .sementara 3 lainnya karena mereka bukan fighter jadi mereka bersiap di posisi belakang.

Lay, Kyungsoo dan Baekhyun.

Sebenaarnya Lay ingin sekali ikut bertarung karena dia juga adalah anggota keluarga mereka tapi Kris sejak tadi menghalanginya.

"Kau diam dan tunggu disini?"

"Diam dan menunggu selama kalian bertarung habis-habisan. . tidak bisa. eomma macam apa aku ini. . atau kau mau sok kuat sendiri mentang-mentang kau fighter. ." Lay masih tidak terima.

"Aku tidak akan kuat menghadapi ini. ." gumam Kris.

"Kalau begitu biarkan aku membantumu. ."

"Tidak kau disini saja. Aku takut ."

"Kris, aku mohon. ."

"AKU TAKUT KEHILANGANMU. . ."

Kris menangkan Lay dia membingkai wajah Lay dengan kedua tangan gedenya itu.

"Aku tidak akan kuat kalau sampai kehilanganmu. . aku terlalu takut, jadi tolong tunggulah disini . ." setelah itu Kris pergi dan berada di samping Suho, meninggalkan Lay, Baekhyun dan Kyungsoo.

.

"Kalian yang mengirim surat ini. .?" tanya Key dan segera melemparnya ke tanah. Sehun langsung berbisik ke Luhan "Emang kapan kita kirim surat begituan?" tanyanya, Luhan Cuma menggeleng.

Sebenarnya Suho tidak tega kalau harus mengikut sertakan Sehun yang belum pernah dilatih khusus itu. Tapi karena dia sudah yakin dan janji makanya dia bisa ikut. dan karena Sehun juga adalah salah seorang fighter yang bisa diandalkan.

"Tidak penting yang mengirim surat itu siapa, yang paling penting saat ini adalah penjelasan kalian. . kita bisa saja menghindari pertempuran ini kalau kalian dengan damai mau menjelaskan semuanya dan mengembalikan kepada kami apa yang menjadi hak kami . ." ujar Suho, dia pemimpinnya karena dia yang tahu permasalahannya.

"Maksudmu apa? kalau dilihat posisi sekarang bukannya pihak yang jahat itu kalian. . kami sudah merawatnya sejak kecil. . jadi wajar dong kalau dia itu menjadi anak kami. . sedangkan kalian... apa yang kalian lakukan untuknya . ." Key tidak kalah tegarnya dengan Suho, dia berjalan mendekati Suho "Kau, apa yang sudah kau berikan padanya, hanya kebencian dan rasa ingin memusuhinya. . dan kami harus memberikan Kai pada orang sepertimu, , tidak mungkin . "lanjutnya.

"Kau, yang membuatku melakukannya .."

"Kalian orang yang punya kekuatan, tahu apa kalian tentang kami orang-orang yang lahir biasa tapi sangat menginginkan kekuatan itu . ."

"Kalian semua yang membuatnya membenci kami dan membuatku membencinya, iya itu rencana kalian. . "key cuma tersenyum, karena dia tahu hari ini akan datang dan dia sudah mempersiapkannya lebih lama dari siapapun.

Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Suho. "Kita lihat siapa yang akan dipilihnya, aku atau kau?" tantangnya.

"Tapi setelah pertempuran ini berakhir. . dan kami akan menyegel kekuatan palsu kalian . .setelah itu biarkan dia memilih tapi kau tidak boleh mempengaruhinya " peringat Suho.

"Oke fine.. kau berhadapan denganku, yang lainnya berpencar. ." perintah Key dan sesuai rencana mereka langsung terpisah.

Onew diikuti Luhan dan Sehun,

"Luhan-ah, tolong kau jaga Sehun. ."

Sebelum mereka pergi Suho sempet titip pesan pada Luhan, dan Luhan mengangguk mantap.

Jonghyun diikuti Kris, Chanyeol dan Tao. Minho diikuti Xiumin dan Chen.

