FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 4
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
Disclaimer : Ini FF murni yang muncul dari otak sempit author ketika ga ada kerjaan ditempat PKL *curcol dikit* jadi maklumin kalo ceritanya ngawur dan ga dapet Feel. Seluruh cast yang author pake disini hanya author meminjam namanya karena karakter serta cerita ini hanya MILIK author. Karena ini GS jadi kalo ga suka bacanya ya DON'T READ! Dan author tidak menerima bash dalam bentuk apapun, karena author tidak bermaksud merusak (?) Kyumin. DON'T COPAS *kaya ada yg mau aja* and DON'T BE SIDER -Silent reader-! Okeyy go to story all!
-o-
Kyuhyun POV
"Oppa? Dia bilang apa tadi? Henry oppa? Cih! Bahkan kemarin dia bilang ia tidak ingin punya chingu? Tapi nyatanya sekarang dia bilang oppa pada bocah tengik itu? Aish,jinjja",gerutuku sepanjang koridor.
Hey! Kenapa juga sungmin lebih memilih henry daripada aku? Apa dia marah karena tadi aku membentaknya dan meninggalkannya? Tapi bukankah dia keterlaluan mendorong seohyun sampai tersungkur begitu?. Entahlah padahal sungmin juga terluka, pipinya terluka dan itu karena aku. Aku benar-benar babo! Kenapa bukan dari pertama saja aku menolongnya.
Aku benar-benar malas kembali kekelas, lebih baik aku ke kantin untuk mendapatkan minuman segar. Sayup-sayup kudengar ada yang berbincang sambil menyebut nama 'sungmin'.
"Aku rasa seohyun memang keterlaluan, bahkan ia sampai menggores pipi sungmin itu sampai berdarah dengan sebuah pisau kecil yang entah kapan dia membawa itu.",ucapan itulah yang menyapa telingaku. Mwoya? Pisau? Omongan ini benar-benar membuatku emosi!. Kuhampiri yeoja-yeoja itu.
"Yak! Apa kalian ada disana tadi saat seohyun dan sungmin berkelahi?",tanyaku ketus.
"Ahh.. Itu...",jawab salah satu yeoja itu gugup.
"Palii! Ceritakan padaku!",ucapku 'sedikit' teriak.
"Ne, jadi ceritanya begini...",
~FLASHBACK~ *author pov*
Sungmin tengah mencuci tangannya diwestafel toilet, tiba-tiba ada beberapa yeoja yang masuk kedalam toilet.
"Apa kamu benar lee sungmin?",tanya salah satu yeoja yang dapat kita sebut itu seohyun.
Sungmin memandang seohyun malas."Cih! Pertanyaan bodoh",ucap sungmin dingin dan berniat untuk pergi dari toilet. Karena ia yakin tak lama lagi akan terjadi cekcok yang tak diinginkannya. Namun langkah kakinya tertahan tatkala lengan kirinya ditahan oleh seohyun.
"Kamu ini benar-benar kurang ajar ya?",ucap seohyun sengit. Sungmin menatap seohyun dengan wajah datarnya.
"Apa kamu sedang membicarakan dirimu sendiri eoh? Bahkan perilakumu sekarang tidak ada sopannya",ucap sungmin yang kini membuat seohyun kesal.
"Yak! Okay! Aku tidak akan basa-basi lagi , menjauhlah dari kyuhyun!",ucap seohyun tegas.
"Jadi kamu salah satu dari fans kyuhyun eoh ? Aku tak menyangka, kyuhyun beserta fansnya itu benar-benar cocok. Sama-sama tidak sopan",ucap sungmin yang kini membuat seohyun tak percaya karena tidak sedikitpun sungmin merasa takut.
Plak!
Sebuah tamparan mulus mendarat dipipi sungmin, namun ekspresi sungmin tidak berubah. Ia tetap memandang seohyun datar seolah-olah merendahkannya."Rasakan itu yeoja jalang! Jauhi kyuhyun! Dan aku bukan salah satu fansnya, aku yeochin-nya! Arra?",bentak seohyun yang tak membuat sungmin bergeming.
"Cih! Seharusnya kamu yang menyuruh namja bocah itu menjauh dariku dan berhenti mengangguku! Dan aku bukan yeoja jalang. Seharusnya kamu berkaca sebelum mengatakan itu, karena mendengarmu mengucapkan 'wanita jalang' membuatku iba. Karena yang lebih pantas disebut jalang itu kamu!",ucap sungmin masih dengan tampang flat-nya.
