-o0o-
"Yak! Apa yang kamu lakukan eoh? Ini sedang turun hujan! Kajja!",tanpa persetujuan dari minnie. Namja itu menarik minnie berteduh disebuah rumah-rumahan yang ada ditaman bermain itu. Namja itu menutup payungnya lalu menatap yeoja disampingnya yang masih setia menundukkan kepalanya.
"Gaemgyu-ah..",cicit minnie pelan namun masih dapat tertangkap indra pendengaran gaemgyu -namja disampingnya kini-.
"Eum..",deheman yang merespon panggilan minnie. Minnie mengangkat kepalanya perlahan sambil menatap sendu namja yang lebih tinggi darinya itu. Gaemgyu tertegun melihat sepasang mata foxy yang kini ia tatap begitu sendu dan entah kenapa tatapannya begitu membuatnya agak iba."Apa kamu akan menangis lagi ?",tebak gaemgyu yang membuat minnie menggeleng pelan.
"Gomawo~",ucapan lirih itu membuat gaemgyu agak terkejut."Untuk?",tanya gaemgyu.
"Gomawo kamu sudah datang..",ucap minnie kini dengan seulas senyum yang tidak dipahami memiliki arti apa.
GREP
Dengan satu tarikan lembut kini minnie berhasil merengkuh tubuh jangkung gaemgyu. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang yang cukup lebar untuk ukuran anak kecil. Ia menangis dalam diam, ia benar-benar membutuhkan pelukan hangat kali ini. Sedangkan gaemgyu hanya terkejut dengan gerakan tiba-tiba minnie yang membuat jantungnya hampir saja meloncat keluar.
Gaemgyu memberanikan diri membalas pelukan itu. Bahkan ia berani mengusap lembut."Uljima~",cicit gaemgyu.
Walaupun minnie menangis dalam diam, tetap jangan salahkan gaemgyu yang dapat mengetahui itu karena mengingat kini kaos yang dipakainya mulai basah oleh air mata."Eomma dan appa jahat , hikss hikss",ucapan minnie kali ini membuat gaemgyu melepaskan pelukannya. Ia menangkupkan kedua tangannya dipipi chubby milik minnie dan menyeka lembut air mata yang keluar tanpa permisi itu.
"Sudah pernah aku bilang bukan? Kalau tak ada eomma dan appa yang jahat. Tapi hanya ada eom-...",ucapan gaemgyu terhenti mana kala.
KRUYUKKKK~
Suara perut yang minnie sangat kenal membuat pipinya merah merona karena malu. Gaemgyu tersenyum melihat tingkah lucuyeoja kecil yang kini menyita perhatiannya belakangan ini.
"Kamu belum makan eoh?",
Pertanyaan itu direspon gelengan gemas oleh minnie."Cha! Kajja kita cari makanan untuk mengisi perut uri minnie..",ucap gaemgyu asal dan tanpa persetujuan si pemilik , ia menyambar saja tangan mungil minnie. Gaemgyu yang menyadari tangan minnie begitu dingin segera menatap yeoja mungil itu intens.
GREPP
Dengan satu gerakan ,gaemgyu berhasil memindahkan jaket hangatnya ke tubuh mungil minnie. Minnie cukup tersentak dengan adegan ini. Ia menatap gaemgyu heran namun tak lama senyum terukir diwajah imutnya mana kala gaemgyu tersenyum kepadanya."Kamu sangat kedinginan",ucap gaemgyu.
"Lalu bagaimana denganmu?",tanya minnie ragu.
"Geogjongma, tanganku akan tetap hangat karena sejak tadi aku tidak kehujanan bukan?",ucapan gaemgyu membuat sungmin beralih menatap tangannya yang kini tetap tergenggam erat oleh gaemgyu.
'Hangat',batin minnie.
"Cha! Kajja!",ucap gaemgyu semangat ketika sudah membuka payungnya.
