-o0o-
Kini minnie menatap sebuah kunci gembok mungil dan gantungan kunci kelinci ditangannya. Seketika sebuah senyuman manis tergambar diwajahnya."Gomawoyo gaemgyu~",cicit minnie pelan.
Sudah beberapa hari semenjak kejadian itu minnie mulai kembali semangat lagi. Walaupun siwon -appa minnie- semakin menggila menjadi workaholic dan kibum -eomma sungmin- yang tidak ada kabarnya tapi kini sudah tidak dihiraukan oleh minnie. Karena menurutnya kini Kim Ahjumma dan Gaemgyu ada saja sudah cukup.
"Nona apa hari ini nona akan bermain keluar lagi ?",tanya Kim ahjumma yang melihat minnie tengah menyisir dan melihat rupanya di cermin mungil khusus untuknya.
"Eumb~",jawab minnie tanpa mengalihkan pandangannya.
"Geunde ahjumma, minnie sudah sering bilang berhenti memanggil minnie nona. Panggil saja minnie",rajuk minnie sambil mempoutkan bibirnya lucu. Namun jangan lupakan tangannya yang masih sibuk menyisir rambut hitam ikal yang tergerai indah sebahu mungilnya.
Ahjumma menghampiri minnie dan membantu minnie menyisir dan memasangkan sebuah headband ribbon bewarna pink soft itu. Sangat terlihat pas digunakannya. Mengingat kini minnie menggunakan baju kodok warna pink kuat dengan dipadukan kaos warna pink soft. Sangat cantik.
"Gomawo ahjumma. Minnie sayang sama ahjumma~",ucap minnie manja saat headbandnya terpasang rapi lalu ia memeluk Kim Ahjumma.
"Ahjumma juga sangat menyayangi minnie yang sangat cantik ini",ucapnya tak kalah manis sambil mengusap rambut minnie dengan sayang.
Kriingggg Krriinngggg
Suara telepon yang ada diruang tengah rumah itu bunyi menggelegar dan akhirnya menghentikan acara mari-saling-berpelukan itu."Ahjumma turun mengambil telepon dulu ne? Setelah itu minnie juga turun, ahjumma sudah memasakkan bubur labu kesukaan minnie.",ucap Kim ahjumma yang dibalas anggukan antusias oleh minnie.
Dengan langkah kaki cepat Kim Ahjumma menuju ke ruang tengah dan menyambut telepon itu.
"Annyeonghaseyo ini kediaman Lee",sapa Kim ahjumma saat mengangkat telepon itu.
"..."
Entah apa yang dikatakan ditelepon itu, tapi sekujur tubuhnya tegang dan jangan salahkan peluh-peluhnya mulai bercucuran.
"Mungkin anda salah Tuan.. Nyonya K-kibum tidak mungkin meninggal",ucap Kim ahjumma dengan serak karena mengingat beberapa tetes air matanya mulai turun.
Bughh
Boneka kelinci pink itu jatuh dengan tidak etisnya diatas lantai. Kim ahjumma menutup telepon 'tabu' itu dan menatap minnie yang kini menatapnya dengan pandangan miris. Airmata dipelupuk mata foxynya mulai menggenang.
"A-apa k-kibum yang dimaksud itu eo-eomma?",minnie agak terbata mengucapkan kalimat itu.
Dengan cepat Kim ahjumma menghampiri minnie dan merengkuh tubuh mungil itu."Geogjongma, yang terpenting ahjumma masih disini dengan minnie. Uljimaa~",ucap Kim ahjumma sambil mengusap rambut minnie. Namun minnie tetap tidak bergeming. Ia tidak terisak sama sekali. Hanya setetes air mata saja yang berhasil keluar dari matanya.
"Ahjumma jangan bercanda.. Hari ini minnie tidak sedang ulang tahun, kenapa bercanda seperti ini?! Bahkan ini tidak lucu sama sekali",ucap minnie pelan tanpa isakan.
"Minnie..."
"Minnie tahu kalau eomma memang tidak ada disini, tapi eomma tidak akan pernah meninggalkan minnie. Minnie yakin itu",minnie terus berucap. Ia benar-benar berharap kejadian ini hanyalah sebuah mimpi saja.
"Minnie-yaa...",lirih Kim ahjumma.