"Kau ini benar-benar mau mati ya?",ancam seohyun sambil mengeluarkan sesuatu dari saku roknya yang tak lain dan tak bukan adalah pisau lipat kecil.
Seohyun mengarahkan pisau itu kearah perut sungmin namun sungmin itu sangat pandai material art jadi ia mampu menepis dan mendorong seohyun. Namun sialnya pisau itu melayang menggores pipi mulusnya.
Brakkk
"LEE SUNGMIN!",teriak kyuhyun saat datang."
~FLASHBACK END~ *author pov end*
-o0o-
*kyuhyun pov*
Kini aku melangkahkan kakiku sepanjang koridor sambil menatap kosong kedepan. Hey! Bagaimana bisa seohyun jadi sebrutal itu? Bahkan ia menyakiti yeoja yang
kusukai.
"Hah~",aku menghela nafas panjang saat sudah tepat didepan pintu kelas. Kulihat Jung ssaem tengah mengajar.
Tok tok tok
Aku mengetuk pintu sebelum membuka pintunya.
"Darimana saja kamu cho kyuhyun?",tanya jung ssaem.
"Toilet ssaem maaf kalau terlalu lama"ucapku lalu berlalu menuju tempat dudukku.
DEG
Namun langkah kakiku terhenti ketika melihat donghae dan yesung hyung duduk ditempat sungmin dan henry. Sedangkan sungmin'ku' duduk berdampingan dengan henry ditempat hyungdeulku.
"Hah~",aku menghela nafasku lalu duduk ditempatku.
"Kyu kau darimana ?",tanya ikan babo itu,
"Bukankah barusan aku sudah bilang dari toilet? Dan kenapa jadi kalian yang duduk disini?",protesku.
"Bagaimana bisa kita menolak kyu jika sungmin memohon untuk duduk ditempat kami dengan siswa pindahan itu",ucap yesung.
"Aishh!",umpatku. Kulirik sungmin dan tanpa sengaja sungmin juga melihat kearahku. Dapat ku lihat jelas perban coklat yang bertengger sempurna dipipinya. Saat sungmin menyadari tatapan kami bertemu ia segera melepaskan kontak kami dan menatap ke papan tulis kembali.
-o0o-
"Perhatian para murid-muridku, sebelum jam pelajaran ini berakhir aku ingin memberikan sedikit pengumuman",ucap jung ssaem yang membuat semua siswa menatap serius ke arah jung ssaeng terkecuali aku. Aku masih sibuk membenarkan batre PSPku yang tadi sempat terpental karena aku lempar. Sungguh malang nasib'nya'.
"Besok pagi kita akan mengadakan LDKS atau dapat diperjelas menjadi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Dan seluruh siswa wajib ikut! Ini untuk melatih mental kalian kembali sebelum menghadapi ujian nasional akhir semester nanti",jelas jung ssaem yang membuat semua siswa terkejut tak terkecuali aku. Hey! Kita sudah pernah LDKS , harus diulang lagi?Bahkan tahun-tahun sebelumnya tidak begini.
"Jadi saya ingatkan para murid dapat menyiapkan perlengkapan yang akan kalian bawa karena kita akan menginap disana, alias bercamping! Arra?",ucap jung ssaem sekali lagi namun seisi kelas masih tenang."Arra?",tanyanya ulang.
"Arra!",jawab semuanya kompak.
Tttteeeeetttttttttttt ~
Bunyi bel panjang itu menandakan bahwa sekarang waktunya untuk pulang. Seluruh siswa dan siswi kini mulai sibuk membenahi barang-barangnya. Kulihat sungmin dan henry sudah siap untuk keluar kelas. Dengan sergap kuhadang mereka berdua. Aku menatap henry tajam lalau kembali menatap sungmin.
"Neo gwaenchana?",tanyaku sambil berniat memegang pipinya.
Plakk
Sungmin menepis tanganku."Bikhyeo!(Menyingkirlah)",ucap sungmin lagi dengan nada dingin.
"Kamu kenapa eoh? Marah karena tadi aku lebih menolong seohyun ?",ucapku to the point sedikit berteriak sehingga kini aku yakin aku menjadi pusat perhatian kelas.
Sungmin menatapku tajam,"cih! Untuk apa aku marah ? Lebih baik kamu minggir! Aku mau pulang!",ucap sungmin tegas.
Srett
Sungmin membulatkan mata foxy-nya itu ketika aku tiba-tiba menggandeng tangan kanannya.
"Jika kamu mau pulang ,hanya dengan aku kamu bisa pulang",ucapku telak.
