-o0o-
"Appa jahat! Minnie benci sama appa!",teriak yeoja kecil itu saat lengan kekar appanya menurunkan tubuhnya hingga telapak kakinya menyentuh tanah. Hatinya begitu sakit mendengar kata-kata yang menyiratkan kebencian yang keluar begitu saja dari bocah kecil 7 tahun. Hanya bocah 7 tahun, tapi bagaimana ia bisa menyatakan kebencian seperti itu kepada appanya?.
"Jangan ikuti minnie! Arra?",bentak yeoja kecil itu pada sang appa. Dan siwon benar-benar terkejut dengan sikap anak semata wayangnya sekarang. Dan dia lebih memilih membiarkan putri kecilnya menenangkan diri ditaman bermain yang berada tepat dekat perkomplekan rumah mereka.
'Mianhae min-ah, appa benar-benar terpaksa melakukan semua ini.. Appa hanya ingin yang terbaik untukmu, appa harap kamu bisa mengerti', batin siwon.
Dan apa yang kini dilakukan yeoja kecil itu? Dia berjalan sambil menangis dan memeluk boneka bunny erat. Bahkan ia tidak menghiraukan butir-butir padat salju yang mulai turun. Ia tetap berjalan menuju taman bermain itu.
Sepi.
Tentu saja, bahkan ini hampir tengah malam dan hey! Siapa yang mau berdiam diri ditempat seperti itu saat malam hari? Sungmin? Ya mungkin hanya yeoja kecil pemberani itu yang mau berdiam diri ditaman. Yeoja itu mendudukan dirinya tepat diposisi favoritnya yaitu disebuah ayunan. Dan kini ia mulai menangis sesugukkan."Hikss...hiksss... Minnie mau eomma..tapi minnie tetap mau appa...hikss...",kini isakan bocah kecil itu menyapa telinga seorang namja kecil yang baru saja akan melintasi tempat itu. Langkah kaki kecil itu terhenti,"omona! Jam berapa sekarang ini?",ucap namja kecil itu sambil melirik jam spiderman yang ada dilengan mungilnya."Setengah 12 malam?",gumamnya pelan.
"Apa jam segini hantu sudah keluar? Aigoo! Eotteokhae? Seharusnya aku mendengarkan eomma yang ga mengijinkan aku ke minimarket malam-malam begini. Aishh! Eottokhae?",oceh namja kecil itu gusar.
Dengan hati-hati ia mengintip dari dinding pendek pembatas antara trotoar dengan taman itu yang cukup untuk menyembunyikan dirinya. Dilihatnya seorang yeoja berbaju putih dengan memeluk boneka kini menangis sambil duduk diayunan. Rambut hitam ikalnya yang panjang dibiarkan tergerai begitu saja bahkan hingga menutupi sebagian wajahnya.
"H-hantu...?",ucap namja kecil itu."Eomma...eo-...",ucapan namja itu lagi kali ini terputus ketika melihat kaki yeoja itu menapak ditanah.
"Bukankah eomma bilang hantu itu tidak menginjak tanah? Lalu dia itu apa?",gumamnya lagi. Dengan dorongan entah dari mana, namja itu mendekati sumber isakan itu. Dari samping ia menepuk pelan bahu yeoja itu,"chogiyo...",ucap namja itu yang membuat isakan yeoja kecil itu terhenti. Namun tak ada pergerakan apapun dari yeoja itu. Namja itu menelan salivanya susah dan mencoba bicara lagi.
"Kenapa kamu mena-...",ucapan namja itu tergantung mana kala yeoja kecil itu berbalik dan mendongakan kepalanya hingga kedua pandangan mereka bertemu.
'Yeppeuda~',batin namja kecil itu.
-o0o-
FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 6
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Story begin ~
Kyuhyun terus berlari menyusuri hutan tanpa menghiraukan panggilan dari teman-temannya yang melarangnya untuk pergi sendiri tanpa guru. Hey ayolah~ Cho Kyuhyun itu namja yang keras kepala dan teriakan seperti itu tidak mungkin menghentikannya.
