-o0o-

"Cha! i sigsa seodulleo (ini cepatlah makan)!",ucap gaemgyu sambil menyodorkan satu bungkus kue ikan yang masih terlihat mengebul.

Dengan gerakan pelan minnie mengambil bungkus kue ikan itu dengan tangan kanannya. Karena satu tangannya yang lain ia gunakan untuk memeluk boneka kelinci yang sudah basah kuyup itu." Gomawo, kamu tidak mau ? ",cicit minnie saat gaemgyu hanya membeli satu saja.

Gaemgyu menggeleng pelan setelahnya ia tersenyum." Aku tidak lapar, biar minimi saja yang menghabiskan itu ",jelas gaemgyu lalu ia mengeluarkan sebuah nintendo mini dari sakunya dan mulai tenggelam dengan dunianya sendiri. Untung saja tempat jual kue ikan dipinggir jalan itu sepi, jadi gaemgyu dan minnie bisa berteduh sementara disana.

Minnie menundukkan kepalanya seolah memikirkan sesuatu. Lalu tak lama kemudian ia membuka bungkus kue ikan itu dan dikeluarkannya kue ikan yang masih hangat itu.

" Cha! Kamu juga makan gyunie-ah ",ucapan minnie yang bersamaan dengan sepotong kue ikan yang kini bersarang dimulut gaemgyu.

Gaemgyu menghentikan permainannya dan menatap tajam minnie. Jujur saja ia baru ingin memarahi minnie yang sudah membuatnya terganggu saat game tengah akan naik level. Namun tatapan tajam itu berubah menjadi sendu, manakala minnie tersenyum manis kearahnya.

DEG

' Apa itu ? Bunyi detak jantungkukah ? Apa bocah ingusan sepertiku bisa suka seseorang ? Aigoo! Apa yang kau pikirkan gyu ? ',batin kyuhyun.

L.O.S.E.R

Tulisan 'kramat' itu terpampang jelas dilayar gamenya. Andai saja yang dihadapannya kini bukan yeoja dan terlebih bukan seorang minnie. Mungkin gaemgyu akan mengamuk ria. Dengan segera ia mematikan gamenya itu, lalu menggigit menjadi dua potongan kue ikan yang tadi disumpal minnie tiba-tibe kemulutnya.

" Omo! Kamu memberiku ekornya?",ucap gaemgyu kaget saat melihat sisa potongan kue yang ada ditangannya.

Minnie menggangguk," bukankah gaemgyu hanya menyukai ekornya saja ? Benarkan ?",

Mendengar penuturan minnie ,gaemgyu mengangguk mengerti. Lalu ia kembali menatap minnie,"ahh iyaa lain kali gunakan cara yang manis jika mau menyuapi orang lain, dari mana kau belajar cara kasar seperti itu? ",protes gaemgyu.

Minnie menatap heran gaemgyu," mianhae gyunnie-ya, tapi minnie mengikuti cara gyunnie menyumpal mulut minnie dengan es krim waktu itu ",jelas minnie polos.

Gaemgyu membulatkan matanya, lalu ia berpikir sejenak. Tak lama kemudian ia memukul pelan dahinya lalu menggaruk rambutnya canggung.

"Ahh~ kau benar! Tapi jangan diulangi lagi ne? Karena itupun gerakan reflekku saja minnie, jangan ditiru"

"Ahh~ ne, sekali lagi mianhae ya gyunnie, minnie benar-benar tidak tahu",minnie mengubah raut wajahnya menjadi merasa bersalah.

"A-ani! Ini bukan salahmu, uljima ne ?",hibur gaemgyu. Ia hanya tak ingin dibuat pusing lagi dengan tangisan minnie. Minnie menggangguk imut.

"Cha! Sekarang hujannya sudah tidak terasa lagi, apa kita akan pergi dari sini eum?",tanya gaemgyu.

Minnie mendongakkan kepalanya menatap langit yang mulai mencerah.

"Kau benar, kajja!",ujar minnie semangat. Dan saking semangatnya ia sampai tak sadar kalau kini tangannya menggenggam bahkan menarik tangan gaemgyu.

