-o0o-
Yeoja kecil berbaju putih itu masih sedikit sesugukkan. Sedangkan namja yang kini dihadapannya malah tertegun melihatnya.
"Neo nuguya?",tanya yeoja itu yang membuyarkan ketidaksadaran namja kecil itu.
"Naega? Geunde neoddo nuguya? Bagaimana bisa seorang yeoja berkeliaran malam-malam begini? Apa kamu tidak takut bertemu dengan hantu eoh?",tanya balik namja itu bertubi-tubi.
"Panggil saja aku Minnie. Semua orang yang mengenalku memanggilku begitu",ucap minnie mantap."Lalu kamu?",tanya minnie.
Bukannya menjawab namja itu malah berjalan dan duduk tepat diayunan sebelah minnie. Ia melempar senyum pada minnie.
"Minnie? Nama yang manis minnimi. Panggil aku gaemgyu!",ucap namja itu mantap.
"Gaemgyu? Nama yang aneh.",cibir minnie yang diakhiri kekehan kecil.
"Yak yak! Itu sebutan terbaik untukku!",ucap gaemgyu membela diri.
"Gaem? Gaem? Gaem? Apa kamu sebuah game?",goda minnie.
"Aniya! Aku sangat menyukai game. Makanya teman-temanku menyebutku Gaemgyu, hahaha!",ucapnya bangga.
"Geunde apa yang kamu lakukan disini malam-malam eoh? Tidak baik anak kecil keluar malam-malam begini.",ucap gaemgyu.
"Minnie tidak mau pulang kerumah. Appa jahat! Minnie benci appa! Hikss hikss ",kini yeoja itu kembali menangis. Gaemgyu yang terlihat bingung harus melakukan apa. Mengingat dia tidak pernah mengurusi adik kecil yang menangis. Mata gaemgyu tertuju pada kantong plastik yang kini ada ditangannya.
Dengan cepat ia mengambil bungkus es krim (terlihat seperti es kino). Ia membuka bungkus plastik itu menggunakan gigi rapinya. Dan kini es krim siap disantap. Ia menyodorkan es krim coklat itu tepat didalam mulut minnie dan sontak itu membuat tangis minnie berhenti.
"Hah~",gaemgyu mendesah lega."Baguslah dengan cara ini kamu berhenti menangis. Uljima~ tidak ada didunia ini appa dan eomma yang jahat. Yang ada hanya appa dan eomma yang tidak peka",ucap gaemgyu panjang lebar. Minnie menatap gaemgyu sambil mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya.
Minnie melepaskan kuluman es krim itu. Dan menatap gaemgyu yang kini membuka lagi satu buah bungkusan. Ternyata itu kue ikan. Minnie senantiasa menatap gaemgyu yang kini tengah membelah kue ikan itu menjadi dua bagian yaitu bagian ekor dan badan ikan itu. Dengan lahap gaemgyu memakan ekor kue ikan itu.
Merasa ditatapi terus menerus gaemgyu menoleh kearah minnie."Waeyo?",tanya gaemgyu namun tangannya bergerak memasukkan badan kue ikan itu kedalam plastik lagi.
"Aniya.. Kenapa kamu tidak memakan itu lagi?",tanya minnie sambil menunjuk bungkus kue ikan yang ada digenggaman gaemgyu.
"Ahh ini.. Aku hanya menyukai bagian ekornya saja, apa kamu mau?",tawar gaemgyu. Minnie menggeleng pelan."Cara makanmu aneh..",oceh minnie.
"Yak! Kamu ini suka se-...",ucapan gaemgyu terhenti saat melihat tangan minnie agak sedikit memerah."Apa tanganmu sakit?",tanya gaemgyu sambil menarik tangan minnie.
