FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 13

Author : Han Hye Neul

Genre : romance ,hurt, sad*maybe*

Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje

Rating : 15+

Main Cast :

Kyuhyun

Sungmin

Other cast : always find by ur eyes reader ^^

~ Chapter sebelumnya ~

"Kyu...",

"Hm.."

"Mian-...",

Kyuhyun menaruh telunjuknya tepat didepan bibir sungmin.

"Sssttt..mulai sekarang kau hanya perlu menatapku dan percaya padaku minnie-ya"

~ Story Begin ~

( WARNING FULL KYUMIN )

DEG

Jantung sungmin seolah tidak bekerja normal mendengar penuturan yang terlontar dari bibir kyuhyun. Sangat manis menyapa indera pendengarannya. Namun raut wajah terharunya berubah menjadi mengerutkan kedua alisnya. Ia benar-benar bingung dengan sikap kyuhyun.

"M-maksudmu apa kyu ?",tanya sungmin bingung. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan. Sungmin semakin bingung melihat respon kyuhyun.

"Kamu tidak marah lagi ?",tanya sungmin takut-takut. Kyuhyun tersenyum lalu kembali mengusap punggung tangan kiri sungmin yang masih digenggam kyuhyun.

"Untuk apa aku marah eung ?",tanya kyuhyun balik. Sungmin mengerjapkan matanya imut. Dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran kyuhyun.

'Apa dia sudah tidak cemburu lagi? Dengan gaemgyu? Atau mungkin kyuhyun sudah tidak menyukaiku lagi?',pikir sungmin.

Srett

Dengan satu hentakan sungmin menghempaskan tangan kyuhyun yang tengah menggenggam serta mengelus punggung tangan kanannya. Kyuhyun menatap sungmin heran.

"Apa kamu sudah ti-...",ucap sungmin terpotong mana kala sepotong buah apel berhasil menyumpal bibir Shape M miliknya.

"Tidak perlu membahas apapun, mianhae untuk sikapku tempo hari, ga seharusnya aku marah. Jadi tidak perlu dibahas lagi arra ?",

Sungmin lebih memilih membungkam dan mengunyah apel itu daripada harus menanggapi perbincangan ini. Kini mereka berdua lebih memilih diam dalam keheningan. Sampai suara gedoran pintu memecahkan keheningan ini.

Tok tok tok

Tak lama pintu geser itu terbuka lebar. Dan menampakan seorang namja berbaju putih dan seorang yeoja yang memakai pakaian senada dengan si namja menghampiri keduanya.

Sang namja terlihat memeriksa keadaan sungmin sedangkan si yeoja terlihat membaca catatan kesehatan sungmin.

"Sepertinya kondisimu sudah lebih baik yaa Lee Sungmin-ssi",ucap namja yang diyakini sebagai dokter itu sambil tersenyum.

"Iya, dilihat dari catatan kesehatanmu juga semuanya sudah stabil, apa karena namja ini eung?",timpal yeoja yang diyakini sebagai suster ini menggoda kyumin. Kyuhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.

"Jadi kapan aku bisa pulang uisa-nim?",tanya sungmin serius.

"Eumm... Hari ini juga kau sudah boleh pulang sungmin-ssi",jelas si dokter yang membuat sungmin mengangguk."Tapi kamu harus selesaikan dulu administrasinya",tambah sang dokter.

"Tenang saja uisa-nim belum lama Kim Yoon Ha-ssi sudah membereskan masalah itu, jadi jika Sungmin-ssi ingin pulang sekarang sudah bisa",jelas suster itu sambil diiringi dengan anggukan kepala sungmin.

"Baiklah~ aku akan pulang hari ini saja.. Gamsahamnida",ucap sungmin sambil sedikit membungkuk kepada dua orang itu sebelum kedua orang itu benar-benar hilang dari ruangan itu.

"Baiklah karena aku akan pulang sekarang kamu bisa pulang kyu, aku ingin membereskan barang-barangku",ucap sungmin seraya 'mengusir' kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun menggeleng pasti.

"Aku akan membantumu dan mengantarmu pulang",ucap kyuhyun.

