Chapter 19 A
Menurut pengamatanku ini masih chap 19 dan because 19 is my favorite number so i purpose to make it special at least for me.
.
.
"Eomma maafkan aku. . "
.
.
Semua pandangan langsung menatap pada Kai, tidak terkecuali Key. dengan gerakan begitu cepat Kai langsung melepas kalung yang dipakai Key tadi dan melemparkannya pada lawannya tepatnya ke arah Kyungsoo.
"Kai. ."
"Jongin-ah. ."
"sudah kubilang tidak dengan dua orang kan? jadi mohon maafkan aku. ."
.
Minho sudah tahu hal ini akan terjadi setelah menusuk Chen dia langsung menghampiri eommanya dan bersiap menyerang Kai.
"Kau memang brengsek Kim Jongin. ."
"Cih, ingatannya mulai kembali. . " Jonghyun langsug pergi meninggalkan Chanyeol dan Tao.
Dan Lay langsung menghampiri Chen takut terjadi kenapa-kenapa.
"Sayang kamu nggak apa-apa kan?" Lay membangkitkan kepala Chen dan memangkunya.
"Eomma, sakit. ."
"Nde. . sabar ya eomma disini untuk nyembuhin Chen .."
Lay mulai menyembuhkan Chen sedikit demi sedikit dan Baekhyun mulai menenangkan Xiumin. Tidak ada yang baik kalau semuanya berlebihan dan Xiumin memaksakan kekuatan yang seharusnya tidak ia gunakan keluar.
"Kalau aku sembuh apakah eomma akan baik-baik saja, apakah rasa sakit ini tidak berpindah ke eomma. .?"
"Sudah jangan banyak bergerak dan jangan banyak bicara lukanya jadi sukar menutup kan?"
.
.
Kyungsoo terus menggenggam kalung itu, dan dia melihat kearah Kai dengan perasaan bercampur baur.
Kai's POV
Harusnya aku sadar kalau cinta itu tidak akan pernah hadir dalam hidupku, cinta yang selama ini selalu kunantikan cinta yang terbayang datang sangat hangat dan memberikan kenyamanan serta perlindungan, Cinta yang seperti itu tidak akan pernah menjadi milikku.
Apakah aku dilahirkan disini hanya untuk merasakan kesendirian dan kekosongan belaka dan dengan bayang-bayang cinta semu dari sosok yang selama ini kuharapkan memberikan cintanya untukku tapi yang mereka berikan hanya cinta palsu dan kepura-puraan.
Aku mulai sadar saat ada orang lain dengan sangat lembut tersenyum padaku orang yang dahulu pernah hampir kubunuh dan dia tersenyum padaku. Apakah itu cinta sesungguhnya atau itu Cinta semu lainnya.
Kalau aku diciptakan untuk merasakan kesendirian ini lalu untuk apa aku diciptakan. Ijinkan aku memilih tidak pernah ada kalau aku tahu harus seperti ini.
Apakah berat memiliki keluarga yang bisa menjagaku? apakah berat untuk mendapatkan cinta mereka? Apa karena aku berbeda sehingga Cinta itu berbeda pula.? Salahkan jika aku menginginkan orang lain meyayangiku? Tidak bisakah aku merasakan Cinta itu walau sebentar saja . . Apapun perlakuan kalian padaku aku akan tetap sayang kalian.
Kuharap kalian mengerti akan keinginan kecilku ini.
"Kau itu bukan anggota kami. . berterima kasihlah pada Taemin dia yang membuat kami semua tetap mempertahankanmu. ."
Kata-kata Jonghyun-hyung masih tetap kuingat sampai sekarang, sejak saat itu aku sadar kalau aku berbeda tapi aku selalu menutup diri dari perbedaan itu. Karena eomma dan Taemin-hyung yang membuatku merasa bagian dari mereka tapi tidak disangka mereka berdua lah yang memanfaatkan aku.
Sampai suatu saat aku bertemu dengan orang-orang yang berhati emas ini. Mereka memang keras padaku tapi itu karena aku yang memaksa mereka untuk keras.
Aku pernah bilang kalau aku sangat suka orang yang putus asa dan ingin segera mengahiri hidupnya. tapi sebenarnya itu aku sedang membicarakan diriku sendiri. anak yang putus asa dan ingin mengahiri hidupnya itu AKU . . .