Minnie mengingat kembali saat appanya menggendong paksa dia. Pasti gerakan paksa tadilah yang membuat tangan minnie memerah."Aniya gwaenchana",minnie mencoba tersenyum. Takut-takut ia akan kembali menangis. Dan bukan tidak mungkin mulutnya akan kembali di sumpal dengan es krim.
Sret
Gaemgyu turun dari ayunannya dan jongkok dihadapan minnie."Apa yang ingin kamu lakukan?",tanya minnie bingung.
"Cukup diam dan lihat saja minnimi",ucap gaemgyu agak sebal. Ia memasukkan ibu jari tangan kanannya kedalam mulut hingga basah dengan salivanya. Lalu ia melumuri bagian memar minnie dengan air liurnya dan adegan ini sontak membuat minnie kaget.
"Yak! Ini menjijikan!",teriak minnie.
"Diamlah minnimi. Eomma bilang dengan cara ini luka akan cepat sembuh. Percayalah!",ucap gaemgyu."Sudahlah ini sudah malam, lebih baik kita pulang. Rumahmu disekitar sini bukan?",tanya gaemgyu. Minnie mengangguk imut.
"Baiklah kajja!",
-o0o-
FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 7
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Story begin ~
"Mungkin efek terapi akan muncul saat ia siuman nanti. Ia mungkin akan mual-mual dan muntah. Jika kamu tidak bisa menanganinya cukup panggil suster.",jelas namja berjas putih yang dipanggil uisa itu kepada kyuhyun. Sebelum benar-benar melangkahkan kakinya pergi, uisa itu menepuk pelan bahu kyuhyun.
"Jagalah hati dan pikirannya. Karena itu juga sangat mempengaruhi kesehatannya",ucap uisa itu pelan dan itu cukup membuat kyuhyun tertegun.
Dengan gerakan pelan ia membuka knop pintu itu. Ia melangkahkan kaki jenjangnya mendekati tempat tidur sungmin. Dilihatnya kini mata sungmin terpejam pulas. Beberapa selang memasukki tubuh sungmin. Sakit. Sangat sakit. Itu lah yang kyuhyun rasakan kini melihat sungmin terbaring.
Kyuhyun mencoba menyamankan bokongnya untuk duduk dikursi sebelah tempat tidur sungmin. Ia menggenggam lembut tangan kanan sungmin. Dengan perlahan ia mengangkat tangan itu.
Chu~
Sekilas kecupan ia berikan seolah menyalurkan perasaannya kini. Bahkan setetes liquid bening berhasil jatuh bebas dari pelupuk mata kyuhyun.
"Bagaimana bisa eumb ? Bagaimana bisa sedalam ini aku menyukaimu? Bahkan melihatmu begini jauh membuat hatiku sakit daripada harus melihatmu bersama bocah tengik itu.",oceh kyuhyun bermonolog ria.
"Eunghh~",lenguh sungmin. Mata sungmin yang masih terpejam berkedip tak nyaman. Dengan cepat kyuhyun menyeka bekas air mata dipipinya, ia takut sungmin akan melihatnya.
Perlahan-lahan sungmin membuka matanya. Ia menatap kyuhyun sendu. Aroma khas rumah sakit kini menyapa indera penciumannya.
"Kyu~",ucap sungmin agak serak karena mengingat saat chemotherapy tadi ia begitu kencang teriak. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa.
"Istirahatlah, kamu pasti lelah bukan?",ucap kyuhyun menginstrupsi sungmin untuk kembali memjamkan matanya. Bahkan kyuhyun menarik selimut sungmin hingga sebahu agar tetap membuat sungmin hangat.
Namun sungmin menepis tangan kyuhyun ia mencoba untuk duduk."Apa kamu tahu semuanya?",tanya sungmin. Kyuhyun menggangguk lemah."Tck! Dimana ahjumma? Dan untuk apa kamu disini!?",ucap sungmin dingin.
"Ming~ ahjumma pasti sangat lelah. Aku menyuruhnya untuk pulang",jelas kyuhyun dan sungmin menatap kyuhyun tak percaya.