"Jika benar eomma meninggalkan minnie, itu artinya minnie hanya bermimpi 'kan?! Ya! Pasti hanya mimpi! Apa minnie harus kembali ke kamar dan melanjutkan tidur agar cepat terbangun dari mimpi menyeramkan ini?!",tanya minnie namun kini diakhiri oleh senyuman miris.
"Jangan seperti ini minnie.."
Entah dapat kekuatan darimana, minnie berhasil melepas pelukan Kim ahjumma dan berlari keluar meninggalkan rumah besar itu.
Dengan langkah kaki yang gusar minnie melangkahkan kaki mungilnya menuju taman bermain tempat biasa ia bermain dengan Gaemgyu. Langkah kakinya mulai melemah kala kini ia sudah didepan taman bermain.
Tap tap tap
Suara gesekan antara sepatu datar lucu milik minnie dengan tanah menjadi alunan musik lirih yang mengiringi langkah kaki minnie. Kini minnie mendudukan dirinya disalah satu ayunan. Bulir-bulir bening itu mulai bercucuran dari kedua sudut matanya. Minnie benar-benar pintar meredam isakannya. Hanya tetes demi tetes saja kini yang mewakili betapa hancur perasaannya sekarang.
JEDERRRR
Bunyi suara petir yang menggelegar cukup membuat minnie tersentak namun detik selanjutnya ia tetap pada posisi semula. Pandangannya benar-benar kosong. Ia bagaikan anak kecil yang sudah dihipnotis, hingga raganya seolah tidak memiliki jiwa.
Tes...tes... Tess tes tes
Hujan dari mulai rintik-rintik hingga kian menderas tidak membuat minnie bergeming. Minnie hanya mengeratkan genggaman tangannya pada rantai disisi ayunan itu.
"Hiksshikss..."
Akhirnya isakan yang sedari tadi ditahan kini pecah pula. Bahkan kini suara isakan minnie seolah bersautan dengan derasnya guyuran hujan.
"G-gaemgyu-ah neo eoddiga?",lirih minnie. Dia benar-benar rapuh sekarang, dia membutuhkan sosok yang mampu menopangnya.
"Nona minnie!",samar-samar minnie mendengar suara orang memanggilnya. Dengan gerakan pelan ia mendongakkan kepalanya. Karena derasnya air hujan yang mengguyurnya serta air mata yang tak kunjung mengering membuat pandangan minnie benar-benar mengabur. Sehingga ia tidak bisa melihat jelas sosok yang tengah berlari kearahnya. Ditambah lagi pusingnya kepala yang benar-benar menderanya.
"Gaemgyu...", lirih minnie terakhir sebelum semuanya terasa gelap.
-o0o-
FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 11
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Story begin ~
"Yak! Lee sungmin berhenti!",ucap kyuhyun final sambil menarik tangan sungmin. Salahkan saja kaki sungmin yang terlalu pendek serta kaki kyuhyun yang panjang. Sehingga membuat kyuhyun dengan cepat mampu mengejar sungmin. Langkah kaki sungmin memang terhenti namun ia tetap memunggungi kyuhyun.
"Hey, jangan salah paham dulu. Dengar-..",
Dengan cepat sungmin berbalik dan memotong ucapan kyuhyun.
"Aniya, untuk apa aku salah paham ? Kau terlalu berlebihan Cho",ucap sungmin tanpa menatap kyuhyun.
"Hahh~",kyuhyun menghela nafasnya. Dengan lembut ia mengangkat dagu sungmin sehingga membuat sungmin menatap manik matanya.
"Hey, lihat aku.. Lihat siapa yang ada dimataku sekarang eung ?",ucap kyuhyun lembut. Sungmin menatap lekat mata elang milik kyuhyun. Hatinya sungguh bergetar.
'Aku. Yang aku lihat hanya diriku.. Bagaimana bisa aku memikirkan gaemgyu padahal saat ini ada kyuhyun yang hanya menatapku?! Aku harus bagaimana ?',batin sungmin.
Tanpa sungmin sadari setetes air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya. Dan ini membuat kyuhyun membelalakan matanya.
"Hey, uljimaa~ jebal! Lebih baik kamu memukulku daripa-.."
Ucapan kyuhyun terhenti mana kala sungmin memeluknya dengan erat. Sangat erat. Kyuhyun merasakan tubuh sungmin bergetar. Kyuhyun sangat yakin sungmin menangis. Dengan tepukan lembut ia mencoba menenangkan 'yeoja'nya itu.
