FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 3
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
Disclaimer : Ini FF murni yang muncul dari otak sempit author ketika ga ada kerjaan ditempat PKL *curcol dikit* jadi maklumin kalo ceritanya ngawur dan ga dapet Feel. Seluruh cast yang author pake disini hanya author meminjam namanya karena karakter serta cerita ini hanya MILIK author. Karena ini GS jadi kalo ga suka bacanya ya DON'T READ! Dan author tidak menerima bash dalam bentuk apapun, karena author tidak bermaksud merusak (?) Kyumin. DON'T COPAS *kaya ada yg mau aja* and DON'T BE SIDER -Silent reader-! Okeyy go to story all!
-o-
Kyuhyun POV
Pagi hari ini aku benar-benar semangat untuk ke Seoul Senior High School. Bagaimana tidak ? Disanalah tempat aku dan sungmin noona bisa bertemu terus. Apa kalian merasa aneh dengan diriku yang baru saja mengenal yeoja imut itu tapi sudah sebegini menyukainya ? Jujur saja, aku juga merasa aneh. Tapi sungmin noona itu seperti memiliki sesuatu yang membuat seorang Cho Kyuhyun benar-benar merasa terpikat.
Saat menuruni anak tangga rumahku yang menurut para hyungku itu 'Istana'. Entahlah hyungdeul-ku yang berlebihan atau bagaimana. Bagaimanapun aku melihatnya, rumahku ini tetap 'biasa' saja. Hidung kini sudah bertegur sapa dengan aroma omelet buatan eommaku yang kini sedang bersenandung didapur.
"Whoaa, nae eomma sepertinya sedang sehati denganku eum?",ucapku sambil mengeratkan lingkaran tanganku pada pinggang langsing eomma.
"Eh?",eomma sepertinya kaget dengan tindakanku. Dan segera kulepaskan pelukanku.
"Apa maksudmu eoh ? Dasar anak jail",oceh eomma gugup.
"Hahaha! Ada apa dengan wajah eomma ? Merah merona begitu, apa appa yang membuat eomma begini eum ?",ledekku.
"Ish! Apa kau ini! Sudah duduk dimeja makan , omelet punyamu sudah eomma siapkan",ucap eomma sambil kembali fokus dengan masakannya.
Aku putuskan untuk menuruti saja apa perkataan eomma atau dia bisa mengamuk. Err ~ dengan membayangkan eomma mengamuk saja sudah membuatku bergidik ngeri.
Kusantap suap demi suap omelet yang sudah disiapkan eomma pada piringku. Tak lama kemudian eomma duduk dihadapanku dengan tatapan yang tak kumengerti.
"Wae?",tanyaku dengan mulut yang masih penuh dengan omelet.
"Kyu.. Kau tahu kan kalau kau pergi sekolah dan appamu itu sibuk bekerja eomma sendirian dirumah?",ucap eomma.
"Hmm..",aku hanya berdehem mengiyakan ucapan eomma, mengingat memang
benar kenyataannya begitu.
"Kyu, cepatlah menikah dan berikan eomma cucu biar eomma ga kesepian",ucapnya polos.
"Uhukkk..",eomma benar-benar berhasil membuat makanan yang seharusnya aku telan kedalam kerongkongan tapi malah masuk ke dalam tenggorokan. Apa dia mau membunuhku?
"Gwaenchana kyu ? Palli minum",ucap eomma sambil menyodorkan segelas air putih kehadapanku. Tanpa berpikir panjang segera kusambar gelas itu dan kuteguk hingga tetes terakhir.
"Ahh..",desahku lega.
"Yak eomma! Aku masih sekolah dan aku tidak memiliki yeochin",ucapku tegas.
"Omona! Bagaimana bisa anak eomma tidak laku?",eomma benar-benar mau bermasalah denganku ya? Kata-katanya 'Tidak laku' itu sangat menyinggungku.
"Eomma! Bukannya 'tidak laku' hanya saja aku tidak suka dengan yeoja-yeoja yang ada disekolahku, mereka semua berisik dan manja",ucapku yang kuberikan penekanan pada kata 'tidak laku'.