Minnie melangkahkan kakinya riang menyusuri trotoar jalan. Sesekali minnie menunjuk benda-benda lucu yang dipajang pada etalase toko. Dan gaemgyu ? Tentu ia senantiasa mengekori langkah kaki minnie. Bahkan tak jarang ia tersenyum melihat tingkah minnie yang kini menjadi hiperaktif. Mengingat sebelum ini minnie menangis.

Namun langkah kaki itu terhenti pada sebuah toko boneka dan pernak-pernik. Bahkan minnie sampai melepaskan genggaman tangannya pada tangan gaemgyu. Hal ini cukup membuat gaemgyu tersentak. Minnie mendekati kaca etalase itu. Ia benar-benar tertarik dengan sebuah boneka Bunny bewarna pink yang sangat besar untuk ukuran anak kecil sepertinya.

Gaemgyu memandangi minnie yang tampak berbinar-binar melihat benda besar berbulu itu.

"Hahh~",gaemgyu menghela nafasnya. Mengingat uang disakunya kini mana cukup untuk membelikan boneka sebesar itu. Namun melihat minnie yang terlihat benar-benar menginginkan benda itu membuat otak jeniusnya kini berputar memikirkan caranya.

Srett

Gaemgyu menarik tangan minnie masuk ke dalam toko boneka itu.

"Gaemgyu mau apa ?",tanya minnie bingung.

Namun gaemgyu tetap menariknya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Namun bukannya ia mengajak minnie ketempat boneka itu berada tapi gaemgyu menarik minnie ke tempat pernak-pernik. Matanya menjalar kesana kemari seolah mencari sesuatu yang penting.

"Ahh ada!",ucap gaemgyu antusias saat menemukan 'bendanya'.

"Eh?",minnie makin bingung.

"Minnimi, mungkin sekarang aku hanya bisa membelikanmu gantungan kunci kelinci ini. Tapi tunggu ne? Nanti aku akan membelikanmu boneka bunny yang didepan sana itu. Arra?",ujar gaemgyu yang membuat minnie terpaku. Ia menatap gantungan kunci dengan kelinci pink yang menjadi gandulannya. Seketika senyum yang 'sangat' manis terkembang diwajah imut minnie. Lalu minnie mengangguk semangat.

"Baiklah~ kajja kita ke kasir membayar ini"

Setelah membayar gantungan itu, gaemgyu dan minnie kembali menyusuri jalan kota Seoul itu. Kali ini langkah kaki gaemgyu-lah yang terhenti didepan sebuah toko yang menarik perhatiannya.

"Minimi~ kajja kita mampir ke toko ini",ajak gaemgyu. Lalu ia menarik minnie masuk kedalam toko itu.

Minnie menatap sekeliling toko itu heran."Apa kau ingin membeli sesuatu ditoko ini gyunnie-ah ?",tanya minnie dan gaemgyu hanya mengangguk semangat.

"Cha! Sepetinya ini yang paling cocok. Ahjussi! Aku mau beli yang ini yaa",ucap gaemgyu pada ahjussi penjaga toko itu.

taman bermain

Gaemgyu dan minnie kini duduk berdampingan diayunan tali yang ada ditaman bermain. Suasana taman bermain masih saja sepi. Mengingat kondisi jalanan yang masih becek, jadi tidak membuat para orang tua melepaskan anak-anak mereka untuk sekedar bermain.

Namun suasana taman ini semakin sepi saja padahal ada 2 orang anak yang ada disana. Tapi gaemgyu sibuk sendiri dengan kertasnya. Entah apa yang ia tulis.

"Kau sedang apa eum ?",ucap minnie penasaran. Sambil berusaha melihat apa yang sebenarnya sedang dikerjakan gaemgyu.

"Yak! Jangan mengintip! Nanti tidak akan manjur lagi",protes gaemgyu yang membuat minnie cemberut

"Habisnya minnie merasa diacuhkan sekarang. Menyebalkan!",dumel minnie sambil menghentakkan kakinya.

"Aish! Sabar ne? Sebentar lagi selesai.",ucap gaemgyu yang masih sibuk dengan pulpen serta kertasnya itu.

"Cha! Selesai! Sekarang giliran minnie!",ucap gaemgyu sambil menyodorkan selembar kertas baru beserta pulpen.

