FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 2

Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya

FB : EmiLy Tinzz Tinee

Twitter : Cristiintin

Genre : romance ,hurt, sad*maybe*

Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje

Rating : 15+

Main Cast :

Kyuhyun

Sungmin

Other cast : always find by ur eyes reader ^^

Disclaimer : Ini FF murni yang muncul dari otak sempit author ketika ga ada kerjaan ditempat PKL *curcol dikit* jadi maklumin kalo ceritanya ngawur dan ga dapet Feel. Kalo biasanya FF selalu mengambil sudut pandang si yeoja, kali ini aku bakalan bkin sudut pandang dari cast yang author pake disini hanya author meminjam namanya karena karakter serta cerita ini hanya MILIK author. Karena ini GS jadi kalo ga suka bacanya ya DON'T READ! Dan author tidak menerima bash dalam bentuk apapun, karena author tidak bermaksud merusak (?) Kyumin. DON'T COPAS *kaya ada yg mau aja* and DON'T BE SIDER -Silent reader-! Okeyy go to story all!

-o—

*all kyuhyun's pov*

Seperti biasa waktu jam istirahat aku dan 'kelompok'ku pergi ke kantin. Usai mengantri makanan kami mencari meja kosong. Dan pandanganku terhenti pada sudut kantin. Bagaimana tidak? Makhluk yang tak membuatku bosan menatapnya kini sedang duduk sendiri. Chamkkan! Sendiri? Apa dia benar-benar serius tidak ingin mempunyai teman ?

Entah kenapa aku merasa pernah melihat sungmin sebelumnya. Tapi dimana ? Dia kan siswi pindahan dari london, bahkan akupun belum pernah menginjakkan kaki disana. Ahh!

"Dalam mimpiku!",seruku yang berhasil membuat kedua hyungku ini kaget.

"Kau kenapa eoh ?",tanya donghae.

"Sungmin! Dia itu yeoja yang ada dimimpiku semalam hyung! Aku rasa dia benar-benar jodohku",ucapku ngawur.

"Mana ada yang seperti itu babo!",oceh yesung hyung.

"Ish! Yasudahlah kalo ga percaya, aku mau menemaninya saja",ucapku sambil berniat pergi namun langkah kakiku terhenti saat..

"Kyuhyun-ah, kamu mau makan eum ? Kita makan bersama eotte ?",cih yeoja centil ini selalu saja menggangguku.

"Jwisonghaeyo song qian-ssi, aku mau makan bersamanya",ucapku sambil menunjuk sungmin yang duduk disudut.

"Mwoya? Siswi pindahan yang sombong itu?",oceh yeoja satu lagi yang entah darimana datangnya yaitu Krystal.

"Dia tidak sombong, hanya saja belum bisa beradaptasi dengan sekolah korea mungkin ? Baiklah, na khanda",ucapku pamit meninggalkan 2 yeoja yang ribet menurutku.

Kuhampiri sungmin yang duduk menyendiri sambil sepasang earphone yang bertengger mantap dikedua telinganya. Kulihat dia membawa bekal sendiri. Kududukan saja diriku tepat disebelahnya.

"Eh?",dia terkejut saat tahu ada orang yang duduk disampingnya."Neo!",ucapnya dengan nada kesal. Omona! Apa sebegitu kesalnya apa jika dia melihatku? Ishh!

"Waeyo ? Bukankah ini tempat umum? Apa salah aku duduk disini?",ucapku santai.

"Ne! Ini memang tempat umum!",ucapnya tak santai."Lebih baik aku pergi saja",ucapnya sambil menutup bekalnya. Dengan sergap aku menahan tangannya itu.

"Apa sebegitu menyebalkannya aku ? Bahkan hanya untuk makan bersama saja noona ga mau ?",tanyaku kecewa. Namun apa hasilnya? Dia membuka bekalnya kembali. Wohooo!

"Baiklah arraso! Palli makan dan jangan bicara apapun!",ucapnya yang membuat senyumanku ah mungkin lebih tepatnya seringaianku mengembang.

"Arrayo noona",ucapku manja dan mulai berkutat dengan makanan yang ada dihadapanku. Sejak tadi benar-benar tidak ada perbincangan diantara kami berdua, hanya suara sendok dan piringlah yang meramaikan suasana. Kulirik dia masih menggunakan kedua earphone-nya. Ahh! Terbesit ide yang bagus!

Srettt

Aku mengambil salah satu earphone-nya dan memakainya ditelingaku."Yak!",protesnya.

"Sssttt",desisku menginstrupsi agar dia tidak berisik. Akhirnya sungmin tidak melancarkan protesnya, kini dia membiarkan kami berdua mendengarkan mp3 bersama. Bukankah romantis eoh ?