'Mianhae kyu.. Mianhae.. Tapi aku mohon untuk saat ini biarkan aku puas merasakan kasih sayang yang kamu berikan. Biarkan sejenak ini aku menjadi manusia yang egois, mianhae kyu',batin sungmin.
Sungmin semakin menyamankan posisi kepalanya pada dada bidang kyuhyun tanpa menghiraukan tatapan nanar dari sesosok yeoja yang tidak jauh dari kedua insan yang tengah melaksanakan acara mari-berpelukan.
"Kurasa aku tidak akan bisa menggantikan posisi yeoja 'itu' dimata kyuhyun sunbae",ucap yeoja yang tidak lain dan tidak bukan adalah hyeneul sambil menatap kunci dengan gantungan kelinci pink mungil yang menghiasinya. Lalu hyeneul berlalu dari tempat itu, ia benar-benar tidak sanggup melihat adegan mari-berpelukan itu lebih lama lagi.
-o0o-
Kini kedua insan -kyumin- berjalan beriringan ditrotoar sambil mengaitkan jari-jari dari kedua tangan mereka. Sangat terlihat serasi walaupun tak ada yang tahu bahwa kedua insan ini sedari tadi tenggelam dalam keheningan yang dibuat oleh keduanya. Tanpa ada yang ingin merusak keheningan ini. Sampai pada akhirnya kyuhyun mulai merasa jengah dengan suasana yang canggung seperti ini.
"Hah~ ming, dengarkan penjelasanku terlebih dahulu. Aku tidak suka dengan suasana seperti ini, lebih baik kamu memarahiku atau kalau perlu memukulku daripada diam seperti ini. Ini membuatku bingung",ucap kyuhyun panjang lebar dan ucapannya sukses membuat sungmin menghentikan langkahnya dan menatap namja yang kini menatapnya dengan teduh.
Jujur saja sungmin merasa sangat bersalah mendiamkan kyuhyun. Ia merasa sangat egois. Ia marah atau lebih tepatnya cemburu saat ada yeoja lain yang menyukai kyuhyun, tapi disisi lain ia benar-benar bingung. Ia benar-benar masih mengharapkan 'gaemgyu'nya. Dan sungmin kalut, ia bingung harus bersikap apa menghadapi kyuhyun yang sudah sangat baik.
"Eobseoyo, kamu tidak perlu menjelaskan apapun. Aku percaya kyunnie~",ucap sungmin yang tanpa sadar membuat kyuhyun merona.
'Tadi dia bilang kyunnie ? Omona! Aku ingin mendengar lagi suaranya saat memanggilku begitu',batin kyuhyun.
"Ehemm..",sungmin berdehem sepertinya ia sudah menyadari kalau ucapannya membuat kyuhyun seperti itu."Eung... Bagaimana kalau sekarang kita ke kedai es krim? Selama dirumah sakit aku hanya makan makanan yang tidak ada rasa, jadi sekarang aku ingin makan es krim. Eotte ?",ucap sungmin sambil memamerkan puppy eyes andalannya.
"Arraseo! Kajja!", ucap kyuhyun sambil kembali jalan dan menggandeng tangan sungmin.
-o0o-
Hyeneul melangkahkan kakinya tak tentu arah. Ia hanya mengikuti langkah kaki yang membawanya. Bahkan tak jarang air matanya mengalir begitu saja, namun dengan sigap ia seka semua itu.
"Bahkan aku sudah kalah sebelum berperang, menyedihkan",gumam hyeneul lirih.
Beberapa langkah setelah mulutnya menyelesaikan kalimat lirih itu, langkah kakinya terhenti. Mana kala telinganya mendengar tuts piano yang dimainkan dengan teratur. Ia mengikuti indra pendengarannya menuju sumber suara piano itu. Sampai ia melihat sebuah ruangan yang tampak usang namun didepan ruangan itu tertera 'Art Room'. Sangat terlihat jelas bahwa tempat itu dahulunya tempat yang digunakan untuk kegiatan seni.
Dengan perlahan ia membuka pintu ruangan itu. Kini tampaklah sesosok yang kekar dan menggunakan seragam yang senada dengan hyeneul.