"Tidak perlu kyu, aku bisa menelpon Kim ahjumma untuk menjemputku. Lagipula aku ga mau merepotkanmu",jelas sungmin.

"Nona Lee sungmin, apa kamu lupa jika Cho Kyuhyun tidak suka penolakan, lagipula aku namjachingu-mu, jadi aku akan merasa senang jika repot karenamu",ucap kyuhyun yang diakhiri dengan kerlingan nakal.

"Terserah apa katamu Mr. Cho",ucap sungmin jengah. Toh menolakpun tidak akan mungkin didengar kyuhyun.

-o0o-

"Yak! Cho kyuhyun bukannya kau mau mengantarku pulang? Kenapa kita malah jadi 'jalan-jalan' begini? Seperti orang yang sedang 'kencan' saja",ucap sungmin kesal sampai-sampai ia keceplosan menyebut kata 'kencan'. Dan kini ia merutuki ucapan bodohnya itu.

Kyuhyun berhenti sejenak dan menatap sungmin."Tentu saja, apa salah aku mengajak yeojachingu-ku berkencan eung? Setidaknya aku ingin menikmati masa-masaku bersamamu sebelum kamu bertemu dengan...cinta pertamamu",ucap kyuhyun yang dibuat selirih mungkin. Sungmin sedikit tersendak dengan ucapan kyuhyun. Dengan sigap ia mengeratkan jemari tangannya yang sedari tadi digandeng kyuhyun.

"Kajja kita 'kencan' , tapi lain kali lihat kondisi orang, aku kan baru saja keluar dari rumah sakit.",oceh sungmin namun tetap menggandeng kyuhyun untuk terus berjalan ditrotoar jalanan ramai kota Seoul.

"Lain kali? Jadi kita masih bisa kencan lagi?",tanya kyuhyun lirih -lagi-

Sungmin menghentikan langkah kakinya dan menatap kyuhyun sendu lalu tersenyum lebar."Eumb~",deham sungmin diiringi anggukkan pasti."Kau ingin jalan sekarang atau aku berubah pikiran ?",tambah sungmin. Akhirnya kyuhyun mensejajarkan langkah kakinya dengan sungmin. Hingga mereka kini berjalan beriringan.

'Setidaknya aku masih bisa sempat membuatmu bahagia kyu~',batin sungmin.

-o0o-

( Recommend Song : Geeks feat. Soyu Sistar - Officially Missing You,too )

Kedua insan ini kini tengah berjalan-jalan ditengah ramainya kota Seoul. Tak jarang mereka bersenda gurau. Benar-benar seperti pasangan muda yang tengah dilanda mabuk cinta.

"Apa kamu lelah?",tanya kyuhyun lembut sambil mengusap peluh yang membasahi dahi sungmin menggunakan punggung tangannya.

"Aniya~",ucap sungmin diiringi gelengan kepala. Dan jangan lupakan deretan giginya yang selalu terpamer sejak tadi.

"Baiklahh~ kalau begitu kita ke kedai sana yuk! Setelah ini aku ingin mengajakmu kesuatu tempat",ajak kyuhyun sambil menunjuk sebuah kedai dipinggir jalan yang tampak sederhana. Sungmin hanya menurut saja kemana kyuhyun akan membawanya. Sekali lagi, percuma saja buka jika sungmin menolak? Bukannya namja itu -kyuhyun- tidak menyukai penolakan?

Saat mereka sudah dikedai itu,"ahjumma aku mau kue ikannya 2 yaa",ucap kyuhyun riang lalu menengok kearah sungmin.

"Kau suka kue ikan 'kan ?"

"Aku tidak terlalu suka pilih-pilih makanan kyu~ tenang saja",ucap sungmin sambil tersenyum. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk.

Tak lama kemudian sang ahjumma menyodorkan dua buah bungkus kue ikan. Kini keduanya tengah sibuk dengan bungkusannya mereka masing-masing.

Srettt

Gerakan bersamaan itu membuat keduanya terpaku. Sungmin menyodorkan kyuhyun ekor kue ikan itu dan sebaliknya kyuhyun menyodorkan ke sungmin bagian tubuh kue ikan itu. Tak lama kemudian tawa mereka pun pecah.