Aku hanya seorang yang bingung tentang darimana aku berasal dan untuk apa aku ada disini kalau sebenarnya keberadaanku tidak diinginkan sehingga membuat keluarga asliku membuangku lalu mengapa aku ada.
Aku terus terdiam dan memperhatikan orang-orang yang bertarung demi memperebutkan aku, tapi hasil akhirnya kan aku yang menentukan kenapa harus sampai bertempur segala. .
Kalau mereka berdua menginginkan aku dan aku tidak bisa memilih keduanya. . maka pilihanku adalah hidup sendiri. . .
Maafkan aku
Kai's POV end
"Kai apa yang kau lakukan, kau sudah janji tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Key dia mulai marah. karena dia memang menginginkan kekuatan itu untuk mereka dan membalas dendam pada keluarga yang membuatnya sangat iri. "Tapi apa yang kau lakukan sekarang kau menghianati kami dan memilih mereka. .?" lanjutnya.
"Aku tidak pernah menghianati kalian karena aku tidak pernah memilih mereka. . ." Angin segar yang sempat menghampiri Suho kini rasanya berganti dengan angin panas yang membawa banyak debu dan membuatnya kelilipan *?*. ternyata memang benar tidak ada alasan untuk Jongin untuk memilihnya.
Kyungsoo terus melihat dalam diam dan berpikir. Dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang, simbolnya sudah berada di tangannya.
Tapi Minho sudah maju duluan dan mulai menyerang Kai, dia memang orang yang tidak pernah ragu dalam melakukan apapun, kalau dia suka seseorang dia akan bersamanya tapi kalau dia membenci orang itu, tidak akan lama pasti dia akan menghabisinya.
"Biar aku saja yang mengurusnya kalian mengurus sisanya . ."
Minho menarik Kai dari kerumunan orang itu.
.
Chen terus memegang tangan Lay erat-erat awalnya memang sangat sakit dan perih hampir rasanya dia nggak bisa bertahan lagi tapi lama-kelamaan rasa itu menghilang.
Onew terus memperhatikan kedua orang itu. dia menyeringai tatapannya terpaku pada Lay sepertinya dia kagum akan kekuatan healer.
"Kau. . .
. .seorang healer. ."
Setelah berhasil mengobati Chen, Lay dikagetkan dengan kedatangan Onew yang tiba-tiba ada di belakangnya entah sejak kapan.
"Kau orang yang menyelamatkan Kai waktu itu, jadi Kau orang yang terpenting untuknya. ."
"Bukan. . kau salah bukan aku orangnya. ."
"Tapi aku sangat yakin itu Kau, , Bolehkah aku bertanya sesuatu. . "
Lay diam tidak menjawab.
"Aku anggap itu ya. ." lanjut Onew "Bagaimana jika KAU yang seorang Healer yang tidak bisa bertarung dan mendapatkan luka? siapakah orang lain yang menyembuhkanmu? atau kau menyembuhkan dirimu sendiri. . atauu. . kau akan SEKARAT . .?"
Karena merasa dirinya dalam bahaya Lay langsung mundur beberapa langkah, tapi di depannya sudah ada Chen dan Umin yang siap menghalaunya.
"Tenang saja eomma. ada kami yang akan melindungimu. ."
Tidak lama setelah mengucapkan itu kesadaran mereka mulai menghilang dan akhirnya mereka berdua ambruk.
Setidaknya Lay tidak perlu khawatir akan anak-anaknya. Lay maju kedepan dia tidak tahu apa yang akan menimpanya tapi dia juga ingin sekali ada di barisan depan.
"Sepertinya kau dalam keadaan senang hari ini? Karena kau sudah bertemu seluruh keluargamu?"
"Bukan hanya itu tapi, aku bisa melihat kalian lagi setelah sekian lama dan memastikan kalian baik-baik saja adalah hal yang membuatku bahagia juga. ." ujar Lay.
Onew menaikkan alisnya dia tidak begitu paham apa yang dimaksud orang ini.
"Kau Orang yang kutemui terakhir kali di planet kami, aku melihat jelas wajahmu waktu itu kau dan ke-empat keluargamu. .dan Kai bukan milikmu. ." lanjut Lay.