"Untuk apa ?",

"Tulislah sesuatu yang ingin minnie tulis, dan saat dimasa depan nanti kita akan membukanya bersama. Eotte?",

"Hmm, sesuatu yang ingin minnie tulis?",gumam minnie lalu kini minnie mulai menggoreskan pulpen itu diatas lembar kertas putih.

"Cha! Sudah selesai!",kurang dari satu menit tulisan minnie sudah selesai dan suara minnie mengagetkan gaemgyu.

"Mwoya? Kenapa cepat sekali? Apa yang minnie tulis?",ucap gaemgyu sambil mencoba melihat apa yang minnie tulis.

"Yak! Jangan mengintip! Nanti tidak manjur lagi!",bentak minnie sambil menirukan ucapan gaemgyu sebelumnya dan itu membuat gaemgyu mendengus kesal.

"Baiklah baiklah! Kajja!",ucap gaemgyu lalu menarik minnie masuk kedalam rumah-rumahan tua yang jarang dipakai oleh anak kecil pada umumnya karena itu kotor.

"Gyunnie mau apa ?"

"Sssttt, ini lah gunanya aku membeli gembok tadi.",ucap gaemgyu sambil mengeluarkan gembok yang tadi ia beli ditoko itu.

Gaemgyu membuka sebuah pintu kecil dilantai rumah-rumahan itu -seperti layaknya ruangan bawah tanah namun tidak dapat dimasuki orang-. Ia membuka pintu itu dan kini terlihat seperti sebuah tempat penyimpanan. Lalu ia meletakan kertas yang sudah ia tulis dalam keadaan terlipat.

"Mana kertas milikmu?",tanya gaemgyu. Lalu minnie segera melipat kertas itu dan memberikannya pada gaemgyu. Lalu gaemgyu meletakan kertas minnie juga dan setelah itu ia menutup pintu kecil itu serta menggemboknya dengan gembok yang tadi ia beli.

"Nanti dimasa depan, kita membuka ini bersama-sama yaa? Jangan curang! Igo satu kunci untukmu dan satu lagi untukku",ucap gaemgyu sambil menyodorkan sebuah kunci gembok kecil.

"G-gomawo..dan maaf",ucap minnie lirih.

"Ada apa lagi ? Apa ada yang membuatmu sedih?",tanya gaemgyu khawatir.

Minnie menggelengkan kepalanya,"ani, hanya saja minnie merasa minnie tidak berguna hari ini. Padahal gaemgyu sudah banyak melakukan hal yang membuat minni tidak sedih lagi. Tapi minnie bahkan tidak memberikan gaemgyu apa-apa",

Srettt tak

Minnie agak tersentak saat gaemgyu mengambil bunnynya dari pelukannya dan mencabut salah satu kancing yang ada dibaju bunny-nya.

"Anggap ini bayaran untukku hari ini, arra? Dan jangan merasa bersalah lagi",ucap gaemgyu sambil menunjukkan kancing boneka bunny itu ditangannya. Minnie tersenyum lalu mengangguk imut.

"Minimi~ maukah saat dimasa depan kita membuka gembok ini bersama lalu menikah dan hidup bahagia bersama ?",ucap gaemgyu yang membuat mata minnie melebar sempurna.

"M-menikah?",gumam minnie.

-o0o-

FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 10

Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya

FB : EmiLy Tinzz Tinee

Twitter : Cristiintin

Genre : romance ,hurt, sad*maybe*

Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje

Rating : 15+

Main Cast :

Kyuhyun

Sungmin

Other cast : always find by ur eyes reader ^^

~ Story begin ~

" Apa kalian yakin ia ada disini ? ",tanya sungmin ragu kepada dua namja yang mengantarnya kini.

Taemin mengangguk-angguk." Biasanya jam segini, sunbae bermain disini. Apa perlu kami mengantar noona ke dalam sana ? ",tawar minho kepada sungmin. Karena sangat terlihat sungmin tidak pernah ke tempat seperti ini.

"A-ani, aku bisa sendiri kok. Sekali lagi gamsahamnida saengdeul ",ucap sungmin sopan sambil tersenyum manis.