"Pergi dari sini kyu!",usir sungmin sambil mendorong-dorong bahu kyuhyun. Kyuhyun menatap sungmin nanar.
"Shirreo! Aku akan tetap disini bersamamu. Kumohon jangan memintaku untuk meninggalkanmu",ucap kyuhyun melemah.
"Kyu! Cepat per...",ucapan sungmin menggantung seiring dengan membulat matanya. Dengan cepat ia membungkam mulutnya. Kini ia merasa seluruh isi perut hendak muncrat keluar. Ia benar-benar berusaha agar tidak mengeluarkan itu semua dihadapan kyuhyun.
"Ku-..mo-hon..per-gi kyu!",ucap sungmin terbata-bata.
"Kamu kenapa ming? Ingin muntah?",tanya kyuhyun. Sungmin hanya diam dan berusaha menahan itu semua. Kyuhyun dengan cekatan mengambil pispot yang ada dibawah tempat tidur segera membawanya kehadapan sungmin."Gwaenchana ming, keluarkan semuanya",ucap kyuhyun.
"Uekkkk... Uekkk...",akhirnya sungmin mengeluarkan itu semua. Tangan kanan sungmin menggenggam erat lengan kanan kyuhyun yang memegangi pispot itu sedangkan tangan kiri sungmin ikut membantu kyuhyun memegangi sisi lain pispot itu. Tangan kiri kyuhyun terus mengusap lembut punggung sungmin.
Setelah benar-benar sudah keluar semua sungmin melonggarkan genggaman tangannya dipispot dan lengan kyuhyun. Kyuhyun segera menaruh pispot itu kembali kebawah ranjang. Sungmin menarik kedua lututnya dan memeluknya."hikss..hikss..",isakan itu lolos membuat kyuhyun cepat menoleh kearah sungmin.
"Apa masih mual eum?",tanya kyuhyun seraya ingin menyentuh kepala sungmin. Namun terhenti ketika,"jangan sentuh aku!",teriak sungmin.
"Ming~"
"Ini menjijikan kyu! Aku sangat menjijikan! Hikss hiksss",kini sungmin terisak hebat.
Kyuhyun tidak peduli dengan larangan sungmin, dengan lembut ia membawa sungmin kedalam dekapannya. Ia berusaha mendiamkan sungmin yang kini memberontak dalam pelukannya."Sssttt... Uljima~ mana ada yang seperti itu ming.. Aku tidak akan pergi dari sini, bagaimana bisa aku membiarkan yeoja yang aku cintai begitu saja?",ucap kyuhyun kini matanya sudah berair.
"Bahkan kalau aku bisa menggantikan posisimu sekarang, aku akan melakukan itu ming~",lanjut kyuhyun yang kini membuat isakan sungmin terhenti seketika. Kyuhyun melonggarkan pelukannya, dengan kedua tangannya ia mendongakkan wajah sungmin lembut hingga tatapan mereka bertemu.
"Saranghae ming~ nan jeongmal saranghanda..",ucap kyuhyun lembut yang membuat sungmin ikut berkaca-kaca. Dengan perlahan ia kembali membawa sungmin kedalam pelukannya. Namun kali ini sungmin tidak menolak.
"Bahkan aku juga tidak mengerti bagaimana bisa aku sedalam ini memiliki perasaan kepadamu. Tapi yang jelas, aku benar-benar mencintaimu~ bahkan sangat-sangat mencintaimu.. Saranghae ming~",ucapan kyuhyun kali ini membuat sungmin membalas pelukan kyuhyun tak kalah erat.
"Naddo kyu~ hikss hiksss...",jawab sungmin yang membuat kyuhyun membulatkan matanya sempurna.
Bahkan sesosok namja yang kini memperhatikan mereka dari luar ruangan tak kalah kaget. Ia memundurkan langkah kakinya miris."Aku benar-benar kalah?",gumamnya. Ia menutup kembali pintu kamar pasien itu.