Nothing has ever broken me like you did
No one I ever wanted more than you
Nobody else can make a man so weak
Make him fall in love so deep Baby
Suara lembut nan lirih itu menyapa telinga hyeneul. Perlu kalian ketahui sosok yang dimaksud sedari tadi adalah henry. Kini ia mencurahkan segala isi hatinya lewat sebuah lagu.
'Yak! Henry-ah, cepat kesini..', panggil sungmin sambil memamerkan gigi kelincinya. Dengan senyum yang merekah henry menghampiri sungmin.
'Waeyo?', tanya henry.
'Lihat! Ada kedai mochi disini, sangat jarang bukan kamu bisa makan mochi kesukaanmu, kajja!',ucap sungmin sambil berniat melangkahkan kakinya masuk kedalam kedai itu.
'Darimana kamu tau aku suka mochi?', ucap henry sambil menahan sungmin dan menatapnya dengan heran.
'Tentu saja aku tau, lihat saja pipimu yang tembam seperti mochi di etalase itu',ucap sungmin sambil mencubit gemas pipi chubby henry.
'Yak! Lee sungmin jangan bercanda, aishh~',gerutu henry.
'Arra,arra.. Kamu itu chingu-ku,wajar bukan kalau aku tau ? Kajja!', ucap sungmin ceria.
'Chingu? Yaaa, sampai kapanpun hanya menjadi chingu-mu saja',batin henry.
No one has ever known me like you did
There's just no other girl to see me through
And every single memory I know
Reminds me that I'm all alone, all alone
If I could just get over you I would
Don't wanna love you anymore
And missing you is like fighting a war
It's a battle I'm losing
And I'd give up girl if I could
If I could walk away as easily as you I Would
Henry melirik lagi -untuk kesekian kalinya- kearah kursi yang sudah 3 hari ini selalu kosong tanpa penghuni. 3 hari sejak insiden mari-menyatakan-cinta-pada-sungmin, kini yeoja imut itu tak kunjung menampakan wajahnya disekolah.
Sampai akhirnya Kim ssaem memberitahu bahwa sungmin telah pindah sekolah.
Srett
Sepucuk kertas terjatuh tepat dikaki henry ketika ia membuka pintu lokernya. Dengan perlahan ia mengambil kertas bewarna pink itu. Dengan lantang dikertas itu tertera tulisan.
'Mianhae henry-ah'
Dua kata itu cukup membuat henry memastikan siapa penulis surat itu.
Thought I've seen enough to know it all
But not enough to know how it feels to fall
But the kind of pain you left me with
It never seems to heal
And it never lets me go
If I could just get over you I would
Don't wanna love you anymore
And missing you is like fighting a war
It's a battle I'm losing
And I'd give up girl if I could
If I could walk away as easily as you I Would
Tell me how do I live with tainted love?
Tell me how can I feel no feelings?
Is there a way to leave it all behind?
Brakkk
Dengan tidak elitnya daun pintu itu terbelalak. Salahkan saja hyeneul yang mencoba membuka pintu itu lebih lebar lagi atau salahkan saja pintu yang hampir hancur itu sehingga mengganggu klimaks lagu yang tengah dinyanyikan henry. Henry menoleh kearah pintu yang kini didapatinya seorang yeoja yang tengah senyum tanpa dosa kearahnya.
"Mian, aku hanya ingin men-..",ucapan hyeneul dengan cepat dipotong henry.
"Pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun...termasuk kau",ucap henry dingin sedingin suasana hatinya sekarang.
Namun bukan hyeneul jika ia tidak keras kepala, ia malah melangkah mendekati henry dan duduk disebelahnya.
"Apa yang kamu lakukan ?",tanya henry kaget.
Hyeneul mengangkat bahunya acuh,"lanjutkan lagu tadi, belum selesai 'kan ?",ucap hyeneul.
"Cih! Sudah menjadi penguntit bahkan sekarang kamu minta aku bernyanyi ?! Shirreo!",tolak henry.
"Mwo?! Penguntit ?! Neo bichi-..",ucapan hyeneul kinipin dipotong cepat -lagi- oleh henry.
"Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat. Aku lelah",ucap henry final dan kini ia berdiri dan berniat pergi dari tempat itu.
"Aku kalah.", dua kata itu sanggup menahan langkah kaki henry. Henry berbalik menatap punggung hyeneul -hyeneul menghadap kearah tuts piano-.