" Ne, sama-sama noona. Kalau begitu kami pulang dulu ne ? ",pamit taemin sambil membungkukan sedikit tubuhnya.

Setelah kedua namja itu meninggalkan sungmin. Kini ia beralih menatap spanduk bangunan itu. ' T-rax Net '.

"Hahh~ tak kusangka jika pencarian 'gaemgyu'ku harus berawal dari tempat ini", gumam sungmin entah pada siapa. Kini langkah kakinya membawanya masuk kedalam warnet itu. Suara bising kinilah yang menyapa telinga sungmin. Baru beberapa langkah ia masuk kedalam tempat itu, sudah banyak tatapan lapar dari para namja pelajar yang menghabiskan waktu dan uang mereka untuk bermain 'game'.

" Apa agasshi ingin memakai komputer ?", tanya namja berperawakan subur -kasir/server- itu yang ditujukan pada sungmin. Seketika sungmin menghentikan langkah kakinya dan menatap namja yang bertanya padanya.

"A-ani saya hanya ingin bertemu dengan seseorang disini.",ucap sungmin jujur yang membuat kasir itu tertawa mencibir.

"Anak muda jaman sekarang terlalu gampang percaya dengan dunia maya, bahkan nona cantik seperti anda mau saja bertemu karena dunia maya",ucap kasir itu yang membuat sungmin mengeryit tak paham.

"Ye?",

"Shindong ahjussi! Tambah billing milik komputerku ne ? Aku harus banyak berlatih un-...",cerocos seorang namja yang tiba-tiba datang itu terhenti ketika ekor matanya menangkap siluet sosok seorang yeoja yang menggunakan dress selutut bewarna pink peach yang dipadukan dengan sepatu sket putih. Dan jangan lupakan rambut ikal panjangnya dibiarkan tergerai indah menutupi bahunya yang terekspos yang membuat yeoja itu terlihat manis dan tomboy disaat yang bersamaan.

Sungmin -yeoja yang ditatap- hanya menatap datar namja yang kini menatapnya dengan pandangan yang sulit dipahami.

"Kau mau tambah berapa jam jungmo-ya?",tanya shindong -kasir- yang membuyarkan lamunan jungmo -namja itu-. Sedangkan sungmin mengerjapkan matanya menatap shindong dan jungmo bergantian.

'J-jungmo ? Musuh bebuyutan gaemgyu ?',batin sungmin.

"E-eh i-tu..",jungmo agak gugup karena melihat sungmin yang kini dihadapannya. Namun suara lembut sungmin menghentikan ucapan terbata-bata jungmo.

"A-apa kamu yang bernama Kim Jungmo ?",tanya sungmin ragu-ragu.

Jungmo memandang sungmin heran."Eottokhae arra ? (Bagaimana kamu bisa tahu?) Nona...",tanya jungmo masih dengan wajah bingungnya dan menggantungkan kalimatnya ,karena ia berniat mengetahui nama gadis manis yang ada dihadapannya kini.

"Sungmin. Lee sungmin",ucap sungmin sambil tersenyum tipis.

DEG

'Sangat cantik~ Omona! Pesona gadis ini mengerikan!',batin jungmo.

"Hm, jungmo-ssi bisa kita bicara sebentar ?",tanya sungmin ragu-ragu namun membuat jungmo senang seperti memenangkan sebuah lotre.

"Ah~ tentu saja bisa! Kajja kita keluar dari sini dulu",ucap jungmo sambil mengajak sungmin keluar dari warnet.

"Yak! Yak! Jadi bagaimana dengan komputermu bocah tengik!",teriak shindong yang sudah tidak diindahkan oleh jungmo karena kini jungmo sudah keluar bersama sungmin.

Kona Beans Cafe Apgujeong

" Apa kamu ingin memesan sesuatu ? ",tawar jungmo pada sungmin saat mereka tiba disana.

" Hm, satu hot caffe latte cukup ",ucap sungmin sambil tersenyum manis.

" Arraseo, kamu bisa memilih tempat dulu, biar aku saja yang mengantri, oke ?",ucap jungmo yang direspon anggukkan oleh sungmin.