"Kau sudah mengingat semuanya ya? Termasuk saat itu juga. .? saat-saat dimana kalian terpisah dan kita hanya menunggu sampai kalian turun dibumi dan meninggalkan Kristal kalian, tapi sayang anak polos itu malah membawanya dan ingatannya sudah kami hilangkan dan segera kami jauhkan dia dari Kai . ."
"Kalian hilangkan ingatannya?"
"Ya, walaupun dia sudah memiliki kristalnya tapi dia tidak akan ingat apapun. . jadi apapun yang kalian lakukan sekarang percuma saja. ." jelas Onew."Saat Jongin membawanya ke rumah, aku sudah menyelidikinya. . dan sudah kuhapus ingatannya. .".
Jangan pernah remehkan Onew, karena otak adalah CPU manusia maka itulah bagian terpenting dan terfatal lah kalau terkena sesuatu,Dan Onew menggunakan itu bukan untuk berpikir saja tapi juga bagaimana cara sudden attack.
Onew mengeluarkan pisau kecil dari sakunya, dan dengan sekali tebas karena pikiran Lay yang mudah kacau itu akhirnya Lay jatuh bersimbah darah, dan dia tergeletak diantara Chen dan Xiumin. Setidaknya dia masih menjalankan tugasnya dan tidak pernah meninggalkan anak-anaknya lagi. Dia sempat mengelus kedua rambut anaknya itu, dan setelah itu dia kehilangan kesadaran.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA MEREKA HAH?!"
Ada seekor naga yang mendekati Onew, dia memang kalah jumlah kalau seperti itu. tapi dia juga sedang mencari jalan keluar tapi kok rasanya dia tidak bisa lari dari pertempuran fisik kali ini.
"Lay. . gwenchana? Yixing-ah . . jawab aku. ."
Kris meninggalkan Suho dan Kyungsoo, Ketakutannya sungguh terjadi. Sudah diperingatkan Lay tidak boleh ada di depan, sekarang apa akibatnya, Lay memang orang yang keras kepala kalau menyangkut keluarganya.
"Yixing-ah. .Chen, Min-ah"
Luhan yang baru menyadarkan Sehun kembali sekarang menghampiri Appanya yang sedang menggenggam keluarganya yang tidak sadarkan diri dan keadaan eommanya yang paling parah, kalau Chen Min hanya pingsan biasa.
"Eommma. . . eommma. . Min. .Chen ah. ." Luhan memeriksa semuanya dan dia langsung memicingkan matanya ke Onew dia tahu pasti ini semua kerjaan dia.
"Appa, Bolehkah aku membunuh seseorang. .? "
"Kalau dia mungkin tidak masalah, anakku. ."
Kris dan Luhan dalam posisi siap untuk membunuh orang di depannya, mereka sudah tidak ingat lagi peraturan yang tadi diberikan mereka sudah buta karena orang yang terpenting di keluarga mereka telah disakiti dan bahkan mereka tidak tahu siapa yang bisa menyembuhkan penyembuh seperti dia.
Yixing cuma terbaring dan memeluk ke dua putranya seakan walaupun dia tidak bisa diselamatkan dia tidak ingin terpisah lagi.
.
Pertarungan Kai dan Minho.
Tanpa mereka sadari ternyata Sehun yang tadi cuma berpura-pura pingsan kini menyaksikan orang yang diyakini sebagai anggota keluarganya yang sekarang masih dalam keadaan bimbang itu, dia ingin sekali membantunya tapi apa yang musti Sehun lakukan, bahkan dia nggak pernah tahu apa yang Jongin pikirkan.
"Kau meragukan kami, dan kau sudah janji tidak akan meninggalkan eomma. tapi apa yang kau lakukan sekarang kau menyakitinya. ." Minho sudah pasang kuda-kuda pedangnya kini sudah menunjukkan mangsa selanjutnya, dan mangsanya adalah Kai.
"Setidaknya aku tidak akan lebih dari ini menyakiti mereka. ." Kai masih tetap kukuh dengan pendiriannya, daripada dia dibingungkan dengan hal yang rumit seperti itu mendingan dia tidak pernah masuk dalam masalah ini.
DIsebelah sana, Suho tampak sedang menenangkan Key yang sepertinya melampiaskan seluruh amukannya pada orang yang ada dihadapannya, daripada Kai yang kena mendingan Suho saja yang menghadapinya, itu pikirnya.