"Jinjja ? Tapi masa tidak ada satupun yang membuatmu tertarik kyu? Atau jangan-jangan... Ahh! Maldo andwae!",ucap eomma frustasi, apa dia berpikir aku menyukai namja?.
"Yak! Yak! Eomma jangan berpikir yang tidak-tidak. Hmmm.. Sebenarnya ada yeoja yang sedang kuincar",ucapku sambil menundukkan kepala. Jujur saja, aku malu mengatakan ini, entahlah apa yang membuatku jadi aneh begini.
"Jeongmal ? Nuguya ? Seperti apa yeoja itu ? Apa dia cantik ? Tapi cantikkan eomma kan ?",tanya eomma bertubi-tubi.
"Dia tentu saja seorang yeoja dan yang terpenting dia itu berkali-kali lipat jauh lebih cantik dari eomma", ucapku sambil bersiap-siap kabur karena aku yakin eomma akan memukulku.
"Yak! Cho Kyuhyun!",teriak eomma, namun sayangnya kini aku sudah berhasil melarikan diri.
-o-
Dengan menggunakan motor ninja kesayanganku ini, aku menyusuri kota Seoul untuk menuju ke sekolah. Aku benar-benar tak sabar sampai disekolah. Ya apa lagi alasanku kalau bukan untuk bertemu sungmin ?
Sesampainya disekolah aku memarkirkan motorku diparkiran. Baru saja aku membuka helmku, tapi sudah pemandangan buruk dihadapanku.
"Kyuhyun oppa.. Annyeong",ucap orang yang sangat menyebalkan untukku.
"Ne, annyeong",jawabku singkat dengan nada datar tanpa ada niat sedikitpun untuk menoleh kearah sumber suara itu.
"Aishh! Oppa kenapa jadi dingin begini padaku eoh ?",ucapnya lagi malah kini ia melingkarkan tangannya di lengan kiriku.
"Yak! Seo je hyun! Lepaskan!",ucapku sambil menepis tangannya."Sudah kubilang jangan ganggu aku lagi! Lagi pula untuk apa kamu kesini eoh ?",ucapku ketus dan menatapnya tajam.
"Aku pindah kesini oppa!",ucapnya polos dan aku juga baru sadar dia menggunakan seragam yang serupa denganku.
"Mwoya?", aku benar-benar tak percaya dia bisa berbuat begini.
"Ne, apa oppa suka ?",tanyanya lagi.
"Cih! Jangan bermimpi! Untuk apa kau kembali ke Seoul lagi ? Bukankah di London lebih cocok denganmu dan pangeranmu?",ucapku ketus.
"Oppa, mianhae eoh ? Aku benar-benar menyesal dulu memilih Yong hwa daripadamu, tapi sekarang aku sadar kalau cuma Cho Kyuhyunlah yang paling Terbaik",aku terkekeh mendengar jawaban dusta yang terlontar dari bibirnya.
"Tck! Aku akui bahwa memang akulah yang terbaik. Tapi aku akan lebih menyesal jika dulu kamu memilihku!",ucapku ketus lalu meninggalkan seo hyun disana.
-o-
"Oppa, mianhae",ucap yeoja yang berperawakan model itu sambil menundukkan kepalanya. Dengan sergap kugenggam tangannya.
"Geumanhae! Jebal kajima! Jika kamu tidak pergi, maka aku akan melupakan semua kejadian tadi malam",ucapku lirih seraya memohon sambil menggenggam tangannya erat.
"Mian.. Kejadian semalam itu memang sungguhan. Aku mencium yong hwa oppa karena memang aku mencintainya! Lepaskan aku jebal! Dan biarkan aku pergi ke London bersamanya. Kita akhiri saja semua ini",ucapnya tanpa dipikir menurutku dan ia melepaskan genggamanku begitu saja.
"Pergilah! Dan jangan pernah menampakan wajahmu dihadapanku lagi!",
"Arrggghhh",geramku frustasi mengingat kejadian menyebalkan itu sambil mengacak rambutku yang sedari tadi sudah kutata rapi-rapi demi bertemu sungmin. Eh? Sungmin? Omona! Bagaimana bisa aku melupakannya ?