"Bagaimana keadaan sungmin henry-a ?",tanya dua orang bersamaan.
"Gwaenchana hyungdeul. Lebih baik kita pergi dari sini. Sepertinya sungmin membutuhkan banyak istirahat.",ucap henry. Lalu ia meninggalkan yesung dan donghae.
"Ada apa dengan bocah itu yesung hyung?",tanya donghae. Yesung menggendikan bahunya acuh.
"Mollayo~ kajja kita ikuti saja bocah itu",ucap yesung.
~ o0o ~
"Jadi kamu benar-benar menyukaiku ming ?",goda kyuhyun. Sedangkan sungmin menjadi salah tingkah.
"A-aniya! M-mana ada yang seperti itu!",ucap sungmin gugup yang justru malah membuat kyuhyun terkekeh pelan.
"Benarkah itu?",goda kyuhyun lagi.
"Berhenti menggodaku Mr. Cho..",ucap sungmin acuh.
"Aku akan berhenti menggodamu kalau kamu mau mengucapkan 'saranghae' padaku, eotte Mrs. Cho?",ledek kyuhyun lagi.
"Yak! Margaku Lee! Lagipula aku tidak akan mengucapkan kata-kata menjijikan seperti itu!",ucap sungmin ketus.
Kyuhyun merubah wajahnya menjadi lesu,"padahal aku pikir kamu benar-benar menyukaiku, padah-..",ucapan kyuhyun terhenti ketika sebuah apel menyumpal bibir tebalnya.
"Kamu itu sangat berisik! Saranghae kyu~",ucap sungmin yang membuat kyuhyun tertegun. Dengan cepat ia mengambil apel yang menyumpal bibirnya. Kini senyumnya merekah lebar,"naddo!",teriak kyuhyun antusias. Sungmin hanya bisa terkekeh melihat 'namja chingu'nya. Hey! Namja chingu? Jadi sungmin sudah benar-benar menerika kyuhyun kan ?.
"Geunde kamu sangat kasar Mrs. Cho.. Belajar darimana kamu menyumpal mulut orang yang tengah berbicara?! Itu tidak sopan",protes kyuhyun sambil menggigit tak santai apel yang ada ditangannya kini.
"Hmm.. Dari seseorang..",ucap sungmin sok misterius.
"Seseorang? Nugu?",tanya kyuhyun penasaran.
"Hmm.. Dari gae-...",omongan sungmin terhenti.
Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu mengalihkan kyumin. Tak lama kemudian seorang uisa masuk sambil membawa sebuah berkas.
"Annyeonghaseyo Lee sungmin-ssi.. Apa sudah merasa lebih baik?",tanya uisa itu sambil tersenyum.
"Tentu saja baik! Kan ada namja chingunya disampingnya",ucap kyuhyun cepat yang membuat sungmin terkekeh pelan.
"Sudah lebih baik uisa-nim",ucap sungmin sambil tersenyum.
"Haha! Sepertinya namja ini berpengaruh besar yaa?",ledek uisa-nim.
"Tentu saja!",ucap kyuhyun cepat.
"Baiklah, Lee sungmin-ssi.. Sepertinya anda harus segera memberitahu Siwon-ssi mengenai penyakitmu. Karena dengan pencangkokkan sel induk saja yang dapat mempercepat penyembuhanmu.",jelas uisa yang membuat sungmin menghela nafas berat.
"Sampai kapan pun aku tidak akan memberitahu appa!",ucap sungmin telak.
"Ming~",ucap kyuhyun seolah memohon.
"Semua keputusan ada ditangan anda, chemotherapy tidak menjamin kesembuhan anda. Tapi itu juga bisa menjadi alternatif. Baiklah, sebaiknya anda beristirahat",ucap uisa lalu pergi keluar.