-o0o-
FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 9
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Story begin ~
Flashback
Kyuhyun melangkahkan kakinya riang keluar dari ruangan sungmin.
"Huuuuaaaaaa! Eomma!",tangisan yang memekikkan telinga itu menyapa telinga kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya sampai terhenti pada satu titik. Dilihatnya seorang yeoja kecil tengah berjongkok menangis. Entah sisi dari hati kyuhyun yang mana agak merasa iba. Ia menghampiri yeoja cilik yang tengah menangis itu. Dan berjongkok agar tidak begitu jauh jangkauan pandangnya. Namun baru saja berjongkok , kyuhyun tersentak kaget. Hingga memundurkan langkah kakinya mendadak. Untung saja ia masih bisa mengontrol keseimbangan tubuhnya hingga membuatnya tidak oleng.
Matanya terpaku menatap sesuatu yang dipeluk yeoja cilik itu. Sebuah boneka kelinci. Kyuhyun seperti merasa de javu melihat kejadian ini.
"Minimi~...",gumamnya sangat pelan.
Namun seketika ia kembali sadar. Dengan gerakan lembut ia menyeka air mata yang yeoja kecil itu keluarkan."Uljima~",ucap kyuhyun yang membuat anak itu mendongakkan kepalanya. Kini pandangan keduanya bertemu. Polos itulah yang ada dibenak kyuhyun saat melihat yeoja itu."Kamu kenapa adik manis?",tanya kyuhyun lembut bahkan sangat lembut.
Dengan gerakan lembut ala anak-anak, yeoja kecil itu mengangkat kepalanya. Dengan imutnya ia mengerjapkan matanya hingga sisa-sisa air mata dipelupuknya jatuh begitu saja."Hey jangan menangis, kamu kenapa ?",ucap kyuhyun lembut lagi sambil mengusap pucuk kepala yeoja kecil itu.
"Hye..mi butuh eo..mma",ucap hyemi -yeoja kecil itu- dengan suara khas sesugukan.
"Jadi namamu hyemi eum ? Memangnya kemana eommamu ? Mau oppa bantu carikan ?",tawar kyuhyun. Hyemi menatap kyuhyun lekat-lekat sebelum akhirnya ia menggeleng lemah.
Puk puk
Hyemi sedikit menepuk lantai kosong disampingnya."Temani hyemi sampai eomma datang ne ? Eomma sepeltinya masih diluang doktel..",ucap cadel hyemi. Kyuhyun sedikit menggeser tubuhnya menjadi duduk disebelah hyemi. Entah apa yang membuat kyuhyun mau melakukan itu. Kyuhyun terus menatap hyemi sendu.
'Kenapa begitu mirip... Minimi~ bogoshipeo', batin kyuhyun.
"Oppa! Apa semua namja didunia ini pembohong?!",tanya hyemi yang sukses membuat kyuhyun tersentak.
"Eh?"
Hyemi mengeratkan pelukannya pada boneka kelinci dalam dekapannya.
"Appa bilang sangat mencintai eomma tapi kenapa saat eomma ada dilumah sakit appa tidak pernah datang ? Dan kenapa yoogeun juga pelgi meninggalkan hyemi sepelti ini ?! Hyemi benci namja pokoknya! Hiksss hikss hikss...benci...bencii"
Kyuhyun tertegun melihat bocah yang ada dihadapannya kini. "Yoogeun?",lirih kyuhyun.
"Itu nama namja babo! Babo! Babo! Pokoknya hyemi benci yoogeun! Bagaimana bisa ia kelual dali lumah sakit ini tanpa pamitan sama hyemi! Hikss hikss...".
Akhirnya kyuhyun mulai mengerti apa yang dialami oleh hyemi. Seketika ia mengingat sungmin yang appanya tidak menjenguk eomma sungmin bahkan sampai eommanya itu menghadap Tuhan. Namun disisi lain ia teringat pada minnie. Wajah kyuhyun berubah menjadi sendu. Ia mengusap pucuk kepala hyemi dan tersenyum tulus.