Di lini belakang *kayak sepak bola* 3 orang yang merasa dirinya tidak berguna cuma melihat dan mengamati ini semua di tempat yang aman. dan yang mereka herankan adalah mereka tidak melihat Jongin sedikitpun.

"Ahjumma, apa kalian yakin melakukan ini semua? aku merasa ada yang janggal. ." ucap D.O

Baekhyun lagi mainin tanah terus digambar, diapus, digambar lagi diapus lagi, saking nganggurnya. "Apa tidak ada yang bisa kita lakukan?" tanyanya.

"Kai sudah janji padaku dia akan mengembalikan simbolku setelah aku mengikuti rencananya, , tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi sejak penyerangan pertama itu. ." jelas D.O.

"Kau berhubungan dengannya?"

"Yah apa salahnya sih kalau berteman. ."

"Mulai sekarang dia adalah adikmu bukan temanmu, dan apa kau tidak janggal kenapa dia sampai memiliki simbolmu apa hubungannya dengamu, apa kau tidak pernah menanyakannya. . sebenarnya simbolnya dan simbolmu itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan dia adalah keluarga kita. ."

"Kalian lagi ngomongin apa sih? serius amat?" Tanya Baekhyun mulai bosan dia sama pekerjaan nggak jelasnya.

"Kalau hari ini kalian tidak berhasil, kami akan tetap pulang. .pimpinan hanya memberi waktu sampai tengah malam ini. ."

"Ambil dia sekarang atau tidak sama sekali, ,"

"Tapi masalahnya dia dimana? Dari tadi tidak menampakkan batang hidungnya supaya kita tahu siapa yang lebih didukungnya kita atau mereka. ." lanjut Baekhyun.

"Tidak ada alasan baginya untuk berada di keluarga kita, baginya kita adalah orang asing. . sebesar apapun kau menganggap sesuatu tapi kalau kau tidak pernah merealisasikannya orang lain tidak akan punya anggapan sepertimu . . " jelas Kyungsoo.

"Lalu bagaimana cara kita kembali kalau dia tidak sedikitpun ada feel sama kita, kita selamanya di bumi Cuma ber-lima gitu. . tanpa keluarga ahjumma, tanpa Tao. Tanpa Chen, , tanpa Lulu dan umin-hyung? . ." tanya Baekhyun, sepertinya dia melupakan seseorang di keluarga Lay.

.

Kembali ke arena pertempuran.

"Kita bertemu lagi , , yo!" sapa Jonghyun pada Chanyeol, karena dia mengingat wajahnya dan kekuatan dahsyatnya. "sayangnya aku sudah mempelajari tentang kekuaatan hebatmu kemarin. . phoenixmu dan nagamu aku sudah mempelajari semuanya. Kalau salah satunya kau gunakan maka pertahananmu melemah kau tidak bisa menggunakan keduanya . ."

/ingat pertarungan di chap-chap sebelumnya./

Chanyeol Cuma tersenyum, sepertinya dia punya ace karena kesalahpahaman orang dihadapannya yang satu ini, tapi dia tidak bisa expelled kekuatannya karena yang bisa Cuma seorang healer dan shiner saja, yang bisa dia lakukan Cuma melumpuhkannya sehingga tidak akan ada perlawanan.

"Tapi sayang kita tidak bisa melakukan duel tunggal karena kau membawa orang-orang itu . ."

"Tidak penting, yang terpenting adalah hasil pertarungan ini. . "

"Sok kau. . kau ingin mengambil Kai kan, sebenarnya kami tidak terlalu membutuhkannya, tapi karena tidak ada orang lain jadi dia yang kami gunakan. . " ujarnya. "Tapi kami tidak akan memberikannya kalian karena dia masih punya kekuatan. ."

"Kurang ajar kalian, menggunakan adikku dengan cara picik kalian, , jangan berpura-pura lagi katakan dimana dia dan jelaskan padanya yang sesungguhnya. ."

"Yakin sekali kalau dia akan memilih kalian, yang berpura-pura dari dulu itu kalian bukannya kami. . aku tidak pernah berpura-pura dihadapannya, aku selalu menunjukkan kebencianku padanya dan pada kalian. ." Jonghyun mulai bersiap-siap mengeluarkan kekuatannya.