Sudahlah aku sekarang membutuhkan waktu sendiri ditaman belakang yang sangat tenang ini. Aku merebahkan tubuhku disebuah bangku taman yang terpelosok disini, agar tak ada yang menggangguku. Daripada aku kembali kelas dengan kondisi seperti ini? Ahh shirreo! Aku ga ingin sungmin melihatku kacau begini.
Tap tap tap
Samar-samar kudengar langkah kaki beberapa orang berjalan menuju bangku taman yang menjadi persinggahanku. Dan telinga pekaku menyapa sumber suara yang aku yakini itu adalah suara 'yeoja' itu. Yeoja yang lebih dari satu itu mendudukkan diri mereka tepat dibelakang bangku tamanku. Untung saja bangku ini saling bertolak belakang sehingga memungkinkanku untuk tidak ketahuan mereka.
"Song-ah, selama bersekolah disini apa kyu memiliki yeojachingu ?",ucap seohyun. Dan sepertinya mereka benar-benar tidak menyadari bahwa ada aku dibelakang mereka. Baiklah mari kita dengar 'gossip' yang akan mereka perbincangkan tentang aku.
"Aniya, eobseoyo. Kyu selalu menolak yeoja-yeoja yang menyatakan cinta padanya",ucap victoria.
"Ne! Kyu tidak berperasaan!",ucap yuri kesal. Ya! Aku masih memiliki hati,hanya saja bukan untuk kalian yeoja manja. Dasar mulut yeoja!. Aku masih mengumpat dalam hati akibat ucapan yuri tadi.
"Tapi itu membuatnya makin terlihat sangat keren! Kau tahu itu! Cool namja!",lanjut yuri yang membuatku kini tanpa sadar mengembangkan seringaianku. Aku tahu aku sangat keren, kekeke.
"Aishh! Baguslah jika kyu tidak memiliki yeochin, berarti aku tidak perlu merebutnya untuk kembali kepelukkanku",ucap seo hyun seenaknya. Bermimpi saja kau seo je hyun! Tidak akan pernah terjadi hal seperti itu, sekalipun kamu mengemis.
"Tapii.. Seo.. Eum.. Sepertinya kyu tertarik dengan siswi pindahan baru itu",ucap victoria lemas. Good job vic! Iya! Aku memang sangat sangat tertarik dengan Sungmin!
"Mwoya? Jeongmal? Nuguya?",tanya seohyun panik.
"Sungmin. Lee sungmin",ucap yuri memberitahu seohyun.
"Sebenarnya dia itu sangat~ manis. Tapi wajah manisnya itu hanya kedok saja. Dia sangat sombong! Bahkan tidak ingin bergaul dengan siapapun. Dia yeoja yang aneh",ucap victoria. Omona! Yeoja-yeoja ini benar-benar.
"Jinjja ? Mana mungkin kyu tertarik dengan yeoja seperti itu?",tanya seohyun. Cih! Seharusnya aku yang bicara begitu. Kenapa aku dulu bisa tertarik dengan yeoja sepertimu?
"Molla",ucap victoria lagi.
"Jika benar sungmin membuat kyu tertarik, maka aku tidak akan diam. Aku akan berbuat apa saja, sekalipun aku harus menyingkirkan yeoja aneh bernama sungmin itu jauh-jauh.",ucap seohyun yang kini benar-benar amarahku memuncak.
Brakkk
Aku bangkit berdiri, sambil membanting keras ranselku dibangku taman itu sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Ku tatap tajam ketiga yeoja itu.
"Kyu~",lirih seohyun.
"Aku tidak peduli jika kamu mau mengejarku! Karena sejak kamu meninggalkanku dulu aku sudah memperdulikan semua hal yang bersangkutan denganmu! Tapi.. Jika kamu menyentuh sungmin walau seujung kuku dan sehelai rambut saja.. Jangan salahkan aku jika aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! ARRA?!",bentakku pada seohyun. Dia terlihat sangat kaget dengan ucapanku tadi. Segera kusambar ranselku dan kuselempangkan pada bahu kiriku. Saat beberapa langkah kaki, kudengar seo hyun berteriak.