"Hyemi-ah.. Uljima~ oppa yakin appamu dan yoogeun punya alasan melakukan ini semua..",ucap kyuhyun lirih.
'Begitu juga aku min..', lanjutan ucapan itu tentu saja dilanjutkan didalam hati.
"Tapi hyemi pasti tau kan kalau appa hyemi dan yoogeun sangat mencintai dan menyayangi hyemi, uljima~"
'Begitu juga aku min..',lanjutnya lagi dalam hati.
Flashback end
-o0o-
Kyuhyun melangkah gontai menuju kelasnya yang sudah terlihat sangat riuh. Mungkin bisa dibilang kyuhyun adalah murid 'terakhir' yang hadir sebelum bel yang memekakan telinga itu berkumandang. Ia menyamankan bokongnya ditempat duduknya. Entah apa yang membuatnya hari ini tidak bersemangat. Karena sungmin ? Ya mungkin saja. Henry sedari kyuhyun mulai menunjukkan batang hidungnya ,ia terus memperhatikan namja berperawakan jangkung itu ataupun hanya sekedar melirik.
' Bagaimana dengan kondisi sungmin? ', batin henry. Henry berniat untuk bertanya namun ia mengurungkan niatnya itu saat yesung dan donghae menghampiri kyuhyun.
" Kyuhyun-ah, bagaimana keadaan sungmin ? ", tanya donghae yang sontak membuat kyuhyun mengalihkan pandangannya yang sedari tadi ditujukan ke jendela.
"I-itu...", kyuhyun terlihat berpikir keras untuk menjawab pertanyaan donghae. ' Apa harus aku memberitahu mereka kalau sungmin itu mempunyai sakit yg serius ? Hmm, sepertinya tidak perlu ',batin kyuhyun.
"Gwaenchana hae-ah.. Dia hanya butuh istirahat saja",bohong kyuhyun. Yesung yang diam kini memperhatikan gerak-gerik mencurigakan kyuhyun.
"Yak! Panggil aku hyung! Aish!",omel donghae sambil menjitak pelan kepala kyuhyun.
Namun kyuhyun hanya diam saja menerima perlakuan donghae. Dan ini membuat yesung benar-benar curiga.
" Apa benar tidak ada apa-apa kyu ?", kini yesung membuka suaranya hingga membuat kyuhyun sedikit tersentak.
"Eh? Ahh itu.. Ne hyung ,sungmin tidak kenapa-kenapa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.",bohong kyuhyun -lagi-. Yesung mengangguk-angguk pelan lalu menepuk pelan bahu kyuhyun.
"Jika kamu butuh bantuan jangan sungkan pada kami ,arratji?",ucap yesung yang membuat donghae cengo. Lalu yesung berlalu, ia kembali ke tempat duduknya. Kyuhyun menatap miris punggung yesung yang semakin menjauh darinya.' Gomawo hyung..' ,batin kyuhyun.
"Ada apa dengan si kepala besar itu ? Sangat aneh, yasudahlah",oceh donghae lalu ia mengikuti yesung yang sudah lebih dulu kembali ke tempat duduk mereka. Kyuhyun hanya tersenyum kecut melihat tingkah hyungdeul-nya itu. Kyuhyun mulai mengalihkan pandangannya ke semula, namun tatapannya terhenti saat menatap pandangan henry yang tertuju padanya. Saat pandangan mereka bertemu, henry dengan cepat memutuskan kontak itu dengan kembali menatap papan tulis kapur yang masih kosong itu.
Kyuhyun memandang datar punggung henrylalu menatap sekilas ke kursi disebelahnya yang masih kosong. Dan sepertinya langit yang cerah kembali menarik perhatian kyuhyun. Entah apa yang sedang dipikirkan namja berkuliat pucat itu. Sedangkan henry sibuk menautkan tangannya dengan gelisah.