"Oh ya soal pengamatanmu itu, kurasa kau harus belajar lebih banyak lagi dan tidak menyimpulkan sesuatu hanya karena kau melihatnya sekali. . karena kesimpulan itu hasil dari beberapa pengamatan. ."Chanyeol mulai maju dan menyerang Jonghyun. Tapi Jonghyun masih menangkisnya.

Jonghyun hendak menghentikan waktu, tapi waktu itu kembali berputar lagi, dan dia mengamati kedua orang yang ada disamping kanan kiri Chanyeol, pasti salah satu dari mereka ada time control asli. Dan kalau benar dia tidak akan bisa mengalahkannya dengan mudah apalagi ditambah dua orang yang sepertinya juga kuat.

"Sial. ."

Sudah dipastikan dia kalah jumlah dan kalah telak, tapi dia masih punya kartu As mereka , siapa lagi kalau bukan Kai.

.

.

Keadaan HanHun yang sedang bertempur melawan Onew, mereka lebih damai maksudnya mereka tidak terlalu menggunkan kekerasan, karena baik Luhan maupun Onew adalah pengendali pikiran, walaupun yang asli adalah Luhan.

Mereka diam dan dalam keadaan konsentrasi tapi siapa yang tahu dibalik diamnya mereka, efek penghancur yang paling berpengaruh adalah mereka. Karena mereka saling berkonsentrasi untuk saling menghancurkan pikiran lawannya.

Sedikit saja mereka lengah, pikiran mereka rusak dan tidak akan bertahan lama, mereka tahu ini bahaya tapi inilah cara mereka untuk mempertahankan diri.

Luhan terus memperkuat pikirannya dengan cara terus memikirkan keluarganya, dan keluarga Sehun dia terus memikirkan mereka pasti akan bisa bersama dan kembali ke tempat asal mereka dengan damai.

Sehun Cuma menyemangati Luhan dari belakang dan tidak membiarkan konsentrasi Luhan terganggu oleh apapun.

"Hyung, bertahanlah aku dibelakangmu dan tidak akan meninggalkanmu. ." bisik Sehun.

Sehun tahu kalau yang dilakukan hyungnya itu sangat bahaya dan bisa merenggut kekuatannya bahkan nyawanya. Dan dia lebih takut kalau ditinggal Luhan selamanya dari pada menang di pertarungan ini.

Sementara Luhan terus menahan sakitnya, entah kenapa Sehun seperti merasakan sakit itu. Dia tidak kuat kalau melihat Hyung yang paling menyayanginya, Hyung yang paling ingin ditemuinya semenjak dia keluar harus melindunginya dengan taruhan nyawanya.

"Aku tidak perduli kalaupun aku harus hidup disini sendirian .. setidaknya aku punya eomma. . tapi hyung harus janji padaku malam ini kau harus pulang apapun yang terjadi dengan atau tanpa aku. . aku tidak minta hyung menang tapi aku minta hyung harus tetap hidup untuk terus mengawasiku. . "

"Sehunna, percaya sama hyung aja ya?" Luhan senyum sebentar lalu menggunakan setengah kekuatannya untuk bikin Sehun pingsan.

"Itu lebih baik, dia tidak akan mengganggu urusan kita. .dan tidak akan melihat kematian mengenaskanmu " ucap Onew sarkastik.

.

.

Xiumin dan Chen Menghadang minho, mereka sama sama adalah fighter jadi tidak masalah, mereka sama-sama kuat.

"Menang jumlah tidak akan berarti apa-apa jikalau kau tidak berguna. ." tantang Minho.

Chen terus mengeluarkan petirnya tapi Minho selalu berhasil menangkis dengan pedangnya.

"Dan targetku adalah Kau. ." Minho menghunuskan pedangnya pada Chen.

Sebenarnya dia memang ingin beraksi, tapi dia sadar diri kalau harus melawan orang yang paling kuat di group lawan mereka. Dia tidak mengharapkan ini terjadi.