"Mwoya?",ucap sungmin seakan ingin protes namun aku tetap berniat membawanya keluar. Namun sebuah tangan menahan langkahku.
"Apa kamu tidak lihat dia tidak ingin pulang bersamamu?",ucap bocah tengik bernama henry itu. Berani sekali dia menghalangiku.
"Cih! Jangan panggil aku cho kyuhyun jika aku akan terpengaruh dengan ucapanmu itu!",ucapku lalu menepis tangannya dan melanjutkan membawa sungmin keluar dari kelas.
-o0o-
"Hey! Lepaskan tanganku! Ini sangat sakit!",berontak sungmin. Aku melepaskan genggaman tanganku saat kami sudah sampai diparkiran.
Ku tatap tangannya yang tadi kugenggam. Memang benar itu merah. Apa sebegitu kuatnya genggamanku?
"Mianhae",ucapku lirih sambil menundukkan kepalaku.
"Tck!",sungmin berdecak. Kuangkat kepalaku. Kutatap perban coklat yang menempel dipipinya itu. Kuusap lembut dengan ibu jariku.
"Mianhae, bahkan luka yang ini belum sembuh tapi aku sudah menambahnya dengan membuat tanganmu merah, jeongmal mianhae",ucapku lirih lagi.
"Cih! Disini aku yang disakiti fisiknya kenapa kamu yang cengeng eoh? Dasar namja bocah!",ucapnya kesal.
"Hatiku sakit melihatmu terluka begini, mianhae",ucapku lagi. Berlebihan? Tapi ini memang jujur dari dalam hatiku.
"Cih! Jika tidak ingin melihatku terluka, jauhi aku! Arra?",ucapnya lalu membalikkan tubuhnya berniat meninggalkanku.
Grepp
Kedua tangan kekarku melingkar sempurna dipinggang ramping sungmin.
"Kajima~ biarkan aku mengantarmu eoh? Aku tidak ingin ada sesuatu yang buruk menimpamu lagi karena aku. Aku akan disamping setiap saat agar tidak ada yang menyentuhmu",ucapku lirih.
"Kamu punya hak apa eoh untuk tetap disampingku?",ucapnya tanpa niat melepaskan pelukanku. Apa dia merasa nyaman?.
"Tentu saja punya, kamu itukan yeojaku chagiya",ucapku asal dan kini berhasil membuatnya membalikan tubuh dan menatapku tajam.
"Yak! Jangan mengada-ada",protesnya.
"Aku tidak peduli! Pokoknya Lee Sungmin mulai sekarang adalah milik Cho kyuhyun! Dan cho kyuhyun hanya milik Lee sungmin. Arra?",ucapku telak dan makin membuatnya membulatkan mata.
"Neo mich-",
Chupp~
Dengan cepat aku membungkam bibir plump milik sungmin agar dia tidak terus melancarkan protesnya.
"Mulai sekarang kamu milikku, arra ?",ucapku lembut. Sedangkan sungmin masih terpaku. Apa aku firstkiss-nya? Ahh! Aku bisa gila. Kugenggam kembali tangannya dan membawanya menuju motorku.
"Kajja kita pulang",ajakku sambil menyodorkan helm kehadapan sungmin.
"Eh?",kurasa ia baru sadar. Apa segitunya dia tenggelam dalam pesonaku? Hahaha.
"Kajja",ulangku sekali lagi.
"Aku bisa naik bus",ucapnya menolak ajakanku. Hey! Bukan cho kyuhyun namanya kalau tidak bisa mengatasi masalah begini.
"Shirreo! Aku ingin memastikan yeojaku sampai dirumah dengan selamat! Arraseo?",ucapku yang membuatnya mengerjapkan matanya imut. Hey! Jangan lakukan itu! Atau aku akan benar-benar menyerangmu min.
"Yak! Sejak kapan aku menjadi yeochinmu hah?",ucapnya kasar.
"Sejak aku menciummu tadi",ucapku santai yang membuatnya terlihat salah tingkah.
Kyaaa! Kyeopta!
"Jebalyo, kajja!",ucapku lalu memakaikannya helm. Aku menaiki motorku dan menatapnya yang tak kunjung menghampiriku.
"Kajja!",ucapku sambil menepuk jok belakang motorku yang kosong.
"Hanya mengantarku saja ne?",ucapnya. Akhirnya dia buka suara juga. Aku menarik sudut bibirku membentuk senyuman."Ne, tuan putri",ucapku lalu ia memegang bahuku untuk membantunya naik ke motorku.