Kini aku mulai mendengarkan lagu yang terputar merdu menyapa gendang telingaku.

Dalkomhan ne geu mal nal jugineun ne geu mal

Gamanhi kkaemulmyeon sseudisseun geu mal geumanhae

Miwohaji motae saranghajido motae

Gyeolguk domangchyeobeorindan geu mal jebal geuman geumanhae

Samkil su eobseotdeon mal, geutorok tteugeopgo dokhaetdeon ne geu mal

Geu janinhan ipsul, nameun nae miryeonmajeo chagapge jareugo gani

On gaseum eoreobuteun nae gyeoten sarajineun geot deul ppuniya

Charari uri cheoeumbuteo amu geotdo anieotdamyeon - Bittersweet _ KRYS -

Aku melirik kearah sungmin, ia terpaku mendengar lagu ini. Apa lagu ini mencerminkan perasaannya sekarang ? Apa dia disakiti namja ? Makanya ia menutup diri ?

Mungkin sungmin sadar jika aku tertus memandangnya sampai ia membalas tatapanku. Entah setan dari mana yang merasukkiku , saat kulihat disudut bibirnya terdapat sisa nasi. Aku membersihkannya dengan ibu jariku. Namun perlakuan lembutku malah membuat sungmin merubah raut wajahnya."Yak! Untuk apa kamu menyentuhku eoh ?",bentaknya.

"Omona! Ada nasi dibibirmu noona, apa salah aku membersihkannya",ucapku apa adanya.

"Cih! Memang seharusnya aku tidak mengijinkanmu duduk disampingku! Merusak selera makanku saja!",bentaknya kali ini ia berdiri.

Byurrr

"Aigoo!",teriakku. Akibat dia berdiri tanpa melihat-lihat, tangannya menyenggol gelas airku. Dan alhasil bajuku basah karenanya."Noona! Kau sengaja ya ?",protesku reflek. Dan ku lihat dia terkejut mendengar protesku.

"Ah i-itu... Eum.. Ne! Aku sengaja!",ucapnya lalu meninggalkanku.

"Yak! Noona!",panggilku.

-o—

"Omona! Untung baju kemeja ini tipis jadi cepat kering",ucapku sambil mengebrik-gebrik(?)kan bajuku. Setelah setengah jam aku mengeringkan bajuku di hand driyer yang ada ditoilet.

"Cih! Dasar yeoja centil tak tau malu! Berani-beraninya mendekati uri Prince Cho Kyuhyun",kalimat janggal itu tanpa sengaja terdengar oleh telingaku. Dan ternyata itu berasal dari depan toilet yeoja. Aku bersembunyi dibalik tembok untuk melihat siapa yang sedang dibully oleh 'sparkyu'ku.

Okey! Kini mulai terpancing emosiku. Ternyata yang dibully itu Sungmin noona! Aigoo! Eottokhae? Kenapa dia diam saja?! Aku sudah seperti kebakaran jenggot. Apa yang harus aku lakukan sekarang ?

Plakkk

Tiba-tiba suara aneh berasal dari sana, segera aku menolehkan pandanganku ke arah sungmin. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat ketika salah satu dari mereka menampar sungmin."Mau mati eoh ?",ucapku kesal.

Aku berniat menghampirinya, namun kini aku menyipitkan mataku memfokuskan pengelihatanku pada salah satu yeoja yang ada disana tengah mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Telur! Ahh! Dasar yeoja!

Dengan cepat aku menghampiri sungmin.

"Dasar yeoja menyebalkan",kudengar yeoja yang memegang telur mengatakan itu dan bersiap melempar telur itu. Dengan tanganku, aku menarik sungmin kedalam pelukkanku.

Plukkk

Dan hasilnya telur bau amis itu pecah sempurna dipunggungku."Omona! Kyuhyun-ah",teriak yang melempar telur itu. Aku menatap sungmin noona yang kini ada didalam dekapanku.

"Noona gwaenchana?",tanyaku.

Sungmin noona sepertinya sadar kalau aku kini memeluknya. Dengan cepat ia melepaskan pelukanku dan menatap punggungku yang bau amis itu sekilas. Ia sepertinya berniat meninggalkanku lagi. Okey! Kali ini aku tidak akan melepaskannya! Dengan erat aku menggenggam tangannya dan memberikan deathglare terbaikku kepada yeoja-yeoja yang terlalu berani mengganggu 'mainan' cho kyuhyun.

"Kuperingatkan untuk yang pertama kali dan terakhir kalinya, jika ada yang berani mengganggu sungmin noona. Dia harus berani menghadapiku!",ucapku mantap yang membuat semua yeoja ini membulatkan matanya tak terkecuali sungmin.