"Maafkan aku sebelumnya, aku tidak bermaksud melakukan ini jika kau tidak memaksaku. . tapi ini demi keluargaku. . " Suho mulai kuda-kudanya.
"Kau pikir aku tidak melakukannya untuk keluargaku juga…"
"Kalau begitu kenapa kau tidak kembalikan Kai baik-baik dan kita akhiri ini semua. ."
"Kau pikir semudah itu? Pertama tidak ada yang harus dikembalikan Dan bahkan Kai tidak memilihmu. ."
.
Semua terjadi begitu saja tanpa ada yang memikirkan perasaan satu sama lain. Saling bertarung dan menyakiti satu sama lain baik secara langsung maupun fisik. Sampai Kai menghadapi satu kenyataan kalau mereka bertarung untuknya.
Sepertinya ini harus diakhiri tapi dia tidak tahu harus dimulai dari yang mana? apakah menghentikan eommanya dulu, atau langsung pergi ke dunia lain dan tidak pernah menemui mereka lagi.
"SUDAH CUKUUUP. . APAPUN YANG KALIAN LAKUKAN SEKARANG HENTIKAN. .!"
Onew yang dalam keadaan mengenaskan di tangan Kris dan Luhan serta Sehun yang cuma melihat dari jauh saja. Key dan Suho dalam keadaan seimbang, Jonghyun dan Tao juga masih saling berusaha melukai satu sama lain, Chanyeol mencoba menenangkan Baekhyun yang sudah kalang kabut karena sudah tidak ada healer diantara mereka dia mencoba mendekati Lay tapi ditahan Chanyeol karena dia takut Baekhyun juga bernasib sama.
Taemin dia cuma berada disamping Kai dan melihatnya dengan heran, entah apa yang akan dilakukannya kali ini.
Sepertinya Taemin berbeda dia satu-satunya orang paling tulus disini, dia sebenarnya mendukung apapun yang dilakukan Kai apapun pilihannya dia sudah menganggap Jongin atau Kai itu seperti adiknya sendiri siapapun keluarganya Kai.
"Ku mohon, , jika semua terjadi karena aku atau karena apapun itu kumohon hentikan. aku memang menginginkan keluarga yang sebenarnya tapi tidak dengan begini caranya. ." Ujar Kai.
"MINHO HENTIKANNN.. ."
Key berteriak pada Minho yang sedari tadi memang tidak tertarik akan apapun yang mengganggu mereka, dan dia sudah menentukan mangsanya dan sekarang dia bergerak mau menikam Kai yang dari tadi jadi musuhnya.
cleb
Pedang itu menembus tulang rusuknya dan sepertinya mengoyak ususnya, agak ngeri kalau dijabarkan, andaikan ini anime pasti sudah jadi hitam putih dan cuma bayangan saja melihat pedang itu tembus di perutnya.
Saat itu Kai tidak merasakan apapun sakit pun tidak terasa dia cuma kaget saja semua terjadi begitu saja, memori yang tidak pernah dia alami pun terus berputar entah itu memori milik siapa rasanya Kai sangat asing.
Semua yang melihat cuma bisa diam terpatung dan dalam keadaan yang sama, semuanya shock.
"jo. .jo. .JONGIN-AHH. . !" Kyungsoo langsung berlari menangkap Kai yang terjatuh setelah pedang itu dicabut dari punggungnya. "Siapapun kalian, aku tidak akan pernah membiarkan Kai dengan kalian .. "
Mata Kyungsoo mulai memerah dan sepertinya dia tidak sadarkan diri, karena ketenangannya sudah diusik. melihat yang lainnya yang sudah ada yang jatuh dan ada yang terluka dia sudah tidak tahan lagi, dengan gerakan lambat dia memakai kalung yang sudah susah-susah diberikan Kai untuk membelanya, itu lebih dari cukup sebagai bukti kalau setidaknya Kai lebih memilihnya.
/Berasa wolf drama version ini jadinya, cuma yang itu Luhan nah yang ini Kyungsoo, peace SM iloveyou full nggak setengah-setengah/
Dengan kekuatan kemarahan Kyungsoo secepat kilat semua sudah berbalik keadaan dan keluarga Key sudah tidak sadarkan diri, dan kali ini Baekhyun yang bertugas menyegel kekuatan hitam mereka, karena Baekhyun adalah cahayanya. Tau dah dia dapat ilham dari mana, tiba-tiba saja itu keluar di pikirannya.