"Bahkan sebelum berperangpun hati kyuhyun sunbae sudah milik yeoja lain, menyedihkan",kini ucapan hyeneul diakhiri isakan kecil. Kedua tangan mungilnya menggenggam erat ujung rok yang ia gunakan. Henry merasa iba menatap punggung hyeneul yang bergetar. Akhirnya henry memutuskan untuk duduk kembali. Ia merengkuh tubuh mungil hyeneul dan mengusap punggungnya lembut seolah menenangkan yeoja itu.
"Adakalanya melepas cinta lebih baik daripada mencoba terus meraih cinta yang tak kunjung dicapai dan berusahalah...mencari cinta baru",ucap henry.
'Ya, itu yang akan kulakukan sekarang min. Melihatmu bahagia jauh lebih baik',lanjut henry tentu dalam hati.
-o0o-
"Cha! Sudah sampai, kamu bisa pulang sekarang kyu",ucap sungmin saat langkah kedua pasang kaki -kyumin- itu terhenti didepan rumah sungmin.
"Hmm, sudah sampai ne?",tanya kyuhyun tak sadar dan sungmin mengangguk.
"Arraseo, eung~ ming, apa kamu tidak mau memberitahu appamu tentang penyakitmu ? Siapa tahu appa-mu bisa memban-..", ucapan kyuhyun terhenti saat sungmin memotongnya.
"Bisakah kita tidak membahas orang 'itu' kyu?!",
"Tapi 'kan dia tetap ap-.."
"Cukup! Aku tidak mau mendengarnya! Aku tidak punya appa! Orang 'itu' bukanlah appaku!",ucap sungmin kalap sambil menutup kedua mata dan telinganya.
Grepp
Dengan cepat kyuhyun memeluk tubuh mungil 'yeoja'nya."Mian...mian...aku tidak akan membahas ini lagi, maafkan aku ming",ucap kyuhyun sambil mengusap punggung sungmin.
Tak lama kemudian kyuhyun melepas pelukannya dan mengangkat dagu sungmin hingga menatapnya.
"Bagaimana jika kita jalan-jalan besok ? Besok libur 'kan ?",ucap kyuhyun pas membuat sungmin tegang.
'Eottokhaji?',batin sungmin.
"Eung...i-itu..",ucap sungmin gugup. Ia bingung harus beralasan apa dengan kyuhyun mengingat besok ia harus melaksanakan syarat yang diajukan jungmo untuk bertemu dengan 'gaemgyu'.
"Waeyo ? Apa besok kamu harus periksa ke dokter ?",
Sungmin dengan cepat menatap kyuhyun seolah berterima kasih karena memberikan alasan yang paling logis dan masuk akal.
"Eung",sungmin mengangguk.
"Hmm, kalau begitu yasudah aku akan menemanimu besok!",ucap kyuhyun final.
Glek
Sungmin menelan ludahnya susah.'Mati 'lah kau lee sungmin!'.
"Ta-tapi kyu aku pergi dengan Kim ahjumma besok, eottokhae?",ucap sungmin beralasan.
"Hmm, baiklah sekarang aku akan bilang pada Kim ahjumma kalau besok aku yang akan menemanimu check ke dokter, jadi ahjumma tidak perlu ikut",ucap kyuhyun seolah ingin menjatuhkan sungmin -menurut sungmin-.
"Ani! Andwae!",teriak sungmin yang membuat kyuhyun menautkan alisnya heran."Eung...m-maksudku ini kan sudah larut kyu, pasti ahjumma sudah tidur. Lagipula aku ingin jalan-jalan bersama ahjumma besok, eum.. Bagaimana jika minggu depan kita pergi ke Lotte world ? Pasti mengasyikan!", sungmin masih berusaha menahan kyuhyun untuk pergi dengannya besok. Kini kyuhyun terlihat berpikir.
"Arraseo! Tapi janji ne? Minggu depan kita harus ke Lotte world!",akhirnya ucapan kyuhyun kini bisa membuat sungmin bernafas lega. Dan selanjutnya ia mengangguk setuju.
"Baiklah, ini sudah malam. Kamu harus banyak istirahat, jaljayo~",ucap kyuhyun sambil mengacak gemas poni sungmin."Masuklah aku ingin memastikan kamu sampai didalam rumah dengan selamat",ucap kyuhyun benar-benar final. Sungmin hanya menurut,"jaljayo kyu~",pamit sungmin.