"Hosshh...hoshh..hhh",nafasnya tersengal-sengal saat ia hampir sampai di danau itu. Dari kejauhan kyuhyun dapat melihat jelas yeoja yang kini menyita perhatiannya belakangan ini tengah berjongkok sambil menangis. Hey tunggu dulu...menangis? Sungmin menangisi apa?. Dengan rasa penasaran kyuhyun mulai mendekati sungmin setelah deru nafasnya mulai menormal.
Ia berjongkok tepat dihadapan sungmin dan sedikit mengulas senyum karena hatinya lega bahwa yang kini dihadapannya benar-benar sungmin. Namun sungmin masih belum menyadari kehadirannya, ia masih sibuk menangis sambil memeluk sesuatu. Kyuhyun memicingkan matanya ke benda yang sungmin tangisi. Itu... Kaos kyuhyun! Yang kyuhyun gunakan untuk menahan mimisan sungmin kemarin. Kyuhyun mengerutkan dahinya,'ada apa dengannya?',batin kyuhyun.
"Chagiya~",panggil kyuhyun manja yang membuat sungmin berhenti menangis dan langsung mendongakan wajahnya saat suara kyuhyun menyapa gendang telinganya."Kyu~"
"Kamu kenapa eumb? Kenapa menangisi pakaianku eoh?",tanya kyuhyun lembut sambil mengusap rambut ikal sungmin lembut selembut ucapannya.
"I-itu...hikss..hiksss",bukannya menjawab malah sungmin kembali menangis. Kyuhyun kini benar-benar bingung melihat sungmin yang menangis tiba-tiba.
Grepp
Sebuah pelukan hangat kini menyelimuti tubuh sungmin yang bahkan sungmin tak mampu menolaknya karena memang ini yang sedang dibutuhkan sungmin. Kyuhyun terus memeluk sungmin dan mengusap-usap punggungnya berharap tangisan itu mereda."Sssttt..uljima~ sangat menyakitkan melihat airmatamu jatuh ming~",lirih kyuhyun. Namun sungmin masih sesugukkan didalam dekapan kyuhyun. Kali ini sungmin menghela nafas panjang berharap kini isakan bodoh itu tidak memotong-motong kalimatnya.
"Kyu~ bukankah sesuatu yang kotor itu bisa dibersihkan? Kenapa kamu selalu membuangnya?",ucap sungmin yang kini membuat kyuhyun terkejut. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap yeoja'nya'.
"Maksudmu?",tanya kyuhyun tak paham.
"Apa semua namja seperti itu? Jika memiliki sesuatu yang kotor itu langsung membuangnya.. Bukankah kotor bisa dibersihkan?",gumam sungmin kini tanpa memandang kyuhyun.
"Kamu kenapa eoh? Ada yang salah?",tanya kyuhyun khawatir.
"Aniya, nan gwaenchana. Dan pakaianmu sepertinya memang hanya pantas untuk...dibuang",ucap sungmin dengan tatapan sendunya sambil menaruh pakaian kyuhyun yang telah penuh bercak-bercak darahnya."Cha! Kajja kita kembali.. Bukankah kamu kesini untuk menjemputku eoh?",tebak sungmin sambil berdiri yang membuat kyuhyun menjadi kikuk.
"Ahh~ ne. Aku sangat mengkhawatirkanmu, jangan pergi lagi tanpa seizinku arra!",ucap kyuhyun yang membuat sungmin mengerjapkan matanya.
"Mwo? Apa kamu itu manajerku eoh?",protes sungmin.
"Ani~ aku namjachingumu.",jawab kyuhyun polos.
"Aishh jinjja...ahh~",ringis sungmin kala sakit kepala yang dideranya begitu membuatnya tak seimbang.
Grep.
Dengan cekatan kyuhyun menopang tubuh sungmin."Gwaenchana?",tanya kyuhyun memastikan. Sungmin menggeleng lemah. Karena kali ini kepalanya benar-benar terlampau pening.