"Akan kubuat kau kembali padaku! Kau dengar itu Cho kyuhyun!",teriaknya. Aku membalikan tubuhku dan menatapnya datar kemudian kembali melanjutkan langkah kakiku."Cih! Bermimpi saja kau seo je hyun",ucapku bermonolog.
-o—
Kulangkahkan kakiku menuju kelas. Walau sebenarnya aku sangat malas kembali kekelas dan bertemu sungmin. Aku tidak ingin dia melihatku berantakan begini. Tapi dibanding berkeliaran dan bertemu hoobae yang sekaligus yeoja gila itu, aku lebih memilih diam saja dikelas.
Jam pertama kelas sudah selesai. Sudah tak ada guru dikelas. Aku segera masuk dan duduk ditempat dudukku. Dan hyungdeulku langsung menghampiriku.
"Kyu! Apa kau sudah bertemu dengannya ?",tanya ikan itu antusias. Dengan malas kukeluarkan PSPku dari tas untuk mengecek keadaannya, mengingat tadi aku melempar tas ku cukup kuat.
"Nugu hyung?",tanyaku malas.
"Aish! Mantan yechinmu kyu! Seohyun! Yang sekarang pindah kesini dan menjadi hoobae kita",kini si kepala besar alias yesung hyung angkat bicara.
"Arra! Dan jangan sebut nama menjijikkan itu lagi dihadapanku, apa lagi didepan sungmin!",ucapku. Hey! Tunggu dlu, kenapa kursi disebelahku kosong?
"Apa ka-",belum selesai donghae mengucapkan kalimatnya dengan cepat segera kupotong."Sungmin kemana hyung?",tanyaku.
"Ahh, sungmin ? Dia tidak masuk hari ini, tadi dia menelepon wali kelas kita dan mengatakan kalau dia sedang tidak enak badan jadi ia tidak masuk sekolah",jelas yesung yang membuatku membulatkan mataku.
"Mwoya? Sakit? Dia sakit apa? Apa mimisannya masih berlanjut? Atau anemianya parah?",ucapku panik yang membuat kedua hyungku menatapku bingung.
"Mimisan ?",tanya hae dengan wajah babonya.
"Tahu darimana kyu kalau dia mimisan dan anemia?",tanya yesung kini.
"Aish! Aku bersamanya kemarin dan dia bilang anemianya kambuh bahkan sampai mimisan! Argghhh! Eotteokhae? Apa dia baik-baik saja?",ucapku frustasi sambil mengacak-acak rambutku kasar.
"Aigoo, kau berlebihan kyu!",cibir si ikan itu yang membuatku menghentikan aksi brutalku.
"Manhi geogjongdwae hyung(aku sangat khawatir hyung)",ucapku sambil menunduk.
"Omona! Kenapa kamu tidak minta saja alamatnya pada ssaem lalu menjenguknya deh",saran yesung. Ah! Benar juga!
"Arraseo hyung! Nan kalkhae",ucapku sambil memasukkan PSPku kedalam tas kembali dan menyambar tasku lalu pergi.
-o—
Sekarang aku sudah dipintu gerbang sebuah rumah minimalis. Sekali lagi ku cek selembar kertas yang ada digenggaman tanganku, sebelum aku benar-benar menekan bel."Sepertinya benar",gumamku pada diri sendiri.
Tingg tongg
Beberapa kali aku menekan tombol bel itu. Tak lama kemudian dari speaker bel meresponku."Nuguseyo?",ucap seorang yeoja yang sangat aku yakin itu bukanlah lee sungmin.
"Cho kyuhyun imnida, apa benar ini kediaman Lee sungmin?",tanyaku sopan.
"Ne, kamu siapanya sungmin ya ?",tanya yeoja itu.
"A-aku school mate lee sungmin",jawabku.
"Chingu? Jeongmal? Gidaryeo",ucap yeoja itu girang. Hey! Kenapa dia yang senang?. Aneh.
Cklekk
Tak lama kemudian pintu besi itu terbuka. Dan tersajilah sebuah taman kecil yang sangat rapi dan terlihat pula beberapa jenis bunga tumbuh subur. Seorang yeoja paruh baya keluar dari pintu coklat yang tertutup rapat tadi dan menghampiriku. Segera aku membungkukkan badanku. Takut-takut bahwa itu adalah eomma-nya sungmin.