"Ming, sebaiknya kita minta tolong ke appamu ne ?",ucap kyuhyun. Sungmin malah berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Lebih baik kamu pulang sekarang, aku ingin istirahat",suruh sungmin.
"Mana bisa aku meninggalkan kamu sendiri?",ucap kyuhyun khawatir.
Sungmin membuka selimutnya dan menatap kyuhyun sendu."Jika nanti aku membutuhkan sesuatu. Aku akan menghubungimu. Geogjongma",ucap sungmin meyakinkan kyuhyun.
Kyuhyun mengusap lembut rambut sungmin. Lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajah sungmin.
Chu~
Dengan lembut bibir tebal kyuhyun mendarat dikening sungmin. Sungmin memejamkan matanya menikmati aroma tubuh kyuhyun yang kini terasa jelas.
"Nanti aku akan kesini lagi. Jika ada apa-apa, aku harus menjadi orang pertama yang kamu hubungi, arra ?",ucap kyuhyun saat melepaskan ciuman sekilas itu. Sungmin mengangguk imut.
~ o0o ~
Tok tok tok
Ceklek
Dengan perlahan kyuhyun membuka pintu geser itu."Silahkan masuk",ucap namja berjas putih itu sambil tetap duduk bijak dikursinya.
"Silahkan duduk agassi",ucap namja paruh baya itu mempersilahkan kyuhyun untuk duduk.
"Ada perlu apa cho kyuhyun-ssi?",tanya namja paruh baya yang berprofesi sebagai uisa itu pada kyuhyun yang kini sudah duduk nyaman.
"Mengenai pencangkokkan itu... Apa hanya pihak keluarga saja yang bisa mendonorkan?",tanya kyuhyun.
Dengan perlahan uisa itu membuka kacamata yang bertengger diwajahnya dan menatap kyuhyun."Bisa saja. Hanya saja kemungkinan cocok itu sangatlah kecil",jelas uisa.
"Apa bisa saya ikut tes kecocokan itu ?",tanya kyuhyun.
"Apa kamu yakin ?",tanya uisa itu. Dan kyuhyun mengangguk mantap.
"Hhhh~ baiklah, silahkan kamu mengisi formulir ini, setelah itu kita lakukan tes",jelas uisan yang membuat kyuhyun mengangguk semangat.
"Apa kamu benar-benar mencintai sungmin-ssi?",tanya uisa itu.
Kyuhyun mengangguk pasti,"tentu saja",
"Anak muda jaman sekarang",oceh uisa itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan kyuhyun hanya melebarkan senyumnya.
~ o0o ~
Setelah mengikuti serangkaian prosedur rumah sakit. Kini kyuhyun tinggal menunggu hasilnya saja bahkan sampai ia tertidur diruang tunggu.
"Cho Kyuhyun",panggil dari bagian Office Rumah Sakit."Cho kyuhyun-ssi",panggilnya lagi.
Panggilan itu menyapa telinga sungmin. Kini sungmin tengah berjalan-jalan dirumah sakit. Ia merasa bosan. Panggilan itu sontak menghentikan langkah kaki sungmin. Kini ia menghampiri bagian Office.
"Ada apa dengan Cho kyuhyun?",tanya sungmin pada yeoja disana.
"Ini adalah hasil tes Cho kyuhyun-ssi sudah keluar",jelas yeoja itu.
"Tes?",tanya sungmin bingung. Sungmin mengedarkan pandangannya kesekeliling. Edaran matanya terhenti pada sosok yang tertidur disalah satu kursi diruang tunggu."Ini tes untuk apa ?",tanya sungmin pada suster itu.
"Apa anda mengenalnya?",tanya suster itu yang direspon anggukan pasti oleh sungmin."Aku yeojachingunya",ucap sungmin lagi.