Tes tes
Liquid bewarna merah itu kini menetes tepat dilengan kyuhyun."Ming! Kamu mimisan lagi..",ucap kyuhyun panik.
"K..yu~",lirih sungmin sebelum benar-benar jatuh pingsan dipelukan kyuhyun.
"Ming! Ming! Irreona!",teriak kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipi sungmin berharap yeojanya akan bangun. Namun hasilnya nihil, dengan susah payah ia merubah posisi sungmin sehingga sungmin ada dipunggung kyuhyun untuk mempermudah menggendong ala piggy back.
'Ming~ ada apa dengan mu sebenarnya?',batin kyuhyun sambil berlari menuju camp.
~ o0o ~
camp
"Seonsaengnim!Seonsaengnim!",teriak kyuhyun hingga seluruh isi camp berkumpul.
"Omona! Ada apa dengan sungmin , kyu?",ucap donghae.
"Ceritanya panjang hyung, mana Jung ssaem?",ucap kyuhyun panik.
Akhirnya orang yang sangat diharapkan kyu datang. Dengan tergesa-gesa kyuhyun menghampiri Jung ssaem.
"Seonsaengnim anda membawa mobil bukan ? Jebal berikan aku kuncinya sekarang! Sungmin membutuhkan pertolongan!",ucap kyuhyun panik dan jangan lupakan kini bulir-bulir keringat mulai keluar disekujur tubuhnya. Bahkan matanya mulai menumpuk airmata. Dia begitu mengkhawatirkan keselamatan sungmin.
"M-mwo? Bagaimana jika kita menelepon ambulance?",saran jung ssaem.
"Bichyeoso?! Apa anda ingin membuat sungmin masuk pemakaman besok? Cepat berikan aku kuncinya! Aku akan membawanya kerumah sakit sekarang!",bentak kyuhyun kini kalap bahkan itu pada gurunya.
"Yak! Aku adalah gurumu!",protes jung ssaem.
"Jwiseonghamnida ssaem. Jebalyo ~ aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan sungmin.",ucap kyuhyun kini airmatanya berhasil keluar dan membuat jung ssaem tertegun. Dia bimbang karena kyuhyun masih berstatus siswa, apa boleh dia mengendarai mobil? Tapi dilain sisi ia juga harus mengkoordinir siswa yang ada di camp.
"Ssaem!",panggil kyuhyun yang menyadarkan jung ssaem.
Dengan berat hati ia menyerahkan kunci mobilnya pada kyuhyun. Dengan gerakan cepat ia menyambar kunci itu agar tidak membuat sungmin jatuh. Dengan cepat kyuhyun berlari keluar camp namun langkah kakinya terhenti saat melihat henry.
"Biarkan aku ikut denganmu..",ucap henry. Kyuhyun menatap henry tajam.
"Bikhyeo!",teriak kyuhyun namun tak ada pergerakan dari henry."Bikhyeorago! Jangan membuang waktu bocah tengik!",bentak kyuhyun kesal. Akhirnya henry menyingkir dan hanya bisa menatap punggung sungmin yang ada digendongan kyuhyun.
'Akankah aku hanya bisa melihatmu saja? Tanpa melakukan apa-apa...',batin henry.
~ o0o ~
Kyuhyun masih fokus pada jalanan namun karena ini mobil matic, ia tak perlu menggunakan tangan kanannya. Dan tangan kanannya memiliki fungsi lain, yaitu menggenggam erat tangan sungmin seolah memberikan kekuatan untuk bertahan.
"Ming~ aku harap tak terjadi apa-apa padamu",gumam kyuhyun.
Dengan kecepatan diatas rata-rata bagaikan pembalap profesional ,kyuhyun berhasil tiba dirumah sakit terdekat dalam waktu kurang dari 15 menit. Beberapa suster dan uisa kini sudah mengerumuni sungmin dan menggiring sungmin kedalam ruang UGD. Sedangkan kyuhyun hanya bisa menunggu didepan ruang UGD. Ia melipat kedua tangannya seolah memohon pertolongan Tuhan untuk tetap menyelamatkan sungmin.