"Annyeonghaseyo ahjumma",salamku. Ia tersenyum manis. Sangat manis. Terlihat seperti sungmin, walaupun terlihat beberapa garis kerutan diwajahnya tapi itu tidak membuatnya terlihat tua.
"Annyeonghaseyo, apa kamu benar-benar chingunya sungmin eum?",tanya ahjumma itu.
"Eoh, ne. Aku kesini ingin menjenguk sungmin. Mengingat kemarin dia sempat mimisan saat peergi bersamaku",jelasku.
"Mworago? Jadi yang pergi bersama sungmin kemarin itu kamu? Jadi kamu benar-benar chingu-nya uri sungmin?",ucap ahjumma itu antusias. Aku membalas dengan anggukkan serta senyum yang mungkin terlihat kikuk. Jujur saja, respon ahjumma ini berlebihan. Tapi entah kenapa aku merasa sangat senang.
-Kyu pov end-
Author POV *nyempil dikit yaa*
Tap tap tap
"Siapa ahjumma yang datang?",ucap seorang yeoja mungil yang dibalut dengan kaos oblong dan celana pendek yang bewarna senada yaitu bewarna sambil jalan menyelusuri anak tangga dengan anggunnya tanpa menyadari tatapan tajam dari seseorang.
"Ada chingu minnie datang",ucap ahjumma itu."Ahjumma? Jadi itu bukan eomma sungmin?",batin kyuhyun.
Langkah kaki sungmin terhenti dan.."Uhuk",snack yang sedari tadi dikunyahnya kini masuk kesaluran pernafasan.
"Uhukk.. Uhuk",batuk sungmin semakin menjadi-jadi tatkala kyuhyun memamerkan senyumnya.
"Yak! Gwaenchana ?",kyuhyun dengan sergap menghampiri sungmin. Sungmin menepis terus tangan kyuhyun,"uhukk.. Uhukk",
"Ahjumma , cepat ambilkan air",perintah kyuhyun.
"Baiklah",ucap ahjumma itu menurut.
Setelah berlari ke dapur ,ahjumma itu menyodorkan segelas penuh air putih ke sungmin. Dengan brutal diambilnya gelas itu, dan dengan lembut tangan kyuhyun mengelus punggungnya lembut. Entah kenapa sungmin merasa nyaman dan tidak ada niatan sedikitpun untuk melarang kyuhyun.
"Ahh...",desah sungmin lega ketika saluran pernafasannya kembali normal dan ia memberikan tatapan tajamnya ke kyuhyun.
"Yak! Apa yang kamu lakukan disini eoh? Dan dari mana kau tau alamatku?",tanya
sungmin penuh selidik.
"Aigoo, bersabarlah ming~ aku hanya ingin menjenguk chinguku yang sedang sakit dan masalah alamat itu aku dapat dari ssaem",ucap kyuhyun enteng yang membuat sungmin menghela nafasnya panjang.
"Pulanglah, kamu sudah melihatku kan ?",titah sungmin.
"Mwoya? Aku bahkan baru sampai dan belum memberikan ini",kyuhyun merogoh tasnya dan diambilnya sebuah plastik dan disodorkannya kehadapannya sungmin."Untung aku meminta biang esnya kepada ahjumma kedai itu, jadi aku yakin es krimnya tidak akan mencair",jelas kyuhyun.
Sungmin tak kunjung-kunjung mengambil plastik itu ,ia hanya menatapnya saja.
Srettt
Kyuhyun menarik tangan sungmin dan mengaitkan plastik itu ke tangan sungmin."Manhi appo?",tanya kyuhyun sambil mengecek suhu badan sungmin dengan punggung tangannya yang ditempelkan didahi sungmin."Sepertinya sudah baik-baik saja, jangan lupa besok kembali ke sekolah ne? Jangan terlalu lama berdiam dirumah, atau kau akan menyesal noona",ucap kyuhyun yang kini membuat sungmin mengerutkan dahinya.
"Mworago?",tanya sungmin.