"Cho kyuhyun-ssi melakukan tes kecocokan sel sumsum tulang belakang yang akan didonorkannya pada Lee Sungmin",ucap suster itu polos. Mungkin suster itu belum menyadari bahwa sungmin yang ia maksud kini ada dihadapannya. Sungmin yang kaget hampir saja terjatuh jika saja ia tidak segera menopang kembali tubuhnya.
"Gwaenchana agassi?",tanya suster itu memastikan.
"Ne, gwaenchana. Boleh saya lihat hasil tes itu?",
"Tapi harus Cho kyuhyun-ssi lah yang membuka hasil ini",ucap suster itu agak ragu.
"Setelah ini aku akan memberikan hasilnya pada kyu",ucap sungmin meyakinkan suster itu. Hingga akhirnya suster itu memberikan amplopnya.
Dengan perlahan ia membuka amplop itu serta membuka lipatan demi lipatan. Ia membaca hasil tes itu seksama. Dan hasil akhirnya berkata 'Tidak cocok'. Sungmin tersenyum miris melihat itu. Entah dia harus senang karena kyuhyun tidak perlu mendonorkan apapun padanya atau dia harus sedih karena ia belum benar-benar bisa sembuh. Ia juga tidak mengerti.
Sungmin melipat kembali kertas itu dan berbalik menghadap kyuhyun. Ia berjalan pelan mendekati namjanya itu. Sungmin menyamankan bokongnya dikursi sebelah kyuhyun. Sungmin menatap wajah pulas kyuhyun.
'Apa dia sangat lelah?',batin sungmin.
Bughh
Kepala kyuhyun jatuh begitu saja dibahu sungmin. Sungmin yang awalnya kaget kini tersenyum. Perlahan ia mengusap rambut ikal kyuhyun. Tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja.
"Kamu bertindak terlalu jauh kyu~",ucap sungmin ditengah tangisnya. Kini sungmin benar-benar terisak. Ia membekap sendiri mulutnya agar tidak mengganggu kyuhyun. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa ada namja yang rela berkorban seperti ini untuknya."Hikss hikss...",sungmin terus terisak bahkan tubuhnya sampai bergetar.
Kyuhyun merasa terusik mana kala senderan kepalanya bergetar hebat. Ia membuka matanya perlahan dan mendapati isakan yeoja. Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatap sosok yang tengah terisak itu.
"Ming~",gumam kyuhyun yang sontak membuat sungmin menatapnya.
Bugh bugh bugh
Sungmin terus memukuli dada bidang kyuhyun"kyu babo! Babo! Babo! Untuk apa kamu melakukan semua ini eoh?",oceh sungmin.
"Apa maksudmu eoh?",tanya kyuhyun bingung sambil menghentikan pukulan kecil dari sungmin.
"Kamu bertindak terlalu jauh kyu~ hiksshikss",sungmin memilih menundukkan kepalanya dan menangis. Kyuhyun benar-benar bingung sekarang. Sampai akhirnya ia melihat tangan sungmin yang memegang sepucuk amplop. Kyuhyun mengambilnya.
"Apa kamu mengetahuinya?",tanya kyuhyun yang direspon anggukan kecil oleh sungmin.
"Hhh~ lalu bagaimana hasilnya?",tanya kyuhyun yang membuat sungmin menatap kyuhyun. Entah tatapan macam apa itu, yang jelas sulit untuk dijelaskan.
"Kyu~",lirih sungmin.
"Apa tidak cocok?",tanya kyuhyun to the point dengan pandangan miris. Sungmin malah meneteskan air mata."Hahh~ aku benar-benar tidak berguna",ucap kyuhyun. Sungmin menggeleng tidak setuju.
Grepp~
Sungmin memeluk kyuhyun posesif."Ani! Cukup disampingku kyu~ itu sudah cukup",ucap sungmin sambil mengeratkan pelukannya.
"Ming~",lirih kyuhyun sambil membalas pelukan sungmin.
Te to the Be to the Ce is TeBeCe ^o^