Srett
Aku menarik tangannya untuk melingkar dipinggangku."Tetaplah seperti ini jika kamu tidak ingin terjatuh ,arra?",ucapku.
"Ish! Ini hanya akal-akalanmu saja!",ucap sungmin ia mulai menarik tangannya kembali.
"Jika kamu lepaskan aku tidak berani jamin kamu akan selamat",gurauku.
"Ish ish! Arra arra!",ucapnya lalu kembali melingkarkan tangannya dipinggangku.
Selama perjalanan, tak ada perbincangan apapun diantara kami. Sampai akhirnya kami sampai didepan rumah sungmin.
"Gomawo",ucap sungmin saat sudah turun dari motorku dan memberikan helm kepadaku.
"Arraseo, min bolehkah aku meminjam toiletmu?",ucapku mengada-ada. Sebenarnya ini hanya alasanku agar bisa mampir ke rumahnya.
"Cih! Jangan banyak alasan kyu, cepat kamu pulang",ucap sungmin mengusirku.
"Ayolah jebal! Chagiyaa~",ucapku manja.
"Yak! Jangan memanggilku chagiya aku bukan yeochinmu!",ucapnya kesal sambil membalikan tubuhnya sambil berniat masuk.
Srett
Aku menahan tangannya,"henry. Siapa henry? Apa kamu mengenalnya ?",ucapku kini serius.
Ia menatapku sambil mengerjapkan matanya,"Ada hak apa kamu bertanya begitu?",tanyanya dengan wajah datar. Hey! Bukankah sudah kuucapkan berkali-kali aku ini namja chingu-nya, walaupun kuputuskan sebelah pihak.
"Ayolah, sudah kuucapkan tadi. Kamu itu yeojachinguku dan aku berhak tau",ucapku yang membuatnya menghela nafas panjang.
"Dia hanya teman sekelasku sewaktu di jepang, kamu puas?",ucapnya.
"Chingu? Bukankah kamu bilang kamu tidak ingin punya chingu eum ?",tanyaku lagi. Sungmin hanya menatapku dan tak berniat menjawab apa-apa. Dengan perlahan aku melepaskan genggaman tanganku.
"Baiklah, aku percaya. Sekarang kamu masuk dan istirahatlah. Besok pasti bakal melelahkan",ucapku sambil mengacak gemas poni sungmin lalu menstarter motorku."Aku pergi",pamitku sebelum benar-benar pergi dari sana.
-o0o-
Hari ini benar-benar melelahkan. Tak kusangka LDK kali ini berkali-kali lipat lebih banyak kegiatannya. Dan yang menyebalkannya kenapa aku harus satu tenda dengan bocah sipit itu. Walaupun bersama dengan hyungdeulku, namun keberadaan bocah itu membuatku risih. Ditambah lagi ketika ia sok-sok memberi perhatian pada sungmin selama kegiatan hari ini.
Daripada berlama-lama ditenda bersama tiga orang yang sudah mendengkur ini. Lebih baik aku keluar, mencari angin segar. Baru beberapa langkah kaki, namun kini langkah kakiku terhenti. Ketika aku melihat sosok yang sedari tadi terus berdiam dipikiranku.
Aku kembali masuk kedalam tenda dan menyambar jaketku yang besar. Lalu keluar lagi. Kulihat sungmin tengah duduk didepan api unggun yang kian meredup. Sedangkan yang lainnya sudah terlelap dalam mimpinya.
"Kamu tidak tidur eum ?",tanyaku sambil ikut duduk disebelah sungmin.
"Eh? Aku tidak bisa tidur, mereka sangat berisik",ucapnya dengan nada jutek.
"Kalau begitu kita senasib, aku tidak bisa tidur juga bersama para sapi yang mendengkur itu",ucapku kesal."Hmm, bagaimana kalau kita ke danau ?",ajakku.
"Danau?",sungmin mengerutkan dahinya.
"Iya, disekitar sini ada sebuah danau. Kalau malam hari akan banyak kunang-kunang. Sangat indah. Kamu mau kesana?",tanyaku namun belum dia memberikan jawaban aku langsung menyambar tangannya dan membawanya pergi.
-o0o-
"Kya! Yeppeuda.",gumam sungmin pelan namun masih tertangkap sempurna olehku.
"Untung saja aku membawa senter ini, jadi kita tidak tersesat. Eotte? Kamu suka?",tanyaku.
"Ish! Kyu matikan sentermu, nanti kunang-kunangnya pergi",omelnya. Aigoo, padahal aku yang mengajaknya kesini. Tapi bukan ucapan terimakasih yang aku terima malah omelan begini.