Sungmin mulai mengidarkan pandangannya pada cafe yang terlihat 'agak' elegan itu dan ia putuskan untuk duduk dikursi yang ada disisi jendela. Lalu ia mulai menyamankan posisi duduknya disalah satu kursi itu. Tak lama ia merogoh saku dressnya. Kini dalam genggaman tangannya ada sebuah kunci kecil dengan gantungan kunci kelinci mungil bewarna pink yang senada dengan dress yang kini dipakainya.

' Sebentar lagi aku akan bertemu dengan gaemgyu '

' Tapi apa ini sudah benar ? '

' Jika aku bertemu dengannya lagi, kira-kira bagaimana selanjutnya ? '

' Apa kami benar-benar akan menikah ? '

"Yeojachingu-ku", seketika suara kyuhyun saat menyebut sungmin sebagai yeoja chingunya kini menghentikan pergelutan batin sungmin.

' Bagaimana bisa aku melupakan kyuhyun ? Ah iya! Bagaimana dengan kyuhyun jika aku nanti bertemu gaemgyu ? '

' Apa aku sanggup menyakitinya untuk bersama dengan orang yang pernah menyakitiku ? Ah! Aku bisa gila sekarang! ',

" Satu gelas Hot Caffe Latte untuk agasshi cantik yang sangat suka melamun ini ",goda jungmo sambil meletakkan satu cup caffee latte yang tadi sungmin pesan. Sungmin langsung memasukkan kunci mungil itu kedalam sakunya lagi dan beralih menatap jungmo lalu tersenyum tipis.

" Geunde, ada apa kamu mencariku ? Bahkan sepertinya kita belum mengenal satu sama lain sebelumnya.",ujar jungmo.

"N-ne. Jwiseonghaeyo jungmo-ssi, sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan",ucap sungmin ragu-ragu.

"Apa yang ingin kamu tanya ?",ucap jungmo santai sambil menyeruput minuman yang ia pesan.

"I-tu.. Apa kamu mengenal gaemgyu ?",ucap sungmin kini agak lantang yang membuat jungmo menghentikan acara minum tampannya. Ia menatap sungmin dengan tatapan yang tidak dapat disiratkan. Lalu ia menaruh gelasnya dan melipatkedua tangannya dan menopang dagunya disana.

"Ne, aku memang tahu tentangnya. Tapi ada urusan apa kamu dengannya ? Atau kamu salah satu fansnya ?",tanya jungmo penuh selidik.

"Eh? F-fans? Apa dia seorang artis?",ucap sungmin polos yang membuat jungmo sweatdrop seketika.

"Ani, bukan itu maksudku. Memangnya ada perlu apa dengannya ?",tanya jungmo sekali lagi.

"Ada hal penting yang harus ku selesaikan dengannya. Bisakah kau membantuku agar bisa bertemu dengannya ?",kini nada bicara sungmin seolah memohon.

"Hm, bisa saja."

"Jeongmal ?",

"Ne, tapi ada syaratnya",

"Ye? S-syarat ?"

"Iya, syaratnya adalah...",

-o0o-

"I-tu... A-aku.. Boleh aku memilihnya",ucap hyeneul terbata-bata sambil menunjuk kyuhyun ragu-ragu.

"Jwiseonghamnida seonsaengnim aku benar-benar tidak bisa menjadi mentor hyeneul-ssi..",sela kyuhyun dengan cepat. Sebenarnya kyuhyun tidak mempermasalahkan jadi mentor atau tidak. Namun berhubung sungmin sekarang lebih membutuhkan keberadaannya. Tentu saja ia memprioritaskan "yeojachingu"-nya. Lagipula untuk mengambil keputusan seperti ini, alangkah baiknya jika sungmin memberi persetujuan dahulu. Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman karena hal sepele seperti ini.

"Memangnya kenapa tidak bisa ?",tanya Kim ssaem.

"Eum..i-itu... Aku sudah menjadi mentor orang lain. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf",ucap kyuhyun sopan sambil membungkuk lalu berlalu meninggalkan ruang guru itu.

Hening. Ya kini suasana didalam ruangan yang cukup besar itu. Henry, hyeneul maupun Kim ssaem terdiam dengan pikirannya masing-masing.