"Apa yang harus kita lakukan setelah ini?"
prok prok prok.
Saat mereka semua sudah lelah dan tidak tahu lagi mereka harus berbuat apa, tiba-tiba muncullah orang yang selama ini selalu pilih-pilih kalau mau penampakan, siapa lagi kalau bukan sajangnim mereka.
"Selamat aku ucapkan pada kalian, dan senang bertemu kalian anak-anak. . di dunia ini tidak semua orang baik akan terus baik, dan orang buruk tidak selamanya buruk.. maka dari itu kalau kalian bingung biar kami saja yang urus mereka. ." ujar Sooman berbaik hati.
"Lalu masalah kami diurus siapa?" tanya Suho.
"Iya, Lay sudah tidak sadarkan diri. . bagaimana kami bisa mengurus diri sendiri. ." teriak Kris, dia sibuk memangku Lay, sementar Xiumin dipangku Luhan dan Tao mengurus Chen.
"Beristirahatlah sebentar, perintah selanjutnya tunggu saja. ."
Setelah itu dia ngilang seenak dengkulnya lagi.
.
.
.
Dirumah sempit Suho Semuanya sudah kembali ke rumah walau dengan susah payah, ada yang baik-baik saja, ada yang terluka ringan dan dua orang luka berat.
Kyungsoo sedang bersama Suho di ruangan khusus katanya untuk menenangkan Kyungsoo dari amukannya yang tiba-tiba itu.
Diluar Luhan dan Sehun mencoba membangunkan Chen Min dari ketidaksadaran mereka. dan Chen sepertinya belum selesai penyembuhannya dia masih memiliki luka tapi tidak sebegitu parah tidak sampai membuat dia mati. Yang paling parah adalah setelah ini mungkin jiwa mereka bisa terguncang mengetahui eomma mereka yang selama ini mereka tunggu telah. .
Di kamar Kyungsoo, Baekhyun mulai melucuti kaos Kai dan membersihkan lukanya dengan air es, tapi tidak dengan luka tusukan di perutnya, andai saja dia bukan orang yang punya kekuatan pasti sekarang dia sudah sekarat, tapi sekarang dia juga nggak jauh dari kata sekarat sih. Mereka memang berhasil membawa Kai ada di rumah mereka, tapi Kai belum tahu apa-apa, apakah Kai memihak keluarga ini atau tidak.
Chanyeol menyiapkan peralatan dan baju yang lebih layak digunakan.
"Baek, kau yakin bisa menanganinya. ."
"Sepertinya kita butuh dokter bumi.. mereka mungkin bisa membantu, setidaknya untuk menutup luka ini. ."
"Yah, , karena kita tidak punya healer lagi . ."
"Jangan bilang begitu!" Baekhyun menaikkan nadanya, dan memarahi Chanyeol.
"Maafkan aku, ,"
.
Di kamar lain, Ada orang lain yang terluka parah dan cuma bisa terbaring tidak berdaya, dan ada dua orang yang masih mengurus tubuhnya, Orang yang mengurusnya itu Kris dan Tao, dan orang yang sedang terbaring lemah tak berdaya itu adalah Lay, dengan luka tusukan di dadanya itu cukup menyiksa, selain menurunkan kekuatan healernya dia juga kehilangan kesadarannya.
Kris terus menggenggam tangannya, memastikan tangan itu tetap hangat agar dia tidak cemas lagi, sementara Tao sedang menyiapkan antiseptic sambil sesekali terisak karena tidak mampu menahan air matanya yang keluar begitu saja.
"Appa. apa eomma dan hyung-deul baik-baik saja?" tanyanya dalam keadaan pelan.
"Tenang saja, kita akan baik-baik saja. . "
"Kenapa nada appa seperti tidak yakin, , , "
"Entahlah, . ." Kini Kris mengangkat tangan putih mulus dan rapuh itu mendekat ke pipinya dan membagi kehangatan namun sayang sang pemilik tangan tidak bisa merasakan itu semua.
KRIEETTTT
Sehun membuka pintu ruangan itu dan terlihatlah sosok lemah yang paling tidak ingin dilihat Sehun, orang yang selama ini menyayanginya dengan amat sangat tanpa memandang apapun dari Sehun layaknya eommanya sendiri.