"Hahaha, darimana kau tahu aku hanya menyukai bagian ekornya saja ?",ucap kyuhyun yang membuat sungmin terpaku. Sejujurnya gerakan sungmin itu hanya gerakan reflek saja namun jawaban kyuhyun membuat kepala cantiknya memutar kembali ke masa ia bersama gaemgyu.

'Omo! Kenapa harus saat bersama kyuhyun aku masih memikirkan gaemgyu? Andwae sungmin! Kau hanya akan menyakiti hati kyuhyun',batin sungmin menyesal.

"Eung~ itu hanya gerakan reflekku saja kyu, aku juga hanya suka bagian tubuhnya saja kok, 'kan ekornya memiliki isi kacang merah yang sedikit jadi aku tidak terlalu suka",ucap sungmin beralasan. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk saja lalu mengambil ekor kue ikan itu dan memberikan sungmin bagian tubuh kue ikan itu. Kini keduanya makan dalam diam sampai tangan kyuhyun kembali menarik tangan sungmin pergi dari tempat itu.

-o0o-

Dan disinilah mereka duduk berdampingan disebuah kereta. Sungmin kini tertidur pulas dibahu kyuhyun. Mungkin karena terlalu lelah bertanya hal yang sama pada kyuhyun berulang kali. "Kita akan kemana kyu?". Pertanyaan itu terlontar berulang kali dari bibir sungmin namun kyuhyun enggan membuka mulut, ia hanya tersenyum tipis dan berkata "kau akan mengetahuinya nanti ming~", selalu seperti itu untuk membungkam bibir sungmin yang terus berceloteh ria.

Kini kyuhyun menatap wajah sungmin yang tengah tidur dengan nyamannya dibahunya. Ia membenarkan beberapa helai anak poni yang menutupi wajah sungmin.

"Aku akan membuatmu mengingat semua tentang kita sekali lagi minnie~ aku senang kalau ternyata minnie itu kamu, saranghae",bisik kyuhyun lembut. Entah sungmin dengar atau tidak namun ia sedikit menggeliat dan menyamankan posisi kepalanya dibahu kyuhyun. Kyuhyun terkekeh melihat aksi 'yeoja'nya yang sangat terlihat imut itu.

Tak lama kemudian stasiun yang ia tuju sudah tertangkap oleh kornea matanya. Dengan lembut kyuhyun menepuk pipi chubby sungmin.

"Hey putri tidur, kita sudah hampir sampai. Ayo bangun",ucap kyuhyun lembut yang membuat dunia lelap sungmin terusik."Eunghh~",lenguh sungmin. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya seolah membiasakan diri dengan penerangan kereta itu.

"Kita sudah sampai kyu?",tanya sungmin agak parau khas orang baru bangun tidur. Kyuhyun mengangguk. Tak lama kereta berhenti tepat distasiun yang kyuhyun inginkan."Kajja",ajak kyuhyun sambil menarik tangan sungmin keluar dari kereta itu.

"Omo! Cho kyuhyun! Bichyeoso?! Kenapa kamu mengajakku ke Mokpo eoh?",tanya sungmin tak sabaran.

"Cukup diam dan ikut saja denganku Nona Lee",ucap kyuhyun tak menggubris ucapan sungmin.

"Tapi ini sudah hampir malam kyu, bagaimana kita pulang ke Seoul",ucap sungmin cemas. Mengingat kini cahaya matahari mulai meredup yang menandakan tugas matahari akan digantikan oleh bulan. Kyuhyun menghentikan langkah kakinya dan menatap sungmin yang jalan dibelakangnya.

"Bukankah aku sudah pernah bilang cukup lihat dan hanya percaya padaku ?",ucap kyuhyun."Lagipula kau tidak akan menyesal Lee Sungmin",batin kyuhyun.

-o0o-

"K-kau bagaimana tahu tempat ini ?",tanya sungmin tak percaya. Bahkan seluruh organ tubuhnya serasa tidak bekerja lagi. Tubuhnya kaku dan lemas disaat yang bersamaan. Sampai tangannya yang kini mulai dingin merasakan epidermis telapak tangan kyuhyun yang hangat.