Baru kurang dari 5 menit seorang uisa keluar dari ruang UGD tergesa-gesa menghampiri kyuhyun."Leesungmin-ssi harus segera melakukan chemotheraphy. Apa anda keluarganya?",ucap uisanim yang membuat kornea mata kyuhyun kini membulat.
'chemotheraphy?',
"Aniya~ saya namjachingunya..",ucap kyuhyun."Apa maksud anda kalau sungmin harus chemotheraphy? Apa penyakitnya serius?",tanya kyuhyun.
"Apa anda tidak mengetahuinya? Ahh~ berarti ini privasi pasien ,saya tidak dapat memberitahu anda. Tolong anda segera hubungi keluarga Leesungmin-ssi agar cepat datang sehingga kami dapat menindak lanjuti sungmin-ssi",ucap uisa itu hendak bergegas namun tangan kekar uisa itu ditahan oleh kyuhyun.
"Saya mohon beritahu saya apa yang terjadi pada sungmin.. Saya berhak mengetahuinya",ucap lirih kyuhyun.
"Hah~ leesungmin-ssi mengidap kanker darah stadium awal. Ini mungkin terlihat parah karena ia sendiri memang memiliki anemia. Jadi saya mohon anda segera menghubungi keluarganya jika ingin menyelamatkannya",jelas uisa kini ia benar-benar kembali masuk kedalam ruang UGD.
Brukkk!
Kini kedua kaki jenjang kyuhyun sudah tidak mampu menopang tubuhnya lagi. Hatinya seakan tak berdetak dan jiwanya seakan melayang entah kemana mendengar penuturan uisa tadi.
~ o0o ~
Kini ahjumma yang berada dirumah sungmin sudah mengatasi masalah rumah sakit. Dan bahkan sungmin tengah dalam masa chemotheraphy. Kyuhyun masih tertegun, tatapannya kosong menatap kedua tangannya yang terlipat yang tertumpu dikedua lututnya.
"Hah~",sebuah helaan nafas itu memecah keheningannya sejak tadi. Jemari tangannya menyentuh bagian lengannya yang sempat terkena tetesan darah sungmin. Padahal ia baru beberapa lama mengenal sungmin, tapi kenapa perasaannya bisa sedalam ini. Ia pun tak mengerti. Hatinya begitu mencelos mendengar perkataan uisa tadi.
Lamunan kyuhyun terhenti diasaan sebuah tangan lembut menyentuh bahu kirinya. Ia mendongakan kepalanya, kini tatapan matanya menjadi sendu menatap sosok yang berada dihadapannya kini."A-ahjumma...",lirih kyuhyun.
Wanita paruh baya itu tersenyum tipis dan menyamankan dirinya untuk duduk disebelah kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya lurus kedepan."Lee sungmin... Yeoja kecil yang cengeng dan lemah.. Kenapa ia selalu membuat orang disekitarnya selalu khawatir?",ucap ahjumma itu lalu menunduk dan tak lama kemudian isakan kecil mulai terdengar.
"Ahjumma...",ucap kyuhyun lemah sambil mengusap punggung ahjumma itu. Sang ahjumma mengangkat kembali kepalanya dan menyeka airmata yang sudah seenaknya keluar tanpa izin itu lalu melempar sebuah senyuman miris kepada kyuhyun.
"Lee sungmin.. Yeoja yang cantik,.. Aku senang bisa menjadi perawat seorang yeoja yang bernama lee sungmin itu. Ia yeoja yang tegar, pintar, baik dan mampu membuat orang mudah jatuh hati..",ucapan terakhir ahjumma itu mendapat respon anggukan setuju oleh kyuhyun.