"Ah , , Ahjumma. ."
"Sehunnie. ." Tao mendekati Sehun dan memegang pundaknya, harusnya Sehun tidak terlalu kehilangan, perasaan itu harusnya dimiliki Tao dan yang lainnya.
"Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu?" Sehun sepertinya ingin menyalahkan Kris tapi percuma saja.
"Kau ingin aku membakarnya?"
Mereka diam lagi, padahal mereka harus pulang nanti malam tapi keadaan seperti ini, bahkan Sehun masih belum yakin dia bisa kembali, Jongin walaupun ada di rumah ini tapi keadaannya tidak lebih baik dari Lay.
.
Sore harinya semua agak terlihat mulai normal kembali, dan Suho sekarang minta ijin ke ruangan sendirian dan tidak boleh diganggu karena dia akan membicarakan hal yang penting yang akan menentukan masa depan mereka kelak.
"Kau ingin bicara apalagi? soal kepulanganmu, maaf karena belum ada kepastian dari Jongin dan Kyungsoo dengan sangat terpaksa kalian tidak bisa pulang. ."
Berharap Suho teriak-teriak dan ngomel gaje kayak biasanya tapi sekarang dia cuma menundukkan poninya dan menutupnya dengan rambut hitam pendeknya.
"Bisakah kau pulangkan Lay dan keluarganya, biarkan aku disini. . menjaga Jongin sampai dia mengenalku. ."
"Kau yakin?"
"Aku tidak terlalu tahu apa keputusan ini benar, atau salah tapi kalau aku yakin tolong jangan goyahkan keyakinanku ini. . aku rasa ada perasaan yang mendorongku untuk melakukan ini. ."
"Perasaan seorang eomma. ." lanjut Sooman.
"Kalau Lay sudah tidak ada? apa kau mau mengambil tugasnya dan termasuk mengambil Kris?"
"Apa maksudmu?"
"Bukannya kau kesini untuk mencari pasanganmu, apakah ada orang lain selain Kris yang bisa kau lihat. Kau tidak bisa melihatnya karena masih ada Lay, andaikan dia tidak ada. . apa kau bersedia?"
"Tidak. ."
"Kenapa?"
"Karena Lay"
"DIa bahkan sudah pernah memintamu untuk ini kan? jadi alasannya pasti bukan karena Lay.."
"Ini memang karena Lay, ,"
"Karena aku sempat menyukainya dulu, tapi Kris mendapatkannya. . "
Sooman mengangguk, ngangguk mengiyakan. dan dia terlihat memikirkan apa yang harus dia lakukan, Keluarga Suho memang sudah lengkap personilnya tapi sebenarnya masih ada dua orang yang belum bisa dikatakan keluarga secara resmi.
"Oke, Lay akan pulang dan mendapatkan pengobatan disana. . seadanya saja karena dialah penyembuh tapi dia tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri dan dia yang paling kuat disana. . jadi kita tidak bisa menjamin apakah dia akan baik-baik saja. ."
"Setidaknya kau sudah berusaha, aku akan menerima hasil apapun dan bersedia merawat anak-anaknya. . lagipula selama ini kan aku yang mengasuh mereka. ."
"Arra-arra. ."
"Soal Kris, , Karena dia yang akan paling terpukul kalau ada sesuatu pada Lay jadi. . aku serahkan semua padanya saja. ."
"Bilang saja kamu mulai berharap padanya. ."
"Andwae. ."
"Kalau begitu kau lebih berharap padaku. ."
BRAKKK
Sooman cuma tersenyum kecil saat Suho dengan ganas membanting pintu dan segera keluar, memang menggodanya merupakan kesenangan tersendiri.
"Eomma, kenapa kau marah begitu?" Baekhyun yang sedang berbaring nggak jelas di ruang tengah langsung kaget dengan keadaan Suho yang marah dan rasanya kayak orang lagi PMS.
"Kenapa kau disini? Jongin bagaimana?" tanya Suho balik.
"Emm. . Jongin dirawat Kyungsoo sama Chanyeol dan yang lainnya ada di ruangannya ahjumma. ."