"Kajja",

Kyuhyun menuntun sungmin untuk duduk diayunan yang ada di 'taman bermain' itu. Lalu kyuhyun duduk diayunan yang ada disebelahnya. Sungmin masih terpaku, entah sudah berapa lama ia melupakan mengunjungi tempat ini. Namun sekarang dengan mudahnya kyuhyun membawanya kembali ke sini.

"Hiksss...hiksss...",isakan sungmin menghentikan gerakan ayunan kyuhyun. Dengan cepat kyuhyun menengok kearah sungmin seolah memastikan keadaan yeoja-nya itu.

'Kenapa kamu malah mengingatkanku pada gaemgyu?! Kyuhyun babo!',batin sungmin kesal.

"Hey, uljimaaa~",ucap kyuhyun sambil menyodorkan sebuah 'benda' tepat didepan wajah sungmin."Aku hanya membawa ini dan tidak punya eskrim untuk menyumpal bibirmu chagii~",seketika sungmin menghentikan tangisannya dan beralih menatap 'benda' yang ada ditangan kyuhyun.

'Bagaimana bisa benda ini ada padanya? Dan tadi dia bilang eskrim untuk menyumpal bibirku?',batin sungmin berkelut.

"Eo...eotteokhae arra?",ucap sungmin lemah bahkan suaranya terdengar sangat pelan. Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berlutut dihadapan sungmin. Kedua tangan besarnya menggenggam kedua tangan sungmin.

"Apa aku tidak mengingatkanmu pada seseorang mungkin?",tanya kyuhyun lirih. Sungmin masih bungkam, ia bingung harus menjawab apa.

"Aku sangat senang ternyata 'minnie' itu kamu min. Ya walaupun aku kurang yakin jika kamu akan senang kalau aku adalah 'gaemgyu'",jelas kyuhyun namun semakin membuat sungmin bingung.

"M-maksudmu?",tanya sungmin.

"Minnie-ya! Ahh~ aku rasa aku harus mengulangnya lagi. Bisakah kau hanya cukup lihat dan percaya padaku eoh ? Tak perlu bertemu lagi dengan jungmo arra ?",ucap kyuhyun kini makin membuat sungmin bingung.

"Aku semakin tak mengerti kyu~"

"Aishh! Tak perlu lagi bertemu dengan jungmo tengik itu lagi, aku ga suka. Lagipula namja yang kamu cari selama ini ada dihadapanmu minnie",ucap kyuhyun sebal karena sedari tadi sungmin tak kunjung paham apa yang ia maksud.

"D-dihadapanku?",ucap sungmin terbata.

Kyuhyun meraba kaos dibalik kemeja sekolahnya. Dan ia mengeluarkan kalung yang cukup panjang dengan bandul sebuah kunci mungil."Apa kamu masih ingat minnie ? Ini sama 'kan?",ucap kyuhyun sambil memamerkan gantungan kunci milik sungmin -yang ada ditangannya- dan gantungan kalung yang ia punya.

"Omo! Bagaimana bisa? J-jadi kyuhyun adalah gaemgyu?"

Kyuhyun mengangguk pasti,"ne, kyuhyun dan gaemgyu adalah orang yang sama. Kau tidak kecewa 'kan kalau ternyata Gaemgyu-mu itu seorang Cho Kyuhyun?",tanya kyuhyun ragu.

Greppp

"Babo! Bahkan aku takut berharap seperti itu, karena aku pikir itu tak akan mungkin. Sekarang aku sangat senang! Hiksss...kyuhyun babo!",sungmin terus terisak sambil memeluk erat kyuhyun dan jangan lupakan umpatan yang terus dilontarkannya.

-o0o-

"Kita tidak akan pulang kyu?",tanya sungmin cemas. Karena setelah dari taman bermain kyuhyun tidak menunjukkan tanda-tanda untuk pergi ke stasiun. Kyuhyun menggeleng menanggapi pertanyaan sungmin.

"Masih ada yang ingin kutunjukkan kepadamu, minnie chagi~",ucap kyuhyun misterius namun membuat sungmin merona mendengar panggilan kyuhyun yang tidak biasa itu.

Tak jauh dari taman itu kini kyumin berhenti didepan sebuah rumah."Ini rumah siapa kyu?",tanya sungmin heran.