-o0o-
Kona Beans Cafe
Sudah lebih dari 30 menit jungmo menengokkan kepalanya kekanan dan kiri mencari sosok yang sudah membuatnya begadang semalaman. Senyum yang dari tadi mengembang diwajah tegasnya kini semakin merekah ketika seorang yeoja mungil dengan menggunakan dress pink peach selutut berjalan memasukki cafe itu.
Jungmo terlihat berdiri dan melambaikan tangannya hingga yeoja itu melihatnya."Sini min!",ucap jungmo. Yeoja itu -sungmin- menghampiri jungmo.
"Mian aku terlambat, tadi taksi yang aku tumpangi mogok, jadi tadi aku kesini naik bus deh",ucap sungmin sebal sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
Jungmo terkekeh melihat tingkah sungmin yang baru dilihatnya."Gwaenchana, aku juga belum lama datang kok, ahh~ silahkan duduk",ucap jungmo sambil menghampiri sungmin dengan tergesa-gesa dan menarikan kursi dihadapannya untuk sungmin duduk.
"Gamsahamnida",ucap sungmin ramah tak lupa memamerkan senyum lembutnya.
"Kamu ingin minum apa min?",tanya jungmo saat mereka kini sudah duduk berhadapan.
"Hmm, jwaiseonghaeyo jungmo-ssi ini masih pagi, aku tidak bisa minum caffein",tolak sungmin halus.
"Ahh~ begitu ya.. Kalau begitu kita pergi saja , eotte ?",ajak jungmo.
'Hahh~ kalau saja bukan demi gaemgyu, aku pasti akan lebih memilih menghabiskan hari ini dengan kyuhyun, aigoo, kyunnie mianhae',batin sungmin.
"Sungmin-ah",panggil jungmo yang membuat sungmin tersadar kembali.
"Ne?"
"Kamu melamun ?",tanya jungmo.
"Ahh~ a-ani, jwiseonghamnida jungmo-ssi",ucap sungmin sambil sesekali melemparkan senyumnya.
"Hahh~ jangan terlalu formal seperti itu, sepertinya kamu lebih muda dariku, jadi panggil aku oppa, arra?",ucap jungmo yang membuat sungmin membulatkan mata foxynya.
"Ahh arraseo jungmo-ss.. Eh oppa, hehehe",ucap sungmin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
other side
"Yak! Lee jonghyun kau mau mati ya?! Aku sudah menunggu didepan game center sekarang! Palli!",gerutu -atau lebih tepatnya teriakan- seorang namja berambut ikal itu lalu memutuskan telepon itu sepihak.
"Ish! Dasar! Beraninya dia membuat seorang Cho Kyuhyun menunggu, hahh~ aku benar-benar iri dengan hyungdeul-ku, mereka hari ini berkencan. Sedangkan aku? Aigoo, sudahlah cho...",ucapan kyuhyun terhenti mana kala ekor matanya menangkap siluet yeoja yang sangat ia kenal tengah ada disebuah cafe dan...bersama seorang namja!
Kyuhyun memicingkan matanya untuk memperjelas siapa namja yang tengah duduk bersama dengan 'yeoja'nya -sungmin-. Seketika matanya membulat,"k-kim jungmo..",lirih kyuhyun tak percaya.
Dengan cepat kyuhyun merogoh kembali saku celananya dan mengeluarkan smartphonenya.
- back to JungMin side -
Ayo! GG! Yeah Yeah sijakhae bolkka?
Getaran serta suara dering ponsel sungmin menggelegar. Dengan sigap ia mengambil ponsel pinknya dalam tas LV yang berada dipangkuannya. Matanya cukup tersentak mana kala melihat nama pemanggil yang tertera disana.
"Cho kyuhyun"
Sungmin terdiam."Angkat saja, mungkin penting",ucap jungmo yang membuat sungmin tersadar lalu mengangguk. Ia menghela nafas panjang lalu mengangkat telepon itu.
"Y-yeoboseyo?",ucap sungmin.
"Chagiaaaa~ neo eoddiga? Nan jeongmal bogoshipeoyo~(sayang~ kamu dimana? Aku sangat merindukanmu)",ucap kyuhyun dengan nada manja.
"Eung.. Naega ?(Eung... Aku?) Aku sudah memberitahumu kemarin bukan?",jujur saja sungmin merasa takut berbohong pada kyuhyun. Namun semuanya sudah terlanjur, harus bagaimana lagi.