"Eobsoyo, jaga diri noona baik-baik ne ? Aku pulang",ucap kyuhyun sambil mengacak poni sungmin gemas dan membalikkan tubuhnya lalu berjalan keluar dari rumah sungmin.
"Tck! Apa-apaan dia itu?",sungmin mengukir senyum tipisnya sambil menatap pintu yang baru saja dilalui kyuhyun.
-o—
Suara gaduh kelas benar-benar tidak mencerminkan suasana kelas yang seharusnya. Begitu banyak siswa yang bersenda gurau, mengingat Kim ssaem sedang ada tugas diluar kota jadi tidak ada guru yang mengajar dikelas ini. Terkecuali kyumin, menurut kalian apa yang mereka lakukan?. Hening. Sungmin lebih memilih fokus kepada buku yang ia pinjam dari perpustakaan pagi ini, sedangkan kyuhyun tetap fokus dengan pemandangan yang ada didekatnya yaitu sungmin. Sungmin mulai gelisah dan risih karena sejak tadi kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang sulit dipahami.
"Berhenti menatapku dengan tatapan anehmu atau aku akan benar-benar pindah dari sini",ucap sungmin ketus namun ia tetap memandang buku usang dihadapannya.
"Apa salah aku mengagumi karya tangan Tuhan ?",goda kyuhyun yang membuat sungmin berkedip imut.
Srettt
Kyuhyun mengadahkan punggung tangannya didahi sungmin.
"Eum.. Sepertinya sudah tidak apa-apa, apa es krimnya noona suka eoh ?",tanya kyuhyun.
"Tck! Sudahlah lebih baik aku pergi",ucap sungmin sambil bangkit.
"Noona mau kemana ?",tanya kyuhyun.
"Cih! Aku ingin ke toilet!",ucap sungmin frustasi.
"Apa perlu aku antar noona?",tawar kyuhyun yang sukses membuat sungmin menoleh dengan tatapan setajam-tajamnya. Tatapannya seolah berbicara "kau mau mati eoh?", sedangkan kyuhyun hanya terkekeh.
Tak lama setelah sungmin pergi ke toilet tiba-tiba Yoon ssaem -Kepala sekolah- datang kekelas kyuhyun. Seketika suasana kelas yang tadinya ricuh jadi hening.
"Selamat pagi ,saya datang kekelas ini untuk memberikan sedikit pengumuman. Seoul Senior High School tahun ini akan mengadakan pertukaran pelajar dengan Sekolah dari luar negeri. Dan siswa yang beruntung itu berasal dari kelas ini",ucap yoon ssaem yang membuat seisi kelas terkejut tak terkecuali kyuhyun.
"Bagaimana aku tidak tahu tentang ini?",batin kyuhyun.
"..dan siswa beruntung itu adalah Shin Hyesung",jelas yoon ssaem yang membuat seisi kelas menjadi hening. Mengingat Shin hyesung itu adalah anak yang cukup malas dan tidak berprestasi. Namun sesaat kemudian suasana kelas ricuh dengan tepuk tangan dan tak sedikit siswa yang menghampiri hyesung sekedar memberi selamat kecuali kyuhyun, donghae dan yesung.
"Aku kira kamu yang akan dipilih kyu",bisik donghae.
"Tck! Apa peduliku, lagipula apa kamu tak suka jika aku disini hyung ?",ucap kyuhyun ketus sambil menarikan jari-jarinya pada sebuah kotak hitam 'kesayangan'-nya itu.
"Ish! Kau itu terlalu sensitif kyu",cicbir donghae.
"Tapi ini aneh juga ya, bukannya yang ditukar pelajar itu hanya siswa yang berprestasi?",ucap yesung.
"Mungkin yang ditukar dari luar negeri itu juga babo,hyung",ucap kyuhyun santai.
Dukk dukk duk
Yoon ssaem mengetukan meja dihadapannya seolah menginstrupsi agar kelas menjadi tenang.
"Selamat untukmu Shin Hyesung-ssi, kamu bisa mempersiapkan barang-barangmu. Dan mulai hari ini posisi Hyesung-ssi dikelas ini akan diganti oleh siswa asal Jepang, silahkan masuk Henry-ssi",ucap yoon ssaem yang membuat semua seisi kelas menatap pintu kelas.