"Rumahku, kajja!",ajak kyuhyun dan menyeret sungmin untuk masih kedalam.

Sungmin mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru rumah. Bersih dan terawat. Itulah yang ada dibenak sungmin.

"Rumah ini dirawat oleh Yoon Ahjussi dan istrinya , karena keluargaku kan pindah ke Seoul. Jadi pelayan setia keluarga kami yang merawat rumah ini selama kami tinggal di Seoul",jelas kyuhyun seolah dapat membaca pikiran sungmin."Kamu ingin minum?",tawar kyuhyun pada sungmin.

"Mungkin air putih saja cukup",ucap sungmin. Setelah itu kyuhyun menuju dapur tak lama ia kembali dan menyodorkan sungmin sebotol air minum Oxygen."Kau pasti lelah dan banyak mengeluarkan keringat hari ini, ahh~ kajja! Ikut aku!",ucap kyuhyun antusias.

Kyuhyun menarik sungmin kelantai dua rumah yang bisa dibilang besar itu. Dan memasukki ruangan yang didepannya terpampang jelas tulisan 'WARNING GAME ARENA! GO AWAY'. Sungmin terkekeh pelan membaca tulisan itu.

"Ini kamarku",jelas kyuhyun yang membuat sungmin mengangguk-angguk. Mengingat tulisan tadi ia sudah cukup tahu jelas pemilik ruangan serba biru laut ini.

Sungmin mengedarkan pandangannya kepelosok kamar ini. Sangat rapi. Banyak buku yang disusun rapi di rak dan jangan lupakan banyaknya kaset game yang disusun rapi pula. Namun seketika edaran pandangan sungmin terhenti tepat pada kasur kyuhyun. Dilihatnya kyuhyun tengah memeluk sebuah boneka bunny pink dengan ukuran jumbo. Sungmin mendekati kasur kyuhyun.

"Apa kamu ingat dengan boneka ini minnie ?",tanya kyuhyun. Sungmin menautkan alisnya bingung. Namun sepertinya kinerja otak dikepala cantiknya bekerja dengan cepat.

"Omo! Kau benar-benar membeli boneka itu?!",tanya sungmin tak percaya.

Kyuhyun mengangguk pasti,"tentu saja! Aku kan sudah janji! Padahal aku ingin memberikan ini padamu, namun sudah kita tidak pernah bertemu lagi, jadi aku memeluk boneka ini jika rindu padamu. Jadi tidak baru lagi deh",ucap kyuhyun menyesal.

"Gwaenchanaa~ bonekanya masih bagus kok! Minnie suka",ucap sungmin sambil memamerkan gigi kelincinya. Dia begitu terharu mendengar ucapan kyuhyun. Tak lama kemudian sungmin mengeluarkan ponsel pinknya.

"Aku harus memasang ini lagi, nanti hilang lagi",ucap sungmin monolog sambil mencoba memasang gantungan hpnya. Namun benda tipis itu tak sengaja tersentuh jari sungmin sehingga layarnya nyala. Mata kyuhyun memicing untuk menegaskan pengelihatannya. Seketika tubuh kyuhyun terpaku.

"K-kibum ahjumma..."

"Kau mengenalnya kyu ?", tanya sungmin heran.

Kyuhyun mengangguk namun pandangannya masih kosong."Dia eomma ku kyu, cantik 'kan ?", ucap sungmin seraya menerawang. Seketika ia merindukan sosok eommanya. Bertahun-tahun hidup tanpa sosok seorang ibu bukan hal yang mudah bukan?.

"Geunde darimana kau mengenal eomma ? Eomma tidak pernah menyebut namamu saat eomma cerita tentang anak-anak chingunya", sungmin sepertinya masih sangat penasaran kenapa kyuhyun bisa mengenal sosok eommanya.

"i-itu...", kyuhyun benar-benar bingung harus mulai darimana menjelaskannya pada sungmin.

"Geunde kyu, kenapa dulu kau menghilang tanpa jejak, bahkan aku hampir tidak mempercayai orang yang namanya 'teman' karenamu", ucap sungmin sebal sambil mengerucutkan bibirnya imut.