' Aku yakin ada sesuatu yang kyuhyun tahu, aku juga yakin sungmin itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.. ', batin henry bergelut.
Srattt
Suara pintu geser menginstrupsi henry untuk menghentikan pergulatan batinnya. Kini sosok sangar Kim Seonsaeng berhasil menghentikan segala aktivitas yang terjadi dikelas. Kim seonsaeng mengedarkan pandangan tajamnya keseisi kelas.
"Cho kyuhyun-ssi..",panggil Kim seonsaeng yang membuat semua mata kelas itu tertuju pada kyuhyun yang memandang datar ssaem yang terkenal Tegas -galak- itu.
"Dan...henry-ssi",panggil kim ssaem lagi yang membuat henry kaget.
"Jo-yoddo ? (Saya juga)",pertanyaan henry dijawab anggukkan kecil dari kim ssaem.
"Kalian berdua ikut saya keruang guru.",ucap kim ssaem telak lalu berlalu dari kelas itu. Seketika suasana kelas kembali ricuh.
Yesung dan donghae buru menghampiri kyuhyun. "Ada apa kyu? Kamu bermasalah dengan henry lagi?", "Bagaimana bisa kamu bermasalah dengan Kim ssaem?",tanya yesung dan donghae beruntun.
Kyuhyun menggedikkan bahunya tak tahu lalu berangsur pergi meninggalkan kelas ricuh itu. Henry juga ikut bangkit dan berjalan mengekori kyuhyun. Karena ruang guru cukup jauh dari kelas jadi cukup banyak waktu mereka diam dalam 'perjalanan' itu.
"Ehemm..",henry sedikit berdehem untuk memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Kyuhyun-ssi... Bagaimana keadaan sungmin ?",tanya henry serius. Karena memang seharusnya dia menanyakan hal ini langsung ke kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap henry -yang ada dibelakangnya- dengan tatapan datar.
"Gwaenchana, gogjeongma. Dan berhenti urusi sungmin, arra ?",ucap kyuhyun dingin lalu berniat membalikkan tubuhnya lagi. Namun gerakannya tertahan mana kala tangan henry menahan lengannya. Mau tak mau kyuhyun kembali menatap henry.
"A-aku juga temannya, setidaknya bukannya wajar aku mengetahui keadaannya. Jebal, marhaebwa",pinta henry.
"Su-...",ucapan kyuhyun terhenti ketika suara memekakkan telinga mengistrupsinya untuk berhenti.
"Omo! Jadi kau homo?!",ucap seorang yeoja yang terkejut melihat henry menggenggam tangan kyuhyun.
"MWO?!",teriak henry dan kyuhyun bersamaan.
-o0o-
Sungmin kembali membuka kembali kelopak mata yang sedari tadi ia paksa untuk terpejam. Ia menatap nanar pintu geser yang belum lama dilewati oleh kyuhyun. Seketika liquid cair mulai membendung mata beningnya. Saat mata mungil itu sudah tidak dapat menampung lagi dan membuat cairan bening itu jatuh bebas, ia meloloskan isakan kecil.
"hikss..mianhaeyo kyu,mian..hikss",sungmin menangkupkan sebelah tangannya dibibirnya seolah-olah menyimpan isakan itu hanya untuk dirinya sendiri.
'Aku hanya tak ingin seperti appa yang tidak memegang janjinya untuk selalu bersama eomma, aku harus bagaimana kyu ?', batin sungmin.
Setelah kian menit sungmin menangis, kini tangan yang sedari tadi ia gunakan untuk menutup lembut bibir shape M-nya mulai beringsur ke kantong celana pakaian rumah sakit -yang ia gunakan- itu. Ia merogoh cukup lama kantong itu sampai sesuatu benda mungil itu berhasil ia raih. Perlahan dikeluarkannya benda itu.