"Arra arra", ucapku mengalah. Sedangkan sungmin malah asik dengan dunia barunya. Tapi dia semakin cantik dengan senyuman yang tergambar diwajahnya kini.
"Ini sangat cantik kyu",ucapnya.
"Kamu lebih cantik min",ucapku tanpa sadar. Ia segera menatapku dan mengerjapkan mata beningnya itu dengan imut. Aigoo! Itu meningkatkan tingkat kecantikannya dimataku.
"Kamu lebih cantik dibanding kunang-kunang yang kini berada disekitar kita",ucapku kini dengan kesadaran yang sepenuhnya.
Kami hanya saling menatap. Namun seketika tatapan kami terputus saat bulir bening terjatuh bebas dari langit. Dan itu mengalihkan pandanganku dan sungmin jadi menatap langit.
"Hujan kyu!",ucap sungmin sedikit keras.
"Chamkkaman!",ucapku panik dan mencari senterku.
Plungg!
Great! Senterku yang ada disaku jaketku kini jatuh kedalam danau."Apa yang kamu cari kyu? Nanti hujannya menderas!",ucap sungmin lagi.
"Senterku min, terjatuh didalam kolam",ucapku panik. Bagaimana bisa kembali?
"Aigoo! Kajja! Lihat disana ada cahaya",ucap sungmin sambil menunjuk kearah satu-satunya sumber cahaya. Sepertinya itu sebuah bangunan.
"Baiklah kajja!",ajakku.
Dan benar saja ini memang sebuah gubuk. Tapi sepertinya tak ada orang. Aku dan sungmin masuk kedalam sana.
"Hah~ untung saja ada gubuk kosong ini. Bagaimana kita kembali ?",ucap sungmin khawatir.
"Kita tunggu sampai hujannya berhenti ne ?",ucapku menenangkan sungmin.
Tess tess
Omona! Hidung sungmin kembali mimisan.
"Ming! Hidungmu mimisan",ucapku panik."Dongakan kepalamu ming",saranku dan ia menurutinya.
Dengan cepat aku membuka jaketku dan membuka kaosku hingga memperlihatkan ABSku.
"Yak! Apa yang kamu lakukan eoh?",ucap sungmin masih dengan posisi mendongak.
Dengan cekatan aku mengganti peran tangan sungmin dengan kaosku."Tahan dengan ini min",ucapku yang membuatnya terpaku melihatku.
"Tapi ini kotor kyu",ucapnya tapi ia masih menahan hidungnya dengan kaosku.
*kyuhyun pov end*
*author pov*
"Gwaenchana,",ucap kyuhyun sambil tersenyum.
"Kyu, jangan bersikap baik padaku. aku mohon jangan membuatku merubah presepsiku tentang namja",batin sungmin.
"Min, kamu sangat pucat. Appo?",ucap kyuhyun khawatir sambil menempelkan punggung tangannya didahi sungmin."Kamu sangat panas min",lanjut kyuhyun kini panik.
"Gwaenchana kyu",ucap sungmin meyakinkan kyuhyun bahwa ia baik-baik saja.
"Lebih baik kamu istirahat dulu ne ?",ucap kyuhyun sambil menuntun sungmin untuk duduk dan tidur dipahanya.
Lalu kyuhyun menyelimuti sungmin dengan jaket besarnya.
"Bibirmu membiru kyu",ucap sungmin menatap kyuhyun khawatir.
"Gwaenchana, ini hanya karena kena air hujan",ucap kyuhyun sambil menggigil. Sungmin duduk dan menarik kyuhyun untuk tidur berdampingan dengannya.
Grepp
Sungmin memeluk kyuhyun dan menyelimuti tubuh mereka dengan jaket milik kyuhyun.
"Eh? Min gwaenchana ?",tanya kyuhyun.
"Jangan pikir macam-macam ,ini hanya satu-satunya cara untuk membuat tubuh kita tetap hangat",jelas sungmin didalam dekapan kyuhyun.
Kyuhyun mengembangkan seringaiannya. Ia mengeratkan pelukan mereka."Min, boleh aku meminta sesuatu darimu eoh?",ucap kyuhyun.
"Apa?",tanya sungmin ketus.
"Aku mohon ijinkan aku menjadi namjachingumu",ucap kyuhyun lirih.
"Mwo? Apa alasanmu memintanya?",tanya sungmin.
"Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan orang lain dan karena aku sangat menyukaimu. Min saranghae~",ucap kyuhyun yang membuat sungmin mendongakan kepalanya dan menatap kyuhyun.
TBC