"Ming~ bukannya kau mengira eommamu sudah meninggal ?",Tanya kyuhyun yang jauh dari pertanyaan sungmin sebelumnya. Mendengar pertanyaan kyuhyun membuat sungmin tertunduk lesu, mana kala mengingat eommanya kini sudah berada di Surga –menurut sungmin-.

"Ne, eomma sudah tenang bersama Tuhan",ucap sungmin –pura-pura- tegar sambil mengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar kyuhyun.

"Kau ingin tahu kenapa saat itu aku tidak bisa menemuimu lagi di taman bermain saat itu ?",Tanya kyuhyun yang berbeda jauh –lagi- dengan pernyataan yang sungmin lontarkan. Sungmin hanya menggangguk saja, entah kenapa ia sudah malas mengeluarkan suara.

"Saat itu eomma dan appa mendadak membawaku untuk ikut bersama mereka ke Jepang, karena teman eomma sakit parah. Dan gilanya teman eomma meminta eomma dan appa memberitahu semua kerabatnya kalau ia sudah meninggal. Entah apa yang ahjumma itu pikirkan , ia merasa putus asa dan berpikir ia tidak bisa diselamatkan lagi",kyuhyun berhenti sejenak dan menatap sungmin yang duduk disebelahnya. Sepertinya sungmin benar-benar tertarik dengan cerita kyuhyun. Kyuhyun kembali menatap lurus kedepan dan melanjutkan ceritanya lagi.

"Akhirnya eomma dan appa memaksa ahjumma itu untuk pergi ke Amerika untuk menjalani perawatan yang lebih intensif disana, kau tahu ?", kyuhyun kembali menatap sungmin sendu.

"Tahu apa ?", Tanya sungmin heran

"ahjumma itu mengidap penyakit yang sama denganmu",jelas kyuhyun yang membuat sungmin sedikit terkejut."Dan nama ahjumma itu… Lee Kibum", ucapan kyuhyun yang terakhir membuat sungmin benar-benar membuat sungmin membelalakan matanya.

"eo-…eomma?",ucap sungmin dengan suara yang serak. Detak jantunga berdetak berpuluh-puluh kali lebih cepat dari biasanya.

"Saat aku melihat foto yang ada di wallpapermu, aku yakin kalau itu Kibum ahju-….",ucap kyuhyun terhenti saat ia melihat sungmin hampir ambruk karena tubuhnya lemas.

'Yak! Lee sungmin gwaenchanayo ?",Tanya kyuhyun khawatir.

"Lalu apa eomma masih hidup kyu ?",Tanya sungmin lemah. Namun bukannya langsung menjawab kyuhyun malah menundukkan kepalanya.

"Kenapa tidak menjawab kyu ? bagaimana keadaan eomma?", Tanya sungmin tak sabaran namun suara paraunya makin ketara. Mengingat air matanya mulai membasahi pipi chubbynya.

"Molla, sejak saat itu Kibum ahjumma tidak pernah memberi kabar lagi",ucap kyuhyun agak menyesal.

"hikss…..hikss…. eomma"

- TBC -

Hehehe , akhirnya bisa lanjut juga nih ff , mianhae kalo kelamaan yaa . Abisan author bener lagi banyak baca cerita-cerita lain buat memperoleh inspirasi untuk melanjutkan FF ini. Nah chap ini KYUMIN full version. Semoga ga bosen liatin kyumin mulu. Abis author kan pengen bkin sweet kyumin moment.

Ahh iyaa author mau menanggapi review salah satu reader yang bertanya kenapa ga banyak yang review ? Kalau jawaban dari author: pertama, ya 'kan baru-baru ini author mencoba mempost di FFN mungkin belum banyak yang tau FF ini; kedua, mungkin karena author itu masih Newbie ya mungkin imajinasi author yang pas-pasan ga gitu menarik. Tapi author ga terlallu mengutamakan banyaknya review, karena author bikin ff Cuma buat share imajinasi author aja kok ^^

Tapi author berterima kasih banget kalo ada reader yang memreview FF author *bow*

Nah sekarang author minta komennya yaa , soalnya komen dari reader itu lah yang menyemangatkan author. Hwaiting! ^^ see you next chap~