Sungmin berusaha mendudukkan dirinya. Diangkatnya kunci mungil dengan gantungan kelinci kecil berwarna pink -benda itu- sebatas jarak pandang matanya. Tanpa ia sadari liquid yang berasal dari matanya kembali membasahi pipinya.
"Hikss.. Naega eottokhae?!",isakannya kini lebih dari sebelumnya. Sungmin memeluk benda itu seakan tak ingin benda itu jatuh bahkan sampai lecet sedikitpun.
Srattt
Bunyi pintu geser itu menghentikan isakan sungmin. Dengan cepat ia mengusap sisa-sisa jejak airmatanya lalu memasukkan benda 'kramat'nya kedalam sakunya lagi.
"Aga-... Agassi wae geure ? Manhi appo? (Nona apa ada yang salah? Apa sangat sakit?)", ucap seorang yeoja paruh baya yang masih bisa dibilang awet muda itu dengan nada yang kalut. Sungmin menggeleng pelan dan tersenyum setelahnya.
"Gwaenchana, hanya saja aku sangat ingin pulang.."
"Tapi Tuan bilang agasshi harus tetap dirumah sakit sampai benar-benar sembuh",saran Kim ahjumma. Sungmin tersenyum miris.
"Benarkah itu appa yang bilang ? Apa appa pernah peduli denganku ? Bahkan appa tidak tahu jika anak semata wayangnya kini benar-benar sakit",gumam sungmin pelan lalu ia menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku sudah membaik ahjumma, ahjumma tidak cerita apapun pada appa kan ?",tanya sungmin penuh selidik.
"Tenang saja agasshi, saya juga ingin Nona sendiri yang memberitahu Tuan."
Sungmin menggangguk-angguk paham,"kalau begitu aku ingin pulang hari ini, boleh ya ?",ujar sungmin lagi.
"Baiklah, kalau itu keinginan Nona. Saya akan keruangan Dokter Song untuk memastikan kondisi anda benar-benar tidak masalah jika dibawa pulang."
"Eumb.. Aku yakin Dokter Song mengijinkanku pulang",ucap sungmin mantap sambil memamerkan gigi kelincinya.
-o0o-
"Aku tidak menyangka kalau ternyata mochi gila ini menyukai sesama jenis",ucap yeoja itu seraya bergidik ngeri.
"Mochi? Yak! Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud! Tapi..Jaga ucapanmu adik kelas",ucap kyuhyun dingin langsung menepis tangan henry lalu meninggalkan kedua insan yang berbeda jenis itu.
"Yak! Han Hye Neul-ssi! Jaga ucapanmu arra ?! Tidak cukup aku mendengar suara cemprengmu kemarin eoh?",oceh henry dengan raut wajah kesal.
"Yak! Aku berteriak juga karena kau sudah membuat Ruang olahraga kembali berantakan! Apa kau tidak tahu kalau membersihkan sendiri ruangan besar itu sangat melelahkan!?"
Flashback on
"Yakk!",teriakan yang menggema itu menghentikan aksi brutal henry mengacak-acak bola dalam keranjang yang awalnya sudah tersusun rapi. Henry menatap sumber suara. Ternyata itu berasal dari sesosok yeoja mungil yang menggunakan pakaian olahraga dan jangan lupakan rambut pendeknya yang ia kuncir satu. Wajah penuh peluh itu kini menatap henry geram.
"Yak! Apa kau sudah gila! Aku mengerjakan semua ini dengan tenagaku sendiri bukan dengan menggunakan robot!",geram yeoja itu.
"Mianhaeyo..",ucapan henry yang dibalas tatapan tajam oleh yeoja itu.
"Aish! Eottokhae?! Kau menyebalkan mochi!",teriak yeoja itu lagi kalap.
"Mwoya?! Mochi?",
"Ne! Lihat saja wajahmu yang tembem dan bewarna pucat begitu, sangat mirip mochi! Yak! Sekarang bereskan kembali semuanya!",perintah yeoja itu lagi.