"Ehmm..",henry mencoba mencairkan suasana yang sangat canggung menurutnya ini."Jadi karena kyuhyun menolak apa sekarang hyeneul-ssi 'diimbaskan' kepadaku?",ucap henry yang dibalas delikan tajam oleh hyeneul.

' Dia mau mati ya? Dia pikir aku ini apa sampai-sampai harus "diimbaskan" ?! Namja gila! ",batin hyeneul kesal.

" Hmm, sepertinya begitu. Kamu tidak keberatan kan henry-ssi ?! ",tanya kim ssaem

" Aku tidak keberatan, asal hyeneul-ssi bisa berhenti berteriak dihadapanku ",tutur henry.

" Yak! Kau pikir aku mau apa dimentori oleh namja gila sepertimu mochi!",oceh hyeneul.

BRAK

" Yak! Han Hyeneul jaga bicaramu! ",bentak Kim ssaem.

" Tapi samchon... ",ucap hyeneul lirih.

" Tidak ada tapi-tapian arra ?! Mulai hari ini Henry Lau-ssi akan menjadi mentormu. Sekarang kalian kembali kekelas masing-masing, kelas pasti sudah dimulai.",perintah Kim ssaem.

Akhirnya kedua insan itu melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru itu. Sedari tadi henry menatap punggung hyeneul yang jalan mendahuluinya dengan heran.

" Yak! Hyeneul-ssi! ",panggil henry yang membuat hyeneul menghentikan langkah kakinya dan dengan lari kecil henry menghampiri hyeneul.

" Mwo? ",tanya hyeneul jutek.

" Cih! Apa Kim ssaem itu samchon-mu eoh ?",tanya henry yang dibalas tatapan tajam hyeneul.

"Bukan urusanmu!",jawab hyeneul singkat dan kini ia berniat meninggalkan henry. Namun langkah kakinya tertahan mana kala henry menahan lengan mungilnya.

"Yak! Seharusnya kau bersyukur setidaknya aku masih mau menjadi mentormu. Kau tahu kau tadi itu terlihat sangat menyedihkan saat ditolak kyuhyun",tutur henry yang membuat hyeneul terdiam dan tak lama tubuhnya bergetar kecil.

Lalu ia mengalihkan tatapannya yang tadi menatap lantai kini menatap henry nanar dengan mata berair."Kau benar! Aku bahkan belum memulai tapi sudah ditolak! Menyedihkan!",hyeneul dengan kuat menghempaskan tangan henry yang menahannya tadi. Kini ia berlari meninggalkan henry yang masih terpaku.

" Kenapa semua yeoja menyukai Cho Kyuhyun ? Cih! Yang menyedihkan itu kau Henry Lau-ssi dan bukanlah hyeneul ",gumam henry pada dirinya sendiri dengan nada miris.

-o0o-

Kini pelajaran dikelas sudah dimulai. Semua siswa fokus memperhatikan Yoon Ssaem yang sibuk berceloteh ria didepan kelas mengenai materi pelajarannya kecuali Cho Kyuhyun. Kini namja pucat itu benar-benar merindukan 'yeojachingu'nya. Dengan gerakan hati-hati ia mengeluarkan ponselnya dari saku lalu menyembunyikannya dilaci mejanya.

Dengan telaten jari-jari kekarnya menyentuh layar sentuh ponsel canggihnya.

To : My Ming ^^

"Annyeong ming^^ bogoshipeo ㅋㅋㅋ"

SEND

Kyuhyun terkikik pelan membaca sendiri pesan singkat yang baru saja ia ketik itu. Padahal itu hanya ungkapan biasa saja, namun hal itu sukses membuatnya berdebar menunggu balasan sungmin.

other side

Sungmin yang tengah melamun sambil berjalan menyusuri trotoar di Kota Seoul kini harus rela membuyarkan lamunannya saat ponselnya sudah bergetar ria disakunya. Diambilnya benda pipih bewarna pink itu. Ternyata sebuah pesan singkat yang masuk dan itu dari "Cho Kyuhyun". Sungmin agak tersenyum tipis membaca nama yang tertera dilayar ponselnya itu. Dengan gerakan pelan, jemari lentik itu membuka pesan itu. Seulas senyum tergambar di pipi chubby-nya lalu ia mulai membalas.