"Namun parasnya yang cantik dan mulus tidak seindah kehidupannya.. Eomma dan appanya berpisah saat ia berumur 7 tahun. Entah apa yang membuat kedua sejoli itu rela mengucapkan kata 'cerai'. Yang jelas Tuan Lee mengatakan bahwa nyonya Lee itu wanita yang telah mengotori rumah tangga mereka dan pantas untuk dibuang. Sungmin diasuh oleh appanya dan Tuan Lee mempercayakanku menjadi pengasuhnya karena memang sejak sungmin masib balita itu aku yang mengurusnya. Beberapa bulan setelah perceraian itu berlangsung, dan sungmin mulai dapat beradaptasi dengan dunia barunya tanpa eomma berkat sesosok namja yang disukainya sewaktu kecil. Namun bencana menimpanya kembali...hiksss...",kini cerita sang ahjumma berujung isakan kecil kembali. Kyuhyun kembali mengusap punggung ahjumma itu.
"Jika memang tak bisa diceritakan lebih baik tidak perlu..",saran kyuhyun namun si ahjumma menggelengkan kepalanya pasti.
"Aniyaa.. Gwaenchana.. Beberapa bulan setelah perceraian itu namja penyemangat Lee sungmin telah pergi entah kemana dan lebih parahnya lagi... Nyonya Lee meninggal... Dan meninggalnya nyonya Lee disebabkan penyakit yang kini diderita sungmin...hiksss..hikss",kini kyuhyun tertegun.
"Sungmin selalu mengatakan bahwa ia itu sama seperti eommanya dan pantas dibuang..makanya sungmin selalu menolak melakukan cheomotheraphy dan bahkan ia melarangku untuk memberitahukan masalah ini kepada Tuan Lee..hiksshikss.. Aku sudah menganggapnya seperti anakku..", kini isakan ahjumma itu menjadi-jadi dan kyuhyun yang kelewat bingung hanya bisa memeluk ahjumma itu. Kini ia berfikir,'apa ini yang membuatnya menyimpan baik-baik pakaianku? Betapa bodohnya aku yang mengatakan untuk membuang semua itu! Kyuhyun babo! Dan hey..apa yang bisa membuatnya melakukan theraphy-theraphy bodoh itu adalah namja yang disebutkan ahjumma tadi?'.
Ahjumma itu melepaskan pelukan dan menatap kyuhyun sendu. Ahjumma itu menggenggam kedua tangan kyuhyun."Apa kamu tahu kenapa aku menceritakan semua ini padamu?",ucap ahjumma itu yang direspon gelengan pelan oleh kyuhyun.
Ahjumma itu menggulum bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman."Aku rasa sungmin menyukaimu..",ucap ahjumma itu yang membuat kyuhyun membulatkan matanya."Ne?",ucap kyuhyun tak percaya.
"Ia memperlakukanmu berbeda dengan namja-namja yang pernah mencoba mendekatinya termasuk dengan henry. Perlu kamu ketahui, henry tak pernah ia ijinkan untuk datang kerumah. Dan padamu? Bukankah ia tidak memanggil security untuk menyeretmu keluar? Dan ingat saat kamu membawakannya es krim? Ia memakan es krim itu sendiri sambil tersenyum dan melarangku untuk menyentuh kotak eskrim itu..",ucap ahjumma itu yang membuat hati kyuhyun berbunga-bunga. Kyuhyun bertanya-tanya dalam hatinya ,'sebegitunyakah sungmin menyukainya?'. Bahkan tanpa kyuhyun sadari kini ia tersenyum.
Ahjumma itu menepuk lembut telapak tangan kyuhyun."Kyuhyun-ssi.. Aku harap kamu bisa membujuk lee sungmin untuk melakukan perawatan itu. Aku sangat tidak ingin terjadi apa-apa padanya. Aku sudah menganggapnya seperti anakku mohon...",ahjumma itu benar-benar memohon pada kyuhyun bahkan sampai menundukkan kepalanya beberapakali.
"Ahjumma geumanhae..tanpa ahjumma suruhpun aku akan melakukannya. Geogjongma",ucap kyuhyun lalu tersenyum lembut.
'Kamu harus sembuh min.. Kalau perlu, aku akan menemukan namja masa kecilmu jika itu membuatmu mau melakukan semua perawatan itu.',batin kyuhyun.
Te to the Be to the Ce is TBC ^^