"Ahh~ arra.. Kalau begitu aku jemput ke rumah sakit ne?",
'Matilah kau lee sungmin! Eottokhae?!'
"Andwae! Aku tidak mau merepotkanmu kyu, sudah dulu ne? Annyeong!",ucap sungmin cepat lalu memutuskan telepon itu sepihak.
- kyuhyun's side -
"Daebak! Bahkan dia berbohong! Habis kau jungmo hari ini!",gumam kyuhyun kalap.
- back to Jungmin's side -
Setelah acara mari-angkat-telepon-kyuhyun ,sungmin terlihat tegang dan pucat. Entah kenapa berbohong dengan kyuhyun itu sangat mempengaruhinya. Bahkan kini keduanya -jungmo dan sungmin- terdiam sampai..
Tes
"Omo! Min kamu mimisan!",ucap jungmo panik. Lalu memberikan sungmin beberapa helai tissu.
"Jwiseonghaeyo oppa, aku memang begini jika tertekan",ucap sungmin jujur sambil menahan darahnya mengalir dari hidungnya.
"Hahh~ sepertinya acara jalan-jalan hari ini harus ditunda. Lebih baik kamu istirahat ne?"
"Ani! Aku benar-benar ingin bertemu gaemgyu!",ucap sungmin kekeuh.
"Geogjongma, ini aku akan memberikan poto bocah menyebalkan itu.",ucap jungmo sambil merogohkan saku jaketnya. Saat ia ingin memberikan selembar poto 'gaemgyu' , namun gerakan tangannya terhenti.
"YAK LEE SUNGMIN!",teriakan kyuhyun menggelegar bahkan sampai semua pengunjung melihat kearah kyuhyun.
Sontak jungmo dan sungmin ikut menengok kearah sumber suara. Sungmin benar-benar terlihat kaget.
"Omo!",pekik sungmin. Kyuhyun melangkahkan kakinya cepat kearah sungmin dan menatap yeoja-nya tajam.
"Jadi sekarang kim ahjumma berubah menjadi 'KIM JUNGMO' ming ?!",tanya kyuhyun sambil memberikan penekanan pada nama jungmo.
"T-tunggu kyu! Mian aku bohong, tapi...",ucapan sungmin sudah cepat dipotong kyuhyun.
"Dan kau! Mau mati ya menggoda yeochin orang lain?!", bentak kyuhyun kepada jungmo. Jungmo yang masih terheran-heran dengan topik pembicaraan kyumin hanya bisa menautkan alisnya bingung.
"Jadi kalian berdua pacaran?!",tanya jungmo tak percaya.
"Ne! Wae ?! Yeoja yang kau 'GODA' itu 'YEOJACHINGU-KU' , apa ada masalah Km Jungmo?!",balas kyuhyun.
Srettt
"Sudahlah cho, kita pergi dari sini! Kita diperhatikan semuanya",titah sungmin sambil menarik lengan sungmin. Lalu ia menyeret kyuhyun keluar dari cafe itu tanpa pamitan pada jungmo.
"Mereka berdua aneh! Sungmin ingin bertemu gaemgyu, yang jelas-jelas namjachingu-nya sendiri, aishh! Entahlah, aku tak mengerti",gumam jungmo sambil mengedikan bahunya acuh.
-o0o-
"Yakk! Lee sungmin lepaskan!",kali ini berontakan kyuhyun terlepas. Kyuhyun benar-benar kesal sekarang. Sungmin menundukkan kepalanya terus tanpa mau menatap kyuhyun.
"Ada yang ingin kau jelaskan Nona Lee ?!",tanya kyuhyun sartistik.
"Mianhae kyu...",hanya itu yang mampu sungmin ucapkan.
"Hanya itu?! Apa kamu belum merasa cukup memilikiku eoh?! Tapi kenapa harus si jungmo tengik itu eoh ? Menyebalkan!",oceh kyuhyun bertubi-tubi dan berhasil membuat sungmin menatapnya.
"Aniyo! Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan jungmo, jangan salah paham kyu! Aku hanya...",ucapan sungmin menggantung. Kyuhyun benar-benar jengah menanggapi yeojanya sekarang.
"Aku hanya apaa?! Kau menyuk..",ucapan kyuhyun terpotong saat sungmin menggenggam erat lengan kyuhyun.
"Aku ingin bertemu cinta pertamaku,kyu. Mian."
-TBC-