Tapi sepertinya keadaan dan dewi fortuna saat ini sedang mendukung Chen, berkali-kali dia berhasil menyerang Minho. Tapi tidak sampai membunuhnya.

"Kenapa kau tidak membunuhku saja,. Dasar lemah"

"Cih, aku tidak diajarkan untuk membunuh orang. ."

"Tapi saat ini kau harus memilih. . membunuh. .atau . .dibunuh. ." Minho menyeringai.

Sementara Chen terus bertarung, Xiumin merasakan ada yang aneh dia melihat sekeliling sepertinya ada yang aneh, atau mungkin ada yang kurang bukan hanya tentang tidak munculnya Kai tapi pas mereka datang tadi ber 5 tapi sekarang Cuma 4 orang, kemana orang itu.

Dia melihat ke arah Suho yang agak dekat dari arahnya, dia bersama orang yang sepertinya sama posisi dengan Suho dalam keluarga.

"Dimana Kai?"

"Tidak perlu kau tanyakan pasti sebentar lagi dia keluar dan akan menyerangmu. . seperti yang pernah kau lakukan sebelumnya. ." ujar Key.

"Kau sepertinya tidak memiliki kekuatan, lalu dengan apa kau akan melawanku?"

"Aku memang tidak punya, tapi anakmu punya . ." Key langsung mengeluarkan benda mengkilat dari tangannya, sebuah kalung dan symbol milik Kyungsoo. "Aku yakin kau tidak akan bisa mengalahkan symbol ini. ."

"Kembalikan itu bukan milikmu. ."

"Ini juga bukan milikmu. . ."

Key langsung memakainya dan mencoba kekuatannya. Dan seketika itu juga tanah disekitar sana bergetar seperti gempa, semua orang merasakannya, termasuk Lay.

"Ada apa ini?" Lay melindungi Kyungsoo. Bagaimana mungkin orang lain bisa memakai symbol mereka, bukannya kalau symbol itu dipegang orang lain hanya akan menjadi barang biasa dan tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan sedikitpun.

"Aku rasa mereka dari awalpun memiliki kekuatan tersendiri yang tidak mereka sadari. ." komen Baekhyun.

.

.

Keadaan mereka hampir sama-sama imbang, apalagi keluarga Suho masih punya 3 orang dibelakang yang siap membantu mereka memperkuat kekuatan mereka.

Semuanya berubah saat Kai datang bersama Taemin.

Semua tatapan tertuju pada mereka, tapi Minho sepertinya tidak tertarik. Dan dia memanfaatkan kelemahan Chen dan langsung menusukkan pedangnya tepat di perut Chen.

"Arggghh.. ." erang Chen.

"Sudah kuberi pilihan, membunuh atau dibunuh. .sayang sekali kau memilih dibunuh. ."

Xiumin langsung membelalakkan matanya, dia shock pandangannya kosong melihat adiknya terjatuh bersimbah darah, seketika itu juga dia tidak bisa berpikir jernih dan gilirannya dia yang ingin membunuh orang yang dihadapannya ini.

Dan ditangan kanannya entah darimana muncul pedang, dan di belakangnya ada banyak bongkahan es.

/ingat kekuatannya Hitsugaya di Bleach/

.

Kai berjalan mendekati Suho-Key, matanya masih biasa tanpa ekspressi dan dibelakangnya sudah ada Taemin.

Dan dia langsung ada di sisi kiri Key sementara Taemin disisi kanannya, mereka bertiga sepertinya akan melawan Suho.

"Orang yang kalian perjuangkan, sekarang berbalik melawan kalian. . lalu untuk apa kalian susah-susah melawan kami kalau sudah tahu hasil pastinya. ." ujar Key, dia maju mendekati Suho. karena tidak mau Suho sendirian Lay yang tidak memiliki kekuatan pun maju untuk mendampingi Suho begitu pun dengan Kyungsoo. sekarang jadi 3 lawan 3.

"Kai. ." panggil Kyungsoo.