Henry menyipitkan matanya untuk mempertajam pengelihatannya pada pakaian olahraga dibagian dada sebelah kanan."Han Hye Neul X-1..",gumam henry pelan. Dan pandangan henry membuat hyeneul -yeoja itu- menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Apa yang kau lihat mesum?!",teriak hyeneul.
"Aishh! Berhenti berteriak! Seharusnya sebagai adik kelas kau harus sopan dengan kakak kelas..",omel henry.
"Aku tidak perduli kalau kau itu sunbae-ku atau yayasan sekalipun, pokoknya sekarang kamu harus membereskan ini seperti semula",
"Aish! Arraseo, karena aku yang salah aku akan membereskannya! Dan satu lagi, jangan panggil aku mochi! Menjijikan",
Flashback end
"Bisakah tidak bahas masalah kemarin lagi? Lagipula aku sudah membantumu membereskan semua itu",bela henry. Hyeneul menatap namja dihadapannya ini tidak percaya.
"Ta-..", baru saja hyeneul ingin berujar namun henry sudah mengelaknya.
"Sudahlah, aku harus pergi sekarang. Bisa-bisa kena amuk oleh Kim Ssaem."
"Eh?! Kau juga dipanggil kim ssaem? Baiklah kalau begitu kita satu tujuan, kajja!",ucap hyeneul sambil jalan mendahului henry.
"Aishh! Terserahlah!"
Teacher's Room
Tok tok tok
Untuk sekedar menghormati para guru yang ada di ruangan itu, kyuhyun mengetuk pintu itu sebelum masuk. Lalu ia menuju meja Kim Seonsaengnim.
" Ada perlu apa Seonsaengnim memanggil saya ? ", tanya kyuhyun masih dengan tatapan datarnya.
" Kemana henry lau ? ",tanya Kim Ssaem untuk menjawab pertanyaan kyuhyun. Kyuhyun hanya menggedikkan bahunya acuh.
" Saya tidak tahu ",ucap kyuhyun tak peduli.
Tok tok tok
Suara ketukan itu menghentikan perbincangan antara Kim ssaem dan kyuhyun. Ternyata itu berasal dari tangan henry. Henry dan yeoja mungil -hyeneul- yang mengekorinya kini sudah didepan meja Kim Ssaem.
" Selamat pagi seonsaengnim, ada apa anda memanggil saya ? ",tanya henry.
" Nah karena kalian bertiga sudah ada disini, mengingat henry saat di Jepang mempunyai kemampuan yang sangat baik dibidang matematika dan disini kami mempunyai cho kyuhyun yang pernah menjuarai olimpiade matematika.",jelas kim ssaem panjang lebar.
" Lalu ? ",tanya kyuhyun.
" Jadi begini, berhubung Han Hyeneul-ssi lemah dipelajaran matematika. Saya ingin salah satu dari kalian menjadi mentornya. Bagaimana menurutmu Hyeneul-ssi ? ", ucap telak Kim ssaem. Mengingat ia Guru sekaligus Kepala sekolah, jadi wajar ia mengambil keputusan sesuka hati.
" Mwoya ? ",teriak hyeneul kaget dan tidak ada bedanya dengan kedua namja itu -kyuhyun dan henry-.
" Kamu bisa memilih salah satu dari mereka berdua, bagaimana ? ", ucap kim ssaem lagi. Kali ini hyeneul menatap henry terlebih dahulu. Ia buru menggelengkan kepalanya.
' Sunbae galak dan suka membentak seperti dia tidak cocok untuk menjadi mentor! Maldo andwae! ',batin hyeneul.
Lalu ia mengalihkan pandangannya ke kyuhyun yang memandangnya datar.
DEG
' Omona! Ige mwoya? Padahal dia tidak memberikan ekspresi apapun, tapi kenapa begitu mempesona. Hey! Apa yang kau pikirkan hyeneul-ah ', batin hyeneul sambil memukul kepalanya gemas.