To : Cho Kyuhyun

Naddo. Apa kau membolos eoh? Bukankah ini masih jam belajar?

SEND

Setelah membalas pesan singkat itu,sungmin berniat memasukkan kembali ponselnya namun niat itu diurungkannya karena ponsel itu kembali bergetar.

From : Cho Kyuhyun

Tentu saja aku tidak membolos!

Hanya saja apa kau tak lelah?

Sungmin agak megerutkan dahinya bingung membaca pesan singkat dari kyuhyun. Lalu jemari lentiknya mulai membalas pesan itu.

To : Cho Kyuhyun

Lelah? Aku tidak melakukan apapun bagaimana bisa lelah?

SEND

Entah bagaimana cara kyuhyun membalas pesan sungmin. Karena begitu cepat ponselnya kembali bergetar.

From : Cho Kyuhyun

Tentu saja kau lelah. Sejak tadi kau berlari-lari dipikiranku tahu! ㅋㅋㅋ~

Sungmin sweatdrop membaca balasan dari kyuhyun. Dengan cepat pula ia membalas pesan itu.

To : Cho Kyuhyun

Berhenti menggombal ..

Lebih baik kau memperhatikan pelajaran, bukankah kamu tidak mengijinkanku meminjam catatan henry oppa?

SEND

Seperti sebelumnya pesan itu dengan cepat dibalas oleh kyuhyun.

From : Cho Kyuhyun

Berhenti mengancamku

Dan berhenti memanggil bocah tengik itu dengan sebutan oppa!

Aku cemburu ,arra?! Dan jangan beralasan itu karena aku lebih muda jadi tidak bisa kau panggil oppa.

Itu menyebalkan

Sungmin terkikik melihat balasan kyuhyun."Anak itu terlalu sensitif, kekeke~",gumam sungmin. Lalu ia kembali membalas pesan kyuhyun.

To : Cho Kyuhyun

Arra arra.. Dan perlu kau ingat Cho, margaku masih Lee, berhenti merubah margaku. Sejak kapan aku mengganti margaku?

SEND

Tak lama kemudian kyuhyun kembali membalas dengan cepat.

From : Cho Kyuhyun

Sejak kau menjadi YEOJACHINGU-ku chagia~ ㅋㅋㅋ

Sungmin menatap miris pesan dari kyuhyun. Entah kenapa kini rasa bersalah menyeruak didalam dadanya.

'Apa aku masih pantas disebut yeojachingu-mu disaat aku memiliki status ini tapi aku masih memikirkan namja lain? Mianhae kyu~',batin sungmin.

Sungmin benar-benar enggan membalas pesan dari kyuhyun kali ini. Ia memilih memasukkan kembali ponselnya. Namun saat ia melangkahkan kakinya cukup jauh, ponselnya kembali bergetar. Ternyata itu pesan dari kyuhyun -lagi-

From : Cho Kyuhyun

Jaga kesehatanmu ne? Nanti aku akan menjengukmu sepulang sekolah.. Saranghae ^^

Lagi lagi sungmin hanya bisa tersenyum miris melihat pesan singkat dari kyuhyun.

-o0o-

FLASHBACK

"S-syarat ?",ucap sungmin terbata-bata.

Jungmo yang dihadapannya kini hanya menggangguk santai.

"Eum.. Eotte ?",tanya jungmo.

"Ne. Apa syaratnya ?",tanya sungmin ragu-ragu. Jungmo yang mendengar pertanyaan sungmin tersenyum.

"Berkencan.",

Satu kata itu membuat sungmin tegang. Bagaimana tidak ? Sungmin saja sudah cukup kalut dengan Gaemgyu dan Kyuhyun. Kini haruskah ia menambahkan Jungmo juga ?

"K-kencan?",

"Iya. Kencan. Bagaimana ? Hmm, aku tidak akan memaksan jika kau menolak",ucap jungmo santai dan seolah tak peduli itu. Ia kembali menyeruput Coffee yang ia pesan.

"B-baiklah aku setuju, hanya sekali ini saja 'kan?",tanya sungmin memastikan. Sedangkan jungmo memandang sungmin berbinar dan mengganggukkan kepalanya antusias.