"Kyuhyun sunbae! Memangnya ada apa sih antara kamu dengan siswi pindahan ini?",tanya salah satu dari yeoja ini.

Aku menatap sungmin yang ada disampingku."Because she is my girl!",ucapku sambil mengeluarkan evil smirk-ku."Kajja! Noona~",ucapku langsung menyeret sungmin pergi dari sana.

-o—

"Yak! Cho kyuhyun-ssi! Lepaskan tanganku",protesnya. Akhirnya aku melepaskan tanganku saat sudah sampai diparkiran.

"Kenapa kau membawaku kesini eoh?",ocehnya lagi.

Namun aku tidak menjawab, aku membuka kancing kemejaku. Aku muak dengan bau amis ini. Kulihat sungmin noona yang ada dihadapanku begitu gugup melihat tindakanku. Hahaha. Apa dia pikir aku akan melakukan sesuatu padanya ?

"Y-yak! Apa yang kau lakukan eoh ? Cepat kancing lagi bajunya!",ocehnya tanpa memandangku. Kyaa! Wajahnya merah. Dia malu? Whoa neomu kyeopta.

"Waeyo ?",tanyaku santai.

"Tck!",decaknya kesal dan kini coba melangkah pergi lagi meninggalkanku. Namun langkah kakinya terhenti.

Shoot

Kemejaku masuk sempurna tepat ditong sampah yang ada dihadapannya. Dia berbalik badan dan menatapku.

"Tenang saja noona, aku memakai kaos dalaman",ucapku sambil menunjukan kaos polos yang sedang aku gunakan.

"Kenapa harus dibuang eoh ? Itu kan masih bisa dicuci",tanya sungmin noona.

"Itu menjijikan dan bau amis! Bisa-bisa kulitku jadi bermasalah. Jadi aku buang saja. Lagipula pasti bau amisnya akan susah hilang.",ucapku yang entah kenapa membuat sungmin noona tertegun. Lalu ia menghampiri tong sampah itu dan mengambil kemejaku.

"Noona! Apa yang kamu lakukan eoh ?",tanyaku tak percaya.

"Ini sangat sayang untuk dibuang begitu saja, lebih baik biar aku yang cucikan",ucap sungmin noona lembut.

"Tidak perlu noona, aku masih banyak seragam dilemari pakaianku.",ucapku.

Kulihat ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Dia mengeluarkan plastik dan memasukkan bajuku kedalamnya.

"Terserah noona saja",ucapku. Segera kuhampiri dia dan menarik tangannya.

"Karena seragamku kotor karena menolong noona, jadi hari ini noona harus menemaniku pergi! Tidak mungkinkan aku sekolah dengan kaos begini?",ucapku.

"Mwoya? Aku begini juga karena 'fans' mu! Kenapa aku harus bertanggung jawab?",ucapnya kesal.

"Eum.. Noona benar juga.. Kalau begitu hari ini aku akan menjadi tour guide gratis untuk noona sebagai permintaan maafku. Eotte ?",tawarku.

"Ayolah noona~ noona kan baru pindah ke Seoul, kajja kita jalan-jalan eoh ?",rengekku yang membuatnya terdiam.

"Diam berarti setuju",ucapku asal dan menyodorkan helm kepadanya. Untung saja hari ini aku membawa dua helm.

"Kajja noona~",ucapku sambil menepuk jok kosong motorku. Dan yang membuatku tak percaya adalah dia mau menaiki motorku. Aku mau dia memelukku, tapi sekarang kenapa dia memegang kerah bajuku.

"Noona! Pegangan yang benar",ocehku."Seharusnya nonna memegangnya disini",protesku sambil menuntun tangannya untuk melingkar dipinggangku.

"Ishh! Shirreo!",tolaknya. Tck! Bukan cho kyuhyun kalau tidak bisa mengatasi masalah begini.

Aku nyalakan motorku dan melaju lalu meremnya mendadak sehingga sungmin noona refelk memeluk pinggangku."Neo michyeoso! Apa kau tidak bisa membawa motor dengan benar eoh ?",ocehnya.

"Nah kalau begini kan baru benar",ucapku yang membuatnya tersadar bahwa dia memeluk pinggangku. Aku merasa ia akan menarik tangannya lagi.

"Kalau noona melepaskannya, jangan salahkan aku jika nanti aku akan ngerem mendadak lagi",ucapku egois.

"Tck! Terserah kau sajalah",ucapnya pasrah.

-o—

Saat aku melewati sebuah kedai es krim, aku mendengar sayup-sayup suara sungmin noona,"ice cream",gumamnya. Aku meminggirkan motorku tepat di depan kedai es krim itu.