" Yak! Hyeneul-ssi, bagaimana ?", bentak Kim ssaem.
"I-itu.. A-aku..."
-o0o-
" Akhirnya aku sudah tidak memakai pakaian menyebalkan itu lagi, leganya~ ", ucap sungmin sambil meregangkan otot-otot lengannya.
" Mungkin sebentar berjalan-jalan dirumah sakit tidak masalah ", gumamnya pada diri sendiri.
Sungmin melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat inapnya. Tanpa ia sadari ada sesosok orang yang memperhatikannya dari kejauhan. Namun sungmin tetap melangkah keluar dengan santai. Sesekali ia menyapa suster yang memang sudah ia kenal.
" Apa kau tahu kalau 'master' dari sekolah kita itu kembali dikalahkan oleh gaemgyu ?! ",
" Kau benar! Padahal yang dari kabar yang beredar itu gaemgyu adalah anak yang cerdas, bahkan aku tidak habis pikir kalau anak cerdas pun bisa maniak game. Daebak! ",
Percakapan singkat itu menghentikan langkah santai kaki sungmin. Tubuhnya terasa kaku saat mendengar nama orang yang sedang diperbincangkan itu. Tangan sungmin mengepal gelisah. Bahkan yang lebih parahnya itu kini keningnya mulai bermunculan peluh.
Dua orang namja yang memperbincangkan 'hal tabu' -menurut sungmin- itu mulai meninggalkan koridor rumah sakit itu. Seolah tersadar sungmin menolehkan pandangannya ke kanan kiri, mencari sumber suara. Ia berlari menuju jalan keluar yang ia yakini dilalui dua namja yang mungkin seumuran dengannya.
Langkah kakinya kini membawa sungmin kedepan rumah sakit. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat dua orang anak yang berseragam berbeda dengan sekolahnya sedang berada dihalte bus dekat rumah sakit. Tanpa memikirkan lelah,sungmin menghampiri kedua anak itu.
"Chogiyo (permisi) , boleh saya bertanya ?",tanya sungmin sopan.
"Eh? T-tentu saja noona.",ucap salah satu namja yang diyakini bernama Choi Minho. Jangan salahkan sungmin yang dapat mengetahui itu, karena mereka berdua menggunakan Name Tag. Sehingga mempermudah semua itu.
"Apa noona tersesat ?",tanya namja manis satunya lagi yang diyakini bernama Lee Taemin.
"Eo? A-aniimnida",ucap sungmin sambil melambai-lambaikan tangannya seolah menunjukkan ketidaksetujuannya.
"Lalu ?",tanya taemin.
"I-itu.. Apa kalian mengenal g-gaemgyu?",sungmin agak ragu menanyakan hal ini. Tapi jujur saja disatu sisi sungmin benar-benar penasaran, namun disisi lain ia merasa bersalah.
' Apa benar yang kulakukan ini ? ',batin sungmin.
Kedua namja cilik dihadapannya kini menatap sungmin heran. Bagaimana tidak ?! Wanita manis seperti sungmin menanyakan seorang 'master' game ? Apa sungmin terlihat seperti yeoja yang maniak game ? Totally no!
"Eum.. Aku tidak menyangka noona manis seperti noona menyukai game",ucap minho.
"I-itu..", sungmin benar-benar gugup sekarang. Apa yang harus dijawabnya ?
"Kami hanya mengenalnya sebatas dunia maya saja noona. Geunde 'master' dari sekolah kami itu satu-satunya gamers yang pernah berhubungan langsung dengan gaemgyu",jelas taemin.
"Ye? Jeongmal ? Nugu? Apa boleh aku bertemu dengannya ?",tanya sungmin beruntun.
"Hmm, dia anak kelas XII-1, Jungmo. Kim jungmo",ucap minho.
"J-jungmo. Kim jungmo",gumam sungmin.
-TBC-