Suho langsung menuju kamar Jongin berada, dan disana dia melihat Kyungsoo yang memandang sedih ke arah Jongin yang berbaring itu, kalau cuma sedih seperti itukan tidak akan pernah menghasilkan apapun.
Baakhyun mengekor di belakang Suho dan sekarang mereka ada 5 orang disini, sementara Sehun ikut acara sedih-menyedih di kamar sebelah.
Chanyeol datang dan membawa antiseptik lagi untuk membersihkan luka sisa yang tadi.
"Kita bawa dia ke rumah sakit saja. ."
Kyungsoo langsung menolehkan pandangannya pada eommanya.
"Biar dokter yang menanganinya. ."
Sepertinya mereka semua setuju, dan sekarang mulai bersiap-siap pakaian Chanyeol yang sekiranya masih bisa dipakai Jongin dibawakan, pakaian Baekhyun yang lumayan longgar pun dibawakan.
Sambil menunggu ambulan yang datang, semuanya beriap-siap juga untuk meninggalkan rumah, begitu Kris keluar dari kamar melihat Suho yang sudah seprti mau bepergian mulai merasa heran.
"Mau kemana Su?"
"Mengantar Jongin ke rumah sakit. ."
"Bagaimana dengan Lay? dia juga harus mendapat perawatan dokter. ."
"Kalau Lay tidak perlu. ."
"Apa maksudmu?" Kris mendengar ada seperti nada yang terkesan meremehkan, apa maksudnya Lay tidak perlu dibawa ke rumah sakit, ada beberapa kemungkinan, pertama Suho tidak terlalu memperdulikannya dan yang kedua memang tidak ada hasil biarpun dibawa ke rumah sakit. Kris sangat ingin membuang pikiran nomor dua itu, sungguh dia tidak ingin itu terjadi.
"Pulanglah tanpa kami. ."
Setelah itu Suho ingin mengambil Sehun dari kamar itu, dan melihat eommanya yang nggak terlalu bagus kondisinya jadi Sehun tidak terlalu berontak, walau dia tahu ini awal perpisahan dengan Luhan dan Ahjummanya serta saudaranya yang lain.
Kalau sudah saatnya nanti dia yakin pasti akan segera menyusul, tidak perlu terburu-buru dan biarkan waktu yang akan menjawabnya. Suatu saat dengan segala keyakinannya dia akan bertemu dengan ahjummanya dan bahkan dalam keadaan yang lebih sehat.
"Pay . .pay hyung. . Tao-ah. . tolong kau jaga Ahjumma dan juga Hyung mu ya?" pesan Sehun.
tbc
.
.
balasan review
aku : akhirnyaaaaa... bisa bales juga . . hehehe nunggu dari januari keluar juni, dan sekarang udah september omo. .! sekarang udah nggak sekolah lagi. .hehehe yang sabar aja ya nunggu kelanjutannya .. oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
shin young rin : NE. .makasih udah bisa menikmati, , dan makasih udah jadi pengertian buat akuh, , nggak benci mbah sooman kan?. . oke gpenting oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Blacknancho : oh makasih udah mau nungguin, yang ini juga lama lagi kan? maafff oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
ichigo song : emang yang begitu harusnya tegang ya? hahaha saya lebih suka nyantai. . oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
park jihyun125 : Hwaaaaa pastinya lama ya? mian .. begini kenapa? atas kesabarannya saya ampaikan terima kasih. .oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Jameela : kurang dua chapter lagi sayang, , , maunya langsung tapi otak mampet. .. ngalahin idung mampet, , ,makasih dukukannya. . oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
kim soo jong : ahh saya yang harusnya berterima kasih dan moga masih bisa diterima ini cerita. . pasti dilanjut makasih banyak hwaiting.. oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Fanxingege : Kai sekarang malah nggak sadar wkwkwk, , mereka terluka tapi dikit kok tenang aja .. aduhhh tahu aja dah ada krislay biarpun nyempil gitu. . hahaha. .. oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
choi shi zu : aduh jangankan kamu, aku juga musti baca dari chap satu lagi tahu-tahu ada yang lupa dan jadi melenceng. .. begini nasib kalo udah mampet pikirannya. . maaf ya? saya juga perlu waktu buat refresh . .oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Phindi little panda : end nya chapter potongan ini dan pelengkap aja. . oke makasih udah jadi pembaca setia. . sad end? atau hap-end? tunggu aja tanggal mainnya kalau sempat. .oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
BLUEFIRE0805 : ahh makasih udah jadi pembaca setia selama ini . . . yang itu tetep buat key kok. . Kai belum pernah manggil Suho sekalipun dengan sebutan eomma. . maaf lama lagi ya? oke thanks X.O.X.O.L.O.V.E
oracle88 : ahh sekarang kayaknya 3 bulan deh apdetnya dan chap depan itu 3 bulan ke depan. . *elap ingus* mmaaaaapppp banget. . ini udah dilanjut kok. . yang chap ini nggak ada yang lucu sama sekali, masa iya udah enak-enak tarung ada lawak dadakan. .fighting. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
AbigailWoo : kenapa riwet,, , kan hidup itu riwet bray. . kalo nggak perlu perang ntar nggak jalan sampe sini ini cerita, masa iya pas mau rebutan Kai pada nggak ada yang mau ntar gini jadinya kalo nggak perang. .*imagine*
lagi ada di lapangan. nyantai,
Key : mulai duluan gih.