Tap tap tap
Langkah kaki santai terdengar lembut menyapa telinga para siswa. Sesaat kemudian tampaklah seorang namja yang terbilang tinggi, berkulit putih dan jangan lupakan mata sipitnya. Saat ia tepat didepan kelas ia memamerkan senyumnya dan itu membuat matanya benar-benar hanya segaris namun itu membuatnya terlihat sangat manis.
"Annyeonghaseyo yeorobun, saya Henry lau, saya berasal dari China dan bersekolah diJepang, mohon kerjasamanya",ucap henry sambil membungkukkan badannya sopan.
"Baiklah , shin hyesung-ssi anda bisa ikut dengan saya untuk mengurus surat-surat pertukaran pelajaran itu dan untuk anda henry-ssi ,anda bisa duduk ditempat shin hyesung",jelas yoon ssaem. Henry menurut dan ia duduk ditempat hyesung, yaitu tepat didepan kyuhyun. Lalu yoon ssaem dan hyesung keluar dari kelas itu.
Brak!
Tak lama setelah yoon ssaem keluar, tiba-tiba pintu kelas terbuka dengan cara tak indah.
"Hey! Ada pertarungan sengit antara 2 yeoja pendatang baru disekolah ini di toilet! Lee sungmin dari kelas ini dan Seohyun dari kelas XI-1 ! Palli kesana! Sebelum benar-benar berakhir",teriakan itu membuat seluruh kelas membulatkan mata mereka tak terkecuali kyuhyun, donghae, yesung dan henry.
"SUNGMIN?",teriak kyuhyun dan henry bersamaan. Mereka saling bertatapan bingung. Namun sedetik setelah itu..
Brak!
Kyuhyun melempar PSPnya sembarang dan berlari keluar kelas disusul henry dan beberapa siswa kelas itu.
"Wow! Bahkan ia sudah tak sayang dengan kotak hitam sialan itu",ucap donghae kagum.
"Betul juga hae! Kajja kita susul dia hae!",ajak yesung.
-o—
Brakk!
Tubuh seohyun ambruk kelantai tepat dihadapan kyuhyun."LEE SUNGMIN",bentak kyuhyun yang membuat sungmin benar-benar kaget.
Tes tes
Beberapa tetes darah jatuh mulus kelantai akibat luka cakar dipipi chubbynya."Oppa appo..",ringis seohyun yang membuat kyuhyun mengalihkan pandangannya dari pipi sungmin ke seohyun yang ada tepat dikakinya. Kyuhyun berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dihadapan seohyun.
Srett
Dengan 1 tindakan kini seohyun sudah ada didalam gendongan kyuhyun. Lalu ia membawa seohyun keluar dari toilet itu, meninggalkan tatapan nanar sungmin.
Sepanjang perjalanan seohyun terus memelak leher kyuhyun manja. Sedangkan kyuhyun menatap kosong koridor. Pikirannya jauh memikirkan pipi sungmin yang terluka tadi.
"Oppa, UKSnya belok kenapa oppa lurus?",komentar seohyun yang membuat kyuhyun tersadar kembali.
"Ahh , mian",ucap kyuhyun.
Srett
Kyuhyun menurunkan seohyun.
"Kamu ke UKS sendiri , aku harus kembali",ucap kyuhyun lalu meninggalkan seohyun.
"OPPA!",panggil seohyun frustasi.
-o—
Dengan langkah kaki panjangnya dalam waktu 1 menit, kyuhyun berhasil kembali ke toilet tempat insiden ribut antara seohyun dan sungmin.
"Min, gwaenchana ?",ucap kyuhyun saat sungmin kini ada dihadapannya."Untung dia masih disini",batin kyuhyun.
Sungmin menatapnya sinis."Tck! Henry oppa kajja",ucap sungmin sambil menarik tangan namja yang ada disebelahnya. Dan kyuhyun baru sadar kalau ada namja lain di sebelah sungmin. Dan sungmin meninggalkan kyuhyun.
"Op-pa?",lirih kyuhyun menatap punggung henry dan sungmin.
-TBC-