"Ne, besok hari minggu bukan ? Kita bertemu disini lagi jam 11 siang, ne ?",ucap jungmo yang membuat sungmin sedikit berpikir.

' Dia benar. Besok hari minggu. Tapi apa tidak apa-apa ya? Bagaimana kalau kyuhyun tahu? Aishh~ aku bisa gila! ',batin sungmin.

"Lee sungmin-ssi..",panggil jungmo yang membuat sungmin menghentikan pergelutan batinnya.

"Ahh~ ne. Baiklah aku setuju. Disini jam 11, kalau begitu sekarang aku pergi dulu ne?",pamit sungmin.

FLASHBACK END

-o0o-

Kini sungmin berdiri setia didepan gerbang sekolahannya sendiri. Entah kenapa langkah kakinya membawa dirinya ke sekolahannya. Jangan salahkan sungmin yang tak mau masuk, mengingat sekarang ia tidak menggunakan seragam sekolah. Sebenarnya sungmin agak risih karena setiap ada orang yang berlalu lalang dijalan itu memperhatikannya dengan lekat.

' Apa ada yang salah denganku ? Atau jangan-jangan pelembab bibirku berantakan ? Aishh~ ',batin sungmin namun tangan lentiknya mencoba meraba bibir shape M-nya untuk memastikan ia masih tampil oke.

"Tidak masalah. Aish! Menyebalkan ditatap seperti itu! Kapan kyuhyun akan keluar ? Kenapa lama sekali! Ishh!",saat bibirnya mengucap nama 'kyuhyun' seolah itu memanggil rasa bersalah untuk berkumpul dibenaknya.

Dengan gerakan perlahan ia mengeluarkan benda yang selalu ia bawa-bawa disakunya ini. Ditatap lemah benda itu.

"Gaemgyu-ah.. Eottokhae?",gumam sungmin. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arloji yang bertengger indah ditangan kirinya.

"Aish, sepertinya lebih baik aku menghampiri bocah menyebalkan itu!",dengan langkah kaki yang cukup lebar ia memasukki kawasan sekolah itu.

Namun langkah kakinya itu terhenti mana kala ia menangkap seluet sosok kyuhyun dibalik pohon yang ada ditaman sebelum memasukki gedung sekolah itu. Sungmin tersenyum karena akhirnya bisa melihat kyuhyun. Namun senyum serta langkah kakinya terhenti saat ia melihat sosok yeoja mungil yang kini berada dihadapan kyuhyun.

'Sepertinya sedang bicara serius.. Kenapa aku jadi penasaran begini?',batin sungmin.

Sungmin mendekat namun karena kyuhyun memunggungi sungmin jadi kyuhyun tidak bisa menyadari keberadaan sungmin.

"Kyuhyun sunbae.. Johahae (aku menyukaimu)",ucap yeoja itu.

DEG

Lutut sungmin seolah lemas mendengar ucapan itu. Langkah kakinya yang gemetar kini melangkah mundur.

PRANG

Tanpa sengaja langkah mundur sungmin mendorong sebuah pot bunga kecil hingga pot bunga itu pecah. Akhirnya kedua insan -yeoja itu dan kyuhyun- mengalihkan pandangan mereka ke sosok yeoja manis yang tampak tegang itu.

"M-mi..mianhae a-aku mengganggu kalian. Aku permisi.", dengan segera sungmin berlari dari tempat itu.

"Sungmin! Yak! Lee sungmin berhenti!",kyuhyun berteriak frustasi melihat sungmin yang berlari meninggalkannya. Kyuhyun berniat berlari mengejar sungmin, namun tangannya ditahan oleh hyeneul -yeoja itu-.

"Lepaskan aku bodoh!",teriak kyuhyun.

Seketika hyeneul melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan kyuhyun pergi.

SRATTT

Kini ia menjongkokkan dirinya dan menangis disela-sela kedua lututnya. Saat dia mengadahkan kepalanya, ekor matanya menangkap sebuah benda yang tergeletak begitu saja ditanah. Dengan perlahan ia menggapai benda itu.

"K-kunci apa ini? Apa ini milik-'nya' ?",

TBC