Suho : ogah situ duluan ah, yang ngekang Lay kan situ , ,
Key : yang mau ambil Kai tadi siapa?
Suho : nggak jadi ah. .
Key : kenapa?
Suho : orangnya item
Kai : PLISSS PECAT GUE DARI CERITA INI, KELUARIN GUE . .!
thanks X.O.X.O.L.O.V.E
chenma : wehh kai ditinggal kasihan amat, ntar kalo umbelnya mbeler nggak ada yang ngusapin gimana. . wkwkwk. . thanks X.O.X.O.L.O.V.E
taryfeb : makasiiiihhhhh aduh sampai lupa segala, azab authornya juga kali sering ngelupain ff ini dan nulis yang enggak-enggak, aduh jangan kelupaan lagi deh, , tapi chap berikutnya insyaallah 3 bulan lagi. . thanks X.O.X.O.L.O.V.E
chairun : annyeonghaseyo selamat datang, terimakasih sudah mereview cerita ini/ . kai? tunggu lanjutannya . . oke faithing. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Oh Sisi : ahhh maafkan eonnimu ini ya, kalo lemot soal comeback. . saya pengacara, , pengangguran banyak acara. . bias aku awalnya Bihun tapi sekarang udah melek dan bisa melihat kegantengan byun bebek dan bias utama sih zhan yusup, alias Lay. . wae?
oke faithing. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Kadera : hahhh, , itu juga kalo judulnya bener, kalo judulnya nggak bener berarti cerita melenceng jauh. . hahaha. . mainnya sih maunya sehun. . nggak tahu beneran dapet banyak nggak dianya. . oke soal kaihun bisa dipikirkan ulang. . makasih banyak idenya . . oke tunggu endingnya yang kurang dikit ini ya? kai masih belum sadar kok. .. thanks X.O.X.O.L.O.V.E
nb,: chap depan 3 bulan lagi. .
hatakehanahungry : apa ini? nado. .nado saranghae . . . ahhh tau aja dah kalo ada kray biarpun kayak iklan lewat gitu . . oke temen sehati gue. . hahaha. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
SabilaShabrina : ahhh makasih walaupun sempet bingung nggak ditinggalin malah diterusin. . chap selanjutnya mungkin 3 bulan lagi.. thanks X.O.X.O.L.O.V.E
Miss Kui Jeong-Sshi : oke ini dilanjut, ,, maaph kalo lama, thanks X.O.X.O.L.O.V.E
kim jee wook : oke ini dilanjut semoga masih inget. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
RZHH 261220 : annyeong juga , , ^^ selamat datang di dunia hayalan saya. . oke its no problemo udah mau review aja itu udah ilham banget. . kai balik nggak ya? oke pasti dilanjut. .thanks X.O.X.O.L.O.V.E
nggak bisa ngomong banyak karena waktu saya agak mepet, dipepet-pepetin sih sebenernya. dulu ini mau puasa apdetnya terus sekarang udah mau lebaran haji. . ckckck author macam apa saya . dan emang chap depan sekaligus pemungkas nya insyaallah kalo nggak ada halangan sekitar 3-4 bulan kedepan, jadi buat yang menanti harap sabar. atas kesabarannya saya sampaikan terima kasih. .wassalam.