"Eh?",sepertinya dia terkejut.

"Apa noona mau makan disini eum ?",tanyaku saat sempurna meleoas helmku. Kulihat dia berpikir sejenak dan menggangguk kecil. Akhirnya kami berdua turun dan masuk kedalam kedai itu.

Yang tak kusangka adalah saat aku masuk kedalam kedai itu, seorang yeoja paruh baya semeringah melihat kami berdua."Kyaa! Sungmin-ah!",ucapnya antusias.

Apa ahjumma ini mengenal sungmin ? Bagaimana bisa ? Bukannya sungmin baru pindah dari london ?

"Tae ahjumma",balas sungmin. Dan ahjumma itu memeluk sungmin. Omona! Aku iri sekali dengan ahjumma itu yang mendapat balasan peluk dari sungmin.

"Whoa! Ini benar-benar kamu ? Bagaimana kabarmu eum ?",tanya ahjumma itu saat sesi adegan pelukan itu selesai.

"Aku baik-baik saja.",ucap sungmin noona dengan senyum manis yang terukir diwajahnya. Manis. Sangat manis.

"Baguslah, apa ini namja chingumu ?",tanya ahjumma itu sambil menatapku.

"A-aniyo tae ahjumma",ucap sungmin.

"Ne, aku hanya chingu sekelas sungmin noona",jelasku.

"Chingu ? Noona ?",ucap ahjumma itu bingung.

"Ne, aku lebih muda dua tahun dari sungmin noona, karena aku mengikuti kelas aksel jadi kini aku sudah sekelas dengan sungmin noona",jelasku lagi.

"Whoa! Berarti kau sangat pintar ya ? Dan apa uri sungmin kini benar-benar punya teman ? Namja pula",ucap ahjumma itu lagi.

"Ahjumma, geumanhae",ucap sungmin sebal dan sambil mempoutkan bibirnya. Omona! Hari ini aku melihat berbagai ekspresi sungmin noona yang berbeda-beda.

Aigoo! Jangan salahkan jantung bodoh ini yang berdegup seperti simbal drum. Dan jangan salahkan juga kalau Cho Kyuhyun kini benar-benar menyukai Lee sungmin.

"Arraso arraso.. Palli duduk, ahjumma akan ambilkan es krim kesukaanmu",ucap ahjumma itu lalu meninggalkan kami berdua.

-o—

Kini es krim sudah ada dihadapan kami. Sungmin terlihat menyunggingkan senyumnya. Dan mulai menyuap suap demi suap sendok penuh es krim itu.

"Ahh! Mashita!",ucapnya sambil tersenyum. Tanpa kusadari aku ikut tersenyum juga.

"Apa noona sering kesini ? Sepertinya ahjumma tadi sangat mengenal noona",tanyaku.

"Eh? Eum.. Ne",ucapnya singkat.

"Noona, apa kamu benar-benar tidak memiliki chingu ?",tanyaku ragu-ragu.

"Aku tidak membutuhkan teman",ucapnya singkat."Aku tidak ingin meninggalkannya",ucapnya lagi.

"Kenapa noona harus meninggalkanku ?",tanyaku lagi.

"Eh? Mworago?",tanyanya.

"Kita berteman! Dan aku tanya kenapa alasanmu meninggalkanku?",ucapku mantap.

"Aku bukan chingumu jadi... Arghh",ringis sungmin sambil memegang kepalanya.

"Noona gwaenchana ?",tanyaku.

"Kepalaku pusing , sepertinya anemiaku kambuh",ucapnya sambil menutup matanya.

Tesss

Mataku membulat ketika setetes darah keluar dari hidung sungmin."Noona kamu mimisan!",dengan cepat aku mengambil tisseu dan menyumbat hidungnya agar tidak keluar lagi.

"Noona tunggu disini ne ? Aku akan belikan obat",ucapku panik. Dengan cepat aku menuju motorku dan motorku kini kulajukan secepat mungkin menuju apotik terdekat.

Saat obat sudah ditanganku, aku kembali lagi ke kedai itu. Namun apa yang kudapatkan ? Sungmin noona sudah ga ada disana. Aku hampiri ahjumma pemilik kedai es krim itu.

"Ahjumma, sungmin noona eoddiseo ?",tanyaku.

"Baru saja dia pulang dengan taksi",ucap ahjumma yang membuatku mengeratkan kepalan tanganku pada obat yang ada ditanganku.

"Gamsahmnida ahjumma",ucapku lalu keluar dari kedai itu.

"Sebenarnya ada apa dengannya sih ? Baru kali ini aku benar-benar penasaran dengan yeoja!",ucapku bermonolog ria.

-TBC-