Lay menatap mereka satu persatu, orang yang memakai kekuatan Kyungsoo tadi adalah orang dihadapannya kini.

"Jongin-ah. ."

Kai tidak mengubah ekspresinya sedikitpun sepertinya dia yakin kalau dia harus ada disisi Key, tapi tadi dia sudah bilang akan melawan mereka tapi tidak dengan dua orang. . dua orang itu adalah Kyungsoo orang yang sudah dianggap hyungnya dan satunya lagi adalah Lay, orang yang pernah menyelamatkan nyawanya. tapi kalau seperti ini. .

Dia dihadapkan pada pilihan sulit, antara keluarganya dan orang-orang yang perduli padanya.

Dia mengingat kemarin pernah bertemu dengan Suho dan dia sudah tidak menunjukkan kebencian padanya lagi, tatapannya bukan seperti yang waktu itu melainkan tatapan sayang kepada orang yang lebih muda darimu, , atau mungkin rasa sayang terhadap anaknya. .Kai menggelengkan kepalanya, menangkis pikiran-pikiran itu.

Tapi semua kejadian selama ini yang menimpanya membuatnya berpikir secara jernih. kalau dia memang berbeda dengan Key dan yang lainnya dan dia malah menemukan persamaan dengan keluarganya Kyungsoo.

Kris yang tanpa sadar melihat Lay ada di barisan depan, langsung terkejut dan mendatanginya.

"Lay. . tolong kau itu anggota terpenting kalau kau terluka bagaimana yang lainnya siapa yang menyembuhkanmu? " Tarik Kris,dia meninggalkan Tao dan Chanyeol.

"Ahjumma tolong Chen dia. ." Baekhyun ikut menyusul.

Akhirnya Lay menuju Baekhyun dan menghampiri Chen.

Kini Kai berhadapan dengan Kris, mungkin itu akan mudah untuknya karena dia tidak pernah ada kontak dengan Kris.

Kris akhirnya melihat untuk yang pertama kalinya orang yang selama ini mereka omongkan, orang yang akan mereka bawa pulang dan sebagai keponakannya.

.

.

.

"Eomma maafkan aku. ."

.

.

.tbc.

Oke ini aneh dan makin aneh, nyadar dari awal emang aneh, , kemungkinan sampe 20 pas chapnya. .makasih yang udah mau nungguin udah 3 bulan lebih saya telantarin. .ada yang mau nunggu pun itu saya udah sujud syukur. ..

/kayaknya waktu sebentar menurut saya itu adalah ber minggu-minggu/

yang udah banyak ngingetin saya buat apdet juga mak asih banyak . . *kissbye*

kalau ada yang kurang sreg silahkan komen. . kalau ada yang merasa aneh ya silahkan komen. . .makasih. . 100000xxxxx

udah ditunggu lama-lama dan hasilnya nggak memuaskan *todong author*,

saya lagi sebeeel banget, , , curhat dikit ah. .

jadi gini ceritanya, tgl 25 kemaren cerita ini udah selese. . niatnya mau langsung apdet tapi nungguin hal special jadi nunggu tgl 26. .tapi apa daya, ketika saya mau buka. . jebret. . 'maaf sementara anda tidak bisa menggunakan layanan internet' . . apaaa?. .oke intinya modem pulsanya lagi abis. . nggak nyerah dong akunya, tgl 27 ke warnet setempat. . srett asik buka yutub dll. .pas mau login ffn. . eh nggak bisa-bisa dan sampe time gue habis. . dan akhirnya akunya sabar nungguin sampai sekarang ini .. bukannya saya menyalahi janji. . yang udah terlanjur saya janjiin. . jadi berasa saya PHP-in. . maaaaappppp. . ada sesuatu yang kita rencanain tapi terselenggaranya . . who knows . .

maap juga yah. .

ntar lagi udah mau puasa . . sekalian aja. . saya berharap semoga bisa mengendingi dengan cepat dan nggak dalam keadaan ngelindur dan nulis yang enggak-enggak. . .

makasih yang mau menyempatkan baca. .

SARANGHAEYOOO. .